KAJEN - Gubernur Jawa Tengah H. Ganjar Pranowo, SH.,M.IP meresmikan 3 jembatan secara bersamaan, yakni Jembatan Kesesi di Desa Kesesi Kecamatan Kesesi dan Jembatan Kali Keruh di Desa Luragung Kecamatan Kandangserang Kabupaten Pekalongan, serta Jembatan Polaga di Desa Pasir Kecamatan Bodeh Kabupaten Pemalang pada selasa (07/01/20) pagi. Perersmian dipusatkan di Jembatan Kesesi Kecamatan Kesesi Kabupaten Pekalongan.
Kunjungan Gubernur didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Cipta Karya Provinsi Jawa Tengah serta jajarannya, diterima langsung oleh Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si., Wakil Bupati Ir. Hj. Arini Harimurti, Ketua DPRD Dra. Hj. Hindun, MH., Kapolres Pekalongan AKBP Aris Tri Yunarko, S.IK.,M.Si., Dandim 0710 Pekalongan Letkol Inf. Arfan Johan Wihananto, S.IP.,MMS serta unsur Forkopimda lainnya. Tampak juga Sekda Dra. Hj. Mukaromah Syakoer, MM beserta para Kepala Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Pekalongan.
Gubernur Ganjar berharap dengan dibangunnya ketiga jembatan tersebut mudah mudahan bisa membantu kelancaran transportasi serta meningkatkan perekonomian masyarakat. “Namun ini tidak ada artinya kalau kita tidak merawat. Sampahnya, tamannya juga konstruksinya agar dijaga betul. Mudah-mudahan apa yang dikerjakan kontraktor bagus. Sehingga kita akan diuji langsung di musim hujan yang curahnya cukup tinggi, dan kita harapkan masyarakat bareng-bareng membantu”, tuturnya
“Masyarakat saya pesan jangan buang sampah di sungai, dikelola dengan baik, agar tidak menimbulkan persoalan baru nantinya”, imbuhnya
Menjawab pertanyaan seputar penanganan bencana di Jawa Tengah, Gubernur Ganjar mengungkapkan bahwa ritmenya sudah mulai kelihatan, misal menjelang kemarau apa yang harus dilakukan, demikian juga menjelang musim penghujan apa yang harus dilakukan. “Sekarang tinggal kita mendistribusikan seluruh informasi yang paling actual. Kita ada bencana di hampir setiap kabupaten/kota, kita dilapori tiap hari dan kita tangani. Kemarin kita mengirimkan bantuan logistik ke DKI Jakarta, Jabar dan juga Banten”, tambahnya.
Sementara itu Bupati Pekalongan KH Asip Kholbihi SH.M.Si yang mendampingi Gubernur menyatakan bahwa jembatan Kalikeruh Luragung Kecamatan Kandangserang sudah diresmikan oleh Bapak Gubernur karena sumber pendanaannya adalah dari Propinsi dengan nilai kontrak proyek sebesar 14, 6 milyar.
“Dulu jembatan ini roboh/runtuh karena salah satu penyebabnya adalah penambangan pasir liar. Oleh karena itu saya menghimbau kepada seluruh masyarakat, tolong jangan menambang pasir atau batu dekat jembatan”, tutur Bupati Asip
Dalam kesempatan tersebut Bupati menghimbau kepada kades, camat, agar memberi tahu masyarakat jangan sampai terulang kembali melakukan penambangan liar. “Ini beban berat bagi sebagian masyarakat akibat robohnya jembatan ini, antara lain banyak guru yang berdomisili di wilayah Kabupaten Pekalongan mengajar di Kabupaten Pemalang,” terang Bupati.
Selanjutnya, menurut bupati yang paling penting, sesuai dengan pesan dari Gubernur yang menitipkan agar jembatan Kali Keruh untuk dijaga dan dirawat karena menggunakan uang rakyat yang tidak sedikit jumlahnya. “Mudah-mudahan semua warga Luragung yang nyambung dengan jembatan ini, ekonominya lancar, tinggal penerangannya nanti kita buat”, pungkasnya. (red)
KAJEN – Menindaklanjuti perintah Gubernur Jateng untuk meningkatkan kewaspadaan bencana banjir dengan melakukan cek langsung ke lapangan, Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.M.Si, melakukan peninjauan wilayah rawan banjir di Kecamatan Tirto, Sabtu (4/1/2020) sore.
KAJEN - Bertempat di Alun-alun Kajen dilaksanakan Upacara Hari Amal Bakti (HAB) Kementrian Agama Republik Indonesia ke-74 Tingkat Kabupaten Pekalongan, Jumat (3/1/2020). Upacara mengambil tema “Rakyat Rukun, Indonesia Maju”.
KAJEN - Tahun 2020, Pemerintah Kabupaten Pekalongan menganggarkan sebesar Rp 2,4 Trilyun guna membiayai semua kegiatan yang ada di daerah. Untuk itu, dalam mengelola anggaran semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang mendapatkannya harus transparan. Ini semua dilakukan dalam rangka menciptakan zona pemerintahan yang bebas dan besih dari Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN).
KAJEN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan tahun 2020 akan fokus pada penuntasan pekerjaan infrastruktur perbaikan jalan sampai 100 persen mulus, sebagai kelanjutan kegiatan di tahun 2019. Untuk kenyamanan masyarakat, serta melesatkan pertumbuhan ekonomi daerah.
KAJEN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan terus memantau dan memperhatikan perkembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), khususnya untuk barang dagangan makanan. Hal ini dibuktikan dengan digelarnya pelatihan kewirausahaan bagi pelaku UMKM kerjasama antara Pemkab dengan PT. Indomaret di Aula Lantai I Setda Kabupaten Pekalongan, Senin (30/12 /2019).
KAJEN - Rapat Akhir Tahun (RAT) yang diadakan oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Pekalongan tahun 2019 terasa spesial, betapa tidak, selain dihadiri langsung oleh Anggota DPR RI, juga mengundang secara langsung Bupati Pekalongan.
"Dulu, setiap memasuki tahun baru, warga Desa Jeruksari merasakan kesedihan karena kondisi jalan, balai desa, dan rumah terendam air. Namun, Januari awal tahun 2020 masyarakat Desa Jeruksari sudah bisa tertawa karena kondisi desa saat ini sudah tidak dilanda banjir," kata Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.M.Si saat meninjau kondisi Desa Jeruksari, Sabtu (4/1/2020).
Menurutnya adanya tanggul penahan rob bisa mengurangi banjir maupun rob di pesisir utara Kabupaten Pekalongan. "Ada sedikit genangan air di beberapa titik Jalan Desa Jeruksari. Tapi, ini bukan karena rob melainkan air hujan, karena beberapa hari ini intensitas hujan di Kabupaten Pekalongan tinggi," ungkapnya.
Asip mengungkapkan mudah-mudahan banjir yang ada di Desa Jeruksari sudah berakhir. Tapi, pihaknya menekankan untuk masyarakat selalu meningkatkan kewaspadaan mitigasi bencana.
"Apabila terjadi sesuatu, aparatur dari desa, camat, hingga pemkab sudah siap dalam menghadapi bencana," jelasnya.
Menurut Bupati KH. Asip saat ini pemerintah akan menata drainase yang ada di Desa Jeruksari. "Semua drainase tidak boleh ada bangunan, jika ada bangunan dibersihkan. Hal ini, untuk menata kawasan ini agar tidak terjadi banjir kembali," tuturnya.
Sementara itu, Kades Jeruksari Budiharto menceritakan berkat adanya tanggul penahan rob, Desa Jeruksari tidak mengalami kebanjiran. "Dulu pada saat banjir dan setiap tahun baru warga Desa Jeruksari selalu ditemani banjir, namun sekarang alhamdulilah tidak banjir lagi. Bahkan, dulu warga Jeruksari setiap bulan belinya jajan sertu atau tanah untuk meninggikan rumahnya. Tahun 2020, sudah bisa beli jajan bakso," ungkapnya.
Pihaknya berharap semoga Desa Jeruksari terhindar dari bencana banjir pasca adanya tanggul penahan rob. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Dengan didampingi Kepala DPU Taru Ir. Bambang Irianto, M.Si., Camat Tirto Agus Dwi Nugroho, S.STP beserta Muspika dan para Kades terkait, Bupati Pekalongan meninjau di Desa Pacar, Desa Tegaldowo, Desa Mulyorejo dan Desa Jeruksari.
"Desa Pacar yang ada di Kecamatan Tirto dan berada di dekat Pantura berpotensi banjir, akibat meluapnya Sungai Miduri. Apalagi, intensitas hujan di Kabupaten Pekalongan meningkat. Oleh karena itu, kami ingin melihat kondisi di desa ini," kata Bupati KH. Asip.
Dikatakan, ketika musim hujan desa ini selalu menjadi langganan banjir. Sehingga, Pemerintah Kabupaten Pekalongan sedang membuat rekayasa agar Desa Pacar tidak menjadi langganan banjir. "Daya tampung Sungai Miduri ketika musim hujan sudah over, kemudian pembuangan dari desa-desa sekitar juga mempengaruhi. Oleh karenanya, kita membutuhkan treatment khusus untuk menangani bencana ini," ungkapnya.
Bupati KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si menyampaikan kondisi saat ini di Kabupaten Pekalongan masih aman. Bahkan, pada saat mengecek tanggul dan pompa penyedot air sudah berfungsi dengan baik. "Memang ada genangan air tapi tidak tinggi seperti tahun 2019. Walaupun ada banjir tapi sedikit, ini menjadi konsen pemerintah untuk menanggulanginya. Mudah-mudahan tahun ini Kabupaten Pekalongan sudah tidak terkena banjir lagi," tambahnya.
Terpisah, Imron perangkat Desa Pacar mengatakan ada 62 rumah yang menjadi korban banjir. Menurutnya, banjir ini disebabkan karena curah hujan di Kabupaten Pekalongan yang tinggi. "Kondisi saat ini warga resah dan terganggu aktifitasnya. Bahkan untuk makan dan minum warga membeli. Kemudian, rata-rata ketinggian air di dalam rumah mencapai 40 cm," ungkapnya.
Imron menambahkan warga berharap ada penambahan pompa untuk mengurangi debit air, karena pompa yang dimiliki saat ini kondisinya rusak.(didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.M.Si menjadi Inspektur Upacara. Dihadiri Wakil Bupati Pekalongan Ir. Hj. Arini Harimurti, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Hj. Mas'udah, Kapolres Pekalongan AKBP Aris Tri Yunarko, S.IK., M.Si, serta unsur Forkopimda lainnya. Selain itu, Kepala Kemenag Kabupaten Pekalongan DR. H. Kasiman Mahmud Desky, dan beberapa Kepala Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Pekalongan. Upacara diikuti oleh ribuan unsur Kementerian Agama mulai dari pegawai Kemenag, KUA, seluruh guru dan siswa-siswi dibawah naungan Kementerian Agama Republik Indonesia di Kabupaten Pekalongan.
Menteri Agama Republik Indonesia Fachrul Razi dalam dalam amanatnya yang dibacakan Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si, menyampaikan bahwa Kementerian Agama dibentuk pada 3 Januari 1946 dengan Menteri Agama pertama Haji Mohammad Rasjidi. Kementerian Agama lahir di tengah kancah revolusi fisik bangsa Indonesia mempertahankan kemerdekaan dari penjajahan. Sebagai bagian dari perangkat bernegara dan berpemerintahan, Kementerian Agama hadir dalam rangka pelaksanaan pasal 29 Undang-Undang Dasar 1945.
“Hari ini, kita memperingati tonggak peristiwa penting yang mempunyai arti khusus bagi bangsa Indonesia yang menjunjung tinggi kaidah dan nilai-nilai kehidupan beragama, yaitu Hari Amal Bakti Kementerian Agama,” ujar Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si selaku inspektur upacara membacakan amanat Menteri Agama RI.
Peringatan Hari Amal Bakti Kementerian Agama merefleksikan rasa syukur kita kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, dan penghargaan terhadap jasa-jasa para perintis dan pendiri Kementerian Agama. Melalui upacara HAB INI, jajaran Kementerian Agama di seluruh Indonesia supaya memperhatikan 6 (enam) hal diantaranya memahami sejarah Kementerian Agama serta regulasi, tugas dan fungsi kementerian ini dalam konteks relasi agama dan negara, menjaga idealisme, kejujuran, integritas dan budaya kerja Kementerian Agama di tengah arus kehidupan yang serba materialistis, selaraskan antara kata dengan perbuatan, sesuaikan tindakan dengan sumpah jabatan.
“Tanamkan selalu bahwa bekerja adalah ibadah dan melayani masyarakat adalah sebuah kemuliaan dan perkuat ekosistem pembangunan bidang agama antar sektor dan antar pemangku kepentingan, baik sesama institusi pemerintah, tokoh agama, organisasi keagamaan dan segenap elemen masyarakat,” tambah Bupati Pekalongan KH. Asip mengutip amanat Menteri Agama RI.
Lebih lanjut, Bupati Pekalongan mengatakan supaya merangkul semua golongan dan potensi umat dalam semangat kebersamaan, kerukunan, persatuan dan moderasi beragama sejalan dengan falsafah Pancasila yang mempersatukan anak bangsa walau berbeda ras, etnik, keyakinan agama dan golongan.
“Implementasikan Visi dan Misi Pemerintah ke dalam program kerja Kementerian Agama di semua unit kerja pusat, daerah dan Perguruan Tinggi Keagamaan,” tutupnya.
Dalam kesempatan upacara Hari Amal Bakti Kemenag ke-74, Bupati Pekalongan menyerahkan Surat Hibah Tanah untuk Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pekalongan yang diterimakan langsung oleh Kepala Kemenag Kabupaten Pekalongan DR. H. Kasiman Mahmud Desky.
Selain itu, Bupati Pekalongan atas nama Presiden RI menyerahkan penghargaan Satyalancana Karya Satya kepada 3 ASN Kemenag yang telah berbakti selama 10 tahun, 20 tahun dan 30 tahun. Dan menutup mengakhiri upacara, Bupati Pekalongan juga menyerahkan wakaf seribu Al Quran kepada 3 penerima yaitu majelis taklim Attarbiyah Desa Harjosari Kecamatan Doro, masjid Baiturrohman Sumurbandung Desa Gejlik Kecamatan Kajen dan Madin Al Hidayah Desa Delegtukang Kecamatan Wiradesa. Disamping itu pula, Bupati Pekalongan menyerahkan penghargaan kepada para pemenang lomba dalam rangka peringatan Hari Amal Bakti Kementerian Agama ke-74. (didik/dinkominfo kab.pekalongan).
Hal tersebut disampaikan Bupati KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si kepada sejumlah wartawan usai pelaksanaan kegiatan penyerahan buku APBD 2020, penandatangan pakta integritas, dan pencanangan pembangunan zona integritas Kabupaten Pekalongan, di Aula Lantai I Setda Kabupaten Pekalongan, Jumat (03/01/2020).
Hadir dalam acara tersebut, Wakil Bupati Ir. Hj. Arini Harimurti, Ketua DPRD Dra. Hj. Hindun, MH, Wakapolres Kompol Mashudi, SH., Ketua Pengadilan Agama Kajen H. Suwoto, SH.,MH., Sekda Dra. Hj. Mukaromah Syakoer, MM beserta para Asisten, para Staf Ahli Bupati dan seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Pekalongan.
''Yang terpenting adalah menyerahkan semua dokumen kepada semua OPD dan pihak terkait dengan tujuan bisa dilaksanakan tepat waktu. Kemudian kwalitas tata kelola performance bertambah baik, memberikan dampak yang positif bagi masyarakat serta outcome semakin meningkat,” ujar Bupati.
Dijelaskan Bupati, jumlah sebanyak Rp 2,4 Trilyun cukup signifikan walaupun dibagi untuk belanja pegawai, lalu belanja modal atau kepentingan publik seperti infrastruktur, dan lain-lain. Di samping itu, kata Bupati, tahun 2020 Kabupaten Pekalongan memiliki hajatan besar yakni Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang butuh dana sekitar Rp 37 M dari dana APBD.
Bupati merasa bersyukur karena dalam penyelenggaraan kegiatan di Kabupaten Pekalongan tahun 2019, dari 1.800 kegiatan pembangunan, hanya satu yang belum terselesaikan. Semua itu merupakan kegiatan fisik baik yang menggunakan mekanisme lelang atau penunjukan langsung. Dengan demikian, prosentase kesuksesan pembangunan di wilayah Kota Santri mencapai 99,9 persen atau hampir sempurna.
Untuk Tahun 2020, Pemkab Pekalongan pembangunan fisiknya antara lain menyelesaikan jalan, lalu Pasar Wiradesa yang anggaran berasal dari pusat. Kemudian penataan kawasan terkena banjir dan rob, khususnya infrastrukturnya. “Agar pelaksanaan pengelolaan semua anggaran bisa transparan, maka semua pihak yang terkait mendapatkan anggaran dari pemerintah menandatangani pakta integritas,'' katanya.
Sementara itu, Asisten 3 Sekda, Amat Rosidin dalam laporannya menjelaskan terkait rangkaian kegiatan yang diselenggarakan. Diantaranya pakta integritas yang merupakan dokumen berisi pernyataan atau janji kepada diri sendiri tentang komitmen melaksanakan seluruh tugas, fungsi, tanggung jawab, wewenang, dan peran sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
Adapun isi dari pakta integritas, papar Rosidin, meliputi berperan aktif dalam pemberantasan dan pencegahan korupsi. Kemudian melaksanakan tugas dengan batasan-batasan kewenangan, bersikap jujur, transparasi, dan obyektif. Terakhir adalah memberikan tauladan sesama ASN.(didik/dinkominfo kab.pekalongan)
KAJEN - Menindaklanjuti perintah Gubernur Jateng untuk meningkatkan kewaspadaan bencana banjir dengan melakukan cek langsung ke lapangan, siang ini Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.M.Si, melakukan pengecekan ke Bendung Gembiro dan Rumah Pompa Sengkarang di Desa Pecakaran Kecamatan Wonokerto, Kamis (02/01/2020).
Dalam tinjauannya, Bupati didampingi Kepala DPU Taru, Kadis Perkim & LH, Kadis Perindagkop UKM, dan Agus Korlap Paket II Rumah Pompa Sengkarang. "Kewaspadaan masyarakat dan utamanya penjaga bendungan lebih ditingkatkan, karena sebagai kontrol point laju dan debit air ke daerah bawah. Semoga Kabupaten tetap dalam kondisi aman," tegas Bupati.
Peninjauan lapangan di Bendungan Gembiro bagian dari kewaspadaan penanganan bencana banjir di hulu daerah atas, dilanjutkan dengan tinjauan lapangan oleh Bupati Pekalongan KH.Asip Kholbihi, SH.M.Si, ke hilir yakni Rumah Pompa Sengkarang di Desa Pecakaran Kecamatan Wonokerto.
Di rumah pompa tersebut, Bupati melihat langsung kerja polder mesin pompa yang telah berfungsi dengan baik sejak Desember 2019 kemarin di Wonokerto, sehingga dapat mengatasi rob serta menanggulangi bencana banjir di wilayah yang biasanya tergenang rob.
“Hari ini kita melakukan pengecekan untuk pengoperasionalan Pompa Sengkarang. Alhamdulillah ini berjalan dengan baik, kemudian bisa mengurangi banjir yang biasanya terjadi di Desa Pesanggrahan, Wonokerto dan lain-lain. Alhamdulillah sekarang sudah tidak banjir lagi,” ujar Bupati.
Tetapi yang paling penting, kata Bupati, kesiapsiagaan dari seluruh jajaran Pemerintah. Saat ini, katanya, mungkin belum sampai pada puncak musim penghujan, namun setidaknya kita sudah melakukan antisipasi. “Pertama, tadi kita cek Bendung Gembiro di Bojong mengenai fungsionalisasinya dan aparat kita sudah standby di sana untuk menjaga pengaturan gerak bendungannya bisa disesuaikan dengan volume air. Itu di hulu. Kemudian di hilir, kita cek lagi efektivitas pembangunan tanggul penanggulangan rob yang dianggarkan oleh APBN, kemudian ada sindikasi APBD Provinsi dan APBD Kabupaten. Ini sudah tahun kedua, anggarannya multi years dari tahun 2017 hingga tahun 2019. Dan fungsionalisasinya kita cek, Alhamdulillah berjalan dengan baik. Dan nanti pada tahun 2020 ini masih ada pekerjaan-pekerjaan penyempurnaan,” papar Bupati.
Tapi secara umum, lanjut Bupati, masyarakat di pantai utara sudah merasakan bahwa kemarin tahun baru itu curah hujan begitu tinggi, tetapi alhamdulillah tidak terjadi banjir. Ini menunjukkan bahwa apa yang kita lakukan selama ini oleh seluruh jajaran Pemerintahan membawa dampak yang positif bagi masyarakat. Akan tetapi kita juga perlu waspada karena banjir ini datangnya tidak memberi tahu. Yang paling penting adalah kesiapsiagaan yang kita miliki kita optimalisasi.
Sementara itu Kepala Korlap Paket II Rumah Pompa Sengkarang, Agus mengutarakan bahwa jumlah pompa yang dimiliki sebanyak 3 unit dengan kapasitasnya 2 kubik per detik, sehingga dengan 3 pompa kapasitas kerja pompa sebanyak 6 kubik per detik, dengan dioperasikan lebih kurang 1 minggu ini. “Alhamdulillah untuk mengurangi debit-debit air hujan yang masuk ke permukiman warga sudah masuk ke long storage dan kita alirkan ke Sungai Sengkarang. Dan long storage berjalan sesuai dengan yang kita rencanakan,” tuturnya.
Bupati menghimbau kepada seluruh warga masyarakat Kabupaten Pekalongan, dalam menghadapi musim penghujan agar senantiasa menjaga kebersihan dan keamanan, serta jangan membuang sampah sembarangan karena mesin pompa sudah berfungsi dengan baik.
“Kita harus bersama-sama turut menjaganya dengan cara menjaga kebersihan sungai dari sampah agar tidak merusak pompa. Ini adalah tugas kita semua sebagai warga Kabupaten Pekalongan. Nanti dari dinas terkait bekerjasama dengan seluruh komponen masyarakat akan menata sistem persampahannya,” tandas Bupati. (red)
Hal itu dikatakan Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH,M,Si disela-sela kegiatan perayaan malam pergantian tahun 2019-2020, di taman boulevard pendopo rumah dinas bupati, Rabu dini hari (1/1/2020).
Hadir Anggota DPR RI H. Bisri Romly, MM., Wakil Bupati Pekalongan Ir. Hj. Arini Harimurti beserta suami, Ketua DPRD Dra. Hj. Hindun, MH beserta suami, Dandim 0710 Pekalongan Letkol Inf. Arfan Johan Wihananto, S.IP., MMS beserta istri, Kapolres Pekalongan AKBP Aris Tri Yunarko, S.IK., M.Si bersama istri.
Selanjutnya, Sekda Dra. Hj. Mukaromah Syakoer, MM beserta para Asisten, para Staf Ahli Bupati dan para Kepala Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Pekalongan, para alim-ulama, tokoh agama dan tamu undangan lainnya.
Perayaan malam tahun baru dengan mengusung sajian religi di Masjid Al Muhtaram Kajen, pentas wayang kulit, dan pertunjukan band, berlangsung meriah dihadiri puluhan ribu masyarakat, serta diakhiri dengan peluncuran kembang api.
Pada kesempatan tersebut di hadapan pengunjung perayaan malam tahun baru, bupati menyebutkan bahwa tahun 2020 pihaknya akan memberikan banyak peluang kesempatan kerja bagi pemuda yang masih belum mendapat pekerjaan atau pengangguran, kemudian pemberian beasiswa, Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bagi warga belum tercover, penyelesaian sertifikat tanah, penuntasan masalah rob, dan sebagainya.
"Kemudian untuk perayaan tahun baru sebanyak 21 destinasi wisata alam eksotis di Kabupaten Pekalongan, mulai Petungkriyono, Bengkelung park, Watu Bahan, Watu Ireng, Pantai, Linggoasri, dan sebagainya siap menyuguhkan pesona mengesankan di awal tahun 2020, untuk seluruh masyarakat luas, termasuk wisatawan luar daerah," kata bupati.
Disebutkan, untuk tahun 2020 bagi Pemkab Pekalongan adalah melakukan refleksi apa yang sudah di capai di tahun 2019, dengan ukuran-ukuran normatif yang dituangkan dalam bentuk visi misi, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), dan Rencana Kerja Pemerintah (RKP).
"Berdasarkan hasil dari lembaga independen yang sudah disampaikan kepada publik, hasil capaian kinerja Pemkab Pekalongan tahun 2019 sangat memuaskan, bahkan beberapa penghargaan tingkat nasional untuk kinerja Pemkab berhasil kami terima, dan Kabupaten Pekalongan menjadi salah satu terbaik di Jawa Tengah," tandas Asip.
Keberhasilan pembangunan tahun 2019, diantaranya adalah merampungkan pembangunan infrastruktur, baik dasar, jalan, jembatan dan pendidikan kesehatan, maupun infrastruktur ekonomi seperti pasar. Kemudian pembangunan kampus baru, juga mengambil bagian menjadi inisiasi, regulasi, sekaligus memfasilitasi.
"Tidak terasa sekarang ini kita sudah punya 8 perguruan tinggi, hal ini dirasa sangat cepat, dan memicu pertumbuhan lainnya, sehingga Kabupaten Pekalongan menjadi terbaik di tahun 2019. Pertumbuhan ekonomi juga berlangsung bagus di atas nasional. Ini memberikan peluang pada pelaku usaha untuk investasi, karena potensi bagus mulai alam, sumber air, sampai ketersediaan lahan industri," ungkap bupati.
Kendati demikian orang nomor satu di Kota Santri itu menyebut, untuk pembangunan infrastruktur jalan masih menyisakan pekerjaan sekitar 600 kilometer lebih, dan akan diselesaikan tuntas di tahun 2020.
"Pekerjaan itu memang sudah sesuai jadwalnya, dan tahapan penyelesaian atau penuntasan memang sudah masuk dalam perencanaan tahun 2020," ungkapnya. (didik /dinkominfo kab.pekalongan)
Hadir dalam acara itu, Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH,M.Si., Wakil Bupati Pekalongan Ir. Arini Harimurti, Sekda Dra. Hj. Mukaromah Syakoer, MM., dan Branch Manajer Indomaret Semarang, Riyanto Budi serta jajarannya.
Bupati menjelaskan, bentuk perhatian Pemkab Pekalongan terhadap pelaku UMKM dengan menggandeng sejumlah pihak, salah satunya PT. Indomaret. Dalam hal ini, pihak Indomaret memberikan bantuan berupa delapan gerobak dagangan kepada beberapa pedagang makanan. Sebelumnya, kerjasama seperti itu juga pernah dilakukan oleh Indomaret sehingga sebagai Bupati memberikan apresiasi terhadap pihak tersebut. ''Tapi perlu diingat, gerobak pemberian ini jangan sampai dijual,'' kata dia disambut tertawa peserta pelatihan.
Bukan hanya gerobak yang ditawarkan dalam kerjasama tersebut, namun pihak Indomaret juga akan menampung usaha mereka. Dan hal ini, apapun bentuk maupun jenis makanannya, salah satu toko moderen ini siap menerima dan memasarkan hasil produksi warganya. Namun dengan catatan, sebelum dikirim harus sudah memenuhi sejumlah persyaratan seperti diterbitkan oleh pemerintah bahwa makanan itu layak dan halal untuk dikonsumsi.
Kemudian apabila memang sudah diterima, jika ingin lebih meningkat usahanya supaya menjaga kwalitas seperti kebersihan maupun kontinuitas. Setelah barangnya laris ternyata barangnya tidak ada atau tidak memproduksi lagi jenis makanan tersebut.
Asip Kholbihi menjelaskan, yang lebih penting lagi adalah pelaku UMKM harus punya niat untuk mengembangkan usahanya. Fungsi pemerintah dalam hal ini terus memfaslitasi mereka, namun jika mereka ''nglokro'' atau tidak ingin mengembangkan usahanya maka hal itu menjadi sia-sia. Sekali lagi dia berharap, fasilitas tersebu supaya dimanfaatkan dengan baik sehingga ke depannya akan menjadi sejahtera.
Sementara itu, Branch Manajer Indomaret Semarang, Riyanto Budi menjelaskan bantuan gerobak dagangan ini diberikan agar mereka bisa lebih memperluas maupun meningkatkan usahanya. Kemudian juga diharapkan bisa menjadi mitra Indomaret dalam menjual barang dagangannya.
''Kami siap menampung semua produk dari masyarakat yang ingin memasarkan lewat Indomaret, tapi harus sesuai prosedur,'' tegasnya. (didik /dinkominfo kab.pekalongan)
Namun dalam kesempatan tersebut, Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.M.Si berhalangan hadir karena ada keperluan dinas dan diwakilkan oleh Asisten 1 Sekda H. Totok Budi Mulyanto, SE. Disamping itu, turut hadir perwakilan Dinporapar, Anggota DPRD Kabupaten Pekalongan, Pengurus KONI periode 2019-2023 dan juga seluruh cabang olah raga yang ada.
Totok Budi Mulyanto yang mewakili Bupati saat dikonfirmasi mengatakan, kehadiran anggota DPR RI diharapkan dapat membantu peningkatan prestasi, khususnya terkait dengan kebijakan pusat untuk membantu pembinaan cabang olahraga terutama yang mempunyai potensi untuk berprestasi.
“RAT ini sangat luas biasa, baru pertama kali bupati diuandang langsung dalam RAT, juga ada Anggota DPR RI, DPRD Kabupaten Pekalongan dan seluruh pegiat olahraga di Kota Santri,” katanya, Sabtu (28/12/2019) di Pendopo Bupati Pekalongan.
Pemkab sendiri, Lanjut Totok, sesuai keinginan bupati yakni prestasi terus ditingkatkan, utamanya terkait rangking di Jawa tengah yang ke depan harus berada diangka puluhan dan seterusnya masuk dalam 10 besar.
"Pada gelaran Porprov tahun lalu kita diperingkat 28 dari 35 Kota/Kabupaten se Jateng. Pemkab berjanji bahwa permasalahan anggaran bukan hal yang sulit dan akan diback up, selama ada garis lurus antara prestasi dengan anggaran yang diberikan,” paparnya.
Totok berharap, fondasi kuat yang telah dibangun oleh pengurus Koni yang baru ini terus dijaga, sehingga dapat terus berkesinambungan yang muaranya adalah prestasi olahraga.
“Saya lihat geliat semangat pada RAT ini sudah tumbuh, semoga fondasi yang kuat ini tidak seperti rumah bedeng yang kuat dibawah namun atasnya rapuh. Untuk itu, semangat ini harus dijaga sampai masa berakhirnya periode kepengurusan,” harapnya
.
Hal senada juga disampaikan Kabid Olahraga pada Dinas Pemuda, Oalhraga dan Pariwisata M. Syamsul Helmi, dirinya mengapresiasi kali ini karena diberi undangan untuk hadir. Menurutya RAT merupakan hal yang strategis bagi Koni untuk mempersiapkan program kerja di tahun mendatang. "Di bawah pengurus yang baru, saya optimis geliat prestasi olahraga di Kabupaten Pekalongan akan dapat maksimal,” ujarnya.
Pasca RAT ini, pihaknya akan mendatangi Koni untuk bersama-sama melakukan pendataan atau mapping cabang unggulan yang bisa di bawa ke tingkat regional maupun nasional.
“Seperti yang dikatakan oleh pak Bisri Romly, kita diminta untuk mempunyai satu atau dua atlet yang bisa berprestasi di tingkat nasional baik memperoleh medali emas atau perak. Untuk itu kita sendiri yang akan datang ke Kantor Koni,” papar Helmi.
Dalam RAT Koni 2019, diresmikan 10 cabang olahraga baru yakni, Aeromodeling, Perkemi, Biliard, Pentaque, Bridge, Dansa, IMI, Woodball, Gulat dan Sepatu Roda, sehingga cabang olahraga yang bernaung di bawah Koni Kabupaten Pekalongan saat ini berjumlah 33 Cabor.(red)