KAJEN - Pemkab Pekalongan wacanakan lakukan pemulihan lahan pertanian di Kecamatan Tirto yang terdampak banjir rob sejak 2008 silam. Hal tersebut dilakukan karena Desa Jeruksari dan Mulyorejo Kecamatan Tirto sebelum dilanda banjir rob merupakan lumbung padi Kabupaten Pekalongan.
Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si menjelaskan sejak dilanda banjir rob, lahan pertanian beralih fungsi menjadi tambak. "Sebelum dilanda banjir rob dua desa tersebut merupakan daerah subur, dan hasil pertanian menjadi satu di antara hasil pertanian unggulan," paparnya saat mengunjungi tanggul penahan banjir rob di Kecamatan Tirto, Selasa (5/3/2019) siang.
Alih fungsi lahan pertanian menjadi tambak, kini menjadi kendala dalam penyelesaian pembangunan tanggul raksasa. "Masih ada beberapa tambak di sekitar tanggul yang belum dibebaskan. Untuk itu, kami akan melakukan edukasi terkait pananganan rob dan mengembalikan fungsi tambak menjadi lahan pertanian yang lebih produktif," ujarnya.
Bupati Asip meminta dukungan seluruh masyarakat dalam menanggulangi bencana banjir rob yang sudah merusak infrastruktur, sosial, ekonomi termasuk budaya di daerah yang terkena rob. "Pembangunan tanggul penahan banjir rob di pesisir Kabupaten Pekalongan dibangun sejak 2017 lalu dan direncanakan selesai akhir 2019. Kami berharap seluruh elemen masyarakat mendukung karena adanya tanggul raksasa untuk kesejahteraan bersama," tambahnya. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Publisher : aris