Rabu, 11 Desember 2019
- Hari Sabtu kemarin 2.500 kyai dari seluruh Indonesia hadir pada acara Silaturahim Nasional Ulama, Umaro, TNI dan Polri yang digelar di Pendopo Kabupaten Pekalongan di Kajen. Hari Minggu siang ini sekitar 20.000 ibu-ibu Nyai hadir di pengajian Maulid Nabi Lajnah Thoriqoh Muslimat Wathonah. Ini menjadi energy positif yang luar biasa. Hal ini menandakan bahwa Kabupaten Pekalongan merupakan Kabupaten yang barokah. Amin Allahumma Amiiin.
Senin, 9 Desember 2019
Apel diikuti oleh para Staf Ahli Bupati, para Asisten Sekda, para Kepala Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Pekalongan beserta jajaran pejabat struktural dibawahnya dan para perwakilan ASN di lingkungan Pemkab Pekalongan.
Pada Apel Harkodia tersebut, Bupati Pekalongan membacakan sambutan tertulis Gubernur Jawa Tengah. Dalam awal sambutan tertulisnya, Gubernur menyampaikan peringatan Hari Antikorupsi Se-dunia tahun 2019 ini pihanya ingin bercerita tentang contoh riil gerakan antikorupsi yang telah dilakukan oleh founding fathers kita: Soekarno-Hatta.
Kita tahu, dua tokoh hebat yang kemasyhurannya diakui dunia ini memiliki kekuasaan yang luar biasa, karena memegang mandat rakyat sebagai Presiden dan Wakil Presiden. Namun, sepanjang hidupnya, mereka ternyata justru memilih laku marhaen.
Meski berkuasa, Soekano-Hatta tetap tidak banyak harta. Bahkan menjelang akhir hayatnya, dwitunggal itu menyisakan kisah yang membuat kita mbrebes mili. Suatu ketika, tatkala Bung Karno masih di Istana Merdeka, terpaksa harus mengurungkan keinginannya untuk sekadar makan pisang goreng dan nasi kecap karena sama sekali tidak punya uang. Bahkan, beberapa kali bapak proklamator itu harus pinjam uang kepada ajudannya untuk sekadar memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Saking prihatinnya, di akhir tahun 1969, dia harus muter-muter mencari pinjaman untuk menikahkan putrinya. Tidak jauh beda, Bung Hatta sampai akhir hayatnya masih saja menyimpan brosur sepatu merek Bally. Ya, hanya bisa menyimpan brosurnya, karena sepanjang hidup Bung Hatta tidak bisa mewujudkan mimpinya untuk membeli sepatu itu. Bahkan karena kehati-hatiannya terhadap uang negara, Bung Hatta tidak mau menggunakan secarik kertas dari kantor untuk keperluan pribadinya.
Dari cerita itu bisa kita bayangkan betapa sejatinya laku tidak koruptif sudah dijalankan oleh founding fathers kita. Betapa Dwitunggal itu memegang teguh ajaran leluhur “sepi ing pamrih rame ing gawe” dan “memayu hayuning bawono”. Kita diwanti-wanti untuk bekerja keras, tapi jangan tamak, jangan mengharap imbalan lebih. Untuk apa? Untuk menjaga hayuning bawono, menjaga keseimbangan kehidupan. Mereka sadar, korupsi itu salah satu bentuk kejahatan destruktif yang tidak hanya akan menghancurkan pribadi atau keluarga, tapi juga akan merusak tatanan masyarakat dan Negara.
Di Jawa Tengah, sejak 2013 telah mencanangkan gerakan Mboten Korupsi Mboten Ngapusi. Bukan hanya di lingkungan Pemerintahan Provinsi, tapi juga seluruh pelosok Jawa Tengah. Di kalangan pemerintahan, mental pejabat lama kita dobrak, sistem jadul kita rombak. Pungli kita sikat dengan teknologi, setoran kepada atasan kita berantas dengan lelang jabatan, manipulasi anggaran kita semprot dengan digitalisasi, mafia-mafia proyek kita hantam dengan keterbukaan.
“Untuk itu, saudara-saudara, bersiaplah melompat lebih jauh. Tempa raga dan sukmamu, siapkan mentalmu untuk turut andil menyempurnakan bangunan antikorupsi ini. Jika Indonesia saat ini berada di peringkat 89 indeks persepsi korupsi, di tangan kalian-kalian kelak peringkatnya harus melesat naik. Kejar China, Amerika, Korea, Singapura dan negara-negara maju lainnya. 7 Ini bukan sekadar mimpi atau imajinasi, inilah bentuk perjuangan yang harus kita jalankan,” tandas Bupati mengutip sambutan tertulis Gubernur. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Publisher : aris
Senin, 9 Desember 2019
Senin, 9 Desember 2019
“ Ini adalah bagian dari sosialisasi kesiapan kita untuk kita informasikan kepada masyarakat tentang akan adanya perhelatan Pemilihan Pimpinan Kabupaten Pekalongan” ungkap Ketua KPU Kabupaten Pekalongan Abi Rizal baru baru ini (8/12) di bolevard Alun Alun Kajen.
Kita akan melaksanakan Pilkada pada hari rabu tanggal 23 September 2020, dengan tema Pekalongan Nyoblos dengan Riang Gembira. Dengan tujuan agar nanti pelaksanaan Pilkada berjalan aman, damai dan lancar serta pelaksanaanya dapat menyenangkan semua pihak dengan tidak timbul masalah kelak di kemudian hari.
Sementara itu KPU Republik Indonesia Ilham Saputra menyampaikan bahwa Pilkada Kabupaten Pekalongan merupakan salah satu bagian dari 270 Kabupaten/kota 9 Propinsi yang pada tahun 2020 melaksanakan Pilkada serentak. Even yang digelar telah dipayungi undang undang sehingga kami mohonkan agar KPU dalam pelaksanaannya dapat didukung semua pihak.
Untuk Kabupaten Pekalongan jika melihat kondisi geografis secara tehnis nanti pada saat pembagian logistic untuk daerah atas dapat diutamakan terlebih dahulu. “ Dan Saya yakin Kabupaten Pekalongan dapat menyelenggarakan PIlkada dengan baik”, tandasnya,
Sementara itu Bupati Pekalongan Asip Kholbihi menyambut baik dan memberikan apresiasi kepada KPU, posisinya yang penting pada proses Demokrasi di kabupaten pekalongan.Oleh karenanya Pemerintah mendukung penuh KPU agar seluruh pagelaran politik dapat berjalan sukses.
Pemerinah melaksakan fungsinya dukungan tersebut adalah dengan memberikan bantuan fasilitasi yang sudah dilakukan dan berjalan dinamis serta Pengawalan diitingkat regulasi, ada desk pilkada yang terus melakukan kajian untuk menyelesaikan berbagai persoalan.
Selanjutnya Pemerintah juga berkewajiban untuk menumbuhkan kesadaran kolektif masyarakat. agar secara sadar dalam melaksanakan haknya untuk memilih pemimpin. Kita sebagai regulator dan fasilitator akan melaksanakan sebaik saiknya, “hari ini kita tidak boleh lagi melanggar aturan main. Kita sudah membaca dan harus konsuken melaksanakan aturan yang ada bagi para pelaku dan pelaksana kegiatan Pilkada”terangnya.
Bupati mengajak semua pihak untuk bergandeng tangan bersama sesuai dengan tugas pokok fungsi masing- masing untuk mendukug Pilkada berjalan berjalan dengan baik dan riang gembira. “ Dan semoga dengan pelaksanan Pilkada nanti diawali dengan niat yang baik, Proses pelaksanaan yang baik akan menghasilkan pemimpin yang baik pula dengan berbagai kebaikan pada kepimpinannya”, tandas Bupati.
Pada kesempatan ini diperkenalkan maskot Pilkada berupa Burung Kutilang Emas (Pycnonotus Melanicterus)Burung Kutilang emas merupakan satwa endemik identitas KabupatenPekalongan yang sudah sangat langka dan keberadaannya sangat dilindungi serta salah satu satwa yang terancam punah di Pulau Jawa. Burung Kutilang emas merupakan salah satu potensi kebanggan masyarakat Kabupaten Pekalongan. Pemilihan burung kutilang emas sebagai maskot Pilkada Kabupaten Pekalongan Tahun 2020 diharapkan dapat memberikan pelajaran kepada masyarakat Pekalongan akan pentingnya pelestarian fauna asli Kabupaten Pekalongan. Burung kutilang emas symbol kebebasan, artinya masyarakat dipersilahkan bebas memilih sesuai pilihan nya tanpa adanya unsur paksaan dan tekanan dalam Pilkada nanti.
Si Markolang (Mari Coblos untuk Pekalongan) Si Markolang merupakan akronim dari Mari Coblos untuk Pekalongan. Karena kami percaya masyarakat Kabupaten Pekalongan pintar dalam berdemokrasi serta cerdas dalam menggunakan hak pilihnya.(red)
Publisher : aris
Minggu, 8 Desember 2019
Pengajian menghadirkan Ketua Umum PBNU Prof. DR. KH. Said Aqil Siradj, MA dan DR. Sabilal Rosyad, M.Si sebagai penceramah. Dihadiri jajaran Pengurus PCNU Kabupaten Pekalongan, antara lain Rois Syuriah KH. Muhammadun Jundi, Ketua Tanfidz PCNU KH. Muslih Khudori, M.Si., Ketua GP Ansor Kabupaten Pekalongan beserta kyai lainnya.
Bupati dalam sambutannya mengajak seluruh hadirin untuk terus-menerus mensuritauladani apa yang sudah ditorehkan oleh Romo KH. Amir Idris. “Melalui Haul Mbah KH. Amir Idris ini, mari kita sebagai santri khususnya yang ada di Pekalongan untuk terus-menerus mensuritauladani apa yang sudah ditorehkan oleh Romo KH. Amir Idris,” ajak Bupati.
Dijelaskan Bupati, pihaknya mendengar bahwasannya murid-murid Almaghfurlah KH. Amir Idris semua menjadi kyai, antara lain Kyai Mahsum Lasem, kemudian Kyai Mahrus Ali Lirboyo dan masih banyak lagi.
“Sudah banyak sejarah beredar tentang KH. Amir Idris. Untuk itu sebagai warga Pekalongan kita sangat bangga. Mudah-mudahan tidak hanya membanggakan saja, tetapi kita semua bisa meneruskan perjuangan beliau terutama dalam kerangka membimbing masyarakat Kabupaten Pekalongan untuk mencapai cita-cita yang diharapkan yaitu masyarakat yang baik, sejahtera lahir dan bathin, masyarakat yang memiliki jatidiri sekaligus mengembangkan nilai-nilai lokal, menjunjung tinggi nilai-nilai kearifan lokal,” ujar Bupati KH. Asip Kholbihi.
“Ini juga selaras dengan visi misi kami sebagai Bupati adalah bersama-sama mewujudkan masyarakat Kabupaten Pekalongan yang religius yaitu seperti tadi yakni kalau tidak jadi santri ya jadi kyai. Alhamdulillah kebanyakan masyarakat Kabupaten Pekalongan yang tidak jadi kyai banyak, jadinya ya jadi santri meskipun santri “mbeling”,” imbuhnya. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Publisher :aris
Minggu, 8 Desember 2019
Demikian disampaikan Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.M.Si saat memberikan sambutan pada Pengajian Maulid Nabi Muhammad SAW yang diselenggarakan oleh Lajnah Thoriqoh Muslimat Wathonah (Warga Thoriqoh An Nahdliyah) Muslimat NU Kabupaten /Kota Pekalongan dan Kabupaten Pemalang, di Kompleks Islamic Center Kedungwuni, Minggu (8/12/2019) siang.
Hadir antara lain Maulana Habib Luthfi bin Ali bin Hasyim bin Yahya, Rois Syuriah PCNU Kabupaten Pekalongan KH. Muhammadun Raden Jundi, Ketua Tanfidziyah PCNU KH. Muslih Khudori, M.Si beserta para Kyai baik dari Kabupaten Pekalongan, Kota Pekalongan dan Kabupaten Pemalang.
Selanjutnya, hadir pula anggota DPR RI H. Bisri Romly, M.Si., Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Dra. Hj. Hindun, MH., beserta beberapa anggota DPRD lainnya, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan sekaligus Ketua Umum Muslimat NU Kabupaten Pekalongan H. Sumarwati, S.IP.,M.AP dan Camat beserta Muspika Kecamatan Kedungwuni.
Bupati mengungkapkan bahwasanya Kanjeng Nabi Muhammad SAW memerintahkan agar umat Islam mewujudkan pembangunan lingkungan yakni menjaga kebersihan. Terkait hal itu, Bupati menyampaikan bahwa saat ini Pemkab Pekalongan serius dengan program menjaga kebersihan lingkungan.
“Hikmah dari kegiatan Maulid Nabi hari ini agar kita tidak hanya mengaji semata, akan tetapi juga bagaimana kita mengamalkan dari apa yang kita dapatkan di pengajian hari ini. Untuk itu saya minta tolong untuk tidak membuang sampah sembarangan,” ajak Bupati.
Dijelaskan Bupati, walau kelihatan sederhana apabila kita melakukannya dengan sungguh-sungguh, dampaknya akan sangat baik dan luar biasa. Karena Indonesia adalah Negara penghasil sampah terbesar kedua di dunia.
“Sungai-sungai di Kabupaten Pekalongan akan saya bersihkan agar anak cucu kita mendapatkan lingkungan yang bersih, air yang bersih. Karena dengan air bersih kita dapat digunakan untuk kehidupan kita. Mulai hari ini mari kita tumbuhkan kesadaran baru yaitu tidak membuang sampah semaunya sendiri. Dan tolong dijaga sungainya, dilarang buang sampah di sungai karena sungai adalah sumber air, sumber kehidupan kita,” tegas Bupati.
Dalam kesempatan sore hari itu, orang nomor satu di Kota Santri tersebut secara khusus mengharapkan barokah doa dan restu dari seluruh jamaah pada umumnya dan dari Maulan Habib Luthfi khususnya agar pihaknya dalam memimpin Kabupaten Pekalongan akan membawa perubahan yang lebih baik dan masyarakatnya sejahtera lahir dan batin.
“Melalui momentum pengajian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini, saya mengharapkan doa restu dari Maulana Habib Luthfi agar dalam memimpin Kabupaten Pekalongan ini membawa perubahan yang lebih baik, semoga masyarakatnya sejahtera. Dan saya harapkan doa dari seluruh yang hadir agar cita-cita Pemkab Pekalongan mewujudkan masyarakat yang semakin baik akan mendapat hijabah dari Allah SWT ,” pinta Bupati.
Acara diawali dengan penampilan memukau dari paduan suara Muslimat NU Anak Cabang Kedungwuni Pimpinan Ny. Munafah Asip Kholbihi dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Mars NU SHUBANNUL WATHON.
Dan sebagai pamungkas acara diisi penyampaian mauidhoh khasanah oleh Maulana Habib Luthfi bin Ali bin Hasyim bin Yahya.(didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Publisher : aris
Minggu, 8 Desember 2019
Kegiatan dibuka oleh Gubernur Jawa H. Ganjar Pranowo, SH., M.IP., dan dihadiri Menko Polhukam Prof. Dr. Mahfudz MD, Staf Khusus Menteri Dalam Negeri, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto. Tampak pula anggota DPR RI asli Kabupaten Pekalongan H. Bisri Romly, MM., para pejabat TNI maupun Polri dari Jawa Tengah.
Selanjutnya, Walikota Pekalongan HM. Saelany Machfudz, Dandim 0710 Pekalongan Letkol Inf. Arfan Johan Wihananto, S.IP, M.MS, Kapolres Pekalongan AKBP Aris Tri Yunarko, S.IK, M.Si, Pengurus Jatman Pusat di bawah Rois Jatman Maulana Habib Luthfiy bin Ali bin Yahya dan para ulama.
Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.M.Si selaku tuan rumah dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada Maulana Habib Luthfi bin Ali bin Hasyim bin Yahya karena telah diberikan kepercayaan untuk menyelenggarakan hajat besar itu.
"Kabupaten Pekalongan baru tiga kali diberikan kepercayaan dalam penyelenggaraan hajat besar seperti sekarang ini. Harapan kami semoga ke depan akan diberikan kepercayaan lagi. Karena kami meyakini dengan hadirnya para Habaib, para Kyai dan para Pejabat Tinggi di Negeri tercinta ini di Kabupaten Pekalongan akan membawa barokah kepada kami. Amiiin, "ungkap Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.M.Si.
Hal itu, lanjut Bupati, salah satunya dibuktikan dengan hadirnya 8 perguruan tinggi dengan jumlah mahasiswa tidak kurang dari 12.000 di Kabupaten Pekalongan. " Semua itu tidak lepas dari doa para Habaib, para Kyai dan para Pejabat Tinggi Negeri ini yang hadir di Kota Santri Kabupaten Pekalongan ini," ujarnya.
Silaturahim Nasional 2019 diikuti sekitar 2.500 peserta dari sembilan kabupaten/kota dan dari Luar Jawa. Para peserta dari Luar Jawa disediakan penginapan di Pondok Pesantren Gus Nasir di Wonopringgo dan rumah-rumah penduduk.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD mengatakan pemerintah akan menindak tegas organisasi masyarakat yang mencoba memecah persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Menurutnya, silahturahim nasional ini digelar untuk membahas tentang peran ulama, umaro, TNI, dan Polri dalam mempertahankan empat pilar kebangsaan, yaitu Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
"Pemerintah akan membubarkan ormas yang melanggar empat pilar. Contohnya ada, seperti HTI yang sudah dibubarkan oleh pemerintah karena mencoba mengusung khilafah," katanya.
Mahfud mengungkapkan pihaknya tidak melarang, adanya kelompok masyarakat yang mengajukan ijin untuk membuat sebuah organisasi masyarakat asal sesuai peraturan yang sudah ada.
"Secara hukum, pancasila tidak boleh menjadi pilar, karena pancasila adalah Ideologi. Lawan dari 4 pilar adalah ateisme.Kenapa ateisme dimusuhi?Karena ateisme tidak mengakui Tuhan berbanding terbalik dengan negara kita," ungkapnya.
Menkopolhukam menambahkan pembeda itu adalah anugrah, jangan diantara perbedaan kita bertengkar." Indonesia banyak perbedaan, jangan menjadi pembeda akan tetapi, menjadi pemersatu dan hormati perbedaan yang ada," tambahnya. (didik /dinkominfo kab.pekalongan).
Publisher : aris
Sabtu, 7 Desember 2019
Jumat, 6 Desember 2019