KAJEN – Apel kehormatan dan renungan suci dalam rangka mengenang jasa para pahlawan yang digelar di Taman Makam Pahlawan (TMP) Bhakti Wiratama Bojong Kabupaten Pekalongan, Selasa (17/8/2021) dini hari berlangsung khidmat.
Apel dipimpin Kapolres Pekalongan AKBP DR. Arief Fajar Satria S.H., S.I.K., M.H dan dihadiri oleh Wakil Bupati Pekalongan, Wakil ketua DPRD, Kajari Kab. Pekalongan, perwakilan Dandim 0710/Pekalongan, ketua Pengadilan Negeri Pekalongan, Ketua Pengadilan Agama Kab. Pekalongan, Pj.Sekda Kab Pekalongan, perwakilan Danlanal Tegal, Wakapolres Pekalongan, Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda, serta perwakilan Kepala OPD Kabupaten Pekalongan.
Untuk pasukan sendiri melipatkan personil Kodim 0710 Pekalongan, personil Kipan C Yonif 407 Pekalongan, personil TNI AL Pekalongan, personil Brimob Pekalongan, personil Polres Pekalongan serta regu Pramuka dan Saka Bhayangkara.
Wakil Bupati Riswadi dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa upacara ini untuk memperingati jasa para pahlawan diantaranya angkatan bersenjata 73 orang, pegawai sipil 5 orang, pejuang rakyat 66, dan pahlawan tak dikenal 32 orang.
“Kami menyatakan hormat yang sebesar-besarnya atas keihklasan dan kesucian pengorbanannya sebagai pahlawan dalam pengabdian dalam perjuanangan demi kebahagiaan bangsa dan negara,” tuturnya.
Lebih lanjut, Wakil Bupati berharap semoga arwah para pahlawan diterima oleh Tuhan YME serta mendapat tempat yang sewajarnya.(Dian-Kominfo)
Publisher : aris
Rabu, 18 Agustus 2021
KAJEN - Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, S.E.,M.M., menghadiri secara daring Upacara Penurunan Bendera Sang Merah Putih pada Peringatan HUT ke-76 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Merdeka, Jakarta pada Selasa (17/08/2021) sore. Bersama jajaran Forkopimda Kabupaten Pekalongan, Bupati Fadia mengikuti upacara dari Aula Lantai I Setda Kabupaten Pekalongan di Kajen.
KAJEN – Guna meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia di era pandemi Covid-19 yang masih terjadi, Yayasan Pendidikan Islam Futuhiyah Doro menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Teknik Otomotif melalui BLK Komunitas Futuhiyah. Dimana kegiatan tersebut mulai dilakukan pada hari ini, Kamis (12/8/2021) di Gedung BLK Furuhiyah, Kecamatan Doro.
KAJEN - Menindaklanjuti Peraturan Menteri Keuangan tentang pengelolaan dana desa dan Peraturan Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi tentang prioritas penggunaan dana desa tahun 2021, disebutkan bahwa salah satu prioritas penggunaan dana desa tahun 2021 diarahkan untuk pengembangan teknologi informasi dan komunikasi. Sehubungan hal tersebut, Pemkab Pekalongan mengadakan Rapat Sosialisasi Pengembangan Desa Digital dan Desa Wisata Melalui Pemberdayaan Kader dan Penyeragaman Sistem bagi para Camat, Kepala Desa, BPD, Pengelola Bumdesa se-Kabupaten Pekalongan, yang dilangsungkan pada Kamis (12/08) pagi di Aula Lantai 1 Setda.
Upacara penurunan Bendera Merah Putih tersebut dimulai sekitar pukul 17.00Wib Wib di Halaman Pendopo Bupati Pekalongan di Kajen, dihadiri unsur Forkopimda dan Kepala OPD se Kabupaten Pekalongan.
‘’Setelah kita naikkan pada upacara peringatan HUT RI ke-76 sore ini Bendera Merah Putih kita turunkan,’’ ujar Wakil Bupati Riswadi.
Seperti saat dinaikan, penurunan Bendera Merah Putih ini juga dilakukan oleh tiga orang pelajar terbaik Kabupaten Pekalongan. Upacara penurunan Bendera Merah Putih ini berlangsung sederhana dan khidmat.
‘’Upacara ini sangat mendisiplinkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Semua peserta dan petugas mengenakan masker, menjaga jarak," ungkapnya.
‘’Dengan upacara penurunan Bendera Merah Putih ini, berakhir serangkaian kegiatan peringatan HUT RI ke-76. Mudah-mudahan tahun depan peringatan HUT RI akan berlangsung normal seperti biasa lagi,’’ imbuh Wabup Pekalongan. (Dian- Kominfo)
Publisher : aris
Rabu, 18 Agustus 2021
Seperti halnya saat Upacara Pengibaran Bendera Sang Merah Putih di pagi hari, pada upacara penurunan, Presiden RI, Joko Widodo bertindak sebagai inspektur upacara. Pada upacara penurunan ini, Kolonel Inf Faisol Izuddin Karimi ditunjuk menjadi komandan upacara. Kolonel Faisol saat ini menjabat Komandan Brigif 26/Gurana Piarawaimo Kodam XVIII/Kasuari.
Sementara itu, Paskibraka Tim Indonesia Tumbuh kembali menjalankan tugasnya dalam upacara penurunan bendera Merah-Putih di Istana Merdeka, Jakarta. Qyara Maharani Putri, Paskibraka dari Provinsi Jawa Barat dipercaya sebagai pembawa bendera Merah Putih usai diturunkan.
Tiga anggota lainnya yang bertugas untuk menurunkan bendera adalah M. Bimantara Widyanto yang mewakili Provinsi Sumatra Barat, Haafiz Habibullah mewakili Provinsi Jawa Timur, dan Zaidaan Kamal Anwar sebagai perwakilan Provinsi Jawa Tengah. (Dian-Kominfo)
Publisher : aris
Rabu, 18 Agustus 2021
KAJEN – Pagi tadi telah dilaksanakan upacara pengibaran bendera sang merah putih dalam rangka peringatan hari ulang tahun ke-76 kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Kabupaten Pekalongan di depan pendopo Bupati Pekalongan, Selasa (17/8/2021).
Upacara dipimpin langsung oleh Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, S.E., M.M dan dihadiri oleh Wakil Bupati Pekalongan H. Riswadi, S.H, ketua DPRD Kab. Pekalongan Hj. Hindun, S.H., M.H., Kapolres Pekalongan AKBP DR. Arief Fajar Satria, S.H., S.I.K., M.H., Pabung 0710 Pekalongan, Kajari Kab. Pekalongan, Pengadilan Agama Kab. Pekalongan, Sekda Kab. Pekalongan, para Asisten Kab. Pekalongan serta OPD Kab. Pekalongan.
Bupati Pekalongan Fadia Arafiq yang membacakan amanat Gubernur Jawa Tengah menyampaikan bahwa Proklamasi Kemerdekaan bukanlah ujung perjuangan. Nyatanya, setelah Bung Karno dan Bung Hatta membacakan naskah proklamasi, Indonesia masih harus berperang melawan agresi militer Belanda, masih harus perang membebaskan Irian Barat. Pertempuran demi pertempuran masih harus dihadapi bangsa kita.
Di masa sekarang ini, pertempuran dalam medan dan cara yang berbeda juga terus dialami. Melawan kemiskinan, melawan kebodohan, melawan narkoba, terorisme dan radikalisme. Juga masih harus bertempur habis-habisan untuk menegakkan kedaulatan politik, menegakkan kemandirian ekonomi, menegakkan kepribadian yang berkebudayaan.
“Tapi sudahkah kita berdaulat? Sudahkah kita mandiri? Sudahkah kita memiliki pribadi berkebudayaan? Belum bapak ibu saudaraku sekalian. Masih jauh panggang dari api. Dan pandemi ini benar-benar jadi kaca benggala yang sempurna untuk kita menilai diri sendiri. Di satu sisi, COVID memang telah melumpuhkan kita. Tapi di sisi yang Iain, COVID ini justru menampar kesadaran bahwa perjuangan harus terus kita lakukan. Cita-cita kemandirian harus kita wujudkan,” tuturnya.
Fadia menambahkan, kedaulatan dan kemandirian ini bukan hanya untuk sektor kesehatan saja. Sektor pertanian dan pangan, sektor kemaritiman, energi sampai teknologi kita juga harus berdaulat dan mandiri.
“Kita ini mestinya jadi lumbung pangan dunia, bukan sebagai penerima bantuan pangan. Kita ini mestinya jadi raja di lautan, bukan tempat pelarian apalagi ladang pencurian. Juga demikian untuk sektor energi dan teknologi. Semua nikmat yang tercurah di negeri ini, saya haqqul yakin, bisa jadi kendaraan untuk mewujudkan kedaulatan dan kemandirian di segala bidang,” tegasnya.
Lebih lanjut, Bupati mengatakan, Kita Bangsa Indonesia, Garuda lambang negaranya. Garuda kita harus terbang, mengepakkan sayap menuju kejayaan. MERDEKA!
Untuk pasukan upacara sendiri diikuti oleh 1 SST Kodim 0710 Pekalongan, 1 SST Polres Pekalongan, 1 SST Pol PP dan 1 SST ASN Kab. Pekalongan.(Dian-Kominfo)
Publisher : aris
Selasa, 17 Agustus 2021
KAJEN – Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, SE.,MM dan Wakil Bupati Pekalongan H. Riswadi, SH menghadiri Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pekalongan terkait agenda Mendengarkan Pidato Kenegaraan Presiden Republik Indonesia dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-76 Republik Indonesia melalui video conference di Ruang Rapat Paripurna DPRD, Senin (16/08/2021).
Acara ini dihadiri Ketua DPRD Dra. Hj. Hindun beserta ketiga Wakil Ketua yakni H. Sumar Rasul, Hj. Mas'udah dan Catur Andriansyah dan Anggota DPRD Kabupaten Pekalongan, Forkopimda Kabupaten Pekalongan, Pj. Sekda Drs. Budi Santoso, M.Si beserta beberapa Kepala OPD, dan undangan lainnya.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan bahwa krisis, resesi, dan pandemi itu seperti api. Apabila memungkinkan sebaiknya dihindari. Namun apabila tetap terjadi banyak yang bisa dipelajari.
"Api memang membakar, tetapi juga sekaligus menerangi. Kalau terkendali, dia menginspirasi dan memotivasi. Dia menyakitkan, tetapi sekaligus juga menguatkan," kata Jokowi dalam sidang tahunan MPR, dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI.
Presiden ingin pandemi yang terjadi sekarang ini dapat menerangi yakni membuat mawas diri, memperbaiki diri, dan menguatkan diri dalam menghadapi tantangan masa depan.
"Pandemi itu seperti kawah candradimuka yang menguji, yang mengajarkan, dan sekaligus mengasah," katanya.
Pandemi kata Presiden memberikan beban yang berat kepada kita, beban yang penuh dengan risiko, dan memaksa kita untuk menghadapi dan mengelolanya. Semua pilar kehidupan diuji, semua pilar kekuatan diasah.
Ketabahan, kesabaran, ketahanan, kebersamaan, kepandaian, dan kecepatan kita, semuanya diuji dan diasah.
"Ujian dan asahan menjadi dua sisi mata uang yang tidak terpisahkan. Bukan hanya beban yang diberikan kepada kita, tetapi kesempatan untuk memperbaiki diri juga diajarkan kepada kita. Tatkala ujian itu terasa semakin berat, asahannya juga semakin meningkat. Itulah proses menjadi bangsa yang tahan banting, yang kokoh, dan yang mampu memenangkan gelanggang pertandingan," pungkasnya. (Dian-Kominfo)
Publisher : aris
Senin, 16 Agustus 2021
Program tersebut merupakan bentuk kepedulian Polda Jateng kepada anak-anak yang kehilangan orang tuanya karena Covid-19. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua Umum Bhayangkari Juliati Sigit Prabowo yang merupakan orang tua asuh dari anak anak yatim piatu dampak Pandemi tersebut.
Kegiatan dihadiri oleh Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Rudianto IV/Diponegoro, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan perwakilan dari United Nations Children's Fund (Unicef) berlangsung aman.
Pelaksanaan pun dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan. Sebelum masuk ruangan yang hadiri juga diwajibkan untuk tes Swab antigen yang sudah disiapkan.
Melalui program ini Polda Jateng membantu biaya pendidikan anak anak tersebut dari yang masih duduk dibangu SD, SMP hingga SMA.
Program yang diluncurkan oleh Kapolda Jateng tersebut diikuti juga oleh Polres se-Jawa Tengah. Untuk di Kabupaten Pekalongan berlangsung secara virtual di Aula Mapolres Pekalongan di Kajen.
Hadir Wakil Bupati Pekalongan H. Riswadi, SH., didampingi Kapolres AKBP DR. Arief Fajar Satria, SH.,S.IK.,MH., Wakil Ketua DPRD Catur Andriansyah, Kajari Abun Hasbullah Syambas, dan jajaran PJU Polres Pekalongan.
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo dalam sambutannya menyampaikan bahwa pihaknya dan seluruh Bupati/Walikota se Jawa Tengah mendukung penuh langkah Polda Jateng membantu penanganan anak yatim piatu melalui program Aku Sedulurmu. Menurutnya, program itu sudah inline dengan langkah penanganan pascapandemi yang disiapkan Pemprov Jateng.
“Saat saya dihubungi Pak Kapolda, saya senang sekali karena ini sejalan dengan program kami. Kebetulan kami memang mendata dampak akibat pandemi. Ada berapa banyak pelaku UKM terdampak, PKL, industri, hingga data ada berapa anak yatim yang orang tuanya meninggal karena Covid-19,” kata Ganjar.
Saat pendataan itu, Kapolda telah membuat program anak asuh bagi mereka yang ditinggal meninggal orang tuanya. Menurutnya, program itu sangat bagus dan harapannya bisa ditiru oleh pihak lain.
“Kami juga sudah punya beberapa program, misalnya ASN jadi orang tua asuh, kemudian program bantuan melalui APBD, dan ketiga dari Baznas. Hari ini sudah jalan di Baznas, ada lima yatim piatu yang mendapat bantuan. Ini akan terus kita dorong agar dipraktikkan sebagai bentuk konkret kepedulian,” jelas gubernur.
Ganjar menerangkan, dari data yang sudah masuk, total ada 7.756 anak yatim di Jateng selama pandemi. Jumlah itu kemungkinan bisa bertambah, karena pendataan terus dilakukan.
“Yang sudah masuk ada 7.756 (anak), mereka ada yang yatim, piatu dan yatim piatu. Data kami lengkap, by name by address. Hari ini Polda Jateng sudah menginisiasi, kami tentu senang sekali. Harapan kami program-program seperti ini akan terus kita gerakkan di Jateng ini, termasuk bantuan untuk masyarakat umum, UKM, PKL, industri dan lain sebagainya yang terdampak pandemi,” jelasnya.
Sementara itu, saat peluncuran program Aku Sedulurmu, Polda Jateng membantu 333 anak yatim piatu yang ditinggal meninggal orang tuanya selama pandemi. Penyerahan dipimpin Ketua Umum Bhayangkari Juliati Sigit Prabowo, bersama Gubernur Jateng, dan Kapolda.
“Ini program pertama kali dilaksanakan untuk bantu anak yatim piatu akibat Covid-19. Semoga ini jadi inspirasi dan contoh pada semuanya, agar anak-anak itu terjamin pendidikan dan masa depannya. Mari kita bantu agar mereka bisa menggapai mimpi dan cita-citanya,” kata Juliati Sigit Prabowo.(Dian-Kominfo)
Publisher : aris
Senin, 16 Agustus 2021
Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, S.E. mengatakan bahwa pihaknya sangat mengapresiasi penuh 27 putra-putri terbaik Kabupaten Pekalongan yang telah resmi dikukuhkan menjadi anggota Paskibraka tahub 2021. Dimana menurutnya, tugas Paskibraka itu tidaklah mudah karena mengibarkan bendera pusaka merah putih merupakan tugaa yang sangat mulia dan membutuhkan mental yang kuat.
Untuk itu, Fadia berpesan kepada seluruh anggota Paskibraka untuk tetap bisa menjaga kesehatan dan stamina menjelang acara HUT RI yang tinggal 2 hari lagi.
"Hari ini secara resmi telah dikukuhkan sebagai pasukan bendera pusaka Kabupaten Pekalongan tahun 2021 dengan tugas resmi untuk mengibarkan bendera merah putih pada upacara peringatan detik-detik proklamasi Republik Indonesia dan melaksanakan penurunan bendera dalam rangka Hut RI ke-76 pada 17 Agustus 2021," kata Bupati Pekalongan Fadia Arafiq.
Fadia juga mengatakan, walaupun acara pengukuhan saat ini dilakukan secara sederhana dan minimalis, semoga hal tersebut tidak menyurutkan semangat anggota Paskibraka, mengingat saat ini masih dalam situasi pandemi Covid-19.
"Pengukuhan kali ini yang dilaksanakan secara sederhana dan minimalis tanpa mengundang dari pihak sekolah, orangtua atau wali, karena adanya pandemi Covid-19," ungkap Bupati Pekalongan Fadia Arafiq.
Fadia juga berharap, acara peringatan HUT RI ke-76 tingkat Kabupaten Pekalongan nantinya dapat berjalan dengan lancar, sehingga tidak ada halangan suatu apapun.
Selain itu, dalam kesempatan tersebut Fadia Arafiq juga berpesan kepada seluruh anggota Paskibraka, sebagai generasi muda mereka harus memegang teguh prinsip semangat persatuan dan kesatuan. Sehingga, apabila kelak menjadi seorang pemimpin, akan menjadi pemimpin yang amanah dan dapat mengabdi pada rakyat sepenuhnya.
"Jika suatu saat kalian diberi kesempatan untuk memimpin atau menjadi tokoh-tokoh yang memiliki peran penting. Maka rajutlah persaudaraan, persahabatan dan kerukunan diantara sesama, sehingga terbentuk sistem kerja yang solid guna tercapainya tujuan yang ingin kita capai," pungkasnya. (Dian-Kominfo)
Publisher : aris
Minggu, 15 Agustus 2021
Kegiatan Pelatihan Teknik Otomotif tersebut, merupakan program inisiasi dari Kementrian Agama Republik Indonesia dengan sasaran yayasan-yayasan yang ada di daerah-daerah, salah satunya yaitu Yayasan Pendidikan Islam Futuhiyah Doro, dengan tujuan untuk meningkatkan sumber daya manusia sebagai dasar untuk peningkatan nilai perekonomian yang saat ini masih lesu.
‘’ Saya rasa dari yayasan ini sudah dapat melihat potensi dan peluang tentang apa yang harus diberikan kepada anak didiknya, di dalam dunia pendidikan. Dimana Otomotif ini merupakan sesuatu yang penting dikehidupan yang sekarang sudah serba modern ini. Dan saya rasa para peserta yang nantiya lulus dari yayasan Futuhiyah ini akan mampu bersaing di dunia kerja nantinya,’’ kata Wakil Bupati Pekalongan H. Riswadi, S.H., saat menghadiri acara Pembukaan Pelatihan Teknik Otomotif di gedung BLK Yayasan Pendidikan Islam Futuhiyah Kecamatan Doro.
Riswadi mengatakan, bahwa atas nama Pemerintah Kabupaten Pekalongan dirinya sangat mengapresiasi kegiatan pelatihan yang diselenggarakan oleh Yayasan Pendidikan Islam Futuhiyah. Karena menurutnya, dengan hal tersebut maka kualitas SDM di Kabupaten Pekalongan akan semakin meningkat utamanya pada bidang otomotif.
Sehingga, menurut Riswadi tidak dipungkiri, bahwa penyelenggaraan kegiatan pendidikan tidaklah akan sukses mana kala hanya pemerintah saja yang bergerak. Oleh karena itu, kegiatan pelatihan dan pembekalan semacam ini harus terus digalakan di Kabupaten Pekalongan, apabila kualitas SDM nya ingin meningkat.
‘’Oleh karena itu secara pribadi saya juga mendukung apa yang dilakukan oleh lembaga pendidikan Furuhiyah ini, dan saya mohon kepada Pak Plt.Kepala Dinas Pendidikan ini untuk dibina dan dibantu segala sesuatunya, karena ini merupakan salah satu kegiatan dalam rangka mencerdaskkan anak-anak bangsa,’’ ungkapnya.
Sementara itu, dalam kesempatan yang sama Ketua Yayasan Pendidikan Islam Futuhiyah Doro KH. Tahlis Abdulah mengungkapkan bahwa atas nama yayasan dirinya mengucapkan terimakasih kepada Pemkab Pekalongan yang telah hadir dalam acara Pembukaan Pelatihan Teknik Otomotif yang diselenggarakan oleh pihaknya itu.
Dan Ia berharap, dengan hadirnya Pemkab Pekalongan di tengah-tengah para peserta, dapat memberikan semangat baru kepada peserta sehingga kegiatan pelatihan tersebut dapat berjalan lancar.
‘’Dengan ini saya berharap semoga pendidikan-pendidikan yang kami kelola semakin tambah berkah dan tambah maju,’’ ungkap KH. Tahlis Abdulah. (Dian-Kominfo)
Publisher : aris
Jumat, 13 Agustus 2021
Rapat sosialisasi ini dihadiri secara virtual oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Tampak hadir pula Pj Sekda beserta para asisten, para kepala OPD,para camat, perwakilan kades dan BPD, ketua asosiasi Bumdes serta tenaga ahli pendamping desa. Sementara bertindak sebagai narasumber yaitu Agus Kuncoro S.Sos.,M.Si (Kepala Pusat Pengembangan Kebijakan Desa DT dan transmigrasi), Danny Yanuar Ismawan ST (Direktur layanan telekomunikasi dan informasi Kominfo), Ditjen Bina Pemdes, Kemendagri, Ditjen DJPK KemenKeu, serta Ir Sukandar MM ( koordinator kebijakan ekonomi dan investasi Badan Pengembangan dan Informasi Kemendes)
Bupati Pekalongan Fadia Arafiq SE.,MM mengatakan pihaknya sangat mendukung penerapan sistem digital di desa-desa. “ Berbicara digital tidak ada batasnya. Ini adalah mimpi yang harus kita wujudkan di kabupaten Pekalongan. Saya sangat mendukung dan saya harap dari sistem informasi desa yang sudah kita punya ini nanti bisa disinergikan dengan sistem yang akan dibangun nanti. Kalau ada beberapa desa yang saat ini masih tidak ada signal/blank spot, nanti mudah-mudahan tidak ada lagi.Jadi dengan sistem digital ini banyak desa yang berpotensi besar di Pekalongan ini akan tertolong, “ ucap Fadia
Dengan digital pula, Fadia optimis potensi yang dimiliki kabupaten Pekalongan akan lebih berkembang pesat. Untuk itu ia berharap semua wilayah kabupaten Pekalongan sampai wilayah pelosok sudah berbasis digital. “ Jika semua desa sudah berbasil digital akan mudah potensi desa tersebut berkembang. Baik potensi UMKM, Bumdes, apalagi potensi wisatanya. Potensi wisata bisa berkembang secara nasional maupun internasional dengan cara digital ini,” ujar Fadia.
Dengan sistem digital ini Fadia juga berharap nantinya masyarakat Pekalongan bisa mengakses informasi dengan dengan mudah. Contohnya informasi berapa tempat tidur yang tersedia di rumah sakit, sudsh berapa persen dana desa yang digunakan dan untuk apa dan informasi publik lainnya. “ Saya mengajak semua pihak terutama para camat untuk mensuport desa-desanya, tidak ada lagi desa di Pekalongan yang tidak ada akses internetnya, yang tidak bisa mengembangkan potensi desanya. Pokoknya semua dengan digital ini, semua mimpi kita bisa jadi kenyataan. Karena digital tidak ada batasnya,”tegas Fadia.
Sementara itu Kepala Dinas PMD P3A PPKB Subagyo,SH.,MM dalam laporannya mengatakan dengan sosialisasi ini diharapkan akan terjadi penyetaraan pola kehidupan berbasis digital masyarakat desa dan masyarakat kota, sehingga bisa menghapus kesenjangan gaya hidup tradisional dan modern, menghapus keinginan urbanisasi masyarakat desa dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang berbasis pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan dan pariwisata.
Dalam sosialisasi tersebut juga dilakukan penyerahan cinderamata berupa plakat dan hasil kerajinan kabupaten Pekalongan oleh Bupati Pekalongan. (Dian-Kominfo)
Publisher : aris
Kamis, 12 Agustus 2021