KAJEN - Pemkab Pekalongan akan lakukan kajian serius pemanfaatan tanggul raksasa penahan banjir rob, sebagai penunjang obyek wisata yang ada di sekitar tanggul.
Pemkab Pekalongan juga telah melakukan tinjauan beberapa kali ke tanggul raksasa dan pesisir pantai Kota Santri.
Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si menjelaskan, fungsi tanggul raksasa tidak hanya sebagai penahan banjir rob, namun ada fungsi penunjang lainnya.
"Pada dasarnya fungsi tanggul untuk menahan banjir rob, namun dengan adanya tanggul bisa menimbulkan multi efek, yaitu peningkatan perekonomian dari sektor pariwisata," paparnya, Minggu (7/4/2019) saat meninjau tanggul raksasa penahan banjir rob di Wonokerto bersama Ketua DPRD Dra. Hj. Hindun, MH.
Bupati menerangkan, tanggul akan dijadikan tempat wisata guna menunjang tempat wisata Pantai Wonokerto.
"Maka dari itu kami akan melakukan kajian secara komprehensif, terkait adanya pembangunan tempat pariwisata di tanggul yang ditargetkan rampung akhir 2019," jelasnya.
Kajian menurut Bupati Asip perlu dilakukan, karena jalur menuju obyek wisata Pantai Wonokerto melintasi tanggul.
"Jalur menuju Pantai Wonokerto melintas di tanggul, dan hingga kini pantai tersebut semakin ramai, karena setiap bulannya ada 30 ribu orang berkunjung, dengan pemasukan satu tahun mencapai Rp 1,2 miliar," paparnya.
Dengan progres mencapai 85 persen, Bupati Asip akan segera merapatkan jajarannya untuk mengkaji pembangunan obyek wisata di tanggul raksasa.
"Kami yakin pembangunan tanggul sesuai target, dan kami akan segera melakukan kajian, terkait bagaimana pemanfaatan adanya tanggul guna mendukung dunia pariwisata di Kabupaten Pekalongan," tambahnya.(didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Publisher : aris