KAJEN - Tak terasa sudah tiga tahun lebih satu bulan, pasangan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si dan Ir. Hj. Arini Harimurti menjadi Bupati dan Wakil Bupati Pekalongan. Di bawah kepemimpinan keduanya Kota Santri terus berkembang.
Setelah dilantik pada 27 Juni 2016 lalu, Asip dan Harimurti langsung tancap gas. Salah satu program yang digelorakan yaitu penerbitan Kartu Kajen Sehat dan Kajen Cerdas.
Dengan membawa visi terwujudnya masyarakat Kabupaten Pekalongan yang sejahtera, religius, dan berkelanjutan berbasis potensi lokal. Pasangan ini terus menggenjot pembangunan dan menumbuhkan ekonomi di Kabupaten Pekalongan. Antara lain, pembangunan infrastruktur jalan, jembatan, irigasi, pertanian, pendidikan, wisata, melestarikan seni budaya dan mendorong pertumbuhan UMKM.
"Alhamdulillah, tahun 2019 kita telah melaksanakan pembangunan mulai dari sektor pendidikan, infrastruktur jalan dan jembatan, ekonomi, dan pendidikan," kata Asip usai menggelar acara refleksi tiga tahun kepemimpinan yang dilaksanakan di Kedai Kopi Kapeo di Bumi Perkemahan Linggoasri, Sabtu (13/7/2019).
Bupati Asip mengatakan, bahwa indikator kemajuan di suatu daerah dapat dilihat dari salah satunya yaitu kondisi makro ekonomi.
"Secara umum kita bisa lihat dari kondisi makro ekonomi dan ini menjadi trand mark dalam penyelengaraan pemerintahan dalam rangka mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Secara pertumbuhan, ekonomi di Kabupaten Pekalongan mengalami kenaikan. Tahun 2015 pertumbuhan ekonomi mencapai 4,78 persen dan pada tahun 2018 menjadi 5,35 persen," ujarnya.
Kemudian untuk inflasi dapat ditekan hingga mencapai 3,08 atau lebih rendah 0,93% dari tahun 2017.
Bupati mengungkapkan angka kemiskinan di Kabupaten Pekalongan tahun 2018 sebesar 10,06% jauh lebih rendah dibandingkan capaian 2017 yang mencapai 12,61%.
Penurunan dikarenakan dampak intervensi mendasarkan analisis data Basis Data Terpadu (BDT) yang salah satu usahanya adalah pelaksanaan laboratorium penanganan kemiskinan melalui pendekatan mikro, by name, by address, dan by problem.
"Kinerja penurunan angka kemiskinan yang mencapai 2,55 persen ini patut kita syukuri dan menduduki peringkat enam besar Jawa Tengah dari angka penurunannya," ujarnya.
Bupati Asip mengatakan dalam beberapa tahun ke depan kemiskinan masih merupakan urusan yang sangat serius di Kabupaten Pekalongan. Sehingga diperlukan peningkatan efektifitas dan optimalisasi program-program penanggulangan kemiskinan baik melalui pengembangan etos kerja, semangat kewirausahaan, penciptaan lapangan kerja baru, dan pemberdayaan ekonomi kreatif.
"Sementara dilihat dari Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada tahun 2018 mengalami sedikit perlambatan, dari 4,39% pada tahun 2017 menjadi 4,41% pada tahun 2018. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat angkatan kerja yang tidak terserap pada pasar kerja," tuturnya.
Bupati menambahkan dari aspek kualitas Indeks Pembangunan Manusia (IPM) merupakan indikator kinerja pembangunan manusia yang dihitung berdasarkan empat indikator utama, yaitu Angka Harapan Hidup, Harapan Lama Sekolah, Rata-rata Lama Sekolah dan Pengeluaran Perkapita.
"Pada tahun 2018 angka IPM mencapai 69,07% lebih tinggi 0,67% jika dibandingkan dengan capaian IPM tahun 2017 yang sebesar 68,40%," tambahnya.
Sementara itu untuk infrastruktur kondisi jalan di Kabupaten Pekalongan naik. Tahun 2017 mencapai 75 persen dan tahun 2018 sudah 86,7 persen.
Selain itu rasio Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) turun. Pada tahun 2017 angka RTLH 9,80 persen ini mengalami penurunan menjadi 9,07 persen.
"Untuk presentase kawasan pemukiman kumuh sangat turun drastis dari 64,34 persen pada tahun 2017, pada tahun 2018 menjadi 29,00 persen," jelasnya.
Kemudian untuk sektor kesehatan pihaknya menjelaskan ada penurunan di Angka Kematian Ibu dan Bayi. Dari 16 kasus pada tahun 2017, sekarang menjadi 11 kasus kematian ibu. Sedangkan untuk kematian bayi dari 131 kasus, pada tahun 2018 menjadi 115 kasus.
"Gizi buruk di Kabupaten Pekalongan juga mengalami penurunan. Tahun 2017 ada 53 kasus dan pada tahun 2018 menjadi 48 kasus," imbuhnya.
Untuk dua tahun ke depan, Bupati menegaskan akan merevitalisasi tempat wisata, menyelesaikan kebutuhan dasar yang belum selesai dan membangun sarana irigasi untuk tanaman padi.
"Kita juga akan memperbanyak Ruang Terbuka Hijau atau RTH yang muaranya untuk menaikkan tingkat kesenangan masyarakat, nanti akan kita buat disekitar gedung UMKM dan nanti di setiap kecamatan juga akan ada RTH," tambahnya. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Publisher : aris