KAJEN - Menjelang akhir tahun 2019 ini, Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.M.Si mendapat penghargaan dari Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah Kabupaten Pekalongan sebagai Tokoh Pengayom Masyarakat Kabupaten Pekalongan bersama penasehat PDM Muhammadiyah H. Farid Ahwan yang mendapat penghargaan sebagai Inovator Sejati tahun 2019.
Penghargaan diserahkan oleh H. Mulyono Kastari (Ketua PDM Muhammadiyah Kabupaten Pekalongan) pada resepsi acara Gebyar Muktamar Muhamadiyah ke-48, di Gedung Dakwah Muhammadiyah Kajen, Minggu (29/12/2019).
Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi menyampaikan terima kasih atas apresiasi dan penghargaan dari keluarga besar Muhammadiyah. Hal ini tak lepas dari kerjasama yang terbangun selama ini telah berjalan dengan baik.
"Apa yang menjadi program besar Muhammadiyah adalah menjadi concern Pemerintah dan sebaliknya apa yang menjadi program besar Pemerintah juga menjadi perhatian Muhammadiyah. Dan sinergitas yang seperti inilah yang akan menjadi program pembangunan Kabupaten Pekalongan agar lebih maju lagi, " terang Bupati.
Selanjutnya, Bupati Pekalongan KH. Asip menyampaikan ada 3 tantangan yang harus dijawab untuk program ke depan. Pertama, bagaimana meningkatkan derajat kesehatan. Kedua, meningkatkan kualitas pendidikan dan yang ketiga pengembangan sumberdaya manusia.
"Muhammadiyah 3 persoalan ini sudah dilakukan, sudah dipetakan dan menjadi program nyata sehingga tidak ada salahnya Pemerintah juga akan merefleksikan program-program yang ada di Muhammadiyah," tegasnya.
Sementara itu Ketua PD Muhammadiyah Kabupaten Pekalongan H. Mulyono Kastari mengungkapkan kegiatan yang dilakukan terus-menerus setiap tahun, tetapi biasanya yang paling diramaikan adalah menjelang muktamar. Kegiatan begitu mencair, karena menjaga kedekatan dengan beberapa tokoh.
"Kebetulan Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi diapresiasi karena prestasi dan kedekatannya dengan Muhammadiyah. Tapi jangan disalah artikan dengan persoalan dukungan politik kepada beliau karena bukan domainnya Muhammadiyah," katanya.(red)
KAJEN - Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.M.Si membuka sosialisasi Sensus Penduduk 2020 dan Penandatanganan Komitmen Bersama Dukungan OPD terhadap pelaksanaan sensus penduduk 2020 di Aula lantai 1 Setda Kabupaten Pekalongan, Kamis (26/12/2019) pagi.
KAJEN : Pembangunan gedung kantor bersama yang berlokasi di lingkungan Pemkab Pekalongan, Jalan Sindoro No 1 Kajen, kini sudah selesai. Dalam waktu dekat, sekitar bulan Januari tahun depan bisa segera diresmikan dan difungsikan. Demikian dikatakan Bupati Pekalongan, KH. Asip Kholbihi, SH.M.Si saat meninjau hasil pembangunan di gedung kantor bersama, Kamis (26/12 /2019) pagi.
KAJEN - Bupati Pekalongan, KH. Asip Kholbhi, SH.M.Si mengukuhkan keberadaan Pramuka Garuda yang ada di Kabupaten Pekalongan, yang berlangsung di pendopo rumah dinas Jabatan Bupati Pekalongan di Kajen, Kamis (26/12/2019) siang.
KAJEN - Bupati Pekalongan Asip Kholbihi meresmikan Gedung Gereja Kristen Jawa (GKJ) Purbo, yang berada di Desa Jolotigo, Kecamatan Talun, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Rabu, (25/12/2019) sore.
KAJEN - Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.M.Si melalui Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pekalongan Dra. Hj. Mukaromah Syakoer, MM pastikan perayaan Natal di Kabupaten Pekalongan berjalan aman dan lancar.
KAJEN – Dalam upacara peringatan Hari Ibu ke-91, Hari Nusantara ke-19 dan Hari Ikan Nasional ke-6 di Alun Alun Kajen Kabupaten Pekalongan, Senin (23/12/2019), Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si menyerahkan bantuan, penghargaan lomba dan penghargaan evaluasi kinerja pelayanan publik serta piagam penghargaan pada kompetisi inovasi pelayanan publik tingkat Provinsi Jawa Tengah.
KAJEN – Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si beserta Forkopimda bersama lebih kurang 35.000 perempuan berkebaya nusantara warna-warni, melakukan gerakan Flash Mob Senam Stunting, untuk memeriahkan Peringaran Hari Ibu (PHI) ke-91, di Alun-alun Kajen, Senin (23/12/2019) pagi.
KAJEN – Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, menjadi Inspektur Upacara Peringatan Hari Ibu ke-91, Hari Nusantara ke-19 dan Hari Ikan Nasional ke-6 di Alun Alun Kajen Kabupaten Pekalongan, Senin (23/12/2019).
Kegiatan dengan tagar #MencatatIndonesia tersebut dihadiri Wakil Bupati Pekalongan Ir. Hj. Arini Harimurti, unsur Forkopimda, Sekda Kabupaten Pekalongan Dra. Hj. Mukaromah Syakoer, MM beserta para Asisten Sekda, para Staf Ahli Bupati dan para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Pekalongan, Kepala BPS beserta jajaran.
Usai kegiatan Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.M.Si mengatakan, tujuan Sensus Penduduk salah satunya mendapatkan data yang akurat sehingga bisa membangun yang tepat dan akurat. “Data digunakan untuk mengukur indikator dalam menetukan arah pembangun, dengan kekuatan data yang benar kita bisa mengetahui pasar yang benar dan merumuskan dalam menentukan pembangunan,” katanya.
Dijelaskan Bupati, tahun 2020 akan diadakan sensus penduduk, untuk itu, dirinya meminta semua OPD untuk ikut mendukung. Pada sensus penduduk kali ini ada dua cara yaitu online dan wawancara, sehingga semua penduduk harus tercatat dalam kependudukan. “Pendataan sektoral dilaksanakan setiap satuan perangkat daerah untuk mengetahui data yang dibutuhkan untuk kepentingan kedepan,” tutur Bupati KH. Asip.
Sementara itu, Kepala BPS Kabupaten Pekalongan Siti Mardiyah mengucapkan terimakasih kepada Bupati dan jajarannya yang telah mendukung kegiatan sensus penduduk 2020. “Kami minta dukungan kepada pemerintah Kabupaten Pekalongan untuk mendukung sensus penduduk 2020 menuju satu data kependudukan Indonesia,” jelasnya.
Menurutnya, sensus penduduk digunakan untuk menentukan salah satu kebijakan pembangunan secara keseluruhan dalam wilayahnya. “Visi sensus penduduk tahun 2020 yakni Mencatat Indonesia, sensus penduduk kali ini merupakan yang ke 7 dan pada tahun 2020 ada 54 negara yang melaksanakan sensus penduduk,” paparnya.
Dalam kegiatan tersebut juga lima OPD menandatangani dukungan terhadap sensus penduduk 2020 diantaranya Dindukcapil, Dinas PMD P3A dan PPKB, Dinkominfo, Dinsos dan Bappeda Litbang.(didik /dinkominfo kab.pekalongan)
Rencananya, gedung itu difungsikan untuk kegiatan-kegiatan yang berkaitan dan membantu pemerintahan, seperti PKK, Darma Wanita, GOW, Forum Anak, Komisi Perempuan, dan lain-lain. Sejumlah perkumpulan tersebut nantinya bisa menempati yang dimanfaatkan sebagi tempat kesekretariatan.
''Apalagi di lantai atas ada ruangan cukup besar yang dijadikan aula sehingga semua kegiatan yang sifatnya publik bisa diselenggarakan di tempat itu,'' katanya.
Dengan dibangunnya gedung kantor bersama, keberadaan perkumpulan yang mengurusi soal pemberdayaan perempuan dan anak bisa menjadi satu dan tidak terpencar ke beberapa lokasi. Harapannya, koordinasi yang dilakukan ketika menyelenggarakan acara maupun event lebih cepat.
Menurutnya, dengan kondisi bangunan gedung yang bagus, dan sangat luas maka penggunaannya harus bisa dimaksimalkan dengan baik. Dalam hal ini, pelayanan yang bersifat publik, terutama yang terkait soal anak-anak dan perempuan bisa dilayani di tempat tersebut. Dengan demikian, masyarakat yang membutuhkan pelayanan tak perlu pergi ke beberapa lokasi, namun hanya di satu tempat yakni kantor bersama.
"Saat ini sejumlah ruangan masih kosong sehingga masih perlu mebeler atau barang-barang lainnya untuk menunjang semua kegiatan di tempat itu. Sambil jalan, beberapa barang akan segera di datangkan sehingga sampai nanti peresmian gedung semuanya bisa terpenuhi, " ujar Bupati.
Selanjutnya dijelaskan, pembangunan gedung tersebut dimulai sejak tahun 2018 dan selesai tahun ini. Adapun biaya atau anggaran untuk pembangunan tersebut lebih kurang Rp 5,8 M.
''Sekali lagi saya berharap tempat ini bisa dijadikan ruang publik Kabupaten Pekalongan sehingga harus dapat dimaksimalkan keberadaan maupun fungsinya,'' kata dia. (didik /dinkominfo kab.pekalongan)
Dengan adanya pengukuhan tersebut, Bupati yang juga sebagai Ketua Majelis Pembimbing Cabang (KaMabicab) Pramuka berharap tidak hanya berhenti sampai di sini. Kalau bisa ditingkatkan jumlahnya dan harus berkelanjutan sehingga bisa membantu Kabupaten Pekalongan dalam menciptakan suasana kondusif dan damai. ''Anggota Pramuka Garuda ini merupakan pilihan karena sudah melalui tes maupun seleksi yang sangat ketat,'' kata Bupati .
Mereka merupakan anggota yang sudah cukup memahami dalam kepramukaan di tingkatannya masing-masing, mulai dari Siaga, Penggalang, dan Penegak. Adapun jumlah totalnya hingga tahun 2019 yakni 152 orang dan baru kali pertama dikukuhkan.
Menurut Bupati, Pramuka masih sangat dipercaya menjadi wadah untuk mendidik sekaligus melatih anak-anak dalam menjiwai nilai-nilai kegotong-royongan, kesetiakawanan, menghargai yang muda dan menghormati yang tua serta rela berkorban untuk kepentingan bersama. Sebab saat ini, sedang gencar-gencarnya fenomena peradaban global yan intinya bisa membuat generasi lepas dari nilai-nilai tersebut. Kebetulan belum lama dirinya memberikan kuliah mahasiswa UNDIP berkaitan dengan ancaman ideologi, ekonomi, sosial termasuk kultur maupun budaya yang masuk ke Indonesia.
Kalau kita sebagai orang tua tidak melakukan langkah langkah preventif, tandas dia, akan sangat membahayakan anak-anak, terutama generasi muda. Sebab sekarang kita hidup di zaman yang sudah tidak mengenal batas, zaman serba cepat dan menantang. Tidak ada kepastian atau kejelasan, karena apa yang hari ini dikatakan bisa berbeda dengan yang akan terjadi besok.
''Makanya kita wajib memelihara tatanan nilai-nilai sosial yang sudah ada di masyarakat bangsa Indonesia dan di Pramuka semuanya sudah diberikan pelajaran seperti itu,'' tegasnya.
Mengingat pentingnya fungsi dari Pramuka, maka sebagai Bupati dirinya akan menyambut positif dan memperhatikannya, khususnya soal pendanaan kegiatan. Tujuan Pramuka ini sangat bagus yakni menanamkan jika kesetiakawan dan kegotongroyangan dengan sesama tanpa membedakan agama maupun lainnya.
Sementara itu, Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Kabupaten Pekalongan, Ir. Bambang Irianto, M.Si menjelaskan sebelumnya sudah ada sekitar 26 anggota Pramuka Garuda. Kemudian tahun 2019, menyeleksi sebanyak 126 anggota sehingga totalnya menjadi 152. ''Insya Allah, tahun 2020 sudah menyiapkan sekitar 300 anggota yang menjadi Pramuka Garuda,'' katanya.
Selama ini, Pramuka di Kabupaten Pekalongan cukup aktif dalam berpartisipasi membantu kepentingan masyarakat. Contohnya saat Natal dan tahun baru, di sejumlah sanggar sudah dibuka posko untuk mengamankan kegiatan tersebut. (didik/dinkominfo kab.pekalongan).
"Saya mengucapkan selamat, kepada warga setempat karena pelaksanaan tempat ibadah itu sudah selesai. Dengan demikian, umat nasrani yang ada di Dukuh Purbo bisa menjalankan ibadahnya dengan baik. Tidak hanya itu, gedung ini juga bisa dimanfaatkan oleh seluruh warga sebagai tempat membahas beberapa hal dalam rangka pembangunan di Dukuh Purbo," kata Bupati Asip.
Menurutnya, dari informasi yang diterima, toleransi umat beragama di Dukuh Purbo sangat bagus. Bahkan, ketika ada umat agama lain, misalnya Islam menggelar kegiatan, warga nasrani di daerah itu ikut membantu.
Demikian juga, ketika pembangunan GKJ Purbo, umat beragama lainnya ikut gotong royong. "Toleransi umat beragama di Dukuh ini sangat bagus dan perlu ditingkatkan lagi," jelasnya.
Asip mengungkapkan dengan menjalankan kehidupan seperti itu, maka warga di dukuh ini tidak akan bisa terpecah. Bahkan, menurut buku yang pernah dibacanya, yang namanya manusia itu selalu harmoni atau selalu menjaga kerukunan.
"Saya sangat berharap, apa yang telah dijalankan warga terkait hubungan bermasyarakat harus selalu dijaga, bahkan ditingkatkan. Jangan sampai, kehidupan seperti itu dengan mudah diprovokasi oleh orang-orang yang tak bertanggung jawab demi kepentingan sendiri maupun orang lain,"ungkapnya.
Bupati Asip juga memberikan acungan jempol dengan adanya pembangungan gedung GKJ Purbo. Sebab, biaya yang dikeluarkan untuk pembangunannya cukup besar, namun bisa terealisasi dengan adanya donatur dari umat nasrani di daerah itu.
"Padahal, dari Pemkab Pekalongan dalam menyumbang anggaran tidak begitu besar sehingga pengurus gereja itu patut diberi apresiasi," tambahnya.
Sementara itu, Pendeta setempat, Alfius Sokidi menjelaskan GKJ Purbo sudah dimanfaatkan ibadah sejak tahun 1942. Kemudian, beberapa kali dilakukan renovasi dan tahun 2019 kembali dilakukan.
Saat disinggung, mengenai toleransi beragama di Dukuh Purbo pihaknya membenarkan apa yang dikatakan Bupati yakni sangat bagus.
"Sesuai dengan amanat Bupati, saya dan umatnya akan berusaha untuk tetap menjaga keharmonisan dengan semua warga, meski berbeda agama," katanya.
Alfius menambahkan jumlah jamaat gereja berjumlah 362 Orang. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Hal tersebut diungkapkan, usai meninjau misa Natal di Gereja Katholik Santo Yohanes yang berlokasi di Kecamatan Karanganyar dan pos terpadu operasi Lilin Candi 2019 di Kedungwuni serta Wiradesa, Selasa, (24/12/2019) malam.
Dalam peninjauannya, Sekda bersama Kapolres Pekalongan AKBP Aris Tri Yunarko, S.IK., M.Si., Dandim 0710 Pekalongan Letkol Inf. Arfan Johan Wihananto, S.IP., MMS dan Ketua PN Pekalongan H. Sutaji, SH.MH dan beberapa Kepala OPD terkait. "Kami bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda), meninjau pelaksanaan misa Natal. Alhamdulillah, tadi misa berjalan lancar dan aman. Bahkan, jemaat antusias dalam melaksanakan ibadah," kata Sekda Mukaromah Syakoer.
Mukaromah juga mengucapkan terima kasih kepada, seluruh masyarakat, TNI, dan Polri yang mengamankan perayaan Natal di Kabupaten Pekalongan. "Semoga kondusifitas ini terus terjaga di wilayah Kabupaten Pekalongan," ungkapnya.
Sementara itu pengurus Gereja Katholik Santo Yohanes Kabupaten Pekalongan, Romo Vincentius Suranto mengapresiasi atas kunjungan Forkompinda Kabupaten Pekalongan. "Para jemaat sangat senang, karena adanya kunjungan ini merupakan bentuk budaya toleransi umat beragama yang sangat erat di Kabupaten Pekalongan," ungkapnya.(didik /dinkominfo kab.pekalongan)
Bupati KH. Asip Kholbihi, didampingi istri Ny. Munafah, Wakil Bupati Ir. Hj. Arini Harimurti dan Ketua DPRD Dra. Hj. Hindun, MH menyerahkan hadiah dan penghargaan, secara berturut-turut. Pertama, piagam penghargaan evaluasi kinerja pelayanan publik pada kecamatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan tahun 2019 diberikan kepada (1) Terbaik I Kecamatan Talun, (2) Terbaik II Kecamatan Tirto dan (3) Terbaik III Kecamatan Kajen.
Kedua, piagam penghargaan evaluasi kinerja pelayanan publik tahun 2019 dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi diberikan kepada (1) Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, (2) Dinas Penanaman Modal, Perijinan Terpadu Satu Pintu dan (3) Ketenagakerjaan, dan RSUD Kajen.
Ketiga, piagam penghargaan pada kompetisi inovasi pelayanan publik tingkat Provinsi Jawa Tengah, diberikan kepada (1) Terbaik 1 Bappeda dan Litbang dengan inovasi Laboratorium Kemiskinan sebagai Top 20; (2) Terbaik 2 Puskesmas Karangdadap dengan inovasi Kampung IVA sebagai Top 20; dan (3) Terbaik 3 Kecamatan Wiradesa dengan inovasi Kursus Samara sebagai Top 40.
Sedangkan untuk para pemenang dalam lomba-lomba Hari Ibu ke-91 antara lain, Lomba Fruit Carving atau Ukir Buah, untuk Juara I Kecamatan Kajen, Juara II Kecamatan Petungkriyono, juara III Kecamatan Kesesi, Juara Harapan I Kecamatan Karanganyar, Juara Harapan II Kecamatan Lebakbarang dan Juara Harapan III Kecamatan Buaran.
Selanjutnya, lomba desain kreasi busana batik khas daerah, Juara I Kecamatan Kandangserang, Juara II Kecamatan Wonokerto, Juara III Kecamatan Petungkriyono, Juara Harapan I Kecamatan Kedungwuni, Juara Harapan II Kecamatan Karangdadap dan Juara Harapan III Kecamatan Sragi.
Untuk lomba Bunda PAUD dalam rangka Hari Ibu ke-91, Juara I Kecamatan Kesesi, Juara II Kecamatan Karanganyar, Juara III Kecamatan Tirto, Juara Harapan I Kecamatan Siwalan, Juaran Harapan II Kecamatan Talun.
Disamping penyerahan penghargaan dalam rangka Hari Ibu ke-91, Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si didampingi istri, Wakil Bupati dan Ketua DPRD menyerahkan bantuan kepada (1) Ponpes Kyai Kajoran Desa Kajongan Kecamatan Kajen berupa hibah sarana dan prasarana budidaya ikan lele; (2) Ponpes Syarif Hidayatullah Wonopinggo berupa hibah sarana dan prasarana budidaya ikan lele; (3) Kelompok Pokdakan Pekalongan Gandrung Desa Pantianom Kecamatan Bojong berupa hibah sarana dan prasarana budidaya ikan lele berupa uang sebesar Rp 20 juta; (4) Poklashar Berkah Melati Sari Desa Pecakarang Kecamatan Wonokerto berupa hibah Coolbox sebanyak 11 unit; dan (5) PKK Desa Bebel Kecamatan Wonokerto berupa hibah benih ikan Nila sebanyak 190 ribu ekor. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Perempuan berkebaya tersebut datang dari berbagai pelosok 285 desa yang ada di 19 kecamatan, Kabupaten Pekalongan. Dari pagi mereka sudah berkumpul memenuhi lapangan rumput hijau Alun-Alun Kajen tersebut.
Senam stunting berdurasi 8 menit tersebut, berisi gerakan-gerakan yang memperkuat otot. Semua bergerak dengan diiringi musik. Untuk menambah semarak, dilengkapi dengan tarian lagu Moumere dan lagu Apa Salah Aku yang lagi viral saat ini. Semua bergerak gembira sambil meregangkan otot. Tak terkecuali Bupati Pekalongan KH. Asip Kholibhi, SH., M.Si bersama sang isteri Ny. Munafah Asip, Wakil Bupati Ir. Hj. Arini Harimurti, Ketua DPRD Dra. Hj. Hindun, MH, Kapolres Pekalongan AKBP Aris Tri Yunarko, S.IK.,M.Si beserta istri, Dandim 0710 Pekalongan beserta istri dan seluruh tamu undangan lainnya.
Bupati Pekalongan KH. Asip Kholibhi menjelaskan anak-anak stunting (bertubuh lebih pendek) di Kabupaten Pekalongan masih cukup tinggi. “Untuk mencegahnya semua masyarakat mau bekerja sama memperhatikan asupan gizi pada anak-anaknya. Ayo kita kerja sama mengatasinya,” ujar Bupati Asip.
Sementara itu, Ketua TP PKK Kab. Pekalongan Ny. Munafah Asip menuturkan senam stunting diperlukan agar ibu-ibu bisa mengingat, dan memperhatikan asupan gizi anak-anaknya.
Dijelaskan Ny. Munafah Asip, secara nasional PHI tahun ini diperingati pada Minggu, 22 Desember di Semarang. Sementara di Kabupaten Pekalongan rangkaian PHI sudah diadakan sejak awal Desember ini.
“Kami sudah melakukan seminar tentang stunting bekerja sama dengan Yayasan Amway Peduli yang diikuti seribuan ibu-ibu. Juga ada acara Tutur Batik. Tutur Batik pada Minggu malam, 22 Des. Menceritakan Legenda Bumi Batik Nusantara, dengan penampilan teaterikal, kolosal, dan monolog, bertema Batik Hidup dan Menghidupi. Juga tak ketinggalan kuliner khas Kab. Pekalongan.” Papar Ny. Munafah Asip.
“Bersamaan dengan Peringatan Hari Ibu ini, Kabupaten Pekalongan juga memperingati Hari Nusantara ke-19, dan Hari Ikan ke-6,” imbuhnya. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Berbeda dari Upacara biasanya, Upacara kali ini seluruh petugas Upacara adalah wanita, yaitu ASN Kabupaten Pekalongan. Selaku Perwira Upacara adalah Staf Ahli Bupati Dra. Hj. Siti Masruroh, M.Si, Pembaca Sejarah Hari Ibu Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Ir. Hj. HB. Riyantini, Komandan Upacara adalah Hany yang sehari-harinya berdinas di Bappeda dan Litbang Kabupaten Pekalongan. Bukan hanya itu, seluruh petugas upacara adalah wanita semua.
Upacara dihadiri Wakil Bupati Pekalongan Ir. Hj. Arini Harimurti, Kapolres Pekalongan AKBP Aris Tri Yunarko, S.IK., M.Si, Dandim 0710 Pekalongan Letkol Inf. Arfan Johan Wihananto, S.IP., MMS, Ketua DPRD Dra. Hj. Hindun, MH., beserta para anggota DPRD Kabupaten Pekalongan, unsur Forkopimda lainnya.
Selanjutnya, hadir pula Sekda Dra. Hj. Mukaromah Syakoer, MM beserta para Asisten Sekda dan para Kepala Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Pekalongan, Ketua TP PKK Kabupaten Pekalongan Ny. Munafah Asip Kholbihi, Ketua Persit Candra Kirana Ny. Arfan Johan Wihananto, Ketua Bhayangkari Ny. Aris Tri Yunarko, dan segenap tamu undangan dari seluruh organisasi masyarakat di Kabupaten Pekalongan.
Upacara Hari Ibu ke-91 dengan tema "Perempuan Berdaya, Indonesia Maju" diikuti ribuan peserta dari seluruh unsur masyarakat yang ada di Kabupaten Pekalongan. Mereka mengenakan baju koko putih lengan pendek, berikat kepala batik dan bawahan sarung bagi peserta laki-laki dan berkebaya nasional bagi peserta kaum perempuan.
Dalam sambutan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA) I Gusti Bintang Darmavati yang dibacakan Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, , mengatakan bahwa pelaksanaan Peringatan Hari Ibu (PHI) mengingatkan kita tentang perjuangan kaum perempuan Indonesia telah menempuh proses yang sangat panjang dalam mewujudkan persamaan peran dan kedudukan dengan kaum laki-laki.
PHI mengingatkan seluruh rakyat Indonesia, terutama generasi muda akan arti dan makna Hari Ibu sebagai sebuah momentum kebangkitan bangsa, penggalangan rasa persatuan dan kesatuan serta gerak perjuangan perempuan yang tidak dapat dipisahkan dari sejarah perjuangan bangsa Indonesia.
Perempuan Indonesia masa kini adalah perempuan yang dituntut untuk sadar dan aktif meraih akses dan kesempatan yang sama dengan laki-laki dalam berbagai bidang pembangunan. PHI ke-91 adalah titik awal gerakan “percepatan” pemberdayaan perempuan di berbagai bidang pembangunan dan memberikan perlindungan bagi perempuan untuk mewujudkan arahan Presiden.
Pada kesempatan PHI ke-91 ini beliau mengajak semua perempuan untuk terus maju, mampu menjadi sosok yang mandiri, kreatif, inovatif, percaya diri, dan tentunya akan bersama laki-laki menjadi kekuatan besar yang memastikan terwujudnya SDM unggul dan berdaya saing menuju Indonesia Maju.(didik/dinkominfo kab.pekalongan)