KAJEN – Jelang pelaksanaan pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Pekalongan tahun 2020 yang akan jatuh pada 9 Desember 2020 nanti, Plt Bupati Pekalongan Ir Arini Harimurti beserta jajarannya meninjau langsung alat kesehatan yang akan digunakan saat proses pilkada berlangsung nanti, khususnya alat pelindung diri (APD) di gudang New Coral Karanganyar, Selasa (01/12) siang.
Pada kesempatan ini peninjauan diterima oleh ketua KPU abi rizal dan PLt Bupati didampingi PLh Sekda Kabupaten Pekalongan Bambang Irianto, Asisten Pemerintahan dan Kesra Totok Budi Mulyanto serta instansi terkait.
Peninjauan ini dimaksudkan agar nantinya proses pelaksanaan pilkada di Kabupaten Pekalongan dapat berjalan lancar, dan yang terpenting tidak ada kluster pilkada. Selain itu, Arini juga telah mengecek stok Alat Pelindung Diri (APD) yang telah disiapkan Komisi Pemilihan Umum ( KPU).
“Kami ucapkan terima kasih kepada KPU yang sudah menyiapkan alat pelindung diri. Mudah-mudahan nanti pilkada dapat berjalan lancar, dan tidak ada kluster pilkada. Tadi kami sudah ngecek, APD dalam keadaan baik dan cukup jumlahnya, “ ungkap Arini (Ar-Kominfo)
Publisher : aris
Selasa, 1 Desember 2020
KAJEN – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Pekalongan menyelenggarakan pengukuhan pengurus MUI masa khidmah 2020-2025 dengan tema ‘Peran MUI dalam menjaga persatuan dan kesatuan umat bangsa dan negara, Minggu (29/11) di aula lantai I setda. Acara ini dihadiri oleh Plt Bupati Pekalongan Ir Arini Harimurti, unsur forkopimda, kepala Kemenag dan para kepala OPD terkait.
KAJEN – Pemerintah Kabupaten Pekalongan menyelenggarakan acara doa bersama pada pagi ini, Senin (30/11/2020) di Aula lantai 1 Setda Kabupaten Pekalongan. Acara doa bersama tersebut diselenggarakan dalam rangka memperingati hari ulang tahun Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) ke 49 yang jatuh pada tanggal 29 November 2020 kemarin.
KAJEN – Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan Dra.Mukaromah Syakoer,MM., telah dilantik sebagai Widya Iswara Ahli Utama di BPSDM Provinsi Jawa Tengah pada tanggal 25 November 2020 lalu. Oleh karenanya pagi ini, Jumat (27/11/2020) Ia memberikan pesan kesan selama menjabat sebagai Sekretaris Daerah di Kabupaten Pekalongan pada acara Lepas Tugas yang pelaksanaannya di halaman setda Kajen.
KAJEN - Pemerintah Kabupaten Pekalongan pada hari Rabu, 25 November 2020 menerima penghargaan sebagai TOP 45 Inovasi Pelayanan Publik pada ajang Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Tingkat Nasional (KIPP) Tahun 2020 atau yang lebih dikenal dengan nama SINOVIK. Ajang kompetisi ini diselenggarakan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB). Penghargaan TOP 45 ini diberikan kepada Laboratorium Kemiskinan.
KAJEN – Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Provinsi Jawa Tengah menyelenggarakan webinar politik perempuan dengan tema ’Peluang dan Tantangan Perempuan dalam Konstelasi Pilkada’. Webinar ini dilangsungkan di Ruang Rapat Bupati Pekalongan , Selasa (24/11) pagi. Acara webinar ini sekaligus juga launching “Sekolah Perempuan Cerdas Masa Kini - SERAT KARTINI, oleh Gubernur jawa tengah H Ganjar Pranowo SH M.IP yang juga sebagai keynote speech webinar.
KAJEN – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dan Hari Guru Nasional tingkat Kabupaten Pekalongan tahun 2020, digelar acara donor darah di gedung PGRI Kabupaten Pekalongan jalan Mandurorejo Kajen pada Senin (23/11) pagi. Kegiatan donor darah ini dikuti oleh seluruh guru di Kabupaten Pekalongan dari berbagai kecamatan. Plt Bupati Pekalongan Ir Arini Harimurti menilai kegiatan donor darah ini sangat membanggakan. “Pada saat pandemic covid19 ini, masih ada kawan-kawan dari PGRI yang peduli. Ini sangat membanggakan,” ucap Arini saat membuka kegiatan donor darah.
Plt Bupati Pekalongan Ir Arini Harimurti dalam sambutannya mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus MUI Kabupaten Pekalongan masa khidmah 2020-2025 terpilih. “Kami atas nama pemerintah juga mengucapkan terimakasih kepada MUI yang selama ini telah berkiprah bagi pembangunan kabupaten Pekalongan. Selama ini MUI khususnya di Kabupaten Pekalongan sudah berhasil menempatkan dirinya sebagai wadah, menjadi payung besar penyejuk bagi setiap kelompok. Dan fatwa, nasehat maupun bimbingan dari MUI kami harapkan dan saat ini sudah terwujud menjadi perekat dalam kebhinekaan, “ungkap Arini.
Selain itu, Arini juga menuturkan pihaknya berharap MUI mempunyai peran sebagai pencerah, pencerdas, inspirasi , solusi bagi masyarakat maupun pemerintah dalam menangani masalah-masalah yang terjadi, “ Mudah-mudahan dengan adanya MUI ini permasalahan yang ada, kita sengkuyung bersama sehingga masalah-masalah tadi bisa terkikis, ”harapnya.
Ditambahkan Arini, Pemda sangat mendukung kehadiran MUI karena memang MUI selama ini sudah memberikan bukti kemanfaatannya bagi umat dan pemerintah. “Terakhir saya mengajak jajaran Pemda, MUI, serta seluruh elemen masyarakat Kabupaten Pekalongan untuk terus bersinergi menjalin kerjasama guna mewujudkan Kabupaten Pekalongan yang sejahtera lahir batin, “ pungkas Arini
Sementara itu Ketua umum terpilih MUI Kabupaten Pekalongan Prof. Dr. KH Rozikin Daman dalam laporannya menjelaskan MUI merupakan organisasi sinergi antara ulama, syuama dan para cerdik pandai yang bersama-sama membangun organisasi yang dinamakan MUI. “ Keistimewaan dari MUI adalah tidak memiliki massa anggota meskipun tujuan dan misi saat dilahirkannya adalah untuk kepentingan umat, bangsa dan negara dalam rangka mengayomi umat di dalam wadah negara RI yang berdasarkan Pancasila,” jelasnya.
Menurutnya, MUI mempunyai fugsi diantaranya adalah memberi pertimbangan dan fatwa mengenai keagamaan pada masyarakat , umat dan pemerintah, menjadi penghubung dan perekat antar ulama dan umaro, juga memperkuat ukuwah Islamiyah dan kerukunan beragama dalam rangka persatuan dan kesatuan bangsa. ” Oleh karena itu, mengingat demikian strategis tugas dan fungsi MUI, kami mengajak segenap pengurus untuk dapat memberikan pengabdian dan dedikasinya secara sungguh-sungguh dengan penuh keihklasan dan kepada pemerintah serta semua pihak bisa memberikan dorongan spirit yang lebih kuat lagi agar MUI bisa lebih tegar dalam melaksanakan fungsinya, “ tandasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil ketua MUI Jawa Tengah Prof Dr. KH Ahmad Rofik mengingatkan bahwa menjadi pengurus MUI semakin hari terasa makin berat. Tantangan sangat banyak seperti kemungkaran merajalela, prostitusi, juga perjudian. Belum lagi persoalan IT yang berdampak makin maraknya anak-anak di warnet sementara pengajian-pengajian di masjid sedikit berkurang. Kemudian juga narkoba, sampai moderasi beragama.
“ Belum lagi soal kemiskinan, oleh karena itu kami atas nama MUI provinsi Jawa Tengah menitipkan Baznas kabupaten Pekalongan bisa dimaksimalkan. Mari kita ambil peran melalui kapasitas keilmuan kita bekerjasama dengan Pemkab melalui baznas, wakaf secara bertahap mengurangi , memberdayakan mereka, saya yakin sangat memungkinkan untuk meringankan beban saudara-saudara kita,” pintanya (Ar-Kominfo)
Publisher : aris
Senin, 30 November 2020
Dalam acara doa bersama tersebut tampak hadir Plt Bupati Pekalongan Ir.Hj Arini Harimurti, Ketua Korpri Kabupaten Pekalongan Dra.Mukaromah Syakoer,MM, Plh Sekda Pekalongan Bambang Irianto dan juga seluruh camat se-Kabupaten Pekalongan.
Saat memberikan sambutan pada acara tersebut, Plt Bupati Pekalongan Arini Harimurti mengatakan bahwa di tengah masa pandemic yang masih berlangsung saat ini, sebaiknya para pegawai dapat mengimplementasikan tiga makna utama sebagai ASN yang dituangkan dalam tema HUT Korpri ke-49 tahun ini yaitu melayani, professional dan ikhlas serta menjaga persatuan.
Karena menurut Arini, melayani merupakan tugas pokok ASN sebagai abdi negara yang harus dilakukan dengan profesionalitas dan keikhlasan supaya apa yang dikerjakan dapat bermanfaat bagi masyarakat luas.
Selain itu, lanjut Arini, di masa Pilkada yang akan berlangsung pada tanggal 9 Desember 2020 mendatang, sebagai ASN harus menjaga persatuan dengan tidak melakukan tindakan yang tidak menunjukan netralitas, integritas dan loyalitas kepada korps. Oleh karena itu, Ia berpesan supaya ASN tetap menjunjung tinggi jiwa korps supaya terhindar dari pelanggaran.
‘’Dalam rangka menyikapi perhelatan besar tersebut, maka keberadaan ASN telah diatur oleh peraturan dan ketentuan yang mengharuskan ASN harus bersikap netral. ASN wajib menjaga netralitas, solidaritas dan jiwa korps agar tidak terpengaruh untuk melakukan kegiatan yang mengarah pada keberpihakan terhadap salah satu pihak,’’ ungkapnya.
Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Plh Sekda Kabupaten Pekalongan Bambang Irianto menjelaskan bahwa sejak didirikannya, Korpri sudah menunjukan peran dan tanggungjawabnya dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, bangsa dan negara sebagai organisasi yang mewadai para ASN.
Ia juga berpesan supaya setiap ASN di lingkungan Kabupaten Pekalongan untuk bisa mempercepat perubahan budaya kerja guna menuju pola pikir yang lebih gigih, cerdas, inovatif dan tanggap sehingga bisa tanggap terhadap dinamika perubahan lingkungan strategis.
‘’Sebagai organisasi yang mewadai para Pegawai Negeri Sipil (PNS) Korpri telah melaksanakan tugas-tugas pemerintahan dan telah melayani masyarakat dari berbagai bidang,’’ jelasnya.
Selanjutnya, Ketua Korpri Kabupaten Pekalongan Dra.Mukaromah Syakoer,MM., dalam kesempatan ini mengucapkan selamat hari ulang tahun Korpri ke-49 kepada semua ASN dan Ia juga sekaligus mengucapkan kesan dan pesannya karena sekarang sudah tidak lagi menjabat sebagai Sekda Kabupaten Pekalongan.
‘’Saya berterimakasih kepada semua pihak dan mohon maaf apabila selama bekerjasama, saya memiliki kesalahan baik yang disengaja maupun tidak kepada bapak/ibu semuanya,’’ ungkapnya.
Pada acara tersebut, juga diumumkan mengenai keputusan bupati terkait Top 6 pemenang Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan.
Dan untuk hasilnya, top 1 diraih oleh inovasi Si Japri dari UPTD Puskesmas Sragi 2, top 2 diraih oleh inovasi Kelas Mbah YI dari UPTD Puskesmas Karangdadap, top 3 diraih oleh inovasi Simdasa dari Kecamatan Talun, top 4 diraih inovasi Piva Jebol dari Kecamatan Kesesi, top 5 diraih oleh inovasi Sapu Jagad dari Dindukcapil, dan top 6 diraih inovasi Sinta Sah Bu dari DPM PTSP DAN NAKER.
Selanjutnya juga diserahkan Penganugerahan Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya 10 tahun (X) kepada 29 ASn , 20 tahun (XX) kepada 27 ASN dan 30 tahun (XXX) sebanyak 6 ASN yang melaksanakan pengabdian sebagai ASN (Lus-Kominfo)
Publisher : aris
Senin, 30 November 2020
Dalam sambutannya, Mukaromah Syakoer, MM menyampaikan rasa syukur dan terimakasih kepada semua pihak yang telah mendoakannya, dan bekerjasama selama kurang lebih lima tahun lima bulan ini menjabat sebagai Sekda Kabupaten Pekalongan.
‘’Terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu dan bekerjasama membangun Kabupaten Pekalongan selama ini,’’ ujarnya.
Ibu Mukaromah menyampaikan bahwa menjadi Widya Iswara, pihaknya telah melalui proses yang sangat panjang. Dimana proses tersebut tidak mudah dan dilalui dengan penuh perjuangan.
Menurutnya, Ia mulai tertarik untuk menjadi Widya Iswara pada tahun 2018 silam, dan baru resmi dilantik menjadi Widya Iswara pada November 2020 ini.
‘’ Ini melalui proses panjang, saya mendaftar Widya Iswara itu sejak bulan Februari tahun 2018,’’ ungkapnya.
Pada kesempatan ini, beliau juga berpesan kepada rekan-rekan ASN di Sekda untuk bisa melanjutkan apa yang sudah dicapai selama ini khususnya WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) merupakan audit dari BPK Pusat, yang menurutnya untuk mencapai itu sangat sulit. Oleh karena itu, menurut beliau bekerja harus dengan penuh professional, berintegritas tinggi dan loyalitas. Karena tanpa semua itu, lanjutnya, pekerjaan kurang berarti.
‘’ Proses untuk WTP ini sangat panjang sekali. Untuk itu bapak/ibu dengan proses yang panjang ini tinggal mempertahankan, tolong jangan sampai hal-hal yang telah kita selesaikan bersama menjadi turun gradenya,’’ jelasnya.
Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Asisten pemerintahan dan Kesra Setda Totok Budi Mulyanto menyampaikan rasa terimakasihnya kepada Ibu Mukaromah Syakoer yang menurutnya kurang lebih lima tahun ini sudah berhasil merubah wajah baru Kabupaten Pekalongan menjadi lebih baik lagi, dan menurutnya hal itu harus dicontoh oleh semua pihak utamanya dalam menjunjung etos kerja yang telah ditunjukan selama ini.
‘’Saya ucapkan terimakasih kepada Ibu Mukaromah Syakoer yang telah membimbing kami semua sehingga membawa Kabupaten Pekalongan menjadi lebih baik,’’ ucapnya.
Publisher : aris
Jumat, 27 November 2020
Laboratorium Kemiskinan merupakan inovasi pelayanan publik yang diinisiasi oleh Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi SH.,M.Si yang kemudian diterjemahkan oleh Bappeda Litbang Kabupaten Pekalongan di lapangan. Inovasi ini merupakan upaya Pemkab Pekalongan dalam mengentaskan kemiskinan dengan memperhatikan kearifan lokal.
Penghargaan TOP 45 diserahkan langsung oleh Menteri PANRB Tjahjo Kumolo di Gedung Tribrata Dharmawangsa Jakarta dan diterima oleh Kepala Bagian Organisasi dan Kepegawaian Setda Kabupaten Pekalongan, Drs. Rukman Hidayat AP.
"Masyarakat akan merasakan ‘kehadiran’ pemerintah ketika mereka mendapatkan pelayanan publik yang berkualitas. Inovasi Pelayanan Publik adalah salah satu cara/upaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan public, “ ujar Rukman dalam keterangan persnya
Rukman berharap dengan penghargaan TOP 45 yang pertama kali untuk Kabupaten Pekalongan ini akan memotivasi lahirnya inovasi-inovasi pelayanan publik lainnya di Kabupaten Pekalongan.
“ Tak lupa, kami juga mengucapkan terima kasih kepada KOMPAK dan semua pihak yang selama ini telah bekerja sama dengan Pemkab Pekalongan dalam mengawal proses inovasi pelayanan publik untuk mewujudkan pelayanan publik yang lebih baik dan berkualitas, "pungkasnya (tim-kominfo)
Publisher : aris
Kamis, 26 November 2020
Penganugerahan IDSD ini digelar di Gedung Gradhika Praja, Semarang yang diikuti oleh seluruh perwakilan daerah yang berhasil meraih penghargaan. Dan untuk Kabupaten Pekalongan sendiri penghargaan diterima oleh Plt Bupati Pekalongan Ir.Hj Arini Harimurti pada siang ini (25/11).
Dalam acara penganugerahan tersebut, mewakili gubernur Jawa Tengah, Plh Sekda Provinsi Jawa Tengah Prasetyo Aribowo mengatakan bahwa dengan diberikannya penghargaan IDSD ini diharapkan akan menjadi stimulus masing-masing daerah dalam mendorong inovasi masyarakat, sehingga masyarakat bisa ikut berkontribusi dalam peningkatan daya saing daerah di Provinsi Jawa Tengah. Selain itu, Ia juga mengucapkan selamat kepada masing-masing daerah yang telah meraih penghargaan IDSD Provinsi Jawa Tengah Tahun 2020.
‘’Kita berharap penghargaan ini bisa menjadi stimulus di dalam mendorong inovasi masyarakat sehingga bisa berkontribusi dalam peningkatan daya saing daerah di Jawa Tengah dan selamat untuk masing-masing daerah yang berhasil meraih penghargaan tahun ini,’’ jelasnya.
Sementara itu, saat ditemui hari ini, Kepala Bappeda Litbang Kabupaten Pekalongan M.Yulian Akbar S.Sos.,M.Si, membenarkan bahwa Kabupaten Pekalongan berhasil menjadi juara umum pada penghargaan IDSD Tahun 2020 dengan memenuhi empat aspek pengukuran dalam penilaian yang meliputi aspek enambling environment (penguat) sebesar 3,47, aspek Human Capital (Sumber Daya Manusia) sebesar 3.14, aspek market (pasar) sebesar 4.17 dan aspek ekosistem inovasi sebesar 3,62.
‘’ Dari total keseluruhan penilaian Alhamdulilah baru tahun ini kita mendapat predikat juara kabupaten secara umum di tingkat Provinsi Jawa Tengah,’’ kata Yulian Akbar.
Menurutnya,lanjut Yulian, hasil dari penilaian IDSD ini, akan dijadikan modal dasar bagi Pemerintah Kabupaten Pekalongan sebagai materi kebijakan guna merumuskan kebijakan program yang lebih baik lagi dalam melakukan intervensi kebijakan dan program pembangunan sesuai dengan pendataan yang diterima Kabupaten Pekalongan saat ini.
‘’Dan sekali lagi penghargaan ini justru menjadi pemacu kita untuk bekerja lebih efektif dan efesien lagi di tengah keterbatasan-keterbatasan yang kita miliki serta seagai bahan evaluasi terhadap kebijakan yang akan kita ambil kedepannya,’’ ujarnya. (Lus-Kominfo)
Publisher : aris
Rabu, 25 November 2020
Webinar dimulai dengan pembukaan oleh wakil dari KPPI Jawa Tengah. Selanjutnya pengantar oleh Kepala Dinas Perempuan dan Anak Provinsi Jawa Tengah Dra. Retno Sudewi, Apt,M.Si,MM. Sambutan diisi oleh Deputi Kesetaraan Gender Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI Ir Agustina Erni
Adapun paparan webinar mengusung 3 (tiga) tema, yaitu perempuan dalam pusaran politik maskulin oleh Titi Anggraini (Perkumpulan untuk pemilu dan demokrasi) Jakarta, Stigma perempuan dalam konstelasi pilkada oleh Drs. Teguh Yuwono,M.Pol (Pengamat politik/Dosen UNDIP), pengalaman sebagai kepala daerah perempuan oleh Ir Arini Harimurti (Plt Bupati Pekalongan)
Dalam paparannya, Plt Bupati Pekalongan Ir. Arini Harimurti membagikan kisah perjalanan karir dan kiprahnya hingga menjadi kepala daerah. Arini menuturkan filosofinya bahwa bermanfaat bagi sesama adalah sesuatu yang membahagiakan. Oleh karena itu bekerja keras,jujur, optimis dan selalu mencari solusi harus dilakukan. Tentunya dukungan suami, anak dan keluarga serta rekan dekat adalah modal utama baginya. Juga pandangan pakar, para alim serta suara masyarakat akan mempertajam dalam keputusan yang diambilnya.
Selanjutnya Arini juga memaparkan tugas dan kewenangan kepala daerah sesuai UU No.9 Tahun 2015 perubahan kedua atas UU No.23 tahun 2014 tentang pemerintahan daerah. Diterangkannya, bupati sebagai administrator , mencakup pemerintahan hukum dan politik, pembangunan ekonomi dan keuangan, serta kemasyarakatan dan sumber daya manusia.
Sedangkan ada beberapa factor yang mempengaruhi pengambilan kebijakan , seperti regulasi pemerintah pusat, sumber daya manusia aparatur dan masyarakat, sumber daya alam, budaya/kultur maupun tuntutan dan harapan masyarakat.
Untuk itu, menurut Arini diperlukan sikap yang berpedoman pada aturan, komitmen memegang prinsip , menghormati kultur/budaya dan bijaksana dalam mengambil kebijakan.
Tak dipungkiri juga adanya dinamika sebagai kepala daerah. Namun Arini menyikapi dengan menyeimbangkan dan menempatkan diri di tengah birokrat, masyarakat dan keluarga. (Ar-Kominfo)
Publisher : aris
Selasa, 24 November 2020
Dengan adanya kegiatan ini Arini berharap ini bisa menjadi momen, momen bagi terutama yang tidak mungkn menjadi hal mungkin. Dan tentunya menjadi kegiatan setiap 3 bulan sekali dilaksanakan donor darah. Selain itu, menurutnya kegiatan ini merupakan momen untuk mengetuk hati para anggota PGRI untuk mengabdi kepada masyarakat
“Selamat ultah mudah-mudahan di usia ke-75 ini PGRI semakin jaya dan mudah-mudahan hari ultah ini menjadi motivasi kita bersama untuk selalu mengabdi dan semakin berbakti pada nusa bangsa, “pungkas Arini.
Sementara itu Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pekalongan Dra. Siti Masruroh.,M.Si mengatakan dalam rangka peringatan HUT PGRI dan hari Guru Nasional ini, pihaknya menyelenggarakan beberapa kegiatan baik yang sudah dilakukan maupun yang belum, salah satu rangkaian kegiatan adalah donor darah yang diikuti para guru. ” Donor darah yang kali ini dilaksanakan Alhamdulilah di masa pandemic ini kita tahu kegiatan donor agak berkurang karena masa pandemic banyak yang khawatir. Tetapi dengan penuh keyakinan untuk membantu kebutuhan darah di masyarakat, karena itu para guru khususnya anggota PGRI dari berbagai cabang kecamatan bisa hadir dan memberikan donornya, “ungkap Siti Masruroh.
Pada kesempatan tersebut Siti Masruroh berharap kepada seluruh gruru di Kabupaten Pekalongan terutama yang muda, sehat, agar membiasakan berdonor karena hal ini menurutnya jelas kegiatan yang positif dan juga bisa menjadi cek memastikan kondisi benar-benar sehat.
Ketua PGRI Kabupaten Pekalongan Bejo Herbeno.,S.IP.,M.Si menjelaskan target guru yang mendonor sebanyak 80 sampel, sama seperti tahun sebelumnya. ” Harapannya setiap tahun ada peningkatan namun kondisi ini tidak mungkin karena ada beberapa kecamatan yang sudah melakukan kegiatan yang sama sehingga banyak anggota kami di kecamatan tidak bisa mengikuti ke sini karena sudah menyumbang donor di kecamatan,” terang Bejo.
Dikatakan pula kegiatan donor darah ini adalah kegiatan rutin setiap hari ulang tahun PGRI karena Ia menyadari bahwa selain organisasi profesi pihaknya juga organisasi perjuangan yang di dalamnya tidak hanya memperjuangkan nasib guru, seperti gaji dan kesejahteraannya, tapi bagaimana berjuang untuk ikut berbakti pada masyarakat Kabupaten Pekalongan secara luas, salah satu bentuknya adalah kegiatan donor darah. (Ar-Kominfo)
Senin, 23 November 2020
Menurut Plt Bupati Pekalongan Ir.Hj. Arini Harimurti untuk menciptakaan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Kabupaten Pekalongan, ada beberapa hal yang harus dilakukan oleh pemerintah daerah, diantaranya adalah sebagai pemerintah harus memberikan contoh dahulu kepada masyarakat luas untuk tidak merokok.
Setelah pemerintah bisa menata diri untuk membiasakan pola hidup sehat dengan tidak merokok, lanjut Arini, maka masyarakat akan mencontoh dan setelah itu baru pemerintah harus melakukan langkah konkret untuk segera mengimplementasikan harapannya supaya Kabupaten Pekalongan menjadi Kawasan Tanpa Rokok.
‘’ Tugas kita yang pertama tentu saja ini mungkin bu staf ahli , di kawasan kita dulu bagaimana kita bisa menjadi suri tauladan. Jika di kawasan kita sudah berhasil bebas dari asap rokok baru kita keluar,’’ jelasnya.
Selanjutnya, Arini mengatakan bahwa langkah tepat yang harus dilakukan saat ini untuk bisa segera mengimplementasikan Kawasan Tanpa Rokok di Kabupaten Pekalongan adalah dengan membuat Peraturan Bupati sebagai langkah awal supaya hal tersebut bisa dilakukan.
Untuk itu, Ia meminta pihaknya untuk segera mempersiapkan hal-hal yang berkaitan dengan pembuatan Peraturan Bupati mengenai peraturan khusus Kawasan Tanpa Rokok di Kabupaten Pekalongan, sembari menunggu adanya bupati definitive yang nanti akan terpilih pada 9 Desember 2020 mendatang.
‘’Kami memang kalau bicara tentang kawasan tanpa rokok ini Peraturan Daerahnya kami memang belum ada, tetapi ada Peraturan Daerah yang di dalamnya juga mengatur tentang kawasan tanpa rokok yaitu Perda Tahun 2012 tentang ketertiban umum yang didalamnya mengatur kawasan tanpa rokok,’’ terangnya.
Sementara itu dalam kesempatan yang sama, Ketua Tim Advokasi Kawasan Tanpa Rokok Kemendagri Edward Sigalingging menyampaikan bahwa sesuai dengan perintah Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009, pemerintah daerah itu diwajibkan harus menetapkan Peraturan Daerah tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR). Untuk itu Ia sangat mendukung penuh Kabupaten Pekalongan untuk bisa membuat Perda khusus mengenai Kawasan Tanpa Rokok seperti yang sudah dilakukan oleh 360 kabupaten lainnya di Indonesia.
‘’ Perintah Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 bahwa pemerintah daerah itu harus diwajibkan menetapkan Perda tentang KTR artinya ini sudah sebelas tahun memang dari total 514 jumlah kabupaten baru sekitar 360 an ya, yang sudah menetapkan Perda Tentang KTR,’’ ungkapnya. (Lus-Kominfo)
[Gambar]
Publisher : aris
Kamis, 19 November 2020