Bantu kami meningkatkan kualitas Website Resmi Kabupaten Pekalongan dengan mengisi survei singkat (±1 menit).
KAJEN – Berkesempatan hadir dalam acara Sedekah Laut yang diselenggarakan pada Kamis malam (17/9/2020), Bupati Pekalongan H.Asip Kholbihi, SH.M.Si, ajak masyarakat desa Pencakaran, Kecamatan Wonokerto memahami arti pentingnya sedekah bagi kehidupan.
Dikatakan Bupati Asip sedekah merupakan wujud rasa syukur kepada Sang Pencipta atas segala nikmat dan keberkahan yang diberikan kepada kita. Khusus untuk masyarakat desa Pencakaran yang pada kesempatan ini melakukan acara sedekah laut, bupati Asip sangat megapresiasi, karena menurutnya masyarakat sudah bisa mengimplementasikan tentang pentingnya sedekah.
‘’ Sodakoh itu penting, nenek moyang kita dahulu sudah mengajarkan untuk melakukan sodakoh laut yang berarti sedekahnya orang-orang yang mencari rejeki di laut,’’ kata Bupati Asip Kholbihi saat menghadiri acara sedekah laut di desa Pencakaran, Kecamatan Wonokerto (17/9).
Ia melanjutkan, masyarakat desa Pencakaran memang seharusnya bersyukur dan berterimakasih kepada Allah SWT yang telah memberikan kelimpahan rezeki di laut sebagai sumber mata pencaharian. Dan Ia juga berpesan kepada seluruh masyarakat untuk tetap bersyukur atas apa yang telah diberikan oleh Sang Pencipta kepada kita semua.
Selain itu, Bupati Asip juga menjelaskan bahwa di tengah pandemi Covid-19 yang masih berlangsung saat ini, Ia mewakili Pemerintah Kabupaten Pekalongan datang ke acara Sedekah Laut ini sekaligus melakukan peninjauan kondisi masyarakat untuk menjamin masyarakat baik-baik saja.
Dan Ia juga berterimakasih kepada para nelayan dan seluruh masyarakat Pencakaran yang telah membantu pemerintah desa maupun pemerintah daerah karena telah ikut berkontribusi dalam membangun wilayah dan menjalankan aktivitas perekonomian dengan baik.
‘’ Saya berterimakasih kepada nelayan yang telah bekerjasama dnegan pemerintah desa, daerah untuk membantu jalannya perekonomian di Kabupaten Pekalongan,’’ ujarnya. (Lus-Kominfo)
Publisher : aris
Jumat, 18 September 2020
KAJEN – Dalam acara Pembekalan kepada Para Danramil dan Babinsa Kodim 0710/Pekalongan yang diselenggarakan di Markas Kodim 0710/Pekalongan ( Medono Kecamatan Pekalongan Barat) pada Kamis (17/9), Bupati Pekalongan Asip Kholbihi SH.,M.Si mengajak untuk melaksanakan hal-hal yang berkaitan dengan mewujudkan kebaikan di Kabupaten Pekalongan utamanya adalah menjelang Pemilihan Kepala Daerah (pilkada) 9 Desember 2020 mendatang.
KAJEN - Dalam rangka Peringatan HUT ke-75 PMI, PMI Kabupaten Pekalongan pagi ini, Kamis (17/09) menggelar Apel Peringatan HUT PMI ke-75 di halaman balai desa Kebonagung Kecamatan Kajen. Sebelumnya, telah diadakan acara malam tirakatan di markas PMI yang diikuti para relawan PMI Kabupaten Pekalongan pada Rabu, 16 September kemarin.
KAJEN – Di tengah masa pandemi Covid-19 yang masih berlangsung saat ini, Desa Karangsari, Kecamatan Bojong telah berhasil menjalankan program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL). Hal itu dibuktikan dengan telah dibagikannya sejumlah 683 sertifikat tanah milik warga maupun pemerintah desa pada pagi ini, Kamis (17/9/2020) oleh Bupati Pekalongan Asip Kholbihi SH.,M.Si dan Kepala Kantor Badan Pertanahan Negara Kabupaten Pekalongan Imawan secara simbolis.
KAJEN – Setelah TP PKK dari 7 (tujuh) kecamatan mendapatkan kesempatan mengikuti Orientasi Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan, Desa/Kelurahan se-Kabupaten Pekalongan pada Senin (14/09) lalu, kini giliran TP PKK dari Kecamatan Talun, Karanganyar, Kesesi, Bojong, Wonopringgo, dan Karangdadap mengikuti kegiatan serupa. Seperti hari pertama, kegiatan kali ini juga dibuka dengan sambutan dari Bupati Pekalongan Asip Kholbihi SH.,M.Si.
KAJEN - Tangani luapan air laut pasang dan antisipasi banjir jelang musim penghujan, Tersier sepanjang jalan poros penghubung Desa Jeruksari Kecamatan Tirto Kabupaten Pekalongan dan Kelurahan Bandengan Kecamatan Pekalongan Utara dikeruk. Dampaknya akses jalan penghubung kedua wilayah tersebut ditutup sepekan ini (15/9).
“Kita setidaknya sudah 6 kali pemilu pasca reformasi dan pemilukada pasca reformasi. Salah satu faktor penting dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat Kabupaten Pekalongan adalah menjunjung tinggi aturan main, dan perlu diingat, saudara-saudara yang bekerja di level desa saya mengingatkan kembali bahwa budaya masyarakat Kabupaten Pekalongan adalah budaya patronase berbeda dengan di Sumatera Utara, rata-rata patronnya adalah para kyai, tokoh agama, guru, kepala desa juga tokoh masyarakat, “ paparnya.
Menurutnya, kalau seluruh jajaran bisa membangun relasi sosial yang baik dengan para patron tadi, maka hal-hal yang menyangkut tentang bagaimana menjaga stabilitas daerah bisa dilakukan dengan baik
Selama ini kondisi geo politik di Kabupaten Pekalongan berjalan dinamis, tetapi Bupati yakin dengan kerjasama yang baik seluruh jajaran, dari Kodim 0710 dan Polres Pekalongan serta Pemkab menyadarkan sepenuhnya profesionalitas kinerja dari Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Pekalongan dan Bawaslu, Bupati yakin seluruh proses pesta demokrasi ditengah-tengah pandemi Covid 19 ini akan berjalan dengan aman, lancar dan sukses.
“Kalau kita mendekati tokoh agama maka hampir 75% persoalan sosial bisa kita selesaikan, karena budaya patheralistik ini masih terpelihara dengan baik walaupun sekarang sudah mulai bergeser karena pengaruh usaha profesional tetapi dalam keadaan tertentu mereka menjadi rujukan mencari tempat bertanya dan tempat penyejuk kepada para tokoh agama, inilah kondisi biopolitik yang ada di Kabupaten Pekalongan.” tambahnya.
Bupati bercerita bagaimana relasi sosial yang harus dibangun ternyata dari para tokoh yang dianggap sebagai patronase masyarakat Kabupaten Pekalongan, patron masyarakat ini berada di dalam sebuah usaha yang disebut dengan jaringan pesantren, rata-rata para patron Kabupaten Pekalongan adalah alumni-alumni yang tersebar di seluruh pesantren besar di Indonesia. hal ini juga memudahkan karena ketika ada hal-hal yang kurang berkenan bisa langsung dilakukan komunikasi dengan induk pendidikannya yaitu di Pesantren, hal ini lebih mudah untuk menjalin komunikasi efektif dan infentif dengan seluruh induk pesantren yang membawai para kiyai di Kabupaten Pekalongan, dan itu menjadi kekuatan Pemkab untuk melakukan komunikasi supaya baik, para kyai yang ada di kmpung-kampung dan kota-kota bisa lebih tunduk kepada patron yang diatas keuntungannya seperti itu.
Bupati juga mengucapkan terimakasih atas kerjasama selama ini yang luar biasa. Bupati merasakan netralitas TNI dan POLRI di Kabupaten Pekalongan. “Saya sebagai calon merasakan, pokoknya kita juga menjaga kehati-hatian dan profesionalitas kemudian tugas pokok dan fungsi masing-masing sudah dijalankan dengan baik, kita tidak pernah ada pembicaraan-pembicaraan menyangkut pilkada sekalipun karena saya menjunjung tinggi profesionalitas dan kinerja dari Kapolres beserta seluruh jajaran.” tegasnya
Kemudian, ditegaskan pula bahwa kebutuhan keamanan dianggap menempati posisi yang sangat strategis karena dengan aman yang dimiliki warga negara, maka warga dapat menjalankan ibadah dan pekerjaan dengan baik serta kehidupan bisa berjalan normal. ( El-Kominfo)
Publisher : aris
Jumat, 18 September 2020
Kamis, 17 September 2020
Acara Apel Peringatan HUT PMI ke-75 yang diselenggarakan PMI Kabupaten Pekalongan ini dipimpin langsung oleh ketua PMI Kabupaten Pekalongan yang sekaligus Wakil Bupati Pekalongan Ir. Arini Harimurti. Usai Apel selesai, Ketua PMI didampingi Pengurus PMI memberikan secara langsung santuan kepada anak yatim dan keluarga kurang mampu di sekitar markas PMI sebagai tanda kemanusiaan.
Peringatan HUT PMI kali ini berbeda dari peringatan pada tahun-tahun sebelumnya namun Arini berharap hal ini tidak mengurangi makna. “Dalam situasi pandemi covid19 seperti saat ini , harapannya semoga tidak mengurangi makna tapi justru dengan adanya covid 19 ini menjadi momentum untuk menambah semangat , memotivasi kita semua untuk lebih giat lagi dalam melaksanakan atau membuat inovasi-inovasi agar pelayanan kita kepada masyarakat semakin baik, “ ujar Arini saat wawancara dengan awak media di Balai Desa Kebonagung .
Arini menjelaskan sebelum adanya covid 19 kegiatan dilaksanakan secara terbuka yaitu berinteraksi langsung dngan masyarakat. “ Tentu saja tahun ini lebih sederhana, tetapi tidak mengurangi makna karena juga dilakukan dengan protocol kesehatan yang teratur, “ ujarnya.
Usai pemberian santuan, seluruh pengurus, staf dan relawan PMI Kabupaten Pekalongan mengikuti peringatan HUT PMI tingkat nasional melalui daring/streaming youtube dan TV PMI di Aula UDD PMI Kabupaten Pekalongan, kemudian dilanjutkan tabur bunga ke makam Kebonagung, makam Wonopringgo dan makam Bojong. (Ar-Kominfo)
Publisher : aris
Kamis, 17 September 2020
Program PTSL sendiri merupakan program dari pemerintah yang ditujukan bagi masyarakat untuk medapatkan sertifikat tanah dan bebas dari biaya pajak pembuatan sertifikat tanah.
Desa Karangsari sendiri dianggap sebagai desa yang telah sukses menjalankan program PTSL karena dari 700 pemohon pembuatan sertifikat , 683 telah lolos. Sehingga desa Karangsari sendiri menjadi desa percontohan atas kesuksesan pembuatan sertifikat tanah dengan program PTSL.
‘’Membuat sertifikat itu tidak mudah, tetapi dengan program pemerintah ini masyarakat bisa terbantu untuk bisa mendapatkan sertifikat tanah. Inilah program pemerintah yang tujuannya untuk mempermudah warga ketika ingin mendapatkan akses tentang sertifikat,’’ Kata Bupati Asip Kholbihi saat memberikan sambutan pada acara Pembagian Sertifikat Tanah secara simbolis di Desa Karangsari, Kecamatan Bojong (17/9).
Bupati Asip juga mengatakan bahwa sertifikat tanah sendiri memiliki nilai ekonomis sebagai alat untuk mendapatkan bantuan modal usaha dari Bank. Sehingga Ia berharap dengan terbitnya sertifikat tanah ini, masyarakat bisa menggunakannya dengan sebaik mungkin.
Ia juga berpesan kepada masyarakat untuk bisa menjaga sertifikat tanah yang telah diterima dengan baik, karena untuk mendapatkan sertifikat ini sendiri tidak mudah ditengah pandemi Covid-19 saat ini.
‘’ Jangan sampai hilang, disimpan baik-baik karena sertifikat itu mempunyai nilai ekonomi dan sangat penting,’’ ujarnya.
Sementara itu dalam kesempatan yang sama, Kepala Kantor Badan Pertanahan Negara (BPN) Kabupaten Pekalongan Imawan mengatakan bahwa di Desa Karangsari memiliki 1.194 bidang tanah yang ditargetkan pada tahun 2020 ini setidaknya 683 bidang tanah bisa diselesaikan untuk sertifikat tanahnya. Dari 683 bidang tanah yang dapat diselesaikan tersebut 647 merupakan tanah milik warga dan 36 merupakan tanah aset pemerintah desa.
‘’Alhamdulilah target kita untuk menyelesaikan program PTSL di desa Karangsari ini bisa berhasil dengan memenuhi target kita yaitu 683 sertifikat tanah bisa kita selesaikan,’’ kata Imawan.
Selain itu Imawan juga menjelaskan bahwa untuk program PTSL di Kabupaten Pekalongan tahun 2020 sendiri secara kuantitas memiliki target peta bidang tanah sebanyak 30.114 bidang, target sertifikat hak atas tanah sebanyak 23.295 bidang dengan lokasi kegiatan ada di 31 desa di 15 kecamatan dan semua target tersebut 100% telah berhasil dan tuntas.
‘’Sampai saat ini secara kuantitas target peta bidang tanah dan target sertifikat hak atas tanah di Kabupaten Pekalongan tahun 2020 telah tuntas 100% dan siap untuk diserahkan kepada masyarakat,’’ jelas Imawan.
Sedangkan untuk secara kualitas program PTSL sendiri, diungkapkan Imawan, BPN Kabupaten Pekalongan telah menyelesaikan 20 desa secara lengkap yang menampilkan lokasi tanah kegiatan dan keseluruhan data secara terperinci.
Pada acara ini, Kepala Desa Karangsari mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Kabupaten Pekalongan dan juga BPN yang telah mendukung penuh program PTSL di desa Karangsari sehingga 683 sertifikat tanah dapat diterima pada hari ini.
‘’Pada kesempatan ini saya berterimakasih kepada Pemerintah Kabupaten Pekalongan yang telah memberikan peluang kepada desa Karangsari,’’ ungkapnya. (Lus-Kominfo)
Publisher : aris
Kamis, 17 September 2020
Bupati mengucapkan terimakasih atas supporting dan partisipasi seluruh tim penggerak PKK dari tingkat Desa/Kelurahan sampai tingkat Kabupaten.
“ Kita memberikan evaluasi terhadap kinerja TP PKK dari tingkat Desa, Kecamatan dan Kabupaten. Secara umum sudah menggembirakan, karena supporting dari PKK ini dari tingkat Desa sampai Kabupaten memberikan kontribusi yang positif dan signifikan untuk progam-program unggulan (prioritas) kita seperti penurunan angka kemiskinan, peningkatan ekonomi dan pemberdayaan keluarga, “ ujar Bupati saat wawancara, Rabu (16/09) di Pendopo Rumah Dinas Bupati.
Menurutnya yang lebih penting adalah partisipasi gerakan-gerakan yang diinisiasi dari bawah, karena itu menjadi kekuatan pendukung pemerintah. Seperti ada gerakan Jum’at pagi, gema setia dan kudu sekolah, dimana semua itu adalah gerakan yang motornya adalah para ibu-ibu TP PKK.
Bupati berharap kegiatan itu membawa nilai lebih bagi pemberdayaan PKK di Kabupaten Pekalongan, minimal sebagai ajang refleksi 5 (lima) tahun kemarin apa yang sudah dilakukan dan apa yang masih kurang, untuk refresh (penyegaran kembali ) untuk program yang akan datang. Ia juga mengharapkan di era saat ini harus ada hal yang baru. Inovasi harus dimunculkan seiring dengan perubahan cara pandang masyarakat terhadap posisi pemerintah.
“ Tujuannya adalah bahwa tingkat kesejahteraan masyrakat Kab Pekalongan, setidaknya kalau diukur dari indicator makro yaitu kemiskinan, maka sebelum ada covid 19, kita masih menyisakan 84 ribu waga kabupaten Pekalongan yang miskin. Pada tahun 2015 angkanya 114 ribu ( turun dari 13 % menjadi 9%). Salah satu program kita, yaitu laboratorium kemiskinan, masuk top 45 inovasi daerah tingkat nasional,” ungkapnya
Selanjutnya Bupati juga memaparkan program-program inovasi yang didukung oleh masyarakat, salah satunya adalah program Gema Setia (Gerakan masyarakat stop kematian ibu dan anak). Program ini mendapat dukungan penuh dari CSR luar negeri Amway . Bahkan Ketua TP PKK Kabupaten Pekalongan Ny. Munafah Asip Kholbihi menjadi Duta Amway dan diberi mandat untuk berkeliling ke seluruh Indonesia, sehingga kabupaten/kota yang ingin bekerjasama dengan Amway harus mendapat rekomendasi dari ketua TP PKK Kabupaten Pekalongan.
Kemudian gerakan Gentong hebat (Gerakan gotong royong hidup bersih dan sehat). Ini merupakan gerakan dari bawah dan diinisiasi oleh masyarakat yang tujuannya mensupport agar program pemerintah berkaitan dengan angka kematian ibu dan bayi makin turun. Program ini telah berhasil dilihat secara statistic angka kematian ibu dan anak penurunannya signifikan.
Ada pula program inisiatif kerjasama dengan PT Tower Bersama Group (TBG), juga memberikan supporting kepada Kabupaten Pekalongan . Menurut Bupati bantuannya sangat manfaat karena punya konsen untuk menurunkan angka stunting pada anak dan hasilnya juga luar biasa.
“ Pada aspek lain, kita juga mendapat beberapa kejuaraan baik tingkat provinsi maupun nasional berkaitan hari lingkungan hidup, hari habitat dan penataan kumuh dari Kementrian PUPR,” imbuhnya.
Tidak hanya itu, dikatakan pula Pemkab punya program inisiatif yang bekerjasama dengan PKK, yaitu program ‘kudu sekolah’, gerakan ini harus disuport penuh dengan dana desa untuk mengembalikan Anak Tidak Sekolah (ATS)
Tim Penggerak PKK juga mensupport hal yang berkaitan dengan pemberdayaan UMKM. “ Kita pernah punya kegiatan yang masuk catatan Rekor MURI, yaitu mendatangkan 12 ribu perempuan berkebaya. Ini orangnya pakai batik kebaya dan jarik semua, sehingga pada saat itu hampir 20 ribu jarik dan kebaya diborong ibu-ibu kabupaten Pekalongan. Ini berasal dari UMKM kita, “ terangnya
Selanjutnya Bupati juga berharap agar seluruh program PKK ini didukung oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) se-Kabupaten Pekalongan. (Ar-Kominfo).
Publisher : aris
Rabu, 16 September 2020
Warga yang hendak melintas di jalan Poros Desa Jeruksari Kecamatan Tirto dan Kelurahan Bandengan Kecamatan Pekalongan Utara terpaksa harus berputar arah atau masuk ke perkampungan untuk mencari jalan alternatif, pasalnya akses jalan tersebut tertutup alat berat bego proyek normalisasi tersier yang sejak 10 September 2020 melakukan pengerukan saluran irigasi yang dangkal.
Seperti penjelasan warga Mulyorejo Condro pengguna jalan yang sering melintasi jalan tersebut, pihaknya menyampaikan sudah sepekan ini menggunakan jalur tikus karena masih ada pengerukan tersier, pihaknya juga tidak merasa keberatan meski harus memutar jalan karena demi kebaikan bersama.
Demikian halnya disampaikan Hj.Makrifah warga Wiradesa yang berjualan di Pasar Senteling Banjarsari Pekalongan menyampaikan jalan penghubung antara desa Jeruksari dan Kelurahan Bandengan ini merupakan jalur alternatif tercepat untuk menuju tempat usahanya, tapi kondisinya sangat memprihatinkan saat musim air laut pasang atau rob dan banjir juga meluap saat musim hujan. Dengan adanya pengerukan saluran irigasi tersebut diharapkan wilayah Jeruksari- Bandengan tidak tergenang lagi. (Rep. Teddy RKS)
Publisher : aris
Selasa, 15 September 2020
Menurut Bupati Asip Kholbihi SH.,M.Si, hal ini memudahkan masyarakat untuk membeli dan kemudian juga secara ekonomi desa menjadi untung karena keuntungan dari BUMDes nanti ada seri profit dengan desa, “Kalau dana desa dikelola dengan baik maka akan mendapat kemaslahatan atau kesejahteraan warga masyarakat.” Jelas Bupati dalam sambutannya di acara launching dan peresmian Pertadesa di Desa Karangjati Kecamatan Wiradesa pada Senin (14/9/20).
BUMDes di Karangjati diharapkan menjadi salah satu BUMDes yang handal karena memiliki banyak usaha, seperti air usaha minum, dan juga WIFI, serta 75% warga masyarakat Karangjati sudah mengakses internet. Bupati menegaskan bahwa hal ini menjadi contoh ketika dana desa dikelola dengan baik kemudian dimasukkan ke BUMDes maka output dan outcomenya bisa dirasakan oleh masyarakat
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Desa Karangjati, Tihar menyampaikan Pertadesa di wilayahnya fokus melayani kebutuhan pertalite. “Karena saya memandang wilayah ini ramai masyarakatnya, sedangkan kebutuhan pertalite sulit kalau di pengecer, jadi saya fokuskan di pertalitenya, pertamax juga ada tapi paling banyak pertalite.” Jelasnya
Publisher : aris
Senin, 14 September 2020
Bupati Pekalongan KH.Asip Kholbihi, SH.M.Si saat meninjau ke Desa Dadirejo, Kecamatan Tirto pada siang ini, Senin (14/9/2020) mengatakan bahwa pelaksanaan pembangunan jalan akan mulai dikerjakan dalam dua minggu kedepan setelah kontrak pembangunan disepakati. Untuk itu Ia berharap masyarakat dapat bersabar serta mendukung penuh program pembangunan ini.
‘’ Banyak sekali masuk di medsos kaitan para pengguna jalur ini terutama dari jembatan Karangjati yang ke utara yang menuju ke sini Insyaallah dalam beberapa hari kedepan sudah ada pekerjaan,’’ kata Bupati Asip Kholbihi.
Selain itu Bupati Asip juga berharap dengan akan dibangunnya perbaikan akses jalan Karangjati – Dadiejo dapat mempermudah masyarakat dalam melakukan aktivitas utamanya aktivitas ekonomi yang masih berkembang pesat di wilayah tersebut. Oleh karena itu Ia mengatakan dukungan dari masyarakat juga menjadi faktor penting untuk mensukseskan pembangunan akses jalan tersebut.
‘’ Jadi mohon dukungan masyarakat karena yang menghubungkan kecamatan Wiradesa dan Tirto, oleh karena itu ini sangat penting,’’ ujarnya.
Sementara itu Kepala Dinas DPU Taru Bambang Irianto melalui Kabid Bina marga Arif Rahman menyampaikan bahwa pembangunan akses jalan Karangjati – Dadirejo akan dibangun dengan lebar 3,5 meter dan panjang lintasan yaitu 700 meter.
Pihaknya juga meminta doa dan dukungan masyarakat supaya pembangunan ini dapat segera terealisasi dan selesai untuk mempermudah masyarakat mengakses jalan tersebut.
‘’ Dengan pembangunan yang akan segera dilaksanakan ini saya optimis program ini akan berhasil dan mohon dukungannya juga kepada seluruh masyarakat karena akses jalan ini merupakan kebutuhan kita bersama,’’ jelasnya.
Publisher : aris
Senin, 14 September 2020