Bantu kami meningkatkan kualitas Website Resmi Kabupaten Pekalongan dengan mengisi survei singkat (±1 menit).
KAJEN - Desa Wuled Kecamatan Tirto merupakan salah satu desa yang memiliki potensi sumberdaya yang baik di Kabupaten Pekalongan, Jajaran Pemerintahan Desa Wuled ikhtiarnya bagus karena berusaha selalu membuat perubahan ke arah lebih baik, "orang sukses adalah yang dapat melakukan perubahan, tujuannya yaitu mencari hal baru yang lebih baik," ungkap Bupati Pekalongan Asip Kholbihi saat acara jumat bersih di desa Wuled Kecamatan Tirto baru baru ini. (24/7)
Desa ini punya 4 sumber daya, yaitu sumber daya alam yang strategis jika dikelola dengan baik, punya sumber daya manusia , pendidikannya dan kesehatannya. "Sumber daya ke tiga yaitu sumber daya sosial, ada satu lagi yaitu sumber dana baik itu dana desa atau pendapatan desa.” Jelas Bupati.
Ia menambahkan apabila ke 4 sumberdaya ini dikelola dengan baik maka akan menjadi pendorong utama seluruh desa karena di Kabupaten Pekalongan itu desanya maju-maju. Syukur-syukur tanah yang luas ini bisa memberi manfaat untuk masyarakat Wuled, seluruh potensi desa diperdayakan.
salah satunya adalah potensi wisata di Kabupaten Pekalongan seperti ada telaga di Desa Telogohendro Petungkriyono yang letaknya di kaki pegunungan kendeng dengan ketinggian kira-kira 2000 MDPL yang bisa menjadi destinasi wisata, banyak sekali tempat wisata yang tadinya belum buka kini satu persatu sudah di buka hingga berjumlah ada 40an tempat wisata,
oleh karenanya Bupati mendorong Kades Wuled yang punya Visi bagus dalam memajukan desa dengan optimalisasi sumberdaya yang ada bisa dimanfaatkan dengan baik dan harus ada perubahan, karena pemimpin itu dituntut untuk melakukan perubahan.
Bupati menambahkan selain potensi wisata, Kabupaten Pekalongan juga sudah cukup maju dalam sektor pendidikannya. "Kita bersyukur karena di Kabupaten Pekalongan saat ini sudah ada 8 perguruan tinggi dalam waktu 4 tahun, termasuk Universitas kebanggaan yaitu Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan (UMPP)," tandasnya.
Pada satu kesempatan para Rektor dan civitas academikanya diskusi dengan Bupati menyampaikan optimisnya bahwa UMP akan menjadi perguruan tinggi yang lonjakannya sangat pesat. Oleh karenanya Bupati juga mengajak study banding ke UM Malang yang maju. Selain itu, UMPP juga sudah kerjasama dengan banyak Negara yaitu Jepang, Thailand, dan banyak lembaga.
Bupati menambahkan bahwa pihaknya berkomitmen Tidak hanya perguruan tinggi saja, sekolah-sekolah yang ada di kabupaten Pekalongan harus ikut maju. Pemkab Pekalongan berencana akan membangun SMA Negeri di Tirto karena sampai saat ini Tirto belum punya SMA Negeri. langkah yang sudah diambil diantarnya dengan melakukan diskusi dengan tokoh-tokoh Tirto karena Tirto secara geografis wilayah yang strategis karena perbatasan dengan wilayah Kota Pekalongan, hal ini harus di dorong. Pemkab juga sudah sampaikan kepada Gubernur bahwa tanahnya sudah disiapkan dan akan di bangun SMA Negeri 1 Tirto untuk Kemajuan.
Selanjutnya Bupati minta tolong kepada masyarakat untuk terus-menerus melakukan ikhtiar, terutama ikhtiar keamanan, yaitu keamanan yang berkaitan dengan Covid 19, sampai bulan juli kasus di Kabupaten Pekalongan hanya ada 11 sehingga oleh Pemerintah Pusat ditetapkan sebagai daerah zona hijau dan oleh Pemerintah Provinsi ditetapkan dengan daerah dengan resiko rendah, “Setelah itu menjadi 30, namun yang 11 sehat, mungkin sekarang sudah 15 yang sembuh, kemudian ada yang meninggal 2, dan yang seterusnya msih di rawat,” Terang Bupati.
Bupati berpesan saat ini memasuki era new normal, 4 kebiasaan baru harus menjadi sesuatu yang biasa dikerjakan yaitu cuci tangan, pakai masker, dan sosial pshycal distanching, ikhtiar merupakan hal yang itu penting untuk menjaga keselamatan hidup, kemudian pola hidup sehat, karena virus tidak mengenal siapapun, siapa saja bisa terkena, oleh karena itu Bupati mengajak barsama-sama ikhtiar menjaga kesehatan. Bupatipun meminta do’a dari masyarakat untuk jajaran pemerintahan supaya tetap sehat, agar bisa melayani masyarakat dengan baik. (Ela )
Publisher : aris
Jumat, 24 Juli 2020
KAJEN – Kesejahteraan masyarakat adalah titik balik dari representasi keberhasilan pemerintah dalam mengelola desa. Hal itulah yang menjadi acuan Bupati Asip Kholbihi saat melakukan monitoring desa di Desa Babalan Lor, Kecamatan Bojong, hari ini Jumat (24/7/2020). Bupati Asip mengatakan, Desa Babalan Lor ini merupakan desa yang masih perlu dibina karena penyelenggaraan pemerintahan desanya masih perlu diperbaiki. ‘’Desa Babalan Lor ini merupakan desa yang masih perlu kita bina dengan serius, tapi niki pemerintahnya bukan masyarakatnya,’’ ujarnya.
KAJEN – Sebagai warga yang punya hak pilih, Bupati Pekalongan Asip Kholbihi SH.,M.Si beserta istri Dra. Munafah menerima kedatangan petugas untuk dicoklit, pada selasa (21/07). ” Kami mengikuti prosedur,yaitu dicoklit, karena saya berharap seluruh warga Kabupaten Pekalongan yang sudah punya hak pilih dan terdaftar agar membuka rumahnya juga untuk dicoklit oleh para petugas,” ucap bupati saat wawancara di rumah dinas bupati didampingi istri.
KAJEN – Salah satu bentuk memelihara kekayaan budaya lokal sekaligus melakukan tradisi sedekah bumi, pemerintah desa Kalipancur kecamatan Bojong bersama warga masyarakat menggelar acara pertujukan wayang golek dan campur sari ‘Ngudi Laras’ pada Rabu malam (22/07) bertempat di balai desa Kalipancur dengan dalang Ki Hadi. Acara pagelaran wayang golek sekaligus sedekah bumi ini dihadiri oleh Bupati Pekalongan Asip Kholbihi SH.,M.Si didampingi Asisten I, Camat Bojong, unsur muspika, kades serta tokoh masyarakat setempat.
KAJEN- Pemerintah memiliki peran yang sangat penting sebagai katalisator pembangunan tatanan masyarakat. Selain itu peran pemerintah tidak hanya mewujudkan kesejahteraan masyarakat saja, melainkan juga mewujudkan tatanan masyarakat yang baik di berbagai aspek kehidupan khusunya agama.Hal itu dikatakan oleh Bupati Asip Kholbihi saat menghadiri acara Pengajian Jam’iyah Thoriqoh Al Muktabaroh An nah Muslimat NU Pekalongan, di Kecamatan Paninggaran, Minggu (19/7/2020).
KAJEN- Pemkab Pekalongan dan KPU Kabupaten Pekalongan melaksanakan perjanjian kerjasama penandatanganan nota kesepakatan rencana kerja sinergi di aula lantai I setda, Senin (21/07), dihadiri oleh Buapti Pekalongan Asip Kholbiihi SH.,M.Si, wakil bupati Pekalongan Ir Arini Harimurti, Sekda Mukaromah Syakoer MM beserta para asisten, para kepala OPD dan kepala KPU Kabupaten Pekalongan. Hal ini merupakan wujud dari dukungan pemerintah kabupaten Pekalongan dalam penyelenggaraan pemilihan kepala daerah di kabupaten Pekalongan tahun 2020 yang diselenggarakan dalam situasi pandemic covid19.
Untuk itu, menurut bupati, pemerintah desa Babalan Lor harus bekerja keras untuk menata kembali pengelolaan desa, utamnya pada laporan pertanggungjawaban dana desa yang menurutnya harus lebih tepat waktu lagi. ‘’ Tata kelola pemerintahan desa harus diperbaiki, baik itu pertanggungjawaban dana desa, maupun lainya harus dikelola tepat waktu untuk melakukan pelaporan. Dan mudah-mudahan desa Babalan Lor ini tidak kalah dengan desa lain,’’ ungkapnya.
Karena semua upaya yang dilakukan pemerintah desa, dikatakan bupati Asip, harus mampu mewujudkan kesejahteraan masyarakat.oleh karena itu, pihaknya sangat mendorong pemerintah desa untuk segera memperbaiki dan melakukan inovasi desa supaya masyarakat dapat merasakan manfaatnya. ‘’ Saya meminta tolong supaya tata kelola desa dijalankan lebih baik lagi supaya manfaatnya bisa dirasakan masyarakat,’’ tuturnya.
Disamping itu, Bupati juga mensosialisasikan program program ‘Jogo Tonggo’, yang merupakan program inisiasi dari pemerintah provinsi Jawa Tengah untuk mencegah penularan Covid-19. Karena Ia menyadari, saat ini Kabupaten Pekalongan masih dalam zona kuning, sehingga program-program semacam ini sangat perlu digalakan untuk tetap menjaga keamanan masyarakat. ‘’Kami juga melakukan sosialisasi program Jogo Tonggo dari provinsi sebagai bentuk ikhtiar kita dalam mencegah penyebaran Covid-19, sehingga keamanan masyarakat tetap terjaga’’ katanya.
Pada kesempatan ini, Bupati Asip juga menjawab pertanyaan yang sering diajukan para orangtua khususnya, tentang kapan kegiatan pembelajaran tatap muka di Kabupaten Pekalongan kembali dilaksanakan. Ia menjelaskan bahwa sesuai dengan aturan dari pemerintah pusat untuk daerah yang masih berzona kuning seperti Kabupaten Pekalongan, untuk kegiatan belajar mengajar masih dilakukan secara daring. Kebijakan itu diambil untuk mencegah kembali penularan virus Covid-19 di daerah yang dianggap belum aman. ‘’ Pemerintah mengambil kebijakan untuk semua daerah yang masih berzona kuning kegiatan pembelajaran tatap muka seperti Pekalongan ini, masih dilakukan secara daring,’’ jelasnya. (Lusi Rismawati)
Publisher : aris
Jumat, 24 Juli 2020
Bupati menuturkan dirinya beserta keluarga telah dicoklit petugas dari dukuh Kranji kelurahan Kedungwuni timur di TPS 23. “Alhamdulilah datanya cocok dan mudah-mudahan seluruh warga kabupaten Pekalongan juga membuka diri untuk bisa dicoklit oleh para petugas,” lanjutnya.
Dalam situasi pandemic covid19 saat ini, seluruh petugas dipastikan sudah melalui screaning kerjasama dengan Dinas Kesehatan dan dilengkapi APD. Untuk itu bupati menghimbau warga masyarakat tidak perlu khawatir sebab para petugas yang ada di lapangan semuanya sudah menggunakan protocol kesehatan. Dikatakan pula untuk warga yang kebetulan mengalami sakit, termasuk yang sakit karena virus covid19, nanti akan ada solusinya. Bisa menggunakan daring atau menunggu setelah sehat.
“Prinsip, sebagai warga negara, ayo sukseskan coklit di Kabupaten Pekalongan dengan para petugas yang sudah terlatih dan dilengkapi dengan protocol kesehatan,” pungkasnya. (Humas Kominfo)
Publisher : aris
Jumat, 24 Juli 2020
Momentum acara sedekah bumi menurut bupati Asip dijadikan sarana masyarakat berkumpul dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan sekaligus pihaknya akan sosialisasi kaitannya dengan “urip anyar’.
“Urip anyar itu bagaimana? maskeran, sering cuci tangan pakai sabun, jaga jarak, lalu setelah acara seperti ini sampai rumah ganti baju, untuk jaga kesehatan, ” terangnya.
Bupati kembali mengingatkan setelah sekian lama lockdown, dirinya minta masyarakat agar kalau keluar rumah jangan lupa pakai masker. ”Ini program pemerintah karena hari ini musibah covid19 belum hilang. Jadi masih tetap harus diwaspadai. Yang belum pakai masker, tolong pakai masker karena penting sekali untuk kesehatan kita bersama,” pinta bupati.
Mengenai beredarnya berita di medsos yang mengabarkan kalau Kabupaten Pekalongan zona hitam, bupati mengkonfirmasi bahwa berita itu salah. “Kita zona kuning. Sebab yang dirawat di Rumah Sakit akibat covid19 jumlahnya sekarang ada 11 orang,” paparnya. Meski di desa Kalipancur tidak ada kasus positif, bupati menginstruksikan Kades agar warga masyarakatnya dianjurkan supaya hidup sehat.
Selanjutnya bupati berharap pagelaran wayang golek tersebut bisa menjadi tuntunan untuk mencintai tanah air dan hasil kerja masyarakat desa. Bupati juga berpesan kepada Kades Kalipancur agar sedekah bumi dijadikan acara untuk sosialisasi program desa.
Sementara itu Kades Kalipancur dalam kesempatan tersebut menyampaikan pihaknya minta maaf kepada warga kaitannya masalah dana bantuan BLT dan lainnya yang tidak bisa merata pembagiannya ( Humas Kominfo)
Publisher : aris
Kamis, 23 Juli 2020
Selasa, 21 Juli 2020
“Peningkatan kualitas pendidikan penting dilakukan karena masyarakat sekarang sudah mengalami transformasi kultur. Oleh karena itu, pihaknya sangat menyambut baik kedatangan pengurus UNTAG Semarang yang akan menjalin kerjasama untuk meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Pekalongan” ungkap Bupati Pekalongan Asip Kholbihi saat menerima kunjungan dan kerjasama antara Pemkab Pekalongan dengan Universitas 17 Agustus (UNTAG) Semarang, di Kantor Bupati, pagi ini Senin (20/7/2020)..
Kultur masyarakat sekarang sudah mengalami transformasi utamanya pada bidang pendidikan.Dan ini menjadi triger kita untuk memaksimalkan regulasi dan memfasilitasi terhadap kemajuan pendidikan di Kabupaten Pekalongan,’’ Kata Bupati Asip.
Ia melanjutkan, kerjasama ini menjadi bentuk implementasi dukungan pemerintah terhadap pendidikan dengan memaksimalkan regulasi dan memfasilitasi berdirinya kembali perguruan tinggi di Kabupaten Pekalongan, setelah delapan perguruan tinggi sebelumya. ‘’Jadi peran regulator dan fasilitator itu memantik terhadap berdirinya delapan perguruan tinggi yang representatif di Kabupaten Pekalongan, diantaranya adalah IAIN Pekalongan, Undip Semarang, Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan (UMPP), ITS NU, Politeknik Muhammadiyah, Politeknik Negeri Bandung, dan Akademi Analis Pekalongan,’’ ujarnya.
Oleh karena itu, sekarang Kabupaten Pekalongan tidak hanya menjadi daerah yang terkenal dengan kemajuan pada sektor industri batiknya saja, melainkan pada bidang pendidikannya juga.
‘’Sekarang Kabupaten Pekalongan sudah tidak lagi zero pergurusan tinggi, karena sudah banyak perguruan tinggi yang berdiri disini. Jadi, tidak hanya terkenal dengan batiknya saja, melainkan pendidikanya pula,’’ ungkapnya.
Sementara itu, Rektor UNTAG Semarang Prof DR Drs. Suparno, Msi mengatakan bahwa kedatanganya kali ini bersama para pengurus akan menjalin hubungan kerjasama sekaligus silaturahmi dengan Pemerintah Kabupaten Pekalongan. Dimana menurutnya, kerjasama ini dilakukan untuk mewujudkan terciptanya kualitas sumber daya manusia yang baik di Indonesia.
‘’Kami hadir kesini juga berkaitan dengan kerjasama.Dan karena sudah terjalin hubungan yang baik antara kita, maka saya mempunyai prinsip jangan pernah ada jarak antar sesama. Mari kita bangun kerjasama untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia,’’ Kata Rektor UNTAG Semarang. (Lusi Rismawati)
Publisher : aris
Senin, 20 Juli 2020
‘’Pemerintah itu mempunyai dua tugas. Yang pertama adalah berjuang menyusun program untuk kesejahteraan masyarakat. Kedua adalah ikhtiar kami dan para habib supaya masyarakat tidak hanya selamat didunia saja, melainkan selamat di akhirat juga,’’ Kata Bupati Asip.
Ia menyadari, untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat juga perlu ditopang oleh berbagai hal diantaranya keamanan dan juga pendidikan agama. Apalagi di masa pandemic seperti saat ini, masyarakat sangat membutuhkan bantuan pemerintah untuk menghadapi musibah ini.
‘’ Jadi pemerintah itu tidak hanya bertugas membangun jalan, pasar dan pembangunan gedung saja, melainkan dituntut untuk bisa juga memfasilitasi masyarakat agar masyarakatnya aman. Dan sarana aman ini bisa digunakan untuk ibadah,’’ tuturnya.
Disamping itu, kata Bupati Asip, pemerintah juga harus memiliki visi misi yang jelas dalam menentukan program kerjanya, yang diharapkan bisa untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Sebab, kebijakan pemerintah haruslah bersumber dari kebutuhan dan cita-cita masyarakatnya.
Dalam kesempatanya kali ini, Bupati Asip juga dengan tegas meminta masyarakat untuk tetap berikhtiar dalam mencegah penularan Covid-19 dengan tetap menjalankan empat standar ptorokol kesehatan yaitu menggunakan masker, mencuci tangan, jaga jarak dan juga berdoa.
‘’Karena sekarang masih dalam kondisi new normal, kita berada pada tatanan dunia baru maka saya berharap semuanya tetap menjalankan empat langkah standar mencegah Covid-19 yaitu menggunakan masker, sering cuci tangan, jaga jarak dan berdoa,’’ pungkasnya. (Lusi Rismawati)
Publisher : aris
Senin, 20 Juli 2020
Ia menambahkan, hasil panen raya dari jajaran Kodim 0710 pekalongan hari ini cukup bagus, dan rata-rata di kabupaten pekalongan itu mencapai 9 ton perhektar. “ Kami mengucapkan terimakasih kepada jajaran Kodim 0710 yang telah berhasil melaksanakan program ketahanan pangan ini, semoga spirit untuk terus bisa meningkatkan produktifitas padi di Kabupaten Pekalongan”terangnya.
Sementara itu Dandim 0710 Pekalongan, Letkol Infanteri Arfan Johan Wihananto menjelaskan pelaksanan panen raya di demplot ini, kurang seluas satu hektar merupakan dari program ketahanan pangan. “ Hal ini juga untuk mendukung potensi wilayah Kabupaten Pekalongan, sehingga harapannya ini bisa menjadi percontohan bagi masyarakat”tandasnya.
Kodim 0710 Pekalongan berencana akan mengembangkan dan mengajak di tiap-tiap kecamatan, Pemkab dan Polres Kabupaten Pekalongan, sehingga inovasi-inovasi yang bermanfaat untuk meningkatkan kualitas padi itu bisa dikembangkan, dan Kabupaten Pekalongan ini bisa terus menjadi daerah yang surplus panen padi setiap saat. Kalau sekarang sudah 98 ribu ton setiap panen, maka bisa meningkat lagi menjadi 100, 150, dan sebagainya.
Ini kita kembangkan bersama-sama dengan Pemda dan masyarakat Kabupaten Pekalongan sehingga bisa bermanfaat bagi masyarakat Kabupaten Pekalongan.” Tambahnya.
Publisher : aris
Senin, 20 Juli 2020
Bupati Pekalongan dalam sambutannya menyampaikan bahwa semua harus berkomitmen agar secara substantif tujuan dari diselengarakannya pilkada ini bisa terlaksana dengan baik,aman, damai. Penandatanganan nota kesepakatan dan rencana kerja sinergi antara pemkab dan KPU kabupaten Pekalongan ini sebagai tindak lanjut dari nota kesepahaman antara KPU RI dengan Kementrian Kesehatan tentang dukungan pemeriksaan kesehatan bagi anggota dan sekretariat panitia pemilihan kecamatan . Anggota dan sekretariat PPK , KPPS , petugas pemutahiran data pemilih atau panitia pendaftaran pemilih dan petugas ketertiban dalam penyelengaraan pemilihan umum dan pemilihan gubernur, bupati dan walikota. Pemilu serentak yang akan diselengarakan pada hari rabu, 9 Desember 2020 dalam masa pandemic covid19, ini merupakan pilar demokrasi oleh karena itu pelaksanaan pemilihan kepala daerah dapat digelar, agar berkualitas dan menunjukkan representasi kekuatan demokrasi di kabupaten Pekalongan dalam masa pandemi covid19.
Dikatakan pula Pemerintah tentu akan sangat mendukung penyelenggara KPU dan seluruh penyelenggara meliputi banyak hal. Disamping juga dipersilahkan untuk menggunakan sarana-sarana pemerintah, gedung milik penmerintah dan layanan kesehatan. “Karena ini bentuk komitmen dari kita, agar pilkada 2020 ini bisa berjalan dengan baik,’ ujarnya
Kaitannya covid19, bupati mengingatkan situasi sekarang secara umum kabupaten Pekalongan dari bulan Maret sampai Juli minggu I masih merawat 11 pasien. Dengan 5 sembuh, 1 meninggal, dan 5 dirawat. Kemudian menjelang minggu III perkembangannya luar biasa, tapi trend ini terjadi di seluruh Indonesia.
“Kita mencatat sampai hari ini ada 29 kasus positif. Tapi kita masih menyisakan 16 swab. Artinya disaat tahapan pilkada ini berjalan, justru tingkat penyebaran covid ini makin massif. Hari ini kami sudah memerintahkan asisten I untuk melakukan langkah-langkah sesuai dengan apa yang sudah disampaikan oleh pemerintah pusat,”ungkapnya
Selanjutnya minggu ini akandiadakan langkah pengereman dan standar protocol zona kuning dijalankan sesuai norma yang mengatur seluruh ritme kehidupan berdasarkan zona kuning, termasuk di KPU dan Bawaslu.
Untuk desa, pemkab akan kerjasama dengan kampung siaga yang kemarin diinisiasi oleh polres dan dandim. Kenudian dana desa yang 1 % bupati menugaskan kepala Dinas PMD agar diefektifkan kembali untuk menggerakkan control masyarakat terhadap lalu lintas orang di desa. Selain itu minggu ini kegiatan-kegiatan yang bersifat publik dibatasi.
“Yang terakhir, kami sedang menyusun regulasi berkaitan dengan sanksi. Sudah ada kompilasi dari beberapa daerah. Banyak daerah yang sudah menerapkan sanksi terhadap pelanggaran protocol kesehatan. Namun menurut bupati pihaknya lebih kepada penekanan yang bersifat edukatif dulu tapi regulasi tentang punishment tetap disusun.
Sementara itu ketua KPU kabupaten Pekalongan Abi Rizal mengungkapkan isi dari kesepakatan adalah fasilitasi pemda dalam rangka pelaksanaan pilkada 2020. Saat ini masih ada pandemi covid19 sehingga nota kesepakatan ini lebih kepada fasilitasi perlindungan kesehatan bagi penyelenggara untuk pelaksanaan pilkada 2020 dari mulai tahapan sosialisasi, pembentukan badan Ad hock, pemutahiran data pemilih, kampanye, sampai pemungutan dan penghitungan suara hingga rekap. Bahkan di rencana kerja strategis sudah dilakukan kegiatan sampai pelantikan . ( Humas Kominfo )
Publisher : aris
Senin, 20 Juli 2020