Admin
Minggu, 18 Oktober 2026


KAJEN - Polres Pekalongan memperketat kesiapan pengamanan menjelang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak November 2026. Sebanyak 350 personel kepolisian disiapkan untuk mengawal proses pemungutan suara di 34 desa.
Kesiapan tersebut ditandai dengan Apel Gelar Pasukan Operasi Aman Desa 2026 di Jalan Mandurorejo, Alun-alun Kajen, Kabupaten Pekalongan, Senin (19/10/ 2026). Apel melibatkan ratusan personel gabungan dari TNI, kepolisian, mitra kamtibmas, Dishub, BPBD, PMI, Satpol PP, Linmas, hingga panitia Pilkades.
Kapolres Pekalongan AKBP Zamrul Aini mengatakan, apel digelar untuk memastikan kesiapan personel sekaligus sarana dan prasarana sebelum diterjunkan ke lapangan.
Menurutnya, pengamanan Pilkades tidak hanya menjadi tugas kepolisian, tetapi membutuhkan kolaborasi seluruh unsur untuk memastikan proses demokrasi di tingkat desa berjalan aman dan tertib.
“Kami dari pihak kepolisian sangat mendukung agar pelaksanaan pemilihan kepala desa ini dapat berjalan dengan aman dan tertib. Tentunya ini merupakan bagian dari demokrasi dan harus kita kawal bersama-sama,” ujar Zamrul.
Polres Pekalongan menyebut, dari 34 desa yang menggelar pemungutan suara, 28 desa berada di wilayah hukum Polres Pekalongan dan enam desa masuk wilayah hukum Polresta Pekalongan Kota.
Jumlah pemilih dalam Pilkades serentak tersebut mencapai 88.738 jiwa,
Besarnya jumlah pemilih dan sebaran lokasi pemungutan suara menjadi salah satu perhatian aparat dalam menyiapkan pola pengamanan.
Dikesempatan yang sama, Bupati Pekalongan H. Sukirman mengatakan, pengamanan sejak awal diperlukan untuk memitigasi potensi kerawanan yang dapat memicu gesekan antarpihak selama tahapan Pilkades.
Menurut Sukirman, tahapan Pilkades saat ini telah berjalan dan memasuki proses penetapan bakal calon. Pemerintah bersama kepolisian juga telah melakukan pemetaan terhadap wilayah yang dinilai rawan terjadi gesekan.
“Saat ini pemerintah bersama Polres telah melakukan pemetaan rawan gesekan untuk mengantisipasi terjadinya benturan di lapangan selama pelaksanaan Pilkades November 2026,” kata Sukirman.
Pemetaan kerawanan tersebut diharapkan menjadi dasar penempatan personel dan langkah pencegahan, sehingga potensi konflik dapat ditekan sebelum berkembang menjadi gangguan keamanan. Pilkades serentak November mendatang kini menjadi perhatian bersama, dengan pengamanan disiapkan sejak sebelum hari pemungutan suara
Bantu kami meningkatkan kualitas Website Resmi Kabupaten Pekalongan dengan mengisi survei singkat (±1 menit).