Bantu kami meningkatkan kualitas Website Resmi Kabupaten Pekalongan dengan mengisi survei singkat (±1 menit).
KAJEN - Bupati Pekalongan Asip Kholbihi, SH, MSi berikan pesan kepada Ikatan Pelajar Nahdlotul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlotul Ulama (IPPNU) Desa Gebangkerep Kec. Sragi Kab. Pekalongan untuk terus semangat dalam mencari ilmu agar siap menjadi kader calon memimpin masa depan, “Tugas IPNU/IPPNU tidak lain adalah tholabul ilmi, mumpung masih diberi kesempatan mencari ilmu manfaatkan untuk terus belajar jangan berhenti, karena mencari ilmu tidak ada batasan,” jelas Bupati dalam sambutannya saat membuka acara pelantikan IPPNU Sragi, Selasa (25/08).
Sebagai kader yang dipersiapkan untuk memimpin Jamiy’yah NU kelak, IPNU/IPPNU harus menguasai ilmu kepemimpinan, baik di tingkat desa, kecamatan, atau persiapkan diri menjadi Bupati kelak. Menurutnya, manusia hanya ada 2 peran di dunia yaitu kalau tidak bisa mengajar maka harus mengaji. “Tidak ada pilihan ke tiga, jangan sampai tidak mau mengajar dan tidak mau mengaji. Kalau ingin selamat harus pilih salah satu!,“ ujarnya.
Bupati menambahkan, generasi muda saat ini berbeda dengan generasi yang dulu, generasi muda saat ini ada di zaman digitalisasi, zaman yang tidak mengenal batas, artinya apa yang terjadi hari ini dengan kecanggihan teknologi detik ini pula bisa di lihat di Amerika atau daerah lain, begitupun sebaliknya apa yang terjadi diluar bisa di lihat dari sini pada detik ini juga. “Oleh karena itu dibutuhkan filter untuk memilah-milah mana yang bagus dan layak serta mana yang tidak bagus dan tidak layak, untuk bisa memfilter dengan baik maka seseorang harus memiliki ilmu, “ jelasnya.
Tak lupa Bupati juga memberikan motivasi sesuai sabda Rasulullah untuk menuntut ilmu walau sampai ke Negeri Cina, kalimat ini memiliki dua makna, yang pertama carilah ilmu walaupun tempatnya jauh yang mengibaratkan jauhnya Arab ke Cina pada saat itu, dan yang kedua memiliki makna carilah ilmu memang ke Negeri Cina. “Mengikuti hadits tersebut, Saya belajar langsung ke Cina, pelajaran yang saya dapat, orang cina itu punya sifat dan sikap disiplin, hemat, dan etos kerjanya yang bagus, hal inilah yang bisa diambil untuk diterapkan di diri masing-masing untuk menjadi orang yang bermanfaat untuk orang lain,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut Bupati juga berbagi pengalaman menuntut ilmu 15 tahun di pondok pesantren namun juga sekolah formal sampai S3 untuk menyeimbangkan keilmuannya, sehingga pantas untuk menjadi Bupati karena sudah diniati dan dipersiapkan ilmunya sejak kecil. “Kita harus mempersiapkan diri menjadi pemimpin di masa depan walaupun didesa sendiri. Sekarang orang desa bisa menjadi apapun yang penting niat dan punya ilmunya, Insya Allah dengan cara seperti itu akan menjadi orang-orang yang bermanfaat,” ujar Asip.Sekarang orang desa bisa menjadi apapun yang penting niat dan punya ilmunya, Insya Allah dengan cara seperti itu akan menjadi orang-orang yang bermanfaat,” ujar Asip.
Disampaikan Bupati ada 4 pemberian ilmu yang menempatkan pada level yang cukup tinggi, yang pertama dari level terendah adalah pemberian berupa harta financial, yang ke dua adalah yang berkaitan dengan pengetahuan praktis seperti berbagi ilmu masak atau keahlian lainnya, yang ketiga berupa pengetahuan seperti ilmu ibadah, dan yang tertinggi adalah pemberian maaf. (El-Kominfo).
Publisher : aris
Rabu, 26 Agustus 2020
KAJEN - Memperingati hari jadi Kabupaten Pekalongan yang ke-398, Pemerintah kabupaten Pekalongan menyelenggarakan Apel besar pada Selasa (25/08) pagi. Apel besar hari jadi kabupaten Pekalongan ke-398 dilangsungkan di halaman Rumah Dinas Bupati Pedopo Kajen, dipimpin oleh Bupati Pekalongan Asip Kholbihi SH.,M.Si, dan diikuti Wakil bupati Ir. Arini Harimurti, para unsur forkopimda, sekretaris daerah, para asisten sekda, staf ahli dan sekretaris DPRD, para kepala OPD, pimpinan instansi vertical, dan para pimpinan BUMD. Para kepala bagian setda, para camat se Kabupaten Pekalongan, perwakilan kepala desa dan lurah.
KAJEN – Dalam rangka menjawab tantangan jaman dan memberikan merespon secara cepat bentuk-bentuk pelayanan publik yang disesuaikan dengan era digitalisasi, pemkab Pekalongan melakukan inovasi baru. Salah satu inovasi tersebut adalah dengan dilaunchingnya aplikasi E-KIR yang dilaksanakan pada Senin (24/08) pagi di kantor Dinas Perhubungan kabupaten Pekalongan. E-KIR merupakan program pemkab Pekalongan melalui Dinas Perhubungan, bekerjasama dengan Bank Jateng dan didukung penuh Polres Pekalongan. Launcing E-KIR diresmikan oleh Bupati Pekalongan Asip Kholbihi SH.,M.Si dan disaksikan Wakil Bupati Ir. Arini Harimurti, para plt asisten, ibu kasatlantas mewakili Kapolres, Pimpinan Bank Jateng Kajen, para kepala OPD , juga dari asosiasi organda dan koperasi.
KAJEN – Resmi di launching pada hari ini, Minggu (23/8/2020), Saung Raden yang terletak di Desa Bungangan, Kecamatan Kedungwuni sajikan wisata edukasi yang memadai. Saung Raden sendiri merupakan wisata edukasi yang diinisiasi oleh pemerintah Desa Bungangan dengan berkolaborasi dengan Abi Muhammad penggiat wisata edukasi dari Banten.
KAJEN - Bupati Pekalongan Asip Kholbihi SH., M.Si menghadiri pengajian Majelis Al Abror Dukuh Secumpleng Desa Wiradesa Kecamatan Wiradesa pagi ini, Minggu ( 23/08) di gedung majelis ta’lim dan dzikir Al Abror, jalan raya Wiradesa – Kajen , Dukuh Secumpleng Wiradesa . Dalam kesempatan tersebut Bupati menuturkan ajaran dari Maulana habib Thohir, yaitu solusi agar selamat dunia akherat. Dijelaskannya, ada 4 golongan orang yang selamat. Pertama, jadi orng alim. Namun susah untuk jadi orang alim dengan berbagai syarat dan kriteria. Kedua, jadi orang yang ngaji. Ini hal yang mudah tapi tantangannya berat sekali, karena bisa dilihat dimana-mana setiap ada pengajian yang hadir sedikit.
“Sidang dewan di masa pandemic Covid 19 ini diselenggarakan untuk memberikan makna dan arti penting bagi kelahiran sebuah daerah oleh masyarakat dan rakyat Kabupaten Pekalongan, ” ungkap Bupati Pekalongan Asip Kholbihi saat menyampaikan sambutannya didepan anggota di gedung DPRD, selasa(25/8).
Peringatan Hari Jadi Kabupaten Pekalongan ke 398 Tahun 2020 kali ini, mengambil tema “Tetap Bersatu untuk Kabupaten Pekalongan Maju”. Tema ini mengandung makna harapan agar masyarakat Kabupaten Pekalongan yang heterogen senantiasa menjaga persatuan dan bahu-membahu membangun Kabupaten Pekalongan.
Ada pesan moral dalam tema tersebut yakni untuk bersama-sama bersatu padu melawan Covid-19 serta tetap menjaga kerukunan dan persaudaraan dalam menyikapi perbedaan pilihan dalam Pilkada 2020.“Semuanya itu merupakan salah satu modal utama dan faktor dominan Kemajuan Kabupaten Pekalongan. Tema tersebut diangkat sebagai “spirit” dan agar menjadi Resolusi Momentum Hari Jadi itu sendiri sebagai tanda keteguhan dan tekad yang kuat untuk mewujudkan Masyarakat Kabupaten Pekalongan yang sejahtera, religious dan berkelanjutan berbasis potensi local” terangnya.
Selanjutnya Bupati memaparkan rangkuman Capaian Kinerja berdasarkan Aspek Pembangunan Daerah. Dari aspek kesejahteraan masyarakat terdapat laju pertumbuhan ekonomi tahun 2018 adalah 5,76%. Tahun 2019 mengalami sedikit perlambatan menjadi 5,35%. Kontribusi terbesar dari sektor informasi dan komunikasi sebesar 11,57%.
Nilai PDRB per kapita Kabupaten Pekalongan pada tahun 2019 mencapai 25,46 juta rupiah per kapita per tahun meningkat dari Tahun 2018 yang hanya sebesar 23,88 juta rupiah per kapita per tahun. “Sementara itu, laju inflasi dapat kita kendalikan dengan baik dimana pada tahun 2018 laju inflasi Kabupaten Pekalongan adalah sebesar 3,08% dan turun di angka 2,80% pada tahun 2019”tandasnya.
Capaian Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kabupaten Pekalongan untuk tahun 2019 adalah 4,43% meningkat dari angka TPT tahun 2018 yang berada di angka 4,41%.Persentase penduduk miskin tahun 2018 adalah 10,06% dan pada tahun 2019 turun menjadi 9,71%.
IPM Kabupaten Pekalongan tahun 2019 adalah 69,71 meningkat dari IPM tahun 2018 sebesar 68,97. IPM Kabupaten Pekalongan tersebut di pengaruhi oleh Angka Harapan Hidup (AHH) sebesar 73,57; Angka Harapan Lama Sekolah (AHLS) sebesar 12,40; Angka Rata – rata Lama Sekolah (ARLS) adalah 6,88.
Sementara Pengeluaran perkapita per tahun Kabupaten Pekalongan pada tahun 2018 adalah Rp. 10.221.000 dan meningkat menjadi Rp. 10.508.000 pada tahun 2019.
Berikut adalah capaian kinerja berdasarkan aspek pelayanan umum untuk pelayanan dasar.Pelayanan dasar urusan Pendidikan, angka putus sekolah SD/MI juga terus turun. Tahun 2018 menunjukkan angka 0,22% dan turun menjadi 0,14 pada tahun 2019. Sementara itu angka putus sekolah siswa SMP/MTs pada tahun 2018 adalah 0,16% dan turun menjadi 0,12% di tahun 2019.
Yang cukup membanggakan angka kelulusan UN SD/MI maupun SMP/MTs serta Program Pendidikan Non Formal (Paket A, B, maupun C) baik pada tahun 2018 maupun tahun 2019 mencapai 100%.Proporsi SD/MI yang sesuai Standar Nasional Pendidikan pada tahun 2019 adalah 60% meningkat dari tahun 2018 yang hanya 56% dibanding dengan jumlah seluruh SD/MI.
“Sementara proporsi SMP/MTs yang sesuai Standar Nasional Pendidikan pada tahun 2019 adalah 35% meningkat dari angka yang hanya 30% di tahun 2018”tandasnya.
Pada akhirnya Kabupaten Pekalongan kini menjadi salah satu jujukan sentra pendidikan dari berbagai daerah karena kini sudah memiliki 8 (delapan) perguruan tinggi di wilayah Kota Santri.
Untuk pelayanan dasar urusan kesehatan, Angka Kematian Ibu melahirkan tahun 2018 adalah 11 kasus (68,51%) sementara tahun 2019 menjadi 10 kasus (60,45%). Untuk Angka Kematian Bayi (AKB) pada tahun 2018 adalah sebesar 115 kasus (7,16%), meningkat menjadi 144 kasus (8,7%) pada tahun 2019.
Angka Balita Gizi Buruk pada tahun 2018 adalah 48 kasus (0,06%) dan tahun 2019 turun menjadi 45 kasus (0,05%). Sementara itu persentase kasus stunting juga menurun dimana pada tahun 2018 sebesar 28,3% dan tahun 2019 menjadi 21,43%.
Dari sisi pembangunan infrastruktur, Persentase tingkat kondisi jalan kabupaten yang baik dan sedang pada tahun 2018 hanya 86,79% dan meningkat di tahun 2019 menjadi 92,43% dari target yang ada di RPJMD.
Persentase jembatan dalam kondisi baik pada tahun 2018 sebesar 97,50% sementara untuk tahun 2019 turun menjadi 85,99% dari total jembatan di Kabupaten Pekalongan yang berjumlah 364 jembatan.
Rasio jaringan irigasi pada tahun 2018 berada pada angka 3,14 sementara pada tahun 2019 berada pada angka 3,18.Untuk persentase Kawasan pemukiman kumuh pada tahun 2018 adalah 42% dan menurun drastis pada tahun 2019 menjadi 14%. Rasio Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) pada tahun 2018 sebesar 9,07% dan mengalami penurunan menjadi 7,07% pada tahun 2019.
Untuk akses sanitasi tahun 2018 adalah 79% dan meningkat menjadi 84,41% pada tahun 2019. Hal tersebut karena didukung program Pembinaan Badan Pengelola Sarana Penyediaan Air Minum dan Sanitasi (BPSPAMS) dengan 25 target binaan.
Sementara itu untuk cakupan pelayanan air minum pada tahun 2018 sebesar 85,71% dan meningkat pada tahun 2019 menjadi 86,51%. Persentase penduduk yang mendapatkan akses air minum yang aman pada tahun 2018 sebesar 79,75% dan meningkat pada tahun 2019 menjadi 86,51%. “Dan Terkait urusan pangan, Pemerintah Kabupaten Pekalongan berhasil meningkatkan angka produktivitas bahan pangan utama lokal pertanian. Produktivitas padi meningkat dari capaian tahun 2018 sebesar 52,46 ku/ha menjadi 52,86 ku/ha pada tahun 2019. Produktivitas kedelai tahun 2018 sebesar 14,56 ku/ha meningkat menjadi 14,64 ku/ha pada tahun 2019. Komoditas jagung mencapai peningkatan tertinggi dimana capaian tahun 2018 sebesar 50,39 ku/ha menjadi 53,32 ku/ha di tahun 2019”terangnya.
Keberhasilan tersebut didukung antara lain oleh memadahinya ketersediaan benih unggul dan pupuk. Semakin baiknya sistem dan jaringan irigasi pertanian sangat berperan penting dalam pencapaian hasil dari agenda prioritas 12 mandat rakyat tersebut.
Bupati menjelaskan Pemerintah Kabupaten Pekalongan telah berkomitmen untuk mendorong pertumbuhan UMKM. Komitmen tersebut dapat dilihat dari penambahan jumlah UMKM yang pada tahun 2018 sejumlah 44.696 menjadi 44.724 pada tahun 2019, peningkatan koperasi sehat dan tercapainya pembiayaan koperasi sebesar 31,54% pada tahun 2019 yang meningkat dari tahun 2018 sebesar 31%.
Untuk Jumlah investor berskala nasional mengalami peningkatan yang sangat fantastis, dari angka 52 investor pada tahun 2018 menjadi 111 investor pada tahun 2019. Pemberian kemudahan perizinan memberikan dampak positif dalam percepatan serta peningkatan penanaman modal dan berusaha dimana pengusaha secara mandiri dapat mengakses aplikasi sistem SIP TENAN maupun akses Online Single Submission (OSS).
Dalam perspektif peningkatan investasi, penyederhanaan proses perizinan merupakan hal yang harus dilakukan untuk peningkatan Ease of Doing Business (EODB) melalui efek multiplier, yang dihasilkan dari tumbuhnya investasi.
“ Selanjutnya Pada kesempatan istimewa ini, saya atas nama Pemerintah Kabupaten Pekalongan dan pribadi mengucapkan terimakasih kepada para pihak yang telah berupaya keras untuk kemajuan Kabupaten Pekalongan, sehingga Kinerja Penyelenggaraan Pemerintahan di Kabupaten Pekalongan memperoleh banyak apresiasi dan penghargaan,”lanjutnya.
Prestasi-prestasi yang telah diperoleh antara lain:
Yang lebih membanggakan lagi Kabupaten Pekalongan menerima Penghargaan Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Kementerian Keuangan sebagai apresiasi mampu mempertahankan pencapaian opini WTP dari BPK RI selama 4 tahun berturut-turut sejak tahun 2016 - tahun 2019.
Selain itu Kabupaten Pekalongan masuk Top 99 dengan program Laboratorium Kemiskinan BAPPEDA LITBANG dalam Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Tingkat Nasional (SINOVIK) Tahun 2020 oleh Kemenpan RB.
Penghargaan tersebut memacu kita untuk lebih konsekuen dan bertanggung jawab atas kinerja yang dilaksanakan untuk meraih prestasi yang lebih baik di masa mendatang dengan meningkatkan kinerja, kebersamaan, kekompakan dan sinergitas dalam penyelenggaraan pemerintahan baik dengan masyarakat maupun swasta.
Meskipun telah banyak keberhasilan dan capaian yang telah kita raih selama 398 tahun ini, namun harus kita akui bersama bahwa masih banyak “pekerjaan rumah” yang harus kita selesaikan. Pekerjaan rumah terkait kemiskinan, pengangguran dan lapangan kerja, kualitas sumber daya manusia, pelayanan pendidikan, pelayanan kesehatan dan jaminan kesejahteraan sosial serta peningkatan infrastruktur akan kami upayakan selesai hingga akhir periode kepemimpinan.
Hal tersebut telah menjadi komitmen kami sebagai Bupati dan Wakil Bupati dengan selalu mengharapkan dukungan penuh dari seluruh masyarakat dan keterlibatan aktif seluruh komponen pihak-pihak terkait dalam pembangunan di Kabupaten Pekalongan.
Dalam peringatan Hari Jadi ke-398 yang dibayangi pandemi covid-19 ini mari bersama kita mengevaluasi dan instropeksi diri atas kinerja kita selama ini. Segala bentuk kekurangan mari kita benahi bersama. Program yang telah berjalan dengan baik, mari kita lanjutkan sebagai bentuk kesinambungan pembangunan. Kami akan terus mencari, menggali program-program, terobosan-terobosan serta langkah-langkah strategis, kreatif dan inovatif dalam mewujudkan harapan masyarakat Kabupaten Pekalongan.
Target kita saat ini bukan hanya lepas dari pandemi.Jangan sia-siakan pelajaran yang diberikan oleh krisis.Jangan biarkan krisis membuahkan kemunduran.Justru kita harus melakukan lompatan besar kemajuan memanfaatkan momentum krisis yang saat ini sedang terjadi. Untuk itu kami membutuhkan dukungan semua pihak termasuk peran serta media.Peran media-digital yang saat ini sangat besar harus diarahkan untuk membangun kontribusi bagi kepentingan dan kemajuan Kabupaten Pekalongan.
Krisis ini telah memaksa kita semua untuk menjadi ekstraordinary people dengan cara kerja yang berbeda. Dari cara-cara normal menjadi ekstra normal.Dari biasa menjadi luar biasa.Dari prosedur Panjang dan berbelit menjadi smart short cut.Dari orientasi prosedur menjadi orientasi hasil.Pola pikir dan etos kerja kita harus berubah.Fleksibilitas, kecepatan dan ketepatan sangat dibutuhkan.Efisiensi, kolaborasi dan penggunaan teknologi harus diprioritaskan.Kedisiplinan dan produktivitas harus ditingkatkan.
Pada kesempatan kali ini, atas nama masyarakat Kabupaten Pekalongan saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada tenaga medis, seluruh petugas di Rumah Sakit, di Laboratorium, di klinik–klinik kesehatan dan Puskesmas, kepada para tokoh masyarakat, para relawan, awak media, aparat TNI dan Polri, para ASN di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan serta seluruh masyarakat Kabupaten Pekalongan atas partisipasi dan kinerjanya dalam mengatasi krisis pandemi covid-19.
Tidak lupa saya mengingatkan bahwa pesta demokrasi Kabupaten Pekalongan sebentar lagi akan dilaksanakan. Demokrasi harus berjalan dengan baik tanpa mengganggu kecepatan kerja dan kepastian hukum serta budaya adiluhung.Agenda pilkada 2020 harus tetap berjalan dengan disiplin tinggi dalam menjalankan protokol kesehatan.
Tujuan besar hanya bisa dicapai melalui kerja sama seluruh komponen masyarakat dengan gotong-royong, saling membantu, dan saling mengingatkan dalam kebaikan dan tujuan yang mulia. Demokrasi memang menjamin kebebasan, namun kebebasan yang menghargai hak orang lain. Jangan ada yang merasa paling benar sendiri dan yang lain dipersalahkan.
Publisher : aris
Rabu, 26 Agustus 2020
“ Hari ini, selasa 25 Agustus kabupaten Pekalongan tepat berusia 398 tahun. Peringatan hari jadi kabupaten Pekalongan merupakan wahana instropeksi diri, dengan bertambahnya usia kabupaten Pekalongan diharapkan dapat lebih mengangkat integritas diri dan lebih meningkatkan kompetensi dalam kinerja, “ucap Bupati Asip mengawali sambutannya.
Melalui momen peringatan hari jadi ini diharapkan masyarakat kabupaten Pekalongan dapat bersatu padu melawan pandemic covid 19 dengan mematuhi protocol kesehatan, serta menjaga kerukunan dan persaudaraan dalam menyikapi perbedaan pilihan dalam Pilkada yang akan dilaksanakan pada tanggal 9 Desember 2020 mendatang.
Dalam kesempatan apel besar tersebut Bupati menyampaikan Pandemi covid 19 yang melanda negeri ini akhirnya memaksa pemerintah untuk benar-benar memanfaatkan teknologi informasi dalam menyelenggarakan pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat. “ Saya juga mengucapkan banyak terimakasih dan mengajak para pimpinan, kepala OPD serta Direktur Rumah Sakit agar terus berkomitmen memanfaatkan momen ini untuk semakin mengenalkan dan mengedukasi masyarakat terkait layanan yang dapat diakses secara online, sekaligus membudayakan prinsip digital melayani di lingkungan unit kerja masing-masing, “ paparnya.
Terakhir, bupati berharap kepada seluruh jajaran pemerintah daerah kabupaten Pekalongan untuk dapat melakukan prosedur pencegahan penularan covid 19 karena seluruh jajaran pemkab harus selalu sehat serta memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh masyarakat kabupaten Pekalongan. (Ar-Kominfo)
Publisher : aris
Selasa, 25 Agustus 2020
Selasa, 25 Agustus 2020
Selasa, 25 Agustus 2020
Bupati Pekalongan dalam sambutannya menjelaskan E-KIR mempunyai keunggulan lebih mudah dan cepat, juga yang lebih penting adalah lebih akuntabel karena ini menyangkut dana masyarakat yang harus dikelola dengan pertanggungjawaban yang baik.“ Hari ini kita uji KIR di Dinhub. ini ada aplikasinya. Pembayarannya kalau dulu hand to hand dengan bendahara dinas atau dengan yang ditunjuk, sekarang sudah menggunakan elektronik, “ terang Bupati.
Kemudian setelah E-KIR ini, selanjutnya akan ada E-Parkir dan e-Retribusi. Bahkan tidak hanya Dinas Perhubungan saja, melainkan di OPD lain jug akan dikembangkan program serupa. “ Pemkab akan mendorong semua lini OPD income ini utuk melakukan elektronik semua. Semua akan kita dorong kesana sehingga akuntabilitasnya lebih bisa dipertanggungjawabkan ,” ungkapnya.
Dengan dimulainya penerapan E-KIR di Kabupaten Pekalongan bupati berharap dilakukan juga sosialisasi. “ Karena ini memudahkan akses masyarakat untuk membayar retribusi kendaraan bermotor. Jadi yang penting sosialisasinya,” imbuh bupati.
Pimpinan Bank Jateng Cabang Kajen, Guirin Nugroho mengatakan Perkembangan teknologi yang sekarang ada dapat diambil kemudahannya terkait dengan berbagai macam hal. Salah satunya adalah Bank Jateng kerjasama dengan Pemkab dalam hal ini Dinhub untuk melaksanakan house to house terkait dengan pembayaran uji kendaraan atau E-KIR. Bank Jateng selaku perusahaan milik pemerntah mendukung semua program pemerintah yang ada khususnya program pembayaran non tunai (noncash transaction). Sehingga akuntabilitas atas proses keuangan didukung semaksimal mungkin. Guirin menambahkan E-KIR sudah dilakukan di beberapa tempat, terakhir di Kabupaten.Karanganyar. “ Manfaat dari E-KIR kita bisa mengoptimalkan melayani para nasabah/wajib uji. Kemudian mendukung program pemerintah kaitannya dengan noncash transaction, juga meminimalisir antrean,” terang Guirin.
Sementara itu Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Pekalongan Wahyu Kuncoro ST.,MT dalam laporannya menyampaikan penyelenggarakan launcing E-KIR tersebut merupakan satu bentuk pelayanan pengujian dengan menggunakan sistem non tunai. Pelaksanaan kegiatan launching E-KIR ini merupakan hasil kerjasama antara pemkab Pekalongan dan Bank jateng yang dapat diakses melalui aplikasi e-kir.pekalongankab.go.id, dimana melalui sistem ini, pemilik kendaraan bermotor dapat melakukan pendaftaran dan pembayaran retribusi uji kendaran secara online. Pada layanan ini pemilik kendaraan dapat melakukan pembayaran melalui 4 chanel, yaitu E-banking, ATM, teller dan agen laku pandai. (Ar-Kominfo)
Publisher : aris
Senin, 24 Agustus 2020
Pada kesempatan ini Bupati Asip Kholbihi melaunching Saung Raden, ia mengatakan bahwa inisiasi ini merupakan usaha yang kreatif dari Bumdes Desa Bungangan dalam rangka pemanfaatan potensi sumber daya alam yang ada. ‘’ Kita meresmikan saung Raden sebuah kerjasama kolaborasi yang bagus antara pemerintah Desa Bungangan dengan Mas Abi Muhammad yang berasal dari Banten, yang sudah mempunyai pengalaman panjang untuk mengelola tempat-tempat untuk edukasi,’’ Kata Bupati Asip Kholbihi saat melaunching Saung Raden di Desa Bungangan, Kecamatan Kedungwuni, Minggu (23/8/2020).
Ia juga menuturkan bahwa pihaknya akan mendukung penuh Saung Raden dengan memfasilitasi dan membuat regulasi untuk pengembangan Saung Raden ke depanya. Apalagi,lanjutnya, Saung Raden ini menyediakan wisata edukasi yang bagus untuk pendidikan anak-anak berupa edukasi pertanian. Sehingga dengan itu akan menarik minat anak-anak untuk belajar berocok tanam. ‘’ Prinsip wisata ini sangat mendidik dan pemerintah kabupaten akan mendukung penuh sebagai wujud dari komitmen pemerintah untuk memajukan wisata-wisata yang ada di kabupaten,’’ tuturnya.
Selain sebagai wadah pengembangan potensi sumber daya alam, ungkap bupati, Saung Raden ini juga wadah bagi pemberdayaan anak-anak punk yang biasanya tidak produktif di jalanan, sekarang di Saung Raden memiliki tempat untuk dididik melakukan kreativitas. ‘’ Salah satunya adalah ini saung Raden karya dari anak-anak punk yang biasanya ada di jalan-jalan kemudian masuk ke saung ini, yang kemudian diedukasi supaya kembali lagi ke kehidupan yang lebih layak,’’ ungkapnya.
Dan Bupati Asip juga berharap, Bumdes lain yang ada di Kabupaten Pekalongan bisa mencontoh Desa Bungangan untuk melakukan inovasi pengembangan potensi desa untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat di daerahnya. ‘’ Dan seluruh kepala desa diharapkan untuk bisa melakukan kolaborasi atau bersinergi dengan pihak manapun untuk kemajuan daerahnya masing-masing, seperti yang dilakukan oleh Desa Bungangan ini,’’ pungkasnya.
Sementara itu dalam kesempatan yang sama Abi Muhammad selaku penggiat wisata edukasi dari Banten mengatakan bahwa Ia tertarik untuk berkolaborasi dengan Bumdes Desa Bungangan karena menilik potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia yang bagus di desa ini sendiri, juga dukungan dari pemerintah yang sangat baik. ‘’ Ya pertama karena komponen masyarakatnya juga sumber daya yang ada juga tantangan bagi saya untuk mengedukasi pemudanya,’’ jelasnya. (Lus-Kominfo)
Publisher : aris
Minggu, 23 Agustus 2020
Kalau tidak bisa ngaji, lanjut Bupati, masih ada alternatif ketiga, yaitu jadi pendengar. Ini juga dianggap berat karena kita tidak terbiasa mendengarkan nasehat-nasehat diniyah dalam waktu lama. Kemudian menurut Maulana habib Thohir, ada satu lagi, yakni senang dengan santri atau orang yang ngaji. Sebaliknya jangan sampai kita jadi orang yang golongan kelima,yaitu orang yang tidak bisa ngajar ilmu agama, tidak pernah ngaji, tidak pernah mendengarkan ngaji, juga tidak senang orang ngaji. Karena akan celaka.
Bupati juga mengungkapkan rasa keprihatinnya terhadap generasi muda sekarang yang kurang antusias mengikuti pengajian atau majelis ta’lim. Ini bisa dilihat setiap ada majelis pengajian biasanya yang hadir orang-orang tua. “ Saya lihat yang ngaji orang-orang tua, yang muda-muda tidak ada , saya kuatir nanti lama-lama ngaji ini hilang. Oleh karena itu Pemkab berterimakasih adanya majelis-majelis ta’lim, kemudian kita ke bawah lagi, pembinaan terhadap generasi muda, “ungkapnya
Bupati juga menekankan bahwa ngaji itu yang paling penting istiqomah . “ Tidak ada jaminan agama langgeng di sebuah daerah tergantung ikhtiar kita semua. Oleh karena itu pengajian tetap didorong terus supaya tambah ramai, mengimbangi kemaksiatan yang ramai, “ imbuhnya. Di akhir sambutannya Bupati meminta doa semoga semua pejabat yang dipimpinnya menjadi orang-orang yang sholeh, dapat menjalankan amanah dengan baik. (Ar-Kominfo)
Publisher : aris
Minggu, 23 Agustus 2020
Minggu, 23 Agustus 2020