KAJEN – Akses jalan yang menghubungkan kecamatan Kesesi dengan kecamatan Kandangserang mengalami kerusakan yang menjadi keluhan masyarakat. Kerusakan jalan ini terjadi di lintasan desa Kwasen, Windurojo sampai ke obyek wisata Watuireng, Kecamatan Kandangserang.
Menjawab keluhan masyarakat tersebut, Pemerintah Kabupaten Pekalongan melalui Bupati Pekalongan KH.Asip Kholbihi, SH.M.Si, mengatakan bahwa pemkab akan segera merealisasikan perbaikan akses jalan yang dianggapnya itu sangat penting. Adapun untuk anggaran sendiri, dikatakan Bupati Asip Kholbihi, perbaikan jalan ini akan menghabiskan anggaran sebesar 3,5 milyar. Untuk itu Ia berharap pada tahun 2020 ini pembangunan dapat diselesaikan.
‘’ Insyaallah pada bulan ini sudah ada kegiatan, yang pertama adalah Kwasen – Brondong, kemudian Brondong ke Watuireng ini akan kita selesaikan dengan total anggaran hampir 3,5 milyar,’’ kata Bupati Asip Kholbihi saat melakukan tinjauan akses jalan rusak di Desa Windurejo, Kecamatan Kesesi, pada Senin pagi (21/9/2020).
Bupati Asip menjelaskan, ditengah kondisi pandemi Covid-19 ini, celah fiskal sangatlah sempit untuk melakukan pembangunan, karena anggaran pada tahun 2020 ini telah direlokasi dan direfokusing untuk penanggulangan dampak pandemi Covid-19. Tetapi untuk pembangunan akses jalan desa Kwasen sampai ke wilayah obyek wisata Watuireng akan tetap diupayakan, karena menurutnya ini akan menjadi modal dasar juga untuk pengembangan wisata Watuireng .
Dengan akses jalan yang baik, lanjut bupati, itu akan menambah daya tarik pengunjung untuk berwisata ke Watuireng melalui lintasan jalan kecamatan Kesesi. Ia juga sangat optimis setelah akses jalan penghubung ini jadi, obyek wisata Watuireng akan mengalami perkembangan yang pesat, karena akses jalanya ada dua jalur, yaitu jalur Kajen sampai ke Kandangserang dan jalur dari Kesesi ke Kandangserang.
‘’ Tetapi yang paling penting kita akan mendorong penuh perkembangan wisata Watuireng dari dua track, yang pertama dari track Kandangserang yaitu jalur reguler, kemudian akan kita tambah lagi jalur yang dari Kesesi yang nanti masuk ke Kwasen, Brondong, Windurojo kemudian sampai ke objek wisata Watuireng,’’ terangnya.
Selain itu untuk memajukan wisata Watuireng, Bupati Asip mengungkapkan bahwa pihaknya akan bersinergi bersama pemerintah kecamatan Kandangserang, Bumdes dan Pokdarwis untuk melakukan pengelolaan dan perbaikan sumber daya manusia supaya obyek wisata Watuireng bisa tetap bertahan di tengah pandemi yang masih berlangsung.
‘’ Watuireng merupakan batu alam yang luasnya 2,5 hektar, ini akan kita kembangkan dan sekarang juga sudah ditata oleh Bumdes melalui Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) dan bekerjasama dengan pemerintah,’’ ungkapnya. (Lus-Kominfo)
Publisher : aris
Senin, 21 September 2020
KAJEN – Ditengah maraknya sistem penjualan online yang kini menjadi trend, menuntut para pelaku usaha untuk mengerti dan memahami segala hal yang berkaitan dengan bisnis online. Tak terkecuali para pelaku UMKM di Kabupaten Pekalongan. Hal inilah yang mendasari Koperasi Juragan UMKM Sejahtera Kabupaten Pekalongan mengadakan Seminar Bisnis UMKM dengan tema Strategi UMKM berdagang di era new normal, yang menghadirkan dua keynote speaker, yaitu Asip Khobihi SH.,M.Si ( Bupati Pekalongan ) dan Fitra Jaya Saleh (Trainer Bisnis Nasional ) sebagai narasumber. Seminar digelar di Pendopo Kabupaten Pekalongan pada Minggu (20/09) pagi, diikuti para peserta seminar dari kalangan pelaku UMKM.
KAJEN - Belajar ilmu agama merupakan suatu keharusan bagi kita semua. Hal ini disampaikan Bupati Pekalongan Asip Kholbihi SH.,M.Si saat memberikan sambutan dalam acara Peresmian gedung asrama dan pengajian umum oleh H. Bahtiar Natsir Lc.,MM di International Muhammadiyah Boarding School ( IMBS )“ Miftahul Ulum” Pekajangan Kabupaten Pekalongan, Minggu (20/9). Acara ini dihadiri pula oleh Pengurus Daerah Muhammadiyah, jajaran Kemenag dan wakil forkopimda
KAJEN - Memperingati HUT World Cleanup Day, Bupati Pekalongan beserta Komunitas WCD ( World Cleanup Day ) Kabupaten Pekalongan, ‘Gentong Hebat’ juga seluruh warga yang terlibat, hari ini Sabtu (19/9) berpartisipasi mengikuti ‘Aksi Cleanup dan Pilah Sampah dari Rumah’ di lokasi Sungai Mrican Desa Wonokerto Kulon Kecamatan Wonokerto. Kegiatan Aksi Cleanup dan Pilah Sampah dari Rumah ini diikuti oleh 187 negara, 34 provinsi termasuk provinsi Jawa Tengah, serta 13 juta relawan.
KAJEN - KONI Kabupaten Pekalongan melaksanakan olahraga baru yaitu Petanque yang merupakan sebuah olahraga dari Prancis dan termasuk olahraga kuno yang dikembangkan di Indonesia. Bupati Pekalongan Asip Kholbihi SH.,M.Si meminta KONI bersama Pemkab menyusun regulasi tentang Perda olahraga dengan konsultannya diusulkan dari Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan (UMPP) supaya lebih membumi.
KAJEN – Dalam acara Pembekalan kepada Para Danramil dan Babinsa Kodim 0710/Pekalongan yang diselenggarakan di Markas Kodim 0710/Pekalongan ( Medono Kecamatan Pekalongan Barat) pada Kamis (17/9), Bupati Pekalongan Asip Kholbihi SH.,M.Si mengajak untuk melaksanakan hal-hal yang berkaitan dengan mewujudkan kebaikan di Kabupaten Pekalongan utamanya adalah menjelang Pemilihan Kepala Daerah (pilkada) 9 Desember 2020 mendatang.
Bupati Pekalongan Asip Kholbihi SH.,M.Si dalam sambutannya mengatakan tujuan seminar adalah dalam rangka berikhtiar bagaimana cara melakukan pemasaran online, dan Ia menegaskan bahwa Kunci utama dari bisnis online adalah kesabaran dan ketekunan. Tentunya hal Ini butuh trik atau cara tersendiri .
“ Di Kabupaten Pekalongan, binaan dari juragan UMKM ini Alhamdulilah sudah banyak yang berhasil. Setidaknya yang berhasil itu kita klasifikasi menjadi dua, yang sudah besar, omsetnya sebulan bisa sampai 10 Milyar, jumlahnya sekitar 7 orang. Kemudian klasifikasi sedang, jumlahnya hampir 100 orang. Omsetnya 2-5 Milyar per bulan, “ ucap Bupati.
Kepada peserta seminar, Bupati menerangkan bahwa mereka punya produk, kemudian bagaimana produk dikenal orang. Setelah dikenal bisa memantik daya beli orang atau biasa disebut dengan produk yang marketable atau sangat masar produknya.
Lebih lanjut, dikatakan pula Kabupaten Pekalongan sudah punya keunggulan, yaitu sebagai daerah penghasil industri konveksi dan turunannya terbesar di Indonesia. “ Kita menjadi produsen batik terbesar. Ironinya, yang melakukan pemasaran batik-baik kita itu adalah dari luar. Itu sah-sah saja. Kota Pekalongan adalah salah satu etalase dari produk-produk batik Kabupaten Pekalongan, “ paparnya
Menurut Bupati di masa sekarang melakukan pemasaran lebih mudah karena bisa mengekspose atau melakukan pengenalan supaya produk-produk dikenal secara baik melalui media massa.
´Secara prinsip kalau kita bisa memasarkan produk sendiri , maka multibuyer efeknya akan lebih baik, “ tegasnya
Selanjutnya Bupati mengajak melakukan gerakan pemasaran online untuk membantu para produsen yang ada di Kabupaten Pekalongan, karena selama masa pandemi 6 bulan terakhir, barang menumpuk di gudang. Dan Bupati mengatakan pemerintah nanti akan menfasilitasi selain dari juragan UMKM juga menfasilitasi antara produsen dengan para pemasaran.
Bupati juga menambahkan bahwa ada problem mendasar dari bisnis online ini, yang kaitannya dengan strategi, tapi problem mendasar yang harus disiapkan terlebih dahulu adalah bagaimana para pelaku UMKM memperbanyak admin. Admin-admin dilatih dan ada admin yang khusus menangani produk untuk dijual di pasar online.
Sementara itu Taufik selaku Ketua Juragan UMKM Kabupaten Pekalongan mengatakan Juragan UMKM ini dulu diawali hanya dari 33 orang. Setelah pembinaan rutin yang dilakukannya , jumlahnya terus berkembang hingga sekarang ada 2483 orang.
Taufik berharap Bupati punya kebijakan dengan mengerahkan gerakan ayo online, yang pada akhirnya pedagang-pedagang besar yang online di Pekalongan mereka tidak kesulitan cari admin. Selain itu diharapkan setelah seminar tersebut di Kabupaten Pekalongan betul-betul ada gerakan jualan online yang luar biasa. Karena 70 % produsen pedagang Pekalongan yang menjual produknya justru orang lain. Ia juga mengharap Bupati mencarikan tempat untuk produk yang tidak bisa dionline kan.
“Harapan saya setelah pelatihan ini kita ada gerakan yang luar biasa untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi UMKM, “ pungkasnya ( Ar-Kominfo )
Publisher : aris
Minggu, 20 September 2020
Dalam acara ini turut hadir para Forkopimda, Bupati Pekalongan H.Asip Kholbihi,SH.M.Si, dan Wakil Bupati Pekalongan Ir.Hj Arini Harimurti.
Acara pendisiplinan adaptasi kebiasaan baru ini bertujuan untuk mengukur sejauh mana tingkat kesadaran masyarakat dalam menerapkan protocol kesehatan seperti menggunakan masker, cuci tangan, jaga jarak dan pola hidup sehat. Untuk itu dalam acara ini Bupati Pekalongan H.Asip Kholbihi, SH.M.Si, menegaskan kepada masyarakat bahwa protocol kesehatan dan empat kebiasaan baru harus selalu dilaksanakan untuk menekan angka penyebaran Covid-19 di Kabupaten Pekalongan.
‘’Ini harus diikhtiari semaksimal mungkin secara lahir batin, dengan tadi penerapan kebiasaan baru yaitu memakai masker, cuci tangan ,jaga jarak dan pola hidup sehat,’’ kata Bupati Asip Kholbihi saat memberikan sambutan pada acara Pendisiplinan Adaptasi Kebiasaan Baru di Kajen Town Square (20/9).
Selain pendisiplinan dan sosialsisasi adaptasi kebiasaan baru, kegiatan rapid test juga dilaksanakan kepada masyarakat yang hadir dalam acara ini. Dan menurut Bupati Asip, apabila ada yang reaktif maka akan segera dilaksanakan tes swab untuk mengetahui apakah orang tersebut positif Covid-19 atau tidak.
Bupati Asip juga mengungkapkan bahwa upaya penanggulangan terhadap penyebaran Covid-19 sendiri harus dilakukan dengan sabar karena basis masyarakat masih tergolong rendah tentang kesadaran penerapan adaptasi kebiasaan baru, jadi upaya sosialisasi dan pendisiplinan akan dilakukan secara masif oleh Pemkab Pekalongan diberbagai tempat.
‘’Semua kita pantau berbasis kewilayahan dengan upaya seperti itu kami meyakini Insyaallah untuk masa yang akan datang ini akan terjadi penurunan,’’ ungkapnya.
Adapun untuk sanksi social sendiri Bupati Asip mengatakan apabila sanksi social terhadap pelanggaran protocol kesehatan dirasa masih kurang maksimal, maka pihaknya akan segera mengatur sanksi-sanksi lainya, bahkan mendorong terbentuknya peraturan daerah terkait pencegahan penyakit menular seperti yang dilakukan oleh daerah lain.
‘’Mencontoh daerah lain, mungkin kedepan kita akan buat regulasi baru tentang terkait pencegahan penyakit menular,’’ jelasnya. (Lus-Kominfo)
Publisher : aris
Minggu, 20 September 2020
Dikatakan Bupati, Persarikatan Muhammadiyah ini sudah hebat di semua lini, baik itu perguruan tinggi, rumah sakit, bahkan belum lama ini pihaknya meresmikan rumah yatim piatu. Bupati mengajak lembaga seperti IMBS yang sudah terkenal itu terus dikembangkan supaya Persarikatan Muhammadiyah tumbuh kembang seiring dengan perjalanan jaman.
“ Belajar itu tidak mengenal waktu, tempat dan kesempatan. Ayo kita terus belajar, apalagi mempelajari ilmu agama. Makin banyak kita mempelajari ilmu agama, semakin merasa kurang ternyata kita ini.
Tapi ketika kita semakin sedikit ilmu agamanya , kita merasa seakan pintar. Oleh karena itu belajar ilmu agama menjadi suatu keharusan kita semua, “ terang Bupati.
Pada kesempatan tersebut Bupati mengucapkan terima kasih karena berdirinya madrasah-madrasah dan pondok pesantren di Kabupaten Pekalongan yang sekarang jumlahnya hampir 100 pondok pesantren ,baik dari Nahdlatul Ulama (NU) maupun Muhammadiyah , bisa menjadi penyeimbang.
Bupati juga ber terimakasih kepada seluruh jajaran IMBS yang sudah berikhtiar mencerdaskan anak-anak menjadi anak-anak yang soleh solehah, anak-anak yang nanti kelak akan menggantikan generasi sebelumnya menjadi pemimpin-pemimpin yang berbekal ilmu agama.
“ Di Pekajangan ini menjadi episentrum dari kemajuan pergerakan Muhammadiyah sejak dulu. Saya kira ini menjadi tantangan bagi kita semua dan saya bersyukur melihat dinamika pergerakan di Muhammadiyah, “ lanjutnya
Ditambahkan pula Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan (UMPP) sudah sangat terkenal, padahal baru diesnatalis satu tahun. Ini menunjukkan bahwa kerja keras, kerja cerdas, kerja kihlas persarikatan Muhammadiyah diakui oleh manusia-manusia yang ada di dunia.
“ Mudah-mudahan gedung ini selesai dan saya menghaturkan terimakasih kepada kyai Bahtiar Natsir yang sudah berkenan hadir di Kabupaten Pekalongan dan berkenan memberikan pencerahan kepada kita semua sehingga kita tergerak untuk bersama-sama bertanggungjawab membesarkan IMBS menjadi kebanggaan kita semua, “ harapnya ( Ar-Kominfo )
Publisher : aris
Minggu, 20 September 2020
Bupati Asip menjelaskan sungai Mrican adalah sungai buangan yang tingkat pencemarannya (terutama pencemaran sampah rumah tangga ) paling tinggi di Kabupaten Pekalongan. Untuk itu dalam kesempatan tersebut Ia mengajak semua pihak agar sungai Mrican menjadi bersih dan sehat. ” Ayo kita bangun supaya sungai Mrican ini menjadi sungai yang besih, sehat untuk kebutuhan masyarakat. Karena kalau sungainya bersih, airnya bersih dan lingkungannya indah sehat, maka itu representasi dari kehidupan masyarakat yang sehat pula, “ ucap Bupati saat wawancara di lokasi kegiatan.
“ Saya berterimakasih kepada seluruh pihak terutama WCD Kabupaten Pekalongan yang terus bersama dengan pemerintah melakukan kolaborasi untuk melakukan edukasi kepada masyarakat agar bisa hidup sehat, memulai hidup sehat dari rumah sendiri, kemudian dari lingkungan dan seterusnya menjadi gaya hidup seluruh warga masyarakat agar Kabupaten Pekalongan resik tenan, “ pungkasnya ( Ar-Kominfo )
Publisher : aris
Sabtu, 19 September 2020
“Saya atas nama Pemkab ucapkan terimakasih kepada UMPP karena di UMPP secara academik, para atlet dan pelaku-pelaku olahraga akan berkolaborasi kepada civitas academika terutama dari program study Penjas UMPP untuk memberdayakan para atlet Kabupaten Pekalongan, ini sudah luar biasa.” Jelas Bupati saat sambutan membuka acara Invitasi Petanque UMPP Cup 2020 di Pekajangan Kedungwuni, Sabtu (19/9).
Bupati ucapkan selamat datang di Kabupaten Pekalongan dan selamat bertanding secara sportif kepada semua atlet terutama yang dari luar daerah. Bupati menjelaskan invitasi Petanque UMPP Cup 2020 adalah sarana sekaligus mempromosikan UMPP yang baru diesnatalis pertama tapi namanya sudah terkenal. Bupati juga terus mensupport agar UMPP segera melejit dan mendapat apresiasi bukan hanya dari masyarakat Kabupaten Pekalongan tapi juga dari masyarakat luar Pekalongan.
Bupati juga ucapkan terimakasih kepada KONI dan seluruh atlet yang telah bersama-sama membangun olahraga petanque ini untuk bersilaturahmi serta mengadu sportivitas, serta Bupati berharap hal ini dapat bermanfaat untuk semua pihak.
Dalam kesempatan yang sama, Gus Eko selaku ketua KONI Kabupaten Pekalongan memaparkan bahwa Petanque yang ada di Kabupaten Pekalongan masih baru namun bisa menjadi tren dan menjadi kebanggaan di Kabupaten Pekalongan karena KONI Kabupaten Pekalongan memiliki 35 cabang olahraga (cabor) dan direncanakan pada tahun 2020 bisa sampai 40 cabor. Hal ini bertujuan dalam rangka menaikkan prestasi ke digit 10 besar tingkat Jawa Tengah maka cabornya paling tidak ada 40 cabor karena yang dipertandingkan nanti sekitar 54 cabor.
Gus Eko juga menerangkan KONI sudah koordinasi dengan Pemkab, rencananya 2021 regulasi tentang keolahragaan akan dijadikan sebuah peraturan daerah, maka atlet-atlet di Kabupaten Pekalongan yang berprestasi tidak akan ada lagi yang terlantar, dibawah KONI dan Pemkab benar-benar serius menangani atlet dan pelatih di Kabupaten Pekalongan
Gus Eko berharap semua peserta serius untuk mengikuti kegiatan tersebut, dan UMPP diharapkan bisa mengkoordinasikan dengan perguruan tinggi yang lain di Kabupaten Pekalongan
“ KONI masih punya PR ( Pekerjaan Rumah ) satu, yaitu pendirian Badan Pengembangan Organisasi Mahasiswa Indonesia (BAPOMI), karena BAPOMI Kabupaten Pekalongan belum jalan, maka proses kompetisi untuk meningkatkan prestasi belum bisa singkron, “ ujarnya
Maka UMPP yang memiliki jurusan Penjas diyakini bisa menginisiasi berdirinya BAPOMI di Kabupaten Pekalongan. “ Insya Allah saya yakin UMPP bisa menjadi pelopor keolahragaan di Kabupaten Pekalongan.” tambahnya
Selanjutnya Gus Eko berharap hal ini adalah suatu bentuk invitasi yang nanti pada tahun 2021 akan diadakan Pekan Olahraga Kabupaten Pekalongan (PORKAP), sehingga untuk warga Pekalongan diharapkan menyiapkan diri karena PORKAP akan menjadi ajang untuk persiapan mengikuti Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) 2022, sehingga olahraga di Kabupaten Pekalongan dapat lebih baik dan bisa meningkatkan prestasi. (El-Kominfo)
Publisher : aris
Sabtu, 19 September 2020
Dikatakan Bupati Asip sedekah merupakan wujud rasa syukur kepada Sang Pencipta atas segala nikmat dan keberkahan yang diberikan kepada kita. Khusus untuk masyarakat desa Pencakaran yang pada kesempatan ini melakukan acara sedekah laut, bupati Asip sangat megapresiasi, karena menurutnya masyarakat sudah bisa mengimplementasikan tentang pentingnya sedekah.
‘’ Sodakoh itu penting, nenek moyang kita dahulu sudah mengajarkan untuk melakukan sodakoh laut yang berarti sedekahnya orang-orang yang mencari rejeki di laut,’’ kata Bupati Asip Kholbihi saat menghadiri acara sedekah laut di desa Pencakaran, Kecamatan Wonokerto (17/9).
Ia melanjutkan, masyarakat desa Pencakaran memang seharusnya bersyukur dan berterimakasih kepada Allah SWT yang telah memberikan kelimpahan rezeki di laut sebagai sumber mata pencaharian. Dan Ia juga berpesan kepada seluruh masyarakat untuk tetap bersyukur atas apa yang telah diberikan oleh Sang Pencipta kepada kita semua.
Selain itu, Bupati Asip juga menjelaskan bahwa di tengah pandemi Covid-19 yang masih berlangsung saat ini, Ia mewakili Pemerintah Kabupaten Pekalongan datang ke acara Sedekah Laut ini sekaligus melakukan peninjauan kondisi masyarakat untuk menjamin masyarakat baik-baik saja.
Dan Ia juga berterimakasih kepada para nelayan dan seluruh masyarakat Pencakaran yang telah membantu pemerintah desa maupun pemerintah daerah karena telah ikut berkontribusi dalam membangun wilayah dan menjalankan aktivitas perekonomian dengan baik.
‘’ Saya berterimakasih kepada nelayan yang telah bekerjasama dnegan pemerintah desa, daerah untuk membantu jalannya perekonomian di Kabupaten Pekalongan,’’ ujarnya. (Lus-Kominfo)
Publisher : aris
Jumat, 18 September 2020
“Kita setidaknya sudah 6 kali pemilu pasca reformasi dan pemilukada pasca reformasi. Salah satu faktor penting dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat Kabupaten Pekalongan adalah menjunjung tinggi aturan main, dan perlu diingat, saudara-saudara yang bekerja di level desa saya mengingatkan kembali bahwa budaya masyarakat Kabupaten Pekalongan adalah budaya patronase berbeda dengan di Sumatera Utara, rata-rata patronnya adalah para kyai, tokoh agama, guru, kepala desa juga tokoh masyarakat, “ paparnya.
Menurutnya, kalau seluruh jajaran bisa membangun relasi sosial yang baik dengan para patron tadi, maka hal-hal yang menyangkut tentang bagaimana menjaga stabilitas daerah bisa dilakukan dengan baik
Selama ini kondisi geo politik di Kabupaten Pekalongan berjalan dinamis, tetapi Bupati yakin dengan kerjasama yang baik seluruh jajaran, dari Kodim 0710 dan Polres Pekalongan serta Pemkab menyadarkan sepenuhnya profesionalitas kinerja dari Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Pekalongan dan Bawaslu, Bupati yakin seluruh proses pesta demokrasi ditengah-tengah pandemi Covid 19 ini akan berjalan dengan aman, lancar dan sukses.
“Kalau kita mendekati tokoh agama maka hampir 75% persoalan sosial bisa kita selesaikan, karena budaya patheralistik ini masih terpelihara dengan baik walaupun sekarang sudah mulai bergeser karena pengaruh usaha profesional tetapi dalam keadaan tertentu mereka menjadi rujukan mencari tempat bertanya dan tempat penyejuk kepada para tokoh agama, inilah kondisi biopolitik yang ada di Kabupaten Pekalongan.” tambahnya.
Bupati bercerita bagaimana relasi sosial yang harus dibangun ternyata dari para tokoh yang dianggap sebagai patronase masyarakat Kabupaten Pekalongan, patron masyarakat ini berada di dalam sebuah usaha yang disebut dengan jaringan pesantren, rata-rata para patron Kabupaten Pekalongan adalah alumni-alumni yang tersebar di seluruh pesantren besar di Indonesia. hal ini juga memudahkan karena ketika ada hal-hal yang kurang berkenan bisa langsung dilakukan komunikasi dengan induk pendidikannya yaitu di Pesantren, hal ini lebih mudah untuk menjalin komunikasi efektif dan infentif dengan seluruh induk pesantren yang membawai para kiyai di Kabupaten Pekalongan, dan itu menjadi kekuatan Pemkab untuk melakukan komunikasi supaya baik, para kyai yang ada di kmpung-kampung dan kota-kota bisa lebih tunduk kepada patron yang diatas keuntungannya seperti itu.
Bupati juga mengucapkan terimakasih atas kerjasama selama ini yang luar biasa. Bupati merasakan netralitas TNI dan POLRI di Kabupaten Pekalongan. “Saya sebagai calon merasakan, pokoknya kita juga menjaga kehati-hatian dan profesionalitas kemudian tugas pokok dan fungsi masing-masing sudah dijalankan dengan baik, kita tidak pernah ada pembicaraan-pembicaraan menyangkut pilkada sekalipun karena saya menjunjung tinggi profesionalitas dan kinerja dari Kapolres beserta seluruh jajaran.” tegasnya
Kemudian, ditegaskan pula bahwa kebutuhan keamanan dianggap menempati posisi yang sangat strategis karena dengan aman yang dimiliki warga negara, maka warga dapat menjalankan ibadah dan pekerjaan dengan baik serta kehidupan bisa berjalan normal. ( El-Kominfo)
Publisher : aris
Jumat, 18 September 2020
Kamis, 17 September 2020