KAJEN – Menyikapi angka anak tidak sekolah (ATS) di Kabupaten Pekalongan yang masih cukup tinggi, Pemerintah Kabupaten Pekalongan kembali mentriger pembangunan pendidikan dengan membentuk tim gerakan ‘Kudu Sekolah’ tingkat Kabupaten Pekalongan. Hal ini dilakukan oleh Pemkab Pekalongan karena berdasarkan data pada tahun 2019 angka Anak Tidak Sekolah (ATS) di Kabupaten Pekalongan mencapai 4,346 persen. Dan gerakan Kudu Sekolah dianggap sangat inovatif untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.
Hal itu dikatakan oleh Bupati Asip Kholbihi SH.,M.Si saat menghadiri acara Penegasan Peran Aktif Kecamatan dan Desa Dalam Mendukung Gerakan Kudu Sekolah Sekaligus Pengukuhan Tim Gerakan Kudu Sekolah Kabupaten Pekalongan yang dilaksanakan di Aula Lt.1 Setda Kabupaten Pekalongan, pada siang ini Kamis (13/8/2020).
‘’ Kemudian persoalan yang perlu kita cermati bersama adalah angka anak tidak sekolah (ATS) di Kabupaten Pekalongan sebesar 4.346, data tersebut kita ambil sebelum masa pandemi Covid-19,’’ ujarnya.
Dikatakan oleh Bupati Asip gerakan’Kudu Sekolah’ sendiri merupakan gerakan yang dilakukan untuk mengurangi jumlah anak yang tidak bersekolah di Kabupaten Pekalongan, yang menurutnya ini merupakan tantangan yang harus dilakukan oleh pemerintah kabupaten maupun pemerintah kecamatan dan desa untuk bersama-sama berkolaborasi guna mensukseskan program tersebut.
Oleh karena itu, dalam kesempatan ini selain mengukuhkan tim gerakan Kudu Sekolah, Ia juga menegaskan kembali peran aktif pemerintah kecamatan dan desa yang sangat dibutuhkan untuk mensukseskan program ini dan menurutnya kecamatan harus menjadi pusat data untuk pemberdayaan masyarakat dan mendukung percepatan pembangunan di wilayahnya. Selain itu bupati Asip juga berpesan kepada tim gerakan Kudu Sekolah tingkat Kabupaten Pekalongan untuk bisa segera bekerja secara progresif guna mencapai tujuan penurunan angka ATS di Kabupaten Pekalongan yang menjadi target utama.
‘’ Yang terakhir saya berharap pengukuhan tim gerakan Kudu Sekolah kabupaten dapat membentuk tim gerakan Kudu Sekolah di tingkat kecamatan dan desa setelah ini kita bentuk harus bekerja cepat untuk bisa menyelesaikan permasalahan ATS kita,’’ tandasnya.
Sementara itu dalam kesempatan yang sama Kepala Bappeda Litbang Kabupaten Pekalongan M.Yulian Akbar mengungkapkan bahwa pengukuhan tim gerakan Kudu Sekolah tingkat Kabupaten Pekalongan pada dasarnya adalah untuk menumbuhkan kembali konsep membangun kolaborasi bersama antara pemerintah kabupaten, pemerintah kecamatan, desa, dunia usaha, perguruan tinggi, sekaligus masyarakat peduli pendidikan.
Yang intinya, lanjut Akbar, kolaborasi ini ditujukan untuk bersama-sama mencari strategi dan formula baru guna mempercepat penurunan angka ATS (Anak Tidak Sekolah) di Kabupaten Pekalongan. ‘’ Maksud dan tujuan kegiatan pada siang hari ini yang pertama adalah untuk mempercepat penanganan anak tidak sekolah (ATS) di Kabupaten Pekalongan dalam rangka mencari strategi dan formula baru di tengah pandemi ini,’’ ungkapnya. (Lus-Kominfo)
Publisher : aris
Kamis, 13 Agustus 2020
KAJEN – Melengkapi sarana penunjang peribadatan dan tempat kajian keIslaman di kampus sekaligus menjadi tempat interaksi sosial kemasyarakatan , budaya dan politik, IAIN Pekalongan di Kajen membangun masjid IAIN Pekalongan. Ground Breaking pembangunan masjid dilakukan pada Kamis (13/08/2020) pagi di Kampus 2 IAIN Pekalongan di Rowolaku Kecamatan Kajen, dihadiri oleh Bupati Pekalongan Asip Kholbihi SH.,M.Si beserta Asisten I serta Kepala Dinas DPU Taru. Hadir pula mantan Bupati Pekalongan Dr. Siti Qomariyah,KH Muhammadun Raden Jundi (Rois Syuriah PCNU Kabupaten Pekalongan), KH Muslich, KH Rozikun Daman (Ketua MUI), KH Saeful Bahri, Kepala Kemenag, forkopimda, Dr. Siti Qomariyah, serta Ikatan keluarga alumni dan paguyuban orang tua mahasiswa.
KAJEN - Pelayanan Perumda Air Minum Tirta Kajen kini semakin baik. Dari 16.000 SR (Sambungan Rumah Tangga) di Perumda (Perumahan Daerah) Air Minum Tirta Kajen sekarang sudah 20.000 dalam waktu 1 tahun.Ini merupakan prestasi yang cukup membanggakan. Hal ini disampaikan Bupati Pekalongan Asip Kholbihi SH.,M.Si dalam acara peringatan hari ulang tahun ke 2 Perumda (Perumahan Daerah) Air Minum Tirta Kajen, pada Rabu (12/8). Bupati memberikan streaching agar pelayanan air minum di Kabupaten Pekalongan harus ditingkatkan, “Tentu harus lebih meningkatkan lagi, karena kita punya target sampai 50.000, mudah-mudahan target bisa terukur.” Jelas Bupati.
KAJEN – Dalam rangka memperingati HUT Perumda Air Minum Tirta Kajen ke-2 dan HUT Kemerdekaan RI ke-75 , Perumda Air Minum Tirta Kajen mengadakan kegiatan bakti sosial pemberian sembako kepada warga Rusunawa Kelurahan Kedungwuni Barat Kecamatan Kedungwuni, pada Rabu (12/08/20) pagi di kompleks Rusunawa Kedungwuni Barat. Acara tersebut dihadiri oleh Bupati Pekalongan Asip Kholbihi SH.,M.Si yang sekaligus menyerahkan paket sembako kepada warga rusunawa. Turut hadir dalam bakti sosial tersebut antara lain Kepala Dinas Perkim LH, Kepala Dinas DPU Taru, Kepala Bappeda, Camat Kedungwuni seta warga rusunawa.
KAJEN - Warga Nahdlatul Ulama (NU) harus membiasakan tradisi yang sudah dibiasakan oleh pendiri NU seperti tahlil, berzanji, dan lain sebagainya, karena sejatinya tradisi yang diberikan oleh para pendiri NU adalah yang biasa dijalankan oleh para wali songo dan meneruskan tradisi wali songo. Hal ini diungkapkan oleh Bupati Pekalongan Asip Kholbihi SH.,M.Si dalam kunjungannya di acara silaturahmi dan pengajian rutin ranting NU Waru Lor Kecamatan Wiradesa di Masjid Jami Nur Rohman, Senin (10/9/20) malam
KAJEN – Bupati Pekalongan Asip Kholbihi SH.,M,Si hari ini Selasa (11/08) meresmikan Kampung Siaga Candi di Desa Pakumbulan Kecamatan Buaran di GOR Sidokaryo Desa Pakumbulan. Kegiatan ini merupakan inisiasi dari warga yang difasilitasi Kapolresta Pekalongan. Selain itu diresmikan pula balai pertanian di Desa Pakumbulan.
Dalam sambutannya Bupati mengatakan pihaknya sangat serius membangun perguruan tinggi di Pekalongan. “Karena fungsi pemerintah hanya 2, melakukan fasilitasi dan regulasi,” ungkapnya. Diterangkan bupati, dari hal yang telah difasilitasi dan regulasi lahirlah Institut Teknologi Sains NU (ITSNU), kemudian Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan (UMPP).
“Kami juga menginisiasi berdirinya Universitas Islam Diponegoro di Kajen. Program PSDKU sudah berdiri dan sedang dalam pembangunan kampus I. Sementara Kampus II akan didirikan di Kesesi. Spesifikasinya adalah laboratorium pengembangan budidaya ternak domba dan sapi kerjasama triplehelic antara Pemkab, UNDIP dan investor,” tandasnya. Selain itu pihaknya juga mendirikan Akademi Komunitas Negeri (AKN) Kajen yang sekarang sudah ditrasnformasi menjadi Politeknik Negeri Kajen. “ Secara lebih spesifik lagi kami juga menfasilitasi dan regulasi terhadap perpindahan Akademi Analis Kesehatan yang dulu ada di kota,” lanjutnya.
Menurutnya hal tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh jajaran pemkab selama 4 tahun dengan dukungan para ulama, kiai, juga seluruh masyarakat. Sehingga dari zero perguruan tinggi sekarang Kabupaten Pekalongan bisa menghadirkan 8 perguruan tinggi dengan aspek fasilitasi dan regulasinya yang jelas. “ Karena saya sadar kabupaten Pekalongan tidak dikenal sebagai kabupaten yang punya perguruan tinggi, pemerintah harus menjadi garda terdepan dan Alhamdulilah ikhtiar ini berhasil,” tambahnya.
Dikatakan pula pemerintah akan berikan bantuan untuk pembangunan masjid IAIN karena membangun sarana ibadah merupakan hal yang sangat vital bagi perguruan tinggi IAIN tersebut. “ Insyaalloh nanti akan kita anggarkan juga di anggaran berikutnya karena ini bagian penting dari proses fasilitasi dan regulasi pemkab terhadap berdirinya perguruan tinggi di Kabupaten Pekalongan,” terangnya.
Lebih lanjut bupati berharap apa yang didirikan dan dikembangkan di kabupaten Pekalongan semata-mata dipersembahkan untuk memakmurkan masyarakat kabupaten Pekalongan. “ Potret kemakmuran ini semakin bisa kita lihat terutama dari indikator makro ekonomi. Angka kemiskinan kita dulu adalah 12,98. Sebelum covid turun menjadi single digit 9,71. Tingkat pertumbuhan ekonomi kita sebelum covid juga baik, diatas rata-rata nasional dan provinsi. Kita tumbuh mendekati 6, meninggalkan provinsi dan nasional,” paparnya. (Ar-Kominfo)
Publisher : aris
Kamis, 13 Agustus 2020
Bupati juga bersyukur karena Perumda Air Minum Tirta Kajen ini sudah mulai kebiasaan baik yaitu setiap ulang tahun ada khotmil Qur’an karena menurut Bupati air adalah karunia dari Allah SWT dan tanda-tanda dari kebesaran Allah yang manfaatnya sangat besar bagi kehidupan manusia dan harus dijaga begitupun dengan pelestarian sumber airnya. Masyarakat harus bisa mengusahakan secara maksimal dan ini merupakan tugas utama Perumda air Tirta Kajen untuk bisa memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Bupati menjelaskan sumber air dari Kabupaten Pekalongan cukup kaya dengan sumber air baku, tinggal bagaimana cara mengeksplor air baku tersebut sampai bisa masuk ke rumah tangga dan hal ini merupakan tugas dari Perumda Air Tirta Kajen dengan berbagai skema, dengan peningkatan kinerja atau program dari PDAM sendiri, “ Yang jelas karena Kabupaten Pekalongan kaya akan sumber air baku sehingga ini harus dimanfaatkan agar memberikan manfaat seluas-luasnya kepada masyarakat Kabupaten Pekalongan.” Tambah Bupati
Dalam kesempatan yang sama, Direktur PDAM Tirta Kajen Nur Wachid, mengatakan PDAM Tirta Kajen ikuti program hibah air minum perkotaan setiap tahun, “Ini programnya kalau tidak ada perubahan sampai tahun 2024 insya Allah setiap tahun programnya akan kita ajukan 2000 usulan setiap rumah, kemudian bersama dengan Dinas Perkim kita juga akan mendorong program-program melalui diaka.” Terangnya.
Tahun ini kurang lebih ada 300an dan tahun depan akan ditingkatkan upaya untuk pencarian hibah-hibah air dari Kementerian Pusat melalui program PDAM Trirta Kajen. Untuk tahun ini PDAM Trirta Kajen sudah melakukan dengan program-program cicilan, dan kemungkinan tahun depan akan ditingkatkan lagi, seiring kemampuan PDAM Tirta Kajen juga akan melakukan program SR bersubsidi. Seandainya nanti secara keuangan perusahaan memungkinkan maka hal tersebut akan progres.
Nur Wachid mengungkapkan bahwa tujuannya adalah untuk mempercepat cakupan layanan dimana PDAM Tirta Kajen memang masih sangat tertinggal jauh dibanding dengan teman-teman Kabupaten/kota yang lain. Selanjutnya terkait program MBR (Masyarakat Berpenghasilan Rendah) sekarang sedang proses dilakukan pemasangan, begitupun yang melalui Dinas Perkim juga sudah mulai pemasangan jaringan dan PDAM Tirta Kajen optimis bulan Desember tahun 2020 nanti 20.000 SR ribu sudah bisa ketutup.
PDAM Tirta Kajen akan melakukan peningkatan sumber-sumber air baru untuk meningkatkan air, kemudian pola-pola untuk meningkatkan cakupan itu sudah dimulai tahun ini dan akan terus diulang sampai 2024 yaitu program MBR, jadi nanti akan dijaringkan program-program hibah air minum perkotaan, di BUPR (Badan Usaha Perkreditan Rakyat) yang setiap tahun selalu diajukan kepada kementerian. (El-Kominfo)
Publisher : aris
Rabu, 12 Agustus 2020
“ Saya melihat kondisi rusunawa ini yang dibangun 10 tahun yang lalu. Ikondisinya rusak dan kurang bagus. Insyaalloh tahun 2021 kita anggarkan 600 juta untuk perbaikan rusunawa, “ucap bupati mengawali sambutannya. Bupati mengatakan karena rusun merupakan aset milik pemerintah.maka harus dikelola dan ditata dengan baik , apalagi ada paguyuban pengelola. Hal yang terpenting utamanya adalah kebersihannya. Selain dijaga kebrsihannya, bupati juga meminta dijaga keamanannya serta antar warga hendaknya hidup rukun.
Dijelaskan bupati PDAM sekarang sudah beda, pelayanannya makin baik. “ Jumlah tanggungan rumah tangganya kita tingkatkan. Jika sebelumnya hanya 16 ribu orang, sekarang naik 20 ribu orang.yang dilayani PDAM. Selanjutnya dikatakan pula warga rusunawa mendapat paket sembako dari PDAM. “Karena ini dalam rangka ulang tahun Perumda yang ke-2, yang paling penting bisa memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat. PDAM Tirta Kajen ini kategori PDAM yang bagus, “ ujarnya
Dari kunjungannya tersebut bupati berharap rusun yang sudah 10 tahun itu nanti bisa diperbaiki dan nanti bisa ada rusun yang lain mengingat di kabupaten Pekalongan saat ini hanya ada 3 rusun, namun dua rusun yang lain diperuntukan asrama mahasiswa.
Ditambahkan pula saat ini masih dalam pandemi covid 19 untuk itu masyarakat harus hati-hati, apalagi di rusun. Bupati mengingatkan kepada pengelola rusun agar rusun disemprot supaya tidak menjadi kluster penyebaran covid 19. Kemudian jika ada warga rusun yang pergi keluar kota, apalagi ke daerah merah, agar berhati-hati dan senantiasa pakai masker, jaga jarak dan sering cuci tangan. Sebab Kabupaten Pekalongan yang sebelumnya hanya 11 kasus positif, sekarang sudah 55 kasus namun 38 orang sudah sembuh. Sisanya dirawat di Rumah Sakit dan isolasi mandiri. (Ar-Kominfo)
Publisher : aris
Rabu, 12 Agustus 2020
Rabu, 12 Agustus 2020
Bupati menyampaikan yang paling penting lagi untuk menjaga tradisi NU karena di Jawa sudah ada perubahan yang luar biasa dan harus diwaspadai agar tidak mengurangi eksistensi NU, karena saat ini sudah ada kelompok-kelompok lain yang baru-baru, dan sudah ada yang masuk di Kabupaten pekalongan bahkan sudah akan membangun Pondok Pesantren.
Dalam kesempatan tersebut Bupati juga sosialisasikan program pemerintah yang ada di Kecamatan Wiradesa, yaitu proyek pembangunan rel kereta di Desa Waru Lor yang akan di bangun jalan fly over (jalan layang) supaya mempermudah perjalanan masyarakat. Yang kedua akan dilaksanakannya pembangunan pasar Wiradesa mengingat kondisi pasar Wiradesa sudah cukup tua dan menyebabkan sedikit kemacetan maka akan dimundurkan sedikit dari jalan pantura agar memperlancar arus lalu lintas.
Dikatakan pula selama kepemimpinanya yang hampir 5 tahun ini pihaknya telah membantu TPQ Madrasah Diniyah dan Pondok Pesantren yang jumlah totalnya ada 13 Milyar, kemudian Pimpinan Cabang (PC) NU Kabupaten Pekalongan juga dibantu 6 M.
“Begitupun ketika NU mendirikan perguruan tinggi, dulu Kabupaten Pekalongan hanya terkenal batiknya, kali ini juga terkenal perguruan tingginya karena sudah ada 8 perguruan tinggi, dan yang negeri ada 3 yaitu IAIN kemudian UNDIP, dan Politeknik Bandung yang lokasinya ada di Kajen,” tambahnya ( El-Kominfo)
Publisher : aris
Selasa, 11 Agustus 2020
“ Pakumbulan itu salah satu prototype kampung yang sedang mengalami transformasi dari basic pertanian ke industri. Dari Industri rumahan, sekarang cara pemasarannyapun sudah berubah, menggunakan media online. Dan omsetnya cukup besar, sebulan bisa mencapai 10 Milyar, seperti yang disampaikan H Bisri Romli Anggota DPR RI komosi X yang kebetulan membina para pengusaha di kabupaten Pekalongan,” ucap Bupati seusai peresmian kampung siaga candi di Desa Pakumbulan. Artinya, menurut bupati, terjadi proses transformasi. “ Baik dari cara pemasaran maupun cara memproduk barang dan mensinergikan kekuatan produk ini masuk ke sini semua. Jadi tidak hanya produk lokal, tapi juga bisa mengambil dari daerah sekitar,” lanjutnya Kabupaten Pekalongan merupakan salah satu sentra produksi industri konveksi dan turunannya terbesar di Indonesia. Menurut bupati hal Ini peluang yang cukup bagus.
“ Yang kedua, untuk antisipasi penyebaran covid19, yang trendnya di kabupaten Pekalongan semakin naik sekarang 55 kasus. Tapi Angka kesembuhannya juga tinggi, yaitu 28. Sekarang yang dirawat tinggal 18 orang,” paparnya. Ditambahkan pula hari ini tingkat kesembuhan para penderita covid cukup signifikan. Tetapi walaupun kondisi kabupaten Pekalongan secara rata-rata masih dibawah daerah lain di Jateng, Bupati menyarankan warga tetap waspada, termasuk hari ini mendirikan kampung siaga candi dalam rangka penanggulangan covid. Kampung siaga candi dinilai sangat penting dalam rangka membentengi penyebaran covid19 terutama untuk warga Pakumbulan khususnya.
Bupati berharap dengan berdirinya kampung siaga candi ini semakin memprotek masyarakat, kemudian yang paling penting adalah sosialisasi terhadap 4 kebiasaan baru mengenai masker, distancing, cuci tangan dan pola hidup sehat. Selain itu adanya balai pertanian diharapkan bisa dijadikan sentra pemasaran produk pertanian yang ada di Pakumbulan. Juga Pakumbulan tidak hanya terkenal karena industri ATBM, batik dan konveksi saja, tapi produk pertaniannya juga bisa diangkat sehingga desa tersebut betul-betul menjadi desa yang sejahtera.
Bupati juga mengucapkan terimakasih kepada Kapolresta Pekalongan AKBP Egy Andrian Suez juga Dandim 0710/Pekalongan Letkol Czi Hamonangan Lumban Toruan yang terus berupaya bersama Pemkab membangunn desa-desa di wilayah kabupaten Pekalongan menuju desa yang siaga, desa yang siap SDM nya untuk menanggulangi beberapa hal terutama dalam pandemic covid saat ini.
Anggota DPR RI Komisi X, Bisri Romli mengungkapkan dirinya sangat terharu dan kaget bahwa desa Pakumbulan ini yang nantinya mampu membawakan kecamatan Buaran menjadi luar biasa. “Di hari ke depan tinggal bagaimana pertanian menghasilkan yang mampu menekan kemiskinan. Kami, DPR RI sangat terimakasih yang hubungannya dengan ekonomi kreatif, hubungannya dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat secara mikro dan makro tentu ada pertumbuhan ekonomi yang sangat berarti,” ungkap Bisri.
Sementara itu Kapolresta Kota Pekalongan AKBP Egy Andrian Suez mengatakan Kampung Siaga Candi ini kolaborasi dengan TNI, Polri dan Pemkab. . Untuk implementasinya dilaksanankan langsung oleh masyarakat.” Harapan kami setelah peresmian ini bisa berjalan dengan baik dan tentu kita melihat bahwa situasi saat ini masih dalam pandemic covid dan bagaimana kita meminimalisir dan mengantisipasi supaya penyebaran ini tidak sampai di desa kita, “ pungkasnya. (Ar-Kominfo)
Publisher : aris
Selasa, 11 Agustus 2020
Senin, 10 Agustus 2020
Senin, 10 Agustus 2020