Admin
Jumat, 18 November 2011
Peningkatan sarana kesehatan yang memadai memang sangat diperlukan sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.. Hal ini akan dapat terwujud bila adanya dukungan dari Pemerintah dan swasta sekaligus. Pada tahun 2009 ada beberapa sarana kesehatan yang jumlahnya bertambah diantaranya adalah Puskesmas pembantu, pondok bersalin, poliklinik kesehatan desa, tempat praktek dokter dan toko obat. Di sisi lain ada juga sarana kesehatan yang berkurang diantaranya BP swasta, rumah bersalin, polindes, apotik, posyandu dan tempat praktek bidan.
Jumlah penderita diare dan DBD di Kabupaten Pekalongan pada tahun 2009 ini mengalami peningkatan, sedangkan penderita malaria mengalami penurunan. Dari 8.395 balita yang ditimbang di Kabupaten Pekalongan, status gizinya 2,28 persen bergizi buruk, 12,96 persen bergizi kurang, 82,58 persen bergizi baik dan 2,18 persen bergizi lebih.
Keluarga Berencana (KB)
Peserta KB di Kabupaten Pekalongan pada akhir tahun 2009 mencapai 129.678 peserta aktif, atau 79,22 persen dari pasangan usia subur (PUS) yang ada, sedangkan peserta KB aktif tahun 2008 tercatat 125.841 orang atau sekitar
78,76 persen. Dengan demikian peserta KB aktif di Kabupaten Pekalongan pada tahun 2008 meningkat 3,05 persen sebanyak 3.837 peserta .
Adapun alat kontrasepsi yang paling banyak diminati oleh masyarakat Kabupaten Pekalongan adalah kontrasepsi suntik yang pada akhir tahun 2009 tercatat 88.966 orang (68,61 persen) dari peserta KB aktif. Peserta dengan kontrasepsi Pil sebanyak 22.638 orang (17,46 persen), sedangkan peserta dengan kontrasepsi Implant menempati urutan ketiga sejumlah 10.257 orang ( 7,91 persen).
Sumber: DDA- Kabupaten Pekalongan Dalam Angka (Bappeda & BPS Kabupaten Pekalongan, 2009).