Admin
Jumat, 8 November 2024


KAJEN – Kegiatan Pelatihan Integrasi Pendidikan Lingkungan Hidup dalam Kurikulum oleh Dinas Perumahan, Kawasan Permukinan, dan Lingkungan Hidup ,(Perkim & LH) resmi dibuka langsung Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Pekalongan Widi Hartanto di Aula lantai 2 Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup (Perkim & LH) Kabupaten Pekalongan pada Rabu (06/11/2024) pagi.
Kegiatan tersebut diikuti sebanyak 46 kepala sekolah dengan menghadirkan narasumber dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Jawa Tengah.
Kegiatan ini merupakan langkah lanjutan dari Sosialisasi Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (GPBLHS) yang bertujuan memperkuat pembinaan, terutama untuk level 1 dan 2 (Calon Sekolah Adiwiyata Kabupaten (CSAK) untuk SD/SMP sederajat dan Calon Sekolah Adiwiyata Provinsi (CSAP) untuk SMA sederajat) melalui pelatihan integrasi pendidikan lingkungan hidup dalam kurikulum sekolah.
Dalam sambutannya, Pjs Bupati Widi Hartanto bahwa seluruh elemen sekolah, memiliki peran penting dalam upaya menjaga lingkungan hidup di sekolah, mulai dari kepala sekolah hingga petugas kebersihan, dalam menjaga komitmen terhadap pelestarian lingkungan.
"Masalah lingkungan ini sangat besar. Ini bukan hanya tugas Dinas Perkim & LH, tetapi juga tanggung jawab bersama. Karenanya, melalui GPBLHS, saya mengajak seluruh kepala sekolah untuk berkomitmen menyamakan pandangan bahwa pengelolaan lingkungan hidup itu penting dan harus menjadi tanggung jawab bersama," ujarnya.
Ia berharap melalui GPBLHS ini akan terbentuk generasi yang mencintai dan peduli lingkungan. "Saya berharap melalui kegiatan ini akan tercipta generasi yang mencintai dan peduli lingkungan, sehingga Kabupaten Pekalongan menjadi tempat yang sehat, aman, dan nyaman untuk kehidupan masyarakat," katanya.
Kepala Dinas Perkim & LH Kabupaten Pekalongan, Abduh Ghazali menambahkan, pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman kepala sekolah dalam mengimplementasikan gerakan peduli lingkungan hidup di sekolah. Harapannya, pendidikan lingkungan hidup dapat diintegrasikan dalam kurikulum sekolah atau menjadi mata pelajaran mandiri. Dengan demikian, siswa diharapkan mampu menerapkan pengetahuan dan sikap ramah lingkungan, baik di sekolah maupun dalam kehidupan bermasyarakat.
Sumber : Prokompim Kabupaten Pekalongan