Admin
Selasa, 29 Oktober 2024


KAJEN – Mahasiswa dari Universitas Islam Negeri KH Abdurrahman Wahid (UIN Gus Dur) Pekalongan yang akan melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) angkatan Ke-60. Acara seremonial penerimaan mahasiswa ini digelar di Aula Lantai I Setda Kabupaten Pekalongan pada Senin (28/10/2024).
Mahasiswa KKN diterima langsung oleh Pjs Bupati Pekalongan, Widi Hartanto. Dalam kegiatan tersebut turut hadir perwakilan Forkompimda, beberapa Kepala Dinas, para Camat dan Kepala Desa.
Dalam sambutannya, Pjs Bupati Widi berharap mahasiswa dapat membantu mempercepat target pembangunan Kabupaten Pekalongan, terutama di tingkat desa. “Teman-teman perlu berkontribusi dalam program percepatan pemerintah. Banyak program yang masuk ke desa, seperti ADD dan kegiatan lainnya yang didukung oleh pemkab, dinas, kecamatan, hingga desa,” ungkapnya.
Dirinya menekankan pentingnya peran KKN dalam pemberdayaan masyarakat, sekaligus sebagai sarana mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu yang diperoleh sehingga memberikan dampak positif. Ia juga mengimbau mahasiswa untuk mendorong potensi lokal, khususnya UMKM, mengingat sektor ini memiliki ketahanan ekonomi yang kuat. “Kolaborasi dengan berbagai pihak sangat diperlukan. Teman-teman dari perguruan tinggi bisa menjadi bagian dari sinergi ini, apalagi UIN sebagai perguruan tinggi negeri yang ada di Kabupaten Pekalongan,” jelasnya.
Terkhir, dalam kesempatan itu, Pjs Bupati Widi menyampaikan tentang prinsip Amati, Tiru, dan Modifikasi, sembari berharap para mahasiswa yang mengikuti KKN dapat berinovasi. Ia juga berpesan agar pada mahasiswa menghargai muatan lokal, adat istiadat, dan tradisi setempat. “Karena kesuksesan kita dalam bekerja tanpa dukungan masyarakat, tanpa dukungan dari pimpinan di tingkat wilayah tersebut maka akan sulit, teman-teman tidak mungkin dapat berjalan sendiri,” tambahnya.
Kepala Pemeberdayaan Masyarakat UIN KH Abdurrahman Wahid Jauhari Ali menuturkan, total ada 586 mahasiswa yang diterjunkan dengan dua lokasi yakni di Kota Pekalongan dan Kabupaten Pekalongan. Untuk Kota Pekalongan ada 27 Desa dan Kabupaten Pekalongan 26 dengan dua jenis KKN yakni KKN Tematik dan KKN Reguler. “sebagian besar KKN regular, untuk KKN tematik ada KKN Ramah Perempuan dan Anak, Wisata, Penanggulangan Sampah dan juga Kampung Pramuka. Kita berharap ada inovasi yang lahir dari program ini dan bisa melahirkan produk unggulan di masing-masing lokasi KKN,” pintanya.