Admin
Kamis, 30 Januari 2025


PETUNGKRIYONO - Operasi SAR pencarian terhadap korban banjir bandang dan tanah longsor di Desa Kasimpar, Kecamatan Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan, Senin (27/1/2025) resmi ditutup. Penutupan dilakukan Kepala Kantor Basarnas Semarang, Budiono selaku SAR Mission Coordinator (SMC), didampingi Dandim 0710 Pekalongan selaku Incident Command (IC) Tanggap darurat, Letkol Inf Rizky Aditya.
Budiono mengatakan, sesuai prosedur bahwa operasi SAR banjir bandang dan tanah longsor di Petungkriyono berlangsung 7 hari atau bisa lebih cepat apabila seluruh korban ditemukan. "Kami mengevakuasi 2 jenazah dari dekat jembatan Sepingit atas laporan warga. Kemudian kami mengirim satu SRU untuk penyisiran disana siapa tau bisa menemukan korban lagi, namun hingga jumat tidak ada lagi tanda-tanda keberadaan korban longsor. "Hingga kemarin (Sabtu, 25/1/2025) seluruh korban longsor sudah berhasil dievakuasi dan diidentifikasi tim SAR gabungan sesuai laporan kehilangan,” ucapnya.
Adapun, satu korban terakhir atas nama Teguh Imanto, warga Kayupuring, ternyata bukan korban dari kejadian tanah longsor di Desa Kasimpar. berdasarkan hasil penelusuran, korban hilang bernama Teguh Imanto diduga terseret sungai yang banjir dan lokasinya agak jauh dari titik longsor dan diyakini bahwa korban tidak pernah mencapai lokasi longsor di desa kasimpar, Hal itu membuat korban tidak masuk kategori korban longsor.
Pihak keluarga korban atas nama Teguh Imanto juga menyatakan pihaknya mengikhlaskan atas apa yang terjadi terhadap anggota keluarganya. "Istri Teguh (aropah) menyatakan kepada kami bahwa keluarga telah ikhlas dan tidak keberatan apabila operasi pencarian dihentikan,” jelasnya. “Namun kami dari Basarnas akan terus melakukan pemantauan dan melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait apabila ada informasi penemuan kami siap mengevakuasinya. Maka dengan telah ditemukannya seluruh korban tanah longsor di desa Kasimpar, maka pada hari ini, senin, 27 Januari 2025 pada pukul 09.30 WIB operasi SAR ini resmi kami tutup,” imbuhnya.