Bantu kami meningkatkan kualitas Website Resmi Kabupaten Pekalongan dengan mengisi survei singkat (±1 menit).
Rabu, 23 September 2020
KAJEN - Bupati Pekalongan Asip Kholbihi SH.,M.Si menyerahkan secara simbolis sertifikat tanah program PTSL ( Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap ) kepada warga Desa Kutorojo Kecamatan Kajen pada Selasa ( 22/09 ) di Balai Desa Kutorojo. Acara penyerahan sertifikat tanah untuk rakyat Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) Kabupaten Pekalongan Tahun 2020 Desa Kutorojo ini dihadiri oleh Asisten Pemerintahan I Totok Budi Mulyanto SE, Kepala Badan Pertanahan Nasional ( BPN ) Kabupaten Pekalongan Imawan Abdul Ghofur ST.,M.Si, Camat Kajen Agus Purwanto S.,STP, Kepala Desa Kutorojo Dulajat, dan tokoh masyarakat Kutorojo serta warga setempat.
KAJEN - Mengisi pengajian warga Muhammadiyah Kedungwuni di masjid Al Huda Gembong Barat Kecamatan Kedungwuni pagi ini, Selasa (22/09), Bupati Pekalongan Asip Kholbihi SH.,M.Si menerangkan tentang 5 (lima) golongan yang bisa menghantarkan umat manusia menuju keselamatan dunia akherat dalam konteks keilmuan. Pertama, menjadi orang alim, seperti ulama, kyai atau para pengajar (guru). Golongan ini jumlahnya sangat sedikit. Posisi yang kedua adalah menjadi muta’alimah ( orang yang ngaji /belajar), orang yang terus menerus melakukan kajian berkaitan dengan bagaimana pendalaman, tanggungjawab secara individu terhadap pelaksanaan syariat Islam. Kalau orang alim dituntut aktif menyebarkan ilmunya, tapi kalau posisi sebagai murid, menurut Bupati, maka yang paling penting adalah tanggung jawab dirinya. Posisi yang paling moderat adalah menjadi muta’alimah (ngaji). Golongan yang ketiga adalah orang yang mendengarkan (pengajian).
KAJEN – Ditengah maraknya sistem penjualan online yang kini menjadi trend, menuntut para pelaku usaha untuk mengerti dan memahami segala hal yang berkaitan dengan bisnis online. Tak terkecuali para pelaku UMKM di Kabupaten Pekalongan. Hal inilah yang mendasari Koperasi Juragan UMKM Sejahtera Kabupaten Pekalongan mengadakan Seminar Bisnis UMKM dengan tema Strategi UMKM berdagang di era new normal, yang menghadirkan dua keynote speaker, yaitu Asip Khobihi SH.,M.Si ( Bupati Pekalongan ) dan Fitra Jaya Saleh (Trainer Bisnis Nasional ) sebagai narasumber. Seminar digelar di Pendopo Kabupaten Pekalongan pada Minggu (20/09) pagi, diikuti para peserta seminar dari kalangan pelaku UMKM.
KAJEN - Belajar ilmu agama merupakan suatu keharusan bagi kita semua. Hal ini disampaikan Bupati Pekalongan Asip Kholbihi SH.,M.Si saat memberikan sambutan dalam acara Peresmian gedung asrama dan pengajian umum oleh H. Bahtiar Natsir Lc.,MM di International Muhammadiyah Boarding School ( IMBS )“ Miftahul Ulum” Pekajangan Kabupaten Pekalongan, Minggu (20/9). Acara ini dihadiri pula oleh Pengurus Daerah Muhammadiyah, jajaran Kemenag dan wakil forkopimda
KAJEN - Memperingati HUT World Cleanup Day, Bupati Pekalongan beserta Komunitas WCD ( World Cleanup Day ) Kabupaten Pekalongan, ‘Gentong Hebat’ juga seluruh warga yang terlibat, hari ini Sabtu (19/9) berpartisipasi mengikuti ‘Aksi Cleanup dan Pilah Sampah dari Rumah’ di lokasi Sungai Mrican Desa Wonokerto Kulon Kecamatan Wonokerto. Kegiatan Aksi Cleanup dan Pilah Sampah dari Rumah ini diikuti oleh 187 negara, 34 provinsi termasuk provinsi Jawa Tengah, serta 13 juta relawan.
KAJEN - KONI Kabupaten Pekalongan melaksanakan olahraga baru yaitu Petanque yang merupakan sebuah olahraga dari Prancis dan termasuk olahraga kuno yang dikembangkan di Indonesia. Bupati Pekalongan Asip Kholbihi SH.,M.Si meminta KONI bersama Pemkab menyusun regulasi tentang Perda olahraga dengan konsultannya diusulkan dari Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan (UMPP) supaya lebih membumi.
Usai penyerahan sertifikat tanah untuk rakyat secara simbolis, Bupati Asip dalam sambutannya mengatakan, bagi warga Desa Kutorojo yang mempunyai tanah yang belum disertifikat maka bisa segera didaftarkan melalui pemerintah desa sehingga tahun depan seluruh lahan yang ada di desa Kutorojo bisa disertifikasi.
Dijelaskan bupati, Pemerintah mengadakan program PTSL tersebut gunanya antara lain pemilik tanah mendapat pengakuan secara sah dari negara. Kedua, sertifikat dapat meningkatkan nilai ekonomi atau dapat dijadikan agunan di bank sebagai modal. Dan fungsi ketiga, menurut Bupati, jika sudah disertifikat tanah tadi, maka tidak akan ada konflik sosial atas nama lahan. “ Oleh karena itu diharapkan masyarakatnya tambah guyub rukun dan semangat membangun desa Kutorojo, “ ujar Bupati
Dalam kesempatan tersebut Bupati juga mengucapkan terimakasih kepada seluruh jajaran BPN Kabupaten Pekalongan yang telah bekerja keras sehingga pelaksanaan program PTSL di Kabupaten Pekalongan berjalan lancar
Sementara itu Kepala BPN Kabupaten Pekalongan, Imawan Abdul Ghofur ST.,M.Si dalam laporannya menyampaikan untuk dapat menyelesaikan pendaftaran tanah di Kabupaten Pekalongan, tiap tahun pihaknya harus menyelesaikan rata-rata 33.840 bidang sampai tahun 2024.
“ Diharapkan dengan terbentuknya data pertanahan yang lengkap dan akurat, ke depan permasalahan tanah akan semakin berkurang, perencanaan pembangunan akan semakin mudah, “ ucap Imawan
Imawan juga memaparkan jumlah bidang tanah yang ada di Desa Kutorojo adalah 1415 bidang. Target hak sertifikat atas tanah sebanyak 542 bidang. Sampai saat ini jumlah sertifikat yang telah terbit di Desa Kutorojo sebanyak 157 sertifikat. Dan yang masih belum tersertifikat sekitar 358 bidang. ( Ar-Kominfo )
Publisher : aris
Selasa, 22 September 2020
“ Masih ada lagi, derajat yang keempat yang juga merupakan bagian dari upaya kita mencari keselamatan dunia akherat dalam konteks keilmuan yaitu mencintai. Ini bisa diartikan sebagai orang yang memberikan kontribusi positif terhadap pengembangan kajian-kajian keIslaman baik secara sarana maupun prasarana, “ lanjutnya.
Yang tidak boleh adalah posisi pada golongan kelima, yaitu tidak alim, tidak belajar (ngaji) juga tidak mendengarkan , dan sama sekali tidak peduli dengan pengembangan pendidikan Islam, maka pososi golongan ini termasuk orang yang celaka.
Selanjutnya Bupati menuturkan persarikatan Muhammadiyah yang didirikan KH Ahmad Dahlan mengajarkan bahwa kita tidak boleh hidup hanya untuk kepentingan diri sendiri tapi hidup kita semata mata didedikasikan untuk kepentingan umat Islam menuju kemaslahatan baik di dunia maupun di akherat. Salah satu hal prinsip yang dipedomani persarikatan Muhammadiyah adalah selalu berpikir rasional di dalam setiap tindakan.
“ Dalam konteks apapun, warga Muhammadiyah selalu memadukan antara rasionalitas dalil aqli dan naqli. Kekuatan pendekatan inilah saya kira yang menjadikan organisasi ini berkembang terus, tidak hanya persoalan yang menyangkut masalah keagamaan, tapi masalah-masalah sosial, pengembangan-pengembangan lembaga pendidikan, kesehatan, dan lembaga-lembaga sosial yang lain berkembang sangat luar biasa, “ ungkapnya.
Dikatakan, Persarikatan Muhammadiyah telah melakukan pendekatan dakwah kulturan seperti pengajian-pengajian, pondok pesantren, telaah-telaah keilmuan, hal-hal yang menyangkut pendalaman forum syariah sudah dilakukan sejak awal bahkan sekolah-sekolah dari tingkat dasar sampai perguruan tinggi.
Kemudian yang tak kalah penting, kekuatan dakwah kultural harus di dukung/disinergikan dengan kekuatan dakwah struktural , yakni dakwah yang dilakukan oleh pemerintah atau oleh sebagian orang yg menentukan kebijakan agar penentuan kebijakannya tidak bertentangan dengan nilai-nilai syariah. Karena prinsip, pemerintah dan agama adalah saudara kembar yang tidak terpisahkan.
Kuatnya sebuah dakwah Islamiyah sangat tergantung dair kuatnya komitmen dakwah struktural yang dilakukan oleh pemerintah. “ Sekali lagi bahwa kita memproporsionalisasi bahwa konteks pemerintah adalah menguatkan dakwah kultural yang sudah dilakukan jauh sebelum entitas pemerintah, “ tandasnya.
Ditambahkan pula fungsi pemerintah adalah menjadi pelindung bagi berkembangnya dakwah Islam di Indonesia. Karena agama adalah sesuatu yang bersifat suci , wahyu. Sedangkan Pemerintah berfungsi menjadi penjaga dari agama agar berkembang diikuti oleh umatnya dengan perasaan aman dan damai, tentu juga dengan kondisi aman dan stabil sehingga dakwah bisa berkembang dengan baik ( Ar-Kominfo )
Publisher : aris
Selasa, 22 September 2020
Menjawab keluhan masyarakat tersebut, Pemerintah Kabupaten Pekalongan melalui Bupati Pekalongan KH.Asip Kholbihi, SH.M.Si, mengatakan bahwa pemkab akan segera merealisasikan perbaikan akses jalan yang dianggapnya itu sangat penting. Adapun untuk anggaran sendiri, dikatakan Bupati Asip Kholbihi, perbaikan jalan ini akan menghabiskan anggaran sebesar 3,5 milyar. Untuk itu Ia berharap pada tahun 2020 ini pembangunan dapat diselesaikan.
‘’ Insyaallah pada bulan ini sudah ada kegiatan, yang pertama adalah Kwasen – Brondong, kemudian Brondong ke Watuireng ini akan kita selesaikan dengan total anggaran hampir 3,5 milyar,’’ kata Bupati Asip Kholbihi saat melakukan tinjauan akses jalan rusak di Desa Windurejo, Kecamatan Kesesi, pada Senin pagi (21/9/2020).
Bupati Asip menjelaskan, ditengah kondisi pandemi Covid-19 ini, celah fiskal sangatlah sempit untuk melakukan pembangunan, karena anggaran pada tahun 2020 ini telah direlokasi dan direfokusing untuk penanggulangan dampak pandemi Covid-19. Tetapi untuk pembangunan akses jalan desa Kwasen sampai ke wilayah obyek wisata Watuireng akan tetap diupayakan, karena menurutnya ini akan menjadi modal dasar juga untuk pengembangan wisata Watuireng .
Dengan akses jalan yang baik, lanjut bupati, itu akan menambah daya tarik pengunjung untuk berwisata ke Watuireng melalui lintasan jalan kecamatan Kesesi. Ia juga sangat optimis setelah akses jalan penghubung ini jadi, obyek wisata Watuireng akan mengalami perkembangan yang pesat, karena akses jalanya ada dua jalur, yaitu jalur Kajen sampai ke Kandangserang dan jalur dari Kesesi ke Kandangserang.
‘’ Tetapi yang paling penting kita akan mendorong penuh perkembangan wisata Watuireng dari dua track, yang pertama dari track Kandangserang yaitu jalur reguler, kemudian akan kita tambah lagi jalur yang dari Kesesi yang nanti masuk ke Kwasen, Brondong, Windurojo kemudian sampai ke objek wisata Watuireng,’’ terangnya.
Selain itu untuk memajukan wisata Watuireng, Bupati Asip mengungkapkan bahwa pihaknya akan bersinergi bersama pemerintah kecamatan Kandangserang, Bumdes dan Pokdarwis untuk melakukan pengelolaan dan perbaikan sumber daya manusia supaya obyek wisata Watuireng bisa tetap bertahan di tengah pandemi yang masih berlangsung.
‘’ Watuireng merupakan batu alam yang luasnya 2,5 hektar, ini akan kita kembangkan dan sekarang juga sudah ditata oleh Bumdes melalui Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) dan bekerjasama dengan pemerintah,’’ ungkapnya. (Lus-Kominfo)
Publisher : aris
Senin, 21 September 2020
Bupati Pekalongan Asip Kholbihi SH.,M.Si dalam sambutannya mengatakan tujuan seminar adalah dalam rangka berikhtiar bagaimana cara melakukan pemasaran online, dan Ia menegaskan bahwa Kunci utama dari bisnis online adalah kesabaran dan ketekunan. Tentunya hal Ini butuh trik atau cara tersendiri .
“ Di Kabupaten Pekalongan, binaan dari juragan UMKM ini Alhamdulilah sudah banyak yang berhasil. Setidaknya yang berhasil itu kita klasifikasi menjadi dua, yang sudah besar, omsetnya sebulan bisa sampai 10 Milyar, jumlahnya sekitar 7 orang. Kemudian klasifikasi sedang, jumlahnya hampir 100 orang. Omsetnya 2-5 Milyar per bulan, “ ucap Bupati.
Kepada peserta seminar, Bupati menerangkan bahwa mereka punya produk, kemudian bagaimana produk dikenal orang. Setelah dikenal bisa memantik daya beli orang atau biasa disebut dengan produk yang marketable atau sangat masar produknya.
Lebih lanjut, dikatakan pula Kabupaten Pekalongan sudah punya keunggulan, yaitu sebagai daerah penghasil industri konveksi dan turunannya terbesar di Indonesia. “ Kita menjadi produsen batik terbesar. Ironinya, yang melakukan pemasaran batik-baik kita itu adalah dari luar. Itu sah-sah saja. Kota Pekalongan adalah salah satu etalase dari produk-produk batik Kabupaten Pekalongan, “ paparnya
Menurut Bupati di masa sekarang melakukan pemasaran lebih mudah karena bisa mengekspose atau melakukan pengenalan supaya produk-produk dikenal secara baik melalui media massa.
´Secara prinsip kalau kita bisa memasarkan produk sendiri , maka multibuyer efeknya akan lebih baik, “ tegasnya
Selanjutnya Bupati mengajak melakukan gerakan pemasaran online untuk membantu para produsen yang ada di Kabupaten Pekalongan, karena selama masa pandemi 6 bulan terakhir, barang menumpuk di gudang. Dan Bupati mengatakan pemerintah nanti akan menfasilitasi selain dari juragan UMKM juga menfasilitasi antara produsen dengan para pemasaran.
Bupati juga menambahkan bahwa ada problem mendasar dari bisnis online ini, yang kaitannya dengan strategi, tapi problem mendasar yang harus disiapkan terlebih dahulu adalah bagaimana para pelaku UMKM memperbanyak admin. Admin-admin dilatih dan ada admin yang khusus menangani produk untuk dijual di pasar online.
Sementara itu Taufik selaku Ketua Juragan UMKM Kabupaten Pekalongan mengatakan Juragan UMKM ini dulu diawali hanya dari 33 orang. Setelah pembinaan rutin yang dilakukannya , jumlahnya terus berkembang hingga sekarang ada 2483 orang.
Taufik berharap Bupati punya kebijakan dengan mengerahkan gerakan ayo online, yang pada akhirnya pedagang-pedagang besar yang online di Pekalongan mereka tidak kesulitan cari admin. Selain itu diharapkan setelah seminar tersebut di Kabupaten Pekalongan betul-betul ada gerakan jualan online yang luar biasa. Karena 70 % produsen pedagang Pekalongan yang menjual produknya justru orang lain. Ia juga mengharap Bupati mencarikan tempat untuk produk yang tidak bisa dionline kan.
“Harapan saya setelah pelatihan ini kita ada gerakan yang luar biasa untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi UMKM, “ pungkasnya ( Ar-Kominfo )
Publisher : aris
Minggu, 20 September 2020
Dalam acara ini turut hadir para Forkopimda, Bupati Pekalongan H.Asip Kholbihi,SH.M.Si, dan Wakil Bupati Pekalongan Ir.Hj Arini Harimurti.
Acara pendisiplinan adaptasi kebiasaan baru ini bertujuan untuk mengukur sejauh mana tingkat kesadaran masyarakat dalam menerapkan protocol kesehatan seperti menggunakan masker, cuci tangan, jaga jarak dan pola hidup sehat. Untuk itu dalam acara ini Bupati Pekalongan H.Asip Kholbihi, SH.M.Si, menegaskan kepada masyarakat bahwa protocol kesehatan dan empat kebiasaan baru harus selalu dilaksanakan untuk menekan angka penyebaran Covid-19 di Kabupaten Pekalongan.
‘’Ini harus diikhtiari semaksimal mungkin secara lahir batin, dengan tadi penerapan kebiasaan baru yaitu memakai masker, cuci tangan ,jaga jarak dan pola hidup sehat,’’ kata Bupati Asip Kholbihi saat memberikan sambutan pada acara Pendisiplinan Adaptasi Kebiasaan Baru di Kajen Town Square (20/9).
Selain pendisiplinan dan sosialsisasi adaptasi kebiasaan baru, kegiatan rapid test juga dilaksanakan kepada masyarakat yang hadir dalam acara ini. Dan menurut Bupati Asip, apabila ada yang reaktif maka akan segera dilaksanakan tes swab untuk mengetahui apakah orang tersebut positif Covid-19 atau tidak.
Bupati Asip juga mengungkapkan bahwa upaya penanggulangan terhadap penyebaran Covid-19 sendiri harus dilakukan dengan sabar karena basis masyarakat masih tergolong rendah tentang kesadaran penerapan adaptasi kebiasaan baru, jadi upaya sosialisasi dan pendisiplinan akan dilakukan secara masif oleh Pemkab Pekalongan diberbagai tempat.
‘’Semua kita pantau berbasis kewilayahan dengan upaya seperti itu kami meyakini Insyaallah untuk masa yang akan datang ini akan terjadi penurunan,’’ ungkapnya.
Adapun untuk sanksi social sendiri Bupati Asip mengatakan apabila sanksi social terhadap pelanggaran protocol kesehatan dirasa masih kurang maksimal, maka pihaknya akan segera mengatur sanksi-sanksi lainya, bahkan mendorong terbentuknya peraturan daerah terkait pencegahan penyakit menular seperti yang dilakukan oleh daerah lain.
‘’Mencontoh daerah lain, mungkin kedepan kita akan buat regulasi baru tentang terkait pencegahan penyakit menular,’’ jelasnya. (Lus-Kominfo)
Publisher : aris
Minggu, 20 September 2020
Dikatakan Bupati, Persarikatan Muhammadiyah ini sudah hebat di semua lini, baik itu perguruan tinggi, rumah sakit, bahkan belum lama ini pihaknya meresmikan rumah yatim piatu. Bupati mengajak lembaga seperti IMBS yang sudah terkenal itu terus dikembangkan supaya Persarikatan Muhammadiyah tumbuh kembang seiring dengan perjalanan jaman.
“ Belajar itu tidak mengenal waktu, tempat dan kesempatan. Ayo kita terus belajar, apalagi mempelajari ilmu agama. Makin banyak kita mempelajari ilmu agama, semakin merasa kurang ternyata kita ini.
Tapi ketika kita semakin sedikit ilmu agamanya , kita merasa seakan pintar. Oleh karena itu belajar ilmu agama menjadi suatu keharusan kita semua, “ terang Bupati.
Pada kesempatan tersebut Bupati mengucapkan terima kasih karena berdirinya madrasah-madrasah dan pondok pesantren di Kabupaten Pekalongan yang sekarang jumlahnya hampir 100 pondok pesantren ,baik dari Nahdlatul Ulama (NU) maupun Muhammadiyah , bisa menjadi penyeimbang.
Bupati juga ber terimakasih kepada seluruh jajaran IMBS yang sudah berikhtiar mencerdaskan anak-anak menjadi anak-anak yang soleh solehah, anak-anak yang nanti kelak akan menggantikan generasi sebelumnya menjadi pemimpin-pemimpin yang berbekal ilmu agama.
“ Di Pekajangan ini menjadi episentrum dari kemajuan pergerakan Muhammadiyah sejak dulu. Saya kira ini menjadi tantangan bagi kita semua dan saya bersyukur melihat dinamika pergerakan di Muhammadiyah, “ lanjutnya
Ditambahkan pula Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan (UMPP) sudah sangat terkenal, padahal baru diesnatalis satu tahun. Ini menunjukkan bahwa kerja keras, kerja cerdas, kerja kihlas persarikatan Muhammadiyah diakui oleh manusia-manusia yang ada di dunia.
“ Mudah-mudahan gedung ini selesai dan saya menghaturkan terimakasih kepada kyai Bahtiar Natsir yang sudah berkenan hadir di Kabupaten Pekalongan dan berkenan memberikan pencerahan kepada kita semua sehingga kita tergerak untuk bersama-sama bertanggungjawab membesarkan IMBS menjadi kebanggaan kita semua, “ harapnya ( Ar-Kominfo )
Publisher : aris
Minggu, 20 September 2020
Bupati Asip menjelaskan sungai Mrican adalah sungai buangan yang tingkat pencemarannya (terutama pencemaran sampah rumah tangga ) paling tinggi di Kabupaten Pekalongan. Untuk itu dalam kesempatan tersebut Ia mengajak semua pihak agar sungai Mrican menjadi bersih dan sehat. ” Ayo kita bangun supaya sungai Mrican ini menjadi sungai yang besih, sehat untuk kebutuhan masyarakat. Karena kalau sungainya bersih, airnya bersih dan lingkungannya indah sehat, maka itu representasi dari kehidupan masyarakat yang sehat pula, “ ucap Bupati saat wawancara di lokasi kegiatan.
“ Saya berterimakasih kepada seluruh pihak terutama WCD Kabupaten Pekalongan yang terus bersama dengan pemerintah melakukan kolaborasi untuk melakukan edukasi kepada masyarakat agar bisa hidup sehat, memulai hidup sehat dari rumah sendiri, kemudian dari lingkungan dan seterusnya menjadi gaya hidup seluruh warga masyarakat agar Kabupaten Pekalongan resik tenan, “ pungkasnya ( Ar-Kominfo )
Publisher : aris
Sabtu, 19 September 2020
“Saya atas nama Pemkab ucapkan terimakasih kepada UMPP karena di UMPP secara academik, para atlet dan pelaku-pelaku olahraga akan berkolaborasi kepada civitas academika terutama dari program study Penjas UMPP untuk memberdayakan para atlet Kabupaten Pekalongan, ini sudah luar biasa.” Jelas Bupati saat sambutan membuka acara Invitasi Petanque UMPP Cup 2020 di Pekajangan Kedungwuni, Sabtu (19/9).
Bupati ucapkan selamat datang di Kabupaten Pekalongan dan selamat bertanding secara sportif kepada semua atlet terutama yang dari luar daerah. Bupati menjelaskan invitasi Petanque UMPP Cup 2020 adalah sarana sekaligus mempromosikan UMPP yang baru diesnatalis pertama tapi namanya sudah terkenal. Bupati juga terus mensupport agar UMPP segera melejit dan mendapat apresiasi bukan hanya dari masyarakat Kabupaten Pekalongan tapi juga dari masyarakat luar Pekalongan.
Bupati juga ucapkan terimakasih kepada KONI dan seluruh atlet yang telah bersama-sama membangun olahraga petanque ini untuk bersilaturahmi serta mengadu sportivitas, serta Bupati berharap hal ini dapat bermanfaat untuk semua pihak.
Dalam kesempatan yang sama, Gus Eko selaku ketua KONI Kabupaten Pekalongan memaparkan bahwa Petanque yang ada di Kabupaten Pekalongan masih baru namun bisa menjadi tren dan menjadi kebanggaan di Kabupaten Pekalongan karena KONI Kabupaten Pekalongan memiliki 35 cabang olahraga (cabor) dan direncanakan pada tahun 2020 bisa sampai 40 cabor. Hal ini bertujuan dalam rangka menaikkan prestasi ke digit 10 besar tingkat Jawa Tengah maka cabornya paling tidak ada 40 cabor karena yang dipertandingkan nanti sekitar 54 cabor.
Gus Eko juga menerangkan KONI sudah koordinasi dengan Pemkab, rencananya 2021 regulasi tentang keolahragaan akan dijadikan sebuah peraturan daerah, maka atlet-atlet di Kabupaten Pekalongan yang berprestasi tidak akan ada lagi yang terlantar, dibawah KONI dan Pemkab benar-benar serius menangani atlet dan pelatih di Kabupaten Pekalongan
Gus Eko berharap semua peserta serius untuk mengikuti kegiatan tersebut, dan UMPP diharapkan bisa mengkoordinasikan dengan perguruan tinggi yang lain di Kabupaten Pekalongan
“ KONI masih punya PR ( Pekerjaan Rumah ) satu, yaitu pendirian Badan Pengembangan Organisasi Mahasiswa Indonesia (BAPOMI), karena BAPOMI Kabupaten Pekalongan belum jalan, maka proses kompetisi untuk meningkatkan prestasi belum bisa singkron, “ ujarnya
Maka UMPP yang memiliki jurusan Penjas diyakini bisa menginisiasi berdirinya BAPOMI di Kabupaten Pekalongan. “ Insya Allah saya yakin UMPP bisa menjadi pelopor keolahragaan di Kabupaten Pekalongan.” tambahnya
Selanjutnya Gus Eko berharap hal ini adalah suatu bentuk invitasi yang nanti pada tahun 2021 akan diadakan Pekan Olahraga Kabupaten Pekalongan (PORKAP), sehingga untuk warga Pekalongan diharapkan menyiapkan diri karena PORKAP akan menjadi ajang untuk persiapan mengikuti Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) 2022, sehingga olahraga di Kabupaten Pekalongan dapat lebih baik dan bisa meningkatkan prestasi. (El-Kominfo)
Publisher : aris
Sabtu, 19 September 2020