KAJEN – Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, SE, MM mengajak kepada warga Nahdlatul Ulama (NU) di Kabupaten Pekalongan agar bersatu dan kompak untuk bersama-sama membesarkan organisasi kemasyarakatan (ormas) tersebut.
Hal itu diungkapkannya pada saat sambutan pada acara Pelantikan Jam’iyatul Qurro’ Wal Huffadz (JQH) Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Pekalongan Tahun 2022 di Pondok Pesantren (Ponpes) Walindo, Boyoteluk, Siwalan, Kabupaten Pekalongan, Minggu (20/3) pagi.
Bupati menilai, NU di Kabupaten Pekalongan merupakan ormas keagamaan yang terbesar. Namun, kata bupati, NU belum menjadi nomor 1 dalam kekompakannya. “Ini yang menjadi PR kita, keluarga besar NU, agar bersatu dan kompak untuk bersama-sama berniat membesarkan NU, agar menjadi lebih hebat lagi dan benar-benar menjadi mayoritas,” ujar bupati.
Selanjutnya Bupati berharap pelantikan semacam ini bisa diselenggarakan di tiap desa. “Jika Kabupaten Pekalongan memiliki banyak qori dan qoriah dan para penghafal Al Qur’an., Insya Allah akan menjadi daerah yang hebat dan luar biasa,” tutur bupati.
Dalam kesempatan tersebut bupati juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan akan membagikan “Tunjangan Hari Raya” (THR) atau insentif sebesar Rp. 500.000 kepada 300 penghafal Al Qur’an 30 Juz usia 12 hingga 30 tahun yang akan diberikan menjelang Lebaran nanti. Insentif untuk para hafidz dan hafidzah ini merupakan salah satu program prioritas Pemkab Pekalongan di Bidang Pendidikan.
Program prioritas lainnya yaitu insentif bagi 1.000 guru atau ustadz dan ustadzah pondok pesantren masing-masing sebesar Rp. 300.000 dan insentif sebesar masing-masing Rp. 500.000 bagi 7.984 ustadz/ustadzah TPQ.
Selain insentif tersebut, program prioritas lainnya yaitu pendidikan gratis TK, SD dan SMP serta bantuan operasional bagi 1.355 TPQ masing-masing sebesar Rp. 1 juta.
Sebelumnya, Ketua JQH Kabupaten Pekalongan, Ustadz Ahmad Shodiq SQ dalam sambutannya antara lain menyampaikan salah satu dari empat golongan yang dirindukan oleh surganya Allah adalah para ahlil Qur’an, yaitu orang yang senantiasa membaca dan mengamalkan Al Qur’an.
Pelantikan dihadiri Pengurus Wilayah JQH Jawa Tengah, perwakilan dari Kantor Kemenag Kabupaten Pekalongan, Pengurus PCNU Kabupaten Pekalongan, Rois Ahlil Ilmi JQH Kabupaten Pekalongan, Ketua Dewan Organisasi JQH, Pengasuh Ponpes Walindo, dan tokoh masyarakat. (Red)
Selasa, 22 Maret 2022
KAJEN - Sebanyak 32 kades hasil Pemilihan Kades Serentak (Pilkades) Serentak 23 Februari 2020 dan 2 kades PAW yaitu Desa Watupayung, Kecamatan Kesesi dan Desa Mulyorejo, Kecamatan Tirto yang pemilihannya pada 20 Februari 2022 diambil sumpahnya dan dilantik oleh Bupati Pekalongan di Pendopo Bupati, pada Senin (21/03)
KAJEN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan akan membagikan “Tunjangan Hari Raya” (THR) sebesar Rp. 500.000 kepada 300 penghafal Al Qur’an di wilayah Kabupaten Pekalongan. THR atau bantuan tersebut akan dibagikan menjelang Lebaran nanti. Hal itu merupakan salah satu bentuk perhatian pemkab terhadap para penghafal Al Qur’an.
KAJEN - Dalam rangka memberikan edukasi politik, menghargai pilihan setiap orang dalam memilih pempimpin, dan meningkatkan partisipasi pemilih di pemilu 2024 nanti, Badan Kesbangpol Kabupaten Pekalongan menggelar kegiatan pendidikan politik dan penguatan demokrasi di aula balai desa Karangrejo, Kesesi Sabtu (19/3/2022) yang diikuti puluhan organisasi masyarakat, organisasi pemuda dan tokoh agama.
KAJEN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan akan segera membangun jembatan darurat untuk menggantikan sementara fungsi jembatan di Desa Sinangohprendeng, Kecamatan Kajen, yang rusak karena fondasinya tergerus hujan deras pada akhir Januari lalu. Saat ini jembatan hanya bisa dilalui kendaraan roda dua dan pengendaranya pun harus hati-hati karena terdapat lubang yang cukup membahayakan pada lantai jembatan.
KAJEN - Dalam dialog interaktif antara warga dengan Bupati Pekalongan usai Penyerahan Hibah Sarpras Kelautan dan Perikanan di Balai Desa Depok, Kamis (10/03) sore, petambak di wilayah Kecamatan Depok Kecamatan Siwalan menyampaikan harapan adanya bantuan sarana prasana (sarpras) tanggul tambak untuk mencegah ikan mereka terbawa banjir maupun rob.
Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, SE, MM dalam sambutannya pada acara Pengambilan Sumpah Janji dan Pelantikan Kepala Desa Masa Jabatan 2022-2028 dan Kepala Desa Antar Waktu Kabupaten Pekalongan Tahun 2022 meminta para Kepala Desa (Kades) harus menjadi contoh bagi warganya. Oleh karena itu, kades diminta agar dapat menjaga nama baik dan tidak bertingkah macam-macam.
“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Pekalongan mengucapkan selamat kepada para kepala desa yang telah dilantik. Mulai saat ini Bapak/Ibu telah memiliki tanggung jawab penuh sebagai kepala desa, Pengorbanan Bapak/Ibu sangat besar. Oleh karena itu, setelah menjadi kades, dijaga dengan baik. Jangan setelah jadi kepala desa, banyak ulahnya,” tutur bupati.
Bupati dalam kesempatan siang itu juga berpesan agar kades segera melaksanakan tugas yang disesuaikan dengan RPJMDes dan segera menyusun APBDes sebagai rencana pengelolaan keuangan desa. “Saya minta kades jangan sampai melanggar aturan hukum terkait pengelolaan keuangan desa. Jika ada kesulitan, jangan sungkan untuk berkonsultasi dengan ,” ujar bupati.
Pesan lainnya yaitu agar, kades segera lakukan penyatuan dan eratkan kembali masyarakat dan merangkul tokoh masyarakat serta menempuh jalur musyawarah dalam penyusunan APBDes bersama Badan Permusyawaratan Desa (BPD).
Bupati juga meminta agar kades bisa menggali potensi di desanya masing-masing dan melakukan terobosan-terobosan atau inovasi untuk membangun desanya. “Kepala desa adalah mitra Pemkab Pekalongan untuk membangun desanya masing-masing dan Kabupaten Pekalongan agar menjadi daerah yang hebat dan luar biasa,” ucap bupati.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Fadia Arafiq menyampaikan program unggulan Pemkab Pekalongan pada tahun 2022 ini. Yang pertama yaitu “Jalannya Halus Rejekinya Mulus”. “Karena bagaimana pun indahnya daerah kita, kalau jalannya rusak, susah untuk mengembangkan daerah. Oleh karena itu slogan kita “Jalannya Halus Rejekinya Mulus,” ujar bupati. Dikatakan, pada tahun 2021 anggaran perbaikan jalan dan jembatan sekitar Rp. 50 Miliar dan pada tahun 2022 dinaikkan menjadi kurang lebih Rp. 130 Miliar.
Program unggulan lainnya yaitu pengobatan gratis pada fasilitas kesehatan milik Pemkab Pekalongan dengan hanya menunjukkan KTP dan KK bagi anak yang dianggarkan puluhan miliar. “Saya berharap, pemimpin agar bermanfaat bagi orang banyak,” ungkap bupati.
Program yang ke tiga yaitu bantuan sebesar Rp. 50.000 per hari bagi penunggu pasien dari keluarga tidak mampu. Program ke-empat yaitu, bantuan seragam bagi siswa di sekolah negeri dari keluarga tidak mampu. “Saya berharap program setidaknya bisa membantu anak Pekalongan bisa sekolah dan pintar semua,” ucap bupati
Selain itu Bupati juga berpesan agar masyarakat selalu mematuhi protokol kesehatan mengingat saat ini kasus covid 19 masih cukup tinggi. (Red)
Sumber : Tim Prokompim Kab. Pekalongan
Selasa, 22 Maret 2022
Hal ini seperti disampaikan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq SE., MM dalam sambutan pada acara Tasyakuran Khotmil Qur’an dan Haflah Akhirussanah ke-15 di Pondok Pesantren (Ponpes) Tahfidhul Qur’an “Nurul Qur’an” yang diasuh oleh KH Ahmad Toha, Desa Podo, Kedungwuni, Sabtu (19/3) malam. Acara dihadiri Wati Suci (anggota DPRD Kabupaten Pekalongan), Kabag Kesra Setda Kabupaten Pekalongan, para kiai, para tokoh masyarakat, wali santri dan para santri ponpes.
Dalam sambutannya Bupati Fadia mengungkapkan rasa bangga dan bahagia dengan para santri karena telah menyelesaikan atau khatam Al’Qur’an. “Saya sangat bangga dan senang sekali menjelang Bulan Ramadan ini anak-anak sudah menyelesaikan khatam Al Qur’an. Ini adalah salah satu kebanggan kita semua. khususnya kebahagiaan untuk orang tua. Karena menurut saya, kita sehebat apapun, sehebat apapun profesi anak kita, kalau tidak ada landasan agama yang baik, tidak ada artinya apa-apa,” tutur bupati.
Selain untuk para penghafal Al Qur’an, Pemkab Pekalongan juga memberikan “THR” atau insetif sebesar Rp. 300.000. kepada 1.000 ustadz dan ustadzah yang mengajar di ponpes.
“THR” sebesar Rp. 300.000 juga akan diberikan kepada penjaga makam atau juru kunci. Bantuan diberikan untuk 3 juru kunci di setiap desa. “Bantuan mungkin tidak banyak, namun ini merupakan salah satu bentuk perhatian pemerintahPada saat Pandemi Covid-19 seperti saat ini, masih banyak PR lainnya. Kegiatan kita laksanakan sesuai prioritas,” ucap bupati.
Dalam kesempatan tersebut Bupati juga menyampaikan program unggulan Pemkab Pekalongan pada tahun 2022 ini. Yang pertama yaitu “Jalannya Halus Rejekinya Mulus”. “Karena bagaimana pun indahnya daerah kita, kalau jalannya rusak, susah untuk mengembangkan daerah. Oleh karena itu slogan kita “Jalannya Halus Rejekinya Mulus,” ujar bupati. Dikatakan, pada tahun 2021 anggaran perbaikan jalan dan jembatan sekitar Rp. 50 Miliar dan pada tahun 2022 dinaikkan menjadi kurang lebih Rp. 130 Miliar.
Program unggulan lainnya yaitu pengobatan gratis pada fasilitas kesehatan milik Pemkab Pekalongan dengan hanya menunjukkan KTP dan KK bagi anak yang dianggarkan puluhan miliar. “Saya berharap, pemimpin agar bermanfaat bagi orang banyak,” ungkap bupati.
Program yang ke tiga yaitu bantuan sebesar Rp. 50.000 per hari bagi penunggu pasien dari keluarga tidak mampu. Program ke-empat yaitu, bantuan seragam bagi siswa di sekolah negeri dari keluarga tidak mampu. “Saya berharap program setidaknya bisa membantu anak Pekalongan bisa sekolah dan pintar semua,” ucap bupati. (Red)
Sumber : Tim Prokompim Kab. Pekalongan
Senin, 21 Maret 2022
Plt.Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Pekalongan Haryanto nugroho S. STP, melalui Kabid Poldagri dan Ormas Suteguh, S. Si mengatakan dalam kegiatan tersebut menghadirkan narasumber diantaranya Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Mas'udah, Kepala Prodi FISIP UNTAG Semarang Dr. Tri lestari hadiati, M.Si, Ketua AMRI Kabupaten Pekalongan Qayyum .
Menurutnya kegiatan pendidikan politik dan penguatan Demokrasi ini merupakan agenda kerja tahun 2022 dari Badan Kesbangpol Kabupaten Pekalongan di 19 Kecamatan yang ada di Kabupaten Pekalongan.
Dengan tujuan kegiatan semacam ini bisa meningkatkan partisipasi dalam pemilihan umum dan menghargai pandangan politik setiap orang.
Sementara menurut Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Mas'udah sebagai narasumber dia menyampaikan bahwa masyarakat harus cerdas dalam memilih pemimpin dan menolak money politics.
"Sebagai pemilih harus cerdas dalam menentukan pilihannya dan menghindari money politics dengan tidak mendewakan uang, karena akan merusak tatanan" ungkap Mas'udah.
Selain itu menurut Ketua AMRI Kabupaten Pekalongan Qayyum, mengatakan bahwa perkembangan demokrasi dan politik di era digital, bahwa masyarakat bisa berpartisipasi dalam menentukan arah pembangunan salah satunya dengan memanfaatkan kanal digital yang sudsh tersedia untuk menyampaikan gagasan, usulan-usulan, dan tidak mudah terpancing dengan informasi hoax yang akan mempengaruhi kualitas demokrasi.
"Diharapkan setelah kegiatan ini mereka bisa mendapatkan beberapa hal diantaranya partisipasi pemilih lebih meningkat secara otomatis mempengaruhi kualitas demokrasi kita, kemudian masyarakat semakin tahu dimana dan kemana mereka harus menyalurkan suaranya, aspirasinya, usulannya" pungkas Qayyum. (Dian-Kominfo)
Minggu, 20 Maret 2022
Acara tersebut dihadiri secara langsung oleh Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, S.E.,M.M., Ketua Dekranasda Kabupaten Pekalongan, Asisten 2 Setda Kabupaten Pekalongan Wahyu Kuncoro, dan Ketua TP PKK Kabupaten Pekalongan Ny.Widi Riswadi.
Acara yang mengangkat tema ‘’Dekranasda Berkarya, UMKM Bangkit, Kabupaten Pekalongan Sejahtera’’ itu digelar secara sederhana dan protocol kesehatan yang cukup ketat. Dikatakan Ketua Dekranasda Kabupaten Pekalongan Mukhtarudin Ashraff Abu dalam sambutannya bahwa alasan pihaknya menyelenggarakan acara tersebut di Gedung UMKM Center Kedungwuni adalah untuk mentriger kembali gedung UMKM Center yang selama ini terbengkalai.
‘’ Walaupun sederhana tetap kami laksanakan acara untuk memperingati HUT Dekranasda ke-42 ini. Yang diantaranya rangkaian acara sebelumnya yaitu lomba Tik-tok. Dan alhamdulilah antusias masyarakat sangat luar biasa. Karena konten tik-tok yang sudah saya lihat semuanya bagus sampai saya kebingungan mau memilih pemenangnya,’’ kata Ketua Dekranasda Kabupaten Pekalongan Mukhtarudin Ashraff Abu.
Menurut Ashraff, apabila UMKM Center bisa hidup kembali maka tidak akan menutup kemungkinan bahwa pelaku UMKM di Kabupaten Pekalongan juga akan lebih meningkat.
‘’Saya benar-benar berharap UMKM Center bisa hidup kembali guna mendukung pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Pekalongan. Dan saya juga berharap pelaku-pelaku UMKM bisa datang kesini. Kita harus coba untuk mulai mengambil langkah kedepan supaya UMKM ramai,’’ jelasnya.
Sementara itu, dalam kesempatan yang sama Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, S.E.,M.M., dalam sambutannya mengucapkan selamat ulang tahun kepada Dekranasda Kabupaten Pekalongan yang ke-42. Dikatakan Fadia, sesuai dengan tema peringatan HUT Dekranasda tahun ini yaitu ‘’Dekranasda Berkarya, UMKM Bangkit, Kabupaten Pekalongan Sejahtera’’ bisa memantik semangat seluruh pihak untuk menggalakan UMKM di Kabupaten Pekalongan semakin meningkat lagi kedepannya.
Karena menurutnya, apabila UMKM di suatu daerah sudah ramai dan meningkat, maka iklim ekonomi daerah tersebut akan membaik pasca pandemi Covid-19 nantinya.
‘’Memang kalau kita ngomong tentang Dekranasda ini tidak kalah pentingnya untuk pembangunan seluruh masyarakat Kabupaten Pekalongan khusunya para pengusahanya. Maju tidaknya suatu daerah itu kalau UMKM nya bergerak maka insyaallah majunya itu akan lebih pesat,’’ Ungkap Bupati Pekalongan Fadia Arafiq.
Fadia juga berpesan kepada para pelaku UMKM di Kabupaten Pekalongan untuk tidak sungkan-sungkan meramaikan dan membuka kios di UMKM Center Kedungwuni supaya gedung UMKM bisa hidup kembali. ‘’Dan saya juga berharap pelaku-pelaku UMKM bisa datang kesini. Kita harus coba untuk mulai mengambil langkah kedepan supaya UMKM ramai,’’ pungkasnya.
Selanjutnya, turut hadir dalam acara tersebut Asisten 2 Setda Kabupaten Pekalongan Wahyu Kuncoro juga mengungkapkan bahwa acara puncak peringatan HUT Dekranasda ke-42 tingkat Kabupaten Pekalongan ini dilaksanakan sebagai bentuk rasa syukur Dekranasda kepada Allah Swt, atas seluruh kegiatan yang dilakukan selama ini, dan juga sebagai wadah untuk saling berkoordinasi antar pemangku kepentingan supaya UMKM di Kabupaten Pekalongan bisa terus berkembang.
‘’Acara peringatan HUT Dekranasda ke-42 ini dilaksanakan secara sederhana sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah Swt atas kinerja yang dicapai oleh Dekranasda, serta harapan-harapan untuk program-program kedepan supaya lebih bagus, memberikan manfaat lagi bagi masyarakat luas dan bisa mendorong supaya UMKM bisa bangkit kembali,’’ tandasnya.
Dan Ia juga mengucapkan terimakasih kepada seluruh pihak yang telah ikut mensukseskan rangkaian acara peringatan HUT Dekranasda Kabupaten Pekalongan, sehingga acara bisa berjalan dengan lancar.
‘’Sekali lagi saya ucapkan terimakasih, dan semoga dengan adanya acara ini bisa mentriger perkembangan umkm di Kabupaten Pekalongan,’’ imbuhnya. (Dian-Kominfo)
Sabtu, 19 Maret 2022
Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq SE MM, saat meninjau jembatan tersebut, Selasa (15/03/2022) mengatakan, akan segera membangun jembatan darurat dengan konstruksi yang bisa dilalui kendaraan roda empat atau lebih. “Besok ini peralatan segera datang dan insya allah jika tidak ada kendala yang berarti, dalam waktu tiga minggu pengerjaan jembatan selesai,” tutur bupati.
Dengan pembangunan jembatan darurat, sementara waktu sebelum dibangun jembatan permanen, diharapkan aktivitas warga menjadi bisa kembali normal serta lalu lintas barang dan jasa ke desa-desa yang dihubungkan oleh jembatan tersebut bisa lancar kembali.
Terpisah, Plt. Kepala DPU Taru, Murdiarso ST MT mengatakan pembangunan jembatan darurat akan dimulai dengan persiapan. “Antara lain persiapan alat dan material,” ujarnya.
Lebar jembatan, kata Murdiarso, akan ditambah menjadi 5 meter. Sebelumnya lebar jembatan 4 meter dan panjangnya 6 meter. Jembatan menghubungkan antara Desa Sinangohprendeng dengan Desa Kajongan, Desa Brengkolang dan sejumlah desa lainnya.
Sejak rusak, pengendara roda empat atau lebih tidak bisa melalui jembatan tersebut dan terpaksa berputar dan menggunakan jalan alternatif seperti jalan di desa Sukoyoso dan Desa Gandarum.
Murdiarso juga mengatakan bahwa DPU Taru akan mengusulkan kembali pembangunan jembatan permanen pada anggaran perubahan tahun 2022 ini. (Red)
Sumber : Tim Prokompim Kab. Pekalongan
Rabu, 16 Maret 2022
Hal itu disampaikan Sekda Yulian Akbar S Sos.,M.Si saat memberikan sambutan pada Pembukaan Workshop Monitoring Evaluasi (Monev) Program Kerja Sama Kemendagri dan Ormas Asing ASB Indonesia and The Philiphines, di Hotel Santika, Kota Pekalongan, Selasa (15/3).
Monev dilaksanakan dalam rangka perpanjangan Memorandum Saling Pengertian (MSP) Kerja sama Kementrian Dalam Negeri dengan ASB yang akan berakhir pada Desember 2022. Di Kabupaten Pekalongan, program dilaksanakan di Desa Jeruksari, Kecamatan Tirto dan Desa Pecakaran Kecamatan Wonokerto.
Sekda dalam sambutannya menyampaikan bahwa selama tiga tahun pemerintah Kabupaten Pekalongan sudah melakukan kerja sama yang intensif dengan ASB dan Yayasan Bintari. “Hasil monevnya seperti apa pun, terkait program ini, strateginya harus disiapkan. Program sudah tiga tahun berjalan, kami berharap program diperpanjang dan bisa direplikasikan di desa-desa lainnya,” ujar Sekda.
Atas nama Pemkab Pekalongan, Sekda menyampaikan terima kasih atas kerja sama dengan ASB dan Bintari. “Pemkab melaksanakan kegiatan dengan kolaborasi. Kami sangat mengapresiasi adanya kerja sama dan kolaborasi ini,” tutur Akbar.
Sekda juga melaporkan bahwa Pemkab memiliki permasalahan yang cukup kompleks. “Tahun 2022, indeks kerawanan bencana di Kabupaten Pekalongan, bulan Januari – Februari, di daerah atas banyak terjadi longsor, hingga akses Petungkriyono – Lebakbarang terputus aksesnya selama beberapa hari dan listrik PLN padam.
Wilayah rawan longsor tersebut yaitu wilayah Kecamatan Petungkriyono, Lebakbarang, Kandangserang dan Paninggaran. “Alhamdulillah kita sudah antisipasi hal-hal tersebut dengan kesiapsiagaan bencana, kerja sama dengan Forkopimda, PLN dan pihak-pihak lainnya.
Selain itu, dataran rendah di Kabupaten Pekalongan juga sering mengalami bencana rob, seperti di wilayah Kecamatan Tirto, Wonokerto, dan Siwalan. Bahkan, di Dusun Simonet, Kecamatan Wonokerto, ada sekitar 65 KK yang terpaksa direlokasi ke tempat yang lebih aman, karena rumah mereka terancam tenggelam akibat rob.
ASB Indonesia and The Philiphines merupakan sebuah lembaga non pemerintah internasional yang berkantor pusat di Jerman, bekerja di Indonesia sejak 2006. Atas dukungan pendanaan dari Kementrian Pembangunan dan Kerja Sama Republik Federal Jerman, pada tahun 2019 hingga 2022, ASB bekerja sama dengan Yayasan Bina Karta Lestari (Bintari) sebagai mitra ASB untuk implementasi program, serta bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, khususnya Pemerintah Kabupaten Pekalongan dalam program upaya peningkatan kapasitas desa untuk menjalankan kewajiban dalam mengembangkan pemberdayaan dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat desa dalam kerangka pengelolaan risiko bencana dan adaptasi perubahan iklim secara inklusif. (Red)
Sumber : Tim Prokompim Kab. Pekalongan
Rabu, 16 Maret 2022
Dalam kesempatan tersebut Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menyampaikan Vaksin Covid-19 di Jawa Tengah dan sejumlah provinsi lainnya di Jawa – Bali akan segera atau hampir kedaluwarsa. Oleh karena itu, perlu percepatan vaksinasi di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali, untuk menghindari vaksin kedaluarsa.
Lebih lanjut Menkes mengatakan, vaksinasi dosis-2 dan vaksinasi lansia menjadi prioritas agar bisa melindungi dari hospitalisasi dan kematian. “Perlu dikomunikasikan ke publik, agar tidak memilih-milih jenis vaksin. Vaksin terbaik adalah yang paling cepat kita dapatkan,” imbuhnya.
Dalam simpulannya, Budi Gunadi Sadikin menyatakan, secara keseluruhan, tren kasus Covid-19 di Jawa-Bali konsisten menurun. “Terjadi kenaikan positivity rate pasca diberlakukannya syarat perjalanan dalam negeri tanpa tes bagi yang sudah divaksinasi lengkap,” terang Menkes.
Simpulan lainnya yaitu, Bed Occupancy Rate (BOS) atau persentase pemakaian tempat tidur di rumah sakit masih terkendali. “Namun kabupaten/kota dengan BOR tinggi (Bandung Barat, Cimahi , Gunung Kidul) perlu menambah kapasitas RS (termasuk ICU) dan mengarahkan pasien tanpa gejala dan asimtomatik perlu diarahkan agar isolasi di rumah atau terpusat dan tidak dirawat di rumah sakit,” terang Budi Gunadi Sadikin.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan, dalam pertemuan tersebut memberikan arahan, antara lain meminta kepada Kementrian Kesehatan, BNPB, para Kepala Daerah, Pangdam, dan Kapolda mengakselerasi vaksinasi booster, terutama untuk Lansia, terutama untuk menghadapi lonjakan mobilitas selama bulan Ramadan dan Lebaran nanti.
Arahan lainnya yaitu agar Kepala Daerah, Pangdam dan Kapolda untuk meningkatkan kembali kapasitas testing dan tracing di daerah.
Luhut juga meminta Kemenhub, Kemenag, BNPB, dan Pemprov Jatim untuk segera melaksanakan Penerbangan Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN) Non PMI (Pekerja Migran Indonesia), termasuk umroh dari Surabaya. “Saya minta pembukaannya dilakukan secara bertahap,” tutur Luhut.
Dia juga meminta Kemenkumham, Kemenparekraf, Kemlu, untuk memperluas penggunaan Visa on Arrival, dari sisi jumlah negara maupun negara maupun bandara, yakni di Jakarta (Soekarno Hatta) dan Surabaya (Juanda).
“Pelaksanaan tanpa karantina di Bali kita evaluasi lagi selama seminggu, sebelum nanti kita berlakukan di seluruh Indonesia, ” ujar Luhut.
Rakor diikuti pula sejumlah menteri terkait, Kapolda, Pangdam, Gubernur, Bupati/Wali Kota se-Jawa Bali. (Red)
Sumber : Tim Prokompim Kab. Pekalongan
Selasa, 15 Maret 2022
Harapan tersebut antara lain disampaikan oleh Kaprawi, dari Kelompok Petani Tambak Sutermas Desa Depok. “Tambak sekarang ini tidak sama dengan dulu, karena berbenturan dengan alam, sehingga rata-rata tidak ada tanggulnya. Alhamdulillah dapat bantuan waring. Tapi kami berharap tidak hanya sampai waring saja, Kami berharap agar ada bantuan untuk pembuatan tanggul,” ungkapnya.
Hal senada disampaikan oleh Mukhsin, dari Desa Depok. “Kami ingin sekali pemerintah memperhatikan lebih kepada petani tambak, karena tambak tidak punya tanggul,” ujarnya.
Selain mengharapkan bantuan tanggul tambak, para pembudidaya ikan dan petani juga mengharapkan adanya pelatihan atau bimbingan teknis terkait alih fungsi lahan pertanian menjadi tambak dan cara pengelolaanya dari OPD terkait, serta bantuan modal atau pinjaman.
Hal tersebut diutarakan oleh Tarkuat, dari Desa Blacanan, Kecamatan Siwalan. “Akibat rob, lahan pertanian menjadi puso. Petani padi dan petani melati jadi kehilangan mata pencaharian. Oleh karena itu, kami berharap masyarakat diberi bekal secara teknis maupun finansial, untuk mengalihkan fungsi tanah yang puso, agar bisa menjadi pendapatan kembali seperti sebelumnya,” ujar dia.
Hal yang sama disampaikan Sutrisno, warga Desa Depok. “Terkait lahan pertanian seluas sekitar 150 hektare yang sudah tidak bisa ditanami dari tahun 2016, karena terendam air, kami mohon agar bisa dipulihkan. Dulu Desa Depok merupakan salah satu desa penyangga pertanian, bahkan sebagai gudang padi. Jika tanggul rob sudah dikerjakan, harapan kami segera ada pemulihan lahan tersebut,” ucapnya.
Harapan lainnya dari warga yaitu agar dilakukan normalisasi saluran yang mengalami penyempitan di wilayah tambak Desa Depok.
Usulan lainnya yaitu agar ada perbaikan jalan Desa Blacanan yang rusak akibat rob dan banjir. Warga berharap jalan bisa dibeton, agar bisa lebih awet. Jembatan peninggalan zaman Belanda sepanjang sekitar 10 meter dan selebar 2 meter di Desa Depok juga diusulkan untuk diperbaiki, karena umurnya yang sudah sangat tua dan menjadi akses penghubung antar warga Desa Depok dengan warga dari wilayah Kabupaten Pemalang.
Menanggapi usulan dan harapan warga, Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, SE, MM, menyampaikan, terkait bantuan tanggul tambak, bupati minta kepada Kepala OPD terkait untuk merumuskan dan melaporkan pada pihaknya. “Pihak Pemkab Pekalongan sudah mengajukan ke Kementrian Kelautan dan kami akan kawal terus,” tutur Fadia.
Terkait bantuan modal atau pinjaman, bupati menyatakan akan menggelar rapat dengan pihak-pihak terkait untuk menyalurkan bantuan bergulir tanpa bunga atau bunga ringan.
Sedangkan mengenai tanggul penahan rob, tahun 2022 ini akan segera dibangun tanggul dengan anggaran senilai sekitar Rp. 2,2 Miliar.
Terkait pelatihan-pelatihan, bupati menyarankan agar nanti bisa diselenggarakan melalui kelompok-kelompok.
Terkait perbaikan jembatan, dia menyatakan akan berkoordinasi dengan dinas terkait. Namun, saat ini dalam kondisi Covid-19. Jalan sekitar Rp. 50 M, saat ini sekitar 130 Miliar. “Saya ingin warga Kabupaten Pekalongan hidupnya layak. Biar seperti orang kota. Satu jembatan puluhan miliar, untuk 1 jembatan saja. Perlu pelan-pelan, karena masih dalam situasi yang cukup sulit,” tutur Bupati. Oleh karena itu, menurutnya, perbaikan jalan bisa diusulkan untuk dianggarkan pada tahun 2023.
Sebelumnya, Pemkab Pekalongan sudah menyalurkan bantuan hibah sarana dan prasarana (sarpras) kepada pembudidaya ikan dan nelayan di wilayah Kecamatan Siwalan dan Wonokerto.
Bantuan hibah yang diserahkan, untuk pembudidaya ikan, yaitu berupa Jalan Produksi Tambak Depok III yang berupa jalan beton sepanjang 211 meter untuk Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Depok Vaname Mas, Desa Depok Kecamatan Siwalan.
Bantuan lainnya yaitu berupa waring dan bambu sebagai penahan tanggul tambak untuk 3 pokdakan, masing-masing sebanyak 95 roll waring dan 393 batang bambu. Tiga pokdakan tersebut yaitu, Pokdakan Mina Setia Budi, Desa Api-api Kecamatan Wonokerto, Pokdakan Suter Mas Tiga, Desa Depok Kecamatan Siwalan, dan Pokdakan Suter Talang Mas, Desa Depok Kecamatan Siwalan.
Bantuan juga diberikan untuk nelayan, berupa bantuan sarana penangkapan ikan ramah lingkungan berupa bubu sebanyak 120 unit untuk 2 Kelompok Usaha Bersama (KUB), yaitu KUB Sopek Bondo Kali Desa Wonokerto Kulon Kecamatan Wonokerto dan KUB Sunan Kali Jogo Desa Wonokerto Kulon Kecamatan Wonokerto. (red)
Sumber : Tim Prokompim Kab. Pekalongan
Sabtu, 12 Maret 2022