KAJEN – Kementrian Pariwisata RI dan Komisi X DPR RI menyelenggarakan Gerakan BISA ( Bersih Indah Sehat dan Aman) di kawasan wisata Welo Asri Kecamatan Petungkriyono Kabupaten Pekalongan pada Sabtu- Minggu (8-9 Agustus 2020). Bupati Pekalongan Asip Kholbihi SH.,M.Si berterimakasih kepada Kemenpar dan Komisi X DPR RI yang sudah menyelenggarakan gerakan BISA di Kabupaten Pekalongan karena manfaat gerakan ini besar sekali dalam menaikkan persepsi orang terhadap destinasi wisata.
Minggu, 9 Agustus 2020 kegiatan gerakan BISA di Welo Asri Kecamatan Petungkriyono secara resmi ditutup oleh Bupati Pekalongan Asip Kholbihi SH.,M.Si dan dihadiri oleh wakil dari Kementrian Pariwisata, wakil Komisi X DPR RI, Dinporapar Kabupaten Pekalongan, para peserta gerakan BISA, serta Kades setempat. Dalam sambutannya bupati mengatakan salah satu keunggulan pariwisata adalah bersih. “Kita harus bersih, sehat, seperti gerakan BISA ini. Standar bersih, indah, sehat, aman ini yang akan diterapkan oleh pemerintah pusat dalam hal ini Kementrian Pariwisata agar seluruh destinasi yang ada di Indonesia ini bisa menerapkan pola ini,” tutur bupati.
Kabupaten Pekalongan dulu hanya punya 3 destinasi wisata yaitu pantai Depok, dan di Linggoasri. Sejak kepemimpinan Asip-Arini yang sudah berjalan 4 tahun, sekarang sudah ada 30 destinasi wisata. Di hari yang sama, menurut bupati, dari Kementrian Koperasi dan UKM juga melakukan kegiatan di Yosorejo Petungkriyono, untuk pemberdayaan UKM penunjang pariwisata.
Destinasi wisata Welo Asri adalah salah satu unggulan destinasi wisata yang ada di Kecamatan Petungkriyono. “Welo Asri sekarang sudah punya nilai ekonomi, nilai sosial budaya, sekaligus yang paling penting adalah menanamkan nilai-nilai agar kita merawat, mencintai dan menjaga lingkungan kita. Karena ini adalah warisan yang harus kita jaga sehingga nanti kita bisa mewariskan kepada generasi atau anak cucu kita” lanjutnya.
Bupati berharap kegiatan-kegiatan dari Kementrian terus masuk ke Petungkriyono, sehingga sebagai salah satu destinasi unggulan Kabupaten Pekalongan, Petungkriyono ini akan meningkat terus. “ Gerakan BISA ini hendaknya menjadi inspiring, spirit kita, karena kalau kita bersih, indah sehat dan aman maka para pelancong atau traveller akan datang,” pintanya.
Bupati juga memaparkan hal yang disampaikan Menteri Teten Masduki pada lawatannya di Kabupaten Pekalongan kemarin bahwa sekarang ada perubahan cara pandang masyarakat dunia terhadap pariwisata. Dulu orang berwissata karena plesir, tempatnya dibuat indah, nyaman supaya menarik orang. Sekarang dirubah menjadi traveller, karena traveller maka pilihan utamanya adalah gunung, sungai, laut, hutan yang masih lebat seperti Petungkriyono. “ Jadi ini menjadi pilihan idola karena perubahan cara pandang peradaban manusia akibat covid19. Hikmahnya adalah nanti Petungkriyono ini akan ramai. Tentu membawa efek orang datang, jualan, akan ada sampah-sampahnya, jangan sampai sampah ini menjadi persoalan,” tandasnya.
Selanjutnya dalam sesi wawancara bupati menambahkan pihaknya akan melaunching homestay di kawasan wisata di Kecamatan Petungkriyono. “Nanti di setiap desa rencana akan dibuatkan homestay yang berbeda dengan di tempat lain, homestaynya menyatu dengan penghuni rumah, dan non tarif. Yang penting adalah bagaimana memupuk persaudaraan antara masyarakat Petungkriyono dengan para traveller yang datang dari berbagai kota. Sehingga Petungkriyono menjadi destinasi wisata khusus karena menjunjung tinggi nilai-nilai budaya lokal,” ucapnya
Homestay non tarif ini sedang dikonsep oleh pokdarwis dan Pemkab akan mendukung dengan standar homestay yang memadai. Diharapkan nantinya para pelancong bisa menikmati keindahan alam dan kehidupan desa bersama warga masyarakat. (Ar-Kominfo)
Publisher : aris
Minggu, 9 Agustus 2020
KAJEN – Menjawab tantangan perekonomian yang saat ini masih lesu karena pandemi Covid-19, Bumdes (Badan Usaha Milik Desa) menjadi jawaban untuk peningkatan ekonomi di Kabupaten Pekalongan dengan basis usaha pedesaan. Hal tersebut diungkapkan bupati Pekalongan Asip Kholbihi SH.,M.Si saat memberikan sambutannya pada acara Pengukuhan Asosiasi Bumdes Kabupaten Pekalongan, yang bertempat di Pendopo Bupati, Sabtu (8/8/2020).
KAJEN - Bupati Pekalongan Asip Kholbihi SH.,M.Si menghadiri acara pelaksanaan dan peletakan batu pertama pembangunan masjid Alimul Huda dukuh Grecek desa Sembungjambu kecamatan Bojong pada Sabtu (08/08). Dalam sambutannya bupati mengatakan masjid merupakan Baitullah (Rumah Allah) atau tempat ibadah kepada Allah, selain itu masjid adalah tempat yang berkaitan dengan kemasyarakatan karena menjadi tempat ibadah, pendidikan, dan rembugan masyarakat Sedangkan syarat masjid untuk ibadah dengan nyaman itu aman. Bupati menerangkan bahwa aman yang dimaksud itu macam-macam seperti aman dari gangguan-gangguan yang membuat negara tidak aman, termasuk aman dari penyakit-penyakit karena saat ini sedang dalam suasana pandemi, jadi untuk masyarakat yang akan keluar rumah diharap untuk tetap memakai masker dan terapkan protokol kesehatan
KAJEN – Pemerintah Kabupaten Pekalongan tengah gencar melakukan upaya peningkatan nilai perekonomian di tengah pandemi Covid-19 yang masih berlangsung. Upaya tersebut bertujuan supaya penyerapan tenaga kerja di Kabupaten Pekalongan bisa meningkat. Hal tersebut dikatakan oleh Bupati Asip Kholbihi saat menerima kunjungan Mentri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Teten Masduki di pabrik Syukestex Watusalam, Kecamatan Buaran, hari ini Jumat (7/8/2020). ‘’ Hari ini kami menerima kujungan pak mentri di Watusalam tepatnya di pabrik Syukestex. Syukestex ini merupakan usaha yang masih tetap eksis di pandemi Covid-19 karena produknya adalah untuk diekspor ke timur tengah dan ke Eropa,’’ kata Bupati Asip.
KAJEN - Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian ( DKPP ) Kabupaten Pekalongan menggelar Pasar Mitra Tani yang diselenggarakan di halaman kantor DKPP dan diagendakan digelar setiap hari Jum’at minggu I dan III setiap bulannya. Dalam pasar mitra tani tersebut tersedia berbagai produk unggulan petani lokal, seperti beras, aneka sayur dan buah, daging dan telur ayam, kopi, gula aren, madu bahkan aneka jamu serta pangan olahan.
KAJEN - Pembangunan fisik di desa Kajongan Kajen dinilai bagus dan oleh pemerintah kabupaten akan diplot program pembangunan jamban di kampung tersebut. Hal itu dikatakan Bupati Pekalongan Asip Kholbihi SH.,M.Si dalam rangkaian kunjungan kerja monitoring di desa Kajongan Kecamatan Kajen, Senin (03/08) pagi. Kegiatan kunjungan kerja Bupati didampingi Camat Kajen, muspika, Danramil, kapolsek dan Kades desa Kajongan.
KAJEN – Pemerintah Kabupaten Pekalongan berkolaborasi dengan PGRI Kabupaten Pekalongan untuk melakukan upaya peningkatan semangat belajar siswa-siswi di tengah pandemi Covid-19. Karena menurut Bupati Asip, di tengah pandemi yang masih berlangsung saat ini peserta didik sudah berada pada titik puncak kejenuhan.Oleh karena itu pihaknya sangat mendorong para guru untuk bersama-sama dengan pemerintah melakukan inovasi dan kreativitas guna membangkitkan kembali semangat belajar siswa-siswi di Kabupaten Pekalongan.
KAJEN - Adanya perkembangan perguruan tinggi di Kabupaten Pekalongan menjadikan sektor pendidikan di Kabupaten Pekalongan semakin maju. Hal ini dijelaskan oleh Bupati Pekalongan Asip Kholbihi SH.,M.Si dalam sambutannya saat menghadiri acara peletakan batu pertama pembangunan Masjid Al Hasyimim Desa Tanjung Kulon Kecamatan Kajen, Minggu (2/8).
Menurut Bupati desa memiliki empat potensi yang menjadi sumber kekuatan. Yang pertama adalah sumber daya manusia yang betumbuh dengan baik di pedesaan. “Yang kedua adalah sumber daya alam yang tidak terelakan. ungkap bupati. Menurutnya desa-desa di Kabupeten Pekalongan memiliki potensi sumber daya alam yang apabila bisa didaya gunakan dengan baik, itu akan mendatangkan manfaat yang luar biasa bagi masyarakat. Bupati menginginkan Bumdes dapat memiliki program yang dapat mengembangkan kualitas sumber daya manusia guna mengolah sumber daya alam yang dimiliki desa. Kekuatan yang selanjutnya adalah finance atau keuangan, dimana telah diketahui bersama bahwa pemerintah pusat telah menganggarkan uang dengan jumlah yang tidak sedikit bagi masing-masing desa di seluruh Indonesia termasuk di Kabupaten Pekalongan untuk dijadikan pemantik peningkatan ekonomi desa.
Bupati menegaskan keempat kekuatan desa tersebut menjadi modal besar Bumdes untuk bisa mengembangkan program-programnya untuk menjawab tantangan jaman. ‘’Empat sumber daya inilah yang menjadi sumber kekuatan panjenengan untuk bergerak lebih dinamis, lebih maju dan saya kira lebih progresif untuk menjawab tantangan jaman,’’ lanjutnya. Selain itu Bupati juga berharap dengan telah dikukuhkannya pengurus asosiasi Bumdes Kabupaten Pekalongan bisa membantu Pemerintah Kabupaten Pekalongan untuk meningkatkan nilai perekonomian di tengah situasi pandemi yang masih berlangsung saat ini.
Sementara itu dalam kesempatan yang sama ketua asosiasi Bumdes Kabupaten Pekalongan Sutanto mengatakan bahwa Bumdes merupakan wadah yang dikelola oleh desa dan atau kerjasama antar desa untuk mengelola dan mengembangkan kegiatan dibidang ekonomi sekaligus mengembangkan orientasi pada pelayanan umum dan pembangunan sosial bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat desa. Karena menurutnya,bumdes memang dibentuk untuk menjadi sumber pengembangan potensi masing-masing desa di Kabupaten Pekalongan dengan kearifan lokal yang dimilki supaya bisa mensejahterakan masyarakat. ‘’Bumdes dibentuk, dikelola dan dikembangkan bersama dengan pemerintah dan masyarakat desa, serta disesuaikan dengan karakteristik potensi sumber daya dan budaya lokal yang dimiliki oleh masing-masing desa untuk memfasilitasi, memperkuat dan menjaga keberlangsungan usaha ekonomi produktif yang dilakukan oleh warga desa,’’ jelas Sutanto. (Lus-kominfo)
Publisher : aris
Sabtu, 8 Agustus 2020
Adanya pembangunan masjid di Dukuh Grecek Desa Sembungjambu tersebut menurut bupati menunjukkan perkembangan daerah tersebut sangat bagus. Bupatipun mengungkapkan mendukung pembangunan masjid dan berharap masjid tersebut nantinya bisa menjadi barokah serta manfaat, bisa meningkatkan ibadah masyarakat, dan tempat yang memberikan manfaat untuk para warga.\
Kaitannya dengan pekembangan kasus covid19 di kabupaten Pekalongan, Bupati menyampaikan pada bulan Mei-Juli jumlah pasien Covid 19 ada 11 orang, kemudian Juli-Agustus bertambah menjadi 54 orang yang terpapar Covid 19, namun yang 22 orang sudah di rawat di RS Kraton dan Wonokerto.
Bupati berpesan untuk masyarakat yang masih sehat agar tetap menjaga kebersihan. Selain itu Bupati juga berharap masyarakat Kabupaten Pekalongan aman dari bahaya ekonomi. Menurutnya kondisi ekonomi di Kabupaten Pekalongan masih stabil, oleh karena itu Bupati meminta doa kepada para masyarakat agar hal ini bisa menjadi berkah, dan anak-anak masyarakat Kabupaten Pekalongan bisa menjadi anak yang sholeh dan sholehah dengan cara mendidiknya untuk sekolah dan ngaji. (El-kominfo)
Publisher : aris
Sabtu, 8 Agustus 2020
Dan menurut Bupati Asip Usaha Kecil Menengah seperti pabrik Syukestex ini akan menjadi triger peningkatan nilai perekonomian, karena pada dasarnya, dijelaskan bupati, Kabupaten Pekalongan sendiri merupakan wilayah yang basis perekonomianya berjalan pada industri sandang. Oleh karena itu pihaknya akan mendukung pengembangan UKM dengan cara membantu pada aspek peningkatan fiskal dan pemasaran supaya lebih baik lagi. ‘’ Dan saya juga menyampaikan agar UKM yang seperti inilah yang harus dibantu terutama dari aspek peningkatan fiskalnya dan marketnya. Jadi dibantu dua-duanya pada aspek pembiayaan dan pemasaran,’’ ujarnya.
Bupati melanjutkan, apabila pengembangan ini berhasil dilakukan maka diharapkan angka pengangguran dapat menurun dan Kabupaten Pekalongan masih bisa bertahan pada aspek perekonomianya di tengah pandemi ini. ‘’Inilah denyut kehidupan ekonomi UKM yang menjadi triger atau pemicu pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Pekalongan sampai di tengah-tengah pandemi Covid-19 pun kita masih bisa bertahan,’’ tuturnya.
Selain itu, Bupati Asip juga mengucapkan terimakasih kepada pemilik pabrik Syukestex yang telah dengan konsisten mengembangkan usahanya di Kabupaten Pekalongan sehingga bisa menyerap tenaga kerja di Watusalah dan sekitarnya. ‘’ Saya juga mengucapkan terimakasih kepada pemilik pabrik Syukestex yang telah konsisten bekerja dengan baik di Kabupaten Pekalongan sehingga masyarakat di Watusalam dan sekitarnya termasuk kota Pekalongan juga yang terserap tenaga kerjanya,’’ pungkasnya. (Lusi Rismawati)
Publisher : aris
Jumat, 7 Agustus 2020
Bupati Pekalongan Asip Kholbihi SH.,M.Si meninjau langsung acara pasar mitra tani pada Jum’at (7/8) pagi. Menurut bupati yang diutamakan berjualan adalah para anggota KWT ( Kelompok Wanita Tani ) kabupaten Pekalongan dibawah binaan DKPP. Pasar mitra tani baru dua kali dilakukan dan saat ini masih uji coba namun hasilnya omsetnya makin bertambah. Adapun produk yang dijual diutamakan hasil bumi yang ditanam para KWT untuk meningkatkan kesejahteraan para keluarga KWT. Sedangkan target konsumen utama adalah para ASN Kabupaten Pekalongan. “Apalagi dalam masa pandemic ini kita harus membantu terutama dalam pemasaran. Karena pada aspek market/pemasarannya terpengaruh covid 19, maka harus ada diversifikasi pemasaran seperti yang kita lakukan sekarang ini,”ujar bupati.
“ Mereka biasanya jualan di pasar, sekarang ini kita ada pasar alternatif. Sementara ini memanfaatkan halaman kantor DKPP,” lanjutnya. Ke depan, menurut bupati, akan dikembangkan menjadi pasar agrobisnis, yang akan dikembangkan di beberapa daerah produksi seperti Doro, Petungkriyono dan Kajen . Nanti di Paninggaran, Kandangserang, Lebakbarang, juga akan buat lagi pasar agrobisnis yang rintisannya sudah dimulai di pasar mitra tani.
Sementara itu Kepala DKPP Kabupaten Pekalongan, Ir Siswanto mengatakan pasar mitra tani menampung 32 pedagang/ petani, baik itu petani asli maupun pengolah hasil pertanian. Tujuannya mengakomodir keinginan petani dan pengolah hasil pertanian untuk bisa langsung menjual produknya ke masyarakat, dan untuk melihat potensi yakni seberapa jauh potnsi dari petani, KWT, pengolah hasil pertanian, bisa menyediakan produk-produknya di pasar yang fresh. Siswanto menambahkan pihaknya rencanakan kembangkan menajdi agromarket / pasar pertanian yang fresh.
Sementara itu salah satu pedagang sayuran dari KWT, Endang, mengaku sangat terbantu untuk ekonomi keluarga. Dan ia berharap ke depan kegiatan tersebut bisa menginspirasi masyarakat yang lain. ( Humas Kominfo )
Publisher : aris
Jumat, 7 Agustus 2020
Bupati Pekalongan Asip Kholbihi SH.,M,Si atas nama seluruh warga masyarakat Kabupaten Pekalongan mengucapkan selamat jalan kepada Letkol Arfan Johan Wihananto dan mohon maaf sebesar-besarnya apabila banyak yang kurang berkenan atas kerjasama selama ini. Setelah melaksanakan tugasnya di Kabupaten Pekalongan, Letkol Arfan Johan Wihananto dikenal sebagai sosok yang sangat berprestasi, beliau sangat dikenal di kalangan masyarakat dan tidak pamrih dalam berjuang,
“Selama 16 bulan bergaul bersama beliau dan melakukan hal-hal sesuai fungsinya masing-masing, Alhamdulillah berjalan dengan baik, beliau dikenal sangat berprestasi termasuk prestasi beliau saat menjalankan penyelenggaraan TMMD sengkuyung tahap 1 tahun 2019 di tengah-tengah pandemi covid 19.” ucap Bupati.
Dengan prestasinya tersebut beliau memperoleh penghargaan juara 1 tingkat nasional, oleh karena itu tidak heran jika beliau juga salah satu resing star Kabupaten Pekalongan.
Bupati menambahkan pihaknya sangat beruntung mempunyai kolega yang punya dedikasi terhadap Kabupaten Pekalongan. Dan kepada Letkol Arfan Johan Wihananto bupati berpesan selama tugas di Kabupaten Pekalongan agar dijadikan sebagai kenangan yang baik ( Humas Kominfo )
Publisher : aris
Selasa, 4 Agustus 2020
“Di desa Kajongan dulu rumah yang layak bisa dihitung dengan jari, belum ada penerangan masih gelap dan jalannya susah,” ujar bupati. Dikatakannya kampung Kajongan didirikan sejak dulu kala sebagai pusat pengembangan Islam di Kajen. Dari aspek administrasi saat ini pembangunannya baik, dari generasi ke generasi kondisinya sudah makmur. “Saya minta tanaman padi jangan ditukar dengan sengon. Padi, menurut fiqih itu tanaman yang menjadikan kuat sehingga dizakati. Oleh karena itu panjenengan menanam padi saja. Itu Insyaalloh barokah,” pinta bupati.
Kaitannya dengan masalah musibah covid 19, Bupati mengatakan kabupaten Pekalongan mengalami peningkatan, sejak dari 11 kasus, hari ini total 51 kasus tapi yang dirawat 18. Kemudian untuk mengantisipasi, Bupati kembali mengingatkan warga untuk ikhtiar dengan cara pakai masker, sering cuci tangan, jaga jarak, karena selain penyakit ini belum ada vaksinnya, juga belum ada para ahli yang memprediksi kapan wabah ini akan hilang. “ Sebagai orang Islam kita terima dengan sabar,” ucapnya. (Humas Kominfo)
Publisher : aris
Senin, 3 Agustus 2020
Hal itu di katakan oleh Bupati Asip Kholbihi saat menghadiri acara Penyerahan Mobil Operasional PGRI, di gedung PGRI Kabupaten Pekalonga pada hari Senin (3/8/2020). ‘’Untuk itu kita perlu terus-menerus melakukan kolaborasi, melakukan sinergi dan langkah-langkah yang tepat guna merumuskan bagaimana hakikat pembangunan pendidikan di tengah-tengah situasi pandemi Covid-19,’’ ujarnya.
Tidak dipungkiri,jelas bupati Asip bahwa saat ini di Kabupaten Pekalongan sendiri masih berada di zona kuning Covid-19. Sehingga secara aturan pihaknya belum bisa mengambil kebijakan untuk membuka kembali pembelajaram secara tatap muka di Kabupaten Pekalongan. Dan menurutnya kolaborasi antara pemkab dan PGRI ini akan bisa menemukan terobosan yang baik di bidang pendidikan guna bangkit dari situasi pandemi ini. ‘’Secara akumulatif memang kita berada di zona kuning. Dan perlu kita ketahui bahwa ada norma ketika suatu kabupaten masuk daerah zona kuning, maka norma pertama adalah seluruh proses belajar mengajar total itu harus dilakukan secara daring, ini tantanganya,’’ katanya.
Selain itu, dalam kesempatan ini Bupati Asip Kholbihi juga mengapresiasi PGRI Kabupaten Pekalongan yang telah menginisiasikan terbentuknya Paguyuban Seni Karawitan Hijau Laras yang beranggotakan para guru dan kepala sekolah di Kecamatan Karanganyar. Menurutnya, paguyuban kesenian hijau laras ini merupakan kreatifitas yang baik dan Ia berharap para guru dapat menjadikan paguyuban ini sebagai pemantik semangat para pengajar dalam memotivasi anak didiknya. Serta tidak menutup kemungkinan untuk mengajarkan kesenian karawitan ini kepada siswa-siswinya.
Sehingga, diungkapkan Bupati Asip peserta didik masih bisa ikut melestarikan kesenian bangsa walaupun di tengah situasi pandemi Covid-19. ‘’ Hijau Laras sebuah grup kesenian pengrawitan yang diinisiasi dan dilaksanakan semua oleh PGRI Kabupaten Pekalongan. Tentu saya menyambut baik dan apresiasi ini menjadi ikon PGRI Kabupaten Pekalongan untuk nguri-nguri kebudayaan adi luhung bangsa kita,’’
‘’ Kemudian saya juga berharap supaya ini ada nilai edukasinya setelah nanti ini semua beres karena ini baru launching ya, nantinya diharapkan bisa mempunyai program untuk mengajarkan juga kepada anak didiknya,’’ ungkapnya.
Sementara itu, dalam kesempatan yang sama ketua PGRI Kabupaten Pekalongan Rejo Herbeno menyampaikan terimaksih kepada Pemerintah Kabupaten Pekalongan yang telah ikut mendorong dan berkolaborasi dengan PGRI dalam menjalankan roda pendidikan dan budaya di Kabupaten Pekalongan di tengah situasi yang tidak mudah ini.
‘’ Oleh karena itu atas nama pengurus dan juga guru-guru se-Kabupaten Pekalongan menyampaikan terimakasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada pemerintah Kabupaten Pekalongan yang telah bersama-sama dengan kami untuk menjalankan roda pendidikan dan budaya di tengah pandemi Covid-19,’’ jelasnya. (Lusi Rismawati)
Senin, 3 Agustus 2020
Pemerintah Kabupaten Pekalongan sangat mendukung program pembangunan masjid yang berdiri diatas tanah wakaf seluas 2465 meter persegi dan memiliki 2 akses utama yaitu jalan utama dan jalan antar desa. Pemkab akan memback up untuk membantu supaya pembangunan berjalan dengan baik sehingga masjid ini bisa berfungsi dengan baik, apa lagi dilengkapi dengan sarana-sarana pendukung, baik sarana pendidikan maupun sosial.
Menurut Bupati, masjid ini menjadi penting bagi masyarakat untuk melakukan keseimbangan, karena masyarakat butuh muara, sebagai pintasan jalan di depan masjid akan dilebarkan sehingga lalu lintas bisa berkembang baik.
Selanjutnya Bupati menjelaskan saat ini sedang dibangun Universitas Diponegoro (UNDIP), adapun Politeknik Bandung yang merupakan induk dari Institut Teknologi Bandung (ITB ) gedungnya sudah ada dan nantinya akan menjadi politeknik Kajen. “Mahasiswanya Insya Allah nanti ribuan apalagi UNDIP setelah membuka program S1 Insya Allah mahasiswanya juga ribuan.” Jelas Bupati.
Pusat pendidikan akan berada disekitar Kabupaten Pekalongan terutama yang di kota nantinya akan dipindah ke Kabupaten, termasuk UNIKAL dan STIMIK yang juga sudah mulai akan pindah di Kabupaten Pekalongan. Tidak hanya perguruan tinggi, Yayasan Al Azhar juga sudah survei sejak 6 bulan yang lalu di Kabupaten Pekalongan. (Ela)
Publisher : aris
Minggu, 2 Agustus 2020