Bantu kami meningkatkan kualitas Website Resmi Kabupaten Pekalongan dengan mengisi survei singkat (±1 menit).
KAJEN – Malam resepsi Hari Jadi Kabupaten Pekalongan Ke-400 tahun sekaligus pembukaan Hybrid Expo Pekan Raya Kajen yang diselenggarakan di Halaman Pendopo Bupati Pekalongan pada (25/8) berlangsung meriah dan dipadati ribuan warga.
Kegiatan diawali dengan pertunjukan Polisi Cilik Polres Pekalongan, dilanjutkan dengan pertunjukan dari Juara Umum PKS se-Kabupaten Pekalongan serta penampilan Tari Renggong Manis.
Pesta Kembang Api dan Pagelaran wayang kulit dengan dalang Ki Aditiya Sabda Anindita dari Doro, Kabupaten Pekalongan dengan lakon Pandowo Syukur berhasil menarik minat warga masyarakat untuk datang menyaksikan dan memadati halaman Pendopo Bupati dan Alun-alun Kajen. Terlebih lagi Pemkab juga menyediakan ribuan nasi megono, kopi serta camilan palawija rebus gratis untuk seluruh masyarakat.
Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, SE., MM dalam sambutannya mengungkapkan bahwa acara kembali digelar menyusul dengan redanya pandemi Covid-19 di Kabupaten Pekalongan, “Alhamdulillah setelah 2 tahun vakum ditiadakan karena pandemi yang melanda kita dapat kembali menyelenggarakan acara yang meriah seperti ini. Ini semua berkat kerja keras kita bersama-sama sehingga pandemi Covid-19 di daerah kita mulai reda dan membaik,” ujarnya.
Karenanya bupati berharap agar situasi yang kondusif dan aman yang telah tercipta selama ini dapat terus dijaga, “Kita harus tetap taat prokes, karena berbagai acara kami dari Pemkab akan memberikan kelonggaran. Tetapi masyarakat kami himbau harus tetap taat prokes,” katanya.
Lebih lanjut, Bupati mengatakan bahwa Hybrid Expo Pekan Raya Kajen 2022 akan berlangsung sejak tanggal 25-30 Agustus 2022, “Insya Allah nanti dihari terakhir juga akan ada pertunjukan dari artis ibu kota,” ungkap bupati Fadia.
Sebelumnya, Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Dra. HJ. Hindun MH. dalam sambutannya berharap agar Hari Jadi Kabupaten Pekalongan Ke-400 Tahun dapat dijadikan sebagai saat untuk melakukan introspeksi dan kembali mengulas perjalanan sejarah para pendahulu, “Ini perlu kita lakukan agar hal-hal baik dapat kita teruskan, dan yang tidak baik dapat kita buang. Sambil menggali hal-hal yang lebih baik lagi agar masyarakat kita semuanya sejahtera,” ujarnya.
Hindun mengatakan bahwa antusiasme seluruh masyarakat dalam menyambut dan ikut menyemarakkan Hari Jadi Kabupaten Pekalongan merupakan suatu gambaran keberhasilan program-program pemerintah dalam berbagai bidang kehidupan masyarakat seperti kesehatan dan pendidikan, “Ini tentu harus kita teruskan,”tuturnya.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Pekalongan selaku Ketua Panitia HUT Ke-77 Kemerdekaan RI dan Peringatan Hari Jadi Ke-400 Kabupaten Pekalongan Wahyu Koncoro, ST, MM melaporkan bahwa kegiatan malam resepsi merupakan acara puncak dari Rangkaian Peringatan Hari Jadi Kabupaten Pekalongan Ke-400 Tahun.
“Rangkaian Hari Jadi Ke-400 atau Ke-4 Abad bertema Pekalongan Setara Bangkit Maju Bersama. Dimana kegiatan pada hari ini merupakan puncak dari rangkaian kegiatan yang sudah ada. Pada tanggal 23 terlaksana ziarah ke Makam Mandurorejo Bupati Pekalongan yang pertama. kemudian dilanjutkan doa bersama antar umat beragama, dan tadi kita sudah melaksanakan Kirab Ageng yang dilanjutkan dengan Rapat Paripurna Istimewa Hari Jadi ke-400,” terangnya.
Dalam kesempatan tersebut Wahyu juga menambahkan, bahwa Pemkab Pekalongan juga menggelar berbagai perlombaan dalam rangka memperingai Hari Jadi Kabupaten Pekalongan Ke-400 Tahun.
Setelah resepsi dan membuka mengikuti acara resepsi, bupati dan tamu undangan yang hadir meninjau stand-stand Hybrid Expo Pekan Raya Kajen di Alun-alun Kajen.
Sumber : Prokompim Kab. Pekalongan
Sabtu, 27 Agustus 2022
KAJEN – Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, SE, MM melantik pejabat struktural eselon II, III dan IV di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan, Jum’at (26/8). Pelantikan digelar di Aula Lantai 1 Setda Kabupaten Pekalongan.
Pejabat yang dilantik terdiri dari 2 pejabat tinggi pratama yang menempati posisi Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dindukcapil) dan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (Dinlutkan), 43 pejabat eselon III, dan 39 pejabat eselon IV. Ajid Suryo Pratondo, S. STP, M. Si dilantik sebagai Kepala Dindukcapil dan Edy Prabowo, S.P., M.A.P sebagai Kepala Dinlutkan.
KAJEN – Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Pembentukan Dana Cadangan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Pekalongan (Pilbup) 2024 ditetapkan menjadi Peraturan Daerah (Perda). Perda disetujui dan ditetapkan bersama antara Pemkab dan DPRD Kabupaten Pekalongan dalam Rapat Paripurna di Gedung DPRD, Rabu (24/8).
Bupati Fadia Arafiq dalam sambutannya mengucapkan selamat kepada seluruh pejabat yang dilantik. Bupati meminta kepada para pejabat yang dilantik agar bekerja yang baik dan maksimal. “Di mana pun posisi kita berada, tunjukkan loyalitas tegak lurus kepada pimpinan kepada Bupati Pekalongan. Tunjukkan kita semua bisa membantu mewujudkan visi misi bupati dan wakil bupati pekalongan untuk mewujudkan masyarakat yang sejahtera,” tutur bupati.
Bupati juga berharap pelantikan memberikan semangat. “Mudah-mudahan dengan pelantikan menambah semangat dan menambah kinerja kita lebih tinggi lagi. Dan saya berharap agar bapak ibu sekalian menunjukkan kinerja terbaiknya untuk masyarakat Kabupaten Pekalongan,” harap bupati.
Sumber : Prokompim Kab. Pekalongan
Sabtu, 27 Agustus 2022
Kebangkitan dari keterpurukan tersebut ditunjukkan dari beberapa indikator makro yang menunjukkan perkembangan pulih dari Pandemi Covid-19. Diantaranya yaitu, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Pekalongan yang mengalami pertumbuhan positif sebesar 3,54 persen pada tahun 2021, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yakni minus 1,89 persen.
Selain itu, juga, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat pada Tahun 2021 menjadi 70,11 yang sebelumnya 69,63 pada tahun 2020.
Pemkab Pekalongan juga terus berupaya untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan IPM.
Indikator lainnya yaitu Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kabupaten Pekalongan tahun 2021 turun sebesar 4,28 persen yang sebelumnya mencapai 6,97 persen pada tahun tahun 2020. Pemkab berusaha menurunkan TPT dengan berbagai upaya.
Hal itu disampaikan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, SE., MM dalam Rapat Paripurna Istimewa dalam Rangka Hari Jadi Ke-400 Kabupaten Pekalongan yang digelar Ruang Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Pekalongan, Kamis (25/8) sore.
Tema Hari Jadi Kabupaten Pekalongan ke-400 tahun ini yakni “Pekalongan Setara Bangkit Maju Bersama”. Tema ini selaras dengan semangat kebangkitan dari keterpurukan ekonomi yang sering digaungkan Pemerintah Kabupaten Pekalongan.
“Tema Hari Jadi memiliki makna filosofi, Pekalongan Setara merupakan Visi Kabupaten Pekalongan yaitu mewujudkan masyarakat Kabupaten Pekalongan yang Sejahtera, Adil, Merata (Setara) dan Berbudaya Gotong Royong. Sedangkan Bangkit Maju Bersama mengandung maksud bahwa Hari Jadi ke-400 Tahun ini merupakan momentum bagi pemerintah dan seluruh masyarakat dan stakeholder Kabupaten Pekalongan untuk bangkit dari kertepurukan akibat/ dampak Pandemi Covid-19 dan bersama-sama menyatukan langkah dan tekad menuju kondisi yang lebih baik,” terang bupati.
Tema tersebut selaras dengan tema HUT RI Ke-77 Tahun yaitu “Pulih Lebih Cepat, Bangkit Lebih Kuat.
Dalam paripurna istimewa tersebut, Bupati Fadia juga menyampaikan berbagai prestasi yang telah diraih selama masa kepemimpinanya bersama Wakil Bupati Pekalongan Riswadi, SH.
Penghargaan tersebut antara lain, sebagai 10 besar Kabupaten/Kota terbaik se-Jawa Tengah (3 besar kabupaten) dalam ajang Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) atau Penghargaan Pangripta Abipraya Provinsi Jawa Tengah Tahun 2022, Top 45 (Nasional) Lomba Sistem Informasi Inovasi Pelayanan Publik (SINOVIK) untuk Aplikasi Kudu Sekolah, Top 10 (Provinsi) Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) untuk Inovasi Junjang Adminduk dan Inovasi Sapu Jagad, 10 Besar Simpul Jaringan Terbaik Nasional Jaringan Informasi Kearsipan Nasional (JIKN).
“Alhamdulillah juga masuk Peringkat 1 (Provinsi) Nilai Pengawasan Kearsipan Eksternal, Anugerah Parahita Ekapraya (APE) Penghargaan Kabupaten Layak Anak dengan Kategori Madya dari Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), dan Penghargaan Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI atas Laporan Keuangan Daerah (LKD) Kabupaten Pekalongan Tahun 2021,” jelasnya.
Sebelumnya, Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan sekaligus Pemimpin Rapat Paripurna Dra. Hj. Hindun, MH dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Bupati Pekalongan dan Wakil Bupati Pekalongan beserta jajarannya yang telah bekerja keras untuk memulihkan berbagai sektor atau bidang yang terdampak pandemi Covid-19. Dia dan juga mengapresiasi atas prestasi yang telah diraih pemkab.
“Semoga penghargaan yang telah diraih dapat memotivasi untuk senantiasa mempunyai tekad dan komitmen yang lebih, agar pelaksanaan pembangunan dan pengelolaan pemerintahan di Kabupaten Pekalongan menjadi semakin baik,” ujarnya.
Hindun berharap peringatan Hari Jadi Kabupaten Pekalongan yang ke-400 Tahun dapat menjadi penyemangat untuk terus bangkit dari kondisi pandemi, “Kita harus optimis untuk membangun Kabupaten Pekalongan. Jangan kendor, atau hanya sekedar menerima apa adanya, hanya rutinitas saja. Kita perlu kerja keras, kerja cerdas, inovatif, kreatif, serta saling bahu-’membahu bergotong-royong saling bekerjasama untuk menuju kemajuan,” katanya.
Rapat paripurna istimewa juga dihadiri Bupati Pekalongan Periode Tahun 2001-2006 dan 2011-2016, Wakil Bupati Pekalongan Periode 2016-2021, Ketua DPRD 2004-2009, Wakil Ketua dan anggota DPRD Kabupaten Pekalongan, Sekda Kabupaten Pekalongan, Staf Ahli Bupati, Para Asisten Sekda, Para Kepala OPD dan para Kabag, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pekalongan, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pekalongan, Ketua Dekranasda Kabupaten Pekalongan, Para Ketua Partai Politik, Para Camat dan Lurah/Kades di Kabupaten Pekalongan.
Sumber : Prokompim Kab. Pekalongan
Sabtu, 27 Agustus 2022
Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, SE MM dalam sambutannya yang dibacakan Wakil Bupati H, Riswadi SH menyampaikan, persetujuan raperda diharapkan mengurangi beban kebutuhan biaya Pilkada Tahun 2024.
Dalam Rapat Paripurna hari itu, pemkab juga menyampaikan Rancangan Perubahan Kebijakan Umum Anggaran Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (KUA PPAS) Tahun Anggaran 2022.
Wabup Riswadi menyampaikan bahwa perubahan anggaran dapat dilakukan apabila terjadi, antara lain perkembangan yang tidak sesuai dengan Kebijakan Umum Anggaran (KUA), keadaan yang menyebabkan harus dilakukan pergeseran anggaran antar organisasi, antar unit organisasi, antar program, antar kegiatan, dan antar jenis belanja. Selain itu juga, keadaan yang menyebabkan Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) Tahun Anggaran sebelumnya harus digunakan dalam tahun anggaran berjalan, serta keadaan darurat atau keadaan luar biasa.
“Seiring dengan dinamika yang terjadi, baik realisasi anggaran yang tercermin pada Laporan Realisasi Semester Pertama APBD Tahun Anggaran 2022 maupun perkembangan kebijakan dan regulasi dari pemerintah pusat, Pemerintah Kabupaten Pekalongan memandang perlu untuk melakukan Perubahan APBD Tahun Anggaran 2022,” tutur Wabup dalam sambutannya.
Tahapan Perubahan APBD TA 2022 telah dimulai dengan Penetapan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Pekalongan Tahun 2022 yang difasilitasi oleh Tim Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Perubahan Kebijakan Umum APBD (Perubahan KUA) Tahun 2022 serta Perubahan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (Perubahan PPAS) Tahun 2022.
“Selanjutnya Perubahan KUA dan PPAS tersebut digunakan sebagai pedoman dalam penyusunan Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (Perubahan APBD) Kabupaten Pekalongan Tahun Anggaran 2022.
Sumber : Prokompim Kab. Pekalongan
Jumat, 26 Agustus 2022
Kirab diikuti Bupati Fadia Arafiq SE, MM dan Wakil Bupati H. Riswadi, SH beserta unsur forkopimda, sekda dan pejabat struktural di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan.
Dalam kirab tersebut, Bupati bersama suami, Mochatrudin Ashraf Abu dan Wakil Bupati bersama isteri, Ny Widi Roati, mengendarai kereta kencana yang didatangkan dari Solo. Sedangkan unsur forkopimda, Sekda dan pejabat lainnya mengendarai kuda hias. Mereka mengenakan pakaian adat Jawa.
Kirab Budaya atau Kirab Ageng berangkat dari Pendopo Lama Nusantara di Kota Pekalongan menyusuri Jalan Hayam Wuruk dan Gajahmada Kota Pekalongan – Stasiun KA - Tirto - Wiradesa - Pasar Bojong – Kemasan – Surabayan – Yonif 407 Wonopringgo - Karanganyar dan finish di Gedung DPRD Kabupaten Pekalongan di Kajen.
Masyarakat menyambut dengan antusias Kirab Ageng. Ribuan warga menyambut Kirab Ageng sambil melambaikan tangan serta mengibarkan bendera sepanjang rute yang dilalui rombongan Kirab Ageng. Bupati dan rombongan pun antusias dan tampak membalas dengan senyuman dan lambaikan tangan ke arah warga.
Bupati beserta rombongan Kirab Ageng tiba di halaman DPRD Kabupaten Pekalongan sekitar pukul 14.30 WIB. Subo Manggala atau cucuk lampah menyerahkan pataka kepada Bupati Pekalongan dan kemudian bupati menyerahkannya kepada Ketua DPRD, Dra. Hj. Hindun, MH. Kirab Ageng selesai dan dilanjutkan dengan Rapat Paripurna Istimewa dalam Rangka Peringatan Hari Jadi ke-400 Kabupaten Pekalongan di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Pekalongan.
Sumber : Prokompim Kab. Pekalongan
Jumat, 26 Agustus 2022
Bupati tampak didampingi sang suaami, Mochtarudin Ashraf Abu saat ziarah. Bupati juga didanpingi Sekda, staf Ahli Bupati,para Asisten Sekda, para Kepala OPD dan Kepala Bagian Setda Kabupaten Pekalongan serta keluarga besar Pemkab Pekalongan.
Hadir pula perwakilan dari Polres dan Kodim 0710 Pekalongan, Kejaksaan, Kepala Kankemenag, Ketua MUI Kabupaten Pekalongan, dan para kiai. Juga ahli waris dan keturunan Pangeran Mandurorejo.
Saat ziarah, bupati dan rombongan memanjatkan do’a dan melakukan tabur bunga di makam almarhum Adipati Mandurorejo.
Dalam sambutannya, Bupati Fadia Arafiq mengatakan, ziarah dilakukan secara rutin setiap tahun sebagai rangkaian Hari Jadi Kabupaten Pekalongan, termasuk Hari Jadi ke-400 tahun ini. “Saat Hari Jadi Kabupaten Pekalongan, kami selalu hadiir bersama-sama untuk ziarah ke makam pahlawan kita, pahlawan dari Kabupaten Pekalongan,” tutur Bupati Fadia. Tahun ini merupakan kali ke-Bupati Fadia Arafiq ziarah ke makam Pangeran Mandurorejo.
Dia mengatakan, ziarah yang dilakukan sebagai wujud rasa hornat dan cinta kepada almarhum Pangeran Mandurorejo yang merupakan Bupati Pekalongan yang pertama. “Ini sebagai wujud rasa hormat, cibta kami, rasa bangga kami terhadap bupati pertama di Kabupaten pekalongan,” ungkap Fadia.
Dja berharap ziarah bisa terus dilakukan secara rutin. “Mudah-mudahan ziarah ini bisa terus kita laksanakan setap tahunnya. Dan bupati pertama kita ini lebih diketahui oleh anak cucu kita. Khususnya anak-anak Kabupaten Pekalongan agar tahh siapa bupati pertama kita,” ujarnya.
Bupati Fadia berharap bisa bersama-sama membangun Kabupaten Pekalongan. “Mudah-mudhaan kita yang masih hidup, pemimpin Kabupaten Pekalongan, bisa bersama-sama, guyub bareng, membangun kabupaten pekalongan menjadi lebih hebat, lebih baik, dan lebih luar biasa,” ucap dia.
Menurutnya, para pemimpin Kabupaten Pekalongan harus meneruskan cita-cita para pendahulu, para bupati sebelumnya. “Di sinilah kita yang harus meneruskan cita-cita pejuang-pejuang kita, bupati yang sebelamnya, dan kita semua adalah harapan seluruh masyarakat Kabupaten Pskalongan. “Mudah-mudahan kita diberikan kemudahan untuk bisa membangun Kabupaten Pekalongan,” harap dia.
Dalam kesempatan tersebut, dilakukan penyerahan tali asih dari Pemkab Pekalomgan kepada ahli waris dan juru kunci makam Pangeran Mandurorejo.
Sumber : Prokompim Kab. Pekalongan
Rabu, 24 Agustus 2022
Hal tersebut diungkapkan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, S.E.,M.M., melalui Asisten Administrasi Umum Sekda Kabupaten Pekalongan Anis Rosidi, S.Sos.,M.Si, kepada Radio Republik Indonesia (RRI) Semarang, pagi ini, Selasa (23/8/2022) melalui teleconference.‘’Tanggal 25 Agustus biasa diperingati sebagai Hari Jadi Pemerintah Kabupaten Pekalongan, namun Tahun 2022 ini merupakant ahun yang istimewa karenat ahun iniKabupaten Pekalongan tepat berusia 400 tahun secara administratif,’’
Diterangkan oleh Anis bahwa momentum ini diambil berdasarkan saat Sultan Agung mengangkat BupatiPekalongan yang pertama pada tahun 1622 yaitu Pangeran Mandurorejo menjadi bupati Pekalongan pertama, sehingga ini menjadi momentum awal berdirinya Kabupaten Pekalongan, 400 tahun yang lalu,’’ ungkap Anis.
Menurut Anis, Kirab Budaya yang akan berlangsung pada tanggal 25 Agustus 2022 mendatang merupakan kirab yang sangat fenomenal karena mendapat sambutan yang sangat baik oleh masyarakat Kabupaten Pekalongan dan para sesepuh, mengingat dua tahun belakangan Kabupaten Pekalongan sempat vakum tidak melaksanakan acara serupa karena adanya pandemi Covid-19.
Kirab Budaya sendiri akan diikuti oleh Bupati PekalonganFadia Arafiq, S.E.,M.M., beserta rombongan termasuk seluruh kepala OPD yang akan menaiki kereta kencana dari Pendopo lama Kabupaten Pekalongan di Jalan Nusantara Kota Pekalongan yang berjarak sekitar 26 Km dengan melewati rute yang dulu pernah dirintis oleh Bupati Amat Antono saat memindahkan Ibu Kota Kabupaten Pekalongan ke Kota Kajen.‘’Jadi rute kirabnya nanti akan dimulai dari Pendopo Nusantara, lalu melewati Kecamatan Wiradesa, Bojong, Kedungwuni, Wonopringgo, Karanganyar dan finish di Kota Kajen,’’ ujar Anis.
Lebih lanjut dijelaskan Anis bahwa untuk rangkaian acara kirab budaya diprediksi akan memakan waktu empat jam dengan titik pemberhentian atau transit di Desa JejerWayang, Kecamatan Bojong dan di Yonif 407 Wonopringgo. Di titik-titik berhentinya kirab, Bupati Pekalongan beserta rombongan akan disuguhi pertunjukan kesenian rakyat dari masyarakat setempat.sebagai wujud ‘mengayuh bagyo masyarakat,” jelas Anis.
Selain itu, Anis juga mengatakan bahwa gelar kirab budaya juga bertujuan untuk meningkatkan spirit Pemkab Pekalongan dan masyarakat Kabupaten Pekalongan untuk bangkit dari keterpurukan pasca Covid-19, sebagaimana makna dari tema Hari Jadi Kabupaten Pekalongan Tahun 2022 ini yaitu ‘’Kabupaten Pekalongan Setara, Bangkit, Maju Bersama’’. Oleh karena itu Anis mengajak semua pihak untuk turut serta dalam mensukseskan acara Kirab Budaya yang akan dihelat 25 Agustus 2022 tersebut. ‘’Mari kita sukseskan kegiatan ini untuk menjadikan Kabupaten Pekalongan yang lebih baik lagi, menuju Kabupaten Pekalongan Sejahtera, Adil dan Merata,’’ pungkasnya. (Dian-Kominfo)
Rabu, 24 Agustus 2022
Sekda Akbar mengatakan bahwa PASER merupakan kegiatan yang idenya digagas oleh Bupati Pekalongan Fadia Arafiq.
PASER merupakan kegiatan pertunjukan/pagelaran seni dan budaya yang akan rutin diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Pekalongan setiap malam minggu di Boulevard untuk memberikan hiburan, sekaligus sebagai wadah bagi masyarakat dan para pelaku seni untuk mengekspresikan kecintaanya terhadap seni dan budaya lokal.
Lebih lanjut, Sekda mengatakan bahwa kegiatan PASER sejalan dengan pembangunan pemerintah daerah, “Pemerintah Kabupaten Pekalongan membangun seimbang antara pembangunan fisik berupa infrastruktur dan pusat pelayanan. Tetapi pemkab juga membangun dari sisi manusianya melalui Panggung Apresiasi Seni Rakyat ini. Jadi ini merupakan keseimbangan antara fisik dan non fisik,” jelasnya.
Oleh sebab itu, Sekda mengajak kepada seluruh masyarakat dan para pelaku seni untuk memanfaatkan ruang yang sudah diberikan, “Ayo kita manfaatkan betul-betul kegiatan ini agar bisa memberikan hiburan kepada warga kita. Manfaatnya Insya Allah akan banyak,” tuturnya.
Sekda berharap kegiatan paser kedepanya akan mendapatkan lebih banyak dukungan dari berbagai pihak utamanya dari swasta, “Mari kita kolaborasi bersama antara Pemerintah Daerah, masyarakat pecinta seni, dan pihak swasta. Saya mengajak pihak swasta untuk turut ambil bagian dalam kegiatan pentas seni ini,” kata Sekda.
Dalam kegiatan tersebut Sekda juga mengungkapkan tentang rencana revitasliasi Gedung Kesenian Kajen, “Gedung Kesenian yang cukup lama mangkrak itu akan kita revitalisasi pada tahun 2023. Harapannya untuk memberikan ruang kepada generasi muda dan masyarakat pekerja-pekerja seni untuk bisa beraktivitas dan memanfaatkanya dengan baik,” terangnya.
Pelaksana Tugas Kepala Bagian Perekonomian Sekda Kabupaten Pekalongan Selaku Panitia pada kegiatan tersebut Aditomo Herlambang, SH dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terlaksananya kegiatan pada malam hari itu, “Terima kasih kepada RSUD Kraton dan RSUD Kajen atas dukunganya, DKD sebagai wadah para pelaku seni di Kabupaten Pekalongan, OPD dan bagian sehingga acara ini dapat terselenggara dengan baik,” ujarnya.
Aditomo menandaskan bahwa PASER digelar dalam rangka memberikan hiburan kepada masyarakat dan peningkatan ekonomi demi kesejahteraan masyarakat “Kegiatan ini akan memberikan hiburan kepada masyarakat agar tidak sepi dan diharapkan akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi daerah,” ujarnya.
Karena, lanjutnya, dengan adanya hiburan, maka akan ada konsentrasi massa, para pedagang dan pelaku UMKM lainnya mendapatkan dampak positif dari kegiatan ini, sehingga ekonomi juga akan tumbuh.)
Sumber : Prokompim Kab. Pekalongan
Senin, 22 Agustus 2022
Dalam sambutannya bupati mengatakan, Siti Fatimah Ambariyah merupakan salah satu pejuang kemerdekaan dan penyebar agama Islam di Kabupaten Pekalongan. “Waliyullah kita ini seorang pejuang Indonesia dan menyebarkan agama Islam sampai mengorbankan diri sendiri, tidak mementingkan diri sendiri, tetapi lebih bagaimana Islam ini benar-benar besar di Kabupaten Pekalongan dan bisa masuk ke semua tempat,” ujar bupati.
Dengan adanya makam Ibu Siti Ambariyah, diharapkan warga mendapatkan berkah dan desa menjadi lebih makmur. “Karena orang berdatangan dari mana-mana, desa lebih dikenal, dan ekonominya meningkat. Semoga melalui kegiatan haul ini, dapat meningkatkan keimanan kita, takwa kita bertambah dan mensyukuri apa yang diberikan Allah kepada kita,” ungkap dia.
Bupati mengingatkan bahwa semua makhluk hidup, termasuk manusia akan meninggal dunia. “Sehebat apa pun kita, sekuat apa pun kita, yang namanya orang hidup, pasti akan meninggal,” tutur bupati. Oleh karena itu, bupati mengajak kepada seluruh warga yang menghadiri haul agar berbuat baik sebanyak-banyaknya dan mensyukuri nikmat Allah. "Berbuatlah sebaik-baiknya selama hidup. Karena sehebat apa pun kita, kalau sudah dikubur, tidak bisa apa-apa, kecuali amal yang ada di samping kita,” ucap bupati.
Menurutnya, dapat membantu orang lain atau banyak orang akan menjadi kenikmatan tersendiri. “Bisa membantu orang banyak adalah kenikmatan tersendiri bagi kita semua yang masih hidup. Sehingga jika semasa hidup tidak bermanfaat, ini akan rugi sekali,” imbuhnya.
Masih dalam suasana Bulan Muharram yang suci, bupati juga mengajak warga agar meningkatkan sedekah dan meningkatkan amal ibadah dan kebaikan. “Apa yang belum kita capai harus diusahakan tercapai targetnya di tahun ini. Apa yang tidak baik yang pernah kita lakukan di tahun lalu, tinggalkan,” seru Fadia.
Sebelumnya, Kepala Desa Bukur Teguh Jayeng Palindih dalam sambutannya menyampaikan ungkapan syukur karena dapat Kembali menyelenggarakan haul Ibu Agung Siti Fatimah Ambariyah, setelah beberapa tahun terakhir tidak dapat digelar kaena adanya Pandemi Covid-19. “Semoga Covid-19 benar-benar berlalu dari kehidupan kita. Dan semoga ada hikmah yang bisa diambil dari Pandemi Covid-19,” ungkapnya.
Dia juga berharap, dengan adanya haul, dapat memberikan kebaikan kepada seluruh warga. “Serta meningkatkan iman dan taqwa kita kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala,” ucapnya.
Camat Bojong Farid Hakim, SP dalam sambutannya menyampaikan bahwa haul merupakan kearifan local masyarakat setempat dan bertujuan untuk mendoakan para sesepuh atau pendahulu yang memiliki jasa baik dalam pengembangan keagamaan di wilayah makam maupun Pekalongan secara umum. Melalui kegiatan tersebut, diharapkan masyarakat mendapatkan keberkahan. “Sebagai generasi penerus mewarisi kebaikan-kebaikan yang beliau lakukan pada masa hidupnya. Kondisi seperti ini harus kita jaga, karena merupakan bentuk penghormatan kita selaku generasi penerusnya dalam rangka pengembangan penyebaran agama Islam, terutama di wilayah kita,” ucap dia.
Dikatakannya, bahwa lokasi sudah dijadikan sebagai cagar budaya. Oleh karena itu, menurutnya, makam perlu perawatan dan pemeliharaan yang baik. “Sehingga makam beliau ini bisa dikenang banyak orang. Banyak pengunjung dari luar daerah yang datang untuk mendoakan beliau selaku penyebar agama Islam di Tanah Jawa. Sebagai tuan rumah tentunya harus lebih bisa lagi menjaga agar apa yang kita lakukan ini mendapatkan keberkahan dan ridho dari Allah Subhanahuwataala,” ujarnya.
Dia meminta agar warga dapat melanjutkan hal-hal yang berkaitan dengan kearifan lokal yang positif. “Juga kegiatan rutin pengajian dan sebagainya, agar ada keakraban, sikap toleransi, sikap saling menghargai di antara kita semua,” ungkap dia.
Sumber : Prokompim Kab. Pekalongan
Minggu, 21 Agustus 2022