Admin
Selasa, 5 Maret 2019


KAJEN - Tangani dampak banjir rob yang kian masif, Pemkab Pekalongan adopsi teknologi penanganan banjir rob dari Rotterdam University Belanda. Dengan teknologi yang diadopsi, Pemkab Pekalongan berharap banjir rob tidak kembali menerjang pesisir Kabupaten Pekalongan.
Demikian disampaikan Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si saat Rapat Koordinasi (Rakor) Kegiatan Pengendalian Banjir dan Rob Kabupaten Pekalongan, di ruang rapat Bupati, Selasa (5/3/2019) pagi.
Bupati menuturkan teknologi penanganan banjir rob berupa tanggul raksasa senilai Rp 500 miliar lebih kini tengah diselesaikan. "Sistem tersebut diadopsi dari Rotterdam Belanda, kami pun hingga kini terus melakukan koordinasi dengan Rotterdam University terkait penanganan banjir rob," tuturnya.
Teknologi penanganan banjir rob dari Belanda dipaparkan Bupati Asip, membuat tanggul raksasa manjadi multifungsi. "Karena ditengah tanggul nantinya akan ada parit sepanjang 10 kilometer, yang bisa digunakan sebagai obyek wisata serta sarana olah raga dayung," katanya.
Namun pemanfaatan parit tersebut akan dilakukan secara bertahap, karena Pemkab fokus pada penanganan banjir rob terlebih dahulu. "Pembangunan tanggul raksasa direncanakan selesai akhir 2019, dan akan ada pompa untuk menyedot air jika air meluap dari sungai serta air laut naik," paparnya.
Selain fokus pada penanganan banjir rob Asip menerangkan, akan melakukan evaluasi secara komprehensif terkait dampak sosial karena adanya tanggul. "Karena sungai akan tertutup jika tanggul selesai, dan ada 260 perahu milik nelayan yang bersandar di Sungai Mrican, Tratebang dan Meduri," imbuhnya.
Untuk itu Pemkab akan membangun tambatan perahu agar perekonomian nelayan tidak terganggu. "Kami berharap adanya tanggul bisa mengurangi dampak banjir rob di pesisir Kabupaten Pekalongan, serta adanya tambatan perahu bisa mengatasi dampak sosial karena pembangunan penahan banjir rob tersebut," tambahnya.
Rakor dihadiri dari pihak Pemkab Pekalongan antara lain Wakil Bupati Pekalongan Ir. Hj. Arini Harimurti, Asisten Pemerintahan dan Kesra Drs. Ali Riza, M.Si, beserta para Kepala OPD dan Camat terkait. Dan dari pihak pengelola dan pelaksana proyek antara lain Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana – Ir. H. Ruhban Ruzziyatno, MT beserta jajaran.(didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Publisher : aris