Admin
Selasa, 24 Desember 2024


KAJEN – Untuk memastikan pengendalian inflasi dan menjaga kondusifitas wilayah menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru). Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan menggelar kegiatan High Level Meeting Pengendalian Inflasi dan Kondusifitas Wilayah Jelang Hari Raya Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 di Aula Lantai I Setda Kabupaten Pekalongan, Senin (23/12/2024).
Kegiatan dipimpin oleh Bupati Pekalongan melalui Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pekalongan, M Yulian Akbar menyoroti berbagai hal diantaranya Pengendalian inflasi daerah terkait ketersediaan stok, kestabilan harga kebutuhan pokok, dan kelancaran distribusi, Kondusifitas wilayah, Pengaturan lalu lintas, Pengelolaan objek wisata, Kesiapan sarana pelayanan kesehatan, Kesiapsiagaan bencana, Kesiapan akses jalan raya, Ketersediaan stok BBM dan LPG.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh perwakilan Forkopimda Kabupaten Pekalongan, Kantor Perwakilan BI Tegal, Perwakilan Perum Bulog Cabang Tegal, Perwakilan PT Pertamina Patra Niaga RJBT, Perwakilan PLN Area Kedungwuni, Perwakilan PMI Kabupaten Pekalongan, Perwakilan Hiswana Migas Kabupaten Pekalongan, Perwakilan BUMN dan BUMD, Kepala Badan dan OPD, serta tamu undangan lainnya.
Sekda M. Yulian Akbar dalam kesempatan itu, mengatakan bahwa untuk mengantisipasi inflasi pada sektor harga pangan yang terjadi pada Bulan Desember diantaranya karena pasokan dan kebutuhan yang meningkat. “saya ingatkan potensi kenaikan inflasi pada Desember ini, untuk itu pasokan bahan pokok harus benar-benar dijaga,” pintanya.
Yulian Akbar menyampaikan bahwa pentingnya menjaga situasi harmonis dan aman dalam menghapi Nataru. Dirinya mengapresiasi kondusivitas wilayah Kabupaten Pekalongan yang kini jauh lebih stabil. “kita jaga bareng-bareng kondusifita Kabupaten Pekalongan di Nataru ini termasuk perkembangan kondisi sosial yang ada, Saya terima kasih, ini untuk kondusifitas wilayah Pekalongan,” ujar Sekda.
Dirinya juga mengingatkan bahwa berdasarkan laporan BMKG, puncak musim penghujan diperkirakan terjadi pada Februari hingga April. Untuk itu Sekda meminta BPBD sebagai leading sektor untuk memperkuat mitigasi bencana, terutama terkait ancaman longsor, banjir, dan rob, “menghadapi pontensi bencana meteorology, koordinasikan dengan para relawan-relawan kesiap-siagaan dengan pihak kecamatan maupun pihak desa,” ujarnya.