KAJEN – Kirab Budaya Kereta Kuda meriahkan rangkaian peringatan Hari Jadi ke-403 Kabupaten Pekalongan pada Senin (25/8/2025). Ribuan masyarakat tumpah ruah di sepanjang jalan menyaksikan kirab yang mengambil rute sepanjang 30 kilometer.
Pada kirab Hari jadi dengan tema "Kajen Tumandang Kajen Kumandang" ini, Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq didampingi suami yang merupakan Anggota DPR RI Komisi X sekaligus Ketua Dekranasda Kabupaten Pekalongan, Ashraff Abu, menaiki kereta berhias bunga-bunga. Diikuti Wakil Bupati Pekalongan Sukirman bersama istri Galuh Kirana Sukirman serta iring-iringan kereta Forkopimda dan Kepala OPD.
Bupati Fadia menyampaikan, Kirab budaya ini merupakan agenda rutin tahunan yang selalu mendapat sambutan hangat dari masyarakat, “Alhamdulillah, sejak periode pertama hingga periode kedua ini, kirab budaya selalu kami laksanakan. Meski sederhana, masyarakat tetap antusias dan senang karena perayaan Hari Jadi Kabupaten Pekalongan adalah pesta rakyat untuk seluruh masyarakat Kabupaten Pekalongan,” terangnya.
Senada, Wakil Bupati Pekalongan Sukirman menilai penggunaan kereta kuda dalam kirab menjadi daya tarik tersendiri. Sepanjang jalan yang dilintasi kirab masyarakat terlihat sangat antusias saat iring-iringan melintas.
“Tradisi ini unik, berbeda dengan sebelumnya yang menggunakan mobil hias. Tahun ini kita hadirkan kereta kuda, dan terbukti warga sangat antusias. Mereka berbondong-bondong keluar dari gang untuk menyaksikan langsung Ibu Bupati dan para pimpinan,” ujarnya.
Rute Kirab Budaya Kereta Kuda tahun 2025 ini mulai dari Lapangan Desa Rejosari Bojong, melewati Pasar Bojong, Pertigaan Surobayan, Tugu Duren Karanganyar, Pertigaan Bawaslu/Satpol, dan berakhir di halaman Setda Kabupaten Pekalongan. Kirab juga diikuti Forkopimda, Sekda, segenap asisten, staf ahli bupati, Kepala OPD dan instansi vertikal di Kabupaten Pekalongan.
Selasa, 26 Agustus 2025
Kajen : Perkuat koordinasi antar pengurus, Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Pekalongan bersama Induk Olahraga (Inorga) melaksanakan rapat kerja di Hotel Indonesia Syariah Kabupaten Pekalongan, Minggu (24/8/2025).
Ketua KORMI Kabupaten Pekalongan, Juharno menjelaskan, raker yang dihadiri pengurus KORMI, Inorga, dan instansi terkait tersebut bertujuan untuk meningkatkan koordinasi dan komunikasi antar pengurus, sekaligus mengoptimalkan persiapan Festival Olahraga Daerah (Forda) Jateng 2025.
Kajen : Pejabat dan Ratusan pelari dari berbagai daerah ikut ambil bagian dalam ajang Half Marathon Hari Jadi ke-403 Kabupaten Pekalongan. Kegiatan ini menjadi salah satu rangkaian acara peringatan hari jadi Kabupaten Pekalongan, Minggu (24/8/2025).
Wakil Bupati Pekalongan, Sukirman, melepas ribuan peserta Pekalongan Half Marathon 2025 yang berlangsung di Lapangan Belakang Kantor Setda Kabupaten Pekalongan, Kajen. Event ini digelar dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-403 Kabupaten Pekalongan.
Kendal – Bupati Pekalongan, Dr. Hj. Fadia Arafiq, SE, MM, memimpin langsung acara ziarah tahunan ke makam Kanjeng Pangeran Bupati Kyai Mandurorejo di Kendal Kaliwungu pada Jumat (22/08/2025). Acara ini merupakan bentuk penghormatan dan pengingat akan jasa para pemimpin terdahulu yang telah membangun Kabupaten Pekalongan.
Pekalongan – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler Ke-125 Tahun Anggaran 2025 yang digelar Kodim 0710/Pekalongan secara resmi ditutup setelah berhasil mencapai target sasaran fisik dan non-fisik hingga 100%.
Penutupan digelar melalui upacara yang dipimpin langsung oleh Inspektur Upacara (Irup), Kapoksahli Kodam IV/Diponegoro Brigjen TNI Zainul Bahar, di Lapangan Desa Windurojo, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan pada Kamis (21/8/2025).
KAJEN – Pemerintah Kabupaten Pekalongan menegaskan bahwa hingga saat ini belum menerapkan kebijakan lima hari sekolah di wilayahnya dengan masih mempertimbangkan berbagai aspek sosial dan budaya yang ada di masyarakat.
Hal tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Pekalongan, Dr. Hj. Fadia Arafiq, S.E., M.M., setelah Upacara Kemerdekaan RI ke - 80 di Alun - Alun Kajen, Minggu (17/8) kemarin
Karanganyar – Bupati Pekalongan, Dr. Hj. Fadia Arafiq, S.E., M.M., menghadiri kegiatan karnaval Kecamatan Karanganyar yang berlangsung di depan Kantor Kecamatan Karanganyar, Senin (18/8/2025). Acara ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia di wilayah Kabupaten Pekalongan.
Kajen – Bupati Pekalongan Dr. Hj. Fadia Arafiq, S.E., M.M., menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh tim pelaksana yang telah bekerja keras dalam mempersiapkan rangkaian acara HUT Republik Indonesia ke-80 dan Hari Jadi Kabupaten Pekalongan ke-403. Menurutnya, suksesnya penyelenggaraan berbagai kegiatan ini tidak lepas dari peran serta jajaran panitia, terutama Wakil Bupati H. Sukirman, S.S., M.S., hal tersebut disampaikan oleh Bupati Fadia Arafiq dalam sambutannya dalam acara resepsi HUT RI ke-80 yang berlangsung di Halaman Pendopo Bupati Pekalongan pada Minggu (17/08/2025) malam.
Dalam kesempatan itu, Bupati Pekalongan, Dr. Hj. Fadia Arafiq, S.E., M.M., yang berhalangan hadir karena kondisi kesehatan yang diwakili oleh Wakil Bupati Pekalongan H. Sukirman, S.S., M.S., menyampaikan salam hormat dan ta’dhim kepada seluruh pemuka agama serta masyarakat Kabupaten Pekalongan.
Melalui Wakil Bupati Pekalongan H. Sukirman, S.S, M.S, Bupati Fadia menegaskan bahwa doa bersama ini menjadi wujud rasa syukur sekaligus introspeksi diri atas segala nikmat dan karunia yang telah diberikan Allah SWT kepada masyarakat Pekalongan. Ia juga menekankan pentingnya menjaga kerukunan antarumat beragama yang selama ini terjalin harmonis.
“Alhamdulillah, hingga kini kerukunan antarumat beragama di Kabupaten Pekalongan tetap terjaga. Semoga ke depan tetap rukun, harmonis, dan penuh solidaritas, baik dalam suka maupun duka,” ucap Wabup Sukirman dalam pesan yang disampaikan.
Lebih lanjut, Bupati Fadia memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para kiai dan tokoh agama yang dinilai memiliki peran besar dalam menjaga keharmonisan masyarakat. Ia berharap para pemuka agama terus membimbing dan mengajak masyarakat untuk meningkatkan iman, takwa, sekaligus semakin mencintai Kabupaten Pekalongan.
Momentum Hari Jadi ke-403 ini, menurut Bupati, sekaligus menjadi refleksi bagi dirinya yang kini memasuki periode kedua kepemimpinan. Ia bersama jajaran Forkopimda memohon doa dan dukungan agar mampu menjalankan amanah dengan penuh integritas, tanggung jawab, dan tetap istiqamah hingga akhir masa jabatan.
“Semoga Kabupaten Pekalongan senantiasa diberi keberkahan, tetap aman, kondusif, dan masyarakatnya hidup rukun dalam bingkai persaudaraan,” pungkasnya.
Kegiatan Doa Bersama ini sekaligus menjadi refleksi perjalanan panjang Kabupaten Pekalongan dalam membangun pusat pemerintahan di Kajen.
Dalam kesempatan itu disampaikan oleh Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Drs. H. Abdul Munir, bahwa Gedung Sekretariat Daerah Kajen mulai diresmikan dan digunakan pada tahun 2001. Pembangunan ini berawal dari keputusan pemerintah tahun 1986 yang menetapkan Kajen sebagai Ibu Kota Kabupaten Pekalongan. Namun, hingga satu dekade kemudian, pembangunan belum dapat terlaksana karena belum ada proses pembebasan tanah.
Baru pada masa kepemimpinan Bupati Letkol Harsono tahun 1998–1999 dilakukan pembebasan tanah di wilayah Kajen. Selanjutnya, pada tahun 2001 dimulai pembangunan gedung sekretariat dan fasilitas pendukung, termasuk rumah dinas. Momentum penting terjadi pada April 2003, ketika Menteri Dalam Negeri Hari Sabarno meresmikan Kota Kajen sebagai pusat pemerintahan, mewakili Presiden Republik Indonesia saat itu, Megawati Soekarnoputri.
Sejak saat itu, pembangunan Kajen terus berlangsung hingga kini. Dalam muhasabah tersebut, ditegaskan bahwa perjuangan panjang ini harus menjadi pengingat bersama akan pentingnya kebersamaan dalam memajukan Kabupaten Pekalongan.
“Di bawah kepemimpinan Ibu Bupati Fadia Arafiq dan Wakil Bupati Sukirman, kita berharap Kabupaten Pekalongan semakin maju, adil, dan sejahtera dengan sinergitas antara pemerintah, tokoh agama, dan seluruh masyarakat,” disampaikan Ketua DPRD H. Abdul Munir dalam acara doa bersama.
Senin, 25 Agustus 2025
"Event terdekat tingkat regional yang harus dipersiapkan adalah Forda Jateng yang akan digelar di Surakarta pada awal Oktober 2025. Raker ini adalah bentuk konsolidasi untuk persiapan mengikuti Forda," katanya.
Senada, Ketua Panitia Rapat Kerja (Raker) KORMI Kabupaten Pekalongan, M Chamim menyampaikan untuk Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Pekalongan sudah ada dua cabang Inorga yang sudah mendulang juara di tingkat nasional, bahkan Asia Pasifik, diantaranya cabang olahraga taekwondo dan hadang gobak sodor.
"Semoga dengan agenda Rapat Kerja kali ini bisa semakin meningkatkan semangat penggiat olahraga dari semua Inorga yang ada di Kabupaten Pekalongan," pungkasnya.
Acara ini di hadiri Ketua KORMI Kabupaten Pekalongan, Juharno, Kepala Dinas Pemuda dan Pariwisata Kabupaten Pekalongan, Wahyu Kuncoro, Pengurus KORMI Kabupaten Pekalongan dan Segenap Pengurus Induk olahraga (Inorga), serta penggiat olahraga.
Minggu, 24 Agustus 2025
Mengusung konsep run, culture, and tourism, Pekalongan Half Marathon tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga sarana promosi potensi daerah. Para peserta diajak menikmati keindahan alam sekaligus merasakan nuansa budaya tradisional Kabupaten Pekalongan di sepanjang rute lomba.
Selain lomba lari dengan kategori 5K, 10K, dan 21 K (Half Marathon), kegiatan ini juga dimeriahkan dengan Pekalongan HM Expo, UMKM Expo, dan pertunjukan musik.
Disampaikan Wabup Sukirman, Pihaknya mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan ini. Menurutnya, minat masyarakat terhadap olahraga lari di Kabupaten Pekalongan sangat luar biasa, bahkan mampu menarik pelari dari berbagai daerah.
“Bu Fadia, Bupati Pekalongan, sangat bangga dengan terselenggaranya event ini. Minat olahraga lari di Kabupaten Pekalongan sungguh luar biasa dan mampu menghadirkan runner dari luar daerah. Tentu dengan kondisi ini, saya yakin Ibu Bupati akan terus mendukung dan memfasilitasi event serupa, termasuk kegiatan olahraga lainnya,” ujar Sukirman.
Melalui Pekalongan Half Marathon, Pemerintah Kabupaten Pekalongan berharap olahraga, budaya, dan pariwisata dapat berjalan beriringan sekaligus memberikan dampak positif bagi UMKM serta perekonomian daerah.
Peserta yang mengikuti lomba datang dari berbagai kalangan, mulai dari atlet profesional, komunitas lari, hingga masyarakat umum. Mereka menempuh rute sejauh 21 kilometer yang melintasi sejumlah jalan utama di Kabupaten Pekalongan.
Selain kategori half marathon, panitia juga menyediakan kelas fun run 5K dan 10K, sehingga masyarakat bisa ikut berpartisipasi sesuai kemampuannya. Sorak sorai penonton di sepanjang jalur lomba menambah semangat para pelari.
Salah satu peserta warga Desa Tanjungsari, Kajen, Ari menyampaikan, Sangat antusias mengikuti lari maraton ini. Meski baru pertama kali mengikuti event lari ini menjadi semangat dirinya untuk mengikuti ajang yang sama.
"Ini pertama kali saya ikut maraton, luar biasa, acara ini keren harapannya bisa diselesaikan berkala di Pekalongan," terangnya.
Minggu, 24 Agustus 2025
Dalam sambutannya, Bupati Fadia Arafiq menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan hanya sekadar tradisi, tetapi juga wujud syukur atas kondisi Pekalongan yang aman dan kondusif berkat fondasi yang diletakkan oleh para pemimpin sebelumnya.
"Sore ini kita laksanakan rangkaian acara yang setiap tahun kita lakukan. Ini bukan sekadar tradisi, tapi bentuk wujud cinta kita kepada pemimpin-pemimpin yang telah membuat Kabupaten Pekalongan bagus, aman, dan kondusif sampai hari ini," ujar Bupati Fadia.
Beliau juga menegaskan pentingnya mengenang jasa Kanjeng Pangeran Bupati Kyai Mandurorejo, yang merupakan bupati pertama Kabupaten Pekalongan. "Semoga setiap tahun kita mendapat berkahnya, karena dengan ziarah dan berkumpul bersama, Insyaallah Kabupaten Pekalongan akan diberi perlindungan dari semua marabahaya," tambahnya.
Acara ziarah ini, menurut Fadia, juga menjadi pengingat bagi seluruh pejabat yang hadir bahwa jabatan dan kekuasaan bersifat sementara. "Mau sehebat apa pun kita, pada akhirnya kita akan meninggal. Jadi, artinya kita harus berbuat baik sebanyak-banyaknya supaya dikenang selamanya. Karena kebaikan yang kita torehkan tidak akan dilupakan," pesannya.
Bupati Fadia berharap, kegiatan ini dapat mempererat kebersamaan seluruh elemen pemerintah agar bisa membangun Pekalongan dengan lebih kompak dan baik.
Acara ziarah ini turut dihadiri oleh berbagai pejabat penting, antara lain perwakilan Dandim, Kapolres beserta istri, Kajari beserta istri, Ketua Pengadilan Negeri dan Pengadilan Agama, Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan, Sekda, seluruh staf ahli bupati dan asisten Sekda, para Kepala OPD, serta Ketua Baznas Kabupaten Pekalongan.
Sabtu, 23 Agustus 2025
Kegiatan TMMD yang berlangsung selama 30 hari ini berfokus pada pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat di Desa Windurojo. Keberhasilan mencapai target 100% menunjukkan komitmen TNI dan semua pihak dalam mempercepat pembangunan di daerah.
Brigjen TNI Zainul Bahar menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran TNI-Polri, pemerintah daerah, serta masyarakat khususnya Desa Windurojo yang telah bersinergi dan bahu-membahu menyukseskan program TMMD Reguler Ke - 125.
"Alhamdulillah semua sasaran - sasaran yang direncanakan dapat dilaksanakan secara 100 persen di seluruh jajaran Kodam IV/Diponegoro", ungkap Brigjen TNI Zainul Bahar.
Brigjen TNI Zainul Bahar juga berharap bahwa kegiatan seperti ini terus berlanjut melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah dan seluruh jajarannya serta instansi terkait. Adapun hasil yang sudah dicapai agar dijaga bersama - sama agar masa pakainya lebih panjang dan awet.
"Mari kita jaga bersama - sama apa yang telah dicapai, yang pasti semoga akan bermanfaat bagi masyarakat" pungkasnya.
Beberapa sasaran fisik yang telah berhasil diselesaikan antara lain pengaspalan jalan sepanjang 977,5 meter dengan lebar 2–2,5 meter, pengaspalan jalan sepanjang 175 meter dengan lebar 2 meter, pemasangan 6 titik Penerangan Jalan Umum (PJU), dan penataan lahan SMP Satu Atap.
Sasaran tambahan yang merupakan program unggulan KASAD antara lain pembuatan 1 unit sumur bor, 4 titik Pipanisasi, rehabilitasi 4 unit rumah, penanaman 500 bibit pohon di lahan perhutani, percepatan penanganan stunting 100 paket dan bantuan benih padi gogo 10 kg serta jagung 28 kg kepada petani.
Sementara itu sasaran non fisik dilakukan berbagai penyuluhan antara lain, penyuluhan wawasan kebangsaan, kamtibmas, kesehatan, PKK, kebencanaan, pertanian, UMKM, kelembagaan masyarakat desa, tertib berlalu lintas dan penyuluhan pencegahan Bullying pada anak.
Sumber : Penerangan Kodim 0710/Pekalongan
Kamis, 21 Agustus 2025
“Untuk kebijakan lima hari sekolah ini, kami di Kabupaten Pekalongan belum menerapkannya. Kemarin memang baru sampai pada tahap rencana uji coba,” jelas Bupati
Lebih lanjut, Bupati menyampaikan bahwa karakteristik masyarakat Kabupaten Pekalongan berbeda dengan daerah perkotaan. Anak-anak di wilayah ini, selain mengikuti pendidikan formal, juga aktif mengikuti kegiatan keagamaan seperti mengaji di TPQ dan madrasah setelah jam sekolah.
“Kami khawatir, kalau lima hari sekolah diterapkan, justru kegiatan keagamaan anak-anak akan terganggu. Maka dari itu, kami memutuskan untuk tetap melanjutkan pola sekolah enam hari seperti biasa,” ujarnya.
Keputusan ini juga telah melalui proses diskusi dan pertimbangan bersama berbagai pihak, termasuk tokoh agama dan tokoh masyarakat di Kabupaten Pekalongan.
Sementara itu, Anggota DPR RI Dapil X Jawa Tengah, H. Ashraff Abu, turut memberikan pandangan terkait kebijakan tersebut. Ia menegaskan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam setiap pengambilan keputusan oleh pemerintah.
“Sebagai wakil rakyat, saya selalu mendorong agar pemerintah daerah dalam membuat kebijakan harus mendengar suara rakyat. Jangan sampai keputusan yang diambil berdasarkan ego semata, karena itu bisa menimbulkan ketidaknyamanan di masyarakat,” tegasnya.
Dirinya juga menekankan bahwa semua kebijakan, terutama yang menyangkut pendidikan dan masa depan anak-anak, harus dibuat dengan mempertimbangkan kondisi lokal dan berpihak pada kepentingan bersama.
Selasa, 19 Agustus 2025
Kegiatan karnaval diikuti oleh berbagai elemen masyarakat, mulai dari pelajar, perangkat desa, organisasi kemasyarakatan, hingga komunitas seni dan budaya lokal. Para peserta menampilkan ragam kreativitas dalam bentuk busana adat, kendaraan hias, pertunjukan seni, dan atraksi budaya yang mencerminkan semangat kebhinekaan dan nasionalisme.
Pemerintah Kecamatan Karanganyar selaku penyelenggara mencatat lebih dari 30 kelompok peserta turut ambil bagian dalam karnaval ini. Jalur sepanjang depan kantor kecamatan dipadati masyarakat yang antusias menyaksikan jalannya karnaval sejak pagi hari.
Kehadiran Bupati Pekalongan turut memberikan semangat dan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan, serta menjadi bentuk dukungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan terhadap pelestarian budaya, penguatan nilai-nilai kebangsaan, dan peningkatan partisipasi masyarakat dalam pembangunan daerah.
Secara umum, kegiatan berjalan dengan lancar, aman, dan tertib. Karnaval ini tidak hanya menjadi ajang hiburan, namun juga wadah mempererat persatuan dan kesatuan masyarakat di wilayah Kecamatan Karanganyar.
Selasa, 19 Agustus 2025
Bupati menilai, peran Wakil Bupati begitu besar sehingga membuat persiapan acara berjalan lancar dan sempurna. “Alhamdulillah, saya diberi wakil yang baik, sehingga tidak perlu repot memikirkan detail acara. Biasanya saya harus memantau sendiri hingga hal-hal kecil, namun kali ini semua berjalan rapi,” ungkapnya.
Bupati Fadia menambahkan, rangkaian kegiatan Hari Jadi Kabupaten Pekalongan ke 403 tahun ini akan berlangsung cukup padat. Dimulai dengan ziarah ke makam Bupati pertama, Pangeran Mandurorejo pada tanggal 22 Agustus 2025 esok, di Kaliwungu, Kendal, dilanjutkan kirab budaya, hingga pembukaan Pekan Raya Kajen atau Kajen Expo pada tanggal 25 dan akan berakhir di tanggal 30 Agustus 2025.
Sebagai bentuk hiburan bagi masyarakat, sejumlah artis ibu kota juga dijadwalkan hadir, di antaranya grup band Wali dan Duo Anggrek. “Niat kami adalah menghibur masyarakat sekaligus menggerakkan ekonomi lokal. Kalau pengunjung ramai, UMKM ikut hidup, penjual bahagia, kita semua senang,” tutur Bupati.
Selain itu, puncak acara akan ditutup dengan Kabupaten Pekalongan Bersholawat pada 31 Agustus 2025 di kawasan Boulevard Alun-alun Kajen. Menurut Bupati, kegiatan ini menjadi wujud rasa syukur atas kelancaran seluruh rangkaian acara sekaligus doa bersama agar Kabupaten Pekalongan senantiasa mendapat kemudahan dari Allah SWT.
“Pembangunan Pekalongan tidak bisa hanya mengandalkan dari kantor saja. Kami (red: pemerintah) harus berupaya mencari dukungan hingga ke pusat. Dengan salawat, kita mengetuk pintu langit agar segala urusan dimudahkan Allah,” ujarnya.
Bupati berharap seluruh masyarakat dapat ikut berpartisipasi dan menjaga kondusivitas selama rangkaian peringatan berlangsung. “Semoga HUT RI ke-80 dan Hari Jadi Kabupaten Pekalongan ke-403 ini membawa keberkahan, menjadikan Pekalongan semakin maju, ramai, kondusif, dan sejahtera,” pungkasnya.
Ketua Panitia Peringatan HUT RI ke-80 dan Hari Jadi Kabupaten Pekalongan, Kholid, S. IP., M.M., juga turut berterimakasih dan memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seksi upacara khususnya paskibraka Kabupaten Pekalongan yang telah berhasil melaksanakan tugas dengan baik sehingga kegiatan upacara berlangsung khidmat dan lancar.
"Terimakasih kami ucapkan kepada seksi upacara dan juga kepada rekan-rekan paskibraka yang telah melaksanakan tugas dengan baik, serta kepala sekolah dan orangtua atau wali murid yang telah memberikan support kepada putra-putrinya sehingga bisa sukses dalam menunaikan tugas dan tanggungjawab dalam mengibarkan sang saka Merah Putih sekaligus prosesi penurunan," ucapnya dalam sambutan sebagai ketua panitia.
Dalam acara Resepsi HUT RI ke-80 malam itu para pejabat pemerintah, paskibraka , dan masyarakat Kabupaten Pekalongan dihibur oleh penampilan dari Teamlo band yang berhasil mengundang gelak tawa bagi siapapun yang menyaksikan.
Senin, 18 Agustus 2025