Admin
Sabtu, 23 Februari 2019


KAJEN - Pemkab Pekalongan wacanakan program Zero Kantong Plastik yang akan diterapkan tahun ini. Program tersebut diterapkan agar Kota Santri bebas dari sampah.
Demikian dikatakan Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si. dalam dialog interaktif bersama Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI – M. Basuki Hadimuljono dan Sosiolog Prof. Imam Prasodjo di Rusun Mahasiswa Universitas Pekalongan (Unikal), Sabtu (23/2/2019).
"Saya akan instruksikan pada jajaran Pemkab Pekalongan untuk segera mengatasi permasalahan sampah melalui program zero kantong plastik," jelasnya
Bupati Asip Kholbihi juga menjelaskan bahwa pada tahun 2016 Kota Santri menjadi Kabupaten terkumuh di Jateng dengan luasan 671 hektar. "Namun berkat kerja keras Pemerintah dan masyarakat serta lembaga pendukung, pada tahun 2018 Kabupaten Pekalongan meraih juara kedua dalam Lomba Habitat Tingkat Provinsi Jateng," ujarnya.
Tak hanya program Zero Kantong Plastik, dituturkan Bupati Asip Kholbihi Pemkab Pekalongan juga akan melakukan revitalisasi sungai. "Kabupaten Pekalongan merupakan hulu dan Kota Pekalongan adalah hilirnya. Jika sampah menggunung di sungai atau limbah batik banyak dibuang ke sungai akan berdampak pada Kota Pekalongan. Hal tersebut yang akan kami atasi dengan berkoordinasi bersama Pemkot Pekalongan," paparnya.
Bupati Asip Kholbihi menerangkan guna mendukung program kebersihan, Pemkab Pekalongan mendapat bantuan dari Pemerintah Pusat mencapai Rp 80 miliar yang diwujudkan dalam program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku).
"Tahun 2019 kami juga mendapat anggaran Rp 40 miliar dari Bank Dunia untuk menyelesaikan masalah sampah di hulu sungai," kata Bupati.
Sementara itu Menteri PUPR RI M. Basuki Hadimuljono mendukung tindakan yang akan dilakukan oleh Pemkab Pekalongan. "Kami mendukung program Zero Kantong Plastik dan untuk para mahasiswa mari menggalakkan budaya kebersihan, jangan sampai Indonesia menjadi negara kotor karena sampah," tambahnya.(didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Publisher : aris