Admin
Minggu, 9 November 2025


KAJEN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan menyiapkan generasi muda agar siap menghadapi bonus demografi melalui kegiatan Kemah Bhakti Saka 2025. Kegiatan berlangsung selama dua hari, 29–30 Oktober 2025, di Lapangan Desa Brondong, Kecamatan Kesesi, dan diikuti oleh sembilan dari dua belas Saka yang ada di Kabupaten Pekalongan.
Kegiatan digelar Dinas Pemuda, Olah Raga dan Pariwisata (Dinporapar) Kabupaten Pekalongan. Kepala Dinporapar Kabupaten Pekalongan, Wahyu Kuncoro, selaku Mabisaka Pariwisata mengatakan bahwa Kemah Bhakti Saka menjadi ajang silaturahmi sekaligus pembinaan karakter dan kepemimpinan bagi anggota pramuka.
“Hari ini kita melaksanakan kegiatan Kemah Bhakti Saka Kabupaten Pekalongan tahun 2025. Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi bagi Saka-Saka yang ada di Kabupaten Pekalongan,” ujarnya.
Wahyu menjelaskan, kegiatan mencakup tiga agenda besar, yakni pembinaan generasi muda, lomba antar-Saka, dan kegiatan bakti sosial. Kegiatan pembinaan generasi muda digelar dengan pemberian materi “Bijak di Era Digital” oleh pemateri dari Saka Milenial Dinkominfo Kabupaten Pekalongan, “Bijak Mengelola Sampah” oleh pemateri dari Saka Kalpataru Dinas Perkim LH, serta “Bahaya Narkoba dan Seks Bebas” oleh pemateri dari Saka Bhayangkara Polres Pekalongan.
“Ajang ini diinisiasi oleh Dinoporapar sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan kepramukaan di Kwartir Cabang Kabupaten Pekalongan. Program kerja kwartir sudah cukup padat, dan kegiatan ini juga sejalan dengan pembinaan terhadap generasi muda,” jelasnya.
Selain memperkuat rasa kebangsaan, kegiatan ini juga bertujuan menumbuhkan kepekaan sosial dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
“Harapannya, apa yang mereka pahami bisa membumi, bisa mengakar di masyarakat. Makanya bentuk kegiatan bhakti di sini tidak ditetapkan sejak awal. Nanti akan dibahas bersama, kira-kira apa yang bisa dikontribusikan oleh pramuka untuk lingkungan sekitar,” tambah Wahyu.
Menurutnya, pembinaan terhadap pramuka penting untuk menyiapkan generasi muda menyongsong masa bonus demografi Indonesia.
“Pesan saya untuk adik-adikku pramuka, khususnya penegak, agar senantiasa meningkatkan Wawasan Kebangsaan dan Nasionalisme kita, karena kita akan punya bonus demografi. 2025–2045 nanti generasi yang ada sekarang akan menjadi pemegang amanat pembangunan bangsa. Untuk itu, siapkan diri,” tegasnya.
Sementara itu, salah satu peserta dari Saka Wirakartika, Octavia menyebut kegiatan Kemah Bhakti Saka memberikan banyak manfaat dan pengalaman berharga.
“Kesan saya mengikuti Kemah Bhakti Saka ini sangat bermanfaat, karena kita bisa berbakti kepada masyarakat dan menumbuhkan rasa cinta terhadap alam, baik kepada sesama manusia maupun lingkungan sekitar,” katanya.
Ia juga berpesan agar semangat kebersamaan antar-pemuda terus dijaga. “Pesan saya untuk pemuda adalah agar selalu semangat, jangan mudah menyerah, dan yang paling penting, solidaritas antar sesama harus selalu dijaga,” tuturnya.