KAJEN – Pemerintah Daerah Kabupaten Pekalongan terus berupaya menekan covid 19. Salah satu langkah yang ditempuh adalah dengan dibentuknya Satgas Covid 19 Pelajar Kabupaten Pekalongan, yang secara resmi dilantik dan dikukuhkan pada Senin (15/11) pagi di SMAN 1 Bojong.
Acara deklarasi dan pengukuhan Satgas Covid 19 Kabupaten Pekalongan dihadiri secara langsung oleh Bupati Pekalongan Fadia Arafiq SE.,MM beserta asisten, juga perwakilan Forkopimda Kabupaten Pekalongan, Tampak hadir pula wakil dari OPD terkait seperti Dinas Kesehatan dan BPBD, Camat dan Forkompimcam Bojong, Kepala satuan pendidikan dan pimpinan pondok pesantren serta pelajar dari tingkat SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/MA serta dari pondok pesantren.
Dijelaskan bupati Fadia, deklarasi dan pengukuhan Satgas Covid 19 pelajar Kabupaten Pekalongan yang terdiri dari pelajar SD sampai tingkat pondok pesantren merupakan bukti pemerintah daerah serius dalam menangani covid 19. “ Kita nggak main-main untuk menghilangkan copid ini supaya level kita cepat menurun. Anak-anak sekolah yang baru mulai masuk sekolah juga kita swab semua, “ungkap Fadia
Dengan adanya Satgas Covid 19 Pelajar Kabupaten Pekalongan ini diharapkan level Kabupaten Pekalongan segera turun ke level 2. Menurut Fadia, saat ini kabupaten Pekalongan masih berada di level 3 karena banyak warga yang belum divaksin.
Bupati Fadia mengatakan kepada para Satgas Covid 19 pelajar Kabupaten Pekalongan bahwa tugas mereka adalah memastikan di lingkungan belajar mereka (sekolah dan pondok pesantren), semua sudah divaksin. Hal ini sesuai aturan dari pemerintah yang mana vaksin merupakan syarat mengikuti ujian sekolah. “Pemerintah akan mengeluarkan satu aturan, anak di atas 12 tahun yang tidak divaksin tidak boleh ikut ujian. Ayo kita rayu teman – teman supaya mau divaksin dan orang tuanya juga nanti dicek sudah divaksin atau belum, “jelasnya
Lebih lanjut Fadia juga menegaskan bahwa jenis vaksin yang diberikan adalah sama, Dan jika ada isu yang mengatakan vaksin bisa menyebabkan seseorang meninggal, itu adalah hoak. Untuk itu para Satgas Covid diharapkan bisa mengedukasi tentang pentingnya vaksin terutama bagi para lansia.“Nanti kasih tahu orang tuanya yang tidak mau divaksin,mau buat KTP, KK atau surat apapun kalau tidak divaksin akan dipersulit karena supaya ikut aturan pemerintah. Ayo sehat bareng karena ini merupakan ikhtiar paling maksimal, “ pintanya
Ditambahkan, vaksinasi untuk pelajar ditargetkan selesai pada bulan Desember mendatang. (Dian-Kominfo)
Senin, 15 November 2021
KAJEN - Prospek market budidaya ikan payau khususnya udang Vaname sangat menjajikan. Namun hal ini belum dimanfaatkan dengan baik oleh para petani budidya ikan air payau di wilayah pesisir utara Kabupaten Pekalongan terutama di 3 kecamatan seperti Wonokerto Siwalan dan Tirto. Menyikapi hal tersebut, Pemkab Pekalongan melalui Dinas Kelautan dan Perikanan mengadakan kegiatan Bimbingan Teknis Budidaya Ikan Air Payau ( Bimbingan Teknis Budidaya Udang Vaname )Tahun 2021 yang diselenggarakan di aula Dinas Kelautan dan Perikanan, Kamis (11/11/2021) siang.
KAJEN – Menjadi salah satu kecamatan di Kabupaten Pekalongan yang tingkat vaksinasinya belum memuaskan, Forkopimcam Kajen meenggelar kegiatan ‘Vaksinasi Kajen Berhadiah’ dengan tema ‘MAS DAVIN KAJEN SEHAT’ (Masyarakat Datang Divaksin Menuju Kajen Sehat), yang dilaksanakan pada pagi ini, Rabu (10/11/2021) di halaman Kantor Kecamatan Kajen.
KAJEN – Undang – Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik mengamanatkan kewajiban kepada Badan Publik untuk membuka akses bagi setiap pemohon untuk mendapatkan informasi publik, kecuali beberapa informasi tertentu, untuk mewujudkan mandat ini Komisi Informasi (KI) hadir sebagai lembaga mandiri yang berfungsi menjalankan Undang-Undang ini dan peraturan pelaksanaannya, menetapkan petunjuk teknis standar layanan informasi publik dan menyelesaikan sengketa informasi publik melalui mediasi dan/atau ajudikasi non litigasi.
‘’Di sekolah itu yang nomer satu adalah kenyamanan siswa-siswi kita dalam belajar. Karena kalau mereka tidak nyaman, pada akhirnya mereka malah tidak mau sekolah. Untuk itu saya benar-benar apresiasi sekali acara Deklarasi Sekolah Anti Perundungan dan Kekerasan yang diselenggarakan oleh SMK Ma’arif NU Tirto ini’’ungkap Bupati Pekalongan Fadia Arafiq saat menghadiri acara Deklarasi Sekolah Anti Perundungan dan Kekerasan di SMK Ma’arif Tirto.
Menurut Fadia, apabila kenyamanan dapat diciptakan oleh pihak sekolah, maka siswa-siswi yang belajar akan merasa nyaman dan senang menempuh pendidikan di tempat Ia bersekolah. Untuk itu, Fadia berharap apa yang telah dideklarasikan oleh SMK Ma’arif NU Tirto itu bisa dilaksanakan dengan baik, supaya dapat mewujudkan sekolah yang benar-benar anti terhadap perundungan dan kekerasan. ‘’Dan apabila ini bisa dijalankan, saya yakin murid-muridnya yang saat ini seribu lebih bisa bertambah menjadi tiga ribu lebih kedepannya,’’ ujar Fadia.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Fadia juga menyampaikan bahwa ‘Deklarasi Anti Perundungan dan Kekerasan’ yang diselenggarakan oleh SMK Ma’arif NU Tirto ini, merupakan sebuah kegiatan yang pertama diadakan oleh sekolah di Kabupaten Pekalongan. Oleh karena itu, Ia berharap kegiatan tersbut bisa dijadikan contoh oleh sekolah-sekolah lain di Kabupaten Pekalongan, dalam rangka menjamin keselamatan dan kenyamanan siswa-siswi di Kabupaten Pekalongan dalam menempuh pendidikan.
Selain itu, Fadia juga berpesan kepada siswa-siswi SMK Ma’arif NU Tirto untuk tetap semangat dalam belajar, supaya kedepannya bisa memiliki daya saing yang tinggi di masa depan dan bisa menjadi orang yang sukese. Karena menurut Fadia, masa depan dapat ditata sejak kita berada di sekolah. Apabila siswa-siswi bisa belajar disiplin, ulet dan cekatan, maka kedepannya mereka tidak akan kaget saat memasuki dunia kerja. ‘’ Jadi saya minta, yang perempuan juga. Kalian harus semangat sekolah karena contoh hari ini pemimpin juga bisa diduduki oleh perempuan. Perempuan harus kuat, perempuan juga bisa memimpin,’’ pungkasnya. (Lus-Kominfo)
Senin, 15 November 2021
Sabtu, 13 November 2021
Kegiatan Bimtek dibuka oleh Wakil Bupati Pekalongan H Riswadi SH. Dalam Bimtek Budidaya Udang Vaname tersebut sekaligus dilakukan penyerahan bantuan sarana budidaya air payau berupa waring dan bambu, serta bantuan jalan produksi tambak Depok panjang 211 meter secara simbolis oleh Wakil Bupati H Riswadi SH didampingi didampingi Plt Asisten Ekonomi dan Pembangunan dan kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan kepada para penerima bantuan.
Dalam sambutannya,Wakil Bupati Riswadi mengungkapkan bahwa banyak keluhan para petani budidaya ikan terkait sarana prasarana dan infrastruktur. “sekitar 2-3 bulan yang lalu kami hadir ke Depok terkait panen udang vaname. Saya lihat ini agak bagus dan menarik dan saya dengar ada prospek kedepan yang lebih baik. Selain itu kami mendengar banyak keluhan baik infrastruktur maupun sarana prasarana. Lalu kamipun memberikan bantuan maupun edukasi kepada petani udang di daerah sana.” ujar Riswadi mengawali sambutannya.
Riswadi menjelaskan bahwa di dalam APBD Perubahan pihaknya mencoba memberikan sesuatu yang bermanfaat kepada petani. “Saya melihat bahwa mereka mengangkut hasil panen itu masih dipikul sekitar 300-400 meter baru pakai kendaraan roda dua. Saya minta kepada Dinas Kelautan dan Perikanan untuk membantu, ternyata di APBD penetapan ini mencapai sekitar 500 juta ( 200 juta untuk fisik dan sisanya bantuan waring dan bambu). Semoga dana yang tidak banyak itu bisa bermanfaat dan dalam waktu dekatpun kami akan melihat daerah lain seperti Jeruksari,Mulyorejo dan Api-api. Semua Itu kulturnya sama,” terangnya.
Dijelaskan pula, saat ini tidak sedikit yang menjadi petani budidaya ikan secara otodidak. Untuk itu melalui Bimtek budidaya udang Vaname ini para petani budidaya ikan bisa mendapatkan pendidikan (edukasi) terkait budidaya udang Vaname. “ Budidaya udang vaname ini ternyata tidak bisa modal otodidak saja. kami banyak bercerita dengan salah satu petani yang berhasil (Pak Sulaiman), memang intinya bermain udang itu bukan memelihara udangnya tetapi mentreatment airnya. Harapannya ini bisa dilakukan di setiap daerah seperti Wonokerto, Siwalan dan Tirto, Ternyata memang masih banyak lahan yang belum dimanfaatkan secara maksimal .Dan dengan bimtek ini harapannya mereka memahami akan budidaya dan mempraktekkan ilmunya, “ pungkas Riswadi
Sementara itu Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan Drs Sirhan dalam laporannya menyampaikan tujuan kegiatan Bimbingan Teknis Budidaya Ikan Air Payau ( Bimbingan Teknis Budidaya Udang Vaname )Tahun 2021 adalah untuk memotivasi para pelaku usaha perikanan dalam meningkatkan pengetahuan sehingga dapat meningkatkan produksi dan nilai produksi perikanan budidaya. Adapun sasarannya adalah para pembudidaya air payau dan air tawar. Peserta bimtek sebanyak 310 orang yang terbagi dalam 7 angkatan.(Dian-Kominfo)
Kamis, 11 November 2021
Acara dilaunching oleh Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, S.E.,M.M, dihadiri pula Wakil Bupati Pekalongan H. Riswadi, S.H., Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Dra.Hj Hindun, MH., Dandim 0710 Pekalongan Letkol CZI Hamonangan Lumban Toruan, Kapolres Pekalongan AKBP Arief Fajar Satria, PJ Sekda Budi Santosa, Kepala Dinkes Kabupaten Pekalongan Setiyawan Dwiantoro, dan semua unsur Forkopimcam Kecamatan Kajen.
Pada acara tersebut, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq mengungkapkan bahwa pihaknya sangat mengapresiasi terobosan dari Forkopimcam Kajen, untuk meningkatkan daya tarik warganya melakukan vaksinasi dengan membuat acara yang cukup menarik banyak perhatian itu. ‘’Saya benar-benar mengapresiasi kegiatan ini. Karena ini merupakan inisiatif luar biasa dari Forkopimcam Kajen, yang bisa memberikan hadiah dan membuat orang-orang antusias untuk melakukan vaksin,’’ kata Bupati Fadia.
Menurutnya, apabila kegiatan ini benar-benar berhasil dan setiap kecamatan juga berinovasi untuk meningkatkan minat vaksinasi warganya, maka tidak menutup kemungkinan Kabupaten Pekalongan di penghujung tahun nanti, dapat tembus 80% target vaksinasi suntikan pertama.
Untuk itu, Fadia berharap ketersediaan vaksin yang saat ini melimpah di Kabupaten Pekalongan, dapat dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat. ‘’ Biasanya di daerah lain, vaksin itu sulit untuk didapatkan, bahkan kita juga dulu sempat seperti itu. Tetapi sekarang di Kabupaten Pekalongan itu vaksin sudah melimpah, karena kami meminta langsung kepada DPR RI, dan kemarin kita dapat 185.000 vaksin masuk ke Kabupaten Pekalongan. Untuk itu ayo manfaatkan apa yang kita punya saat ini dengan baik,’’ jelasnya.
Sementara itu, dalam kesempatan yang sama Camat Kajen Agus Purwanto mengatakan pihaknya adakan kegiatan ini supaya antusias warga tinggi untuk melakukan vaksinasi. Karena menurutnya, 2 bulan lalu diwilayahnya target vaksinasi benar-benar sulit dicapai. Karena minat warganya yang sangat rendah.
Dengan kegiatan Vaksinasi Kajen Berhadiah tersebut, Ia berharap Kecamatan Kajen bisa memenuhi target 50% suntikan vaksinasi pertama maupun kedua. ‘’ Sekitar 2-3 bulan yang lalu, vaksinasi di Kecamatan Kajen begitu sulit mencapai target sasaran vaksinasi. Per minggu kita memvaksin 100-200 orang. Sehingga dengan gebrakan ini diharapkan memicu masyarakat untuk berduyun duyun untuk vaksin,’’ ujarnya. (Dian-Kominfo)
Rabu, 10 November 2021
Dalam sambutannya pada acara Rapat Evaluasi Penanganan Covid-19, yang dilaksanakan pada Selasa (9/11/2021) di Aula lantai 1 Setda Kabupaten Pekalongan, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, S.E.,M.M, mengatakan perihal upaya yang dilakukan oleh pemkab dan Forkopimda untuk menurunkan Kabupaten Pekalongan dari level 3.
‘’Bisa kita lihat bersama ya, usaha pemkab sudah sangat maksimal supaya kita bebas dari Covid-19. Mulai dari usaha untuk mendapatkan vaksin yang banyak seperti saat ini, operasi giat malam dan lainnya. Namun kita masih saja saat ini berada di level 3,’’ kata Bupati Pekalongan Fadia Arafiq.
Menurut Fadia, permasalahan yang dihadapi pemkab saat ini adalah minat masyarakat untuk divaksin yang masih cukup rendah. Hal itu terbukti dari presentasi suntikan vaksin tahap pertama yang belum tembus target 50%.
Fadia berharap pihaknya beserta unsur Forkompinda serta Satgas Covid-19 mulai dari tingkat kabupaten sampai ke kecamatan, bisa meningkatkan kegiatan sosialisasi kepada masyarakat supaya mau divaksin. ‘’ Pokoknya sosialisasi harus kita gencarkan baik itu melalui medsos maupun spanduk,’’ ujarnya.
Selain itu, dalam kesempatan tersebut Fadia juga mengungkapkan usulan, supaya masyarakat mau divaksin, bahwa untuk bisa masuk pasar harus menunjukan kartu vaksinasi. Karena pasar merupakan tempat umum yang banyak dikunjungi oleh masyarakat. ‘’Saya sih berharap apabila kita bisa membuat peraturan masuk pasar harus bawa kartu vaksin, maka itu akan memicu mereka mau melakukan vaksinasi, mengingat banyak orang yang akan pergi ke pasar tentunya,’’ tuturnya.
Sementara itu, dalam kesempatan yang sama Kapolres Pekalongan AKBP Arief Fajar Satria mengatakan bahwa per tanggal 6 November 2021 ini, wilayah Kabupaten Pekalongan tidak ada kasus aktif Covid-19. Dan semua wilayah di Kabupaten Pekalongan menunjukkan warna hijau semua.
‘’ Ini artinya penambahan kasus tersebut sudah tidak ada lagi di wilayah Kabupaten Pekalongan. Namun saya menghimbau kepada masyarakat untuk tidak euphoria yang berlebihan dan kendor prokesnya. Kita harus tetap ketat prokes, jangan terlena,’’ jelas AKBP Arief Fajar Satria.
Selanjutnya, Kapolres Pekalongan menyampaikan bahwa tantangan di depan mata, yang saat ini pihaknya waspadai adalah gelombang tiga penularan kasus Covid-19 yang berpotensi pada perayaan Natal dan tahun baru mendatang. Menurut AKBP Arief, dua momen tersebut berpotensi menyebabkan klaster baru Covid-19. Untuk itu, Ia berharap masyarakat untuk tidak melakukan bepergian yang tidak perlu, tetap mematuhi prokes dan jangan berkerumun.
Selain itu, PJ Sekda Kabupaten Pekalongan Budi Santosa dalam acara Rapat Evaluasi Penanganan Covid-19 itu menyampaikan bahwa langkah terdekat yang akan dilakukan pemkab dengan bekerjasama dengan Pemprov Jateng, adalah akan adanya serbuan vaksin bagi masyarakat dengan bus vaksinasi.
‘’Kami benar-benar serius mau menekan Covid-19 di Kabupaten Pekalongan dengan melakukan vaksinasi. Dan kami akan lakukan serbuan vaksinasi bekerjsama dengan Pemprov Jateng dengan bus vaksinasi yang akan segera beroperasi di Kabupaten Pekalongan,’’ terangnya.
Dengan hal tersebut, diharapkan wilayah-wilayah di Kabupaten Pekalongan yang masih rendah tingkah vaksinasinya bisa tersentuh. ‘’ Walaupun saat ini kita zero kasus, kita harus bekerja keras, dalam rangka penyadaran masyarakat. Apalagi masih ada 7 kecamatan yang rata-ratanya di bawah 50% cakupan vaksinasinya. Yaitu Kajen, Wiradesa, Siwalan, Talun, Wonokerto, Kandangserang, dan Petungkriyono. Bahkan Petungkriyono terendah menempati posisi di bawah 30%,’’ pungkasnya. (Dian-Kominfo)
Rabu, 10 November 2021
KAJEN - Pemerintah Kabupaten Pekalongan kembali menerima penghargaan TOP 45 Inovasi Pelayanan Publik dalam ajang Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) Tingkat Nasional Tahun 2021 atau Sinovik. Kali ni penghargaan diraih oleh inovasi Aplikasi Kudu Sekolah Kabupaten Pekalongan. Penghargaan diberikan oleh Menteri PANRB RI Tjahjo Kumolo Kepada Bupati Pekalongan Fadia Arafiq SE.,MM secara virtual pada hari Selasa (09/11/2021) di Ruang Rapat Bupati Pekalongan.
Bupati Pekalongan Fadia Arafiq memaparkan program Kudu Sekolah ini dirancang agar anak anak di KAbupaten Pekalongan yang putus sekolah atau kesulitan bersekolah bisa kembali masuk sekolah. Pihaknya mempermudah cara cara agar mereka bisa bersekolah lagi.“ Program ini untuk anak-anak yang putus sekolah, yang tadinya bersekolah sulit, kita datangi dan berikan semangat dan Alhamdulilah hampir sekitar 800 anak yang putus sekolah sekarang kembali sekolah lagi. Karena kita permudah cara cara mereka untuk bisa sekolah kembali walaupun usianya sudah agak sedikit ketinggalan,” ungkap Bupati Fadia usai penerimaan penghargaan secara virtual dari Menteri PANRB RI.
Fadia juga mengapresiasi kerjasama para OPD kabupaten Pekalongan bersama KOMPAK sehingga Kabupaten Pekalongan menerima penghargaan tersebut. ‘Harapannya kedepan kita lebih banyak lagi mendapat penghargaan karena ini juga kerjasama yang baik dari KOMPAK dan juga OPD-OPD Kabupaten Pekalongan yang telah bekerja tanpa kenal lelah untuk membangun kabupaten Pekalongan menjadi lebih baik, " pungkasnya.
Aplikasi Kudu Sekolah Kabupaten Pekalongan merupakan inovasi pelayanan publik yang diinisiasi oleh Bappeda Litbang Kabupaten Pekalongan. Aplikasi Kudu Sekolah ini berbasis web dan android guna menjawab kebutuhan updating, transparansi dan monitoring Anak Tidak Sekolah dalam satu jendela informasi. Aplikasi ini lebih lengkap baik fitur maupun variabelnya, termasuk Anak Berkebutuhan Khusus (ABK), juga mengintegrasikan data dengan Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK). Aplikasi Kudu Sekolah didukung oleh Mitra Pembangunan, yakni KOMPAK. (Dian-Kominfo)
Selasa, 9 November 2021
" Apabila dua urusan tersebut, yaitu dari sector ekonomi dan kesehatan sudah membaik, maka tidak dipungkiri Kabupaten Pekalongan akan segera terbebas dari permasalahan yang diakibatkan oleh Covid-19"ungkap Wakil Bupati Pekalongan H. Riswadi, S.H., saat menghadiri acara Dialog Kebangsaan Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Pekalongan, yang dilaksanakan di SMK Muhammadiyah Karanganyar, Sabtu malam (6/11/2021).
Pada acara dialog kebangsaan yang mengusung tema ‘’ Peran Pemuda dalam Membangun Kabupaten Pekalongan Pasca Pandemi’’ tersebut. H. Riswadi berharap pemuda di Kabupaten Pekalongan, khususnya pemuda Muhammadiyah ikut ambil bagian dalam rangka membangun Kabupaten Pekalongan di masa pandemic dan setelahnya nanti.
Riswadi menyampaikan, tantangan saat ini tidak berhenti pada pembebasan diri dari Covid-19 saja. Melainkan tantangan selanjutnya, apabila Covid-19 benar-benar sudah reda, adalah planning kedepan tentang upaya-upaya apa yang harus dilakukan untuk bangkit dari pandemi Covid-19. ‘’Situasi semacam ini redanya tidak jelas. Saya kemarin diundang ke provinsi bahwa situasi keuangan nasional memang agak berat. Karena defisit nasional yang besar,’’ ujarnya.
Oleh karena itu, menurut Riswadi sebagai pemuda memiliki ekstra tenaga dan pikiran yang lebih untuk ikut bersinergi dengan Pemkab Pekalongan agar bisa kembali bangkit pasca pandemi nantinya. ‘’Tetapi ini tantangan yang harus kita hadapi, dalam menghadapi suatu kesulitan. Namun, hal tersebut tidak boleh menjadikan kita patah arah dan patah semangat,’’ tuturnya.
Diakhir sambutan Riswadi mengapresiasi Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Pekalongan yang telah menyelenggarakan acara dialog kebangsaan ini dengan tetap mematuhi protocol kesehatan. Menurutnya, esensi kegiatan yang dianggapnya sudah sangat bagus ini, akan hancur mana kala tidak menjalankan prokes yang ketat. ‘’Saya benar-benar bangga sekali kepada rekan-rekan pemuda Muhammadiyah yang telah menyelenggarakan acara ini dengan cukup baik,’’ pungkasnya. (Dian-Kominfo)
Minggu, 7 November 2021
Untuk mewujudkan keterbukaan informasi publik di Kabupaten Pekalongan, Dinas Kominfo Kabupaten Pekalongan sebagai garda terdepan selalu melakukan evaluasi setiap tahun, dengan Komisi Informasi Provinsi Jateng (KIP Jateng) sebagai tim evaluasinya, dan hari ini (04/11/2021) Komisioner KIP Jateng, Widi Heriyanto, S.Sos beserta tim melakukan visitasi, verifikasi dan evaluasi ke Dinas Kominfo Kabupaten Pekalongan.
Dalam sambutannya Widi mengungkapkan bahwa KIP Jateng membawa mandat UU Nomor 14 Tahun 2008, yaitu untuk mewujudkan keterbukaan informasi bagi masyarakat. Diungkapkan Widi, bahwa Pemerintah hanyalah sebagai fasilitator sehingga semua dapat berkontribusi untuk pemerintah, demi kepentingan dan kemajuan negara. “Niat kami bukan golek- golek (cari- cari), kami menelisik itu niatnya untuk ngewangi (membantu) agar semua badan publik menjadi lebih baik dalam memberikan informasi kepada publik,” ujarnya
Sementara itu Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Pekalongan, Anis Rosidi, S.Sos. M.Si dalam sambutannya mengungkapkan rasa terimakasih dan apresiasi kepada KIP Jateng dan juga OPD yang mau berperan aktif mewujudkan keterbukaan informasi publik di Kabupaten Pekalongan.” Kegiatan ini sebagai salah satu bentuk dukungan dan komitmen kita untuk mewujudkan keterbukaan informasi publik,” ungkapnya.
Anis juga menegaskan pentingnya kegiatan hari ini, yaitu verifikasi dan evaluasi, karena dengan adanya tahapan ini maka akan diketahui kekurangan atau kelemahan kita dalam tata kelola pemerintahan berbasis keterbukaan informasi publik. “Keterbukaan informasi publik memang muaranya ada di Kominfo, namun menjadi tanggung jawab seluruh OPD di Kabupaten Pekalongan, untuk itu sangat penting bagi kita untuk tahu kekurangan kita, sedangkan reward itu nomer sekian,” tegasnya.
Menutup sambutannya, Anis menegaskan bahwa Pemkab Pekalongan dalam hal ini Dinkominfo akan terus mendorong semua OPD di Kabupaten Pekalongan untuk mengedepankan keterbukaan informasi publik, dan memberikan informasi yang efektif, efisien dan transparan. “Kami siap melaksanakan rekomendasi – rekomendasi dari KI Provinsi Jawa Tengah demi kemajuan Kabupaten Pekalongan,” ujar Anis. (dian-Kominfo)
Kamis, 4 November 2021