Bantu kami meningkatkan kualitas Website Resmi Kabupaten Pekalongan dengan mengisi survei singkat (±1 menit).
KAJEN – Dalam rangka menggencarkan larangan terhadap tindakan perundungan di sekolah, Forum Anak Kabupaten Pekalongan lakukan sosialisasi ‘Stop Bullying’ dalam acara Bincang-bincang di Radio Kota Santri, pada hari Sabtu (25/6/2022) pagi.
Pada kesempatan tersebut, Ketua Forum Anak Kabupaten Pekalongan Arif Husni Mubarok mengatakan bahwa bullying merupakan segala bentuk tindakan penindasan atau kekerasan yang dilakukan dengan sengaja oleh satu orang atau sekelompok orang yang lebih kuat atau berkuasa terhadap orang lain, dengan tujuan untuk menyakiti dan dilakukan secara terus menerus. Untuk itu menurut Arif tindakan bullying harus dihilangkan, terutama di sekolah-sekolah.
‘’Bullying bisa disebut juga perilaku anak yang menyimpang dari norma dan nilai ya, karena mengejek mencela menindas itu termasuk perbuatan yang melanggar nilai dan norma juga loh, jadi kami benar-benar berharap tindakan bullying ini tidak dilakukan di Kabupaten Pekalongan,’’ kata Ketua Forum Anak Kabupaten Pekalongan Arif Husni Mubarok.
Arif menambahkan, tindakan bullying juga memiliki dampak yang sangat membahayakan bagi korban, diantaranya korban tidak bisa menyatu dengan lingkungan di sekitar, turunnya rasa percaya diri, korban selalu merasa terancam dan terintimidasi karena sellau tertindas, depresi dan yang paling parah adalah sampai melakukan bunuh diri. ‘’Mengingat dampak yang sangat berbahaya ini saya mengajak teman-teman semua untuk menumbuhkan rasa saling rukun dan menyayangi sesame teman, supaya kita bisa terhindar dari tindakan bullying,’’ ujar Arif.
Dalam kesempatan yang sama Kabid Pemenuhan Hak dan Perlindungan Anak (PHPA) Dinas PPPA dan PPKB Kabupaten Pekalongan Tina Eri Astuti, S.E.,M.M., juga mengatakan bahwa bullying merupakan tindakan menyimpang yang seharusnya tidak dilakukan karena memiliki dampak berkepanjangan bagi korbannya.
"Oleh sebab itu, kita sebagai makhluk sosial seharusnya bisa saling merangkul bukan malah merendahkan individu lain. Mari bersama FANTRIP cegah bullying untuk menciptakan lingkungan yang nyaman dan damai," ungkap Tina.
Selain itu, pada kesempatan tersebut Anggota Forum Anak Kabupaten Pekalongan Nimas Mawartiaz juga menyampaikan bahwa untuk bisa mencegah tindakan bullying harus ada dukungan dari berbagai pihak seperti guru dan orang tua yang harus turut berperan serta dalam mengedukasi anaknya untuk tidak melakukan bullying terhadap orang lain.
‘’Tindakan bullying bisa kita cegah dengan cara yang pertama bisa dimulai dari diri kita sendiri sih, sebelum melakukan atau mengucapkan sesuatu itu harus dipikirin terlebih dahulu dampak nya akan seperti apa sama kita dan orang disekitar,’’ jelas Nimas Mawartiaz.
Nimas juga menambahkan, bahwa Forum Anak Kabupaten Pekalongan mengajak semua siswa-siswi dan seluruh pihak untuk tidak melakukan tindakan bullying supaya semua anak bisa tumbuh dan berkembang dengan baik, sehingga bisa menjadi anak yang berkualitas dan memiliki daya saing di masa depan.
‘’Untuk itu ayo bersama-sama cegah tindakan bullying sedini mungkin supaya anak-anak di Kabupaten Pekalongan bisa tumbuh dan berkembang sebagaimana mestinya tanpa adanya ancaman rasa tidak aman karena tindakan bullying,’’ pungkas Nimas. (Dian-Kominfo)
Senin, 27 Juni 2022
KAJEN – Pasca dua tahun secara berturut-turut jamaah haji tidak bisa berangkat ke tanah suci karena adannya pandemi Covid-19, kini pada tahun 2022 jamaah haji dari Kabupaten Pekalongan mulai kembali bisa diberangkatkan ke tanah suci. Hal ini dibuktikan dengan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, S.E.,M.M., yang telah melakukan acara Pelepasan 95 orang Jamaah Haji Kloter 32 dari Kabupaten Pekalongan, pada hari Jumat (24/6/2022) sore, di halaman Pendopo Rumah Dinas Bupati Pekalongan.
KAJEN - Melalui inovasi Sapujagad (Semua Penduduk Disabilitas Terjamin Dalam Pengurusan Adminduk) Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Pekalongan menargetkan warga Kabupaten Pekalongan khususnya penyandang disabilitas dan Lanjut Usia (Lansia) mendapatkan pelayanan dokumen kependudukan. Hal ini merupakan wujud komitmen pemerintah untuk memenuhi standar pelayanannya kepada masyarakat tanpa diskriminasi.
KAJEN – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Pekalongan menggelar kegiatan Lomba Cerdas Ceramat (LCC) Tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) Se-Kabupaten Pekalongan dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional 2022. Kegiatan diselenggarakan di SMP N 1 Karanganyar Kecamatan Karanganyar, Senin (20/6).
Pada tahun 2022 ini, sebanyak 304 orang jamaah haji akan diberangkatkan ke tanah suci yang terdiri atas dua kloter, yaitu kloter 32 dan kloter 33. Kloter 32 ada sebanyak 95 orang jamaah haji yang telah dilepas oleh Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, dan kloter 33 sebanyak 211 orang jamaah haji akan diberangkatkan esok hari pada tanggal 25 Juni 2022.
Dalam acara Pelepasan Jamaah Haji Kabupaten Pekalongan Kloter 32 tersebut, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq mengatakan bahwa dirinya sangat bersyukur bahwa tahun ini Pemerintah Kabupaten Pekalongan bisa melepas kembali jamaah haji Kabupaten Pekalongan untuk bisa berangkat ke tanah suci memenuhi undangan Allah Swt. Karena diungkapkan Bupati Fadia dua tahun terakhir jamaah haji belum bisa diberangkatkan karena adanya pandemi Covid-19.
‘’Alhamdulilah pada tahun ini saya sangat bersyukur sekali karena bisa melepas bapak/ibu semuanya yang akan berangkat ke tanah suci memenuhi undangan Allah Swt, semenjak dua tahun terakhir ditunda karena adanya Covid-19,’’.
‘’Dalam kesempatan ini saya berpesan supaya bapak/ibu semua bisa menjalankan ibadah haji dengan sebaik mungkin supaya bisa menjadi haji yang mabrur. Karena bapak/ibu semuanya ini merupakan orang-orang yang sangat beruntung bisa menjadi tamu Allah di tanah suci. Jangan lupa jaga kesehatan ya bapak/ibu,’’ ungkap Bupati Pekalongan Fadia Arafiq. ( Dian-Kominfo)
Sabtu, 25 Juni 2022
Adapun ketujuh Pejabat yang dilantik diantaranya Kholid menjadi Kepala Dinas Pendidikan, Haryanto Nugroho sebagai Kepala Badan Kesbangpol, Trisno Suharsanto sebagai Kepala Bappeda Litbang, Murdiyarso sebagai kepala DPU Taru, Agus Dwi Nugroho sebagai Kepala Dinas PMD, Yudi Himawan sebagai Kepala Dinas Sosial dan Prayitno sebagai Kepala Dinas Perpustakaan Daerah Kabupaten Pekalongan.
Dalam pelantikan tersebut turut hadir, Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Dra.Hj Hindun, MH, Asisten 1 Setda Kabupaten Pekalongan Totok Budimulyanto, PLT. Dinkominfo Kabupaten Pekalongan Anis Rosidi, S.Sos.,M.Si., dan beberapa perwakilan camat se-Kabupaten Pekalongan.
Dalam acara Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan tersebut, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq menyampaikan bahwa dirinya berharap pasca dilantik seluruh kepala dinas dapat langsung bekerja dengan maskimal untuk mempercepat pembangunan di Kabupaten Pekalongan.
‘’Saya ucapkan selamat kepada seluruh pejabat yang baru saja dilantik. Saya berharap setelah ini bapak-bapak semua bisa langsung tancap gas untuk bersama-sama membantu saya dan Pak Riswadi untuk mempercepat pembangunan di Kabupaten Pekalongan ini, dengan program-program yang implementatif,’’
‘’Saya juga berharap program-program yang akan dijalankan itu merupakan program pembangunan yang terlihat nyata, dan dapat bermanfaat secara langsung bagi masyarakat dan tetap sesuaikan dengan visi misi bupati dan wakil bupati Pekalongan,’’ kata Bupati Pekalongan Fadia Arafiq. (Dian-Kominfo)
Sabtu, 25 Juni 2022
Program Sapujagad tersebut diwujudkan oleh Disdukcapil Kabupaten Pekalongan dengan melakukan “jemput bola” perekaman data dan penerbitan dokumen kependudukan ke pelosok wilayah kabupaten Pekalongan. Tercatat sepanjang tahun 2021 telah 49 kali ‘jemput bola’ dilaksanakan. Dalam kegiatan tersebut Tim Sapujagad melakukan pelayanan perekaman KTP Elektronik, pembuatan KIA serta akte kelahiran. Selanjutnya di semester pertama tahun 2022 ini, yaitu bulan Januari sampai Juni 2022, kegiatan serupa juga telah dilaksanakan di beberapa tempat antara lain di Kecamatan Bojong, Buaran, Kajen, Karangdadap, Kesesi, Wonopringgo dan Wiradesa.
Kepala Bidang Pelayanan Pendaftaran Penduduk Disdukcapil Kabupaten Pekalongan, Moh Anggoro SH.,MM menjelaskan bahwa inovasi Sapujagad merupakan inovasi jemput bola ke rumah - rumah warga penyandang disabilitas untuk melakukan perekaman dan penerbitan dokumen kependudukan bagi para penyandang disabilitas yang selama ini belum tersentuh keberadaannya.
Lebih lanjut Anggoro menuturkan, bahwa tujuan program Sapujagad adalah supaya semua warga Kabupaten Pekalongan mempunyai dokumen kependudukan seperti KTP dan KK. “ Harapannya, dokumen kependudukan tersebut bisa digunakan untuk memperoleh bantuan-bantuan baik dari pemerintah maupun yang lainnya, disamping sebagai identitas diri tentunya,’ imbuhnya.
Selanjutnya Anggoro berpesan bagi masyarakat yang mempunyai keluarga disabilitas dan belum pernah rekam data atau belum punya KTP, bisa menghubungi kantor Disdukcapil melalui desa/kelurahan setempat, dan nantinya desa / kelurahan tersebut akan menghubungi kantor Disdukcapil melalui surat untuk ditindaklanjuti. “ Semua pelayanan diberikan secara gratis,” tegas Anggoro. (Dian-Kominfo)
Rabu, 22 Juni 2022
Dalam sambutannya, Bupati Fadia menyampaikan ucapan selamat kepada para guru yang mendapat tugas tambahan sebagai kepala sekolah. Menurut bupati, mutasi merupakan hal yang biasa dalam pemerintahan.
Bupati berpesan agar para kepala sekolah dapat menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya. “Aturan harus dilaksanakan. Jangan membuat sesuatu yang di luar aturan sehingga akan mempersulit diri sendiri,” ungkap bupati.
Bupati meminta agar para kepala sekolah semangat untuk menjalankan tugas dan semangat membesarkan sekolahnya.
Dalam kesempatan tersebut, bupati juta berpesan agar sekolah negeri bisa menjadi sekolah favorit. “Karena sekarang banyak sekolah swasta yang tentunya bersaing dengan sekolah negeri,” ujar bupati. Oleh karena itu, lanjutnya, sekolah negeri harus menunjukkan prestasi-prestasi dan keunggulannya, sehingga sekolah diminati.
Dalam kesempatan tersebut, bupati juga menyampaikan program pemberian seragam gratis bagi siswa-siswi sekolah negeri yang tidak mampu. Bupati meminta agar kepala sekolah dapat mengawal penyaluran seragam gratis tersebut agar sesuai sasaran.
“Dengan bantuan seragam tersebut, diharapkan anak-anak di Kabupaten Pekalongan bisa sekolah semua. Terutama di sekolah negeri,” ucap bupati.
Sumber : Prokompim Kab. Pekalongan
Selasa, 21 Juni 2022
Kegiatan dibuka Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, SE MM dan diikuti 141 Siswa-siswi dari 47 SMP Negeri di Kabupaten Pekalongan. Para peserta akan berkompetisi dalam beberapa cabang mata pelajaran, di antaranya Pendidikan Agama Islam (PAI), Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), dan Bahasa Indonesia.
Bupati Fadia dalam sambutannya menyampaikan apresiasinya kepada BAZNAS atas kegiatan LCC yang diselenggarakan. “Ini adalah bukti bahwa BAZNAS ini bukan hanya memikirkan tingkat sosial saja tetapi juga pendidikan anak-anak di Kabupaten Pekalongan ini,” ujar Fadia.
Dia berharap BAZNAS dapat menyelenggarakan kegiatan LCC setiap tahun. “Mudah-mudahan bisa berkelanjutan setiap tahunnya sehingga anak-anak ini semangat untuk mengikuti lomba dan semangat menjadi yang terbaik disekolahnya supaya bisa dikirim ke lomba,” kata Fadia.
Fadia dalam kesempatan itu juga meminta kepada para guru yang hadir untuk memberikan semangat kepada seluruh siswa yang mengikuti perlombaan, apapun hasilnya. “Siapapun anak yang masuk ke final itu berarti alhamdulillah mewakili sekolah. Kita patut bersyukur dan yang tidak masuk final ataupun tidak juara, kita tetap harus memberikan semangat, karena mereka anak-anak yang hadir di sini datang kesini sudah anak-anak terpilih,“ tuturnya.
Dia juga meminta para guru untuk dapat memberi dukungan dan semangat kepada anak sesuai dengan keahliannya masing-masing, “Setiap anak memiliki kelebihan masing-masing, ada anak yang ahli matematika, ada yang ahli fisika, ada yang ahli agama, ada yang ahlinya berbeda-beda,” tuturnya.
Selain itu, para guru juga diharapkan dapat menjadi sahabat untuk anak-anak didiknya sehingga dengan begitu anak dapat dengan sendirinya bercerita kepada guru dan guru dapat mengetahui apa yang diinginkan anak. “Sehingga anak-anak di Kabupaten Pekalongan ini Insya Allah yang tadinya mau keluar jalur melakukan hal-hal buruk yang tidak amanah menjadi kembali ke jalur amanah,” ungkap bupati.
Pada kesempatan tersebut Bupati Fadia juga mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menyediakan hadiah kepada siswa-siswi yang berprestasi dengan menjadi pemenang lomba tingkat Provinsi dan Nasional. “Hadiah sebesar Rp. 1,5 juta untuk juta Juara Provinsi dan Nasional kurang lebih 2.5 juta,” terang bupati.
Ketua BAZNAS Kabupaten Pekalongan KH. Muhtarom dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada Pemkab dan Seluruh ASN di Kabupaten Pekalongan atas kerjasama yang baik selama ini. ”Terima kasih atas kerjasama yang baik selama ini sehingga program-program BAZNAS bisa terwujud, diantaranya adalah Cerdas Cermat Se-Kabupaten Pekalongan ini,” kata Muhtarom.
Muhtarom juga berharap, melalui kegiatan LCC yang digelar BAZNAS tersebut indeks Pendidikan Kabupaten Pekalongan dapat meningkat dan masuk ke peringkat 10 besar se-Jawa Tengah.
Sumber : Prokompim Kab Pekalongan
Selasa, 21 Juni 2022
Dalam sambutannya, Bupati Fadia menyampaikan ucapan terima kasih kepada Letkol CZi Hamonangan Lumban Toruan atas kerja sama yang terjalin selama ini. “Saya atas nama pribadi dan atas nama Bupati Pekalongan, mengucapkan terima kasih atas luar biasa kerja sama kita, kerja keras kita, kekeluargaan kita, selama ini yang sebenarnya tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata,” ungkap bupati.
Bupati Fadia mengucapkan selamat bertugas di tempat yang baru kepada Hamonangan. “Forkopimda Kabupaten Pekalongan sangat solid dan kompak. Kebersamaan kita selama ini, hari ini kita terpisahkan oleh keadaan. Doa saya, Abang lebih nyaman di tempat yang baru dan pangkat Abang meningkat lebih cepat. Mudah-mudahan sebentar lagi jadi Jenderal. Kamipun warga Kabupaten Pekalongan ikut bangga. Kami sangat kehilangan dengan kerja keras beliau,” tutur bupati.
Bupati menyampaikan terima kasih yang tak terhingga, berkat kerja keras dan semangat Hamonangan dalam menurunkan angka Covid-19 di Kabupaten Pekalongan. “Dan alhamdulillah Covid-19 di Kabupaten Pekalongan saat ini pada level 1. Mudah-mudahan segera zero covid-19,” harap bupati.
Bupati memohon maaf kepada mantan Dandim 0170 Pekalongan, jika ada kekurangan selama ini agar dibukakan pintu maaf yang seluas-luasnya.
Bupati mengucapkan Selamat datang kepada Dandim 0701 Pekalongan yang baru. Fadia berharap Letkol Inf Rizki Adiya betah di Kabupaten Pekalongan. “Selamat datang di Kabupaten Pekalongan. Di Kabupaten Pekalongan ini insya allah Abang akan betah. Karena Kabupaten Pekalongan ini nyaman, aman, masyarakatnya baik sekali dan sopan menurut saya, tidak ada huru-hara yang menakutkan. Forkompimda Kabupaten Pekalongan juga baik-baik semua. Saya yakin Abang akan beradaptasi dengan mudah,” ucap bupati.
Bupati memaparkan Kabupaten Pekalongan terdiri dari 19 kecamatan dengan 285 desa/kelurahan dan jumlah penduduknya hampir 1 juta jiwa. “Selamat datang, selamat bergabung dengan Keluarga Besar Kabupaten Pekalongan. Kekeluargaan kita alhamdulillah sangat baik. Oleh karena itu, saya yakin Abang akan beradaptasi dengan mudah,” ujar bupati.
Dandim 0710 Pekalongan, Letkol Inf Rizki Adiyta dalam sambutannya berharap dapat melanjutkan tugas yang sudah dilaksanakan Dandim sebelumnya. Sebelumnya Rizki bertugas di Papua, tepatnya di Manokwari Selatan. Sebelumnya juga pernah bertugas di Batalyon Infanteri 411 Salatiga. “Tugas di Papua memang sangat luar biasa dan alhamdulillah saya bisa kembali mengabdi di Tanah Jawa ini,” tutur ayah 2 anak itu.
Rizki menyatakan siap bergabung dengan keluarga besar Kabupaten Pekalongan. “Semoga kami bisa membantu dalam melaksanakan tugas dari pemkab dan forkopimda lainnya dan seluruh masyarakat. Kami siap untuk membantu pemkab untuk mensejahterakan masyarakat,” ungkap pria berusia 40 tahun itu.
Dia memohon bimbingan dan arahan Bupati dan unsur forkopimda lainnya agar diingatkan jika ada kekurangpasan dalam pelaksanaan tugas. “Apabila kita nanti bersinergi, melaksanakan tugas dengan baik, semoga hasilnya bisa bermanfaat untuk Kabupaten Pekalongan,” harap Rizki.
Mantan Dandim 0710 Pekalongan, Letkol Inf CZI Hamonangan Lumban Toruan dalam sambutannya menyampaikan bahwa penggantinya, sebelumnya bertugas di Papua dan lama berdinas di pasukan. “Jadi kalau jebolan Papua itu, kalau menghadapi huru-hara itu sudah paten. Tidak ada kata mundur,” tutur Hamonangan.
Oleh karena itu dia yakin, seluruh pejabat, tokoh agama dan tokoh masyarakat akan menerima dengan baik Dandim baru.
Hamonangan menyatakan pamit dan memohon maaf kepada semua pihak, jika ada perbuatan atau tutur kata yang menyakiti atau melukai perasaan masyarakat Kabupaten Pekalongan. “Apa yang kami lakukan semata-mata mendukung program Kabupaten Pekalongan,” ujarnya.
Hamonangan mengaku banyak kenangan yang dirasakannya selama berdinas di Kabupaten Pekalongan. “Apalagi pada masa pandemi Covid-19 kemarin. Bagaimana kolaborasi, kerja sama kita, baik dari TNI, Polri, Dinkes, Satpol PP, Dishub, saya sangat hormat dan apresiasi setinggi-tingginya pada rekan-rekan semuanya” ujar Hamonangan.
Dia berharap kepada Dandim yang baru agar dapat menjaga keguyuban yang sudah terjalin. “Saya yakin seluruh OPD siap bekerja sama dengan Kodim 0170 Pekalongan,” kata Hamonangan.
Dia juga memohon do’a dari seluruh undangan yang hadir dan seluruh masyarakat Kabupaten Pekalongan agar dirinya diberikan kelancaran dalam melaksanakan tugas di tempat yang baru, di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Dia juga membuka pintu yang seluas-luasnya untuk mampir apabila ada tugas ke Yogyakarta.
Dr. KH Syam’ani Syahroni, mewakili masyarakat Kabupaten Pekalongan menyampaikan terima kasih atas pengabdian dan perjuangan Mantan Dandim Hamonangan Lumban Toruan di Kabupaten Pekalongan dan mengucapkan selamat datang kepada Dandim yang baru Letkol Inf. Rizki Aditya berharap agar dapat meneruskan perjuangan Dandim sebelumnya. “Saya yakin lebih muda lebih berani,” ungkap Syam’ani. Dia juga berharap Dandim baru juga lebih familiar dengan masyarakat.
Sumber : Prokompim Kab. Pekalongan
Senin, 20 Juni 2022
Dalam sambutannya pada kegiatan tersebut, Bupati Fadia menyampaikan ucapan selamatnya kepada seluruh siswa-siswi kelas 6 SDIT Insan Mulia yang lulus, “Saya mengucapkan selamat kepada seluruh anak-anakku semua yang hari ini pelepasan, lulus, tamat, kelas 6 SD yang akan memasuki ke jenjang yang lebih tinggi, jenjang anak-anak remaja yaitu SMP,” ujar bupati.
Bupati juga mengungkapkan harapannya agar siswa- siswi lulusan SDIT Insan Mulia dapat konsisten mempertahankan ajaran baik yang diterima selama bersekolah di SDIT Insan Mulia, “Semoga anak-anak kita ini tetap bisa mempertahankan jaran-ajaran yang sudah diberikan selama di SDIT Insan Mulia ini dan tetap menjaga nama baik dari lulusan anak-anak SDIT Insan Mulia,” kata bupati.
Pada kesempatan tersebut Bupati Fadia juga mengapresiasi penyelenggaraan pendidikan yang selama ini dijalanlan di SDIT Insan Mulia Kajen. Bupati berharap Yayasan bisa mengembangkan menjadi SMP dan SMA.
Ketua Yayasan Sejahtera Kajen Agus Imam Santoso, SE dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih atas dukungan seluruh pihak sehingga lembaganya dapat berkembang seperti sekarang, “Ini tidak lepas dari begitu banyak dukungan Pemda khususnya dari Kabupaten Pekalongan, dan juga secara khusus dari Dinas Pendidikan baik pembinaan terhadap guru-guru kami maupun juga didalam pemenuhan sarana dan prasarana yang ada di kami,” ujar Agus.
Kepala Sekolah SDIT Insan Mulia Kajen Rustini, S.Pd. dalam laporannya menyebutkan siswa-siswi kelas 6 SDIT Insan Mulia semuanya lulus, “Alhamdulillah sebelum agenda pelepasan ini Hari Rabu, tepatnya Tanggal 15 juni 2022 kemarin, kami sudah mengumumkan hasil kelulusan siswa SDIT kelas 6 dengan jumlah siswa 63 dan Alhamdulillah lulus semua,” ungkap Rustini.
Rustini juga mengatakan bahwa selain pelepasan siswa kelas 6, juga digelar kegiatan pembagian rapor bagi kelas 1 sampai kelas 5, “Selain khataman dan pelepasan kelas 6 hari ini kami juga mengundang seluruh wali murid SDIT insan mulia kelas 1 sampai kelas 5 yang berjumlah 368 siswa agar menerima hasil belajar selama semester 2 sekaligus menyampaikan kenaikan kelas. Nanti disampaikan oleh wali kelas masing-masing. Apakah naik atau tidak,“ kata Rustini.
Sumber : Prokompim Kab Pekalongan
Senin, 20 Juni 2022
PUSPAGA adalah tempat pembelajaran untuk meningkatkan kualitas kehidupan keluarga yang dilakukan oleh tenaga profesional melalui peningkatan kapasitas orang tua/ keluarga atau orang yang bertanggung jawab terhadap anak dalam menjalankan tanggung jawab mengasuh dan melindungi anak. PUSPAGA juga sebagai wadah pendampingan bagi setiap keluarga untuk memecahkan permasalahan – permasalahannya, termasuk juga sebagai kelembagaan penguatan pengarusutamaan gender.
PUSPAGA merupakan bentuk layanan pencegahan dibawah koordinator Dinas PPPA dan PPKB sebagai wujud kepedulian Negara dalam meningkatkan kehidupan keluarga dan ketahanan keluarga melalui program pendidikan atau pengasuhan, keterampilan menjadi orang tua, keterampilan melindungi anak, kemampuan meningkatkan partisipasi anak dalam keluarga maupun pelayanan program konseling bagi anak dan keluarga.
Sasaran pelaksanaan PUSPAGA yaitu anak, orang tua, wali, calon orang tua, termasuk generasi remaja atau dewasa yang telah berencana berumah tangga. Kemudian mereka yang beresiko mengalami kekerasan, eksploitasi, penelantaran dan perlakuan salah. Adapun dalam PUSPAGA ini jenis pelayanan yang diberikan antara lain konseling, psikoedukasi, pengurangan resiko (penjangkauan), rujukan dan tes psikologi.
Dinas PPPA dan PPKB Kabupaten Pekalongan sejauh ini telah melakukan sosialisasi pembentukan PUSPAGA dalam mendukung kuallitas keluarga menuju kabupaten Pekalongan Layak anak, pada selasa (14/06) di kafe ‘Teman Cerita” Wonopringgo dengan mengundang TKSK, Penyuluh Agama Islam, Peksos, PPKS serta tenaga full timer, dan rencananya di Bulan Oktober mendatang juga akan dilaksanakan acara serupa di tempat yang sama. Selanjutnya setelah kegiatan sosialisasi ini diharapkan segera terbentuk PUSPAGA di tingkat kabupaten Pekalongan.
Kepala Dinas PPPA dan PPKB Kab. Pekalongan, melalui Kabid. Pemenuhan Hak dan Perlindungan Anak (PHPA), Tina Eri Astuti, SE, MM berharap dengan terbentuknya PUSPAGA di Kabupaten Pekalongan maka akan terwujud pula kualitas ketahanan keluarga yang bersinergi dengan lembaga layanan, dan lembaga berbasis partisipasi masyarakat. “ Kami akan berupaya sebaik mungkin agar keberadaan PUSPAGA mudah diakses atau dijangkau oleh masyarakat, sehingga PUSPAGA mampu berfungsi maksimal dalam membantu permasalahan di tingkat keluarga, kami juga berencana akan ikut mengkaji dispensasi kawin bekerjasama dengan Pengadilan Agama,“ tegas Tina (Dian-Kominfo)
Jumat, 17 Juni 2022