KAJEN – Bersamaan dengan peringatan Hari Ibu Tahun 2021, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, S.E.,M.M., juga turut serta dalam melakukan Deklarasi Sekolah Anti Perundungan dan Kekerasan yang diselengarakan oleh SMKN 1 Karangdadap, pada Rabu (22/12/2021) siang.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Fadia mengatakan bahwa dirinya sangat mengapresiasi dengan adanya deklarasi itu. Karena menurut Fadia, sekolah memang harus menciptakan rasa aman dan nyaman bagi siswa-siswinya supaya mereka bisa lebih tenang serta bersemangat untuk bersekolah.
Karena tidak dipungkiri, lanjut Fadia, dengan sekolah melakukan deklarasi anti perundungan dan kekerasan, itu merupakan bentuk branding sekolah dalam rangka menjamin keamanan dan kenyamanan bagi anak-anak yang akan masuk ke sekolah. Sehingga orangtua yang akan menitipkan anak-anaknya untuk menempuh pendidikan tidak merasa khawatir.
‘’Karena anak-anak dititipkan orangtuanya disekolah kepada guru-guru untuk mendapatkan pendidikan yang baik. Dan waktu yang anak-anak habiskan di sekolah juga kan lebih banyak daripada waktu ketemu orangtuanya di rumah. Jadi, saya rasa deklarasi ini akan menambah ketenangan para orangtua untuk menitikan anaknya sekolah di SMKN 1 Karangdadap akan jauh meningkat,’’ kata Bupati Pekalongan Fadia Arafiq saat menghadiri acara Roots Day Unjuk Kreasi & Deklarasi SMKN 1 Karangdadap Menjadi Sekolah Anti Perundungan dan Tindak Kekerasan.
Untuk itu, Fadia berharap para guru bisa lebih sabar dan giat lagi dalam mendidik anak-anak didiknya di sekolah. Karena menurut Fadia, mendidik anak diusia remaja itu memang agak sedikit sulit, karena mereka bisa dibilang sedang memasuki peralihan usia dari anak-anak menuju dewasa. Jadi sikpanya terkadang diluar kendali dan menguji kesabaran para guru dan orangtua.
‘’Jadi guru juga harus mendidik anak-anak dengan baik supaya anak-anak kita bisa menjadi generasi yang sukses dan memiliki daya saing di masa depan,’’ ungkap Fadia.
Sementara itu Kepala SMKN 1 Karangdadap Tuti Evawati, S.Pd mengucapkan terimakasih kepada Bupati Pekalongan Fadia Arafiq yang turut hadir guna mendukung SMKN 1 Karangdadap mendeklarasikan diri menjadi ‘Sekolah Anti Perundungan dan Kekerasan’.
Menurutnya, SMKN 1 Karangdadap benar-benar berkomitmen akan mewujudkan diri menjadi salah satu sekolah di Kabupaten Pekalongan yang anti terhadap segala bentuk tindakan kekerasan terhadap anak-anak. Guna mendukung tumbuh kembang anak di usia remaja menjadi anak yang berkualitas dan memiliki daya saing yang tinggi di masa depan.
‘’Dengan bimbingan dari Ibu Bupati Fadia Arafiq SMKN 1 Karangdadap siap menjadi sekolah anti terhadap segala bentuk tindak kekerasan dan perundungan terhadap anak,’’ kata Kepala SMKN 1 Karangdadap. (Dian-Kominfo)
Kamis, 23 Desember 2021
KAJEN - Bupati Pekalongan Fadia Arafiq SE.,MM membuka secara resmi Musyawarah Cabang (Muscab) Gerakan Pramuka ke-15 tahun 2021 Kwarcab Kabupaten Pekalongan di Pendopo Rumah Dinas Bupati , Rabu (22/12) pagi. Pada kesempatan Musyawarah Cabang Gerakan Pramuka ke-15 ini Bupati meminta Kader Pramuka aktif membantu program –program pemerintah.
KAJEN – Menjelang peringatan Natal dan tahun baru yang tinggal menghitung hari lagi, Pemerintah Kabupaten Pekalongan mulai meningkatkan kewaspadaan akan kemungkinan klaster Covid-19 di Kabupaten Pekalongan. Apalagi, mengingat issue terkini virus covid-19 varian terbaru yaitu Omicron telah masuk ke Indonesia sejak pekan lalu. Dimana hal tersebut telah dikonfirmasi secara langsung oleh Presiden RI Joko Widodo pada Kamis (16/12) melalui siaran pers kepresidenan.
KAJEN - Pemerintah Kabupaten Pekalongan mengayomi , melindungi dan memberikan hak yang sama kepada seluruh warga masyarakat kabupaten Pekalongan khususnya untuk para penyandang disabilitas. Pemerintah juga akan selalu mendukung program –program dari disabilitas. Hal ini disampaikan Wakil Bupati Pekalongan H Riswadi SH saat hadir dalam acara Peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) DPC Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kabupaten Pekalongan yang dipusatkan di Pendopo Rumah Dinas Wakil Bupati Pekalongan, pada Minggu (19/12) siang.
KAJEN - Bupati Pekalongan Fadia Arafiq SE.,MM menghadiri tasyakuran pembangunan Pendopo Ki Wanenpati Desa Wuled Kecamatan Tirto, Jumat ( 17/12) sore di desa Wuled Kecamatan Tirto.
Bupati Fadia berharap bangunan Pendopo segera mencapai sempurna dan nantinya bermanfaat untuk masyarakat banyak. “ Pendopo ini banyak sekali kegunaannya. Misalnya dipakai untuk acara pernikahan masyarakat Wuled, untuk kegiatan vaksin ataupun pengajian. Artinya pendopo ini dibangun memang untuk seluruh masyarakat desa Wuled,” kata Bupati Fadia dalam sambutannya
KAJEN - Sesuai dengan program ‘jalannya halus rejeki mulus’, secara bertahap seluruh jalan yang rusak ( jalan kabupaten ) di kabupaten Pekalongan akan diperbaiki. Hal ini disampaikan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq SE.,MM saat meresmikan Jalan Ruas Sengare – Jolotigo Kecamatan Talun, Rabu (15/12) siang di desa Sengare Kecamatan Talun.
KAJEN – Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, S.E.,M.M, pagi ini, Rabu (15/12/2021) berkesempatan melakukan acara Pembinaan Takmir Masjid, yang diselenggarakan di Aula lantai 1 Setda Kabupaten Pekalongan. Dalam pembinaan tersebut, Bupati Fadia menyampaikan bahwa mulai tahun 2022 mendatang, selain marbot dan takmir masjid, pengurus masjid serta penjaga makam direncanakan juga akan mendapat insentif per tahunnya dari Pemkab Pekalongan.
“Pramuka menurut saya selalu mengedepankan nilai kemanusiaan. Saya berharap pramuka bisa membantu program pemerintah. Apalagi memasuki musim hujan saat ini, cuaca cenderung kurang baik juga bencana kecil. Mudah-mudahan Pramuka yang paling terdepan membantu Pemerintah kabupaten,” ujar Fadia.
Terkait program vaksinasi khususnya vaksinasi anak, Fadia meminta jajaran Pramuka berperan dalam penyelenggaraan vaksinasi massal. “Saya mengajak kakak-kakak Pramuka , Pramuka bisa menyelenggarakan acara vaksin masal. Apalagi vaksin untuk anak 12 tahun ke bawah sudah ada. Coba kakak-kakak Pramuka, agarbisa menyentuh ke anak SD, agar vaksin bisa mencapai 70 persen untuk kabupaten Pekalongan dengan cepat, dan juga agar anak-anak lebih sehat.,”pintanya.
Selain vaksinasi, Bupati juga meminta Pramuka membantu Pemkab dalam menjaga kondusifitas wilayah jelang peringatan Natal 2021 dan tahun baru 2022.
Selanjutnya Bupati menyampaikan apresiasi kepada ketua Gerakan Pramuka Kabupaten Pekalongan periode 2016- 2021 yang telah menjalankan tugas dan fungsinya dengan baik. Dan kepada yang akan menjadi ketua pada periode selanjutnya, Fadia berpesan agar bisa berkomunikasi yang baik dengan pemerintah daerah. “Selamat mengadakan musyawarah cabang,Insyaalloh menghasilkan ketua yang baik dan juga bisa mengevaluasi 5 tahun kemarin, apa yang sudah kita buat dan program yang belum terlaksana agar bisa tercapai di tahun berikutnya, “ pesan Fadia
Ketua Kwarda Pramuka Jawa Tengah, Hj Siti Atikoh Suprianti,STP,MT,MPP dalam sambutan yang dibacakan oleh wakil ketua Kwarda Heru Djatmiko, menyampaikan bahwa pihaknya memberikan apresiasi serta penghargaan kepada pengurus Kwarcab Pekalongan masa bakti 2016-2021 atas seluruh kiprah, prestasi dan aktifitas kwarcab Kabupaetn Pekalongan selama 5 tahun.
Atikoh juga mengucapkan terimakasih untuk Kwarcab Kabupaten Pekalongan yang telah melaksanakan kegiatan kegiatan seperti Gladian Pemimpin Regu Penggalang (DIANPINRU), Pelatihan Pramuka Peduli bagi Pengurus Pramuka Peduli Tingkat Kwartir Ranting, dan Kursus Pengelola Kwartir Ranting. “ Terimakasih pula atas inisiasi dari kwarcab Pekalongan untuk melaksanakan Kursus Pelatih Pembina Pramuka Tingkat Dasar (KPD) yang saat ini sedang berlangsung di SMPN 1 Karanganyar. Semoga pelatih pelatih baru hasil dari KPD ini bisa memberikan angin segar dan amunisi baru untuk pengembangan Kepramukaan di seluruh Kwarran se-Kabupaten Pekalongan, “ tuturnya.
Semntara itu Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kabupaten Pekalongan masa bakti 2016-2021, Ir Bambang IriantoM.Si mengatakan Gerakan Pramuka Kabupaten Pekalongan selama kurun waktu 5 tahun terakhir telah banyak mendapatkan kejuaraan. “Terakhir di tahun 2021 kita mendapatkan kejuaraan Pramuka Garuda juara ke 3 tingkat Siaga (SD Legok kalong). Kemudian yang tingkat Pandega, (UIN) meraih juara ke- 3. Lomba kwartil juga mendapat juara untuk 4 bidang. Pramuka Kabupaten Pekalongan juga selalu aktif dalam kegiatan Kwarda,”ungkap Bambang.
Giyono, selaku panitia Muscab Kwartir Cabang Pramuka Kabupaten Pekalongan dalam laporannya menyampaikan maksud dan tujuan Muscab kali ini adalah untuk mengevaluasi pelaksanaan program kerja selama masa bakti 2016-2021, menyusun rencana kerja masa bakti tahun2021-2026, mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugas pengurus gerakan Pramuka Kwartir cabang Kabupaten Pekalongan masa bakti 2016-2021, serta menyusun kepengurusan Gerakan Pramuka Kwartir Cabang kabupaten Pekalongan masa bakti tahun2021-2026. Adapun peserta Muscab sebanyak 71 orang, terdiri dari unsur kwartir cabang, kwartir ranting, peninjau dari satuan karya Pramuka.
Musyawarah Cabang Gerakan Pramuka ke-15 tahun 2021 Kwarcab Kabupaten Pekalongan dihadiri pula oleh wakil Dandim, Kapolres, Kajari, Sekda Yulian Akbar SSos.,M.Si beserta para asisten, para kepala OPD selaku anggota majelis pembimbing cabang , serta para peserta Muscab. Dalam kesempatan ini dilakukan pula penyerahan hadiah lomba Gugus Depan (Gudep) tingkat Kwartir Cabang oleh bupati Pekalongan . (Dian-Kominfo)
Rabu, 22 Desember 2021
Hal tersebut menjadi trigger Pemkab Pekalongan saat ini untuk meningkatkan kewaspadaan dan kehati-hatian akan varian baru Omicron tersebut.
Untuk itu, melalui sambutan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, S.E.,M.M., yang dibacakan oleh Sekda Kabupaten Pekalongan Yulian Akbar, S.sos.,M.Si., dalam acara Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Natal dan Tahun Baru yang dilaksanakan pada pagi ini, Rabu (22/12/2021) di Aula lantai 1 Sekda Kabupaten Pekalongan. Yulian Akbar mengatakan bahwa untuk mencegah klaster Nataru di Kabupaten Pekalongan, pemkab akan menjalankan instruksi dari Presiden Joko Widodo yaitu dengan melakukan tiga langkah point utama kewaspadaan.
Dimana yang pertama adalah dengan melakukan percepatan vaksinasi secara masif kepada masyarakat. Karena menurut Yulian, vaksinasi merupakan ikhtiar terakhir pemkab untuk melindungi warganya supaya tidak terjangkit covid-19.
‘’Kami akan lakukan percepatan vaksinasi karena target minimal kita untuk vaksinasi saat ini 70% untuk dosis pertama dengan total sasaran dan target minimal 60% lansia. Jadi hal ini sangat penting untuk kita kejar terus secara serentak dan gotong – royong dalam pencapaian vaksinasi agar tidak kendor,’’ ungkap Sekda Kabupaten Pekalongan Yulian Akbar saat membacakan sambutan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, dalam acara Rakor Lintas Sektoral Nataru.
Selanjutnya, langkah yang kedua ucap Yulian adalah pemkab akan melaksanakan pengetatan dan pengawasan protocol kesehatan di tempat-tempat yang berpotensi tejadi kerumunan saat Nataru tersebut. ‘’Kami akan melakukan pengawasan akan protocol kesehatan di Gereja saat Natal nanti untuk menjamin masyarakat kita taat protocol kesehatan saat beribadah nanti,’’ ‘’Dan untuk tahun baru kami juga akan melakukan hal serupa di tempat wisata, tempat perbelanjaan dan akan kami lakukan penutupan Alun-alun Kajen pada tanggal 31 Desember 2021 sampai dengan 1 Januari 2022,’’ jelas Yulian.
Dan untuk langkah yang terakhir, lanjut Yulian Akbar, pihaknya akan mengantisipasi warga yang akan mudik/pulang kampung dengan melakukan tracing dan tracking secara ketat. ‘’Kita juga harus meningkatkan kewaspadaan dan kehati-hatian terkait varian baru Omicron yang telah masuk ke Indonesia. Jangan sampai terjadi transmisi local terutama di Kabupaten Pekalongan,’’ tandasnya.
Oleh karena itu, Yulian Akbar berpesan kepada seluruh masyarakat Kabupaten Pekalongan untuk tetap melaksanakan protocol kesehatan dengan ketat dan jangan lupa melakukan vaksinasi covid-19. Dan Ia berharap, jelang Natal dan tahun baru ini, seluruh lintas sektoral bisa tetap berkoordinasi dan bersinergi supaya langkah-langkag yang telah diambil bersama tersebut bisa terimplementasi dengan baik di masyarakat.
‘’Yang terakhir, pesan Ibu Bupati dalam sambutan ini adalah, harapan Pemkab Pekalongan kepada Dandim dan jajaran Forkopimda, Para Kepala Instansi Vertikal, Kepala OPD, Para Tokoh, Camat, sampai jajaran Lurah, Kepala Desa, Babinsa dan Babhinkamtibmas agar selalu bersama-sama mendukung pelaksanaan di lapangan,’’ pungkasnya. (Dian-Kominfo)
Rabu, 22 Desember 2021
Selain mengucapkan selamat memperingati HDI kepada para difabel dan menyemangati agar mereka tidak berkecil hati, Riswadi juga mengapresiasi seni yang disuguhkan oleh para difabel pada acara tersebut. “ Kepada Bapak/ibu yang hadir, yang secara fisik mungkin tidak sama dengan yang lain, jangan merasa kecil hati karena apapun secara batiniah, bapak/ ibu sama. Tadi juga memberikan kreasi, ternyata tidak kalah dengan orang-orang yang mempunyai postur tubuh yang normal. Bahkan bisa menyuguhkan seni dangdut, tari dan yang lain, “ puji Riswadi.
Riswadi menyampaikan pemerintah daerah telah mengeluarkan program bagi penyandang disabilitas, salah satunya adalah pencatatan data disabilitas. “Yang belum punya e-ktp, program kami di Dukcapil adalah jemput bola. Jemput bola ini dalam rangka mendata jumlah disabilitas di kabupaten Pekalongan. Ternyata datanya lebih dari 5000. Maka jika ini tidak terdata, otomatis mereka tidak memperoleh hak-hak yang lain. Karena sekarang apapun, semisal untuk menghitung angka kemiskinan, pengangguran, bantuan social seperti BLT, BST, semua by data, “ terangnya.
Melalui program jemput bola untuk pembuatan e-ktp tersebut, Riswadi berharap para penyandang diasabilitas memperoleh hak yang sama dari sisi data. Sementara dari sisi yang lain, lanjutnya, pihaknya telah menginstruksikan ke Dinas sosial agar serigit mungkin dalam mendata serta membntu apa yang di butuhkan para difabel.
Lebih lanjut Riswadi menyarankan PPDI untuk selalu berkoordinasi dengan pemerintah daerah. “Yang penting kunci keberhasilan bekerja adalah komunikasi dan koordinasi. Mari kita junjung tinggi dan jangan putus asa, selalu berkarya dan berkoordinasilah dengan Pemkab, “pungkas Riswadi.
Sementara itu Ketua DPC PPDI Kabupaten Pekalongan, Dirham, dalam momentum peringatan HDI kali ini berharap hak-hak disabilitas sebagai warga negara lebih dihargai dan dihormati, serta diberi peluang untuk berkarya. “Dengan terbitnya Perda nomor 2 tahun 2020 tentang pemenuhan hak penyandang disabilitas, kami berharap hak disabilitas sebagai warga negara lebih dihargai dan dihormati. Sungguh kami sangat menyayangkan kalau masih ada diskriminasi terhadap penyandang disabilitas.Kami ingin menjadi subjek, bukan objek,” ungkap Dirham
Dirham menambahkan, meskipun beberapa undang-undang telah mengakomodir hak-hak difabel namun masih ada beberapa peraturanyang diskriminatif dan memperlemah posisi difabel untuk mendapatkan keadilan. “Oleh karena itu kami mengharap peran serta Pemda untuk mengimplementasikan hal tersebut,” pintanya.
Pada kesempatan peringatan HDI dengan tema ‘ Kepemimpinan dan Partisipasi Penyandang Disabilitas Menuju Tatanan Dunia yang Inklusif, Aksesible dan Berkelanjutan Pasca Covid-19’ kali ini dilakukan juga penyerahan bantuan berupa sembako dan alat bantu disabilitas. (Dian-Kominfo)
Senin, 20 Desember 2021
Namun, sebelum diresmikan pada tahun 2022 mendatang, pembangunan fisik konstruksi pasar Wiradesa ini ditinjau oleh Dirjen Cipta Karya Kementrian PUPR Republik Indonesia , Ir. Diana Kusumastuti, MT pada Sabtu (18/12/2021) sore.
Sekretaris Daerah Yulian Akbar SSos MSi sesaat setelah mendampingi kunjungan Dirjen Kementrian PUPR ini menyampaikan bahwa pasar Wiradesa ini sangatlah potensial di wilayah Pantura.
‘’Pasar Wiradesa ini merupakan salah satu pasar proyek strategis, yang mengacu pada Perpres Nomor 79 Tahun 2019. Dan ini saya lihat sudah selesai 100 persen pembangunannya" tandasnya.
Menurut Sekda , Pasar Wiradesa ini merupakan pasar yang dicanangkan langsung oleh Pemerintah Pusat pada tahun 2019 sebagai pasar percontohan di Kabupaten Pekalongan, dengan harapan bisa mentriger perekonomian sekitar. Untuk itu, beberapa perbaikan memang perlu dilakukan sebelum difungsikan.
‘’Karena ini merupakan pasar yang luar biasa dengan total anggaran 79 milyar. Jadi, Pasar Wiradesa ini nantinya akan menjadi wajah pantura dan wajah Kabupaten Pekalongan juga,’’ ungkapnya.
Hal itu juga mengingat betapa banyaknya masyarakat pedagang yang akan masuk di pasar Wiradesa dengan jumlah kurang lebih 1994 pedagang.
Jadi, Ia rasa dari segi penataan dan pengaturan juga harus disiapkan terlebih dahulu oleh Pemkab Pekalongan sebelum Pasar Wiradesa benar-benar diresmikan tahun depan.
‘’Dengan jumlah pedagang yang sebegitu banyaknya, Pemkab harus benar-benar dipersiapkan dari segi penataan pedagangnya,’’ ujar Yulian Akbar.
Ia menambahkan bahwa untuk Blok C Pasar Wiradesa itu perlu adanya pembangunan kembali sebagai pasar basahnya. Dan pemerintah saat ini sedang mengusulkan ke Kementrian Perdagangan untuk menganggarkan pembangunan blok c tersebut. Sehingga pada triwulan pertama tahun 2022 mendatang bisa segera terealisasi.
‘’Terkait dengan blok c untuk pasar basah kita pemerintah sedang mengajukan ke kementrian perdagangan, kita lagi mengajukan untuk pembangunan karena itu mencakup hampir 478 pedagang. Doakan saja semoga bisa terealisasi di tahun 2022,’’ jelas Yulian Akbar.
Dan untuk kendala yang masih menjadi hambatan pasar Wiradesa saat ini, dan menjadi PR pemerintah, belum adanya ruang terbuka hijau. Hal ini disebabkan oleh pembebasan lahan di dekat Pasar Wiradesa untuk 27 warga yang belum selesai. Untuk itu ia berharap pembebasan lahan tersebut bisa segera diselesaikan, sehingga fasilitas di Pasar Wiradesa semakin lengkap dengan adanya ruang terbuka hijau.
‘’Sementara untuk lahan atau bangunan yang didekat pasar tadi ada 27 warga Insyaallah ini masih ada ditahap result. Target kami bisa menyelesaikan ditriwulan pertama tahun 2022 untuk bisa kita bebaskan sehingga bisa menjadi ruang terbuka hijau bagi pasar Wiradesa,’’ tuturnya.
Julian Akbar, menyampaikan, apabila semua perbaikan yang Ia sampaikan dalam evaluasinya itu bisa segera direalisasi, maka Pasar Wiradesa akan benar-benar menjadi pasar pencanagan yang bisa memantik laju perekonomian di wilayah Kabupaten Pekalongan dan sekitarnya pada awal tahun 2022 mendatang.
‘’Harapannya kalau ini sudah benar-benar selesai bisa ditempati oleh masyarakat pedagang di Kecamatan Wiradesa ini, sehingga perekonomian warga Kabupaten Pekalongan khususnya di Wiradesa ini bisa semakin maju,’’ pungkasnya. (Dian-Kominfo)
Minggu, 19 Desember 2021
Bupati juga memberikan apresiasi terutama kepada Kepala Desa Wuled atas prestasi yang ditoreh lewat dibangunnya pendopo tersebut. “ Mudah-mudahan menjadi semangat bagi para kades/lurah di kecamatan Tirto agar bisa membangun atau meninggalkan sesuatu yang berarti bagi masyarakat. Pada saat kita menjabat, kita diberi amanah, bagaimana caranya bermanfaat untuk orang banyak dan apa yang kita tinggalkan juga bisa bermanfaat untuk orang banyak. Salah satunya mungkin hal yang seperti ini,” ujarnya
Dalam kesempatan itu Fadia juga meminta agar vaksinasi yang saat ini masih digencarkan, menjadi perhatian seluruh masyarakat
“ Ini vaksin di kabupaten Pekalongan belum 70 persen . Kita sekarang di level 2, tapi kita jangan lengah. Karena sudah ada peraturan presiden bahwa yang belum divaksin, bansos seperti PKH dan sebagainya distop. Dan akan ada peraturan baru lagi apabila anak usia 12 tahun ke atas dan orang tuanya belum divaksin, anaknya tidak bisa ikut ujian sekolah. Jadi saya meminta bapak/ibu semua menjaga kesehatan dan vaksin merupakan ikhtiar yang maksimal,’ tegasnya.
Sementara itu Amat Antono, mewakili tokoh masyarakat, dalam kesempatan tersebut mengaku bangga dengan masyarakat Wuled juga kepala desa serta perangkat dan lembaganya. Karena menurutnya tidak semua desa mempunyai pendopo yang dibangun semegah pendopo desa Wuled. “Dibangunnya pendopo ini merupakan prestasi tersendiri bagi seorang kepala desa. Ini merupakan bukti desa Wuled adalah desa yang dinamis. Oleh karena itu saya berharap khususnya kepada kepala desa dan perangkatnya, jangan lelah untuk membangun desa/negerinya dan jangan mengeluh. Salah satu kuncinya adalah jaga persatuan dan kesatuan,”pesan Antono
Antono juga mengungkapkan rasa syukur , pasalnya dalam kondisi covid dimana kondisi ekonomi masih belum begitu bagus, pendopo desa Wuled tersebut bisa dibangun. Menurutnya hal itu adalah kecerdasan dari masyarakat, perangkat desa/ kepala desa dan sebuah kebersamaan antara seluruh masyarakat yang harus tetap dijaga.
Antono menambahkan, dirinya bangga dengan pemberian nama Wanenpati untuk pendopo tersebut karena itu adalah sebuah pengakuan sekaligus penghargaan kepada leluhur/para pejuang.
sementara itu Kepala Desa Wuled, Wasduki Jazuli, menjelaskan sejarah asal usul pendopo desa Wuled tersebut diberi Ki Wanenpati. Ki Wanenpati adalah salah satu senopati perang Pangeran Diponegoro. Setelah tertangkapnya Pangeran Diponegoro, para senopati maupun pimpinan perang lari menyebar. Pada waktu itu mbah Wanenpati beserta rombongan tiba di daerah ‘Blokgempol’. Selain ahli strategi perang, Mbah Wanenpati juga ahli pertanian dan pemerintahan. Ia membuka alas Desa Wuled.
“ Ketika membangun sebuah desa, saya berharap spirit dari Mbah Wanenpati bisa kita tiru. Dengan kondisi apapun, Mbah Wanenpati bisa membuat sebuah terobosan. Dalam situasi ekonomi sulit akibat covid, saya berharap spirit dari Mbah Wanenpati kita tiru, “harap Wasduki.
Acara tasyakuran pembangunan pendopo Ki Wanenpati Desa Wuled dihadiri pula Wakil ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Sumar Rasul , Asisten Pemerintahan dan Kesra Totok Budi Mulyanto , Camat beserta forkopimcam Tirto, para Lurah/Kepala Desa se kecamatan Tirto yang berkesempatan hadir serta para tokoh masyarakat. (Dian-Kominfo)
Minggu, 19 Desember 2021
Tampak hadir mendampingi Bupati dalam Peresmian Jalan Ruas Sengare-Jolotigo antara lain asisten pembangunan serta para kepala OPD terkait. Tampak hadir pula Camat Talun dan perwakilan lurah se kecamatan Talun juga tokoh masyarakat setempat.
Bupati memastikan bahwa pihaknya akan menuntaskan jalan ruas Sengare-Jolotigo pada tahun 2022 dan rencananya akan dilanjutkan Jolotigo – Kroyakan pada tahun 2023 mendatang. “ Sengare – Jolotigo saya tuntaskan 2022, setelah tahun 2022, kita masih ada PR lagi, Jolotigo - Kroyakan di 2023. Berarti nantinya Talun tuntas semuanya. Ini supaya warga bisa hidup secara layak,” ungkapnya.
Bupati berharap masyarakat bisa menjaga jalan tersebut dengan baik. “ Karena jalan ini nilainya hampir 1 M. Insyalloh tahun 2022 saya selesaikan sampai Jolotigo ujung. Dan di 2023 saya tuntaskan sampai ujung lagi,” tandasnya.
Dalam kesempatan itu Bupati juga menyampaikan 3 program yang difokuskan yaitu infrastruktur, kesehatan dan pendidikan. “3 program yang saya fokuskan, pertama, jalannya alus rejeki mulus. Kedua, bagi warga yang tidak punya kartu KISS /BPJS, bisa berobat gratis (Kelas 3) di Puskesmas dan RSUD milik pemerintah kabupaten Pekalongan . Dan Insyaalloh nanti jika PAD /keuangan kita meningkat, bisa menjangkau lebih baik lagi, “ jelas Bupati Fadia.
Kemudian program ketiga, lanjut Fadia, yakni pendidikan gratis untuk sekolah negeri. “Dari PAUD sampai SMP negeri, gratis. Tidak boleh ada pungutan apapun dan dikhususkan untuk warga tidak mampu. Dan untuk yang tidak mampu juga akan diberikan bantuan seragam sekolah. Saya ingin semua anak kabupaten Pekalongan bisa sekolah. Termasuk anak yang putus sekolah,” tambahnya.
Sementara itu Kepala DPU Taru Kabupaten Pekalongan Ir Bambang Irianto M.Si dalam kesempatan itu mengatakan dalam masa pandemic tidak semua wilayah mendapat alokasi anggaran perbaikan jalan. Namun khusus kecamatan Talun masih dialokasikan lg jalan lanjutan ruas Sengare – Jolotigo.” Insyaalloh tahun depan tuntas sampai Jolotigo. Harapan kami supaya tahun 2023 dilanjutkan jolotigo kroyakan,’ ujar Bambang
Bambang Irianto juga berharap jalan tersebut memberikan manfaat bagi masyarakat Talun khususnyadesa Sengare.
Dalam peresmian jalan ruas Sengare – Jolotigo di Desa Sengare Kecamatan Talun ini juga dimeriahkan dengan tradisi udik udikan. (Dian-Kominfo)
Rabu, 15 Desember 2021
Menurut Fadia, insentif yang akan diberikan oleh Pemkab Pekalongan kepada pengurus masjid dan penjaga makam memang tidak banyak jumlahnya, tetapi Ia berharap mereka tidak melihat dari segi jumlah, melainkan dapat melihat dari bentuk perhatian yang pemkab berikan.
‘’Selama ini marbot semuanya yang berjumlah 846 orang sudah diperhatikan di tahun 2021. Tetapi setelah saya jadi bupati, saya tambahi selain marbot, pengurus masjid pun akan saya berikan bantuan. Satu masjid kita berikan satu tahunnya memang tidak banyak, mohon maaf karena masjidnya banyak sekali, jadi kami hanya bisa memberikan 300 ribu per masjid,’’ kata Bupati Fadia Arafiq.
Selanjutnya, Fadia menuturkan bahwa tujuan dari pihaknya yang akan memberikan insentif kepada penjaga makam dan pengurus masjid, adalah supaya mereka bisa menjalankan tugas secara maksimal. Apalagi menurut Fadia, tugas yang mereka jalankan itu tidak mudah karena menuntut adanya konsistensi yang tinggi.
‘’Menjadi pengurus masjid, menjadi imam masjid itu dipikir orang lain mudah. Tetapi saya rasa kalau kita tidak punya rasa cinta kepada Allah dan masyarakat itu tidak mudah karena kegiatan ini kan konsisten secara terus menerus,’’ ungkapnya.
Selain itu, dalam kesempatan tersebut Fadia juga mengucapkan terimakasih kepada takmir masjid yang hadir dalam pembinaan, atas kinerja maksimal yang mereka berikan untuk mengabdi kepada umat dalam rangka menghidupkan masjid.
‘’Saya sangat menghargai sekali bapak-bapak takmir masjid, dan terimakasih sudah menjaga masjid kita bersama dengan baik, menjaga kerukunan dengan baik. Dan juga Insyaallah kegiatan-kegiatan kita di masjid pun itu positif untuk masyarakat Kabupaten Pekalongan,’’tuturnya.
Sementara itu, dalam kesempatan yang sama Kabag Kesra Setda Kabupaten Pekalongan Subagyo, S.H.,M.M., menyampaikan dalam sambutannya, bahwa acara Pembinaan Takmir Masjid yang pihaknya selenggarakan itu bertujuan untuk membangun silaturahmi yang baik antara ulama dan pemerintah serta masyarakat supaya bisa bersinergi dalam membangun kerukunan umat beragama sekaligus menyampaikan program pemerintah dalam pembangunan Kabupaten Pekalongan. Dan menyampaikan informasi terkait tugas dan kewajiban sebagai takmir masjid.
Dikatakan Subagyo, dengan jumlah masjid di Kabupaten Pekalongan yang sangat banyak, yaitu 860 masjid. Ia meminta maaf karena baru bisa mengundang beberapa takmir masjid saja dari wilayah Kecamatan Kajen, Kedungwuni dan Karanganyar saja saat ini.
‘’Karena kemampuan anggaran yang terbatas sehingga kami lakukan pembinaan secara bertahap dan pada kesempatan siang ini kita mengundang takmir masjid untuk 3 wilayah Kecamatan karanganyar, Kedungwuni dan Kajen,’’ ungkapnya.
Namun, lanjut Subagyo kegiatan pembinaan takmir masjid ini, akan terus berlanjut dan pihaknya nantinya akan mengundang lebih banyak lagi takmir masjid secara bergantian dari berbagai wilayah kecamatan yang ada di Kabupaten Pekalongan untuk mengikuti pembinaan bersama Bupati Pekalongan. ‘’Nanti di tahun 2022 akan dilaksanakan secara bertahap dengan mengundang takmir masjid dari wilayah kecamatan lain,’’ pungkasnya. (Dian-Kominfo)
Rabu, 15 Desember 2021
KAJEN – Dalam rangka meningkatkan semangat kebangsaan dan komunikasi antar kumpulan tokoh agama dan masyarakat, Forum Persaudaraan Bangsa Indonesia (FPBI) Kabupaten Pekalongan menggelar acara Dialog Harmonisasi Persaudaraan Bangsa Pasca Pandemi. Yang telah dilaksanakan pada pagi ini, Rabu (15/12/2021) di Pendopo Rumah Dinas Bupati Pekalongan.
Acara Dialog Persaudaraan Bangsa Pasca Pandemi tersebut, pagi ini dibuka secara langsung oleh Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, S.E.,M.M., dan juga dihadiri oleh Kepala Kesbangpol Kabupaten Pekalongan Haryanto Nugroho, Kepala FPBI Kabupaten Pekalongan H. Harun Juri, dan diikuti oleh seluruh pengurus FPBI tingkat kecamatan se-Kabupaten Pekalongan.
Dalam kesempatan tersebut, dalam sambutannya Bupati Pekalongan Fadia Arafiq mengatakan bahwa pihaknya mengapresiasi adanya dialog harmonisasi semacam ini, dan Ia berharap dengan adanya acara ini FPBI akan semakin meningkatkan fungsinya dalam menjaga kerukunan dan keteraturan masyarakat di Kabupaten Pekalongan yang sangat beragam latar belakangnya.
‘’Saya minta karena Kabupaten Pekalongan ini kan beraneka ragam dari budaya, agama dan tingkah laku manusianya. Mudah-mudahan dengan hadirnya FPBI ini kita bisa bersama-sama menjapa kerukunan dan persatuan masyarakat di Kabupaten Pekalongan. Karena dengan ada kata-kata Bhineka Tunggal Ika ini kita merupakan satu kesatuan, berbeda-beda tetapi tetap satu,’’ kata Bupati Fadia Arafiq.
Apalagi, saat ini menjelang hari raya natal dan tahun baru, ungkap Fadia, pihaknya berharap FPBI benar-benar bisa membantu pemkab dalam rangka menjaga kondusifitas dan meningkatkan rasa toleransi antar umat beragama sehingga tidak akan terjadi perpecahan maupun keributan.
‘’Saya meminta kepada seluruh keluarga besar FPBI apalagi sekarang sudah akhir tahun, menjelang natal dan tahun baru. Dimana aturan dari pusat bukan kami yang mengkotak-kotakan, bukan kami yang membuat peraturan, melainkan ini merupakan peraturan dari Pemerintah Pusat bahwa untuk natal dan tahun baru ini mungkin bisa tetap diselenggarakan tetapi dengan cara beribadah masing-masing di rumah atau tidak mengadaakan perayaan yang besar-besaran seperti biasanya. Dan tahun baru pun demikian,’’ jelas Fadia.
Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, selaku penyelenggara acara, Ketua FPBI Kabupaten Pekalongan H. Harun Juri menyampaikan, bahwa acara Dialog Harmonisasi Persaudaraan Bangsa Pasca Pandemi ini merupakan program kerja dari pengurus FPBI Kabupaten Pekalongan masa bakti 2017-2023 dalam rangk meningkatkan komunikasi, silaturahmi antar kumpulan tokoh agama dan tokoh masyarakat, supaya tetap melestarikan rasa kebangsaan, paham kebangsaan, semangat kebangsaan, semangat patriotisme dan kegotong royongan. Serta berperan aktif dalam mewujudkan cita-cita bangsa dan tujuan nasional dalam rangka menjaga keutuhan NKRI.
Untuk itu, Ia mengucapkan terimaksih kepada Pemkab Pekalongan yang telah turut andil dalam pelaksanaan dialog tersebut. Sehingga diharapkan kerukunan dan kesatuan masyarakat Kabupaten Pekalongan tetap terjaga. ‘’Jadi ini merupakan langkah kita bersama dan kesempatan kita bersama bahwa FPBI ini kita adalah meracik dan mempersatukan visi dan misi dalam rangka menjaga kelestarian dalam pendidikan berbangsa dan bernegara,’’ ungkap Ketua FPBI Kabupaten Pekalongan H. Harun Juri. (Dian-Kominfo)
Rabu, 15 Desember 2021