KAJEN - Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si, secara langsung memantau kegiatan simulasi pemungutan dan penghitungan suara di TPS Pemilu 2019 yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pekalongan di TPS Desa Linggoasri, Kecamatan Kajen, Minggu (31/3/2019).
Kegiatan dipusatkan di obyek wisata Linggoasri, warga yang masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) TPS tersebut diundang untuk mengikuti simulasi pencoblosan.
Simulasi tersebut disaksikan oleh Wakapolres Kompol Mashudi, S.H mewakili Kapolres Pekalongan, Pabung Kodim 0710 Pekalongan mewakili Dandim, Kepala Kesbangpol Kabupaten Pekalongan, Muspika Kecamatan Kajen, Ketua KPUD Kabupaten Pekalongan beserta anggota, Komisioner Bawaslu.
Ketua KPUD Abi Rizal dalam laporannya menyampaikan kegiatan simulasi pemungutan dan penghitungan suara di TPS pemilu tahun 2019 ini untuk memberikan pelayanan kepada pemilih di TPS, dan dapat mengetahui ketepatan dan waktu saat pemilihan.
Hasil keputusan Mahkamah Konstitusi (MK), selain KTP adalah DPTB bisa dilayani sampai H-7, dalam pemilihan nanti juga pihaknya siap melaksanakan keputusan MK yakni Suket dapat digunakan dalam pencoblosan.
“Saat ini, kami mengejar kesiapan logistik baik pelipatan maupun penyortiran surat Pemilu tahun 2019. Dan simulasi kali ini sebagai bahan evaluasi agar dapat menjadi bahan koreksi dalam penyelenggaraan pencoblosan dan penghitungan nanti,” kata Abi.
Sementara itu, Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si mengatakan, simulasi ini harus dilaksanakan sesuai pemungutan suara yang sesungguhnya, dimulai pukul 07.00 dan juga pemilihnya adalah warga yang terdaftar di DPT (TPS tempat simulasi di Desa Linggoasri) jadi tidak ada rekayasa.
“Ini adalah satu dari 2.879 TPS yang ada di Kabupaten Pekalongan. Berbeda dengan simulasi Pemilu tahun 2014 dimana tiap Kabupaten hanya diambil sampel, kalau sekarang tiap Kabupaten secara nasional harus melaksanakan sendiri simulasi pemilu. Hal ini dikandung maksud agar mengetahui durasi seorang pemilih dalam melaksanakan pencoblosan (dimulai pukul 07.00-13.00 ) sampai penghitungan 5 surat suara dikalikan jumlah pemilih yang dimulai pukul 13.00 sampai selesai,” ujar Bupati.
Dilaksanakan simulasi ini, menurut Bupati Asip, agar diketahui pemetaan sehingga diinventaris persoalannya kelebihan dan kekurangannya. "Mudah-mudahan simulasi ini memberikan pemikiran kita, untuk antisipasi kelemahan-kelemahan kita, yang terpenting adalah kita bersama-sama jangan saling mencari kebenaran sendiri tetapi kita mencari kekompakannya," terang Bupati.
Lebih jauh Bupati mengungkapkan pelaksanaan Pemilu walaupun sudah berulang kali dilakukan, tetapi kali ini berbeda karena adanya pemilihan Presiden dengan Legislatif. Sehingga dibutuhkan lebih banyak pemantau yang ada di lapangan.
"Lebih baik banyak biar tidak ada kecurigaan, kalau perlu momen-momen penting didokumentasikan kalau nanti ada yang protes bisa menjadi bahan untuk argumen," pungkas Bupati.
Simulasi pemungutan suara dimulai pukul 07.00 hingga 13.00 WIB. Setelahnya dilakukan konsep penghitungan surat suara di tingkat TPS sampai selesai. Pelaksanaan simulasi tersebut diselenggarakan Iayaknya pencoblosan sesungguhnya. Yang membedakan hanya nama partai dan nama caleg kosong, serta surat suara DPD dan pilpres hanya dibuat gambar kotak kosong.
KPU telah menyiapkan beberapa bentuk pemilih, antara lain Pemilih DPT, Pemilih pindahan, Disabiltas dan pemilih yang memakai atau menunjukkan KTP saja. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Publisher : aris