Admin
Rabu, 9 Maret 2022


KAJEN - Pemkab melalui bidang UMKM Dinkop UKM dan Naker mengapresiasi komunitas IHOMIC dalam merangkul UMKM. Kepala Bidang UMKM Dinkop UKM dan Naker, Arief Rahman ,SE mengatakan pihaknya mendukung upaya -upaya terkait pemberdayaan pengembangan UMKM.
“ Kami siap mendukung, menfasilitasi bersama sama melakukan pemberdayaan pengembangan UMKM di Kabupaten Pekalongan, “ ungkap Arif Rahman saat ditemui di ruang kerjanya beberapa waktu lalu.
Komunitas IHOMIC sendiri lahir dari inisiatif beberapa pelaku UMKM yang berkeinginan menyatukan para pelaku UMKM dalam satu wadah. Awalnya, seorang pelaku UMKM, Eli Kartika bersama 4 orang temannya mendirikan komunitas UMKM IHOMIC pada tahun 2018. Komunitas UMKM yang diketuai Eli Kartika, Eka Kustiana ( Bendahara) dan Romzi (Sekretaris) ini kini telah beranggotakan lebih dari 200 UMKM.
“Awal mula kita ber-5 berinisiatf menyatukan teman-teman dalam satu komunitas, akhirnya kita buat satu komunitas yang dinamai Rumah Kreartif Kabupaten Pekalongan. Seiring berjalannya waktu, rumah kreatif banyak digunakan BUMN,BNI,BRI kemudian kita beralih ke IHOMIC, “ ujar Eli Kartika saat menjadi narasumber dalam Pak Ora Podcast RKS TV Menapak Obrolan Rakyat, Jum’at (18/02)
Sejak berdiri, komunitas ini mendapat respon yang cukup baik dari para pelaku UMKM terlihat tingginya antusias para pelaku usaha yang ingin bergabung di komunitas ini. Namun menurut Eli pihaknya lebih mengutamakan menggandeng pelaku usaha yang baru tumbuh dengan alasan pelaku usaha yang baru ini bisa mendapat ruang memunculkan produknya.
“Kita ber-5 gerilya, teman-teman yang usaha peyek misalnya, kita ajak. Kemudian semisal dinas ada pelatihan, kita sampaikan dan kita rolling siapa yang diikutkan di setiap ada pelatihan dinas. Kita memang dibawah naungan Dinperindag UKM Kabupaten Pekalongan, setiap ada kegiatan dari dinas, kita selalu minta ijin kesana dan kita berharap setiap ada kegiatan apapun di dinas, mereka akan mengajak kita. Dan akhirnya disitu kita sinkron. Jadi keteka mereka butuh UMKM, kita sudah ada wadahnya,” ungkap Eli.
Dikatakan, permasalahan yang dihadapi UMKM adalah kebanyakan mereka belum tahu arti penting NIB (Nomor Ijin Berusaha ). Apalagi sejak berlakunya UU Cipta kerja, NIB sangat dibutuhkan. Dalam hal ini pihaknya membantu anggota komunitas yang tidak tahu cara mendaftar dan mendapatkan NIB tersebut.
Eli menambahkan, kehadiran IHOMIC bisa lebih mengangkat UMKM yang baru , dan ia berharap pelaku UMKM senior bisa merangkul yang bawah. “ Manfaat dari komunitas diantaranya bisa dapat teman, saudara, rejeki bahkan tahu informasi apapun,” tandasnya.
Sebelum pandemi covid 19, dikatakan komunitas ini rutin mengadakan kegiatan setiap bulannya seperti yang ditentukan dalam AD/ART nya. Namun sejak pandemi kegiatan rutin dioffkan.
Komunitas IHOMIC sangat dirasakan manfaatnya bagi para anggotanya karena disini mereka bisa mendapatkan pengetahuan seperti digital marketing selain juga bisa sharing informasi. Hal ini seperti dikatakan Bendahara IHOMIC, Eka Kustiana. “ Kita juga mengadakan kegiatan baik bekerjasama dengan pihak luar atau kita dengan anggota. Selain para pelaku UMKM berkumpul, kita juga mengadakan pelatihan untuk anggota maupun umum. Terakhir, kita foto produk. Terutama untuk membantu produk kuliner yang kesulitan menampilkan secara visual, agar tampilannya bagus. Mereka dibekali ketrampilan mengupload produk ke medsos,” jelas Eka. (Dian-Kominfo))