KAJEN - Penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Pekalongan saat ini sekitar 34.612 jiwa. Dari total tersebut, baru 1.734 penerima PKH yang sudah tergraduasi pada tahun 2019 ini atau sekitar 5 persen.
Hal tersebut diungkapkan Plt. Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Pekalongan, Dra. Siti Masruroh, M.Si usai acara penyerahan sertifikat graduasi penerima manfaat PKH, di lapangan Desa Purwodadi Kecamatan Sragi, Sabtu (31/08/2019) pagi.
Siti Masruroh mengatakan, penerima di Kecamatan Sragi ada 2.588. Adapun yang telah tergraduasi baru 67 penerima manfaat . "Ditambah tiga orang yang mundur secara spontan. Jadi total ada 70 orang," katanya.
Siti Masrurh menerangkan, merupakan bantuan sosial yang diberikan pemerintah secara bersyarat dan memiliki kewajiban-kewajiban yang harus dipenuhi keluarga penerima manfaat. Kemudian, syarat-syarat yang harus dipenuhi itu seperti harus pada basis data terpadu. Lalu memiliki salah satu komponen seperti pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan sosial.
"Untuk komponen pendidikan berarti memiliki anak yang masih bersekolah di SD sampai SMA. Di komponen kesehatan ada ibu hamil dan memiliki balita. Sementara untuk kesejahteraan sosial, ada lansia yang tidak produktif dan memiliki keluarga disabilitas berat," ujarnya.
Menurutnya, bantuan dalam program secara umum adalah Rp 550 ribu per bulan. Namun tiap komponen besarnya berbeda-beda. Misalnya jika memiliki anak SD besarnya adalah Rp 900 ribu pertahun, SMP Rp 1,5 juta pertahun, dan SMA Rp 2 juta pertahun. Dana tersebut akan diserahkan tiap tiga bulan. "Yang ibu hamil dan kesejahteraan sosial Rp 2,2 juta pertahun," ungkapnya.
Sementara itu, Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si saat memberikan arahan memilih bergabung dibawah terik matahari bersama ibu-ibu yang dinyatakan menerima graduasi PKH di Kecamatan Sragi, menyampaikan bahwa pemerintah daerah akan terus mendorong keluarga penerima manfaat (KPM) program keluarga harapan (PKH) dapat segera mencapai graduasi dengan pembinaan dan pendampingan petugas PKH Dinas Sosial di masing-masing kecamatan.
“Saya mendorong agar yang saat ini masih masuk KPM PKH dapat berangsur secara mandiri mencapai graduasi dengan pemberdayaan dan keyakinan diri terentaskan dari keluarga miskin,” tegasnya.
Sambil berseloroh Bupati Pekalongan mewawancarai langsung perwakilan dari KPM PKH, yang disambut tawa semua yang hadir. Dan atas ajakan Bupati tersebut, saat itu langsung ada 3 orang ibu-ibu KPM PKH yang menyatakan berhenti ikut menjadi penerima PKH.
Dalam kesempatan tersebut juga diberikan bantuan kepada 3 orang lansia dari desa Bulaksari Sragi yang berada pada kategori tidak mendapat bantuan PKH, tidak masuk BDT, tidak potensial, dan tinggal sendiri.
Program graduasi PKH Kab.Pekalongan tahun 2019 dikemas dengan acara Senam Sehat dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-74 RI. (didik/dinkominfo kab.pekalongan).