Admin
Selasa, 4 Maret 2025


KAJEN – Bupati Pekalongan Dr. Hj. Fadia Arafiq, S.E, M.M menyempatkan bersafari Ramadhan di Masjid Darussalam Desa Rowokembu, Kecamatan Wonopringgo pada Senin (3/3) malam. Acara ini merupakan kunjungan kerja pertama Bupati setelah selesai mengikuti retreat Kepala Daerah di Lembah Tidar, Magelang tanggal 28 Februari 2025 kemarin.
Dalam Sambutannya, Bupati menyampaikan komitmennya untuk menjalankan pemerintahan dengan amanah serta membawa Kabupaten Pekalongan menuju kemajuan yang lebih baik.
Tiga program utama pada periode kedua ini masih seputar Infrastruktur Jalan, Bupati menegaskan bahwa pembangunan jalan menjadi prioritas utama pemerintahannya. Selanjutnya untuk sektor kesehatan, Bupati memastikan bahwa masyarakat yang belum memiliki BPJS Mandiri tetap bisa mendapatkan layanan kesehatan secara gratis melalui program Universal Health Coverage (UHC). "Kini, layanan kesehatan bisa diakses hanya dengan menunjukkan KTP. Ini adalah langkah besar bagi kesejahteraan masyarakat Kabupaten Pekalongan," ungkapnya.
Selanjutnya yang ketiga adalah peningkatan mutu pendidikan. Bupati melihat pentingnya sektor pendidikan dalam meningkatkan daya saing daerah.
" Bapak-ibu sudah kita ketahui bahwa sebelum saya menjabat Bupati, pendidikan di Kabupaten Pekalongan berada di peringkat ke-34 se-Jawa Tengah. Namun, sejak 2020 kita berikan anggaran besar untuk pendidikan, dan pada 2023 Pemerintah kabupaten Pekalongan berhasil meningkatkan kualitasnya secara signifikan menjadi peringkat 1 di Jawa Tengah," jelasnya.
Dalam safari Ramadhan di Masjid Darussalam Rowokembu, Pemerintah Kabupaten juga memberikan bantuan sembako kepada 50 warga yang membutuhkan dan memberikan bantuan sebesar 50 juta rupiah kepada pengurus Masjid Darussalam untuk membantu mewujudkan perencanaan yang telah dibuat pengurus, salah satunya yaitu merenovasi bangunan fisik.
"Malam hari ini, Masjid Darussalam di tahun ini Insya Alloh kita berikan bantuan hibah sebesar 50 juta rupiah," ujar Bupati Fadia kepada seluruh jamaah yang hadir.
Sebelumnya perwakilan pengurus Masjid Darussalam Suharso menyampaikan bahwa pihak takmir memang sedang berencana untuk merenovasi bangunan fisik Masjid yang pada tahun 1980-an masih berstatus mushola namun karena kebutuhan masyarakat sekitar pada akhirnya statusnya berganti menjadi Masjid Jami' Darussalam agar bisa digunakan untuk melaksanakan ibadah sholat Jumat bagi warga setempat.
"Di lingkungan Rowokembu selatan, kami membutuhkan waktu itu tahun 1980-an untuk mendirikan masjid yang bisa untuk bersolat Jumat. Sehingga ini dari status langgar atau musola, dari lingkungan terdekat oleh para tokoh agama, diikrarkan n menjadi asjid jami untuk Jumatan dengan komisi pertama diperluas itu untuk serambian," tutur Suharso dalam sambutannya selaku perwakilan pengurus masjid.