Admin
Rabu, 28 Oktober 2026


KAJEN – Pemerintah Kabupaten Pekalongan terus mendorong penguatan karakter, nasionalisme, dan jiwa kewirausahaan generasi muda sebagai upaya mempersiapkan sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing. Hal tersebut disampaikan dalam rangka peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026 yang berlangsung di Lapangan Belakang Sekretariat Daerah Kabupaten Pekalongan, Rabu (28/10/2026).
Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan, M. Yulian Akbar, S.Sos., M.Si., menyampaikan bahwa pemuda memiliki peran strategis dalam pembangunan daerah maupun nasional. Dengan jumlah yang diperkirakan mencapai 20–25 persen dari total penduduk, generasi muda menjadi salah satu kekuatan penting dalam menentukan masa depan bangsa.
Menurutnya, pemerintah daerah berkomitmen mendukung pengembangan potensi pemuda melalui berbagai program pembinaan, khususnya dalam penguatan karakter, penanaman wawasan kebangsaan, serta pengembangan kewirausahaan.
“Pemerintah tentu tidak bisa bekerja sendiri. Kami berkolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk organisasi kepemudaan, untuk melaksanakan pembinaan dan meningkatkan kapasitas para pemuda,” ujarnya.
Yulian menjelaskan, upaya pembinaan tersebut telah membuahkan hasil positif. Salah satunya, organisasi Nasyiatul Aisyiyah berhasil meraih juara pertama tingkat Provinsi Jawa Tengah dalam kategori tata kelola dan manajemen organisasi kepemudaan. Selain itu, perwakilan pemuda Kabupaten Pekalongan juga meraih peringkat kedua dalam ajang Jambore Pemuda.
Ia menegaskan, penguatan karakter dan pengembangan kewirausahaan akan terus menjadi perhatian pemerintah daerah. Kedua aspek tersebut dinilai penting untuk membentuk generasi muda yang berintegritas, mandiri, kreatif, dan mampu menghadapi tantangan zaman.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Dinporapar) Kabupaten Pekalongan, Farid Abdul Hakim, S.STP., M.M., menyampaikan bahwa peringatan Hari Sumpah Pemuda tahun ini diisi dengan serangkaian kegiatan yang melibatkan generasi muda, mulai dari kompetisi kewirausahaan, Jambore Pemuda, hingga penilaian organisasi kepemudaan.
Menurut Farid, kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana untuk menggali potensi, mendorong kreativitas, serta meningkatkan kapasitas dan kualitas organisasi kepemudaan di Kabupaten Pekalongan.
“Alhamdulillah, organisasi Nasyiatul Aisyiyah berhasil meraih juara pertama tingkat Provinsi Jawa Tengah dalam kategori tata kelola dan manajemen organisasi kepemudaan. Selain itu, salah satu pemuda kita juga berhasil meraih juara kedua dalam ajang Jambore Pemuda melalui inovasi yang berpotensi dikembangkan untuk mendukung aktivitas kepemudaan,” ungkapnya.
Farid berharap berbagai capaian tersebut dapat menjadi motivasi bagi generasi muda lainnya untuk terus berinovasi dan mengembangkan potensi yang dimiliki. Ide-ide bisnis yang muncul melalui kompetisi kewirausahaan juga diharapkan dapat dikembangkan lebih lanjut sehingga memberikan dampak nyata bagi kemandirian ekonomi pemuda.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya menanamkan jiwa nasionalisme dan patriotisme kepada generasi muda sebagai bekal menghadapi berbagai tantangan di masa depan.
“Harapannya, menuju 100 tahun Sumpah Pemuda pada 2028 mendatang, kita dapat menghasilkan generasi muda yang berkualitas, memiliki integritas, serta mampu menjadi penerus bangsa yang dapat diandalkan,” tambahnya.
Melalui peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 ini, Pemerintah Kabupaten Pekalongan berharap semangat persatuan yang diwariskan para pemuda terus hidup dan diwujudkan dalam tindakan nyata. Generasi muda diharapkan mampu menjaga kebinekaan, memperkuat karakter kebangsaan, serta mengembangkan kreativitas dan kewirausahaan untuk membangun kemandirian ekonomi dan berkontribusi bagi kemajuan Kabupaten Pekalongan serta Indonesia.
Bantu kami meningkatkan kualitas Website Resmi Kabupaten Pekalongan dengan mengisi survei singkat (±1 menit).