KAJEN - Pemkab Pekalongan tengah meyiapkan vaksinasi untuk anak usia 6 – 11 tahun atau siswa SD/MI sederajat. Dinas kesehatan saat ini sedang melakukan koordinasi dengan provinsi terkait penyediaan vaksin untuk anak ini. Hal ini disampaikan Sekda Kabupaten Pekalongan M Yulian Akbar S.Sos.,M.Si usai mengikuti Rapat Koordinasi Penanganan Covid 19 di Jawa Tengah yang dipimpin oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo via video conference, Senin (03/01) siang di Aula Lantai I Setda Kabupaten Pekalongan.
Yulian menjelaskan launching vaksinasi anak di kabupaten Pekalongan akan dilaksanakan pada 6 Januari 2022. Menurutnya saat ini pihaknya sedang koordinasikan dengan dinas terkait, antara lain Dindikbud serta Kemenag. Dari database yang ada, sasaran vaksinasi anak sebanyak 85.494 anak. “Tidak ada target khusus waktu selesainya, karena yang terpenting ketersediaan vaksinnya. Kalau mobilisasi anak, database nya sudah ada. Jadi saya minta Dinas Kesehatan berkoordinasi dengan provinsi terkait dengan ketersediaan vaksin ini,” jelasnya.
Terkait jenis vaksin yang diberikan, Yulian menyebut vaksin yang dipakai adalah Sinovac. Disampaikan pula bahwa per 1 Januari 2022 kabupaten Pekalongan berada di level I dengan kisaran angka 71,03 persen untuk dosis I. Sedangkan untuk lansia di angka 64,63 persen. “Kita sedang kejar untuk pencapaian dosisi II baik itu untuk lansia maupun masyarakat secara umum. Kita ingin masyarakat bisa tervaksin secara lengkap baik lansia maupun masyarakat secara umum, ”pungkasnya.(Dian-Kominfo)
Senin, 3 Januari 2022
KAJEN – Mewujudkan pelayanan kesehatan gratis dan prima merupakan salah satu program yang masuk dalam visi misi kinerja Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, S.E.,M.M., selama masa baktinya. Hal ini tercermin dalam upaya keseriusan Pemkab Pekalongan saat ini dalam menguatkan peran puskesmas di masing-masing daerah yang ada di Kabupaten Pekalongan untuk bersiap diri menyongsong pengimplementasian program tersebut di tahun 2022 mendatang.
KAJEN - Bupati Pekalongan Fadia Arafiq SE.,MM membuka secara resmi Musyawarah Kabupaten Korps Pegawai Negeri Republik Indonesia (Korpri) Kabupaten Pekalongan Tahun 2021 yang diselenggarakan pada hari selasa (28/12) pagi di aula lantai I Setda Kabupaten Pekalongan.
Acara Musyawarah Kabupaten (Muskab) dihadiri secara langsung oleh Drs Budi Santoso M.Si (Staf ahli Gubernur bidang kemasyarakatan dan SDM, selaku wakil dewan pengurus Korpri provinsi Jawa Tengah), Sekda Yulian Akbar S.Sos.,M.Si beserta para asisten sekda, para staf ahli bupati, dewan pengurus Korpri kabupaten Pekalongan, para kepala OPD yang hadir, pimpinan instansi vertical serta para peserta Muskab Korpri kabupaten Pekalongan.
KAJEN - Untuk memastikan perayaan Natal dan tahun baru berjalan aman, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) Kabupaten Pekalongan melakukan pantauan ke Gereja Dan Pos Pengamanan Pos Pelayanan Natal Dan Tahun Baru (Nataru). Selain memantau pos pengamanan, Forkompimda juga menyerahkan logistik untuk petugas yang berjaga di pos selama Nataru.
Berdasarkan Surat Plt. Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor : 18439.1/B-KS.04.03/SD/K/2021 Tanggal 21 Desember 2021 perihal Penyampaian Hasil Integrasi Nilai SKD - SKB CPNS Tahun 2021, Berikut kami sampaikan pengumuman Hasil Integrasi Nilai SKD - SKB Pemerintah Kabupaten Pekalongan Tahun 2021 yang dapat diunduh melalui link berikut :
Acara pelantikan dan pengambilan sumpah janji jabatan pimpinan tinggi pratama administrator dan pengawas di lingkungan Pemkab Pekalongan ini dilangsungkan di aula lantai I Setda, diikuti secara luring dan daring.
Bupati Fadia Arafiq mengucapkan selamat kepada seluruh pejabat pimpinan tinggi pratama, pejabat administrator, pejabat pengawas serta camat dan lurah di lingkungan Pemkab Pekalongan yang baru saja dilantik, juga kepada yang dikukuhkan kembali, dalam rangka pengisian kekosongan jabatan di lingkungan Pemkab Pekalongan.
Fadia berharap para ASN yang telah dilantik tersebut mampu bertanggungjawab dalam tugasnya serta bisa’berlari’ bersama menuju kabupaten Pekalongan lebih hebat dibawah kepemimpinannya. “ Apapun jabatan yang hari ini kita terima, kita harus bisa pertanggungjawabkan dan laksanakan dengan baik, bekerja tanpa mengenal waktu /lelah, ikhlas , dan kita harus lari bersama,” ucapnya.
Fadia juga meminta agar ASN totalitas dalam bekerja dan yang tak kalah penting mereka juga harus fast respon. Karena menurutnya, dengan fast respon segala sesuatu bisa segera disikapi dengan cepat.
“ Dan saya minta ASN bekerja totalitas kepada masyarakat tanpa memilah milah dan mengesampingakn kepentingan pribadi. Pesan saya, ASN harus mengedepankan kepentingan masyarakat,” imbuhnya
Sementara kepada camat yang dilantik, Fadia meminta camat bisa menempati rumah dinasnya serta siap menjadi orangtua di kecamatannya masing-masing.
“Saya ingin kita semua yang dilantik ini, berlari bersama membangun kabupaten Pekalongan menjadi hebat dan luar biasa dibawah kepemimpinan saya. Sekali lagi saya minta ASN loyalitasnya tegak lurus, bahwa semua satu komando, satu arahan, yaitu bupati Pekalongan,”tegas Fadia
Pelantikan dan pengambilan sumpah janji jabatan pimpinan tinggi pratama administrator dan pengawas di lingkungan Pemkab Pekalongan dihadiri Sekda Yulian Akbar S.Sos,,M.Si, para pejabat pimpinan tinggi pratama , pejabat administrator dan pejabat pengawas, camat, lurah, para saksi serta rohaniawan. (Dian-Kominfo)
Kamis, 30 Desember 2021
Hal itu diucapkan oleh Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, S.E.,M.M., dalam sambutannya saat meresmikan Gedung baru UPTD Puskesmas Bojong II, pada pagi ini, Rabu (29/12/2021). ‘’Yang harus kita lakukan daripada gedung kita ini adalah memberikan pelayanan yang terbaik. Karena hal ini masuk dalam salah satu program yang sangat berkaitan dengan visi misi saya pada tahun 2022 . Dimana pelayanan kesehatan untuk masyarakat Kabupaten Pekalongan harus maksimal dan gratis dengan hanya menunjukan KTP saja,’’ kata Bupati Pekalonga Fadia Arafiq.
Menurut Fadia, ada dua langkah besar yang akan pihaknya lakukan guna mensukseskan program kesehatan tersebut di Kabupaten Pekalongan. Yang pertama adalah Ia akan membentuk tim khusus untuk melakukan verifikasi data masyarakat Kabupaten Pekalongan yang bisa mendapatkan program pelayanan kesehatan gratis, supaya tidak ada kerancuan antara program kesehatan gratis dari pemkab dan program kesehatan lainnya seperti BPJS dan KIS.
‘’Ini artinya bapak kepala dinas harus membuat tim, karena kadang kita kan tidak tahu apakah masyarakat itu sudah punya BPJS maupun KIS atau tidak. Jangan karena di Kabupaten Pekalongan akan ada pelayanan kesehatan gratis program BPJS dan KIS nya ditinggal. Itu jangan sampai terjadi ya.
Karena kesehatan gratis kita hanya khusus dapat dilakukan di Kabupaten Pekalongan, untuk seluruh pusksesmas dan 3 rumah sakit negeri milik pemkab. Yaitu RSUS Keraton, RSUD Kajen dan RSUD Kesesi untuk pelayanan kelas tiga nya,’’ jelas Fadia.
Selanjutnya, untuk langkah kedua diungkapkan Fadia adalah pihaknya akan mewajibkan seluruh puskesmas yang ada di Kabupaten Pekalongan untuk membuat Pakta Integritas, yang intinya adalah adanya jaminan untuk memberian pelayanan yang terbaik bagi masyarakat Kabupaten Pekalongan.
‘’Apabila teman-teman di puskesmas bisa memberikan layanan terbaik akan kami kasih reward. Begitupun sebaliknya apabila ketahuan memberikan pelayanan buruk dan ada buktinya, maka akan kita berikan sanksi juga. Karena dengan hal ini akan memicu semangat para pelayan kesehatan untuk berlomba-lomba memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat,’’ terangnya.
Selain itu, pada kesempatan tersebut Fadia juga berpesan kepada Kepala Puskesmas dan seluruh tenaga kesehatan yang ada di Puskesmas Bojong II untuk bisa benar-benar mendukung program kesehatan dari pemkab tersebut dengan memperkuat pelayanan yang akan diberikan.
‘’Semoga dengan diresmikannya gedunga ini, pelayanan bisa sehebat dan sekokoh gedungnya. Dan bisa bermanfaat untuk seluruh masyarakat Bojong dan sekitarnya,’’ pungkasnya.
Sementara itu, dalam kesempatan yang sama Kepala Puskesmas Bojong II Mudiyono, S.KM.,M.Kes., mengucapkan terimakasih kepada Bupati Pekalongan dan Pemkab Pekalongan yang telah memberikan dukungannya atas pembangunan gedung Puskesmas Bojong II, sehingga pembangunan gedung Puskesmas Bojong II biasa berjalan dengan lancar dan tepat waktu.
‘’Ucapan terimakasih dan apresiasi sebesar-besarnya kami haturkan kepada Ibu Fadia dan Pemkab Pekalongan atas dukungannya kepada kami selama ini,’’ ujar Kepala Puskesmas Bojong II Mudiyono.
Mudiyono juga berharap, dengan telah berdirinya gedung baru Puskesmas Bojong II ini bisa bermanfaat dalam memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi masyarakat Bojong dan sekitarnya. (Dian-Kominfo)
Rabu, 29 Desember 2021
Yulian Akbar bersama jajaran Dewan Pengurus Korpri Kabupaten terpilih masa bakti 2021-2026 dan telah dikukuhkan oleh Ketua III Dewan Pengurus Korpri Provinsi Jawa Tengah Drs. Budi Santoso, M.Si., pada kesempatan tersebut.
Dalam sambutannya, Yulian Akbar mengucapkan terimakasih kepada jajaran DP Korpri Kabupaten Pekalongan periode sebelumnya yang telah mengantarkan dan mengurus Korpri sampai sejauh ini dengan cukup baik. ‘’Saya menyampaikan ucapan terimakasih kepada para pengurus Korpri Kabupaten Pekalongan sebelumnya, selaku Ketua Pak Totok yang telah mengantarkan sampai saat ini kemudian juga Pak Bambang,’’ kata Ketua DP Korpri Kabupaten Pekalongan terpilih M.Yulian Akbar saat dikukuhkan di Aula lantai 1 Setda Kabupaten Pekalongan (28/12).
Menurut Yulian, Ia bersama anggotanya tidak akan berjanji atau berekspektasi apapun untuk lima tahun kedepan. Melainkan pihaknya akan berusaha untuk terus melakukan kerjakeras supaya Korpri Kabupaten Pekalongan di masa kepengurusannya menjadi organisasi yang bisa memberikan manfaat yang luas kepada pemerintah daerah dan juga Kabupaten Pekalongan.
‘’Saya kira kami selaku pengurus yang baru dikukuhkan memiliki tugas yang harus sama-sama sepakat untuk bisa melaksanakan amanah ini dengan semaksimal mungkin,’’ ungkap Yulian Akbar.
Selain itu, pada kesempatan tersebut Yulian Akbar juga menegaskan bahwa Korpri Kabupaten Pekalongan tidak akan berafiliasi dengan politik dalam bentuk apapun, maupun ormas lain. Karena menurut Yulian, Korpri Kabupaten Pekalongan akan fokus bekerja semaksimal mungkin untuk menjadi wadah dan juga payung bagi anggotanya untuk berkembang dalam rangka mewujudkan visi misi pembangunan di Kabupaten Pekalongan periode 2021-2026.
‘’Lima tahun ini ayo kita bangun Korpri supaya menjadi organisasi yang luar biasa demi kemajuan daerah Kabupaten Pekalongan,’’ pungkasnya.
Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Ketua III Dewan Pengurus Korpri Provinsi Jawa Tengah Drs.Budi Santoso, M.Si., menyampaikan harapanya atas Muskab dan Pengukuhan DP Korpri Kabupaten Pekalongan periode 2021-2026, untuk tidak menjadi sebatas acara seremoni saja, melainkan bisa menjadi wadah atau kesempatan untuk DP Korpri Kabupaten Pekalongan merancang langkah-langkah apa yang akan dilakukan untuk lima tahun kedepan supaya Korpri bisa bermanfaat secara umum.
‘’Saya rasa focus Korpri Kabupaten Pekalongan juga bisa selaras dengan provinsi, yaitu melakukan penguatan organisasi supaya lebih maju dan bermanfaat secara luas,’’ kata Ketua III DP Korpri Jawa Tengah Budi Santoso.
Selain itu, Budi Santoso juga mengucapkan selamat kepada Ketua dan Pengurus DP Korpri Kabupaten Pekalongan periode 2021-2026 yang secara resmi telah dikukuhkan pada hari ini.
‘’Tidak lupa, saya ucapkan selamat kepada Bapak Sekda M.Yulian Akbar yang telah terpilih secara aklamasi bersama jajaran pengurus Korpri Kabupaten Pekalongan yang barusan telah kita saksikan bersama dikukuhkan. Selamat mengemban amanah untuk lima tahun kedepan,’’ ucapnya. (Dian-Kominfo)
Rabu, 29 Desember 2021
Muskab Korpri Kabupaten Pekalongan tahun 2021 ini merupakan pelaksanaan muskab yang ke-2 (kedua) yang dilaksanakan dengan metode tatap muka dengan tetap memperhatikan standar protokol kesehatan.
Mengawali sambutannya pada Muskab Korpri Kabupaten Pekalongan tahun 2021, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq berharap Muskab Korpri berjalan lancar aman dan sesuai dengan yang diinginkan. “Mudah-mudahan acara ini bisa terselenggara dengan baik dan kita memang secara aklamasi memilih ketua Korpri. Saya berharap Sekda bertanggungjawab menjadi ketua Korpri dan memimpin Korpri kabupaten Pekalongan dengan baik,” ucapnya.
Fadia mengatakan bahwa Korpri adalah satu- satunya organisasi pegawai negeri yang semestinya melakukan tanggungjawab tugas pokok dan fungsi (tupoksi)nya serta mengedepankan kepentingan masyarakat diatas kepentingan pribadi. “Korpri membawahi semua PNS kabupaten Pekalongan, dimana bupati Pekalongan yang menjadi pimpinan, visi misinya harus bisa kita jalankan dengan baik serta tegak lurus satu komando kepada Bupati. Korpri juga tidak boleh ikut-ikutan dalam urusan politik, karena urusan politik yang mengurusi hanya bupati/wakil bupati. Korpri ya Korpri, hanya mengurusi sesuai tupoksinya,” tegas Bupati Fadia.
Selain Korpri satu komado menjalankan tupoksi nya dengan baik, Bupati juga berpesan agar anggota Korpri bisa menjadi panutan khususnya di lingkungan tempat tinggal masing masing.
“ Mudah-mudahan musyawarah Korpri 2021 ini berjalan dengan baik, lancar dan Insyaalloh ketua nya bisa menjadi pengayom dan membimbing ke jalan yang lebih baik, serta bisa membuat situasi lebih nyaman,” pungkasnya.
Sementara itu sekretaris Korpri Kabupaten Pekalongan, Agus Pranoto,SH.,MH dalam laporannya mengakui pelaksanaan Muskab Korpri kabupaten Pekalongan tahun 2021 memang terlambat.
“Muskab pertama Korpri dilaksanakan pada tahun 2005. Kemudian di tahun 2009 ada musyawarah luar biasa dan ada pergantian pejabat Sekda dan harusnya (Muskab) tahun 2010, kemudian tahun 2015, 2020, harus diselenggarakan Muskab. Namun karena banyak hal, baru hari ini Muskab bisa kembali dilaksanakan,” terang Agus.
Agus menyampaikan tujuan Muskab Korpri kabupaten Pekalongan Tahun 2021 antara lain memberikan laporan pertanggungjawaban pelaksanaan program kerja dewan pengurus, memilih ketua dewan pengurus periode 2021-2026, pengukuhan dewan pengurus Korpri kabupaten Pekalongan periode 2021-2026 dan menyusun program umum dewan Korpri kabupaten Pekalongan 2021-2026. Sasarannya adalah terbentuknya dewan pengurus Korpri kabupaten Pekalongan.
Adapun Peserta Muskab terdiri dari unsur dewan pengurus kabupaten sebanyak 4 orang, unsur unit masing-masing 1 orang, unsur kecamatan masing-masing 1 orang. Hadir pula peninjau dari dewan pengurus Korpri provinsi Jawa Tengah. (Dian-Kominfo)
Selasa, 28 Desember 2021
Disela-sela pantauan, Sekretaris Daerah M. Yulian Akbar mengatakan, Selain mengunjungi Pos Pengamanan, rombongan juga mengnjungi salah satu gereja Di Kecamatan Karanganyar, yakni Gereja Yohanes. “kami pantau salah satu gereja untuk memastikan perayaan natal berjalan aman dan lancar, alhamdulillah semuanya masih terkendali,” terangnya.
Menghadapi perayaan tahun baru 2022 dan untuk mencegah merebaknya penyebaran Covid 19 terutama varian baru yakni Omicron, Pemerintah Kabupaten Pekalongan akan menutup Alun-Alun Kajen selama satu hari yakni pada jam 07.00 wib pada tanggal 31 Desember 2021 dan akan dibuka pada pukul 07.00 wib pada tanggal 1 Januari 2022. “hal itu, untuk menghindari kerumunan massa pada waktu perayaan pergantian tahun,” jelasnya.
“kita himbau masyarakat untuk senantiasa mematuhi intruksi Bupati dan Mendagri terkait perayaan Nataru, dan untuk itu kita akan tutup Alun-Alun Kajen untuk menghindari kerumunan,” kata Sekda saat melakukan pantauan Pos Pengamanan dan Pos Pelayanan Nataru bersama Forkompimda, Jumat (24/12/2021).
Disinggung terkait vaksinasi, Pemerintah Kabupaten Pekalongan optimistis target vaksinasi di Kabupaten Pekalongan seperti yang dicanangkan oleh pemerintah pusat akan tercapai menjelang pergantian tahun. “untuk saat ini vaksinasi di Kabupaten pekalongan masih diangga 68,3 persen atau kurang 1,7 persen seperti yang ditargetkan oleh pemerintah pusat yakni 70 persen. Sedangkan untuk vaksinasi lansia berada kurang 2,5 persen,” jelasnya.
Yulian kabar optimis, menjelang pergantian tahun target vaksinasi akan selesai sehingga kabupaten pekalongan berada di level 1 dan mulai mempersiapkan untuk vaksinasi anak-anak usia 6 hingga 11 tahun. “dengan bantuan dari berbagai pihak kita yakin target vaksinasi di Kota santri akan terpenuhi sebelum pergantian tahun,” harapnya. (Dian-Kominfo)
Minggu, 26 Desember 2021
Jumat, 24 Desember 2021
Di hadapan masyarakat Desa Paninggaran, Bupati Fadia mengatakan bahwa pada tahun 2022 mendatang, pihaknya akan terus berupaya merealisasikan program kerjanya. Yang pertama adalah memberikan pelayanan kesehatan gratis kepada masyarakat tidak mampu di Kabupaten Pekalongan, yang tidak mempunyai kartu BPJS maupun Kartu Indonesia Sehat (KIS).
Menurut Fadia, masyarakat hanya perlu menunjukan KTP saja sebagai syarat utama mendapatkan pelayanan gratis tersebut.‘’Nanti di tahun 2022 yang tinggal beberapa hari lagi, seluruh masyarakat Kabupaten Pekalongan tanpa terkecuali dan tanpa kartu apapun. Yang tidak memiliki BPJS, KIS bisa berobat gratis di Kabupaten Pekalongan,’’ kata Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, saat memberikan sambutan pada Kunjungan Kerjanya ke Desa Paninggaran yang dilaksanakan di Balidesa Paninggaran.
Fadia menjelaskan ‘’Pelayanan kesehatan gratis bisa masyarakat dapatkan di 3 rumah sakit milik pemkab Pekalongan yaitu RSUD Keraton, RSUD Kajen dan RSUD Kesesi untuk kelas tiga, dan juga di seluruh puskesmas yang ada di Kabupaten Pekalongan,’’
Selanjutnya, masih dalam lingkup pelayanan kesehatan gratis, diungkapkan Fadia, penunggu pasien sakit di tiga rumah sakit pemkab tersebut juga akan mendapatkan bantuan berupa uang sejumlah 5o ribu perhari. ‘’Penunggu pasien sakit di rumah sakit yang tidak mampu akan kami berikan bantuan per hari sejumlah 50 ribu,’’
‘’Walaupun untuk harinya memang masih dibatasi dan jumlah KK nya masih dibatasi karena penduduk Kabupaten Pekalongan ini hampir 1 juta orang. Jadi saya ngomong apa adanya saja sesuai kemampuan anggaran yang pemkab miliki,’’ terang Fadia.
Adapun untuk program selanjutnya, adalah terkiat pendidikan gratis selama 12 tahun untuk anak-anak yang ada di Kabupaten Pekalongan mulai dari pendidikan tingkat dasar sampai dengan menengah atas yang akan digratiskan di sekolah negeri yang ada di Kabupaten Pekalongan.
‘’Jadi, dengana danya program pendidikan gratis di Kabupaten Pekalongan ini, saya harapkan tidak ada lagi alasan bagi anak-anak usia sekolah di Kabupaten Pekalongan yang tidak sekolah. Bahkan untuk anak yang berasal dari keluarga tidak mampu, untuk seragamnya juga akan kami subsidi,’’ tuturnya.
Dan untuk program prioritas terakhir di Kabupaten Pekalongan adalah pembangunan infrastruktur jalan, yang dirasa Fadia menjadi alasan kuat untuk menjadikan Kabupaten Pekalongan lebih sejahtera. Karena melalui jalan yang baik, maka mobilitas ekonomi masyarakat juga akan menjadi lebih meningkat lagi.
‘’Kami pemkab akan bekerja keras semaksimal mungkin supaya bagaimanapun caranya supaya Kabupaten Pekalongan di bawah kepemimpinan saya dan Pak Riswadi bisa sejahtera dan sehat semua,’’ tandasnya.
Selain itu, tidak lupa dalam kesempatan tersebut Fadia juga mengucapkan terimakasih kepada masyarakat Desa Paninggaran, Kepala dan perangkat Desa Paninggaran, juga Forkopimcam Paninggaran yang telah menyambut baik kedatangannya bersama rombongan dari Pemkab Pekalongan dalam kunjungan kerjanya tersebut.
‘’Saya mengucapkan terimakasih banyak kepada seluruh pihak dan masyarakat Desa Paninggaran yang menyambut baik kunjungan kami ini. Karena kami benar-benar ingin melihat langsung kondisi masyarakat di Desa Paninggaran secara langsung,’’ pungkasnya. (Dian-Kominfo)
Jumat, 24 Desember 2021
Ponpes ini resmi melaunchning Majalah Perdana IMBS News. Acara launching IMBS News ini dihadiri oleh Bupati Pekalongan Fadia Arafiq SE.,MM dengan didampingi Plt. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan KAbupaten Pekalongan ,Subagyo. Hadir pula pimpinan Pondok pesantren Muhammadiyah Miftahul Ulum Pekaljangan, Ustadz Sumarno M.Pd.I , seluruh pengurus ponpes,para pengajar ponpes serta perwakilan forkopimcam dan lurah.
Dalam sambutannya Bupati Fadia memberikan apresiasi kepada Ponpes ini yang menurutnya telah berani menunjukkan kemampuan berkarya melalui media majalah IMBS News. “Saya kagum pesantren ini bisa membuat majalah yang bisa dibagikan ke pesantren lain. Ini point luar biasa dari Ponpes Muhammadiyah Miftahul Ulum dan patut dicontoh oleh Ponpes lainnya. Karena sudah berani berkarya, menunjukkan kebolehan/ kehebatannya. Dan tidak semua berani seperti ini, karena untuk membuat suatu inovasi atau gebrakan seperti ini tidak hanya ngomong saja, tapi dengan keberanian dan niat yang tinggi dan tentunya didukung dana pula, “ paparnya.
Dikatakan pula, dengan semangat yang luar biasa dari seluruh jajaran pondok pesantren, Majalah IMBS News nantinya akan semakin berkembang. “ Saya yakin dengan semangat yang luar biasa, saya melihat anak-anak, guru-guru, para kiainya semangat , Insyaalloh majalah ini yang tadinya terbit setahun 2 kali, nanti bisa sebulan sekali,” ujarnya.
Fadia juga menyarankan keberadaan majalah IMBS News bisa menjadi media yang ditunggu oleh para pembacanya. “Sasaran kita adalah anak-anak yang mondok di pesantren yang setiap hari rutinitasnya sudah jelas. Artinya kita membuat media yang membuat anak-anak senang membaca dan akhirnya mereka menuggu media itu ada. Agar menarik, materinya tidak hanya berita tapi bisa diselingi dengan hobi/ kegiatan yang mungkin bisa ditiru oleh pesantren lainnya,” terang Fadia
Selanjutnya Fadia juga berharap IMBS News akan menjadi majalah yang besar dan hebat khususnya untuk keluarga besar Muhammadiyah.
Dalam kesempatan launching Majalah Perdana IMBS News tersebut Bupati Fadia juga mengingatkan kewaspadaan terhadap varian baru covid 19. Dan ikhtiar maksimal yang penting adalah vaksinasi.
‘Saya minta anak-anak disini divaksin semua, dan kalau dari pesantren/keluarga besar Muhammadiyah membutuhkan vaksin bisa menghubungi kami, kami siap memberikan fasilitas terbaik untuk keluarga besar Muhammadiyah, “ pungkasnya. (Dian-Kominfo)
Kamis, 23 Desember 2021