KAJEN - Menjelang Lebaran 2019, atlet dan pelatih peraih medali di ajang Porprov Jateng 2018 tampak bahagia. Pasalnya, mereka mendapatkan bonus besar dari Pemkab Pekalongan.
Untuk atlet peraih medali emas mendapatkan bonus Rp 50 juta, peraih medali perak Rp 30 juta, dan atlet peraih medali perunggu mendapatkan bonus Rp 20 juta.
Sementara itu, untuk pelatih yang atletnya berhasil meraih medali emas mendapat bonus Rp 20 juta, pelatih dengan medali perak Rp 15 juta, dan pelatih dengan medali perunggu dapat bonus Rp 12,5 juta.
Bonus diberikan secara langsung oleh Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si di Wars Coffee and Resto, sekaligus buka bersama dengan atlet, pelatih, dan pengurus KONI Kabupaten Pekalongan, Sabtu (25/5/2019) petang.
Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si usai buka bersama mengatakan, pemberian bonus tersebut merupakan bentuk penghargaan kepada para atlet yang berprestasi di Porprov Jateng tahun 2018. Menurutnya, Kabupaten Pekalongan dalam Porprov 2018 menempati peringkat ke-28.
Dikatakan, untuk atlet peraih emas mendapatkan bonus Rp 50 juta, peraih perak Rp 30 juta, dan peraih perunggu Rp 20 juta. Penghargaan juga diberikan kepada para pelatihnya. "Dengan bonus ini semoga bisa mendorong lagi atlet ini untuk berprestasi, mengangkat nama baik Kabupaten Pekalongan," harap Bupati.
Disinggung soal sarana dan prasarana olahraga di Kabupaten Pekalongan, Asip menyatakan, pemkab tengah mengusulkan pembangunan gedung olahraga (GOR) di Desa Madukaran, Kecamatan Kedungwuni. Lokasi GOR ini direncanakan bersebelahan dengan Gedung UMKM. Menurutnya, anggaran untuk pembangunan GOR tersebut sekitar Rp 30 miliar.
"Sudah jadi semua, tinggal kita mencari skema pembiayaannya. Tanah sudah ada, gambar sudah jadi, dan tengah kita usulkan ke pemerintah pusat. Mudah-mudahan ini kita dapat dari pemerintah pusat, tapi ini kita siapkan beberapa skemanya untuk pendanaannya," terang Bupati.
Selain rencana membangun GOR, Pemda juga berencana merevitalisasi Stadion Widya Mandala Krida Kedungwuni. Selain itu, Pemkab Pekalongan juga akan membuka cabang olahraga berkuda yang lapangannya dipusatkan di Desa Kedungpatangewu, Kecamatan Kedungwuni.
"Yang lebih penting nanti ada revitalsasi Stadion Kedungwuni dalam jangka menengah-panjang, karena itu menjadi keharusan bagi kita. Jadi sarana prasarana kita tingkatkan. Kabupaten Pekalongan juga akan membuka cabang olahraga Pordasi, Persatuan Olahraga Berkuda, di Desa Kedungpatangewu, Kecamatan Kedungwuni. Pacuan ini akan kita launching habis Lebaran," imbuh Bupati.
Sekretaris Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga, Bambang Supriyadi, menambahkan, bonus tersebut merupakan bentuk kesepakatan bersama pemda dengan KONI. Disebutkan, atlet peraih medali emas dapat Rp 50 juta, perak Rp 30 juta, dan perunggu Rp 20 juta.
"Sore ini cash. Ada kategori beregu dan perorangan, emas Rp 50 juta, perak Rp 30 juta, dan perunggu Rp 20 juta. Pelatih yang mendapat emas dapat Rp 20 juta, perak Rp 15 juta, dan perunggu Rp 12,5 juta. Dalam Porprov kita dapat 5 emas, 3 perak, dan 10 perunggu. Dibandingkan tahun lalu prestasinya meningkat," katanya. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Publisher : aris