<p><img src="images/pemerintahan/kesehatan/Data_Kesehatan_2020_1.jpg" alt="Data Kesehatan 2020 1" style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" /></p>
<p style="text-align: center;"><img src="images/pemerintahan/kesehatan/Data_Kesehatan_2020_2.jpg" alt="Data Kesehatan 2020 2" /></p>
<p style="text-align: center;"><img src="images/pemerintahan/kesehatan/Data_Kesehatan_2020_3.jpg" alt="Data Kesehatan 2020 3" /></p>
Rabu, 4 Maret 2020
Kamis, 27 Februari 2020
Jumat, 7 Februari 2020
Kesehatan
Peningkatan sarana dan prasarana kesehatan yang memadai memang sangat diperlukan sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Hal ini akan dapat terwujud bila adanya dukungan dari Pemerintah dan swasta sekaligus. Pada tahun 2013 ada beberapa sarana dan prasarana kesehatan yang jumlahnya berkurang yaitu Dokter umum, dokter gigi, perawat, klinik kesehatan swasta, apotik, dan tempat praktek bidan. Di sisi lain ada juga sarana dan prasarana kesehatan yang bertambah diantaranya bidan, dukun bayi terlatih, puskesmas induk, poliklinik kesehatan desa, toko obat dan posyandu.
Dilihat dari penderita penyakit rawan menular di Kabupaten Pekalongan pada tahun ini untuk diare dan malaria relatif turun, berbeda dengan tahun 2012 yang cenderung naik. Adapun untuk penyakit DBD meningkat tajam. Sedangkan dilihat dari balita yang mengalami gizi buruk di Kabupaten Pekalongan selama tahun 2013 ini jumlahnya menurun bila dibandingkan tahun 2012.
Sumber : Kabupaten Pekalongan Dalam Angka (DDA Th.2013, Bappeda & BPS Kabupaten Pekalongan)
Kesehatan
Peningkatan sarana dan prasarana kesehatan yang memadai memang sangat diperlukan sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Hal ini akan dapat terwujud bila adanya dukungan dari Pemerintah dan swasta sekaligus. Pada tahun 2011 ada beberapa sarana dan prasarana kesehatan yang jumlahnya bertambah adalah Dokter umum, bidan, perawat, dukun bayi terlatih, pondok bersalin dan apotik. Di sisi lain ada juga sarana dan prasarana kesehatan yang berkurang diantaranya dukun bayi tidak terlatih, tempat praktek dokter dan tempat praktek bidan, BP swasta, pondok bersalin, polindes, dan toko obat. Dilihat dari penderita penyakit rawan menular di Kabupaten Pekalongan pada tahun ini untuk diare dan malaria relatif meningkat, adapun untuk penyakit DBD cenderung menurun. Sedangkan dilihat dari balita yang mengalami gizi buruk di Kabupaten Pekalongan selama tahun 2011 ini jumlahnya jauh menurun bila dibandingkan tahun 2010.
Sumber : Kabupaten Pekalongan Dalam Angka (DDA Th.2011, Bappeda & BPS Kabupaten Pekalongan).
Rabu, 12 September 2012
Peningkatan sarana kesehatan yang memadai memang sangat diperlukan sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Hal ini akan sampai terwujud bila adanya dukungan dari pemerintah dan swasta sekaligus. Pada tahun 2010 ada beberapa sarana kesehatan yang jumlahnya bertambah diantaranya adalah puskesmas pembantu, poliklinik kesehatan desa, apotek, posyandu, dan tempat praktek bidan. Disis lain ada juga sarana kesehatan yang berkurang diantaranya BP swasta, pondok bersalin, polindes, dan toko obat.
Jumlah penderita diare, malaria, dan DBD di Kabupaten Pekalongan pada tahun 2010 ini mengalami penurunan. Dari 5.047 balita yang ditimbang di Kabupaten Pekalongan, status gizinya 3,07 persen bergizi buruk, 7,63 persen bergizi kurang, 78,20 persen bergizi baik dan 11,09 persen bergizi lebih.
Sumber : Kabupaten Pekalongan Dalam Angka (DDA Th.2010, Bappeda & BPS Kabupaten Pekalongan).
Selasa, 6 Desember 2011
Peningkatan sarana kesehatan yang memadai memang sangat diperlukan sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.. Hal ini akan dapat terwujud bila adanya dukungan dari Pemerintah dan swasta sekaligus. Pada tahun 2009 ada beberapa sarana kesehatan yang jumlahnya bertambah diantaranya adalah Puskesmas pembantu, pondok bersalin, poliklinik kesehatan desa, tempat praktek dokter dan toko obat. Di sisi lain ada juga sarana kesehatan yang berkurang diantaranya BP swasta, rumah bersalin, polindes, apotik, posyandu dan tempat praktek bidan.
Jumlah penderita diare dan DBD di Kabupaten Pekalongan pada tahun 2009 ini mengalami peningkatan, sedangkan penderita malaria mengalami penurunan. Dari 8.395 balita yang ditimbang di Kabupaten Pekalongan, status gizinya 2,28 persen bergizi buruk, 12,96 persen bergizi kurang, 82,58 persen bergizi baik dan 2,18 persen bergizi lebih.
Keluarga Berencana (KB)
Peserta KB di Kabupaten Pekalongan pada akhir tahun 2009 mencapai 129.678 peserta aktif, atau 79,22 persen dari pasangan usia subur (PUS) yang ada, sedangkan peserta KB aktif tahun 2008 tercatat 125.841 orang atau sekitar
78,76 persen. Dengan demikian peserta KB aktif di Kabupaten Pekalongan pada tahun 2008 meningkat 3,05 persen sebanyak 3.837 peserta .
Adapun alat kontrasepsi yang paling banyak diminati oleh masyarakat Kabupaten Pekalongan adalah kontrasepsi suntik yang pada akhir tahun 2009 tercatat 88.966 orang (68,61 persen) dari peserta KB aktif. Peserta dengan kontrasepsi Pil sebanyak 22.638 orang (17,46 persen), sedangkan peserta dengan kontrasepsi Implant menempati urutan ketiga sejumlah 10.257 orang ( 7,91 persen).Sumber: DDA- Kabupaten Pekalongan Dalam Angka (Bappeda & BPS Kabupaten Pekalongan, 2009).
Kondisi kesehatan yang dihadapi masyarakat Kabupaten Pekalongan dalam tahun 2007 adalah masih rendahnya status gizi terutama kasus kurang Energi Protein ( KEP ) pada masyarakat, tingginya angka kesakitan khususnya penyakit menular terutama Infeksi Saluran Pernapasan Akut ( ISPA ) dan Diare. Faktor yang dapat mempengaruhi hal tersebut adalah faktor lingkungan, perilaku dan masih rendahnya ekonomi masyarakat.
Kondisi kesehatan yang dihadapi masyarakat Kabupaten Pekalongan dalam tahun 2007 adalah masih rendahnya status gizi terutama kasus kurang Energi Protein ( KEP ) pada masyarakat, tingginya angka kesakitan khususnya penyakit menular terutama Infeksi Saluran Pernapasan Akut ( ISPA ) dan Diare. Faktor yang dapat mempengaruhi hal tersebut adalah faktor lingkungan, perilaku dan masih rendahnya ekonomi masyarakat.
Usia Harapan Hidup penduduk Kabupaten Pekalongan pada tahun 2007 sebesar 67,90 tahun meningkat dibanding tahun 2006 sebesar 67,70 tahun. Angka Ketergantungan tahun 2007 sebesar 62,31, adapun tahun 2006 sebesar 60,31. Angka Kematian Bayi ( AKB ) tahun 2007 sebesar 6,6 per 1.000 kelahiran hidup menurun dibanding tahun 2006 sebesar 14,87 per 1.000 kelahiran hidup. Sedangkan untuk Angka Kematian Ibu melahirkan (AKI) tahun 2007 sebesar 87 per 100.000 kelahiran hidup. Angka ini masih lebih rendah dibanding angka Propinsi Jawa Tengah.
Badan Pengelola Rumah Sakit Umum Daerah ( BP.RSUD ) Kraton Kabupaten Pekalongan merupakan Rumah Sakit Milik Pemerintah Kabupaten Pekalongan dan merupakan Rumah Sakit Umum Kelas B Non Pendidikan dengan jumlah Tempat Tidur 226 TT, sedangkan pemanfaatan Tempat Tidur ( BOR ) tahun 2007 sebesar 74,49 %.
Kualitas Pelayanan BP RSUD Kraton Tahun 2007
Kamis, 5 Maret 2015
Jumat, 18 November 2011
| No | Uraian | Tahun 2006 | Tahun 2007 |
| 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 | Jumlah Tempat Tidur Jumlah Pasien Masuk Jumlah Pasien Keluar - Hidup - Mati Mati > 48 jam Mati < 48 jam Jumlah Hari Rawat Hari Rawat Maksimal Jumlah Hari BOR (%) LOS (hari) TOI (hari) BTO (kali) NDR (%) GDR (%) | 226 12.236 12.192 11.514 678 315 363 54.710 54.274 365 66,32 4,45 2,28 53,95 25,80 55,60 | 226 13.042 12.903 12.217 686 327 359 61.443 56.775 365 74,49 4,40 1,63 57,09 25,30 53,20 |
Pelayanan unggulan yang ada di BP. RSUD Kraton Kabupaten Pekalongan antara lain :
- Endoscopy
- Hemodialisa
- Jantung ( Tread Mill ). (Gedung RSUD Kraton)
(Sumber Buku Profil, Potensi, Peluang Investasi dan Kebijakan Pembangunan Kabupaten Pekalongan Tahun 200&)
Kamis, 3 Agustus 2006