KAJEN – Menanamkan pendidikan agama bagi generasi muda merupakan investasi paling mahal yang harus diberikan sejak dini. Karena agama merupakan pondasi yang sangat fundamental yang harus dimiliki oleh setiap anak. Dan dengan agama anak-anak akan lebih mengetahui arti pentingnya spiritualitas bagi masa depannya.
Hal itu dikatakan oleh Bupati Asip Kholbihi SH.,M.Si saat menghadiri acara Pengajian Maulid Nabi Muhammad SAW yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Al Khoir Wal Barokah desa Dadirejo, Kecamatan Tirto pada Sabtu malam (12/9/2020).
Diterangkan Bupati Asip pendidikan agama, utamanya pendidikan ahli sunnah wal jamaah merupakan ilmu yang penting sebagai bekal utama generasi muda, apalagi menurutnya, pada masa sekarang dengan kemajuan tekhnologi , globalisasi terjadi begitu cepat. Jadi apabila ahli sunnah wal jamaah tidak segera ditanamkan itu akan mengubah jati diri generasi muda dalam bidang agama.
‘’Pendidikan ahli sunnah wal jamaah itu ditanamkan sejak dini terutama pada generasi muda agar generasi muda bisa memahami agama secara baik untuk bekal hidupnya,’’ terangnya.
Selain itu, Ia juga menjelaskan, apabila para generasi muda bisa bersemangat dan tekun belajar ilmu agama sekaligus ilmu lahiriyah yang menunjang kehidupannya, kesuksesan masa depan akan lebih mudah untuk digapai.
Oleh karena itu, Ia menyarankan para generasi muda harus bekerja keras, memiliki kreativitas, inovasi dan bekal ilmu agama yang mumpuni untuk menuju masa depan yang cerah.
Ditambah lagi, tuturnya, pada masa pandemic yang masih berlangsung saat ini tingkat kejenuhan anak muda tergolong cukup tinggi, untuk itu Ia berharap anak muda dapat menghadapi masa pandemic ini dengan tetap optimis.
‘’ Itulah harapan kita dan optimisme kita dalam memandang masa depan karena ke depan anak-anak kita ini yang akan menguasai ilmu agama sekaligus generasi yang mempunyai keterampilam, generasi yang punya wawasan kebangsaan yang kuat serta generasi yang mampu menjawab tantangan jaman seiring dengan eranya,’’ ungkapnya.
Bupati Asip juga menyampaikan bahwa pihaknya akan terus mendukung dan memfasilitasi setiap majelis ta’lim yang ada di Kabupaten Pekalongan untuk meningkatkan nilai religiusitas masyarakatnya.
‘’Sehingga kita tidak perlu mengkhawatirkan karena itu keberadaan majelis seperti ini menjadi konsen untuk terus-menerus kita perjuangkan, dan seluruh majelis ta’lim akan kita fasilitasi. Dan ini merupakan model dakwah yang sudah diwarisi oleh para leluhur,’’ pungkasnya.(lus)
Publisher : aris
Minggu, 13 September 2020
KAJEN - Bupati Pekalongan Asip Kholbihi SH.,M.Si membuka acara PELTI HW CUP 2020 di lapangan HW Pekajangan Kabupaten Pekalongan, Sabtu (12/9). Dalam kesempatan ini Bupati mengajak para atlet untuk meningkatkan prestasi olahraga Kabupaten Pekalongan yang selama ini dianggap masih kurang menggembirakan dibandingkan Kabupaten/Kota lain di Jawa Tengah,
KAJEN - Secara resmi Rapat Pimpinan Nasional ( Rapimnas ) Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) yang berlokasi di hotel Nirwana Pekalongan dibuka oleh Bupati Pekalongan Asip Kholbihi.,SH.,M.Si pada Sabtu (12/09). Acara dihadiri oleh Dirjen Bina Pemerintahan Desa ( mewakili Menteri Dalam Negeri RI), Ketua umum, Sekjen, Dewan Penasehat PPDI Pusat, Totok Budi Mulyanto SE, (Asisten Pemerintahan I Kabupaten Pekalongan ), Perwakilan Forkopimda se-kabupaten/kota Pekalongan serta para peserta Rapimnas dari berbagai provinsi dan kabupaten se-Indonesia. Rapimnas PPDI kali ini mengusung tema ‘ Saatnya perangkat desa berdaya, membangun dari tepi menuju Indonesia maju’.
KAJEN – Berkesempatan hadir dalam acara Pengajian Jum'at Kliwon yang diselenggarakan di Aula lantai 1 Setda Kabupaten Pekalongan pada pagi ini, Jumat (11/9/2020), Bupati Pekalongan H.Asip Kholbihi,SH.M.Si, paparkan arti pentingnya ngaji bagi setiap individu. Menurutnya ngaji sangatlah penting sebagai suatu kontrol diri untuk selalu mengingatkan bahwa hidup manusia itu akan ada akhirnya yaitu kematian. Jadi, setiap individu harus menjalankannya. ‘’Oleh karena itu momentum pengajian dimanapun kita berada menurut saya sangat penting, hanya saja kita ini kadang-kadang sering mengabaikan,’’ tuturnya.
KAJEN - Dalam rangka memperingati tahun baru Hijriyah 1442, Pengurus Masjid Jami Al Mabrur Desa Purworejo Kecamatan Sragi menyelenggarakan pengajian umum pada Jum’at (11/09) siang di Masjid Al Mabrur Purworejo Sragi. Pengajian umum ini diisi tausiyah dari Ustadzah kondang Hj. Mumpuni Handayayekti dari Cilacap dan dibanjiri oleh warga yang antusias mengikuti pengajian.
KAJEN – Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Tengah Martin Suanta SE.,M.Si menyerahkan penghargaan Manggala Karya Kencana (MKK) kepada Wakil Bupati Pekalongan Ir. Arini Harimurti yang mewakili Bupati Pekalongan Asip Kholbihi SH.,M.Si di Kampung KB Desa Logandeng Kecamatan Karangdadap pada Rabu (09/09) pagi. Bupati Pekalongan Asip Kholbihi SH.,M.Si menerima penghargaan atas prestasi yang menonjol dan komitmen serta kepemimpinannya dalam menggerakkan Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana untuk Terwujudnya Keluarga Berkualitas dan Penduduk Tumbuh Seimbang.
KAJEN - Puluhan pedagang dan pengunjung di Pasar Wiradesa Kabupaten Pekalongan yang kedapatan tidak memakai masker diberikan sanksi sosial push up lima kali dan menyapu jalan. Upaya ini sebagai tindakan penegakan Perda dalam operasi masker gabungan Satpol PP Kabupaten Pekalongan dan TNI Polri, Senin (7/9/20).
“Kita ingat bahwa prestasi olahraga Kabupaten Pekalongan kalau dikomparasi dengan beberapa kota dan kabupaten di Jawa Tengah kurang menggembirakan oleh karena itu tugas kita semua melalui cabang olahraga, ayo kita bergerak bersama-sama agar peringkatnya agak naik supaya seluruh cabang olahraga bergeliat dan bergerak bersama meskipun dalam situasi pandemi seperti ini.” Jelas Bupati dalam sambutannya
Bupati mengucapkan terimakasih kepada PELTI dan HW serta berharap acara ini bisa bermanfaat untuk pengembangan atlet-atlet Kabupaten Pekalongan apalagi tujuannya adalah untuk melakukan semacam pra kualifikasi untuk menuju dulongmas.
Bupati juga memberikan apresiasi kepada penyelenggara PELTI dan HW, dan berharap acara seperti ini bisa berkembang terus. Kepada para atlet Bupati mengucapkan selamat bertanding dan berpesan agar selalu menjaga spotrifitas.
Selain itu, melalui acara seperti ini diharapkan akan muncul petenis-petenis terbaik yang nanti akan dijadikan duta olahraga khususnya tenis untuk mewakili Kabupaten Pekalongan di event-event regional maupun nasional.
Bupati juga berharap PELTI Kabupaten Pekalongan terus mempopulerkan dan mensosialisasikan olahraga tenis ini yang sebenarnya memang sudah cukup terkenal. “Apalagi lapangan HW ini juga mendapat barokah dari jalan tol, ini kebijakan kami dulu, Alhamdulillah mendapat manfaat untuk pengembangan olahraga di Kabupaten Pekalongan.” tambahnya.
Sementara itu ketua PELTI Kabupaten Pekalongan, Ibnu menyampaikan tujuan turnamen tenis PELTI HW CUP ini adalah untuk membangun hubungan yang baik dan silaturahim antar petenis se-Kabupaten Pekalongan, mempersiapkan tim tenis dulongmas Kabupaten Pekaongan, dan memberikan wadah bagi atlet-atlet tenis muda Kabupaten Pekalongan untuk berprestasi.
Rangkaian kegiatan dilaksanakan di lapangan tenis HW Pekajangan sejak jumat (11/9/20) yang diawali babak penyisihan kelompok B, kemudian dilanjut pada hari Sabtu dan Minggu (12-13 September 2020) jam 08.00 WIB-selesai, jenis pertandingan ini ganda bebas perorangan kelompok A dan kelompok B, peserta kelompok A ada 14 pasang dan kelompok B 25 pasang. Hadiah yang akan diberikan untuk juara 1,2, dan 3 untuk kategori kelompok A dab B berupa piala dan uang pembinaan.
Acara ini dihadiri oleh forkopincam Kecamatan Kedungwuni, Dinas Olahraga dan Pariwisata (Dinporapar) Kabupaten Pekalongan, KONI Kabupaten Pekaongan, PELTI Kabupaten Pekalongan, tuan rumah guru senior tenis Kabupaten Pekalongan Ismail Wasir, dan juga para peserta PELTI HW CUP 2020 Kabupaten Pekalongan. (El-Kominfo)
Publisher : aris
Sabtu, 12 September 2020
Ia menjelaskan bahwa ilustrasi dari arti memahami perjuangan adalah ketika setiap individu dapat mengesampingkan kepentingan pribadi dibandingkan kepentingan umum. Oleh karena itu, menurutnya acara tasyakuran ini sangatlah tepat dilakukan sebagai forum yang mempertemukan para anggota FKPPI dengan sektor pemerintah untuk menyelaraskan program pembangunan daerah.
‘’Sudah beberapa kali saya hadir di acara FKPPI Kabupaten Pekalongan yang tentunya sebagai bentuk kepedulian, sharing dan tanggung jawab karena saya sadar bahwa para anggota FKPPI itu dilahirkan dari pejuang kusuma bangsa. Dan ini merupakan generasi muda yang spiritnya harus didukung dan semangat untuk berjuang untuk kemajuan Kabupaten Pekalongan,’’ kata Bupati Asip Kholbihi SH.,M.Si saat memberikan sambutan pada acara Tasyakuran FKPPI Kabupaten Pekalongan ke-42 yang dilaksanakan di RM Nonik,Kecamatan Bojong, pada siang ini, Sabtu (12/9/2020).
Dan dalam kesempatan kali ini, Bupati Asip Kholbihi SH.,M.Si juga memaparkan perkembangan dua indikator utama pembangunan daerah yang menurutnya sudah berkembang cukup membaik dari lima tahun belakangan ini.
Yang pertama adalah indikator ekonomi, dimana menurutnya pembangunan ekonomi di Kabupaten Pekalongan menunjukan progres baik yang dibuktikan dengan turunbya angka kemiskinan yang semula 12,57 pada tahun 2015 menjadi 9,51.
Selain itu, secara populasi masyarakat Kabupaten Pekalongan yang jumlah masyarakat kurang mampu mencapai 114.000 sekarang turun menjadi 84.000.
‘’Pencapaian ini berkat usaha seluruh lapisan masyarakat yang telah berusaha untuk membangun Kabupaten Pekalongan, dan ini mencerminkan ketika makna kesejahteraan kita hadirkan bersama-sama di Kabupaten Pekalongan,’’ jelasnya.
Indikator selanjutnya adalah kesehatan yang diungkapkan oleh Bupati Asip telah menunjukkan perbaikan yang cukup baik. Pada awalnya angka kematian ibu melahirkan dan angka stunting di Kabupaten Pekalongan cukup tinggi, namun sekarang sudah berhasil ditekan dan bisa menurun.
Bupati melanjutkan, selain kedua indikator diatas, pembangunan infrastruktur di Kabupaten Pekalongan juga sudah mencapai 95% dan pembangunan pendidikan juga sudah memadai yang ditandai dengan telah berdirinya 8 perguruan tinggi di Kabupaten Pekalongan.
‘’ Sekarang Alhamdulilah sudah 95% infrastruktur kita dalam keadaan baik. Kalau masih ada ya cuma beberapa, dan akan segera diperbaiki dan Alhamdulilah selama 5 tahun ini kita sudah bisa memfasilitasi berdirinya 8 universitas di Kabupaten Pekalongan,’’ ungkapnya.
Publisher : aris
Sabtu, 12 September 2020
Di hadapan para peserta Rapimnas Bupati Asip mengucapkan selamat datang di wilayah Pekalongan. Bupati menyampaikan bahwa Kabupaten Pekalongan mempunyai 273 atau desa 285 desa dan kelurahan. “ Desa mengajarkan kepada kita tentang guyub rukun dan gotong royong . Harmonisasi masyarakat bisa kita temukan secara nyata di desa. Dan Alhamdulilah para pemimpin kita juga kebanyakan lahir di desa, ‘ terang Bupati mengawali sambutannya.
Maka menurutnya beruntunglah para perangkat desa karena setidaknya mereka sudah mempunyai sumber daya manusia yang merupakan karunia dari Alloh SWT yang luar biasa, yang ini menjadi daya dukung utama . Yang kedua, desa punya sumber daya alam yang secara spesifik jika dikelola dengan baik oleh sumber daya manusia tadi, maka Bupati yakin hal itu akan menghadirkan kemakmuran yang senyatanya. Sumber daya yang ketiga yang ada di desa, yaitu sumber daya sosial. Bupati mengatakan sosial resource ini menjadi kekuatan yang dahsyat yang tidak dimiliki oleh desa-desa selain desa-desa yang ada di Indonesia.
“ Tiga sumber daya akan menjadi kekuatan utama , ketika tiga sumber daya ini dikelola oleh leader desa (perangkat desa) , yang tentu saja melibatkan peran aktif panjenengan semua. Ini saya kira mandat besar atau filosofi mengapa harus berdiri organisasi-organisasi perangkat yang ada di Indonesia, karena sadar atau tidak bahwa representasi kemakmuran Republik ini harus diwujudkan dalam sebuah tatanan kemakmuran yang wajahnya ada di desa, “ tandasnya.
Kemudian, sumber daya yang terakhir, dan ini merupakan produk dari hasil kekuatan politik, menurut Bupati, adalah sumber daya finansial.
Seperti diketahui selama ini orang desa diasumsikan sebagai orang yang terbelakang atau jauh dari kekuasaan. Untuk itu Bupati mengajak merubah pandangan seperti itu.
“ Pertama dengan menguatkan suprastruktur desanya. Infrastruktur desa sudah kita bangun dengan dana desa, suprastruktur desa ini penting karena merupakan mandat yang harus dilaksanakan melalui tupoksi panjenengan. Jadi sekali lagi perangkat sangat penting , disamping kita memperjuangkan kepentingan kita untuk menjadikan lembaga perangkat desa itu kuat,” paparnya
Selanjutnya melalui momentum Rapimnas tersebut Bupati juga mengajak menggelorakan semangat PPDI untuk mereformasi secara struktural bentuk pemerintahan di desa agar lebih baik lagi. (Ar-Kominfo)
Publisher : aris
Sabtu, 12 September 2020
Selain itu, dengan mengaji juga akan meningkatkan nilai spiritualitas diri apalagi di tengah pandemi yang masih berlangsung saat ini, harusnya ngaji dapat dijadikan sebuah rutinitas untuk memohon kepada yang kuasa supaya kondisi saat ini bisa cepat membaik. Dan mengajipun, lanjutnya, tidak boleh dengan sembarang orang harus dengan kyai atau ulama yang benar-benar ahli dan terstandarisasi supaya ilmu yang diperoleh juga tidak melenceng dari kaidah agama.
Karena menurutnya, agama merupakan sebuah wahyu atau karunia dari Allah Swt yang tidak bisa asal diinterpretasikan sendiri oleh individu, harus benar-benar terstandarisasi, karena hakikatnya belajar agama itu harus sambung-menyambung supaya jelas pertanggungjawabannya. ‘’Agama itu sesuatu yang asli dan merupakan sebuah wahyu, jadi tidak bisa diinterpretasi menggunakan pendekatan takliyah (sendiri) kecuali kita sudah pada tahapan seperti kyai dan para ulama.Jadi sekali lagi milih gurupun kita harus berhati-hati,’’ jelasnya.
Bupati Asip juga mejelaskan bahwa syarat menjadi orang yang berhasil dalam mendapatkan ilmu adalah orang yang berproses dan sabar untuk mendapatkanya, karena untuk mendapatkan sesuatu itu tidak ada yang instan. Apalagi terkait dengan ilmu agama yang benar-benar sudah ada ketentuannya. Oleh karena itu, Ia mengatakan bahwa ngaji merupakan sebuah keseimbangan dan bisa menjawab tantangan jaman, utamanya untuk para generasi penerus. Jadi tidak hanya pendidikan formal saja yang jalan, melainkan spiritualitasnya juga jalan, sehingga keseimbangan hidup sebagai manusia akan lebih mudah digapai. ‘’Syarat kita berhasil menjadi orang yang berilmu adalah ketika kita mempunyai tenggang masa yang tidak sebentar dan itupun belum tentu bisa sepenuhnya berhasil,’’ ungkapnya.
Dalam kesempatan ini Bupati Asip juga berpesan kepada seuluruh jamaah untuk tetap menjaga dan meningkatkan spiritualitasnya supaya bisa mencapai kedamaian hidup. ‘’Tetap jaga ngajinya, ibadahnya jangan sampai terlupakan, karena manuisa itu tidak akan bertahan terus, pasti ada hari akhir,’’ pesannya. Pengajian Jum’at Kliwon kali ini menghadirkan pembicara Dr. KH. Sam’ani Sya’roni M.,Ag dari Buaran dan diikuti para ASN di lingkungan pemkab. ( Lus-Kominfo )
Publisher : aris
Jumat, 11 September 2020
Bupati Pekalongan Asip Kholbihi SH.,M.Si yang hadir dalam kesempatan tersebut menerangkan tentang 5(lima) hal kaitannya tugas sebagai umat Islam. “ Orang hidup tugasnya hanya 2 (dua), kalau tidak ngaji, mengajar, “ tutur Bupati. Sedangkan syarat mengajar harus mengerti ilmu. Untuk itu harus dimulai dari ngaji, baru bisa mengajar. “ Kalau tidak ngaji, jangan mengajar karena bisa menyesatkan umat. Karena agama itu harus disampaikan dengan tuntunan para ulama, kyai, guru, yang keilmuannya nyambung dengan Nabi kita Muhammad SAW. Ini baru benar, “ tegasnya.
Adapun kelima hal selain mengajar dan mengaji, menurut Bupati biasanya orang yang sudah tua kendalanya disamping tidak bisa ngaji apalagi mengajar, maka yang ketiga cukup mendengarkan saja. “ Yang penting datang ke sini denagn niat ngaji, Insyaalloh dapat ridho dari Alloh SWT, “ ujarnya.
Kemudian yang keempat, yaitu ikut senang saja, juga dapat barokah ngaji. Sementara yang kelima adalah orang yang tidak bisa mengajar, tidak ngaji,tidak mendengarkan, juga tidak senang adanya pengajian . Bupati mengatakan kita tidak boleh menjadi orang yang kelima ini. “ Harusnya berangkat ngaji, mendengarkan, kalau mendengarkan malas, ya seneng saja . Senang bisa diwujudkan dengan ikut menjadi panitia, minimal iuran, pahalanya sama dengan yang mengajar. Jadi sekali lagi, tugas kita sebagai umat Islam adalah kalau tidak bisa ngajar, ngaji. Kalau tidak bisa ngaji, ikut mendengarkan, Jika tidak bisa, senang saja, Insyaalloh jadi golongan orang-orang yang selamat, “ pesan Bupati ( Ar-Kominfo)
Publisher : aris
Jumat, 11 September 2020
Penghargaan tersebut dirangkaikan dengan launching Kampung KB CoE desa Logandeng Kecamatan Karangdadap. Hadir dalam acara tersebut Ketua TP PKK Kabupaten Pekalongan Dra. Munafah Asip Kholbihi, para kepala OPD, Plt Dinas PMD P3A dan PPKB Drs Muchlisin, Kepala Bank Jateng Kajen Guirin Nugroho, Unsur Forkompimda, Camat Karangdadap serta forkopimcam
Martin Suanta menyampaikan penilaian mencakup 2 aspek, yaitu dukungan komitmen dan aspek Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana ( Bangga Kencana ). “ Atas nama pemerintah RI saya mengucapkan selamat kepada Bupati dan Wakil Bupati Pekalongan atas dukungan dan komitmen terhadap program Bangga Kencana di Kabupaten Pekalongan. Saya harap kerja keras bupati dan wakil bupati tidak berhenti sampai disini dan penghargaan ini akan jadi pemicu , semangat untuk terus memberikan dukungan terhadap program Bangga Kencana karena keluarga sebagai unit terkecil dalam masyarakat, merupakan wahana pertama dan utama bagi penyemayam karakter bangsa,” ujar Martin
Martin berharap semua momentum penganugerahan penghargaan Manggala Karya Kencana (MKK) tersebut dapat dijadikan daya ungkit bagi sinergitas kemitraan antara BKKBN, pemerintah provinsi, dan pemerintah daerah khususnya Kabupaten Pekalongan, serta mitra kerja lainnya untuk mewujudkan Indonesia sejahtera.
“ Dan saya juga menghaturkan terimakasih kepada Wakil Bupati dalam hal ini Bupati Pekalongan, atas dukungan dan komitmen yang kuat terhadap program kampung KB khususnya, “ lanjutnya
Dikatakan pula Kampung KB merupakan episentrum karen a menjadi miniatur kegiatan sinergi di berbagai elemen masyarakat.
“ Saya harap setelah dibentuk kampung KB ini semakin dapat memberikan akses kemudahan informasi memberikan pelayanan dan kontribusi yang maksimal dalam program Bangga Kencana sehingga menjadi motor penggerak partisipasi semua pihak dalam penggerakan masyarakat,” pintanya
Dalam kesempatan tersebut Martin juga mengapresiasi semua jajaran bupati, wakil bupati, ketua TP PKK, juga dinas terkait yang telah mencapai 128 % pelayanan sejuta akseptor pada satu hari pada tanggal 29 Juni lalu, dimana telah tercapai secara nasional 1,4 juta pelayanan akseptor langsung.
Wakil Bupati Pekalongan Ir Arini Harimurti atas nama pemerintah daerah menyampaikan terimakasih kepada BKKBN, dalam hal ini BKKBN Pusat maupun Perwakilan Jawa Tengah yang telah memberikan penghargaan. “ Semoga penghargaan ini menjadi motivasi kami untuk senantiasa meningkatkan kegiatan-kegiatan kependudukan maupun KB , “ kata Arini. Menurutnya hal ini merupakan bukti masyarakat Kabupaten Pekalongan tertib di dalam kependudukan , tinggi animonya pada program KB dan mendukung penuh upaya-upaya yang dilakukan untuk membangun setiap keluarga menjadi lebih berdaya, mandiri, dan sejahtera.
Dengan diresmikannya kampung KB bahagia desa Logandeng menjadi Kampung KB percontohan, Arini berharap kampung KB dapat diimplementasikan sebagai salah satu kegiatan inovatif dengan intervensi berbagai kegiatan prioritas lintas sector.
Arini menjelaskan bahwa berbagai kegiatan prioritas yang dilaksanakan di kampung KB harus melibatkan seluruh mitra kerja dan para pemangku kepentingan serta partisipasi aktif masyarakat di lokasi kampung KB itu sendiri. Kampung KB harus diintervensi secara holistic dan integratif oleh lintas sector secara bersama-sama dengan berlandaskan gotong royong. Diharapkan kampong KB akan memberikan dampak nyata serta memberi manfaat secara langsung kepada masyarakat.
Sementara itu Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Jawa Tengah Dra. Retno Sudewi,Apt,MM.,M.Si mengungkapkan pelayanan di kampung KB bukan berarti untuk pelayanan KB saja, pihaknya berharap dalam pelayanan kampung KB nanti bisa mengangkat kasus-kasus seperti stunting dan pencegahan perkawinan usia anak.
“ Menurut data, di Jawa Tengah memang sudah menurun tapi untuk level nasional menurunnya lebih drastis, sehingga lama-lama kalau kita tidak menekan, itu bisa melebihi angka nasional, “ jelas Retno. Untuk itu pihaknya berharap dengan program dair tim penggerak PKK yang bekerjasama dengan beberapa unsur bisa menekan angka pekawinan.
Selain itu di kampung KB nanti juga diharapkan diisi dengan beberapa kegiatan untuk pemberdayaan ekonomi perempuan Retno memaparkan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan perlindungan anak Provinsi Jawa Tengah sudah memulai untuk melakukan peningkatan produktifitas ekonomi perempuan pada masa pandemic ini, yaitu dengan melibatkan 17.000 perempuan rentan. ” Alhamdulilah dari 17 ribu itu, Kader PKK yang terlibat ada 58 % nya. Dan dari 2 kegiatan telah menghasilkan 2.500.000 masker, juga 2.200.000 face shield,” terangnya
Kepala Desa Logandeng, Kusnoto mengungkapkan dengan adanya kegiatan Kampung KB di desanya keikutsertaan KB mulai meningkat. Disamping itu kegiatan lain seperti untuk peningkatan taraf hidup warga juga mengalami mulai peningkatan. (Ar-Kominfo)
Publisher : aris
Rabu, 9 September 2020
Puluhan warga terjaring rasia gabungan penertiban masker di empat titik area pasar Wiradesa. Kegiatan ini sebagai langkah dalam penerapan Peraturan Bupati Nomer 33 tahun 2020 tentang pedoman pelaksanaan adaptasi kebiasaan baru di wilayah Kabupaten Pekalongan.
Senin, 7 September 2020
“ Saya ucapkan terimakasih dan saya bangga sekali kepada LSM ‘Pekalongan Peduli’ yang telah berinisiatif untuk menanam mangrove di pantai daerah Wonokerto. Ini membanggakan sekali, sebuah organisasi tidak hanya ngomong atau retorika, tetapi sebuah aksi nyata yang telah dilakukan untuk Kabupaten Pekalongan ini, ” tutur Wabup Arini saat memberikan sambutannya di Desa Api-api Kecamatan Wonokerto, Minggu ( 06/09) pagi.
Arini berharap organisasi LSM ‘Pekalongan peduli’ tidak hanya melakukan aksi pada pagi hari in sajai, tetapi nantinya akan ada aksi-aksi yang lebih bermanfaat lagi bagi masyarakat Kabupaten Pekalongan. Dan selanjutnya nantinya tumbuh organisasi-organisasi serupa yang peduli dengan Kabupaten Pekalongan khususnya di bidang lingkungan.
Sebagaimana diketahui bahwa mangrove sangat efektif untuk menanggulangi abrasi dalam jangka waktu yang lama. “ Memang kalau untuk jangka waktu yang pendek mungkin belum efektif tetapi harapan kita nantinya abrasi yang ada di Kecamatan Wonokerto khususnya, akan bisa terhalangi dengan adanya mangrove,” terang Arini.
Hari ini rencana akan ditanam 3000 sampai 4000 bibit mangrove dan diharapkan pula kegiatan ini akan terus berlanjut sehingga upaya untuk mellindungi serta melestarikan lingkungan hidup dapat berhasil. ( Ar-Kominfo)
Publisher : aris
Minggu, 6 September 2020