KAJEN - 27 Putra putri terbaik kabupaten Pekalongan telah tersaring dalam seleksi Paskibraka tahun 2022. Dinas Kepemudaan dan Olahraga dan Pariwisata (Dinporapar) kabupaten Pekalongan telah menyelenggarakan seleksi Paskibraka 2022 dimulai dari tanggal 17 Februari 2022 sampai 17 Maret 2022. Dari hasil seleksi telah terpilih 27 peserta yang lolos dan 4 orang cadangan.
Kadinporapar kabupaten Pekalongan Ir. M. Bambang Irianto M.,Si melalui kabid Kepemudaan, Ari Arfiyanto S.,Si M.A.P memaparkan ada sebanyak 171 pelajar dari 30 SMA/MA/SMK se- kabupaten Pekalongan yang mendaftar pada seleksi calon anggota Paskibraka kabupaten Pekalongan 2022. Seluruh peserta yang mendaftar diseleksi sesuai persyaratan dan ketentuan calon Paskibraka tingkat kabupaten Pekalongan tahun 2022 dengan melalui empat tahapan seleksi.
Selanjutnya Dinporapar akan mengirimkan wakil dari kabupaten Pekalongan ( 1 putra dan 1 putri) untuk mengikuti seleksi Paskibraka tingkat provinsi pada tanggal 18 dan 19 Mei 2022 mendatang.
Sementara Paskibraka tingkat kabupaten Pekalongan dijadwalkan akan intens menjalani latihan satu bulan sebelum bulan Agustus 2022. “ Latihan H – 1 bulan sebelum Agustus 2022. Juli awal kita lakukan pemanggilan ulang, lalu rapid tes dulu, biar steril sebelum intens latihan. Dan berikutnya kurang 1 minggu mereka menjalani karantina di GPU, “ Papar Ari Arfiyanto,S.Si,M.A.P saat ditemuai di ruang kerjanya, Senin (28/03/2022)
Adapun dalam kegiatan latihan, Dinporapar bekerjasama dengan TNI (Kodim 407) dan Polri ( Polres Pekalongan) serta didukung pula Dinas Kesehatan.
Ari berharap peserta yang telah lolos seleksi agar tidak lengah jelang latihan. “ kita masih akan menghadapai momen puasa, lebaran, jangan merubah bentuk, juga tetap jaga prokes,” pesannya
Ari juga menyampaikan untuk menjadi seorang Paskibraka perlu persiapan sedini mungkin, terutama saat usia SMP (kelas2 dan 3) sehingga ketika menginjak kelas 1 SMA mereka sudah matang. Artinya bukan hanya akademis saja yang dikejar tapi juga kemampuan jadi seorang Paskibraka, yaitu ketrampilan baris berbaris dan ketrampilan pendukung lainnya, seperti penguasaan bahasa asing, seni budaya dan lainnya.
“ Nilai lebih Jadi Paskibraka, selain menambah pergaulan, wawasan, juga bisa mendapat fasilitas. Yang jelas ada kebanggaan tersendiri karena tergabung komunitas purna Paskibraka se-Indonesia, yang bisa berdampak dalam melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi serta terbukanya peluang usaha,” imbuhnya. (Dian-Kominfo)
Selasa, 29 Maret 2022
KAJEN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan membuka peluang kerja sama lebih lanjut dengan Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pekalongan. Hal itu dikatakan Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, SE, MM dalam sambutan pada acara Pembinaan Bupati Pekalongan di BIdang Keagamaan dan Workshop Pemberdayaan Ibu Rumah Tangga di Pendopo Bupati Pekalongan, Selasa (22/3).
KAJEN - Keberadaan Gabungan Organisasi Wanita (GOW) sebagai wadah organisasi perempuan se-kabupaten Pekalongan mampu menjadi pengayom, inisiator dan penggerak bagi seluruh organisasi wanita dalam mendukung visi misi Bupati Pekalongan serta tujuan pembangunan di kabupaten Pekalongan khususnya yang terkait program kerja yang langsung memberi manfaat bagi anggota GOW dan masyarakat pada umumnya. Program kerja tersebut tentunya harus selaras dengan program kerja yang disusun oleh pemerintah.
KAJEN – Kabupaten Pekalongan patut berbangga dengan prestasi para atletnya di tingkat Provinsi Jawa Tengah maupun di tingkat nasional. Sebagai bentuk apresiasi kepada para atlet berprestasi, Pemkab Pekalongan melalui Dinas Kepemudaan dan Olahraga dan Pariwisata (DINPORAPAR) selasa lalu (22/03/2022) bertepatan dengan pembukaan POPDA (Pekan Olahraga Pelajar Daerah) memberikan uang pembinaan.
KAJEN – Sebanyak 4.240 pelajar SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA/SMK di Kabupaten Pekalongan mengikuti Pekan Olahraga Pelajar (Popda) Kabupaten Pekalongan yang berlangsung mulai Selasa (22/3) hingga Sabtu (26/3) mendatang.
Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, SE, MM dalam sambutannya menyampaikan dukungan atas terselenggaranya acara POPDA serta harapanya agar kegiatan tersebut dapat berjalan dengan lancar.
KAJEN - Revolusi industry 4.0 yang mulai merambah di Indonesia telah membawa perubahan besar di segala sector kehidupan, tak terkecuali di dunia bisnis. Pergeseran dari era konvensional ke digital, membuat dunia usaha baik koperasi, usaha kecil menengah, sekarang harus melalui pemasaran online. Untuk itu transformasi digital ini harus ditangkap juga oleh para pelaku usaha.
KAJEN - Dalam rangka menggiatkan program GADIS PANTURA ( Gerakan Disiplin Pajak Untuk Rakyat) , Tim Gadis Pantura UPPD Samsat Kabupaten Pekalongan hadir di halaman gedung Setda, Senin (21/03/2022) dengan mobil samsat keliling. Tim ini bertugas melakukan sosialisasi akan kedisiplinan para aparatur ( ASN) dalam membayar pajak kendaraan bermotor.
Hal itu disampaikan Bupati Fadia dalam sambutan dalam kegiatan Sosialisasi Optimalisasi Zakat Infaq dan Sedekah ASN di Lingkungan Pemkab Pekalongan, di Aula Lantai 1 Gedung Setda Kabupaten Pekalongan, Selasa (28/3).
“Insya Allah penyaluran zakat, infaq dan sedekah melalui Baznas sesuai dengan yang memang membutuhkan,” tutur bupati.
Bupati berharap dengan terhimpunnya zakat, infaq dan sedekah dari ASN se-Kabupaten Pekalongan melalui Baznas, dapat memberikan manfaat yang lebih besar dan lebih luas bagi masyarakat Kabupaten Pekalongan.
Sementara itu Ketua Baznas Kabupaten Pekalongan, KH. Muhtarom, berharap penyaluran zakat, infaq dan sedekah ASN Kabupaten Pekalongan melalui Baznas bisa optimal.
“Kami berharap Baznas bisa membantu pemkab di Bidang Sosial yang belum atau tidak teranggarkan di Kabupaten Pekalongan. Semoga para mustahik yang sekarang menjadi penerima zakat, untuk ke depan bisa menjadi muzakki (orang yang wajib berzakat),” ujar Muhtarom.
Ketua Baznas Provinsi Jawa Tengah, KH Ahmad Daroji yang turut hadir dalam kegiatan ini dalam sambutannya menegaskan bahwa Baznas bukan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan bukan pula organisasi masyarakat (ormas). “Namun Baznas adalah Badan Amil Zakatnya Pemerintah. Baznas merupakan tangan kirinya bupati. Tangan kanannya adalah APBD,” ujar Ahmad Daroji.
Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penyerahan bantuan alat usaha berupa gerobak untuk 88 mustahik dengan nilai keseluruhan Rp. 230 juta dan diterimakan secara simbolis kepada Mulyono, warga Desa Tanjungsari, Kecamatan Kajen. Bantuan lainnya yaitu bantuan rumah tidak layak huni (RTLH) untuk 15 mustahik dengan jumlah keseluruhan Rp. 150 juta dan diterimakan secara simbolis kepada Kanan, warga Bojong.
Selain itu juga diberikan bantuan alat kesehatan kepada 11 mustahik dengan total bantuan Rp. 10.500.000 yang diterimakan simbolis kepada Karjian, warga Bojong.
Sosialisasi dihadiri Wakil Bupati Pekalongan, para Staf Ahli Bupati, para Asisten Sekda, Kepala Kankemenag Kabupaten Pekalongan, Kepala OPD di Lingkungan Pemkab Pekalongan dan para bendahara OPD di lingkungan Kabupaten Pekalongan, serta para penerima bantuan. (red)
Sumber : Tim Prokompim Kab. Pekalongan
Selasa, 29 Maret 2022
“Dari tujuh belas lapangan usaha ekonomi yang ada, sebagian besar mengalami pertumbuhan yang positif,” tutur Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, SE, MM, dalam Rapat Paripurna DPRD Pekalongan dalam rangka Penyampaian Jawaban Bupati Pekalongan atas Pandangan Umum Fraksi-fraksi DPRD Kabupaten Pekalongan terhadap Rancangan Perda tentang Keolahragaan dan Penyampaian LKPJ Bupati Pekalongan Tahun Anggaran 2021, di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Pekalongan, Senin, (28/3).
Bupati menerangkan bahwa pandemi Covid-19 memberi dampak luar biasa terhadap kondisi perekonomian global, nasional maupun regional, tak terkecuali di Kabupaten Pekalongan. Menurutnya melemahnya ekonomi Kabupaten Pekalongan di tahun 2020 lalu ditunjukkan oleh laju pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga konstan tahun 2020 yang berkontraksi sebesar – 1,89 persen. Sementara itu, laju inflasi Kabupaten Pekalongan pada tahun 2021 tercatat sebesar 1,53 persen, lebih rendah dari tahun 2020 yang angkanya mencapai 2,36 persen.
Sedangkan untuk angka kemiskinan di Kabupaten Pekalongan pada tahun 2021 sebesar 10,57 persen. Angka naik dibandingkan tahun 2020, yakni sebesar 10,19 persen, dengan rata-rata capaian di bawah Provinsi Jawa Tengah dan di atas Nasional.
Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja Kabupaten Pekalongan, pada tahun 2021 yaitu sebesar 71,46 persen, mengalami kenaikan dari tahun 2020 yang sebesar 71,23 persen. Sedangkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kabupaten Pekalongan tahun 2021 sebesar 4,28 persen, mengalami penurunan yang siginifikan, dari tahun 2020 yang sebesar 6,97 persen.
“Indikator penting lainnya adalah Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang merupakan indikator untuk mengukur keberhasilan dalam upaya membangun kualitas hidup manusia di bidang pendidikan, kesehatan dan daya beli masyarakat,” kata Fadia . IPM Kabupaten Pekalongan, lanjutnya, meningkat dari 69,63 persen pada tahun 2020 menjadi 70,11 persen pada tahun 2021. (Red)
Sumber : Tim Prokompim Kab. Pekalongan
Selasa, 29 Maret 2022
“NU di Kabupaten Pekalongan saya sarankan tidak hanya melaksanakan kegiatan keagamaan saja seperti pengajian tetapi juga sebagai tempat bagi anggotanya untuk berbagi seperti berbagi informasi terkini, infomasi kegiatan atau tips mengelola usaha, sehingga dapat menumbuhkan kesempatan-kesempatan baru bagi anggotanya untuk memulai usaha dan meningkatkan ekonomi rumah tangga serta organisasi terkait,” tutur bupati.
Bupati berharap, selain mengaji, NU bisa menyelenggarakan pelatihan-pelatihan dan kegiatan-kegiatan lainnya. “Hasilnya dapat dilaporkan ke pemkab, supaya karya ibu-ibu ini bisa dipamerkan,” ujarnya. Bupati Fadia menyatakan siap menyediakan stand atau tempat pameran hasil karya ibu-ibu fatayat dan muslimat.
Sebelumnya, Ketua PCNU Kabupaten Pekalongan, KH. Drs. Muslikh Khudori, M.Si, dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada Pemkab Pekalongan yang telah berkolaborasi dan mendampingi kegiatan-kegiatan di PCNU.
“Adanya LKKNU ini merupakan bukti bahwa NU tidak sekedar berfikir untuk pendalaman agama, tapi lebih substansial bahwa pendalaman agama bisa berhasil manakala keluarganya sejahtera aman dan sentosa. Sejahtera adalah bangunan awal untuk kita bisa sukses di berbagai bidang, termasuk agama,” ujar Muslikh.
Muslikh berharap agar kerja sama bisa berlanjut. “Saya pernah menggagas agar para tahfidz baik putra maupun putri sekali-kali disemarakkan di Pendopo Bupati, bersama qurro wal khufadz, untuk istighotsah, berdo’a bersama-sama, untuk pembangunan Kabupaten Pekalongan,” ungkapnya. Harapan lainnya, agar Baznas bisa membantu anak-anak kurang mampu untuk meneruskan ke pesantren.
Lebih lanjut Muslikh mengutarakan, kerja sama lainnya yang bisa dijalin yaitu dengan Lembaga Pertanian NU yang menggagas pupuk organik yang sudah diujicobakan di Purworejo dan Solo, dan hasilnya cukup baik. “Di Purworejo produksi padi organik dengan pupuk organik dari kita bahkan sudah diekspor,” katanya.
Harapan lainnya yaitu agar santri di Pondok Pesantren tidak hanya mampu mengaji, namun mempunyai ketrampilan. “Oleh karena itu, kami berharap, para santri Pondok Pesantren bisa mendapatkan pelatihan dari Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Pekalongan,” ucap Muslikh
Workshop diselenggarakan oleh Lembaga Kesejahteran Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU), salah satu lembaga yang dimiliki oleh PCNU. Workshop, sebagaimana dilaporkan oleh Ketua LKKNU, Casmidi, SE, diikuti 100 anggota fatayat. (Red)
Sumber : Tim Prokompim Kab. Pekalongan
Minggu, 27 Maret 2022
Hal ini disampaikan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq SE.,MM dalam sambutannya yang dibacakan oleh Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Rachmawati SIP.,MM pada acara Pembukaan Musyawarah Daerah IV Gabungan Organisasi Wanita ( GOW) Kabupaten Pekalongan Tahun 2022 di Aula Lantai I Setda Kabupaten Pekalongan, Rabu (23/03) pagi.
Bupati menegaskan GOW harus senantiasa meningkatkan kapasitas dan kemampuannya dalam pemberdayaan anggota GOW melalui kegiatan-kegiatan yang melibatkan perempuan, peningkatan kemampuan perempuan, memberikan ide atau gagasan yang baik guna mendukung pelaksanaan tugas dan tanggungjawab yang diembannya.
Keterlibatan perempuan dalam segala aspek pembangunan menjadi salah satu tolak ukur keberhasilan pembangunan. Oleh karena itu, Bupati berharap GOW Kabupaten Pekalongan mampu menjadi penggerak keterlibatan perempuan dalam pembangunan di kabupaten Pekalongan melalui gagasan/ide cerdasnya sehingga terwujud kesetaraan dan keadilan gender di kabupaten Pekalongan.
“ Marilah kita kuatkan eksistensi dan keberadaan GOW kabupaten Pekalongan, sehingga perempuan-perempuan kabupaten Pekalongan menjadi perempuan yang mandiri, tangguh dan berkualitas, mampu bersaing dan berdaya guna bagi pembangunan kabupaten Pekalongan,” tegasnya.
Tak lupa Bupati mengucapkan terimakasih kepada pengurus GOW periode 2017-2022 yang telah melaksanakan tugas dengan baik. Dan selanjutnya pihaknya juga menyambut baik kepengurusan GOW periode tahun 2022-2027, dengan harapan terpilih pengurus yang berkualitas, berkomitmen, berdaya guna, dan juga mengabdikan diri ikhlas untuk kabupaten Pekalongan.
“ Selamat bermusyawarah, semoga Musda ini mampu memilih ketua dan kepengurusan yang bisa membawa GOW ke arah yang lebih baik, maju untuk kabupaten Pekalongan di masa yang akan datang,” pungkasnya.
Sementara itu Ketua GOW Kabupaten Pekalongan periode 2017-2022 Tutik Iriyanti.,SH.,M.Si dalam sambutannya menyampaikan Musyawarah Daerah IV Gabungan Organisasi Wanita ( GOW) Kabupaten Pekalongan Tahun 2022 dengan tema “ Melalui Musyawarah Daerah IV GOW kita tingkatkan kemandirian dan kualitas sumber daya anggota “ tersebut mengagendakan laporan pertanggungjawaban ketua GOW masa bakti 2017-2022, memilih dan mengesahkan ketua GOW Kabupaten Pekalongan periode 2022 -2027, serta menyusun program kerja GOW periode 5 tahun kedepan.
“ Dengan dilaksanakannya Musda ini, besar harapan kami semoga terpilih ketua dan pengurus masa bakti 5 tahun kedepan lebih maju, berdaya guna, dan berhasil guna dalam memdukung visi misi bupati Pekalongan,” ujar Tutik
Tutik menerangkan bahwa Gow Kabupaten Pekalongan terbentuk sejak 18 Desember 2002 lalu. Saat ini ada 20 organisasi perempuan yang tergabung dalam GOW Kabupaten Pekalongan , antara lain darma wanita persatuan, Bhayangkari, Persip kartika candrakirana, Aisyiyah, Muslimat NU, Fatayat NU, Nasyiatul Aisyiyah, dan organisasi-organisasi perempuan lainnya.
GOW kabupaten Pekalongan merupakan wadah gabungan organisasi-organisasi wanita di kabupaten Pekalongan, yang tentu saja organisasi tersebut memenuhi persyaratan AD/ART GOW dan sekaligus bersedia atau mendaftarkan diri ke GOW. Sehingga belum semua organisasi perempuan di kabupaten Pekalongan tergabung di GOW.
Ketua GOW Periode 2022-2027 terpilih, Ny Tri Rafika Yulianti SH dalam kesempatan tersebut mengaku terpilihnya dirinya sebagai ketua GOW periode 2022-2017 merupakan suatu apresiasi yang tinggi. “Saya terima mandat kepercayaan ini dengan baik dengan minta dukungan, kerjsama sehingga kita dapat melaksanakan tugas dengan baik,” tutur Ny. Fika.
Ny. Fika juga berharap ke depan organisasi – organisasi yang tergabung dalam GOW kabupaten Pekalongan akan bertambah banyak. (Dian-Kominfo)
Rabu, 23 Maret 2022
Penghargaan diberikan secara langsung oleh Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq kepada Fikki Arifani Saputra, atlet renang binaan NPCI (National Paralympic Committee Indonesia), yang telah berhasil meraih 2 medali emas dan 1 medali perak di Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XVI 2021 di Papua pada November 2021 lalu. Serta para peraih medali di tingkat Provinsi Jawa Tengah yaitu Santi Listiani peraih medali perak Cabor atletik, Heni Maulidia peraih medali perak Cabor pentaque, Ahmad Satria peraih medali perak Cabor tenis meja, dan Isnaini peraih medali perak Cabor senam ritmik.
Wajah bahagia terpancar dari para atlet penerima penghargaan, tak terkecuali Fikki Arifani Saputra. Putra dari pasangan Arif Prasetya dan Fenny Sofyana ini memang memiliki keterbatasan fisik, namun keterbatasan yang dimiliki justru menjadi motivasi bagi Fikki untuk maju dan berprestasi. Menyandang status difabel tak membuat mahasiswa jurusan Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Surakarta ini minder, membagi waktu antara berlatih dan kuliah terus dilakoninya, hingga akhirnya usahanya berbuah prestasi.
“Alhamdulillah Kabupaten Pekalongan sangat menjunjung tinggi atlet yang berprestasi baik ditingkat daerah sampai dengan nasional, pastinya sangat bersyukur juga untuk atlet disabilitas diberikan penyamarataan dengan atlet non disabilitas, saya yakin hal ini akan sangat meningkatkan semangat atlet- atlet yang lain baik yang disabilitas maupun yang non disabilitas,” ungkap pria kelahiran 11 Januari 2001 ini.
Fikki juga berharap Pemkab Pekalongan kedepannya akan tetap memberikan penghargaan serupa kepada atlet yang berprestasi dan terus meningkatkan perhatian dan bantuan kepada para atlet, terutama atlet - atlet disabilitas.
Sementara itu, ditemui di ruang kerjanya, Kabid Olahraga DINPORAPAR Kabupaten Pekalongan, Suradi, Spd. M.Pd mengungkapkan rasa bangganya atas prestasi para atlet Kabupaten Pekalongan, dan optimis kedepan Kabupaten Pekalongan dapat mencetak atlet – atlet berprestasi lebih banyak lagi.
Diungkapkan Suradi, pihaknya senantiasa berkoordinasi dan berkolaborasi dengan KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia) untuk membina para atlet dan memberikan dukungan penuh kepada KONI dan seluruh induk organisasi olahraga yang ada di Kabupaten Pekalongan dalam pembibitan dan pembinaan para atlet. “Dinporapar bekerjasama dengan KONI dalam melakukan pembinaan dan pembibitan atlet secara kontinyu, diantaranya dengan mendorong kemajuan kegiatan ekstrakurikuler olahraga di sekolah dari tingkat sekolah dasar hingga sekolah menengah atas, di sekolah formal maupun sekolah non formal seperti PKBM dan SKB,” ungkap Suradi. (Dian-Kominfo)
Rabu, 23 Maret 2022
Menurut bupati, anak-anak memiliki bakat dan minat yang berbeda serta keunikan masing-masing. Bupati memahami bahwa setiap anak memiliki potensi yang berbeda-beda. “Tidak semua anak unggul dalam pelajaran. Mereka juga bisa unggul dalam hal olahraga. Potensi-potensi tersebut harus didukung dan digali supaya menjadi bibit-bibit yang hebat untuk Kabupaten Pekalongan,” tutur bupati.
Bupati meminta agar guru-guru dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Pekalongan dapat mendukung potensi siswa, khususnya di bidang olahraga sehingga mereka dapat berkompetisi di tingkat provinsi atau nasional dan mengharumkan nama Kabupaten Pekalongan.
"Menurut saya, banyak anak-anak kita, yang walaupun tingkat kampung tetapi pintar main bola, jago bulu tangkis, jago renang dan lain sebagainya. Tinggal kitanya mau atau tidak sedikit capek untuk menggali potensi mereka." Ujar Bupati.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Pekalongan juga memberikan penghargaan kepada atlet difabel cabang olahraga renang asal Kabupaten Pekalongan yang berhasil meraih 2 emas dan 1 perak pada Pekan Paralimpik Nasional (PEPARNAS) di Papua tahun 2021 dan Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) tingkat Jawa Tengah tahun 2021 asal Kabupaten Pekalongan yang meraih 4 perak (pada cabang olahraga Atletik, Tenis Meja, Petanque dan Senam).
Atas pencapaian dan prestasi tersebut, Pemkab Pekalongan memberikan apresiasi bonus penghargaan dengan total bonus penghargaan sebesar 140 Juta Rupiah kepada para atlet yang telah berprestasi di tingkat nasional/regional dan mengharumkan nama Kabupaten Pekalongan.
Sementara itu Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Pekalongan, Ir. M. Bambang Irianto, M.Si pada Pembukaan Popda di Pendopo Bupati Pekalongan, Selasa (22/3) menyebutkan, peserta Popda terdiri dari pelajar SD/MI sebanyak 1.142 anak, siswa SMP/MTs sebanyak 1.616 anak, dan siswa SMA/MA/SMK sebanyak 1.482 anak.
Cabang olahraga yang dilombakan dalam Popda terdiri dari 18 cabang olah raga, yaitu atletik, bola voli, pencak silat, senam, sepak takraw, bola basket, tenis lapangan, karate, bulu tangkis, tinju, panjat tebing, taekwondo, renang, tenis meja, sepakbola, panahan, bola voli pasir dan pentaque.
“Tujuan kegiatan untuk mencari bibit atlet berprestasi. Popda diselenggarakan di beberapa lokasi. Atletik di stadion Widya Manggala, bola voli lapangan di Desa Kulu, Kecamatan Karanganyar, Pencak Silat di Gedung Golkar, bola basket di SMK Muhammadiyah Bligo, Kecamatan Buaran, sepak takraw di SMAN Sragi, tenis lapangan di Lapangan HW Pekajangan, panjat tebing di IAIN Rowolaku, dan tenis meja di SMK N 1 Kedungwuni,” ujar Bambang Irianto. (Red)
Sumber : Tim Prokompim Kab. Pekalongan
Rabu, 23 Maret 2022
Hal ini disampaikan Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Tenaga Kerja Kabupaten Pekalongan, Dra Siti Masruroh.,M.Si saat membuka secara resmi kegiatan pelatihan marketing online di Balai Latihan Kerja (BLK) Bojong, Selasa (22/03) pagi.
Masruroh berharap pelatihan marketing online ini nantinya bisa menambah kompetensi khususnya di bidang pemasaran online
Dijelaskan, marketing online memiliki kelebihan diantaranya jelas lebih banyak dan lebih luas jangkauannya serta biaya yang lebih terjangkau. “ Karena sekarang punya usaha tidak harus punya toko di pinggir jalan. Dengan berbagai marketplaces yang terkenal dan menguasai Indonesia, mau tidak mau sudah tidak bisa kita lepas. Semuanya luar biasa omsetnya lebih-lebih saat pandemi. Sejak pandemi mall/toko-toko sepi bahkan tutup, masyarakat sudah berselancar di marketplaces. Markertplaces sudah jadi swalayan/mall bagi para pengguna internet,” paparnya.
Masruroh juga berharap melalui pelatihan maketing online ini para peserta bisa memahami strategi pemasaran marketplaces . Apalagi di kabupaten Pekalongan sudah banyakdi temukan pengusaha muda yang bergelut di marketplaces.
“ Manfaatkan pelatihan ini dengan sebaik-baiknya agar rintisan usaha yang sudah dimiliki bisa lebih berkembang dengan pemahaman penguasaan marketing online atau digital marketing. Dan saya juga berharap melalui narasumber yang nanti akan menyampaikan materi, akan lebih membuka mata para peserta dan juga memberikan banyak pilihan marketplaces di Indonesia,” harapnya.
Sementara itu Kepala Bidang ketenagakerjaan dan transmigrasi Dinkop UKM dan Naker, Tri Haryanto SH.,MM selaku ketua penyelenggara kegiatan pelatihan marketing online dalam laporannya menyampaikan waktu pelaksanaan pelatihan selama 10 hari dimulai hari ini 22 Maret 2022 sampai dengan 1 April 2022 dengan jumlah peserta 16 orang yang memiliki embrio usaha yang perlu dikembangkan produktifitasnya. Tujuannya untuk memberikan bekal bagi para pelaku usaha yang ingin mengembangkan, memperluas pasar usahanya melalui pemanfaatan system digital dan jaringan internet sehingga mampu menjangkau lebih banyak orang atau menjaring konsumen yang lebih potensial. “ Manfaat dari pelatihan ini nantinya diharapkan meningkatkan pemahaman tentang cara pemasaran secara online, dapat menjaring lebih banyak konsumen potensial serta dapat memperkenalkan produk dengan jangkauan yang lebih luas,” jelas Tri Haryanto.(Dian-Kominfo)
Rabu, 23 Maret 2022
Asisten Administrasi Umum Sekda Kabupaten Pekalongan, Anis Rosidi, S.Sos.,M.Si mengatakan bahwa gerakan untuk disiplin membayar pakjak kendaraan bermotor roda dua yang disebut dengan isitilah GADIS PANTURA merupakan implementasi kebijakan dari pemerintah provinsi Jawa Tengah yang muaranya adalah untuk kesejahteraan masyarakat.
Dijelaskan, Salah satu pendapatan pemerintah adalah dari pajak kendaraan bermotor. Oleh karena itu agar ada peningkatan income pajak kendaraan bermotor dan juga peningkatan bagi hasil pemerintah kabupaten/kota, Setda Provinsi Jawa Tengah menginstruksikan pemerintah kabupaten/kota bersama sama melaksanakan gerakan disiplin pembayaran pajak kendaraan bermotor roda dua yang dimulai dari aparatur. “ Jadi seluruh kendaraan dinas yang digunakan untuk mendukung pelaksanaan operasional daripada pemerintah kabupaten/kota untuk ditertibkan, memberi contoh kepada masyarakat untuk disiplin membayar pajak kendaraan bermotor,” ungkap Anis.
Dalam kesempatan tersebut Anis menghimbau dan mengajak seluruh pegawai maupun OPD yang menggunakan motor dinas, untuk taat membayar pajak. Dan ini tidak hanya berlaku untuk OPD saja namun juga instansi vertical yang menggunakan mobil inventaris Pemkab Pekalongan. “ Alhamdulilah dari pihak kepolisian serta kejaksaan juga sudah tertib untuk memulai memberi contoh dan ini nanti diikuti oleh selurruh OPD yang nanti muaranya kepada kendaraan pribadi, khususnya pegawai. Ini sebagai contoh kepada masyarakat sebelum kita menghimbau kepada masyarakat , selaku ASN memberi contoh yang nanti akan berimbas pada pembayaran pajak kendaraan bermotor untuk masyarakat secara luas, “ terang Anis.
Anis berharap dengan momentum hadirnya GADIS PANTURA di lingkungan Pemkab Pekalongan pada pagi ini, Pemkab Pekalongan memberikan contoh kepada seluruh masyarakat untuk tertib, yang dimulai dari kendaraan operasional Pemkab Pekalongan (baik roda dua maupun roda empat), baik yang digunakan OPD, internal maupun yang dipinjam pakaikan kepada seluruh instansi vertikal maupun organisasi masyarakat. “ Saya menghimbau bahwa apa yang kita gunakan ini ada konsekuensi tanggungjawab yaitu membayar pajak kendaraan bermotor. Ini membuktikan bahwa peraturan, hukum, tidak pandang bulu, semua yang telah menggunakan kendaraan bermotor harus membayar pajak setiap tahun. Karena nanti muaranya kembali kepada masyarakat untuk membangun. Nah ini yang disebut dengan kesejahteraan masyarakat,” pungkas Anis
Sementara itu Rusdiono, Kasi Pajak Kendaraan Bermotor UPPD Samsat Kabupaten Pekalongan selaku Ketua Tim GADIS PANTURA menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan tindaklanjut dari arahan sekda provinsi Jawa Tengah tentang ASN sebagai pelopor pembayaran pajak. Dari pembayaran pajak tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam pembangunan daerah.
“ Harapannya agar para ASN memberi contoh masyarakat dalam pembayaran pajak, bukan saja pembayaran kendaran plat merah tapi juga kendaraan yang mereka pakai untuk kegiatan sehari-hari, karena kita selalu dipantau oleh masyarakat apalagi kita sudah melaksanakan kegiatan penagihan tunggakan . Makanya kita berupaya untuk menjadi contoh bagi masyarakat agar kita bisa membangun dengan pajak kendaraan melalui bagi hasil,” papar Rusdiono. (Dian-Kominfo))
Selasa, 22 Maret 2022