Selasa, 25 Agustus 2020
KAJEN – Dalam rangka menjawab tantangan jaman dan memberikan merespon secara cepat bentuk-bentuk pelayanan publik yang disesuaikan dengan era digitalisasi, pemkab Pekalongan melakukan inovasi baru. Salah satu inovasi tersebut adalah dengan dilaunchingnya aplikasi E-KIR yang dilaksanakan pada Senin (24/08) pagi di kantor Dinas Perhubungan kabupaten Pekalongan. E-KIR merupakan program pemkab Pekalongan melalui Dinas Perhubungan, bekerjasama dengan Bank Jateng dan didukung penuh Polres Pekalongan. Launcing E-KIR diresmikan oleh Bupati Pekalongan Asip Kholbihi SH.,M.Si dan disaksikan Wakil Bupati Ir. Arini Harimurti, para plt asisten, ibu kasatlantas mewakili Kapolres, Pimpinan Bank Jateng Kajen, para kepala OPD , juga dari asosiasi organda dan koperasi.
KAJEN – Resmi di launching pada hari ini, Minggu (23/8/2020), Saung Raden yang terletak di Desa Bungangan, Kecamatan Kedungwuni sajikan wisata edukasi yang memadai. Saung Raden sendiri merupakan wisata edukasi yang diinisiasi oleh pemerintah Desa Bungangan dengan berkolaborasi dengan Abi Muhammad penggiat wisata edukasi dari Banten.
KAJEN - Bupati Pekalongan Asip Kholbihi SH., M.Si menghadiri pengajian Majelis Al Abror Dukuh Secumpleng Desa Wiradesa Kecamatan Wiradesa pagi ini, Minggu ( 23/08) di gedung majelis ta’lim dan dzikir Al Abror, jalan raya Wiradesa – Kajen , Dukuh Secumpleng Wiradesa . Dalam kesempatan tersebut Bupati menuturkan ajaran dari Maulana habib Thohir, yaitu solusi agar selamat dunia akherat. Dijelaskannya, ada 4 golongan orang yang selamat. Pertama, jadi orng alim. Namun susah untuk jadi orang alim dengan berbagai syarat dan kriteria. Kedua, jadi orang yang ngaji. Ini hal yang mudah tapi tantangannya berat sekali, karena bisa dilihat dimana-mana setiap ada pengajian yang hadir sedikit.
KAJEN – Pemerintah kabupaten Pekalongan terus berupaya agar seluruh anak di Kabupaten Pekalongan bersekolah. Mulai dari jenjang Sekolah TPQ, Paud ,TK,SD/MI , SMP /Tsanawiyah, SMA/SMK /Aliyah bahkan sampai kuliah. Jika ada orang tua yang punya anak namun tidak menyekolahkan anaknya baik di sekolah formal maupun nonformal maka akan dikenakan sanksi bagi orang tua tersebut. Hal itu disampaikan Bupati Pekalongan Asip Kholbihi SH.,M.Si saat memberikan sambutannya pada acara istighosah dan peringatan tahun baru Islam 1442 H di halaman TPQ madin Nurul Ghulam, Kertijayan gang 2 Kecamatan buaran, Kamis malam (20/08).
KAJEN –BUMDES Desa Bebel Kecamatan Wonokerto bekerjasama dengan PT Pertamina Tegal membuka Pertashop di Desa Bebel Kecamatan Wonokerto . Pertashop ini diresmikan oleh Bupati Pekalongan Asip Kholbihi SH.,M.Si pada hari ini, Jum’at ( 21/08) pagi di Pertashop Desa Bebel. Hal ini merupakan wujud ikhtiar pemerintah melalui struktur pemerintah desa bekerjasama dengan Pertamina memudahkan akses masyarakat membeli Bahan Bakar Minyak (BBM). Bupati Pekalongan Asip Kholbihi SH.,M.Si menjelaskan daerah-daerah Wiradesa, Wonokerto adalah salah satu sentra produksi kerajinan batik dan nelayan. Di Bebel ada lebih dari 200 nahkoda yang sangat profesional . “ Karena struktur masyarakat yang seperti itu maka tentu perputaran uang di Kabupaten Pekalongan itu 2 daerah yang cukup besar, Kedungwuni dan Wiradesa karena Wonokerto ada di Wiradesa . Dari 6 Triliun total jumlah PDRB Kabupaten Pekalongan , hampir setengahnya disumbang dari Kedungwuni dan Wiradesa, karena Wiradesa masuknya wonokerto plus Wiradesa, “ungkap bupati.
KAJEN – Sebagai desa yang melakukan pelunasan pajak tercepat di Kabupaten Pekalongan, Desa Blimbing Wuluh, Kecamatan Siwalan menerima hadiah dari Pemerintah Kabupaten Pekalongan yang diwakili oleh Bupati Pekalongan KH.Asip Kholbihi,SH,M.Si, pada hari Kamis (20/8/2020). Dalam kesempatanya ini Bupati Asip memberikan apresiasi kepada masyarakat Desa Blimbing Wuluh yang memiliki kesadaran untuk membayar pajak dengan tepat waktu, walaupun masih dalam situasi pandemic Covid-19. ‘’Bapak/Ibu ini saya berterimakasih warga Blimbing Wuluh telah membayar PBB dengan tepat waktu bahkan tercepat di Kabupaten Pekalongan,’’ kata Bupati Asip Kholbihi saat hadir untuk memberikan hadiah kepada masyarakat di Desa Blimbing Wuluh, Kecamatan Siwalan (20/8).
Selasa, 25 Agustus 2020
Bupati Pekalongan dalam sambutannya menjelaskan E-KIR mempunyai keunggulan lebih mudah dan cepat, juga yang lebih penting adalah lebih akuntabel karena ini menyangkut dana masyarakat yang harus dikelola dengan pertanggungjawaban yang baik.“ Hari ini kita uji KIR di Dinhub. ini ada aplikasinya. Pembayarannya kalau dulu hand to hand dengan bendahara dinas atau dengan yang ditunjuk, sekarang sudah menggunakan elektronik, “ terang Bupati.
Kemudian setelah E-KIR ini, selanjutnya akan ada E-Parkir dan e-Retribusi. Bahkan tidak hanya Dinas Perhubungan saja, melainkan di OPD lain jug akan dikembangkan program serupa. “ Pemkab akan mendorong semua lini OPD income ini utuk melakukan elektronik semua. Semua akan kita dorong kesana sehingga akuntabilitasnya lebih bisa dipertanggungjawabkan ,” ungkapnya.
Dengan dimulainya penerapan E-KIR di Kabupaten Pekalongan bupati berharap dilakukan juga sosialisasi. “ Karena ini memudahkan akses masyarakat untuk membayar retribusi kendaraan bermotor. Jadi yang penting sosialisasinya,” imbuh bupati.
Pimpinan Bank Jateng Cabang Kajen, Guirin Nugroho mengatakan Perkembangan teknologi yang sekarang ada dapat diambil kemudahannya terkait dengan berbagai macam hal. Salah satunya adalah Bank Jateng kerjasama dengan Pemkab dalam hal ini Dinhub untuk melaksanakan house to house terkait dengan pembayaran uji kendaraan atau E-KIR. Bank Jateng selaku perusahaan milik pemerntah mendukung semua program pemerintah yang ada khususnya program pembayaran non tunai (noncash transaction). Sehingga akuntabilitas atas proses keuangan didukung semaksimal mungkin. Guirin menambahkan E-KIR sudah dilakukan di beberapa tempat, terakhir di Kabupaten.Karanganyar. “ Manfaat dari E-KIR kita bisa mengoptimalkan melayani para nasabah/wajib uji. Kemudian mendukung program pemerintah kaitannya dengan noncash transaction, juga meminimalisir antrean,” terang Guirin.
Sementara itu Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Pekalongan Wahyu Kuncoro ST.,MT dalam laporannya menyampaikan penyelenggarakan launcing E-KIR tersebut merupakan satu bentuk pelayanan pengujian dengan menggunakan sistem non tunai. Pelaksanaan kegiatan launching E-KIR ini merupakan hasil kerjasama antara pemkab Pekalongan dan Bank jateng yang dapat diakses melalui aplikasi e-kir.pekalongankab.go.id, dimana melalui sistem ini, pemilik kendaraan bermotor dapat melakukan pendaftaran dan pembayaran retribusi uji kendaran secara online. Pada layanan ini pemilik kendaraan dapat melakukan pembayaran melalui 4 chanel, yaitu E-banking, ATM, teller dan agen laku pandai. (Ar-Kominfo)
Publisher : aris
Senin, 24 Agustus 2020
Pada kesempatan ini Bupati Asip Kholbihi melaunching Saung Raden, ia mengatakan bahwa inisiasi ini merupakan usaha yang kreatif dari Bumdes Desa Bungangan dalam rangka pemanfaatan potensi sumber daya alam yang ada. ‘’ Kita meresmikan saung Raden sebuah kerjasama kolaborasi yang bagus antara pemerintah Desa Bungangan dengan Mas Abi Muhammad yang berasal dari Banten, yang sudah mempunyai pengalaman panjang untuk mengelola tempat-tempat untuk edukasi,’’ Kata Bupati Asip Kholbihi saat melaunching Saung Raden di Desa Bungangan, Kecamatan Kedungwuni, Minggu (23/8/2020).
Ia juga menuturkan bahwa pihaknya akan mendukung penuh Saung Raden dengan memfasilitasi dan membuat regulasi untuk pengembangan Saung Raden ke depanya. Apalagi,lanjutnya, Saung Raden ini menyediakan wisata edukasi yang bagus untuk pendidikan anak-anak berupa edukasi pertanian. Sehingga dengan itu akan menarik minat anak-anak untuk belajar berocok tanam. ‘’ Prinsip wisata ini sangat mendidik dan pemerintah kabupaten akan mendukung penuh sebagai wujud dari komitmen pemerintah untuk memajukan wisata-wisata yang ada di kabupaten,’’ tuturnya.
Selain sebagai wadah pengembangan potensi sumber daya alam, ungkap bupati, Saung Raden ini juga wadah bagi pemberdayaan anak-anak punk yang biasanya tidak produktif di jalanan, sekarang di Saung Raden memiliki tempat untuk dididik melakukan kreativitas. ‘’ Salah satunya adalah ini saung Raden karya dari anak-anak punk yang biasanya ada di jalan-jalan kemudian masuk ke saung ini, yang kemudian diedukasi supaya kembali lagi ke kehidupan yang lebih layak,’’ ungkapnya.
Dan Bupati Asip juga berharap, Bumdes lain yang ada di Kabupaten Pekalongan bisa mencontoh Desa Bungangan untuk melakukan inovasi pengembangan potensi desa untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat di daerahnya. ‘’ Dan seluruh kepala desa diharapkan untuk bisa melakukan kolaborasi atau bersinergi dengan pihak manapun untuk kemajuan daerahnya masing-masing, seperti yang dilakukan oleh Desa Bungangan ini,’’ pungkasnya.
Sementara itu dalam kesempatan yang sama Abi Muhammad selaku penggiat wisata edukasi dari Banten mengatakan bahwa Ia tertarik untuk berkolaborasi dengan Bumdes Desa Bungangan karena menilik potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia yang bagus di desa ini sendiri, juga dukungan dari pemerintah yang sangat baik. ‘’ Ya pertama karena komponen masyarakatnya juga sumber daya yang ada juga tantangan bagi saya untuk mengedukasi pemudanya,’’ jelasnya. (Lus-Kominfo)
Publisher : aris
Minggu, 23 Agustus 2020
Kalau tidak bisa ngaji, lanjut Bupati, masih ada alternatif ketiga, yaitu jadi pendengar. Ini juga dianggap berat karena kita tidak terbiasa mendengarkan nasehat-nasehat diniyah dalam waktu lama. Kemudian menurut Maulana habib Thohir, ada satu lagi, yakni senang dengan santri atau orang yang ngaji. Sebaliknya jangan sampai kita jadi orang yang golongan kelima,yaitu orang yang tidak bisa ngajar ilmu agama, tidak pernah ngaji, tidak pernah mendengarkan ngaji, juga tidak senang orang ngaji. Karena akan celaka.
Bupati juga mengungkapkan rasa keprihatinnya terhadap generasi muda sekarang yang kurang antusias mengikuti pengajian atau majelis ta’lim. Ini bisa dilihat setiap ada majelis pengajian biasanya yang hadir orang-orang tua. “ Saya lihat yang ngaji orang-orang tua, yang muda-muda tidak ada , saya kuatir nanti lama-lama ngaji ini hilang. Oleh karena itu Pemkab berterimakasih adanya majelis-majelis ta’lim, kemudian kita ke bawah lagi, pembinaan terhadap generasi muda, “ungkapnya
Bupati juga menekankan bahwa ngaji itu yang paling penting istiqomah . “ Tidak ada jaminan agama langgeng di sebuah daerah tergantung ikhtiar kita semua. Oleh karena itu pengajian tetap didorong terus supaya tambah ramai, mengimbangi kemaksiatan yang ramai, “ imbuhnya. Di akhir sambutannya Bupati meminta doa semoga semua pejabat yang dipimpinnya menjadi orang-orang yang sholeh, dapat menjalankan amanah dengan baik. (Ar-Kominfo)
Publisher : aris
Minggu, 23 Agustus 2020
Minggu, 23 Agustus 2020
Lebih lanjut Bupati menyampaikan menjadi kewajiban seluruh orang tua yang ada di kabupaten Pekalongan untuk menyekolahkan anaknya. Jika ada orang tua yang tidak menyekolahkan anaknya minimal sampai tingkat SMP atau di pondokkan, akan dicari tahu permasalahannya apa. Jika permasalahannya karena tidak mampu bayar sekolah, Bupati mengatakan nanti akan dibantu. “Nanti sekolahnya akan kita dekati, sekolahnya akan kita bantu juga supaya semua anak bisa sekolah, ‘ tegasnya.
Ditambahkan pula Pemkab Pekalongan terus membantu adanya TPQ. SeluruhTPQ di kabupaten Pekalongan setiap tahun, baik lembaga maupun guru-gurunya dibantu dengan anggaran hampir 6 Milyar. Selain itu Pemkab juga membantu pondok pesantren meskipun seluruh pondok pesantren di kabupaten Pekalongan dibiayai sendiri oleh lembaga maupun para pengasuhnya. “ Pemerintah juga ikut membantu pondok pesantren karena pemerintah punya tugas agar generasi penerus kita menjadi generasi yang alim dan amil. Sebab kita yakin kalau seluruh generasi muda menjalankan tuntunan agama sesuai dengan kemampuannya maka kondisi kabupaten Pekalongan akan semakin baik, “imbuhnya.
Selanjutnya Bupati meminta doa agar pihaknya beserta semua jajaran yang menjalankan amanah masyarakat diberi kekuatan lahir batin, dapat menjalankan amanah denagn baik serta selalul diberi kesehatan. Apalagi masih pandemi corona, Bupati mengatakan jumlah kasus covid 19 di kabupaten Pekalongan semakin banyak. “Ikhtiar sarana syareat , upaya-upaya telah kita lakukan semua, oleh karena itu perlu dibarengi dengan sarana hakekat, yaitu memperbanyak istighosah, doa-doa, amal agar kondisi pandemi ini makin hari bisa turun,” tandasnya.
Dengan doanya para kyai, ustadz, anak sholeh/solekhah bupati yakin kondisi kabupaten Pekalongan semakin hari akan bertambah aman. Di akhir sambutannya bupati mengucapkan selamat kepada anak-anak yang diwisuda dan berharap mudah-mudahan mendapat ilmu manfaat , serta orangtuanya mendapat pahala dan limpahan rohmat dari Alloh SWT karena mendidik anak.
Acara istighosah dan peringatan tahun baru Islam 1442 H di halaman TPQ madin nurul Ghulam Kertijayan gang 2 Buaran tersebut menghadirkan pembicara KH Adam Fairuz dari kota Pekalongan, dihadiri pula anggota DPR RI dari fraksi PKB, KH Bisri Romly, tokoh ulama/kyai, juga para pengasuh TPQ nurul Ghullam (Ar-Kominfo)
Publisher : aris
Jumat, 21 Agustus 2020
Lebih lanjut Bupati mengatakan uang yang ada di Kabupaten Pekalongan jumlahnya sekitar 6 Triliun. Itu dari APBD 2,5 Triliun. Kemudian ditambah 6 Triliun. Sehingga Kira-kira ada sekitar 8-9 Triliun uang yang berputar. Tinggal bagaimana memanfaatkan uang yang berputar itu untuk menambah penghasilan masyarakat.
Kemudian Bupati juga mengungkapkan Pertumbuhan ekonomi kabupaten Pekalongan tumbuh di angka 5,78 bahkan sudah mendekati angka 6 sebelum adanya musibah covid. Hal ini dinilai bagus karena diatas provinsi dan nasional. Namun mulai bulan Mei semenjak ada covid 19 tentu terjadi perlambatan bahkan nasional saat ini angkanya -5,12. Di Kabupaten Pekalongan juga minus, tapi tak separah nasional. Hal Ini dimaknai bahwa proses produksi di Kabupaten Pekalongan masih tetap berjalan. Selain itu, sebanyak 43 ribu UKM dan UMKM di Kabupaten Pekalongan juga masih jalan.
Yang penting, menurut bupati, dirinya memacu seluruh kepala desa agar kreatif karena rata-rata per desa mendapat dana desa sebesar 1,3 Milyar. Demikian juga Kelurahan mendapat hampir sama dengan dana desa.
“ Tahun 2020-2021 saya dapat yang namanya Perpres no. 79 tahun 2019 yang jumlahnya 3,5 Triliun dari APBN. Digunakan untuk pembangunan pasar Wiradesa senilai 93 Milyar, nanti Fly over di Waru hampir 300 Milyar, di Wonokerto sendiri dianggarkan sekitar 80-an Milyar. Kemudian di Mulyorejo , untuk pembangunan tanggul sebesar 38 Milyar. Nanti kita juga akan bangun bendungan senilai 1,2 Triliun di Kecamatan Talun yang airnya akan mengaliri air minum sampai ke Wonokerto., “ paparnya.
Dengan diresmikannya Pertashop Desa Bebel bupati berharap bisa menjadi kekuatan sumber PADS Kemudian Kalau BUMDES bisa melakukan akselerasi untuk pengayaan unit usahanya, maka harapannya nanti setiap unit usaha mendatangkan deviden. Devidennya diarik lagi masuk ke BUMDES kemudian sharing ke desa sehingga desa punya sumber pendapatan lain-lain yang sah. Dan ini semakin mempercapat pembangunan di desa.
bupati juga menghimbau etelah infrastruktur selesai, kepala desa harus melakukan pemberdayaan masyarakat yang belum mampu, belum bisa sekolah, belum bisa hidup layak harus dibackup pakai dana desa. “ Ayo cari duit sebanyak-banyaknya kemudian kembalikan lagi untuk kemakmuran desa. Inilah esensi paling penting dari adanya dana desa , “ pintanya.
Sementara itu Sales Branch Manager III PT Pertqmina Tegal, Dimas Aji Kharisma mengatakan produk yang dijual adalah pertamax karena ini sesuai perjanjian kerjasama Kemendagri dan Pertamina . Di kabupaten Pekalongan ada 4 Pertashop, yaitu Di Desa Kalirejo Kecamatan Talun, Desa kandangserang Kecamatan Kandangserang, Desa karanganyar Kecamatan Tirto dan Desa Bebel Kecamatan Wonokerto ( Ar-Kominfo)
Publisher : aris
Jumat, 21 Agustus 2020
Bupati Asip menuturkan, bahwa Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang diberikan oleh masyarakat itu akan kembali ke masyarakat lagi dalam bentuk ADD (Alokasi Dana Desa) yang akan digunakan oleh desa untuk melakukan pembangunan infrastruktur sarana dan prasarana desa. Jadi menurutnya warga masyarakat harus memiliki kesadaran pembayaran pajak agar upaya untuk membangun Kabupaten Pekalongan menjadi lebih baik lagi bisa tercapai. ‘’PBB (Pajak Bumi dan Bangunan) itu untuk membangun sarana dan prasarana seperti jalan, sekolahan,termasuk lagi balik ke desa yang berupa ADD (Alokasi Dana Desa),’’ ujarnya. Ia melanjutkan bahwa setiap desa itu sekarang memiliki alokasi dana dari berbagai sumber yang diantaranya adalah dari pemerintah pusat yang ditransfer langsung ke rekening desa berupa program Dana Desa (DD) sejumlah 1,3 milyar.
Selanjutnya adalah dana dari Pemerintah Kabupaten Pekalongan sendiri yang berupa ADD (Alokasi Dana Desa) yang dikatakan oleh Bupati Asip dana tersebut berasal dari pembayaran pajak dan retribusi daerah. Oleh karena itu Ia menegaskan kembali bahwa pembayaran pajak itu sangatlah bermanfaat bagi kesejahteraan bersama. ‘’ Membayar pajak ini merupakan kewajiban masyarakat, tetapi hasilnya akan balik lagi untuk kesejahteraan masyarakat,’’ tandasnya.
Sementara itu dalam kesempatan yang sama Kepala Desa Blimbing Wuluh Riyanto mengatakan Desa Blimbing Wuluh bisa melakukan pelunasan pajak dengan cepat pada tanggal 29 Juli 2020 karena pihaknya telah melakukan inovasi metode penarikan pajak kepada masyarakat dengan menggandeng tim PKK desa, perkumpulan muslimat dan kader posyadu sebagai koordinator sehingga penarikan selesai dilakukan dalam kurun waktu 15 hari saja.
‘’Khusus ditahun ini bahwa penarik pajak dikoordinir oleh ibu perangkat desa dibantu PKK, kader posyandu dan muslimat. Ini merupakan inovasi yang kami lakukan untuk bisa melakukan pelunasan pajak tersebut,’’ paparnya. Dan pihaknya juga mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Kabupaten Pekalongan yang telah memberikan apresiasi kepada masyarakatnya yang telah taat membayar pajak. (Lus-Kominfo)
Publisher : aris
Kamis, 20 Agustus 2020