KAJEN – DPRD Kabupaten Pekalongan menggelar Rapat Paripurna dengan agenda Penyampaian Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) pada hari ini, Senin (22/6/2020) Kegiatan secara daring ini dilaksanakan di gedung DPRD dan Ruang Rapat Bupati Pekalongan di Setda.
Bupati Pekalongan Asip Kholbihi menyampaikan bahwa Rapat Paripurna membahas dua Raperda yaitu, Raperda tentang pertanggung jawaban pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja daerah Kabupaten Pekalongan , serta Raperda tentang detail tata ruang bagian wilayah perencanaan Kecamatan Kedungwuni tahun 2020-2040.
Untuk Raperda tentang pertanggung jawaban pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja daerah Kabupaten Pekalongan tahun anggaran 2019, dijelaskan oleh bupati Asip bahwa laporan ini mengacu pada struktur laporan keuangan berdasarkan PP No.71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintah.
Dimana pendapatan daerah Kabupaten Pekalongan pada tahun 2019 dianggarkan sebesar Rp2.288.761.562.831,00 dan terealisasi sebesar Rp2.182.770.952.455,51 atau 95,37 %, sehingga terdapat selisih kurang sebesar Rp105.990.610.375,49 atau 4,63 % . Pendapatan Daerah tersebut dikatakan oleh Bupati Asip terdiri dari Pendapatan Asli Dareah,Pendapatan Transfer dan Lain-lain Pendapatan Daerah yang sah.
‘’laporan ini mengacu pada struktur laporan keuangan berdasarkan PP No.71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintah,’’ Pendapatan Daerah Kabupaten Pekalongan pada tahun 2019 dianggarkan sebesar Rp2.288.761.562.831,00 dan terealisasi sebesar Rp2.182.770.952.455,51 atau 95,37 persen. Dan pendapatan daerah itu bersumber dari PAD,Pendapatan Transfer dan lain-lain pendapatan daerah yang sah
Sementara itu, untuk Raperda tentang Rencana Detail Tata Ruang Bagian Wilayah Perencanaan Kecamatan Kedungwuni tahun 2020-2040, diungkapkan oleh bupati Asip bahwa Kecamatan Kedungwuni telah ditetapkan oleh Pemerintah Pusat sebagai salah satu wilayah dengan nilai investasi tinggi. Oleh karena itu, menurutnya Pemkab Pekalongan akan berupaya untuk mendorong pertumbuhan investasi daerah dengan menetapkan hukum dan peraturan zonasi sebagai dasar penertiban izin pemanfaatan ruang investasi di Kabupaten Pekalongan.
‘’Kecamatan Kedungwuni merupakan salah satu wilayah yang ditetapkan oleh pemerintah pusat sebagai wilayah dengan nilai investasi tinggi. Oleh karena itu, kami akan terus berupaya mendorong supaya pertumbuhan nilai investasi ini bisa lebih baik lagi,’’ ungkap Bupati Asip.
Dan hal ini sejalan dengan dengan Kebijakan Nasional yang tertuang dalam Perpres RI Nomor 91 Tahun 2017 Tentang Percepatan Pelaksanaan Berusaha dimana pemerintah daerah wajib memberikan dukungan dan kemudahan bagi para investor untuk mengembangkan usahanya di daerah. ‘’ Untuk itu, kami akan berupaya untuk mendorong pertumbuhan investasi yang sudah baik ini. Dan kami akan menetapkan aturan hukum terkait rencana detail tata ruang dan peraturan zonasi sebagai dasar penertiban izin pemanfaatan ruang investasi di Kabupaten Pekalongan,’’ ujar Bupati Asip.
Publisher : aris
Senin, 22 Juni 2020
KAJEN - Semenjak adanya pandemi Covid 19 membuat seluruh pelaku usaha terkena dampaknya, termasuk para pelaku pekerja seni. Untuk itu Paguyupan para pekerja seni Kabupaten Pekalongan mengadakan koordinasi dengan Bupati Pekalongan di Pendopo Kajeni,senin (22/6). Dijelaskan bupati, para pekerja seni dan pemkab berkoordinasi mengatur penyelenggaraan hajatan dengan memperhatikan protokol kesehatan. Selama ini Kabupaten Pekalongan masih mengalami pandemi covid 19, sehingga kegiatan-kegiatan yang mengundang kerumunan orang akan di atur.
KAJEN – Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Pekalongan melantik pengurus baru DPD, pengurus cabang , pengurus anak cabang sekaligus silaturokhim pada minggu ( 21/06) di masjid Al Barokah desa Bondansari Wiradesa. Acara silaturokhim pengurus baru dihadriri oleh bupati Pekalongan KH Asip Kholbihi,SH.,M.Si., sekaligus penyerahan bantuan pemkab Pekalongan untuk pembangunan masjid Al Barokah sebesar Rp. 200.000.000 serta hibah untuk PD.LDII kabupaten Pekalongan sebesar Rp.50.000.000. Pembangunan Masjid Al barokah sudah dimulai pada tahun 2006 dan sampai saat ini masih dalam proses pembangunan.
KAJEN - Bupati Pekalongan KH Asip Kholbihi,SH.,M.Si membuka pengajian rutin malam senin kliwon dan senin wage majlis ta’lim dan dakwah “Attauhidiyyah” aqidah ahlusunnah wal jamaah di Pondok pesantren Miftakhul Huda Pesantunan Kedungwuni , minggu (21/06) malam. Bupati dalam sambutannya mengungkapkan bahwa seiring cobaan dari Alloh SWT pandemi covid19 ini seluruh kegiatan keagamaan praktis terhenti . Pondok pesantren, sekolah-sekolah, pengajian-pengajian terhenti semua. Saat ini pemerintah mengambil sikap seiring perkembangan yang ada. Kegiatan keagamaan seperti pengajian sudah mulai dibuka tentunya dengan protokol kesehatan. “ Ketika kami menerapkan pada saat itu kabupaten Pekalongan dalam zona merah menggunakan parameter atau protokol sesuai dengan ketentuan daerah zona merah. Alhamdulilah saat ini kabupaten Pekalongan zona hijau, moga dapat dipertahankan sehingga kegiatan-kegiatan dalam rangka prakondisi normal baru sudah mulai kita laksanakan. Apalagi yang berkaitan dengan pengajian”, ujar bupati.
KAJEN – Pemkab Pekalongan sudah memperbolehkan warganya menyelenggarakan hajatan. Saat ini kabupaten Pekalongan sudah zona hijau sehingga kegiatan- kegiatan keagamaan seperti pengajian dan lainnya sudah mulai dibuka. “ Bagi warga yang hendak menyelenggarakan hajatan dipersilahkan. Sekarang zonanya sudah hijau sehingga tidak ada alasan kita menutup pengajian, menutup masjid, mushola, madrasah tapi karena situasi masih pandemi kita tetap hati-hati, minimal menggunakan masker, cuci tangan, makan yang bervitamin”, demikian yang disampaikan bupati Pekalongan KH Asip Kholbihi SH.,M.Si., saat di masjid jami’ Al Yusuf kelurahan Pekuncen Wiradesa, jum’at ( 19/06) siang.
KAJEN – Pemerintah Kabupaten Pekalongan semakin serius dalam menjalankan program yang telah ditetapkan mengenai sinergitas terhadap pembangunan tempat ibadah yang ada di Kabupaten Pekalongan. Program ini sudah berjalan sebelum adanya pandemi Covid-19. Dan sebagai wujud sinergitas dan dukunganya, Bupati menghadiri acara Peletakan Batu Pertama dan memberikan bantuan untuk pembangunan masjid Baitul Muahidin di Desa Jrebengkembang Kecamatan Karangdadap, pada hari ini Jumat (19/6/2020). Dalam kegiatan ini hadir pula , Kepala Dinas DPU Taru Bambang Iriyanto,Kepala Dinas Perkim LH Trinanto,Inspektorat Ali Riza, dan Asisten 1 Setda Totok Budimulyanto.
KAJEN – Untuk memudahkan jangkauan pelayanan kesehatan masyarakat, pemkab Pekalongan terus berupaya membangun berdirinya Rumah Sakit baru melengkapi Rumah Sakit – Rumah Sakit yang sudah ada sebelumnya. Salah satunya adalah didirikannya Rumah Sakit Kesesi yang pembangunannya telah dimulai pada tahun 2019. Bupati Pekalongan KH Asip Kholbihi,S.H.,M.Si., beserta wakil bupati Ir. Arini Harimurti, ketua DPRD kabupaten Pekalongan Hj. Hindun,M.H., Sekda Mukaromah Syakoer,MM beserta staf ahli, para asiten, para kepala OPD , para Camat,kepala Puskesmas, tokoh agama hadir dalam rangka doa bersama dimulainya pembangunan gedung RSUD Kesesi tahap kedua, pada Selasa (16/06) malam di gedung RS Kesesi.
Saat ini kabupaten Pekalongan sudah zona hijau. Bupati menghimbau kalau ingin mengadakan hajatan silahkan namun karena masih pandemi tetap harus hati-hati dan menggunakan protokolnya. Pemkab sangat menghargai dan tidak membatasi, serta memberikan petunjuk-petunjuk dan koridor agar semua bisa berjalan dengan baik dan masyarakat bisa sadar, selain itu Pemkab juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat, dan pengajian-pengajian juga sudah mulai jalan namun protokol tetap digunakan.
Prinsipnya, lanjut bupati, masyarakat harus menjaga barsama-sama agar zona hijau semakin mantap dan Kabupaten Pekalongan segera kembali ke zona normal.
Sementara itu, ketua tim pekerja seni Pekalongan Puryanto menyampaikan pihaknya sudah sedikit lega karena penyelenggaraan hajatan sudah boleh dimulai dengan protokol yang sudah ditentukan ( Humas Kominfo )
Publisher : aris
Senin, 22 Juni 2020
“ Pemerintah mempunyai tugas mewujudkan kebijakan pembangunan untuk kemaslahatan masyarakat. Salah satu wujud melaksanakan kemaslahatan tersebut diantaranya pemberian bantuan 200 juta untuk pembangunan masjid Al Barokah. Insyaalloh dengan sedikit bantuan dari pemerintah ini semogamen jadi spirit kita, semangat untuk segera menyelesaikan pembangunan masjid Albarokah ini”, ucap bupati. Masjid Al barokah yang tengah dalam proses pembangunan tersebut menurut bupati merupakan ruh dari organisasi LDII khususnya di kabupaten Pekalongan, tidak hanya menjadi tempat ibadah orang per orang menunaikan sholat fardhu maupun sunah saja.
Bupati mengajak jamaah menjadikan masjid Al Barokah sebagai salah satu episentrum atau pusat kegiatan dakwah Islamiyah dari LDII agar memberikan manfaat yang lebih besar , manfaat bagi jamaah sehingga cita-cita seluruh jamaah yaitu mewujudkan kehidupan selamat dunia akherat bisa terwujud.
Disampaikan pula sampai hari pemkab terus ikhtiar lahir batin untuk mengatasi musibah pandemi covid19. Secara umum penilaian dari Bappenas bahwa kabupaten Pekalongan sekarang sudah zona hijau. Tetapi karena saat ini masih masa pandemi, bupati berpesan agar masyarakat ikhtiar lahir batin. “ Lahiriahnya pakai masker, jaga jarak, cuci tangan pakai sabun, makan bergizi dan tidur cukup. Kalau tatanan itu dijalankan Insyaalloh kita aman dari virus covid19”, tandasnya.
Selanjutnya bupati berharap bantuan dari pemerintah tersebut bisa menyelesaikan pembangunan masjid sehingga masjid bisa berfungsi sec ara optimal. (Humas Kominfo)
Publisher : aris
Minggu, 21 Juni 2020
Dalam kesempatan itu bupati berpesan kepada para guru yang menghadiri pengajian untuk membekali anak didiknya dengan nilai-nilai yang bersendikan ahlussunah waljamaah. Seluruh proses pembelajaran yang benar dipandu oleh guru. Menurutnya , dengan mengikuti pengajian nantinya para guru dalam mengajar anak didiknya bisa menuntun amalan agar anak-anak semakin berisi . Oleh karena itu kepada para guru SD /SMP negeri , bupati mengingatkan pentingnya mengajarkan ilmu agama . “ Tanpa pembelajaran siraman rohani kita kering. Ilmu akidah harus dipelajari sebelum belajar ilmu-ilmu yang lain. Kita harus pandai menangkap perkembangan zaman. Sekarang ini harus dibekali dengan kemampuan ilmu yang paripurna. Utamanya adalah mempelajari ilmu agama”, terangnya.
Kedepan pemkab akan menginstruksikan kepada ASN, Camat, kepala desa dan pejabat lainnya untuk dapat mengikuti pengajian yang ada di sekitar rumah tinggal dalam rangka meningkatkan ketaqwaan dan menambah ilmu tentang agama.
“ Jangan punya persepsi kalau ngaji itu ketinggalan jaman. Itu persepsi yang keliru yang dibangun oleh kalangan yang tidak menginginkan pengajian berkembang. Monggo bareng-bareng , terutama guru, ayo ngaji”, ajak bupati. ( Humas Kominfo)
Publisher : aris
Minggu, 21 Juni 2020
Minggu, 21 Juni 2020
Dijelaskan bupati, masyarakat butuh aman. Aman terkait kamtibmas, aman dari gangguan ekonomi dan aman dari wabah. Saat ini masyarakat seluruh dunia mengalami wabah pandemi covid19. Kabupaten Pekalongan saat ini zona hijau, zona yang aman. Menurut bupati, warga Kabupaten Pekalongan yang terpapar positif covid19 total sejak bulan Maret sampai Juni jumlahnya menurun. Kehidupan keseharian di Kabupaten Pekalongan menuju normal. Oleh karena itu bupati meminta masyarakat memperbanyak doa agar covid19 segera berlalu.
Bupati juga menceritakan bahwa dirinya mendapat pesan dari pesantren untuk membangun jiwa masyarakat. “ Kalau WHO membangun raga, tapi pengajian, wirid, thoriqot, manakib dan sejenisnya, semua itu obat hati. Jangan sampai kesehatan jiwa dilupakan, hanya konsentrasi kesehatan jasmani saja. Sehingga saya dari masjid ke masjid, dari tempat ke tempat menyampaikan bahwa saat ini yang paling penting ikhtiar dijalankan, tapi jangan lupa selalu berdoa agar sabar dalam menerima cobaan,” ungkapnya.
Untuk pembangunan yang berjalan di Kabupaten Pekalongan, bupati menuturkan di kecamatan Wiradesa mendapat perhatian yang cukup besar. Pertama pasar wiradesa, dan kedua fly over ( Jalan layang ) jalan kereta api, dan ketiga rumah sakit Kraton II, sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat agar gampang mengakses rumah sakit. ( Humas Kominfo )
Publisher : aris
Jumat, 19 Juni 2020
Bupati Asip Kholbihi menjelaskan bahwa pembangunan masjid merupakan salah satu bentuk dari implementasi dasar keimanan dan ketakwaan manusia dalam aspek ibadah. Oleh karena itu bupati berharap masyarakat dapat bersama-sama membantu mensinergikan pembangunan masjid Baitul Muahidin supaya bisa cepat jadi. ‘’ Alhamdulilah hari ini kita bisa bersama-sama melaksanakan amalan yang mulia yaitu dari pembangunan masjid. Membangun masjid itu amalanya besar karena membangun masjid merupakan dasar dari wujud amal dan takwa kita dalam ibadah,’’ kata Bupati Asip.
Apabila sinergi dari masyarakat dan pemerintah itu baik, dijelaskan oleh Bupati Asip itu bisa mempercepat pembangunan tempat ibadah bisa jadi sesuai target. Menurutnya, bantuan itu tidak hanya berbentuk materi saja,melainkan bisa berupa tenaga yang diberikan oleh masyarakat. ‘’ Tadi panitia pembangunan masjid sudah menceritakan sejarah masjid ini, dan ini menjadi tanggung jawab kita sebagai syariat yang artinya kita semua harus gotong-royong dan kerja keras, kerja bersama dan membantu baik berupa tenaga maupun materi supaya masjid ini bisa jadi,’’ jelas Bupati Asip.
Dalam kesempatanya kali ini bupati Asip juga berpesan kepada masyarakat apabila ada masukan atau aspirasi mengenai pembangunan di Kabupaten Pekalongan ,itu bisa diutarakan karena pihaknya akan langsung berkoordinasi dengan dinas terkait untuk menindaklanjuti hal tersebut. ‘’ Kami mendoakan dan mendukung melalui program dari pemerintah kabupaten yang akan kami koordinasikan dengan dinas tekait,’’ ujar Bupati Asip.(Lusi kominfo)
Publisher : aris
Jumat, 19 Juni 2020
Bupati Menjelaskan, “Kabupaten Pekalongan merupakan daerah yang cukup subur di Jawa Tengah karena ketinggiannya dari 0-1900 mdpl, nanti pada ketinggian 500 600-1000 subur sekali, kemarin kita ada di kecamatan talun yang tingginya 600 itu subur, semua jenis tumbuhan itu tumbuh dengan baik karena alatnya itu seperti itu dibandingkan dengan negara-negara lain di Asia Tenggara, seperti di vietnam meskipun disana subur tapi tetap beda alamnya dengan indonesia, ragam nabatinya sangat jauh karena tanaman-tanaman paling banyak di Indonesia, bangkok juga tidak ada tanaman sama sekali” Jelas Bupati dalan Pidatonya.
Tanah di Kabupaten Pekalongan subur namun belum bisa dikelola secara maksimal, kemudian munculah puming-puming ini, serta muncul beberapa komoditas-komoditas yng mungkin punya kualitas tinggi.
Pemkab akan memfasilitasi dan karena banyak orang pekalongan yang secara individu menanam hasilnya lumayan, “Karena ini komoditas yang menurut saya umum, lagi booming yasudah tanam semua. Dulu kita pernah menanam apa saja, jaman jati merah menanam, jaman bunga juga menanam, karena lagi booming di pasar, dan juga di eksplore pasar internasional, kalau pasar internasional butuh kita siapkan sampelnya.” Tambah Bupati
Bupati juga memotivasi para petani, bahwa tidak ada salahnya para petani mencoba dulu, karena ini komoditas, biasanya kalau sampel di pasar itu lebih kecil dan harganya tinggi, mumpung belum besar. Seluruh hutan Kabupaten Pekalongan mempunyai tanah luas 9000 hektar, yang 3000 hektar tidak bisa ditanami, kemudian sisanya 26 ribu hektar bisa ditanami, bisa dikerjasamakan untuk mengembangkan kopi, kalau memang niat dan sudah berhasil menanam disini namun lahannya terbatas, kalau ingin lahan lebih besar segeras, masyarakat dihimbau untuk segera membuat kelompok, Pemkab akan memberikan fasilitas pengolahan hutan yang dekat daerah Pajomblangan namun juga harus kerjasama dengan masyarakat sekitar.
Disamping itu, Bupati menjelaskan bahwa Kabupaten Pekalongan saat ini dalam zona hijau, jadi kalau ada hajatan dipersilahkan namun tidak boleh terlalu besar, hiburan-hiburan dan kegiatan lainnya juga boleh dilakukan namun dengan skala terbatas dan tetap terapkan protokol kesehatan yaitu memakai masker, rajin cuci tangan, serta sosial dan pshycal distancing.
Jumlah positif di Kabupaten Pekalongan ada 9 orang, 5 sembuh, 1 meninggal dunia namun ber KTP Depok Jawa Barat, sedangkan 3 lainnya masih dirawat, dan yang 1 diantara 3 tersebut merupakan cluster DKI yang sudah dirawat disana namun kabur dari RS karena ingin bertemu keluarganya di Kampung, dan 1 lagi merupakan cluster Qim yang merupakan seorang anak (8 tahun) dari Ibu yang bekerja sebagai perawat di RS Qim Batang, Bupati menghimbau masyarakat untuk menjaga anak-anaknya karena rentan terkena virus. (Ela Nurfadhila)
Publisher : aris
Rabu, 17 Juni 2020
Dikatakan bupati, nantinya di kabupaten Pekalongan akan banyak Rumah Sakit, melengkapi Rumah sakit yang sudah ada di tingkat kecamatan diantara Siwalan, Wonokerto, Wiradesa, Kesesi, Kedungwuni, juga kecamatan Buaran nantinya akan didirikan Rumah sakit. Bupati berharap keberadaan Rumah sakit ini bermanfaat untuk meningkatkan pelayanan kesehatan sekaligus membuka kecamatan-kecamatan yang memang perlu didirikan Rumah sakit.
Sementara itu kepala Dinas Kesehatan kabupaten Pekalongan, Setiawan Dwi Antoro S.KM., dalam laporannya menyampaikan bahwa pembangunan gedung Rumah sakit Kesesi direncanakan dalam tiga tahap. Tahap pertama telah dilaksanakan pada tahun 2019, seluas 1144 meter persegi. Gedung tahap pertama sudah dimanfaatkan. Pembangunan gedung tahap kedua tahun 2020 ini, dengan luas lahan 3800 meter persergi. Pembangunan gedung tahap dua ini direncanakan terdiri dua lantai dengan kapasitas 60 tempat tidur dan diperuntukkan bagi perawatan kesehatan ibu dan anak dan juga kebidanan, ruang perawatan umum dewasa dan anak-anak, ruang ICU, ruang tindakan medik dan ruang isolasi, ruang observasi serta apotik. Sedangkan pembangunan tahap tiga, nanti di tahun 2021 dengan luas lahan 2430 meter persegi yang rencananya untuk ruang penataan landscape dan penataan ruang sekitar Rumah sakit. Pembangunan tahap ketiga nanti untuk penunjang yaitu poli penyakit dalam, poli penyakit anak, ruang laktasi, ruang radiologi, labaratorium, hemodialisa serta pembangunan penataan lingkungan sekitar Rumah sakit.
Wawan menambahkan , pihaknya telah menyiapkan anggaran sejumlah 8,7 Milyar. Anggaran itu akan digunakan pembangunan ruang perawatan untuk lantai 1 dan 2, ruang ICU, ruang anak. “ Orientasi kita saat ini adalah upaya kita bagaimana menurunkan angka kematian ibu dan anak”, paparnya. ( Humas Kominfo )
Publisher :aris
Rabu, 17 Juni 2020