KAJEN – Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si mengajak warga Kota Santri untuk meningkatkan partisipasi dalam Pemilu 2019. Pasalnya hasil dari Pemilu menentukan nasib masyarakat lima tahun ke depan.
“Pilpres dan Pileg itu penting karena yang terpilih akan menentukan nasib masyarakat lima tahun ke depan,” jelasnya dalam acara istighosah dan doa bersama dalam rangka menciptakan Pileg dan Pilpres 2019 aman, damai dan sejuk di Gedung Pertemuan Umum (GPU) Kajen, Rabu (20/2/2019).
Bupati menuturkan Presiden ataupun DPR RI, DPD dan DPRD yang terpilih dalam Pemilu akan menjadi wadah aspirasi masyarakat. “Presiden, DPR RI, DPD dan DRPD merupakan kepanjangan tangan pemerintah pusat maupun provinsi. Mereka akan menjadi corong aspirasi masyarakat Kabupaten Pekalongan,” paparnya.
Selain itu pihaknya meminta peran ulama yang ada di Kabupaten Pekalongan untuk menyejukkan situasi di tahun politik. “Mari kita ajak masyarakat untuk menghargai perbedaan terutama dalam pemilihan saat Pemilu, jangan sampai perbedaan memecah masyarakat Kabupaten Pekalongan,” ujarnya.
Bupati Asip menambahkan penyelenggara Pemilu untuk bisa mewujudkan keadilan dengan menjunjung tinggi profesionalisme. “Keadilan dan profesionalisme sangat penting agar dalam pelaksanaan Pemilu tidak terjadi potensi keretakan di masyarakat, mari bersama-sama mewujudkan makna keadilan agar Pemilu menjadi aman dan sejuk,” tambahnya.
Sementara itu, Kapolres Pekalongan AKBP Wawan Kurniawan, SH.,S.IK.,M.Si melalui Wakapolres Pekalongan AKP Mashudi dalam sambutan tertulisnya mengharapkan melalui kegiatan istighosah dan do'a bersama ini menjadi sarana efektif untuk lebih mendekatkan diri, serta meningkatkan derajat keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT.
“Mari bersama-sama menciptakan situasi yang kondusif di wilayah hukum Polres Pekalongan menjelang Pemilu 2019. Dan diharapkan seluruh elemen masyarakat agar berperan aktif dalam menciptakan kondusifitas di wilayah Kabupaten Pekalongan,” harapnya.
Lebih lanjut, Kapolres mengajak kepada seluruh elemen masyarakat agar terus menjaga persatuan dan persaudaraan serta menaati segala ketentuan hukum maupun perundang-undangan yang berlaku.
“Banyak kita temukan berita-berita yang belum tentu kebenarannya di media sosial, maka dari itu jangan mudah untuk dipercaya kita jangan sampai terpecah belah gara-gara berita hoax,” terang Kapolres.
Polri, kata Kapolres, tidak bisa kerja sendiri, Polri memerlukan peran serta masyarakat dalam menjaga Kamtibmas di lingkungannya. Keamanan merupakan kebutuhan kita bersama.
Istighosah dan Doa Bersama yang diselenggarakan oleh Polres Pekalongan dihadiri Wakil Bupati Pekalongan Ir. Hj. Arini Harimurti, Ketua DPRD Dra. Hj. Hindun, MH., Ketua Pengadilan Negeri Pekalongan Dewa Ketut Kartana, S.H., M. Hum., Dandim 0710 Pekalongan diwakilkan Pasi Ops Kodim dan perwakilan Kejari Kajen.
Dan diikuti oleh ratusan peserta yang terdiri atas jajaran Polres Pekalongan, Kapolsek se Polres Pekalongan, Danramil se Kab. Pekalongan, perwakilan Kepala OPD dan Camat, perwakilan tomas/toga Kab.Pekalongan, para santri Ponpes Kabupaten Pekalongan, perwakilan Parol Kabupaten Pekalongan dan mahasiswa serta pelajar di Kabupaten Pekalongan.
Kegiatan diisi dengan istighosah dan doa bersama yang dipimpin KH. Fardani pengasuh Ponpes Walindo Boyoteluk dan diikuti segenap tamu undangan dan seluruh peserta. Dan menghadirkan penceramah Dr.K.H. Fauzi Arkhan dari Kota Salatiga.(didik/dinkominfo kab.pekalongan).
Publisher : aris