KAJEN - Sejumlah Rumah Toko (Ruko) di Pasar Wiradesa Mulai pindah meski pelaksanaan Revitalisasi baru akan didilangsungkan Bulan November 2020 mendatang, Salah satunya Roku Remaja yang sudah menempelkan pengumuman untuk tempat barunya Senin (31/8).
Pasar Wiradesa merupakan salah satu Pasar Tradisional di Jalur Pantura Kabupaten Pekalongan yang sebentarlagi akan dipugar atau revitalisasi dengan menggunakan dana APBN dengan Perpres No 79 tahun 2019 menggunakan pola multi years.
Demi kenyamanan pelanggan dan supaya tidak tergesah gesah nantinya Cik Ayin salah seorang pemilik Ruko menyampaikan, pihaknya sudah mempersiapkan kepindahan lokasi baru usaha mereka yang tidak terlalu jauh dari lokasi ruko saat ini.
Karena Pembangunanya akan di mulai Tiga bulan lagi yaitu pada bulan November 2020, untuk itu sejumlah Rumah Toko yang berada di kawasan Jl.S parman Wiradesa ini mulai berbenah untuk menempati lokasi baru usaha mereka. Pemerintah juga sudah menyiapkan sejumlah hal untuk memenuhi pelaksanaan Revitalisasi Pasar wiradesa tersebut, diantaranya menyediakan pasar darurat, dokumen legalitas dan sarana lainya. (Rep. RKS)
KAJEN - RSIA Aisyiyyah Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan kini sudah luar biasa, hal ini dibuktikan oleh Bupati Pekalongan Asip Kholbihi saat berkunjung langsung dalam rangka peresmian gedung Panti Asuhan Yatim (PAY) Putri Aisyiyah Pekajangan, Minggu (30/8)
KAJEN – Minggu (30/8/2020) Pemerintah Kabupaten Pekalongan mendapat kehormatan dari para pecinta modifikasi mobil dengan digelarnya Custom War Motor Mobil Modifikasi Kontes di GPU Kajen. Para pecinta kontes modifikasi ini datang dari berbagai kota.
KAJEN- Bupati Pekalongan Asip Kholbihi SH.,M.Si meresmikan pembukaan lomba mancing mania desa Petukangan kecamatan Wiradesa sekaligus menyerahkan kendaraan Tosa kepada Kades Petukangan, minggu(30/08). Pembukaan lomba mancing mania dalam rangka HUT RI ke-75 tersebut dilangsungkan di bantaran sungai Sengkarang Petukangan Wiradesa dan diikuti oleh para peserta mancing serta disaksikan warga setempat. Bagi peserta yang menang lomba mancing akan mendapatkan hadiah berupa sepeda motor dan kambing.
KAJEN – Genap berusia 398 tahun pada 25 Agustus 2020 lalu, Kabupaten Pekalongan dikatakan sudah menjadi kabupaten yang maju. Hal ini dilihat dari berbgai potensi sumber daya yang sebagian besar sudah bisa dikembangkan oleh masyarakat. Oleh karena itu selaku pimpinan puncak di Kabupaten Pekalongan, Bupati Asip Kholbihi berharap Kabupaten Pekalongan akan menjadi semakin baik lagi di tahun-tahun mendatang. Hal itu diungkapkan oleh Bupati Asip Kholbihi saat memberikan santunan kepada anak yatim yang dilakukan di Pendopo Bupati Pekalongan pada hari Sabtu (29/8/2020).
KAJEN – Kelompok paguyuban pemuda Desa Wonopringgo Kecamatan Wonopringgo menyelenggarakan kegiatan Gerakan Menebar 20.000 Benih Ikan di sepanjang sungai desa Wonopringgo., Jum’at (28/08) pagi di sungai Desa Wonopringgo. Kegiatan dihadiri oleh Bupati Pekalongan Asip Kholbihi SH.,M.Si, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan Drs. Sirhan, Camat Wonopringgo Tuti Haryati S.,STP beserta forkopimcam, Kades Wonopringgo beserta seluruh perangkat desa, para Kades se Kecamatan Wonopringgo serta para warga Desa Wonopringgo.
KAJEN -Dalam rangka ikhtiar mewujudkan tata kelola keuangan organisasi yang akuntable dan transparan, KONI Kabupaten Pekalongan bekerjasama dengan Bank Jateng melaunching kartu atlet dan pelatih Kabupaten Pekalongan pada Kamis (27/8) di Kantor Bank Jateng Cabang Kajen. Jumlah total atlet di Kabupaten Pekalongan yang menerima launching kartu ini ada 416 atlet, dengan total anggaran sekitar 300 juta rupiah.
KAJEN –Sebanyak 70 fakir miskin dan wanita rawan sosial ekonomi (WRSE) mendapat bantuan sosial berupa alat penunjang kerja. Bantuan ini diberikan pada pagi ini di Ruang rapat kantor Dinas Sosial Kabupaten Pekalongan, Kamis (27/8/2020). Bupati Pekalongan Asip Kholbihi SH.,M.Si saat acara penyerahan bantuan menerangkan bantuan sosial ini ditujukan untuk memicu pemulihan kondisi ekonomi di tengah pandemi Covid-19 yang masih berlangsung utamanya bagi para wanita rawan sosial ekonomi karena mereka menjadi tulang punggung pencari nafkah di keluarganya.
Bupati juga mengucapkan terimakasih kepada RSIA karena sudah nyata, bagaimana dalam menjaga kesehatan resolusi kemudian kesehatan ibu dan anak, sekaligus melayani persalinan ibu secara baik.
Dikatakan, Pemkab sangat mengapresiasi dan berikan dukungan kepada RSIA, disamping RS bersalin lainnya. Bupati juga mengungkapkan RSIA didukung oleh para ahli yang luar biasa dan Ia berharap RSIA dapat memberi manfaat. “ Karena hakikat derajat tertinggi yaitu memberi manfaat, RSIA sudah nyata tanpa basa basi tanpa publikasi, “tandasnya.
Bupati juga mengungkapkan rasa syukurnya karena Covid 19 sampai bulan juni hanya 11 dan terjadi ekskalasi sampai 101 tapi yang sembuh juga sudah banyak, sedangkan yang dirawat sekitar 17 orang. (El-Kominfo)
KAJEN – Tregedi kebakaran rumah yang baru-baru saja terjadi di Desa Karangsari, Kecamatan Bojong memantik perhatian Pemerintah Kabupaten Pekalongan untuk melakukan replikasi program bantuan pembangunan rumah dari Kementrian PUPR RI (Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia). Bagaimana tidak, dugaan sementara pelaku kebakaran rumah sendiri merupakan menantu di rumah keluarga tersebut, yang diduga memiliki perbedaan kultur budaya. Satu rumah yang terbakar ini dihuni oleh beberapa KK, sehingga persoalan yang muncul menyebabkan pelaku membakar rumah.
Dalam kunjunganya ke rumah korban kebakaran di Desa Karangsari, Kecamatan Bojong, Minggu (30/8/2020), Bupati Pekalongan KH.Asip Kholbihi, , mengatakan bahwa kasus kebakaran rumah yang terjadi di Desa Karangsari ini merupakan potret permasalahan yang timbul karena permasalahan sosial, dimana menurtnya apabila satu rumah dihuni oleh banyak KK maka persoalan yang timbul akan semacam ini. Apalagi ditambah dengan perbedaan kultur budaya antara pelaku dan keluarga korban kebakaran.
Oleh karena itu, Ia mengatakan bahwa pihaknya akan segera melakukan sinergi dengan pemerintah desa untuk melakukan penanganan sosial untuk menanggulangi masalah semacam ini. ‘’Ini tantangan bagi pemerintah kabupaten, pemerintah desa agar keluarga-keluarga yang satu rumah masih ada beberapa KK ini supaya segera ada treatment apakah kita bikinkan RTLH atau mereplikasi program dari kementrian PUPR yaitu program RD yang sudah jalan kemarin pada tahun 2019 ,’’ kata Bupati Asip Kholbihi.
Adapun untuk rencana anggaran melakukan replikasi program dari kementrian PUPR RI sendiri, dijelaskan Bupati Asip, itu akan dianggarkan dari APBD, setelah pihaknya melakukan relokasi dan refokusing anggaran. Dan tidak hanya itu saja, untuk bantuan sosial bagi keluarga korban, lanjut Bupati Asip, itu akan menjadi tanggung jawab pemerintah kabupaten dan pemerintah desa Karangsari. Dan diketahui juga Kepala Desa Karangsari telah menggalang dana di desanya untuk membatu pembangunan kembali rumah korban. ‘’Kemarin dari BPBD sudah ada dan bu kepala desa ini sudah berinisiatif menggalang dana untuk perbaikan rumah, karena ini merupakan rumah pokok,’’ jelasnya.
Sementara untuk masalah hukum, diungkapkan Bupati Asip, itu menjadi kewenangan sepenuhnya Polres Pekalongan yang saat ini sedang melakukan identifikasi secara intensif terhadap kasus kebakaran rumah ini. Untuk itu Ia berharap semua pihak dapat menghormati proses hukum yang masih berjalan saat ini dan tidak melakukan keributan.
‘’Sementara proses hukum masih berjalan dahulu karena ini masih dalam tahap penyelidikan intensif oleh Polres Pekalongan. Dan Mudah-mudahan dengan seperti itu kita bisa mengidentifikasi dan melakukan deteksi dini tentang persoalan yang muncul, sehingga tidak terjadi lagi kisah pilu yang menjadi potret tentang masalah sosial,’’ ungkapnya. (Lus-Kominfo)
Bupati Pekalongan H. Asip Kholbihi, SH, MSi sangat mengapresiasi acara yang merupakan ajang kreativitas dari anak-anak muda yang ternyata sangat luar biasa ini. Hal ini disampaikannya saat membuka acara tersebut yang mana beliau sangat terkesan dengan modifikasi mobil yang dibikin sedemikian rupa sehingga sangat mengasyikkan ini. Dan seorang anak muda asal Wiradesa pemilik bengkel di Surobayan Kedungwuni yang berhasil merakit audio yang sangat luar biasa juga tak luput dari perhatian beliau. “Ini adalah penghargaan buat anak-anak.muda yang kreatif dan sangat luar biasa,” ujarnya.
Lebih lanjut Bupati menyampaikan dukungannya dan berharap agar event seperti ini bisa menjadi event 2 atau 3 bulan sekali sebagai agenda tahunan di Kajen. “Pemkab. Pekalongan akan memfasilitasinya,” lanjut Asip. (451h)
“ Dalam kesempatan yang baik ini nanti saya akan nenyerahkan Tosa untuk desa Petukangan. Kemudian, Bumdesnya yang berkaitan dengan pemberdayaan kambing berbasis komunitas mulai hari ini kita resmikan, “ ujar Bupati saat pembukaan lomba mancing.
Menurutnya diharapkan kambingnya nanti bisa menjadi andalan untuk Bumdes di desa Petukangan sehingga masyarakat yang tadinya nganggur bisa diberdayakan memelihara kambing, mengingat sekarang semua desa di kabupaten Pekalongan tengah berlomba-lomba Bumdesnya
“ Kaitan dengan pemberdayaan Bumdes desa Petukangan saya nyatakan resmi kita mulai, mudah-mudahan barokah, manfaat untuk kita semua dan secara resmi Tosa juga saya serahkan ke Pak Kades untuk dimanfaatkan, “ ucap bupati. (Ar-kominfo)
‘’Walaupun saat ini Kabupaten Pekalongan sudah lebih baik, tetapi prinsip saya akan terus mencari hal-hal baru atau menggali potensi yang ada di Kabupaten Pekalongan supaya kemajuan dan kesejahteraan di wilayah kita ini bisa tetap terjaga dan menjadi semakin lebih baik lagi,’’ ujarnya. Bupati Asip mengatakan bahwa maju tidaknya suatu wilayah itu ditentukan oleh pemangku kekuasaan dan masyarakatnya sendiri. Oleh karena itu Ia berharap dengan kedatangan anak-anak yatim ini bisa sekaligus mendoakan supaya kemajuan di Kabupaten Pekalongan bisa tetap terjaga.
Selain itu, Bupati Asip melanjutkan, dengan doa anak-anak yatim InsyaAllah kondisi di Kabupaten Pekalongan yang masih menghadapi masa pandemic ini bisa tetap aman dan upaya penanggulangan yang dilakukan oleh pemerintah untuk hal itu bisa dilakukan sebaik mungkin. Karena menurutnya, tanpa keamanan dan kondusifitas, mustahil aktivitas kemasyarakatan bisa tetap dijalankan disuatu wilayah. Untuk itu ikhtiar lahir dan batin untuk bangkit dlaam situasi pandemic saat ini itu penting dilakukan. ‘’Dengan kondisi pandemic yang masih berlangsung saat ini, saya juga meminta adik-adik untuk tetap menjaga kesehatan, tetap berdoa dan jangan lupa juga untuk mendoakan supaya di Kabupaten Pekalongan kondisinya semakin membaik,’’ jelasnya.
Selain itu, dalam kesempatan ini Bupati Asip juga berpesan kepada anak-anak yatim yang datang untuk tetap bersemangat, tidak usah minder dan terus berdoa supaya diberi keberkahan oleh Allah Swt, supaya menjadi anak yang soleh dan soleha, serta berguna bagi agama,nusa dan bangsa, serta bisa selamat dunia dan akhirat. ‘’ Saya berdoa semoga adik-adik yang hadir disini bisa menjadi anak yang soleh dan soleha, dan jangan lupa juga adik-adik untuk mendoakan yang lain supaya berkah, selamat dunia dan akhirat,’’ ungkapnya. (Lus-Kominfo)
Bupati Asip Kholbihi SH.,M.Si mengatakan konsumsi ikan di kabupaten Pekalongan tergolong masih rendah. Per tahunnya hanya sekitar 30 kg. Padahal rata-rata konsumsi ikan di provinsi Jawa Tengah sekitar 50 kg. Untuk itu Bupati mengajak warga kabupaten Pekalongan mulai gemar mengkomsumsi ikan dan menjadikan ikan sebagai lauk sehari-hari. “ Oleh karena itu sangat tepat pemerintah desa mengefektifkan saluran ini untuk pemberdayaan ikan tawar, “ ujar Bupati dalam sambutannya.
Kegiatan penyebaran 20.000 benih ikan merupakan swadaya dari paguyuban pemuda Desa Wonopringgo dan dibantu oleh Pemerintah desa, “ Tujuannya nanti untuk tempat pemancingan , yang penting dilarang memakai alat elektronik (setrum) , ‘ terangnya.
Bupati menambahkan bahwa aspek penting dari seluruh desa yang ada di kabupaten Pekalongan harus diberdayakan terus. “ Sering saya sampaikan bahwa hampir seluruh desa punya sumber daya. Ini adalah sumber daya alam yang dikelola dengan baik, sehingga nanti memberikan impact untuk kesejahteraan warga desa, “ paparnya
Oleh karena itu bupati mengungkapkan pihaknya mendukung kegiatan itu dan akan memberikan bantuan juga nanti akan menata sungai tersebut supaya lebih bisa punya potensi wisata. “ Ini nanti akan menjadi obyek wisata yang menarik minimal untuk lingkup kabupaten, “ imbuhnya.
Selesai memberikan sambutan, Bupati menebar benih ikan ke saluran sungai diikuti camat Wonopringgo, Kades hingga para pemuda desa secara bergantian menebar benih ikan dengan penuh sukacita. (Ar-Kominfo)
Kartu tersebut nantinya dapat digunakan untuk transaksi nontunai (e-money) untuk biaya latihan dan lainnya. Hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan kinerja serta prestasi dari para atlet supaya lebih maju.
Bupati Pekalongan Asip Kholbihi SH.,M.Si saat menghadiri acara launching menerangkan bahwa Pemkab belajar dari sejarah tata kelola pengelolaan KONI Kabupaten Pekalongan, tata kelola keuangan daerah spirit utamanya adalah transparansi yang merupakan ruh dari sistem tata kelola pemerintahan atau tata kelola keuangan daerah.
Dalam hal ini, aturan mainnya sudah dipenuhi, aspek transparansinya juga sudah dipenuhi, kemudian akuntabilitas atau pertanggung jawabannya juga harus dipenuhi. “Kalau 3 aspek sudah selesai maka insya Allah pertanggungjawaban keuangan KONI Kabupaten Pekalongan berjalan mulus kemudian ketika diperiksa BPK pun tidak ditemukan hal-hal yang tidak kita inginkan.” terangnya.
Bupati berpesan kepada para atlet untuk membangun kembali rasa kebersamaan dan rasa saling percaya karena hal itu adalah kunci sukses dari bergeraknya sebuah organisasi. Bupati juga mengajak para atlet untuk berprestasi dengan bersama-sama berlatih dan bertanding kalau event sudah dibuka kembali.
Dalam kesempatan tersebut dikatakan pula Pemkab berencana akan membuat kantor KONI dan gedung olahraga (GOR). Untuk pembangunan GOR center sudah disiapkan, lokasinya akan ada disamping UMKM Center Wonopringgo.
Ditambahkan bupati, Pemkab sudah mengikuti inovasi daerah yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi. Untuk bidang olahraga belum, namun di sektor lain seperti lingkungan juara 2, untuk prestasi olahraga Kabupaten Pekalongan masih rangking 37 . (El-Kominfo)
‘’Pemerintah Kabupaten Pekalongan dalam rangka mengantisipasi dan merecovery secara sosial terhadap dampak Covid-19 adalah memberikan bantuan untuk fakir miskin, kemudian wanita rawan sosial ekonomi, “ujar Bupati saat memberikan sambutannya.
Dijelaskan bupati, Wanita rawan sosial ekonomi adalah seorang ibu rumah tangga yang menjadi pilar pencari nafkah di keluarganya karena satu dan lain hal, seperti suaminya meninggal, merantau, atau sakit.
Para penerima bantuan diharapkan bisa memanfaatkan alat penunjang kerja sebagai modal usaha dengan sebaik mungkin. ‘’ Jadi bantuanya sesuai dengan kebutuhan berupa alat-alat penunjang pekerjaan. Ada yang butuh mesin jahit untuk menjahit di rumah, ada yang butuh gerobak, ada yang butuh almari dan macem-macem,’’ jelasnya.
Semua upaya itu dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Pekalongan sesuai instruksi dari pemerintah pusat untuk tetap melaksanakan usaha rem dan gas dalam rangka penanggulangan dampak sosial dan ekonomi pandemi Covid-19. ‘Jadi laju ekonomi tetap jalan dan penyebaran virus bisa kita hentikan,’’ ungkapnya. (Lus/Ar-Kominfo)