Admin
Senin, 4 Maret 2019


KAJEN – Bupati Pekalongan, KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si bersama Anggota DPR RI dari Fraksi PKB Yaqut Cholil Qoumas hadir dalam kegiatan penumbuhan dan pengembangan wirausaha baru IKM di Provinsi Jawa Tengah yang digelar oleh Kementerian Perindustrian RI, di Hotel Sahid Mandarin Kota Pekalongan, Senin (4/3/2019) pagi.
Bupati dalam sambutannya mengungkapkan pihaknya senantiasa mendorong para pemuda untuk kreatif, terutama dalam hal pengelolaan pariwisata di Kota Santri. "Dulu Petungkriyono itu dalam konteks pariwisata pendapatannya nol rupiah. Dua tahun terakhir, pemerintah mendorong pemuda ikut pelatihan tata kelola pariwisata. Alhamdulillah sekarang pemasukannya sudah mencapai Rp 5 miliar," ujarnya.
Lebih lanjut Bupati mengatakan, ada tiga sumber daya yang apabila digerakkan secara maksimal akan memiliki dampak luar biasa. Ketiga sumber daya tersebut, kata bupati adalah sumber daya alam, sumber daya manusia dan sumber daya sosial. Menurutnya, SDM dan SDA mungkin banyak yang memiliki, tapi sumber daya sosial Kabupaten Pekalongan masih banyak memilikinya.
"Di Kabupaten Pekalongan masih banyak ditemui anak muda yang menghormati orang tua, dan orang tua mencintai anak muda. Ini adalah modal sosial yang tidak ternilai dan bisa menjadi modal untuk pengembangan pariwisata di Kabupaten Pekalongan, " ujarnya.
"Memang persoalan SDM masih menjadi masalah utama. Namun apabila kita memberdayakan apa yang kita miliki serta secara terus-menerus mengasah diri dan bekerjasama dengan pihak lain tentu akan membawa hasil positif," sambung bupati.
Sementara itu, anggota DPR RI dari Fraksi PKB Yaqut Cholil Qoumas menekankan pentingnya kemandirian ekonomi bagi kalangan pemuda.
Menurutnya, mengapa kemandirian ekonomi bagi kalangan pemuda menjadi sesuatu yang penting. Sebab, kata Anggota Komisi VI DPR RI yang juga Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor tersebut berdasarkan tinjauannya keliling di Indonesia selama memimpin organisasi pemuda Ansor NU, dia menemukan mengapa para pemuda tergiur dan terpengaruh oleh kelompok yang hendak bercita-cita mengganti ideologi bangsa. Hal demikian disebabkan salah satunya adalah persoalan ekonomi.
Untuk itu, lanjut dia, dengan adanya kegiatan ini dimana para pemuda dilatih diberi bimbingan teknis tentang keterampilan yang harapannya bisa menjadi wirausaha baru di Jawa Tengah ini bisa menjadi sarana memandirikan ekonomi para pemuda. "Kunci kemajuan adalah kemandirian ekonomi," tandas dia.
Pada kesempatan itu, pihaknya juga menyampaikan, saat ini tengah terjadi perubahan dalam cara menjalankan bisnis. Apabila, kata dia, dulu bisnis adalah kompetisi, saat ini bisnis merupakan kolaborasi. "Di sini (peserta) banyak kelompok bisnis, seperti kopi, gula aren, makanan ringan, bengkel sepeda motor, servis ponsel. Mereka semestinya bisa saling berkolaborasi saling membesarkan," katanya. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Publisher : aris