Admin
Jumat, 3 Oktober 2025


Pekalongan – Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, kembali menegaskan komitmennya untuk menjadikan perbaikan infrastruktur jalan sebagai prioritas utama dalam agenda pembangunan daerah. Penegasan ini disampaikan Bupati langsung di lokasi saat meninjau kondisi jalan rusak parah di Desa Krandon, sisi barat Jembatan Pintu Gembiro, Kecamatan Bojong, pada Rabu, 1 Oktober 2025.
Bupati Fadia menyatakan bahwa selain sektor vital lain seperti pendidikan dan kesehatan, kondisi jalan merupakan kebutuhan pokok yang harus segera dipenuhi demi keselamatan dan kelancaran mobilitas masyarakat sehari-hari.
“Jalan, pendidikan, dan kesehatan adalah tiga kebutuhan dasar masyarakat yang harus kita penuhi. Meskipun di tengah keterbatasan anggaran daerah (APBD), kami tetap harus memprioritaskan perbaikan ruas-ruas jalan yang kondisinya rawan membahayakan pengguna dan menjadi jalur utama aktivitas warga setiap hari,” jelasnya.
Peninjauan ini merupakan tindak lanjut dari laporan masyarakat yang berulang kali masuk melalui kanal resmi pemerintah, termasuk Halo Bupati dan media sosial, yang menyoroti kerusakan di ruas jalan Krandon. Untuk menanggapi keluhan tersebut, Pemerintah Kabupaten Pekalongan telah mengalokasikan dana sekitar Rp1 miliar.
Anggaran ini akan digunakan untuk melakukan perbaikan total pada ruas jalan Krandon dengan konstruksi beton. Pemilihan konstruksi beton bertujuan untuk memastikan daya tahan jalan lebih lama, mengingat tingginya volume kendaraan yang melintas dan kondisi geografis daerah tersebut.
Bupati Fadia secara transparan mengungkapkan tantangan besar yang dihadapi Pemkab Pekalongan terkait infrastruktur jalan. Dari total panjang 632 kilometer jalan di kabupaten, tingkat kemantapan jalan saat ini baru berada di kisaran 74 hingga 78 persen. Artinya, masih ada sekitar 22 persen ruas jalan yang masih dalam kondisi rusak.
“Idealnya, kita ingin semua jalan bisa cepat selesai diperbaiki. Namun, dengan kondisi fiskal daerah saat ini, perbaikan harus dilakukan secara bertahap. Kami fokuskan pada ruas-ruas yang paling vital dan memiliki risiko tinggi kecelakaan, agar dampak perbaikannya segera dirasakan masyarakat luas,” imbuhnya.
Untuk mempercepat target penuntasan jalan rusak, Bupati Fadia menekankan bahwa Pemkab tidak hanya mengandalkan sumber dana dari APBD semata. Pihaknya bersama Wakil Bupati, Sekretaris Daerah (Sekda), Organisasi Perangkat Daerah (OPD), hingga anggota DPRD, berkomitmen untuk terus berupaya mencari tambahan anggaran dari pemerintah provinsi dan pusat.
Menurutnya, tanpa adanya dukungan dan kerja sama multi-pihak ini, akan sulit bagi Kabupaten Pekalongan untuk menuntaskan pembangunan dan perbaikan infrastruktur secara cepat dan merata.