Admin
Rabu, 27 Maret 2019


KAJEN - Janji Bupati Pekalongan Asip Kholbihi untuk segera mengenalkan kepada masyarakat akhirnya dipenuhi. Kemarin , Selasa siang (26/3/2019) bersama Fokominda dan kepala OPD melakukan soft launching atau uji coba pasar makanan tradisional di kawasan Rindu Semilir Hutan Kota Kabupaten Pekalongan di Kajen.
Soft launching ini ditandai dengan Bupati Pekalongan bersama pengunjung lain diajak berbelanja serta mencicipi yang dijual bertransaksi dengan menggunakan alat tukar khas yakni koin dari kayu sembari memberikan masukan tentang penataan pasar kuliner tradisional tersebut.
Terlihat makanan kuliner jadul dan khas jawa tersajikan. Hal ini diperindah dengan tampilan lapak terbuat dari bambu dibawah rindangnya pohon mahoni dan sengon membuat suasana pasar khas kuliner ini menjadi menyenangkan.
Bupati Pekalongan Asip Kholbihi menuturkan, pemkab akan melakukan diversifikasi fungsi hutan kota yang awalnya berfungsi sebagai daerah hijau dan penghasil oksigen. "kini ditambahkan fungsi menjadi pasar kuliner tradisional yang rencanananya akan dibuka setiap hari minggu," kata bupati.
Menurutnya para pedagang berasal dari berbagai kelompok seperti karang taruna, darma wanita yang kesemuanya merupakan binaan dari Tim Penggerak PKK Kabupaten Pekalongan. "Uji coba ini dimaksudkan untuk mencari masukan sebanyak-banyaknya dari berbagai elemen sehingga nantinya bisa lebih baik lagi," tuturnya
Asip menambahkan para pedagang yang berjualan di Rindu Semilir telah diseleksi dengan berbagai tahapan dimulai dari kebersihan dan juga bahan pembuatnya "seleksi ketat kita berlakukan agar makanan benar-benar sehat, saya berharap kehadiran pasar kuliner ini dapat menjadi destinasi wisata baru serta dapat menjaga kelestarian makanan tradisional khususnya yang ada di kota santri," harapnya.
Sementara itu Kepala Dinporapar Kabupaten Pekalongan Bambang Irianto menuturkan, hutan kota rindu semilir akan menindaklanjuti program Bupati yang menghendaki kawasan non plastik, selain itu juga menyediakan wisata keluarga yang murah meriah dan dekat dengan kota. "pasar kuliner ini merupakan display bagi makanan tradisional yang sekarang sudah jarang ditemukan, kita berdayakan UMKM namun tidak mengurangi kualitas dan rasa karena sudah ada tim yang menyeleksi," jelas Bambang.
Ditambahkannya, pasar kuliner di hutan kota ini akan di buka pada akhir April mendatang, dan untuk pengerjaan fisiknya baru 80 persen. "kita adakan soft launching selama dua hari yakni pada tanggal 26-27 Maret, ke depan akan ditambah ruang mainan jadul dan penambahan fasilitas lainnya, sehingga masih akan ada pengembangan," katanya.(red)
Publisher : aris