Admin
Rabu, 22 Mei 2019


KAJEN - Sejarah Al-quran atau kitab-kitab suci tidak akan terlepas dari penguasanya. Oleh karena itu, kitab suci itu bisa beredar atau tidak tergantung dari penguasanya. Pada awal abad Islam pertama merupakan masa-masa kejayaan qoriah. Dahulu orang membaca quran sesuai dengan versi awal Islam berkembang. Namun, sekarang sudah ada keseragaman , sehingga orang-orang Islam di dunia sudah sama dalam membaca al quran sesuai standar mushaf yang sama.
“Oleh karena itu, kita harus mengambil hikmah kenapa bisa muncul dan lahir sebuah kitab suci yang tingkat kesepahamanya itu diakui oleh hampir seluruh umat Islam dunia. Dan hal ini terjadi karena ijtihad,“ ungkap Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si pada Peringatan Nuzulul Quran di Masjid Al-Muhtarom, Selasa (21/5/2019) malam.
Kata Bupati, Nuzulul Quran adalah sebagai titik balik peradaban manusia saat mengalami masa kekosongan yang panjang. Yang menurut keterangan ahli tafsir 5000 tahun diukur dari nabi Adam sampai nabi Isa dan 2000 tahun diukur dari nabi Isa sampai sekarang. Dan pada masa-masa kekosongan sehingga peradaban manusia jauh dari nilai-nilai idealitas kemanusiaan atau idealitas yang lainya.
Selanjutnya Bupati menyampaikan bagaimana kita membumikan quran agar ini menjadi spirit pembangunan Kabupaten Pekalongan agar lebih baik lagi adalah dengan melakukan usaha atau ikhtiar. Dan menurut beliau Pemkab Pekalongan sudah melakukan ikhtiar,pertama adalah pada tanggal 24 Oktober 2018 sudah melaunching kampung quran di Kecamatan Kedungwuni yang diarahkan agar nanti bisa dikembangkan di masyarakat lagi seperti tilawah dll. Sehingga melengkapi tradisi-tradisi kajian islam secara eksklusif oleh para ustad para kiyai di pondok pesantren , di madrasah-madrasah dan di TPQ-TPQ.
Selain itu menurut beliau sudah menyaksikan launching salah satu metodologi membaca quran yang diinisiasi oleh seorang ahli quran Indoneaia yaitu alm.KH Arwani Kudus, yang sangat memahami Al-quran dan menciptakan metodologi cepat dan benar.
Dan ini tentu memberikan kesempatan kepada seluruh masyarakat Kabupaten Pekalongan untuk memahami ilmu quran baik dari segi tajwidnya , cara membacanya,syukur-syukur nanti meningkat pada tafsirnya. “ Karena quran ini tidak bisa dipahami secara sembarangan, kami juga ikhtiar dan mendorong penuh agar kajian-kajian quran berkembang dengan baik.
Menurut beliau Kabupaten Pekalongan kaya sekali dengan orang-orang yang pandai dalam bidang agama dan ini merupakan warisan nenek moyang kita.
Menurut Penelitian dari Gus Milal dan timnya Islam masuk ke Pekalongan sejak zaman sahabat. Kabupaten Pekalongan adalah salah satu pusat atau pusaran pengembangan Islam khususnya Jawa bagian utara.
Islamnya Kabupaten Pekalongan itulah Islamnya orang-orangnya Islam sejak awal. Dan menurut Gus Dur saat napak tilas di Kabupaten Pekalongan, Islam masuk ke Kabupaten Pekalongan 700 tahun sebelum walisongo. Dan menurut beliau sebagai generasi panjang keislaman, kita perlu mengembangkan paradigma keislaman maupun gerakan agar masyarakat Kabupaten Pekalongan tidak buta quran.(red)
Publisher : aris