Bantu kami meningkatkan kualitas Website Resmi Kabupaten Pekalongan dengan mengisi survei singkat (±1 menit).
KAJEN – Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq,SE.,MM mengatakan bahwa di Kabupaten Pekalongan banyak pekerja migran. Bupati sependapat bahwa para pekerja migran berjuang besar untuk negara. Oleh karena itu, para PMI harus diperhatikan oleh Pemerintah. Hal ini disampaikannya saat diwawancarai usai menandatangani kesepakatan dengan Badan Pelindungann Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) di Aula Abdurrahman Wahid BP2MI, Jakarta, Kamis (16/6).
Penandatanganan Kesepakatan antara BP2MI dan sejumlah pemerintah daerah, termasuk Pemkab Pekalongan dan perguruan tinggi ini berkaitan tentang Penempatan dan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia.
“Dengan pemberangkatan pekerja migran secara resmi, kita bisa lebih memantau keadaan para pekerja tersebut dan bisa memberikan perlindungan yang maksimal,” ujar Bupati Fadia.
Dikatakan pula Pemkab Pekalongan juga sepakat untuk memberikan pelatihan dan pendidikan serta bahasa yang cukup untuk para pekerja migran yang akan diberangkatkan ke luar negeri. “Harapannya, setelah mendapatkan bekal pendidikan dan pelatihan, pekerja migran dari Kabupaten Pekalongan bisa bekerja di luar negeri sesuai kompetensinya dan juga bisa mendapatkan hasil yang maksimal untuk kehidupan mereka,” ujar Bupati Fadia.
Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) , Benny Ramdhani, dalam sambutannya mengatakan Pekerja Migran Indonesia (PMI) merupakan penyumbang devisa negara terbesar ke-2, setelah sektor migas dan penyumbang devisa terbesar ke-3 yaitu sektor Pariwisata.
Benny mengutarakan, negara wajib memberi penghormatan kepada para pekerja migran selayaknya kontingen atau duta-duta negara dalam Olimpiade dunia, Karena mereka menyumbangkan devisa yang sangat besar, yaitu sekitar 159,6 Triliun Rupiah per tahun. “Hal ini tidak banyak diketahui publik, karena kurang dideklarasikan dalam acara-acara resmi, sehingga kita abai,” ungkap Benny.
Benny menyebutkan, ada sekitar 4,4 juta PMI bekerja di luar negeri yang diberangkatkan secara resmi. Namun, jumlah PMI illegal jumlahnya lebih banyak, yaitu sekitar 4,6 juta orang.
Para pekerja migran acapkali mengalami tindakan tidak manusiawi, penganiayaan, kekerasan seksual, bahkan pembunuhan di negara tempat para migran Indonesia bekerja. Para PMI yang mengalami kejadian tersebut sebagian besar adalah PMI yang diberangkatkan secara illegal oleh mafia dan sindikat yang ingin mendapatkan keuntungan besar dari bisnis perdagangan manusia.
Oleh karena itu, dalam kesempatan itu, Benny mengajak kepada seluruh aparat terkait dan stakeholder untuk tidak membiarkan hal tersebut terjadi. “Sangat ironis jika negara kita yang dikenal religius membiarkan hal itu terjadi,” ucap Benny.
Melalui Penandatanganan kesepakatan siang itu, harapannya dapat menjadi awal yang baik untuk menguatkan sinergi kelembagaan dan menghadirkan Negara dalam memberikan pelindungan pekerja migran Indonesia secara menyeluruh sebelum dan setelah bekerja baik dari aspek hukum, ekonomi dan sosial.
Lebih lanjut Benny menegaskan, bahwa PMI yang diberangkatkan resmi harus mendapatkan pelatihan dan pendidikan, sehingga mereka memiliki kompetensi, keahlian, ketrampilan, dan kemampuan berbahasa yang cukup. (Red)
Sumber : Prokompim Kab. Pekalongan
Jumat, 17 Juni 2022
KAJEN – Pemkab Pekalongan menyalurkan bantuan kepada tujuh partai politik (parpol). Ketujuh parpol tersebut yaitu PKB, PDI-P, PAN, PPP, Partai Golkar, Partai Gerindra dan PKS. Bantuan diberikan hanya kepada partai politik yang mempunyai keterwakilan di DPR untuk ditingkat pusat dan di DPRD untuk di daerah. Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq SE, MM di Aula Lantai 1 Setda Kabupaten, Rabu (15/6).
KAJEN – Pemerintah Kabupaten Pekalongan kembali menggelar Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) Pelajar dan Umum Tingkat Kabupaten Pekalongan. Kegiatan yang sempat ditiadakan selama 3 tahun karena Pandemi Covid-19 ini akhirnya dapat kembali diselenggarakan di Gedung Islamic Centre, Kedungwuni, Selasa (14/6) pagi.
KAJEN – Petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Rukun Karya di Desa Sangkanjoyo, Kecamatan Kajen mendapatkan bantuan pompa air dari Perusahaan Listrik Negara (PLN). Selain itu, petani juga menerima bantuan rumah pompa dan lampu penghalau hama.
Bantuan tersebut diserahkan PT. PLN Unit Pelaksana Pelanggan (UP3) Pekalongan di Desa Sangkanjoyo, Selasa (14/6). Seremonial penyerahan bantuan disaksikan Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq.
KAJEN – Pekan Special Olympics Nasional (PeSONas) diharapkan dapat memberikan ruang bagi talenta-talenta khusus anak-anak penyandang disabilitas di Kabupaten Pekalongan yang selama ini kurang mendapatkan perhatian dari lingkungan dan keluarga karena keterbatasannya. Dengan begitu diharapkan dapat menumbuhkan rasa percaya diri dalam diri anak penyandang disabilitas.
KAJEN – Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, SE., MM. meminta para guru dan Sekolah Negeri di Kabupaten Pekalongan berkomitmen mendukung visi dan misi Kabupaten Pekalongan yaitu pendidikan gratis bagi anak-anak tidak mampu di Kabupaten Pekalongan. Hal ini disampaikan bupati pada gelaran Konferensi Kerja Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Pekalongan yang diselenggarkan di Kantor PGRI Kecamatan Kajen, Kamis (9/6) pagi.
Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, SE, MM dalam.sambutannya berharap bantuan bermanfaat dan dapat digunakan dengan sebaik-baiknya dan sesuai dengan yang seharusnya. “Saya sebagai Bupati Pekalongan saya tidak pernah intervensi ke dalam partai. Saya mendukung semua partai yang ada di Kabupaten Pekalongan. Mari kita bersama-sama membangun Kabupaten Pekalongan agar lebih baik dan lebih sejahtera,” ungkap bupati.
Bupati berharap partai-partai yang belum mendapatkan kursi, pada Pemilu Legislatif Tahun 2024 nanti mendapatkan kursi, sehingga bisa mendapatkan bantuan parpol.
Plt Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Pekalongan, Haryanto Nugroho, S,STP melaporkan, penyaluran bantuan keuangan dari pemerintah daerah kepada partai politik terwakili merupakan bentuk transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan daerah.
Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Dra. Hj. Hindun, MH dalam sambutannya berharap Parpol dapat menciptakan iklim politik yang kondusif di Kabupaten Pekalongan dan membawa kesejahteraan dan kemanfaatan bagi masyarakat Kabupaten Pekalongan. “Saya yakin, para pimpinan parpol sudah melakukan fungsinya dalam kaderisasi di parpol masing-masing dan memberikan pendidikan politik bagi masyarakat sesuai peruntukan bantuan parpol,” ujar Hindun.
Kegiatan Simbolis Penyerahan Bantuan Parpol Terwakili dihadiri unsur Forkopimda Kabupaten Pekalongan, Pengurus Parpol yang terdiri dari Ketua, Sekretaris dan Bendahara, Ketua KPU dan Bawaslu, serta OPD dan instansi terkait.
Sumber : Tim Prokompim Kab. Pekalongan
Kamis, 16 Juni 2022
Penyelenggaraan MTQ menyusul melandainya kasus Covid-19 di Kabupaten Pekalongan dan status Level PPKM Kabupaten Pekalongan saat ini telah turun menjadi Level 1. Kegiatan dapat kembali dilaksanakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.
Bupati Pekalongan Fadia Arafiq SE.,MM menyampaikan apresiasi atas teselenggaranya kegiatan tersebut. Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang mengikuti kegiatan MTQ.
Menurutnya, seluruh peserta merupakan anak-anak terpilih walaupun baru berstatus sebagai peserta saja tetapi sudah merupakan sesuatu yang patut dibanggakan karena menunjukkan anak tersebut bisa membaca Al Qur’an dengan baik serta merupakan sebuah prestasi telah menjadi perwakilan dari sekolah atau Kecamatan yang diwakilinya.
“Dari ratusan atau ribuan anak di Kabupaten Pekalongan ini, adik-adik semuanya, anak-anakku semuanya yang terpilih hari ini merupakan anak-anak yang luar biasa,” ungkap Fadia.
Pada kesempatan itu Fadia juga menunjukkan dukunganya dengan meminta para peserta untuk tampil percaya diri.“Jangan takut, jangan minder, harus berani karena kalau sepintar apapun juga jago seperti apapun, latihan kayak apapun kalau minder itu susah nanti,” ujar bupati.
Dia juga berpesan agar para peserta tidak perlu terlalu memikirkan hasil akhir dari perlombaan MTQ tersebut dan menurutnya, yang terpenting peserta berani menunjukkan kemampuan dalam lomba MTQ serta tumbuh rasa percaya diri dalam diri peserta. “Menang kalah urusan belakangan yang penting lomba dulu dan tidak minder dulu,” kata Fadia.
Melalui kegiatan MTQ yang diselenggarakan, Fadia berharap anak-anak di Kabupaten Pekalongan dapat menunjukkan kemampuannya membaca Al-Qur’an sehingga akan ditemukan bibit-bibit berprestasi yang nantinya dapat mengharumkan nama Kabupaten Pekalongan di tingkat Provinsi maupun tingkat Nasional.
Sebagai motivasi, Fadia mengatakan bahwa tahun ini pemkab telah memberikan insentif kepada para Hafidz dan Hafidzoh di Kabupaten Pekalongan sebesar Rp. 500.000 per orang. Melalui insentif tersebut, diharapkan semboyan Kota Santri dapat terus ditegakkan dan anak-anak Kabupaten Pekalongan bisa membaca Al-Qur’an.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Pekalongan Subagyo melaporkan sampai dengan tanggal 14 Juni 2022, kegiatan MTQ diikuti sebanyak 206 peserta yang terdiri atas 211 peserta pelajar dan 86 peserta umum. “Jumlah keseluruhan ada 297 peserta,” kata Bagyo.
Bagyo menuturkan, peserta kategori pelajar diikuti oleh pelajar SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA putra putri dari 19 Kecamatan. Sedangkan dari kategori peserta umum diikuti oleh peserta anak, remaja dan dewasa putra dan putri. Nantinya seluruh peserta akan berkompetisi dalam beberapa cabang perlombaan.
“MTQ pelajar ada putra/putri dari Tilawah SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA. Tartil diikuti dari SD/SMP dan SMA. Tahfidz 1 Juz dan Tilawah untuk SMP dan MTs dan Tahfidz 5 Juz dan Tilawah untuk SMA dan MA. MTQ umum terdiri dari Tilawah anak, Tilawah remaja, Tilawah dewasa. Tahfidz 1 Juz dan Tilawah, Tahfidz 5 Juz dan Tilawah, Tahfidz 10 Juz, Tahfidz 20 Juz, dan Tahfidz 30 Juz,” papar Bagyo.
Lebih lengkap, kejuaraan MTQ ini memperebutkan gelar terbaik dan pemenang lomba akan mendapatkan piala, piagam, serta uang pembinaan. Kegiatan dijadwalkan berlangsung hingga 15 Juni 2022.
Sumber : Tim Prokompim Kab. Pekalongan.
Rabu, 15 Juni 2022
Bupati Pekalongan Fadia Arafiq dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada PT. PLN Pekalongan atas perhatian kepada Kelompok Tani di Desa Sangkanjoyo. “Ini adalah hal yang luar biasa. Ini adalah CSR (Corporate Social Responsibility) yang mengena, CSR yang bermanfaat sekali bagi masyarakat,” tutur Bupati.
Bupati berharap dengan bantuan tersebut, produktivitas pertanian di Desa Sangkanjoyo meningkat. “Diharapkan ekonomi berjalan lebih baik, panen berjalan lebih baik dan agar kesusahan-kesusahan yang ada selama ini, dengan adanya alat ini jadi mudah Jika petani mendapatkan kemudahan-kemudahan, petani dapat bertani dengan baik dan panen bisa maksimal,” harap Fadia.
Bupati juga berharap ketahanan pangan di Kabupaten Pekalongan bagus dan menurutnya, hal itu memerlukan dukungan atau support yang bagus pula. “Masalah ketahanan pangan menjadi PR kita semua. Mudah-mudahan Ketahanan Pangan di Kabupaten Pekalongan tetap bagus dengan upaya-upaya yang kita lakukan,” ujarnya.
Manager UP3 Pekalongan, Muhammad Khadafi, dalam sambutannya menyampaikan bahwa PLN memiliki program CSR atau sekarang disebut sebagai TJSL (Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan) selaku penyedia tenaga listrik.
PLN memiliki 4 program unggulan, di antaranya bantuan rumah pompa, pompa air dan lampu penghalau hama. Program diharapkan dapat membantu petani Rukun Karya Desa Sangkanjoyo dalam mengelola pertanian, khususnya terkait pengairannya. ”Potensi yang ada dalam pertanian ini dinilai sangat besar dalam memenuhi kebutuhan pokok masyarakat. PLN mendukung program ini dapat dilaksanakan secara berkesinambungan serta mengedepankan pertanian bisa menjadi unggul dengan dukungan sarana yang baik, salah satunya dengan kehadiran listrik di sini,” ujar Khadafi.
Diharapkan dengan bantuan tersebut, ada efisiensi dalam proses pertanian yang sebelumnya menggunakan mesin berbahan bakar solar dengan biaya operasional bulanan yang cukup besar. “TJSL sudah langsung siap pakai sehingga petani bisa menggunakan program ini dan diharapkan ada peningkatan produktivitas pertanian,” ucap Khadafi.
Sementara itu Kades Sangkanjoyo yang juga merupakan Ketua Ketua Kelompok Tani Rukun Karya, Rudi Hartono dalam sambutannya melaporkan bahwa mayoritas penduduk Desa Sangkanjoyo adalah petani dan luas lahan pertanian di desa tersebut sekitar 148 hektare. Menurutnya, dengan bantuan tersebut, setidaknya pengairan lahan pertanian seluas 30 hektare dari 148 hektare yang ada di desanya terbantu. “Alhamdulillah dari PLN ada kepedulian untuk kami. Ini sangat membantu petani di sini,” ujar Rudi.
Kegiatan dihadiri Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Wahyu Kuncoro, Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Yudhi Himawan dan Kepala OPD terkait lainnya di Lingkungan Pemkab Pekalongan, Unsur Forkopimcam Kajen, Kades Sangkanjoyo, ibu-ibu PKK dan kelompok tani dan warga masyarakat.
Sumber : Tim Prokompim Kab. Pekalongan
Rabu, 15 Juni 2022
“Dari haul ini hikmahnya bagi kita yang masih hidup, bahwa orang yang menanam kebaikan semasa hidupnya, akan dikenang sepanjang masa. Kita semua kelak akan meninggal dunia, sehebat apapun kita, sebesar apa pun kita,” tutur Bupati Fadia. Oleh karena itu, dia mengajak agar warga, tak terkecuali dirinya, berlomba-lomba menanam kebaikan.
“Bukan berarti yang muda meninggalnya lebih belakangan. Tapi semua sudah ditakdirkan Allah,” imbuh bupati.
Dalam kesempatan tersebut bupati menyampaikan rasa takjubnya akan kecintaan seluruh masyarakat Kabupaten Pekalongan dan sekitarnya terhadap Almaghfurallah Mbah Wali Tandur yang merupakan Putra Raja Siliwangi. Hal itu tercermin dari warga yang memadati kegiatan haul. “Semoga kita semua dapat bersama para wali dan Rasulullah saat Hari Kiamat nanti. Amin,” ungkap Bupati.
Haul dihadiri para kiai, para alim ulama, para ustadz, Kepala OPD terkwit di lingkungan Pemkab Pekalongan, unsur forkopimcam Kajen, para kades di wilayah Kecamatan Paninggaran, anggota PKK Paninggaran dan para peziarah
Kegiatan, menurutnya, berdampak terhadap ekonomi masyarakat sekitar. “Masyarakat berbondong-bondong ke sini, dagangan para pedagang laku semua. Insya Allah semua mendapat barokah dari kegiatan ini,” harap Fadia.
Bupati mengatakan, bahwa level covid-19 di Kabupaten Pekalongan level 1, sehingga, menurutnya, kegiatan pengajian bisa diselenggarakan. “Yang penting protokol kesehatan diterapkan,” tandas bupati.
Bupati dalam kesempatan tersebut juga menyampaikan bahwa Paninggaran merupakan wilayah yang kaya akan sumber alam, terutama tanaman. Diantaranya yaitu manggis, cengkih, dan teh. “Teh premium kualitas ekspor juga dari Paninggaran,” ujar Fadia.
Lebih lanjut dikatakan bahwa dalam waktu dekat Objek Wisata Linggoasri, Kajen akan ditata, agar menarik lebih banyak pengunjung. Dengan penataan OW Linggoasri, perekonomian masyarakat Paninggaran meningkat. “Insya Allah penataan akan dimulai tahun 2023. Saat ini sudah ada DED (Detailed Engineering Design)nya,” ujar Fadia.
Sumber : Tim prokompim Kab. Pekalongan
Selasa, 14 Juni 2022
Demikian disampaikan Wakil Bupati Pekalongan Riswadi, SH. dalam sambutanya pada kegiatan Serah Terima Estafet Obor Pesonas SOIna (Special Olympics Indonesia) di SMALB Negeri Wiradesa, Kamis (9/6).
“Olimpiade Spesial Nasional ini membangkitkan mereka yang mempunyai talenta supaya ada ruang, ada media yang mereka dianggap manusia biasa yang sempurna juga,” tutur Wabup Riswadi.
Riswadi mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan selama ini selalu berupaya memberikan kenyamanan dan perhatian kepada para penyandang disabilitas di Kabupaten Pekalongan diantaranya meminta kantor-kantor pelayanan publik menyediakan jalur miring untuk penyandang disabilitas.
Pemkab juga melakukan upaya pendataan para penyandang disabilitas di Kabupaten Pekalongan guna memastikan para penyandang disabilitas terdata dan hak-haknya bisa terpenuhi, “Itu merupakan bentuk kepedulian dan empati kita kepada kaum berkebutuhan khusus,” ujar Riswadi.
Pada kesempatan tersebut Riswadi juga memberikan apresiasi kepada para pendidik anak disabilitas di Kabupaten Pekalongan atas dedikasinya mendidik siswa disabilitas dengan penuh kesabaran,
“Saya apresiasi kepada para pendidik yang sabar dan yang selalu setia mendidik anak didiknya itu seperti anaknya sendiri,” ungkap wabup.
Wabup berharap agar siswa SLB di Kabupaten Pekalongan dapat mengikuti kegiatan yang dilombakan pada ajang PeSONas nantinya. Dia juga mengungkapkan pemkab mendukung kegiatan yang melibatkan anak-anak disabilitas contohnya seperti PeSONas.
Terakhir, wabup berterima kasih kepada Perwakilan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dinpora) Kabupaten Pemalang yang telah mengantarkan obor PeSONas kepada Pemerintah Kabupaten Pekalongan, “Terima kasih pengawalan obor dari Kabupaten Pemalang saya terima atas nama Pemerintah Kabupaten Pekalongan,” ucap Riswadi.
Panitia SOIna Provinsi Jawa Tengah Daniel Hakiki mengatakan bahwa kirab obor telah melewati hampir seluruh Pulau Jawa. Setelah dari Kabupaten Pekalongan nantinya kirab obor akan bergerak ke kota pekalongan.
“Nanti dari Kabupaten Pekalongan akan bergerak ke Kota Pekalongan. Begitu seterusnya nanti akan berakhir di Kota Semarang,” jelas Daniel.
Lebih lanjut, Daniel menuturkan bahwa kirab obor merupakan bagian dari peristiwa Pekan Special Olympics Nasional (PeSoNas) Ke-1 Tahun 2022. Kegiatan ini akan digelar pada tanggal 3-8 Juli 2022 di Kota Semarang.
Sumber : Tim Prokompim Kab. Pekalongan
Senin, 13 Juni 2022
Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, SE MM menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap dedikasi dan kerja keras TNI atas selesainya pekerjaan tersebut. “Saya ucapkan matur nuwun luar biasa terutama kepada Keluarga Besar TNI atas dedikasinya, atas kerja kerasnya, dan juga untuk seluruh tokoh masyarakat. Karena dalam waktu 30 hari, jalan desa sepanjang 1700 meter serta gorong-gorong 2 plat di 3 titik selesai dalam waktu satu bulan,” tutur Fadia dalam sambutan pada Penutupan TMMD Sengkuyung Tahap I Tahun 2022 di Windurojo, Kecamatan Kesesi, Kamis (9/6)
Bupati Fadia menyatakan sangat senang dan menilai bantuan TNI ini sangat luar biasa. “Ini sangat luar biasa, karena jalan yang tadinya agak sulit kita sentuh, jalan terpencil, jalan poros desa, yang desa sini tidak mau betulin, desa sana tidak mau betulin, akhirnya jalan itu kapiran (terlantar), bisa selesai semua,” ungkap bupati.
Bupati berpesan kepada masyarakat Desa Windurojo agar jalan yang telah dibangun dijaga dengan baik. Bupati juga berharap pembangunan bisa benar-benar bermanfaat. “ dan pastinya untuk masyarakat Windurojo. Insya Allah dengan jalan yang alus rejekinya ikut mulus. Amin. Para petani, para pedagang tambah lancar usahanya dan anak-anak sekolah tambah mudah sekolahnya,” ujar dia.
Dandim 0710 Letkol CZI Hamonangan Lumban Toruan yang diwakili Kasdim Letkol Inf Raji, menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu kegiatan TMMD sengkuyung I TA. 2022 di Desa Windurojo Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, baik secara moril maupun materiil. “Biarpun kegiatan ini kita masih menghadapi polemik nasional berupa bencana non alam yaitu pandemi corona (Covid-19) akan tetapi program ini tetap dapat terselenggara dengan baik, aman dan lancar sesuai dengan harapan kita bersama,” tutur Raji.
Dalam kegiatan TMMD tidak hanya sasaran fisik saja juga diimbangi dengan pencapaian sasaran non fisik berupa penyuluhan tentang wasbang oleh Kodim, penyuluhan capil dan kependudukan, penyuluhan bahaya narkoba dari polres pekalongan, penyuluhan perlindungan anak (KDRT), penyuluhan kesehatan tentang bahaya covid-19 penyuluhan tentang bencana (BPBD) dan penyuluhan lainnya.
“Pembangunan non fisik ini sangat dibutuhkan dalam rangka membangun dan memperkokoh jiwa dan semangat nasionalis memasyarakat terutama dalam menangkal bahaya pandemi Covid-19 sebagai ancaman stabilitas bangsa dan negara terutama stabilitas kesehatan nasional,” .
Dalam kegiatan Penutupan TMMD siang itu, juga dilakukan penandatanganan naskah serah terima hasil pekerjaan TMMD sengkuyung I TA.2022 Desa Windurojo, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, dari Kodim 0710/Pekalongan kepada Pemerintah Kabupaten Pekalongan.
Sumber : Tim Prokompim Kab. Pekalongan
Jumat, 10 Juni 2022
“Sekolah Negeri kalau kita berkomitmen dan kita memiliki satu visi misi yang sama Insya allah anak-anak tidak mampu di Kabupaten Pekalongan semuanya bisa bersekolah bisa terwujud,” ujar bupati.
Pada kesempatan tersebut bupati mengatakan bahwa Sekolah Negeri sebagai perpanjangan tangan pemerintah daerah dalam proses mencerdaskan anak-anak di Kabupaten Pekalongan diminta dapat mendukung pendidikan yang terjangkau bagi semua golongan termasuk bagi anak-anak tidak mampu. Sehingga Sekolah Negeri dan guru diminta untuk tidak melakukan pungutan biaya yang kiranya memberatkan bagi siswa dan orang tua siswa, “Sekolah negeri semuanya sudah gratis tapi kebijakan saya memang tidak boleh ada sekolah yang sifatnya memberatkan anak-anak,” tutur bupati.
Bupati menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Pekalongan juga memberikan bantuan seragam sekolah gratis kepada siswa-siswa tidak mampu di Sekolah Negeri sebagai upaya dukungan agar anak-anak tidak mampu di Kabupaten Pekalongan semuanya bisa bersekolah.
Pada penerimaan siswa baru tahun 2022 ini, bupati berharap guru dan sekolah khususnya Sekolah Negeri dapat menjangkau lebih banyak anak-anak tidak mampu atau miskin di Kabupaten Pekalongan agar semuanya bisa bersekolah.
“Saya minta untuk tahun ajaran 2022 ini, saya minta supaya bagaimana anak-anak kabupaten Peklongan khususnya yang tidak mampu yang miskin ini agar bisa pada sekolah semua,” ujar bupati.
Terkait konferensi kerja yang digelar, bupati menyampaikan pesan-pesanya dan berharap kegiatan berjalan dengan lancar, “Saya ucapkan selama manjalankan konrefensi kerja untuk PGRI Kabupaten Pekalongan. Semoga nanti dapat mengeluarkan dan mendapatkan ide-ide yang luar biasa, ide-ide yang bagus khususnya untuk kebesaran PGRI di Kabupaten Pekalongan,” ucap bupati.
Bupati juga mengutarakan bahwa konferensi yang digelar merupakan cerminan PGRI sebagai organisasi yang sehat karena menjalankan fungsi AD/ART dengan baik.
Ketua Pengurus PGRI Kabupaten Pekalongan Rejo Herbeno, S.Ip., M.Si dalam laporanya menyampaikan kegiatan Konferensi Kerja PGRI diikuti oleh perwakilan dari 22 cabang PGRI di seluruh Kabupaten Pekalongan, “22 cabang PGRI yaitu 19 cabang di Kecamatan, dan 3 cabang khusus yaitu cabang khusus Dindikbud, cabang khusus Kemenag, dan cabang khusus IGTKI. Sehingga jumlah cabang yang ada di Kabupaten Pekalongan ada 22,” kata Herbeno.
Ketua Pengurus PGRI Provinsi Jawa Tengah, Dr. H. Muhdi, S.H., M.Hum. melalui sambutanya mengapresiasi penyelenggaraan konferensi kerja yang digelar tersebut, “PGRI di Kabupaten Pekalongan merupakan organisasi yang sehat karena menjalankan tertib organisasi diantaranya konferensi kerja,” ujar Muhdi.
Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Plt Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pekalongan, Dewan Pendidikan Kabupaten Pekalongan, Serta Perwakilan Yayasan Lembaga Pendidikan PGRI Kabupaten Pekalongan.
Sumber : Tim Prokompim Kab. Pekalongan
Jumat, 10 Juni 2022
Acara dihadiri oleh Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, SE., MM, Ketua DPW PPNI Jawa Tengah, Ns. Kurnia Yuliastuti, M.Kep, Kepala Dinas Kesehatan Kab Pekalongan, Kepala Badan Kesbangpol Kab Pekalongan, ketua organisasi profesi tenaga kesehatan di Kab Pekalongan, para direktur Rumah Sakit, pimpinan institusi pendidikan tinggi keperawatan, pengurus DPD yang dilantik, dan pengurus DPK PPNI se Kab Pekalongan.
Ketua DPD PPNI Kab Pekalongan, Sulistyo Aji dalam sambutannya menyampaikan selamat bertugas kepada para pengurus DPD PPNI Kab Pekalongan yang baru saja dilantik untuk segera melaksanakan program kerjanya. "Perawat di Kab Pekalongan sejumlah 1.303 perawat yang tersebar di seluruh wilayah Kab Pekalongan, yang semuanya siap bersinergi dengan Bupati dan Pemerintah Kab Pekalongan. ", Katanya.
Terdapat sejumlah 214 perawat di Kab Pekalongan yang masih berstatus honorer. Aji berharap Bupati Kab Pekalongan membantu dan memperjuangkan 214 perawat honorer tersebut.
Sementara itu, Ketua DPW PPNI Jawa Tengah dalam sambutannya memberikan penguatan bahwa pemerintah Kab Pekalongan dan juga Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama sama berjuang untuk memberikan kejelasan status tenaga kesehatan honorer saat ini dengan mendapatkan jumlah formasi ASN, yaitu PNS atau PPPK. "Arahan untuk pengiris PPNI, kembangkan karakter Ngayomi, Ngayemi, dan Ngayani, serta prinsip Tatag, Teteg, Tangguh, Tanggon, dan Trengginas, yang selalu siap melayani anggota PPNI." Katanya.
Bupati Pekalongan Fadia Arafiq dalam sambutannya menyampaikan para pengurus yang baru saja dilantik untuk menjalankan fungsi organisasi dengan baik agar dapat menaungi perawat-perawat muda. "Perawat di Kab Pekalongan memiliki kompetensi yang baik sehingga beberapa perawat diberi kepercayaan menjadi Kepala Puskesmas." Katanya.
Bupati Fadia menambahkan, perawat untuk menjaga tata krama yang baik, perilaku yang baik, meskipun sudah capek tetap harus mmberikan pelayanan terbaiknya. Bupati mendukung perawat di Kab Pekalongan. Dalam kesempatan tersebut Bupati Pekalongan melaunching Kajen Nursing Center (KNC) sebagai pusat pengembangan keperawatan di Kab Pekalongan yang didasarkan pada konsep pengembangan pendidikan dan pelatihan. "Dengan adanya KNC, DPD PPNI Kab Pekalongan mampu memfasilitasi berbagai pelatihan dengan optimal dalam mewujudkan perawat yang Smart, Inovatif, Akuntabel dan Profesional dalam memberikan pelayanan yang paripurna bagi masyarakat Kab Pekalongan.
Sumber : Tim Prokompim Kab. Pekalongan
Kamis, 9 Juni 2022