KAJEN - Dalam rangka Peringatan HUT ke-75 PMI, PMI Kabupaten Pekalongan pagi ini, Kamis (17/09) menggelar Apel Peringatan HUT PMI ke-75 di halaman balai desa Kebonagung Kecamatan Kajen. Sebelumnya, telah diadakan acara malam tirakatan di markas PMI yang diikuti para relawan PMI Kabupaten Pekalongan pada Rabu, 16 September kemarin.
Acara Apel Peringatan HUT PMI ke-75 yang diselenggarakan PMI Kabupaten Pekalongan ini dipimpin langsung oleh ketua PMI Kabupaten Pekalongan yang sekaligus Wakil Bupati Pekalongan Ir. Arini Harimurti. Usai Apel selesai, Ketua PMI didampingi Pengurus PMI memberikan secara langsung santuan kepada anak yatim dan keluarga kurang mampu di sekitar markas PMI sebagai tanda kemanusiaan.
Peringatan HUT PMI kali ini berbeda dari peringatan pada tahun-tahun sebelumnya namun Arini berharap hal ini tidak mengurangi makna. “Dalam situasi pandemi covid19 seperti saat ini , harapannya semoga tidak mengurangi makna tapi justru dengan adanya covid 19 ini menjadi momentum untuk menambah semangat , memotivasi kita semua untuk lebih giat lagi dalam melaksanakan atau membuat inovasi-inovasi agar pelayanan kita kepada masyarakat semakin baik, “ ujar Arini saat wawancara dengan awak media di Balai Desa Kebonagung .
Arini menjelaskan sebelum adanya covid 19 kegiatan dilaksanakan secara terbuka yaitu berinteraksi langsung dngan masyarakat. “ Tentu saja tahun ini lebih sederhana, tetapi tidak mengurangi makna karena juga dilakukan dengan protocol kesehatan yang teratur, “ ujarnya.
Usai pemberian santuan, seluruh pengurus, staf dan relawan PMI Kabupaten Pekalongan mengikuti peringatan HUT PMI tingkat nasional melalui daring/streaming youtube dan TV PMI di Aula UDD PMI Kabupaten Pekalongan, kemudian dilanjutkan tabur bunga ke makam Kebonagung, makam Wonopringgo dan makam Bojong. (Ar-Kominfo)
Publisher : aris
Kamis, 17 September 2020
KAJEN – Di tengah masa pandemi Covid-19 yang masih berlangsung saat ini, Desa Karangsari, Kecamatan Bojong telah berhasil menjalankan program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL). Hal itu dibuktikan dengan telah dibagikannya sejumlah 683 sertifikat tanah milik warga maupun pemerintah desa pada pagi ini, Kamis (17/9/2020) oleh Bupati Pekalongan Asip Kholbihi SH.,M.Si dan Kepala Kantor Badan Pertanahan Negara Kabupaten Pekalongan Imawan secara simbolis.
KAJEN – Setelah TP PKK dari 7 (tujuh) kecamatan mendapatkan kesempatan mengikuti Orientasi Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan, Desa/Kelurahan se-Kabupaten Pekalongan pada Senin (14/09) lalu, kini giliran TP PKK dari Kecamatan Talun, Karanganyar, Kesesi, Bojong, Wonopringgo, dan Karangdadap mengikuti kegiatan serupa. Seperti hari pertama, kegiatan kali ini juga dibuka dengan sambutan dari Bupati Pekalongan Asip Kholbihi SH.,M.Si.
KAJEN - Tangani luapan air laut pasang dan antisipasi banjir jelang musim penghujan, Tersier sepanjang jalan poros penghubung Desa Jeruksari Kecamatan Tirto Kabupaten Pekalongan dan Kelurahan Bandengan Kecamatan Pekalongan Utara dikeruk. Dampaknya akses jalan penghubung kedua wilayah tersebut ditutup sepekan ini (15/9).
KAJEN – Program pemberdayaan untuk keluarga dari tahun ke tahun harus semakin diberdayakan. Program tentang 10 Program Pokok PKK bukanlah program yang bersifat utopis (khayal), tetapi program yang benar-benar sudah membumi karena sudah dirintis sejak dulu kala, tinggal dilakukan evaluasi, yang bagus pada tahun kemarin dipertahankan, kemudian yang belum, dievaluasi untuk selanjutnya di masa datang menjadi bagian dari penyempurnaan program PKK.
KAJEN – Bupati Pekalongan Asip Kholbihi SH.,M.Si membuka secara resmi acara pelantikan dan musyawaroh kerja MWC NU Kecamatan Bojong masa khidmat 2020-2025, Minggu (13/09) di Desa Kalipancur Kecamatan Bojong. Acara ini dihadiri pula oleh H. Bisri Romli (Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PKB) , Pengurus Cabang NU, KH M. Tikror dan KH Asyir Su’bi, Camat Bojong beserta muspika Bojong, serta Ketua Rois Syuriyah dan ketua Tanfidziyah PC NU Kabupaten Pekalongan .
Program PTSL sendiri merupakan program dari pemerintah yang ditujukan bagi masyarakat untuk medapatkan sertifikat tanah dan bebas dari biaya pajak pembuatan sertifikat tanah.
Desa Karangsari sendiri dianggap sebagai desa yang telah sukses menjalankan program PTSL karena dari 700 pemohon pembuatan sertifikat , 683 telah lolos. Sehingga desa Karangsari sendiri menjadi desa percontohan atas kesuksesan pembuatan sertifikat tanah dengan program PTSL.
‘’Membuat sertifikat itu tidak mudah, tetapi dengan program pemerintah ini masyarakat bisa terbantu untuk bisa mendapatkan sertifikat tanah. Inilah program pemerintah yang tujuannya untuk mempermudah warga ketika ingin mendapatkan akses tentang sertifikat,’’ Kata Bupati Asip Kholbihi saat memberikan sambutan pada acara Pembagian Sertifikat Tanah secara simbolis di Desa Karangsari, Kecamatan Bojong (17/9).
Bupati Asip juga mengatakan bahwa sertifikat tanah sendiri memiliki nilai ekonomis sebagai alat untuk mendapatkan bantuan modal usaha dari Bank. Sehingga Ia berharap dengan terbitnya sertifikat tanah ini, masyarakat bisa menggunakannya dengan sebaik mungkin.
Ia juga berpesan kepada masyarakat untuk bisa menjaga sertifikat tanah yang telah diterima dengan baik, karena untuk mendapatkan sertifikat ini sendiri tidak mudah ditengah pandemi Covid-19 saat ini.
‘’ Jangan sampai hilang, disimpan baik-baik karena sertifikat itu mempunyai nilai ekonomi dan sangat penting,’’ ujarnya.
Sementara itu dalam kesempatan yang sama, Kepala Kantor Badan Pertanahan Negara (BPN) Kabupaten Pekalongan Imawan mengatakan bahwa di Desa Karangsari memiliki 1.194 bidang tanah yang ditargetkan pada tahun 2020 ini setidaknya 683 bidang tanah bisa diselesaikan untuk sertifikat tanahnya. Dari 683 bidang tanah yang dapat diselesaikan tersebut 647 merupakan tanah milik warga dan 36 merupakan tanah aset pemerintah desa.
‘’Alhamdulilah target kita untuk menyelesaikan program PTSL di desa Karangsari ini bisa berhasil dengan memenuhi target kita yaitu 683 sertifikat tanah bisa kita selesaikan,’’ kata Imawan.
Selain itu Imawan juga menjelaskan bahwa untuk program PTSL di Kabupaten Pekalongan tahun 2020 sendiri secara kuantitas memiliki target peta bidang tanah sebanyak 30.114 bidang, target sertifikat hak atas tanah sebanyak 23.295 bidang dengan lokasi kegiatan ada di 31 desa di 15 kecamatan dan semua target tersebut 100% telah berhasil dan tuntas.
‘’Sampai saat ini secara kuantitas target peta bidang tanah dan target sertifikat hak atas tanah di Kabupaten Pekalongan tahun 2020 telah tuntas 100% dan siap untuk diserahkan kepada masyarakat,’’ jelas Imawan.
Sedangkan untuk secara kualitas program PTSL sendiri, diungkapkan Imawan, BPN Kabupaten Pekalongan telah menyelesaikan 20 desa secara lengkap yang menampilkan lokasi tanah kegiatan dan keseluruhan data secara terperinci.
Pada acara ini, Kepala Desa Karangsari mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Kabupaten Pekalongan dan juga BPN yang telah mendukung penuh program PTSL di desa Karangsari sehingga 683 sertifikat tanah dapat diterima pada hari ini.
‘’Pada kesempatan ini saya berterimakasih kepada Pemerintah Kabupaten Pekalongan yang telah memberikan peluang kepada desa Karangsari,’’ ungkapnya. (Lus-Kominfo)
Publisher : aris
Kamis, 17 September 2020
Bupati mengucapkan terimakasih atas supporting dan partisipasi seluruh tim penggerak PKK dari tingkat Desa/Kelurahan sampai tingkat Kabupaten.
“ Kita memberikan evaluasi terhadap kinerja TP PKK dari tingkat Desa, Kecamatan dan Kabupaten. Secara umum sudah menggembirakan, karena supporting dari PKK ini dari tingkat Desa sampai Kabupaten memberikan kontribusi yang positif dan signifikan untuk progam-program unggulan (prioritas) kita seperti penurunan angka kemiskinan, peningkatan ekonomi dan pemberdayaan keluarga, “ ujar Bupati saat wawancara, Rabu (16/09) di Pendopo Rumah Dinas Bupati.
Menurutnya yang lebih penting adalah partisipasi gerakan-gerakan yang diinisiasi dari bawah, karena itu menjadi kekuatan pendukung pemerintah. Seperti ada gerakan Jum’at pagi, gema setia dan kudu sekolah, dimana semua itu adalah gerakan yang motornya adalah para ibu-ibu TP PKK.
Bupati berharap kegiatan itu membawa nilai lebih bagi pemberdayaan PKK di Kabupaten Pekalongan, minimal sebagai ajang refleksi 5 (lima) tahun kemarin apa yang sudah dilakukan dan apa yang masih kurang, untuk refresh (penyegaran kembali ) untuk program yang akan datang. Ia juga mengharapkan di era saat ini harus ada hal yang baru. Inovasi harus dimunculkan seiring dengan perubahan cara pandang masyarakat terhadap posisi pemerintah.
“ Tujuannya adalah bahwa tingkat kesejahteraan masyrakat Kab Pekalongan, setidaknya kalau diukur dari indicator makro yaitu kemiskinan, maka sebelum ada covid 19, kita masih menyisakan 84 ribu waga kabupaten Pekalongan yang miskin. Pada tahun 2015 angkanya 114 ribu ( turun dari 13 % menjadi 9%). Salah satu program kita, yaitu laboratorium kemiskinan, masuk top 45 inovasi daerah tingkat nasional,” ungkapnya
Selanjutnya Bupati juga memaparkan program-program inovasi yang didukung oleh masyarakat, salah satunya adalah program Gema Setia (Gerakan masyarakat stop kematian ibu dan anak). Program ini mendapat dukungan penuh dari CSR luar negeri Amway . Bahkan Ketua TP PKK Kabupaten Pekalongan Ny. Munafah Asip Kholbihi menjadi Duta Amway dan diberi mandat untuk berkeliling ke seluruh Indonesia, sehingga kabupaten/kota yang ingin bekerjasama dengan Amway harus mendapat rekomendasi dari ketua TP PKK Kabupaten Pekalongan.
Kemudian gerakan Gentong hebat (Gerakan gotong royong hidup bersih dan sehat). Ini merupakan gerakan dari bawah dan diinisiasi oleh masyarakat yang tujuannya mensupport agar program pemerintah berkaitan dengan angka kematian ibu dan bayi makin turun. Program ini telah berhasil dilihat secara statistic angka kematian ibu dan anak penurunannya signifikan.
Ada pula program inisiatif kerjasama dengan PT Tower Bersama Group (TBG), juga memberikan supporting kepada Kabupaten Pekalongan . Menurut Bupati bantuannya sangat manfaat karena punya konsen untuk menurunkan angka stunting pada anak dan hasilnya juga luar biasa.
“ Pada aspek lain, kita juga mendapat beberapa kejuaraan baik tingkat provinsi maupun nasional berkaitan hari lingkungan hidup, hari habitat dan penataan kumuh dari Kementrian PUPR,” imbuhnya.
Tidak hanya itu, dikatakan pula Pemkab punya program inisiatif yang bekerjasama dengan PKK, yaitu program ‘kudu sekolah’, gerakan ini harus disuport penuh dengan dana desa untuk mengembalikan Anak Tidak Sekolah (ATS)
Tim Penggerak PKK juga mensupport hal yang berkaitan dengan pemberdayaan UMKM. “ Kita pernah punya kegiatan yang masuk catatan Rekor MURI, yaitu mendatangkan 12 ribu perempuan berkebaya. Ini orangnya pakai batik kebaya dan jarik semua, sehingga pada saat itu hampir 20 ribu jarik dan kebaya diborong ibu-ibu kabupaten Pekalongan. Ini berasal dari UMKM kita, “ terangnya
Selanjutnya Bupati juga berharap agar seluruh program PKK ini didukung oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) se-Kabupaten Pekalongan. (Ar-Kominfo).
Publisher : aris
Rabu, 16 September 2020
Warga yang hendak melintas di jalan Poros Desa Jeruksari Kecamatan Tirto dan Kelurahan Bandengan Kecamatan Pekalongan Utara terpaksa harus berputar arah atau masuk ke perkampungan untuk mencari jalan alternatif, pasalnya akses jalan tersebut tertutup alat berat bego proyek normalisasi tersier yang sejak 10 September 2020 melakukan pengerukan saluran irigasi yang dangkal.
Seperti penjelasan warga Mulyorejo Condro pengguna jalan yang sering melintasi jalan tersebut, pihaknya menyampaikan sudah sepekan ini menggunakan jalur tikus karena masih ada pengerukan tersier, pihaknya juga tidak merasa keberatan meski harus memutar jalan karena demi kebaikan bersama.
Demikian halnya disampaikan Hj.Makrifah warga Wiradesa yang berjualan di Pasar Senteling Banjarsari Pekalongan menyampaikan jalan penghubung antara desa Jeruksari dan Kelurahan Bandengan ini merupakan jalur alternatif tercepat untuk menuju tempat usahanya, tapi kondisinya sangat memprihatinkan saat musim air laut pasang atau rob dan banjir juga meluap saat musim hujan. Dengan adanya pengerukan saluran irigasi tersebut diharapkan wilayah Jeruksari- Bandengan tidak tergenang lagi. (Rep. Teddy RKS)
Publisher : aris
Selasa, 15 September 2020
Menurut Bupati Asip Kholbihi SH.,M.Si, hal ini memudahkan masyarakat untuk membeli dan kemudian juga secara ekonomi desa menjadi untung karena keuntungan dari BUMDes nanti ada seri profit dengan desa, “Kalau dana desa dikelola dengan baik maka akan mendapat kemaslahatan atau kesejahteraan warga masyarakat.” Jelas Bupati dalam sambutannya di acara launching dan peresmian Pertadesa di Desa Karangjati Kecamatan Wiradesa pada Senin (14/9/20).
BUMDes di Karangjati diharapkan menjadi salah satu BUMDes yang handal karena memiliki banyak usaha, seperti air usaha minum, dan juga WIFI, serta 75% warga masyarakat Karangjati sudah mengakses internet. Bupati menegaskan bahwa hal ini menjadi contoh ketika dana desa dikelola dengan baik kemudian dimasukkan ke BUMDes maka output dan outcomenya bisa dirasakan oleh masyarakat
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Desa Karangjati, Tihar menyampaikan Pertadesa di wilayahnya fokus melayani kebutuhan pertalite. “Karena saya memandang wilayah ini ramai masyarakatnya, sedangkan kebutuhan pertalite sulit kalau di pengecer, jadi saya fokuskan di pertalitenya, pertamax juga ada tapi paling banyak pertalite.” Jelasnya
Publisher : aris
Senin, 14 September 2020
Bupati Pekalongan KH.Asip Kholbihi, SH.M.Si saat meninjau ke Desa Dadirejo, Kecamatan Tirto pada siang ini, Senin (14/9/2020) mengatakan bahwa pelaksanaan pembangunan jalan akan mulai dikerjakan dalam dua minggu kedepan setelah kontrak pembangunan disepakati. Untuk itu Ia berharap masyarakat dapat bersabar serta mendukung penuh program pembangunan ini.
‘’ Banyak sekali masuk di medsos kaitan para pengguna jalur ini terutama dari jembatan Karangjati yang ke utara yang menuju ke sini Insyaallah dalam beberapa hari kedepan sudah ada pekerjaan,’’ kata Bupati Asip Kholbihi.
Selain itu Bupati Asip juga berharap dengan akan dibangunnya perbaikan akses jalan Karangjati – Dadiejo dapat mempermudah masyarakat dalam melakukan aktivitas utamanya aktivitas ekonomi yang masih berkembang pesat di wilayah tersebut. Oleh karena itu Ia mengatakan dukungan dari masyarakat juga menjadi faktor penting untuk mensukseskan pembangunan akses jalan tersebut.
‘’ Jadi mohon dukungan masyarakat karena yang menghubungkan kecamatan Wiradesa dan Tirto, oleh karena itu ini sangat penting,’’ ujarnya.
Sementara itu Kepala Dinas DPU Taru Bambang Irianto melalui Kabid Bina marga Arif Rahman menyampaikan bahwa pembangunan akses jalan Karangjati – Dadirejo akan dibangun dengan lebar 3,5 meter dan panjang lintasan yaitu 700 meter.
Pihaknya juga meminta doa dan dukungan masyarakat supaya pembangunan ini dapat segera terealisasi dan selesai untuk mempermudah masyarakat mengakses jalan tersebut.
‘’ Dengan pembangunan yang akan segera dilaksanakan ini saya optimis program ini akan berhasil dan mohon dukungannya juga kepada seluruh masyarakat karena akses jalan ini merupakan kebutuhan kita bersama,’’ jelasnya.
Publisher : aris
Senin, 14 September 2020
Hal itu diungkapkan Bupati Pekalongan Asip Kholbihi SH.,M.Si saat memberikan sambutan pada acara Orientasi Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan, Desa/Kelurahan se-Kabupaten Pekalongan, Senin (14/09) pagi di Pendopo Rumah Dinas Bupati. Hadir dalam acara tersebut Ketua TP PKK Kabupaten Pekalongan, Ny. Munafah Asip Kholbihi, Sekda dan Kepala OPD selaku anggota pembina TP PKK Kabupaten Pekalongan, Camat selaku pembina TP PKK Kecamatan, Kepala Desa/Kelurahan selaku Pembina TP PKK Desa/Kelurahan, segenap pengurus TP PKK Kabupaten Pekalongan serta ketua TP PKK Kecamatan dan desa/kelurahan se-Kabupaten Pekalongan.
“ Hari ini kita mengikuti orientasi Tim Penggerak PKK untuk kecamatan Kandangserang, Paninggaran, Lebakbarang, Petungkriyono, Doro, Siwalan, dan Kedungwuni. Ini adalah bentuk dari evaluasi program kerja Tim Penggerak PKK Kabupaten Pekalongan, yang sudah dilaksanakan 5 tahun sejak tahan 2016. Kalau evaluasi, pasti kita akan menemukan program mana yang sudah baik, kemudian program yang harus kita dinamisir kembali untuk masa yang akan datang,” ujar Bupati.
Bupati Asip menyampaikan ada program-program inovatif seperti Gema Setia dan Gentong Hebat, yang memberikan hasil (outcome) yaitu secara kuantitatif sudah bisa menurunkan angka kematian ibu dan bayi. Program itu juga mendapat supporting dari beberapa CSR luar negeri.
Selain itu, TP PKK Kabupaten Pekalongan juga telah melakukan upaya agar bagaimana pengenalan market industry produk UMKM Kabupaten Pekalongan, yang berupa kebaya, selendang, kain batik, kain sarung, ikat kepala dan lainnya, meningkat omsetnya. “ Hari ini pemasaran yang dilakukan anak-anak muda kita sungguh membanggakan. Ada ratusan reseller yang omsetnya ratusan milyar. Walau situasi begini, semua masih berjalan normal, “ ungkapnya.
Yang penting lagi, menurutnya adalah mendorong yang di desa . Bupati berharap dalam perencanaan pendapatan dan belanja desa( APBDes), alokasi anggaran di fokuskan untuk pemberdayaan masyarakat melalui PKK.
“ Munculkan inovasi-inovasi sebanyak mungkin, yang ini akan menjadikan kita menjadi kabupaten yang maju. Kemudian saya berharap lagi melalui acara seperti ini PKK harus lebih konsen lagi untuk menjadi garda penggerak dalam membangun, membina dan membentuk keluarga, guna mewujudkan kesejahteraan keluarga sebagai unit kelompok terkecil dalam masyarakat, “ pintanya
Bupati juga berharap kepada seluruh Tim Penggerak PKK baik kabupaten maupun desa, untuk menjalankan tugas dengan sepenuh hati guna menggerakkan masyarakat demi terwujudnya kemajuan dan kesejahteraan di kabupaten Pekalongan.
Sementara itu Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pekalongan, Ny. Munafah Asip Kholbihi dalam kesempatan tersebut memaparkan kegiatan pertemuan hari ini merupakan program agenda akhir tahun yang rutin diselengarakan oleh Tim Penggerak PKK kabupaten Pekalongan yang dilatarbelakangi oleh keinginan untuk menyatukan dan memantapkan langkah seluruh Tim Penggerak PKK se-Kabupaten Pekalongan dalam menyongsong kegiatan di tahun ke depan demi meningkatkan kesejahteraan keluarga dan masyarakat.
Kegiatan TP PKK Kabupaten Pekalongan selama 4 tahun ini baik di tingkat kabupaten, kecamatan, desa/kelurahan berjalan baik. 10 program pokok PKK telah dilaksanakan dengan baik dan terus berjalan. Dikarenakan tahun 2020 ini ada pandemic, maka kegiatan evaluasi turun langsung ke lapangan diundur pelaksanaannya pada tahun2021 mendatang.
Ny Munafah juga memaparkan TP PKK mempunyai program-program inovasi yang telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Salah satunya adalah program unggulan GEMA SETIA ( Gerakan masyarakat stop kematian ibu dan anak), sebagai langkah konkrit mendukung pemerintah dalam penurunan angka kematian ibu dan anak. Kemudian GENTONG HEBAT ( Gerakan gotong royong hidup bersih dan sehat) yang membawa kabupaten Pekalongan menerima penghargaan di bidang lingkungan. Ada pula GEMAS MAKIN BAIK (Gerakan menanam, makan sayur ikan dan buah anak Indonesia kreatif). Gerakan ini mengajak anak dari PAUD sampai SMP untuk gemar menanam dan makan sayur serta ikan dan buah. Selain itu ada pula pencapaian Rekor MURI perempuan berkebaya di hari Kartini tahun 2017 dan dilanjutkan di tahun berikutnya, perempuan berkebaya bersolawat dalam momen hari Ibu.
“ Kami berharap inovasi dan program yang telah berjalan ini dapat dilanjutkan pada masa yang akan datang, “ujar Ny. Munafah (Ar-Kominfo)
Publisher : aris
Senin, 14 September 2020
Bupati menjelaskan, “Jangan sampai ada perselisihan atau pertengkaran karena yang paling penting adalah rukun dan menjaga silaturahmi antar tetangga. Kabupaten Pekalongan akan menjadi aman jika masyarakatnya rukun tetangga.” Jelas Bupati dalam sambutannya saat menghadiri acara pengajian umum dalam rangka halal-bihalal dan menyambut tahun baru Hijriyah di Masjid Baitul Makmur Dukuh Doro Bulu, Desa Dororejo Kecamatan Doro, pada Sabtu (12/9) malam.
Bupati memaparkan bukti dari adanya rukun antar tetangga di Kabupaten Pekalongan adalah pada tahun 2015 orang miskin hampir 115000 orang tapi karena masyarakatnya rukun dan rajin bekerja maka angka kemiskinan menjadi berkurang, hingga jelang lebaran tahun ini sudah turun menjadi 84.000. “Artinya Allah memberi keanugerahan untuk warga Kabupaten Pekalongan.” tambahnya.
Dalam kesempatan ini Bupati sekaligus menyampaikan permintaan maaf apabila selama menjadi Bupati atas kesalahannya kepada masyarakat, “Pemberian tertinggi adalah memberi kata maaf, lebih penting daripada kita memberikan materi atau makanan atau barang apapun, oleh karena itu penting sekali bagi seluruh warga untuk saling memaafkan.” terangnya.
Selain itu dijelaskan pula jumlah penduduk Kabupaten Pekalongan hampir 1 juta, dalam proses mencari rezeki pasti berbeda-beda, mata pencahariannya pun berbeda sehingga dapat menyebabkan persaingan di kehidupan sehari-hari oleh karena itu perlu acara halal-bihalan .
Asal usul halal bihalal sendiri, dijelaskan Bupati bahwa pada tahun 1950 Bung Karno memanggil Ky. Wahab Hasbullah di istana, beliau bertanya bagaimana cara merukunkan penduduk bangsa, karena dulu banyak sekali pulau-pulau yang ingin pisah dari Indonesia, menghadapi permasalahan bangsa Bung Karno meminta saran kepada Ky. Wahab Hasbullah dan dibuatlah acara halal bihalal.
Kabupaten Pekalongan sendiri saat ini relatif aman, adem, ayem, dan tentrem, meski angka Covid sudah 118 tapi Bupati bersyukur karena banyak yang sudah sembuh, dan yang masih dirawat di RS tinggal 20 orang, Bupati berpesan kepada masyarakat untuk selalu memakai masker saat keluar rumah, bagi yang tidak patuh akan di denda berupa membersihkan jalan.
Untuk daerah Doro relatif aman, peserta halal bihalal acara tersebut sudah diukur suhu tubuh dan cuci tangan, secara umum Kabupaten Pekalongan saat ini masih zona oranye. (El-Kominfo)
Publisher : aris
Minggu, 13 September 2020
Dalam sambutannya Bupati Asip menerangkan salah satu tujuan didirikannya Jam’iyyah Nahdhatul Ulama (NU) adalah sama dengan didirikannya negara, yaitu mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya sebelum NU, lahir kelompok kajian-kajian yang bersifat kebangsaan. “ Kelompok kajian strategis inilah yang merupakan cikal bakal berdirinya Jam’iyyah Nahdhatul Ulama pada tahun 1926 yang diprakarsai oleh KH Hasyim Ashari. Artinya, untuk mendirikan sebuah organisasi besar, seperti organisasi terbesar di dunia, organisasi Islam terbesar di dunia adalah NU, “ terangnya.
Menurut data dari Kementrian Pertahanan Malaysia, lanjut Bupati, jumlah warga NU diperkirakan 100 juta. Ini artinya hampir 50% lebih penduduk Indonesia adalah berpaham Ahlussunah waljamaah bahkan organisasi terbesar di dunia. Adapun tujuan didirikannya NU, menurut Bupati, secara sosial politik ekonomi nasionalisme sama persis dengan tujuan didirikannya negara. “ Oleh karena itu struktur organisasi Pengurus Besar Nahdhatul Ulama ( PBNU) juga pararel dengan struktur negara. Dalam konteks ini ketika kita berbicara tentang kebijakan makro Pengurus Cabang NU kabupaten Pekalongan, maka kebijakan itupun akan ekiuvalen atau akan paralel dengan kebijakan pemkab Pekalongan, “ paparya.
“ Ketika kebijakan ini kita turunkan lagi ke tingkat bawah, ke tingkat ranting cabang yang hari ini kita resmikan, maka kebijakan itu tentu akan sama dan sebangun dengan kebijakan kewilayahan masing-masing,” lanjutnya.
Selanjutnya dikatakan pula bahwa NU punya riwayat menjadi organisasi yang face to face atau berhadapan secara frontal dengan pemerintah, bahkan NU selalu mendukung keberadaan pemerintaha dalam situasi sesulit apapun. “ Karena sadar betul bahwa agama dan pemerintah adalah bagaikan dua mata keping yang tidak bisa dipisahkan. Bagaimana eksistensi agama ini bisa berkembang secara baik, secara masif di tingkat masyarakat, tentu karena ditopang oleh pemerintah, “ujarnya
Dikatakan pula setiap pemimpin harus mewujudkan kemaslahatan di dunia. pemimpin yang lahir dari kalangan NU, tidak hanya berhenti untuk mewujudkan kemaslahatan dunia saja, tetapi harus bisa mewujudkan maslahat dunia untuk kepentingan maslahat akherat. Pemimpin yang lahir dari NU juga harus bertanggungjawab agar yang dipimpin mendapat jaminan selamat dunia dan akherat
Melalui musyawaroh kerja MWC ini Bupati mengajak para pengurus bersama Pemerintah membangun Bojong secara menyeluruh. “ Kalau MWC NU Bojong bareng-bareng dengan Camat, forkopincam, kita bangun Bojong untuk lebih baik lagi. Kita bangun seluruh dimensi kehidupan Bojong baik itu dimensi spiritual, pembangunan-pembangunan spiritual tidak boleh diabaikan. Karena kalau kita hanya fokus membangun sarana-sarana infrastruktural, mengabaikan pembangunan yang bersifat spiritual, ini bukan mandat dari kekuasaan yang sebenarnya,’ tegas Bupati. (Ar-Kominfo)
Publisher : aris
Minggu, 13 September 2020