Bantu kami meningkatkan kualitas Website Resmi Kabupaten Pekalongan dengan mengisi survei singkat (±1 menit).
KAJEN - Pemerintah Kabupaten Pekalongan memiliki terobosan baru dalam rangka meningkatkan Pendapatan Asli daerah atau PAD, salah satunya dengan memasang Tapingg Box pada Holet, Restoran dan Rumah Makan Berjejaring.
Pemasangan secara simbolis dilakukan oleh Sekretaris Daerah M. Yulian Akbar, S.Sos., M.Si di salah satu restoran berjejaring di Kecamatan Kajen dan Di Hotel Grand Dian. Pemasangan di ikuti oleh OPD terkait, juga dihadiri oleh Perwakilan dari Kejaksaan Kabupaten Pekalongan, Bank Jateng, Jumat (20/05/2022).
“Pemasangan ini, untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Santri, melalui Cafe, penginapan, Rumah Makan dan Restoran. Adapun Launching pemasangan alat perekaman transaksi di kasir yang digunakan untuk merekam catatan transaksi yang nantinya akan tercatat di Dashboard Badan Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Kabupaten Pekalongan,” Kata Yulian.
Untuk target pemasangan, lanjut Yulian, pada tahun ini terpasang 33 tapping box ditempat-tempat tersebut. Pemasangan alat ini sesuai dengan perda tentang pajak dan retribusi.
“Tapping box ini merupakan support dari Bank Jateng, mereka yang menyiapakan alatnya kita yang pasang sistemnya. Logikannya setelah pemasangan alat ini trend pendapatan akan naik. Dan kita akan evaluasi setiap bulannya,” ujarnya.
Hal senada dikatakan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah Casmidi, SE., M.Si. menurutnya apliklasi pada tappping box hanya merekam transaksi dan mengikuti apa yang sudah ada di restoran. “kita sudah pasang tarif sebesar 10 persen, datanya masuk ke kita namun uangnya masuk ke kas daerah. Kita hanya memantau,” terangnya.
Jika nanti terjadi eror, maka akan terdeteksi di dashborad BPKD dan akan kita langsung lakukan pembenahan. “terjadinya eror biasanya transaksi tidak tercatat atau tidak sesuai, hal itu bisa diakibatkan adanya pemutudan jaringan atau alatnya yang rusak, akan segera kita lakukan perbaikan jika terjadi itu,” pungkasnya.
Sabtu, 21 Mei 2022
KAJEN - Anggota ORARI atau Organisasi Amatir Radio Indonesia Kabupaten Pekalongan diharapkan bisa tersebar merata di 19 Kecamatan yang ada di Kabupaten Pekalongan, sehingga nantinya akan menjadi bagian jaringan informasi masyarakat.
Demikian disampaikan oleh Asisten 2 sekda Wahyu Kuncoro, S.T.,M.T saat menghadiri acara silaturahmi dan halal bi halal Orari Kabupaten Pekalongan di salah satu Rumah Makan di Kajen, Selasa (17/5). Hadir dalam kesempatan tersbeut Asisten 3 Sekda Anis Rosidi, S.Sos., M.Si.,, Ketua Orari Jawa Tengah dan Ketua Orari Kabupaten Pekalongan beserta anggota.
KAJEN – Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, SE., MM. meminta guru PAUD di Kabupaten Pekalongan untuk dapat berperan sebagai sahabat dan teman yang baik bagi anak-anak di Kabupaten Pekalongan. Hal ini diungkapkan bupati sewaktu menghadiri kegiatan Halal Hi Balal IGTKI-PGRI Kabupaten Pekalongan yang bertempat di Islamic Center Kecamatan Kedungwuni, Selasa (17/5) siang.
KAJEN – Mengantisipasi penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Pekalongan, telah melaksanakan monitoring dan evaluasi (Monev) serta sosialisasi ke pasar - pasar hewan, peternak, serta pengepul hewan ternak yang ada di wilayah Kabupaten Pekalongan.
KAJEN – Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, SE, MM berharap bisa menyalurkan lebih banyak bantuan ke masyarakat jika pandemi Covid-19 usai. Hal itu diungkapkan Bupati Fadia dalam sambutan pada acara Halal Bi Halal Santri Alumni Pondok Pesantren Sarang Rembang dan Peresmian Gedung TPQ Madrasah Diniyah dan Majelis Taklim Al Qutub di Pondok Pesantren Al Qutub, Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan, Rabu (11/5).
KAJEN – Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, SE., MM. membuka peluang bagi para pengusaha untuk berinvestasi dan membuka bisnisnya di wilayah Kabupaten Pekalongan. Hal ini diungkapkan bupati sewaktu penghadiri kegiatan Halal Bi Halal dan Santunan Anak Yatim dan Yatim Piatu yang diselenggarakan oleh Pengelola BUMDes Pandawa Lima di Desa Watusalam Kecamatan Buaran, Rabu (11/5) siang.
Tahun ini, peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke - 114 mengambil Tema "Ayo Bangkit Bersama."
Yulian Akbar dalam sambutannya menyampaikan "Ayo Bangkit Bersama" menjadi tema peringatan Hari Kebangkitan Nasional yang ke 114, sebagai bentuk seruan agar kita bisa bangkit bersama dari pandemi COVID-19 yang sudah melanda 2 tahun terakhir ini.
Pada tanggal 20 Mei 1948 Presiden Soekarno menetapkan hari lahirnya perkumpulan Boedi Oetomo sebagai hari bangkitnya nasionalisme Indonesia.
“Boedi Oetomo adalah organisasi pertama di Indonesia yang bersifat nasional dan modern dalam sejarah pergerakan kemerdekaan. Pendirian ini untuk menjamin kehidupan sebagai bangsa yang terhormat dengan fokus pergerakan di bidang pendidikan, pengajaran, dan kebudayaan,” ujarnya.
Menurut Julian Akbar, di tengah krisis pandemi COVID-19 dan konflik Ukraina - Rusia yang menyebabkan kondisi ekonomi global serta geopolitik menjadi tidak stabil, kita patut memaknai kebangkitan nasional sebagai upaya kolektif bangsa untuk memperkuat persatuan bangsa.
“Penanganan COVID-19 yang membaik berimplikasi pada berangsur kembalinya aktivitas masyarakat secara normal secara perlahan hal ini mendorong pemulihan perekonomian nasional,” ungkapnya.
Lebih lanjut, momentum yang baik ini makin diperkuat dengan peran Indonesia sebagai presidensi G20 Tahun 2022.
“Di tengah momentum penanganan Nasional COVID-19 yang makin membaik dan presidensi G20 Indonesia, hendaknya kita dapat memaknai semangat pantang menyerah Dr. Sutomo untuk memperingati Hari Kebangkitan Nasional Tahun ini sebagai tonggak kebangkitan dari pandemi COVID-19 juga krisis multidimensi yang sedang melanda Dunia dari Indonesia Dunia pulih bersama "Ayo Bangkit Lebih Kuat," tegasnya.
Upacara juga dihadiri oleh Asisten 1 Kab. Pekalongan Sdr. Totok Budi Mulyanto, S.E., Pabung Kodim 0710 Kapt Inf Nurkhan, Wakapolres Pekalongan Kompol Riwayat Sosiyanto, S.H., M.s.i., Forkopimda Kab. Pekalongan serta para Kepala OPD Kab. Pekalongan.
Sabtu, 21 Mei 2022
Wabup juga meminta kepada OPD terkait untuk melakukan observasi di lapangan dan memberikan edukasi kepada peternak dan masyarakat terkait penyakit yang disebabkan virus itu. “Kita bisa memberikan edukasi kepada peternak, misalnya jika hewan ternak mereka bersih dan diberi pakan yang bagus akan aman. Edukasi ke masyarakat bahwa hewan ternak yang terjangkit penyakit mulut dan kuku aman untuk dikonsumsi. Oleh karena itu, jangan panik. Cara pengobatannya bagaimana. Jika sekarang belum ada obatnya, mungkin ada alternatif obat lainnya. Hal ini perlu, apalagi tidak lama lagi kita akan merayakan Hari Raya Idul Adha,” tutur Wabup saat memberikan arahan pada para peserta Rapat Koodinasi Penanganan Penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku Hewan Ternak dan Percepatan Vaksinasi Covid-19 di Aula Lantai 1 Setda, Rabu (18/5).
Rakor dihadiri Sekda Kabupaten Pekalongan, Kapolres Pekalongan, perwakilan Kodim 0710 Pekalongan serta jajarannya, Staf Ahli Bupati, para Asisten Sekda, Badan Inteligen Negara Daerah (BINDa) Kabupaten Pekalongan, Kepala OPD terkait, para camat, PMI Kabupaten Pekalongan, dan Kepala UPT Rumah Potong Hewan.
Berkaitan dengan upaya penanganan penyebaran PMK, wabup juga meminta agar dibentuk Gugus Tugas yang melibatkan unsur Pemkab Pekalongan, Polres Pekalongan dan Kodim 0710 Pekalongan dan stakeholder yang lain.
Sementara itu, untuk percepatan vaksinasi Covid-19, menurut wabup, perlu disediakan layanan vaksinasi di setiap kegiatan yang mengundang massa. "Jika ada kegiatan yang sifatnya mobilisasi massa, seperti olah raga, pengajian dan kegiatan lainnya, bisa dibangun gerai vaksinasi. Para pengunjung juga harus menerapkan protokol kesehatan," ucap wabup.
Terpisah, Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), Yudhi Himawan, ST, M.Sc, MT, mengatakan, pihaknya saat ini tengah menyusun draf Satuan Gugus Tugas (Satgas) Penanganan Penyebaran PMK. “Kami beserta tim dalam gugus tugas dengan memanfaatkan sumber daya yg ada termasuk penyuluh pertanian di wilayah kecamatan akan meningkatkan komunikasi, informasi, dan edukasi kepada masyarakat khususnya peternak terkait PMK dan tata kelolanya sehingga tidak menimbulkan kepanikan di masyarakat dan potensi penyebaran PMK di hewan ternak bisa diminimalisir,” ujar Yudhi.
Dari Luar Daerah
Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan DKPP, drh. Arif Rahman menjelaskan, awalnya, PMK ditemukan pada 19 ekor sapi di Desa Dadirejo, Kecamatan Tirto dan Desa Ambokembang, Kecamatan Kedungwuni. “Dari sebelas sampel yang diperiksa positif,” kata Arif. Belakangan, kasus baru dilaporkan dari wilayah Kecamatan Talun, sebanyak 7 ekor sapi. Ternak berasal dari luar daerah yang masuk ke wilayah Kabupaten Pekalongan dalam satu bulan terakhir.
Arif Rahman meminta agar peternak tidak panik jika hewan ternaknya mengalami gejala PMK seperti adanya air liur yang keluar berlebihan dari mulut hewan akibat adanya luka pada gusi dan lidah serta adanya lesi atau luka melepuh pada belahan kuku hewan ternak. “Jangan panik jika hewan tidak mau makan dalam 2 hingga 3 hari. Peternak bisa memberikan vitamin dan mineral, memberikan minum pada ternak, agar dapat memperbaharui luka. Semprot kaki ternak dengan desinfektan. Karantina ternak, jangan dibawa ke mana-mana dulu jika hewan mengalami gejala PMK. Ternak akan sembuh ketika imunnya pulih.. Biasanya akan sembuh dalam waktu 10 hari,” terangnya. Arif juga meminta agar peternak melaporkan pada pihaknya jika hewan mengalami gejala PMK.
Lebih lanjut dikatakan, masyarakat juga tidak perlu takut untuk mengonsumsi daging sapi. Karena, PMK, bukan zoonosis. “Sejauh ini tidak ditemukan yang menular pada manusia. Apalagi setelah sapi disembelih atau dipotong,” kata Arif.
PMK, kata arif juga dapat menjangkit hewan ternak berkuku belah lainnya seperti kerbau, kambing, domba, dan babi. Namun, sejauh ini, lanjutnya, belum ditemukan kasus PMK pada hewan-hewan tersebut di Kabupaten Pekalongan.
Sumber : Tim Prokompim Kab. Pekalongan
Kamis, 19 Mei 2022
Wahyu menambahkan, selama ini Orari Kabupaten Pekalongan sudah lama bersinergi dengan pemerintah daerah, khususnya dalam hal kegiatan lapangan, seperti pada kegiatan pengamanan Natal, Idul Fitri serta kegiatan kebencanaan. “pada saat situasi bencana biasanya menyebabkan putusnya informasi, nah selama ini teman-teman dari Orari ini yang membantu memback up informasi, sehingga bisa memberikan gambaran situasi bencana dan memudahkan para petugas lainnya di lapangan,” katanya.
Dirinya berharap, para pengurus dapat semakin menambah jumlah anggota, karena mengingat pentingnya peran Orari dan saat ini masih belum merata persebaran anggotanya. “ada sekitar 19 Kecamatan dan 13 kelurahan, dan 272 desa di Kota Santri. Semoga anggota Orari bisa menjangkau seluruh wilayah Kabupaten Pekalongan,” harapnya.
Sementara itu Ketua Orari Kabupaten Pekalongan Heru mengatakan, jumlah anggota Orari Kabupaten Pekalongan saat ini berjumlah 45 orang. Untuk itu dirinya berinisiatif menggelar silaturahmi dan halal bi halal ini agar bisa meningkatkan anggota yang baru. “jika jumlah anggota kita banyak maka akan lebih mudah dalam membantu kegiatan kemasyarakatan. Saat ini memang terkendala jumlah anggota yang terbatas,” paparnya.
Kegiatan ini, lanjutnya, juga sebagai sarana mendekatkan diri dengan pemerintah daerah agara program kerja yang dibuat oleh Orari dapat bersinergi dengan pemerintah Kabupaten. “banyak program kita banyak membantu pemerintah, sepertu kegiatan kemasyarakat pada Nataru, Idul Fitri, bencana, dan Rob di pesisir serta kegiatan lainnya,” ujarnya. (Dian-Kominfo))
Kamis, 19 Mei 2022
“Acara Selamatan Giling ini sangat unik dan sangat bagus. Mungkin ini bisa menjadi wisata khusus agar bisa dikembangkan, sehingga mungkin tahun depan, kalau mau ada selamatan giling, bisa lebih meriah lagi dan pengunjung dari daerah lain bisa menyaksikan. Ini adalah sesuatu yang baik dan unik, oleh karena itu perlu kita lestarikan. Kalau untuk orang kota, ini adalah sesuatu yang unik yang harus kita lihat. Sangat bagus sekali,” tutur bupati.
Dalam kesempatan tersebut, bupati juga menyatakan membuka pintu yang seluas-luasnya kepada pihak PG Sragi untuk berkonsultasi dan berkoordinasi dengan Pemkab Pekalongan. “Saya minta kepada PG Sragi untuk tidak segan-segan berkoordinasi dengan kami, apa pun itu, bagaimana cara peningkatan kesejahteraan petani tebu di Kabupaten Pekalongan, kesejahteraan karyawan dan juga akses jalan serta jembatan apapun itu untuk masyarakat Kabupaten Pekalongan kami siap membuka pintu seluas-luasnya PG Sragi untuk berkoordinasi,” ujar bupati.
Fadia menyatakan sangat mendukung PG Sragi dan petani tebu di Kabupaten Pekalongan. “Saya sengaja hadir di sini adalah bukti support saya terhadap PG Sragi dan petani tebu Kabupaten Pekalongan,” tandasnya.
Terpisah, Kepala Dinas Kepemudaan Dan Olahraga dan Pariwisata (Dinporapar) Kabupaten Pekalongan, Ir. M. Bambang Irianto, M.Si mengatakan, Dinporapar mendukung gagasan Bupati Pekalongan untuk menjadikan selamatan giling PG Sragi menjadi event pariwisata Kabupaten Pekalongan. “Untuk menjadikan Pesta Giling Tebu ini menjadi wisata tahunan di Kabupaten Pekalongan, pemkab akan melakukan koordinasi dan Kolaborasi dengan Pihak PG Sragi,” ujar Bambang Irianto.
Menurut Bambang, Selamatan Giling perlu diangkat menjadi salah satu event pariwisata karena selain sebagai ritual selamatan yang digelar untuk memulai pesta giling tebu, acara ini sebagai atraksi wisata dapat menarik wisatawan dalam dan luar daerah.
Lebih lanjut Bambang menjelaskan mengenai Selamatan Giling antara lain digelar dengan prosesi “Temanten Tebu” atau pernikahan tebu di Pabrik Gula Sragi menjadi pertanda awal akan datangnya musim giling atau musim panen tebu. Menurut Bambang, tradisi sudah berjalan sejak ratusan tahun silam.
Prosesi Temanten Tebu diawali dengan arak-arakan dua batang tebu. Pasangan tebu ini melambangkan sepasang pengantin. Kedua batang tebu ini sebagai simbol tolak bala. Tradisi Selamatan Giling PG Sragi digelar sebagai ungkapan rasa syukur atas hasil panen tebu.
Selain menyuguhkan aktraksi yang sarat makna budaya, prosesi temanten tebu juga menjadi sarana hiburan dan wisata masyarakat. Masyarakat Kabupaten Pekalongan dan sekitarnya selalu memadati kawasan PG Sragi ketika acara Selamatan Giling digelar. “Selamatan Giling Tebu ini juga bisa menjadi media untuk mempererat tali silaturahmi atau kekerabatan sosial para petani tebu dengan karyawan serta manajemen PG Sragi, termasuk dengan pemerintah dan seluruh elemen masyarakat,” kata Bambang.
Sumber : Tim Prokompim Kab. Pekalongan
Rabu, 18 Mei 2022
Dalam sambutan pada kegiatan tersebut, bupati menyampaikan bahwa anak-anak merupakan calon generasi penerus dan calon-calon pemimpin masa depan. Oleh karenanya para guru PAUD diharapkan tidak hanya berperan sebagai seorang guru yang bertugas mengajar tetapi juga dapat menjadi sahabat dan teman yang baik bagi anak-anak. “Anak merupakan cikal bakal orang-orang hebat di Kabupaten Pekalongan, cikal bakal para pemimpin di Kabupaten Pekalongan, dan juga cikal bakal yang berguna untuk nusa dan bangsa. Jadi kita harus dapat menjadi teman yang baik bukan hanya menjadi guru tapi menjadi teman dan sahabat yang baik untuk anak-anak,” tutur bupati
Bupati membagikan pendapat dan pengalamannya mendidik anak bahwa anak-anak sekarang ini lebih cenderung mendengarkan dan mematuhi ucapan gurunya dibandingkan ucapan orang tuanya terutama bagi anak-anak. Bahkan sering kali anak-anak dengan kesadaran sendiri mengaplikasikan kebiasaan yang diajarkan gurunya di lingkungan rumahnya secara sukarela. Oleh karena itu, peran guru PAUD sangat penting untuk pembentukan dan perkembangan kepribadian anak, “Guru sangat berpengaruh terhadap anak-anak juga berpengaruh terhadap perkembangan dan juga akhlak anak-anak,” ujar bupati.
Selain itu, bupati juga meminta agar para guru PAUD juga dapat menjadi teman dan rekan yang baik bagi para orang tua dalam proses pengawasan tumbuh kembang anak, “Saya minta kepada para guru PAUD untuk menjadi sahabat yang baik dan juga bisa menjadi teman yang baik untuk orang tua sehingga apapun perkembangan anak memang harus sangat kita awasi,” ujar bupati.
Menurutnya, anak-anak sekarang ini sangat dekat dengan teknologi komunikasi dan juga media sosial, oleh karena itu, pengawasan yang ketat perlu dilakukan agar anak tidak terjerumus meniru hal-hal negatif yang berasal dari media sosial dan internet. Kerja sama yang baik antara guru disekolah dengan orang tua sangat dibutuhkan bagi tumbuh kembang anak, “Pemantauan guru-guru harus sangat jeli sekali. Mana yang boleh dicontoh mana yang tidak boleh dicontoh, itu memang harus sangat diperhatikan,” ungkap bupati.
Pembelajaran yang dilaksanakan oleh para guru PAUD, menurut Fadia, memiliki peran yang penting karena akan terus membekas dalam diri anak sampai tumbuh dewasa. Peran dan jasa guru bisa menjadi tidak terlupakan bahkan sampai kelak anak tersebut dewasa, “Pahlawan yang luar biasa buat saya yang tidak bisa terbayarkan dengan apapun. Oleh sebab itu, kita harus semangat mengajar untuk anak-anak semua, semangat mendidik untuk masa depan Kabupaten Pekalongan, dan semangat untuk menjadi sahabat yang baik untuk para anak-anak Kabupaten Pekalongan,” ucap bupati.
Pada kesempatan tersebut, bupati juga menyampaikan pesannya kepada guru TK yang hadir, “Saya titip pesan kepada bapak/ibu guru sekalian, saya titip anak-anak Kabupaten Pekalongan generasi anak-anak kita ini, saya yakin sedikit banyaknya tergantung dari para guru-guru semuanya di Kabupaten Pekalongan ini,” ungkap bupati.
Sumber : Tim Prokompim Kab. Pekalongan
Rabu, 18 Mei 2022
DKPP menggandeng Satbimas Polres Pekalongan melaksanakan Monev di Pasar Hewan Kebonagung di Kajen pada Rabu (11/05/2022) dan Pasar Hewan Wiradesa pada Kamis (12/05/22) lalu. Petugas melakukan sampling dan mengecek hewan ternak yang dijual di pasar tersebut untuk memastikan tidak ada kasus PMK pada hewan ternak yang dijual belikan. khususnya sapi yang datang dari wilayah timur atau luar Kabupaten Pekalongan.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DKPP, melalui drh. Mu’tasim Billah (fungsional medik veteriner) mengungkapkan bahwa sejauh ini tidak ditemukan kasus PMK di wilayah Kabupaten Pekalongan, namun dijelaskan Mu’tasim bahwa dirinya bersama tim akan secara kontinyu melaksanakan KIE (Komunikasi Informasi dan Edukasi) kepada masyarakat, terutama kepada para peternak dan pengepul hewan ternak di wilayah Kabupaten Pekalongan supaya mereka tetap waspada dan lebih berhati – hati.
Kepada para peternak, Mu’tasim menghimbau agar senantiasa menjaga biosecurity (membatasi keamanan lingkungan termasuk lalu lintas orang ke kandang), rajin melakukan disinveksi kandang, dan yang terpenting, yaitu agar segera lapor jika menemukan hewan ternaknya terindikasi terkena PMK. “Masyarakat bisa segera melaporkan indikasi PMK ke petugas penyuluh peternakan kami yang ada dilapangan, atau dapat segera melapor ke DKPP,” terang Mu’tasim.
Ditambahkan Mu’tasim, bahwa PMK ini memang penyakit yang mudah sekali menular, namun tidak bersifat zoonosis (tidak menular ke manusia), hanya saja manusia bisa menjadi carrier (agen pembawa virus) jika manusia itu berinteraksi dengan hewan ternak yg sehat. Untuk itu pihaknya sudah menginstruksikan kepada petugasnya di lapangan untuk selalu memakai masker dan melarang berpindah kandang jika sudah selesai berinteraksi dengan hewan ternak yang ditangani.
Diungkapkan Mu’tasim bahwa sejatinya PMK masuk kategori bencana karena tidak menutup kemungkinan masuk ke wilayah Kabupaten Pekalongan, apalagi hampir sebagian besar pedagang atau pengepul ternak di Kabupaten Pekalongan membeli (kulakan) dari wilayah Jawa Timur, sedangkan untuk keamanan hewan kurban saat Hari Raya Idul Adha mendatang, DKPP akan melibatkan penyuluh peternakan untuk pemantauan hewan kurban.
Terakhir, Mu’tasim menghimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Pekalongan, baik peternak maupun konsumen atau masyarakat umum, tidak perlu takut dan khawatir, dan tetap tenang, karena PMK ini tidak bersifat zoonosis, namun tetap kita harus lebih meningkatkan kewaspadaan, karena sebenarnya kerugian yang disebabkan PMK lebih besar secara ekonomi, karena jika sampai ke tahap karantina maka secara ekonomi banyak masyarakat yang terdampak, bukan hanya peternak dan pedagang saja. Apalagi jika terjadi panic selling (menjual cepat dengan harga murah) dengan alasan menghindari kerugian. (Dian-Kominfo)
Minggu, 15 Mei 2022
“Situasi keuangan Kabupaten Pekalongan saat ini, bapak ibu saya yakin juga tahu, masih terdampak Covid-19. Masih banyak yang harus diperhatikan dan dibagi untuk banyak keperluan pembangunan di semua sektor. Oleh karena itu, sedikit-sedikit, yang penting rata,” tutur bupati.
Dikatakan bupati, pemkab tahun ini menyalurkan berbagai bantuan untuk masyarakat. Di antaranya yaitu untuk ustadz/ustadzah Pondok Pesantren dan para hafidz/hafidzah atau penghafal Al Qur’an.
“Alhamdulillah sekali, walaupun tidak banyak. Karena selama ini guru negeri sudah diperhatikan, guru swasta sudah diperhatikan, tapi guru pesantren belum diperhatikan. Oleh karena itu, seribu guru pesantren sudah menerima bantuan sebelum Lebaran kemarin. Hafidz dan hafidzah juga sudah menerima bantuan tahun ini, sekitar 300 orang. memberikan bantuan kepada para hafidz dan hafidzah atau penghafal Al Qur'an sebanyak sekitar 300 orang.
Bupati berharap, bantuan yang diberikan kepada hafidz dan hafidzah bisa memberikan semangat dan motivasi kepada mereka untuk terus menghafalkan Al Qur’an "Saya sangat mendukung anak-anak santri kita agar semangat menghafal Al Qur'an," ujar Fadia.
Bupati berharap, ke depan bisa membantu lebih banyak hafidz/hafidzah dan masyarakat lebih luas setelah keuangan daerah pulih pascapandemi Covid-19 nanti.
Selain bantuan-bantuan tersebut, dalam kesempatan malam itu, bupati juta menyampaikan program bantuan lainnya yang sudah berjalan di Kabupaten Pekalongan. Program tersebut yaitu berobat gratis cukup dengan KTP yang berlaku untuk seluruh warga Kabupaten Pekalongan. Program lainnya yaitu biaya melahirkan gratis di Puskesmas dan Rumah Sakit milik Pemkab Pekalongan,serta bantuan bagi penunggu pasien kurang mampu yang dirawat di Puskesmas Rawat Inap dan RS milik Pemkab Pekalongan. Bantuan lainnya yaitu seragam gratis bagi siswa kurang mampu yang bersekolah di sekolah negeri. "Program ini menyerap anggaran yang cukup besar, bahkan puluhan miliar. Namun kenapa ini berani saya lakukan? Saya berharap program ini bisa membantu dan menjadi kebanggaan bagi masyarakat Kabupaten Pekalongan dan ini merupakan kebahagiaan bagi saya sebagai pemimpin. Saya berharap bisa menjadi pemimpin yang bermanfaat bagi warga saya," ungkap bupati.
Sumber : Tim Prokompim Kab. Pekalongan
Jumat, 13 Mei 2022
“Saya sangat mendukung untuk orang yang mau berinvestasi di Pekalongan sehingga saya selalu menjembatani kepada masyarakat agar yang mau berinvestasi ini juga nyaman di Pekalongan,” ujar bupati melalui sambutannya pada kegiatan tersebut.
Akan tetapi bupati meminta kepada pengusaha wajib mempekerjakan warga lokal setempat, “Tapi saya minta yang kerja adalah harus warga di sekitarnya sehingga adanya mereka di sini bermanfaat untuk warga sekitar,” kata bupati.
Bupati menyatakan siap memberikan kebijakan-kebijakan yang adil bagi para pengusaha, namun tetap memperhatikan masyarakat Kabupaten Pekalongan, “Saya memberi kebijakan yang seadil-adilnya. Saya akan melihat manfaat baik atau tidaknya. Saya juga pikirkan bagaimana nasib warga Kabupaten Pekalongan bisa bekerja semua dan bisa menghasilkan uang,” tutur bupati.
Kepada para pengusaha bupati juga meminta agar dapat menjalin kerja sama dengan Pemerintah Desa dengan sebaik-baiknya, “Dari pihak perusahaan juga harus bisa bekerjasama dengan pemerintah desa, karena jika tidak bisa bekerjasama akan memberatkan Pemerintah Desanya,” kata bupati.
Bupati berpesan agar para pengusaha mempunyai rasa memiliki desa tempatnya membangun usaha atau bisnis sehingga dapat ikut mendukung pembangunan di desa tempat usaha itu berdiri, “Ini saya minta kepada yang punya perusahaan agar bagaimana desa di Kabupaten Pekalongan ini menjadi desanya juga semuanya dapat membangun bersama-sama,” ucap bupati.
Dalam kesempatan tersebut, bupati juga menyampaikan harapannya agar di Watussalam dan Kabupaten Pekalongan tidak terjadi konflik-konflik antara pengusaha dengan Pemerintah Desa.
Sumber : Tim Prokompim Kab. Pekalongan
Kamis, 12 Mei 2022