KAJEN – Dalam rangka mendukung kelancaran perayaan natal 2019 dan tahun baru 2020, Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) melakukan monitoring dan evaluasi ketersediaan dan keterjangkauan harga kebutuhan pokok masyarakat di pasar Kajen, SPBE Bojong, dan Gudang Bulog Sub Drive Pekalongan di Bondansari Kecamata Siwalan, Senin (23/12/2019) sore
Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si mengungkapkan bahwa menjelang Natal 2019 dan Tahun Baru 2020, Pemerintah Kabupaten Pekalongan belum berencana menggelar operasi pasar. "Kami datang ke gudang Bulog untuk memastikan bahwa stok pangan saat Natal dan tahun baru di Kabupaten Pekalongan aman. Kemudian, mengenai belum perlu menggelar operasi pasar karena kondisi pasar saat ini relatif lebih stabil, baik untuk harga maupun stok," kata Bupati Asip.
Menurutnya, di gudang Bulog Wiradesa ini stok masih 40 ribu ton, sementara kebutuhan pasar di Kabupaten Pekalongan hanya 100 hingga 200 ton per bulan. Kemudian, harga sendiri juga masih jauh dari harga eceran tertinggi (HET). "Bulog menetapkan harga beras di gudang Rp 8.100 per kilogram dan untuk harga jual di pasar tidak boleh melebihi HET sebesar Rp 9.450 per kilogram. Ternyata di pasar harga jualnya Rp 8.500 dan ini menunjukkan supply-demandnya sangat terjaga, sehingga harga bisa dikendalikan," tuturnya.
Bupati KH. Asip menambahkan intervensi yang dilakukan pemerintah, yaitu menjaga suplainya supaya untuk tidak terlambat. "Jika suplaynya berkurang, harga pasti naik. Tapi, inikan suplaynya terjaga maka harganya bisa stabil. Sehingga, belum perlu menggelar operasi pasar," tambahnya.
Sementara itu, Dady Rahman Wakil Pimpinan Cabang Bulog Bondansari mengatakan stok keseluruhan di gudang Bulog Bondansari ada 40 ribu ton beras. "Artinya, itu jauh melebihi kebutuhan yang ada di Kabupaten Pekalongan. Sehingga, dipastikan untuk beras jelang Nataru aman," katanya.
Dady menambahkan di bulan Januari dan Februari memang ada kenaikan, namun itu masih bisa teratasi. "Jadi, kalau untuk beras kita akan terus menjaga stok maupun harganya," tuturnya.
Pihaknya menambahkan, harapannya kondisi baik ini bisa berlangsung lebih lama untuk menjaga inflasi agar tetap stabil. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
KAJEN - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Pekalongan melantik 57 anggota Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) se Kabupaten Pekalongan, untuk mendukung pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2020.Pelantikan berlangsung di Hotel Dafam Pekalongan, Senin, (23/12/2019).
KAJEN - Pemkab Pekalongan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan bekerjasama dengan Dekranasda kembali menggelar pentas seni Budaya Tutur Batik. Pagelaran Tutur Batik mengusung tema "Legenda Bumi Batik Nusantara " itu digelar di boulevard pendopo kajen, minggu (22/12) malam dan berlangsung meriah.
KAJEN - Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia menggelar haul ke-10 untuk KH Abdurrahman Wahid yang akrab disapa Gus Dur. Acara digelar pada Sabtu (21/12/2019) pukul 09.00 pagi sampai malam hari di Gedung PCNU, Bebekan, Kedungwuni.
KAJEN – Wakil Bupati Pekalongan Ir. Hj. Arini Harimurti memimpin upacara Hari Bela Negara ke-71 tahun 2019, bertempat di Lapangan Kompi Senapan C Yonif 407/PK Wonopringgo Kecamatan Wonopringgo, Kamis(19/12/2019). Upacara yang didahului dengan pembacaan ikrar Bela Negara oleh perwakilan TNI, Polri, ASN dan pelajar ini dilaksanakan dengan khikmat.
KAJEN - Nomor layanan Aduan Masyarakat milik Pemerintah Kabupaten Pekalongan berupa SMS LAPOR SIIP 085600900300 akhir tahun ini telah diintregasikan dengan layanan LAPOR! yang dikelola Pemerintah Pusat. Tujuan dari intregrasi ini adalah untuk lebih mempemudah masyarakat untuk melaporkan, terpadu seluruh Indonesia dan tuntas memperoleh jawaban.
KAJEN - Menjelang Natal 2019 dan Tahun Baru 2020, Polres Pekalongan musnahkan 1.184 botol minuman keras (miras) dalam Apel Gelar Pasukan Ops Lilin Candi 2019 di Jalan Mandurorejo Kajen, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Kamis, (19/12/2019).
KAJEN – Sebagai salah satu misi pengembangan potensi olahraga panahan di lingkup Regional Jawa Tengah, Pengurus Cabang (Pengcab) Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Kabupaten Pekalongan menggelar Pelatihan Pelatih Panahan se Regional, di Kampus International Muhammadiyah Boarding School (IMBS) Miftahul Ulum Pekajangan.
KAJEN - Wakil Bupati Pekalongan Ir. Hj. Arini Harimurti mengatakan, penyandang disabilitas itu memiliki hak yang sama dengan warga lainnya.
Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si dalam sambutannya meminta kepada pengawas pemilu kecamatan (Panwascam) yang baru dilantik untuk menjalankan tugas dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati tahun 2020 agar tegas dan bertanggung jawab.
"Panwascam merupakan ujung tombak pengawasan terhadap penyelenggaraan pemilihan pada tingkat kecamatan, diharapkan tetap berpedoman pada ketentuan serta peraturan perundang-undangan yang berlaku," kata Bupati Pekalongan.
Selain itu, pihaknya juga berpesan, agar fungsi pengawasan yang dilakukan oleh Bawaslu harus mengedepankan azas keadilan atau tidak memihak kepada salah satu calon. "Untuk Pilkada Kabupaten Pekalongan 2020 nanti, Pemeritah sudah menyiapkan semuanya, baik itu infrastruktur maupun yang lainnya. Karena kita sudah menandatangani NPHD baik dengan Bawaslu maupun KPU dengan total anggaran Rp 37 miliar, untuk seluruh proses pilkada dari pembentukan Panwascam ini hingga seterusnya," ujarnya.
Menurut Bupati, masyarakat Kabupaten Pekalongan sudah terbisa melaksanakan pemilihan langsung dan pihaknya berharap pilkada 2020 bisa berjalan aman dan lancar. "Semoga aparaturnya semakin profesional sehingga bisa lebih baik lagi,"pungkasnya.
Sementara itu, Komisioner Bawaslu Divisi Organisasi dan SDM Nur Anis Kurlia mengatakan bahwa seluruh Panwascam yang dilantik pada kesempatan tersebut, sebelumnya harus melalui proses yang cukup panjang. "Proses yang panjang dan obyektif telah telah dilalui seperti seleksi administrasi, tes dengan menggunakan model berbasis online, seleksi wawancara, dan tes kesehatan," kata Nur Anis Kurlia.
Anis menyampaikan, bahwa ke 57 Panwascam yang dilantik berasal dari 19 Kecamatan di wilayah Kabupaten Pekalongan dengan presentase laki-laki berjumlah 50 orang, dan 7 orang anggota perempuan. "Dari 57 anggota panwascam terpilih, 38 diantaranya merupakan wajah baru. Sedangkan, 18 orang lainnya merupakan mantan anggota Panwascam pada pemilu sebelumnya," ungkapnya.
Pihaknya mengingatkan kepada anggota Panwascam harus bertanggungjawab dan bekerja sesuai prinsip-prinsip yang ada. "Saya berharap anggota Panwascam terpilih, dapat bekerja dengan maksimal dan penuh waktu serta bisa bertanggungjawab agar dapat terwujud pilkada yang bermartabat dan berkualitas," tambahnya. (humas/dinkominfo kab.pekalongan)
"Tutur batik adalah sebuah acara yang berisi tentang bagaimana kita menarasikan tentang batik dan menutur sejarah panjang perjalanan batik di kab Pekalongan. Tentu tidak lepas dari legenda batik yang ada di kabupaten". Demikian disampaikan bupati pekalongan KH Asip Kholbihi SH MSi usai pagelaran selesai.
Asip mengatakan event event yang berkaitan dengan pemberdayaan batik harus kontinyu. "Ada salah satu yang sangat iconic di kabupaten Pekalongan, yaitu tutur batik",ucapnya
Pada kesempatan itu Pemerintah memberikan apresiasi kepada 5 pembatik yang sudah melahirkan karya karya yang diakui baik di tingkat nasional maupun internasional, seperti Utoyo slamet, Failasuf( Wiradesa), Sapuan ( Wiradesa) , Liem Ping Wei Kedungwuni dan oey soe tjun (Kedungwuni)
"Dari semua itu kita memberikan apresiasi atau penghargaan agar karya karya beliau tetap bertahan dan mewariskan kepada generasi muda, agar mereka mencintai batik tulis sekaligus mengembangkan karya tersebut sesuai dengan perkembangan jaman ", ungkapnya.
Menurut Asip, pemerintah mempunyai fungsi memfasiliatsi dan melakukan penataan regulasi terkait dengan bagaimana lingkungan harus dijaga, diversifikasi pemasaranya harus dibantu karena ekonomi kreatif itu juga didukung sistem bisnis yang baik. "Jadi nanti kalau hasil produksinya itu laku keras maka tentu hal ini akan menunjang sekali terhadap produktifitas para pembatik di kabupaten Pekalongan", tandasnya.
Asip juga mengatakan pihaknya terus menerus melakukan upaya yang terorganisir dengan baik terutama pemerintah menjadi inisiasi. Seperti pada malam itu, pembelajaran tentang batik harus diajarkan sedini mungkin. Kemudian yang lebih penting lagi, lanjut Asip, adalah riset tentang batik.
"Tentu harus ada kolaborasi pemerintah, para pelaku dan pengusaha batik dan akademisi. Kalau 3 komponen ini terus menerus melakukan kolaborasi, saya meyakini keberadaan batik tulis di kabupaten Pekalongan ini akan semakin baik. Batik pekalongan ini anti kemapanan. Warnanya sangat bervariasi, dinamis dan boketannya tidak terlalu terikat serta lebih realis", tuturnya
Selanjutnya pemkab akan teeus menerus melakukan upaya pemberdayaan terhadap para pembatik, melakukan kerjasama dengan pemerintah kab/kota di seluruh Indonesia untuk memperkenalkan batik Pekalongan sekigus memberikan pemberdayaan terhaap batik batik lokal yang ada di seluruh Indonesia.
Menanggapi usulan pelajaran batik dimasukkan ke sekolah, Asip mengaku pihaknya akan mengkaji, mendiskusikan dan menginstruksikan dindikbud untuk mengajarkan batik pada pelajaran ekstra aebagai bentuk menyambung kelangsungan batik di pekalongan. "Ini harus diwariskan dari generasi ke generasi , supaya anak anak kita mengenal batik dan tradisi batik di wilayah Kabupaten Pekalongan tidak akan hilang", ungkap Asip.
Sementara itu kepala Dindikbud Kabupaten Pekalongan, Sumarwati, SPd, MAP mengungkapkan harapan pagelaran tutur batik tersebut bisa mengedukasi masyarakat terkait sejarah batik.
"Pada saat penjajahan kita belum mengenal batik. Tadi disampaikan atau dituturkan sehingga muncul batik di Pekalongan", papar Sumarwati.
Dari tema tersebut, yang ingin ditonjolkan dari Dindikbud terhadap batik adalah seni dan budaya dikolaborasikan antara batik dan kesenian modern. ( humas kominfo kab. Pekalongan )
Menurut Ketua Lesbumi PCNU Gus Eko Ahmadi, kegiatan ini diselenggarakan dengan tema memelihara hal lama yang baik dan mengambil hal baru yang lebih baik. Gus Dur adalah orang dengan pemikiran hebat, yang merupakan seorang ulama dan Umaro. Gus Dur juga dikenal sebagai bapak kemanusiaan yang mengerti tentang manusia.
"Persoalan kemanusiaan di Kabupaten Pekalongan adalah masih maraknya perjudian Nomer (TOGEL) maka dalam haul kali ini semua pihak baik ulama dan Umara' nya bersama sama memberantas TOGEL dengan pendekatan seni dan budayanya.Apalagi Lesbumi punya banyak laskar dan sanggar di setiap kecamatan dan desa di Kabupaten Pekalongan" kata Gus Eko.
Acara Haul Gus Dur ke Sepuluh kali ini, diawali dengan dibukanya pameran manuskrip Islam Nusantara dari abad 16 sampai dengan 19, juga pameran tosan aji kabupaten Pekalongan, lalu workshop Sinematografi dan workshop teater. Selain itu juga ada istighotsah, tahlil dan parade band indie se kabupaten Pekalongan.Tak lupa persembahan tari kreasi dari Sanggar Mekar Budaya Bojong yaitu Tari Sintren Ceria dan Tari Sholawat Bumi Santri. Puncak acara ada pertunjukan seni teater dari kelompok segita Teater Kudus sebagai persembahan Lesbumi PCNU Kudus.
Acara dihadiri katib syuriah PCNU kabupaten Pekalongan, KH M Afnan Khafid, Ketua FKUB Kab Pekalongan, KH Dzikron, Ketua GP Ansor Kabupaten Pekalongan, M Azmi, Komandan Satkorcab Banser, M Khairudin, Polres Kabupaten Pekalongan, Perwakilan Muslimat, Fatayat dan para anggota laskar dan sanggar se Kabupaten Pekalongan
Dengan kegiatan ini, Lesbumi PCNU Kabupaten Pekalongan berharap semoga Kabupaten Pekalongan mendapat barokah hingga tetap aman dan damai juga penyakit kemanusiaan (togel) di masyarakat tuntas.(didik /dinkominfo kab.pekalongan)
Dalam amanat Presiden Republik Indonesia Bapak Joko Widodo yang dibacakan oleh Wakil Bupati Pekalongan Ir. Hj. Arini Harimurti, mengatakan bahwa tantangan yang dihadapi bangsa dan negara kita, semakin hari semakin berat dan beragam bentuknya.
Sebagaimana yang telah diingatkan oleh Bung Karno, bahwa perang modern bukan sekedar perang militer, melainkan peperangan yang menyangkut seluruh aspek kehidupan masyarakat.
“Dengan demikian, tidak hanya militer yang berperan membangun ketahanan Indonesia, tapi juga menuntut peran seluruh komponen bangsa demi kelangsungan hidup dan keutuhan NKRI,” ungkap Presiden.
Lebih lanjut dikatakan Wakil Bupati Pekalongan, tanpa adanya sikap dan perilaku bela negara, maka pengelolaan negeri kita yang besar dan luas dengan sumber daya alamnya yang melimpah, tak akan mencapai keadilan dan kemakmuran yang di cita-citakan oleh seluruh pendahulu bangsa.
“Penanaman nilai-nilai dasar bela negara harus dilakukan secara terus menerus kepada seluruh komponen masyarakat dari beragam profesi tanpa memandang usia, suku, agama dan ras sebagai hak dan kewajiban tiap warga negara yang dijamin oleh undang-undang,” harapnya.
“Bagi yang berbakti dalam birokrasi pemerintahan, teruslah mereformasi diri serta meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pelayanan publik. Yang belajar dan mengajar, teruslah meningkatkan kearifan dan pengabdian masyarakat berbasis nilai-nilai kebangsaan kita. Yang mengabarkan berita, teruslah menjadi penerang informasi masyarakat secara jujur, berimbang dan bertanggungjawab. Yang menjalankan usaha, tingkatkanlah terus daya saing secara sinergis dengan segenap tujuan Negara,“ tutup Wakil Bupati Pekalongan mengutip amanat Presiden Republik Indonesia.
Sementara itu, Kepala Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Haryanto Nugroho, S.STP, MM., selaku ketua penyelenggara kegiatan, usai upacara menyampaikan bahwa dalam rangka memperingati Hari Bela Negara ke-71 tahun 2019, Pemerintah Kabupaten Pekalongan melaksanakan dua kegiatan pokok, yakni upacara dan kegiatan peningkatan kesadaran bela Negara.
Dikatakan haryanto, upacara dihadiri para Kepala Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Pekalongan, perwakilan unsur Forkopimda dan para Kepala Sekolah SMA sederajat di Kabupaten Pekalongan. Diikuti oleh ratusan peserta perwakilan dari TNI, Polri, ASN, mahasiswa, pelajar, dan organisasi kemasyarakatan yang ada di Kabupaten Pekalongan.
Dalam upacara, secara simbolis Wakil Bupati memasang tanda peserta yang akan mengikuti peningkatan kesadaran bela Negara selama dua hari ke depan.
“Kegiatan peningkatan kesadaran bela negara yang pesertanya ada di adik-adik siswa pelajar SMA sederajat sebanyak 125 anak, dilaksanakan selama 2 hari. Diisi materi dari para instruktur dan narasumber yang berasal dari TNI dan Polri serta unsur terkait lainnya,” tutur Haryanto.
“Selama dua hari materinya di dalam ruangan, outbound, baris-berbaris. Selain itu juga ada kegiatan malam yang tujuannya untuk memberikan kemampuan awal bela Negara bagi generasi muda,” imbuhnya. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat (LAPOR!) adalah layanan penyampaian semua aspirasi dan pengaduan masyarakat Indonesia melalui beberapa kanal pengaduan yaitu website , SMS 1708, twitter @lapor1708 dan aplikasi Android.
“ Melayani aduan masyarakat melalui LAPOR!, menjadi kewajiban kita bersama sebagai Aparat Pemerintah dituntut untuk lebihr esposif pada setiap laporan masyarakat” Ungkap Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan Dra. MukaromahSyakoer, MM saat membuka Sosialisasi Layanan Aspirasi dan Pengaduan On Line (LAPOR!) hari ini di aula lantai 1 Setda Kajen, Kamis (19/12) pagi
"Dan ini adalah bagian dari kerja cerdas, iklas, keras , tuntas dan kerja bersama kita dalam rangka turut membangun Kabupaten P ekalongan", terangnya. Menurut ekda, Masyarakat sekarang serba instan.“Kalau jalan berlubang, yang dipotret ubangnya, bukan yang mulus yang disampaikan ke pimpinan tapi yang berlubang, itu yang dilaporkan, Artinya apa?Masyarakat butuh penanganan cepat. Maka dari itu kominfo melakukan kegiatan sosialisasi pagi ini untuk menyikapi hal hal seperti itu.Tugas kita tidak hanya menjamin sent/terkirim.Tapi delivered sehingga sampai pendistribusian kegiatan itu bisa dikerjakan, bisa dirasakan oleh masyarakat. Selalu cek masalah di lapangan dan temukan solusinya karena untuk mempecepat pelayanan”, tuturnya.
“Kita sudah tidak manual lagi semuanya asudah online.Mulai dari e planning, e budgeting, e indection, lalu nanti akan ada e ASB (Analisa standar biaya)” terang sekda. Kedepan, menurut sekda Kita harus punyakegiatan transparan, akuntabel, kita harus punya dedikasi ,loyalitas dan komitmen yang tinggi terhadap pemerintah daerah.
Sekda juga menyampaikan kepada OPD agar aktif memberi informasi kepada masyarakat Kabupaten Pekalongan melaui website yang sudah ada. “Masing - masing OPD sudah dibuatkan web oleh Kominfo harusnya diisi, karena bentuknya informasi ke masyarakat sehinnga masyarakat bisa mengakses/ melihat ”pintanya.
Sementara itu Kadinas Kominfo Kabupaten Pekalongan Drs. Anis Rosidi, MM menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah dalam rangka memacu OPD untuk mempersiapkan Tata Kelola Pemerintahan yang baru, berupa Tata Kelola Pemerintahan Berbasis Publik, Tata Kelola Berbasis IT dan Tata Kelola Berbasis Single Data.
Sementara itu, Anis Rosidi S sos.Msi selaku kepala dinas Kominfo kabupaten Pekalongan menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah dalam rangka memacu OPD untuk mempersiapkan Tata Kelola Pemerintahan yang baru, berupa Tata Kelola Pemerintahan Berbasis Publik, Tata Kelola Berbasis IT dan Tata Kelola Berbasis Single Data." Sosialisasi pada siang kali inimenyangkut tata kelola pemerintahan berbasis keterbukaan informasi public. Seperti kita ketahui bahwa kita memiliki Undang Undang yang harus kita implementasikan , yaitu UU no. 11 tahun 2008 tentang keterbukaan informasi public. Kemudian PP no 76 tahun 2013 tentang pengelolaan pengaduan pelayanan public nasional. Dimana di era ini masyarakat bisa menyampaikan masukan, menyampaikan aspirasi-aspirasi terhadap pemerintah daerah. Hal ini harus direspon oleh pemerintah daerah” terang Anis.
Anis mengatakan Kabupaten Pekalongan sudah memiliki namanya Lapor Sip!. Lapor Sip! Ini terintegrasi secara nasional serta sudah terkoneksi dengan lapor gubernur dan lapor SP4N, yang terkoneksi dengan 34 kementrian dengan 96 lembaga tinggi Negara termasuk komisioner dan ada sekitar 493 pemerintahan.” Ini semua bisa melihat.ketika ada aduan harus kita respon. Oleh karena itu siang ini kita mengadakan sosialisasi apa itu Lapor SP4N dan masing masing OPD untuk menunjuk adminnya” ungkap Anis
Sedangkan maksud dan tujuan kegiatan sosialisasi, menurut Anis adalah memberi pemahaman Konsekuensi dari tata kelola adalah terbukanya informasi infomasi dan aduan masyarakat kepada pemerintah daerah
.“ Tujuannya agar mereka tahu apa itu Lapor SP4N dan bagaimana bersikap ketika ada laporan. Mengetahui SOP nya seperti apa dan responnya seperti apa agar ini sesuai dengan program pemerintah pusat tentang quick respon. Pemerintah harus cepat, tanggap.menyikapi permasalahan permasalahan dan masukan masukan dari masyarakat terkait fungsi fungsi pemerintahan yaitu penyelenggaran pemerintahan , terkait pelayanan public, terkait pemberdayaan. Lapor SP4N ini otomatis terhubung dengan Polri, KPK dan semua bisa membaca” tambahnya
Selanjutnya Dasar aduan ini menjadi pintu masuk dasar daripada turunnya tim penyelidikan. “inilah esensi dari tujuan adanya informasi keterbukaan public,yaitu adanyat ransparansi penyelenggaraan pemerintah” pungkas Anis ( HumasKominfo )
"Pemusnahan ini yang dihasilkan dari 2 kali operasi Cipta Kondisi dengan Pekat mulainya November dan Desember," kata Wakapolres Pekalongan Kompol Mashudi, SH.
Menurutnya, tujuan pemusnahan ini untuk mengurangi atau mencegah terjadinya hal-hal yang tidak kita inginkan.
Tidak hanya itu, pihaknya juga melakukan penertiban masyarakat agar tidak terlalu sering melakukan, kegiatan minum-minum miras karena dampaknya ke masyarakat sangat merugikan.
"Kita lakukan tindak pidana tipiring, kepada para penjual yang miras di Kabupaten Pekalongan," ungkapnya.
Wakapolres juga menambahkan menjelang tahun baru pihaknya tetap operasi. Salah satu bentuknya Cipkon, terus akan lakukan.
Sementara itu, Sekda Kabupaten Pekalongan Dra. Hj. Mukaromah Syakoer, MM mewakili Pemerintah Kabupaten Pekalongan mengucapkan terima kasih kepada TNI, Polri, dan masyarakat atas kerjasama untuk menjaga ketertiban di Kabupaten Pekalongan.
"Sebentar lagi ada natal dan tahun baru. Kami harapkan, semua masyarakat untuk menjaga keamanan dan ketertiban di Kabupaten Pekalongan. Agar, tercipta suasana yang sejuk dan damai," tambahnya. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Sebanyak 80 peserta hadir dari beberapa wilayah Jawa Tengah dan sekitarnya mulai dari Kabupaten Pekalongan, Kota Pekalongan, Kabupaten Batang, Kabupaten Pemalang, Tegal, Slawi, Brebes, Purwokerto, Magelang, Solo, Yogyakarta, Sragen, Kendal, Temanggung, hingga Tulungagung Jawa Timur turut hadir mengikuti pelatihan yang akan dilangsungkan Rabu (18/12/2019) hingga Jumat (20/12/2019) mendatang.
Kegiatan Pelatihan Pelatih Panahan se Regional ini, dibuka pada hari Rabu (18/12) oleh perwakilan Pengurus Provinsi (Pengprov) Perpani Jawa Tengah, Abadi Pitoyo. Menurutnya, kegiatan pelatihan tersebut menjadi salah satu ajang yang sangat baik untuk meningkatkan kompetensi para atlet panahan, agar dapat melaju dan mengembangkan prestasinya.
Eko Ahmadi, selaku Ketua KONI Kabupaten Pekalongan menyampaikan dukungannya terhadap kegiatan yang diusung oleh Pengcab Perpani Kabupaten Pekalongan ini. Pihaknya berkomitmen untuk memberikan dukungan secara maksimal demi pengembangan dan peningkatkan para atlet panahan.
Senada dengan itu, Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dinporapar) Kabupaten Pekalongan yang diwakili oleh Bambang Supriyadi juga mengapresiasi atas penyelenggaraan kegiatan ini.
“Sangat senang sekali melihat antusiasme para peserta yang hadir dari berbagai wilayah, bahkan ada yang dari Jawa Timur dan juga peserta dari Sumatera, yang menyempatkan bergabung dengan kegiatan ini. Tentu ini menjadi sangat baik untuk turut serta mengembangkan potensi atlet-atlet panahan kita,” ujar dia.
Menurut Ketua Harian Pengcab Perpani Kabupaten Pekalongan, Frangki Irawan, pihaknya berharap agar kegiatan tersebut menjadi ajang silaturahmi antar pelatih panahan sekaligus sebagai ruang bertukar ilmu demi peningkatan kompetensi bersama. Selain kegiatan pelatihan pelatih, Pengcab Kabupaten Pekalongan juga akan melanjutkan kegiatan dengan menggelar Lomba Panahan khusus Kabupaten Pekalongan pada tanggal 21 Desember 2019 mendatang.(didik /dinkominfo kab.pekalongan)
Hal tersebut diungkapkannya usai menghadiri Peringatan Hari Disabilitas Internasional, di Gedung Pemuda Kabupaten Pekalongan di Kajen, Jawa Tengah, Rabu (18/12/2019).
"Tema yang diambil pada peringatan ini yaitu 'Indonesia Inklusi Indonesia Unggul'. Tema ini sangat bagus sekali, bahkan tadi saya memberikan semangat kepada mereka, karena apapun yang dialami adalah rahmat dan semoga akan mendatangkan kelebihan-kelebihan lain," kata Arini.
Menurutnya, tujuan dari kegiatan ini yaitu memotivasi para penyandang disabilitas, untuk terus maju dan berkarya sesuai dengan keahlian masing-masing.
"Indonesia Inklusi, Disabilitas Unggul ini mengandung makna imbauan dan ajakan kepada kita semua untuk mewujudkan masyarakat inklusif dalam segala aspek kehidupan, ke depan dapat terus berkesinambungan dengan mewujudkan penyandang disabilitas yang unggul," ungkapnya.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pekalongan, Dra. Hj. Siti Masruroh, M.Si mengatakan, Hari Disabilitas Internasional sebenarnya diperingati setiap tanggal 3 Desember tiap tahunnya.
Menurutnya, Pemkab Pekalongan melalui Dinas Sosial setiap tahunnya, selalu mengadakan kegiatan dan memberikan bantuan untuk penyandang disabilitas.
"Jadi tiap tahun Dinas Sosial memperingati hari disabilitas internasional. Tidak hanya itu, Pemkab Pekalongan selalu memberikan bantuan alat bantu, seperti alat bantu dengar untuk tuna rungu, ada bantuan kaki palsu, dan sebagainya, serta kita memberi bantuan untuk ekonomi produktif," katanya.
Masruroh mengungkapkan melalui peringatan ini, pihaknya berharap untuk bersama-sama memberikan hak-hak disabilitas.
"Kita terus bersama-sama memberikan hak-hak disabilitas, untuk terus tumbuh berkembang dan ikut berpartisipasi di dalam masyarakat dengan tidak ada perbedaan. Saat ini di DPRD juga, sedang dibahas Raperda Penyandang disabilitas yang kebetulan itu juga inisiasi dari DPRD," ungkapnya.
Pihaknya menambahkan dengan dibentuknya Raperda Disabilitas, ini menjadi bukti bahwa Pemerintah Kabupaten Pekalongan peduli dengan penyandang disabilitas.
"Termasuk didalamnya penyediaan sarana fasilitas pendukung seperti pembangunan. Jadi, di dalam pembangunan ada akses untuk disabilitas, ini perlu dukungan dan kesadaran bersama bahwa penyandang disabilitas juga memiliki hak dan semangat yang sama seperti kita," tambahnya.(didik/dinkominfo kab.pekalongan)